Ad ideas for BestStory on Meta.
Ad ideas for BestStory on Meta. AtriaAI helps you to find great BestStory ads trending on Meta. Start for free on Atria.
Oct 07, 2023 - Oct 09, 2023
"Tuan, mantan istri Anda yang telah bercerai tiga tahun yang lalu tiba di bandara bersama sepasang anak kembar berusia empat tahun." "Segera tutup bandara."
--------------------------
Bab 1 Cerai
"Diego Navarro, selama tiga tahun aku telah menjadi pasanganmu dalam pernikahan ini, namun tidak sekali pun kamu menyentuhku. Keinginanmu kini akan aku kabulkan. Aku merelakan pernikahan ini, dan setelah malam ini, kamu bebas mencari apa yang kamu inginkan! Pertimbangkanlah saat ini sebagai pengganti dari segala perasaan yang telah lama kusimpan selama bertahun-tahun..."
Setelah itu, Amelia Gray mencium pria di depannya dengan gila dan putus asa.
Dia tahu caranya menjijikkan.
Seringkali, cinta telah membelengguku dengan pedih yang tak terperi. Yang kuharapkan sekarang hanyalah kehangatanmu, agar hatiku dapat sedikit terhibur.
"Amelia, beraninya kamu!!!" Ujar Diego menggertakkan giginya. Wajahnya yang memesona dipenuhi oleh gelombang kemarahan, keinginan untuk mendorong wanita ini muncul namun kegelisahan dalam dirinya merayap, hampir menguasai nalarnya.
Beraninya wanita ini menjebaknya!
"Aku tidak takut apapun …"
Air mata Amelia mengalir deras, ciuman mereka semakin bergelora. Amelia yang tak berpengalaman meronta di dalam dekapan pria itu.
Dia hanya ingin memiliki Diego sepenuhnya! Namun, kemarahan Diego tidak terkendali. Tidak ada daya, situasi saat ini telah lepas kendali darinya. Setelah beberapa saat, reaksi naluriah tubuhnya muncul. Suhu tubuhnya meningkat dan akal sehatnya terhanyut.
Keesokan harinya, saat fajar tiba, Amelia bangun.
Dia beranjak dari tempat tidur dan mengenakan pakaian, lalu mengeluarkan surat cerai yang telah dia siapkan sejak lama dari laci dan meletakkannya di meja sebelah tempat tidur sambil menatap pria yang tidur di ranjang …
"Diego, kamu bebas. Mulai sekarang, kita tidak memiliki hubungan apa pun!" Gumam Amelia memalingkan wajahnya dan pergi.
Hati Amelia sedih dan pilu saat meninggalkan rumah Keluarga Navarro.
Dia mencintai Diego selama tujuh tahun!
Dari kecil hingga kuliah selalu terobsesi padanya.
Keinginan terbesar Amelia adalah menikah dengannya!
Namun, Diego tidak menyukainya …
Singkatnya, pada hari pernikahan mereka! Saat itu, Tuan Besar Bennett sakit parah dan perlu mengadakan pesta menyambut kebahagiaan. Kebetulan tanggal kelahirannya cocok dan dipilih.
Ayah dan ibu tiri Amelia menganggap harta seperti nyawa mereka. Tanpa pikir panjang, mereka langsung mengirim Amelia ke sini.
Saat itu, Amelia sangat bahagia menantikan malam pertama.
Namun, setelah Diego muncul,"Amelia, seharusnya kamu tahu orang yang ingin kunikahi adalah Scarlett Hayes, bukan kamu! Hanya dia yang berhak menjadi istriku. Kamu tidak pantas!"Ujar dia jijik.
Amelia sadar bahwa Diego tidak punya kewajiban untuk menyukai atau mencintai dirinya. Tetapi Amelia naif. Dia berharap suatu hari nanti bisa menghangatkan hati orang ini.
Selama tiga tahun pernikahan terakhir, dia mendedikasikan dirinya untuk menjadi istri yang baik. Setiap malam memasakkan makanan untuknya agar saat dia kembali bisa menikmati makanan panas. Tidak peduli seberapa larut, dia akan menunggu Diego pulang baru merasa tenang. Ketika Diego mabuk di sebuah jamuan pesta. Dia akan merawatnya dan tidak pernah melakukan apa pun.
Amelia akan menjadi orang yang paling mengkhawatirkan Diego jika sakit atau cedera.
Setiap musim dingin, Amelia menyalakan pemanas dan menyiapkan air panas untuknya, bangun pagi untuk membantunya memanaskan pakaian dan berharap Diego tidak kedinginan ……
Namun, Diego tetap tidak mencintainya.
Sampai kemarin, akhirnya Amelia mengerti. Pada hari ulang tahunnya, Diego menemani Scarlett di rumah sakit.
Semua ini hanyalah angan-angannya!
Bahkan jika Amelia menghabiskan seumur hidupnya tetap tidak bisa menghangatkan hati pria itu.
Dia milik wanita lain!
Amelia menyerah!
……
Ketika Diego bangun, sudah pukul 10 pagi.
Setelah bangun dari tidurnya, yang pertama kali muncul dalam benaknya adalah keinginan untuk mencekik Amelia hingga tewas! Diego, sang CEO VortexTech Global yang memiliki reputasi tak terkoyak-koyak. Terkenal dengan kepiawaiannya dan ketidakterkalahkannya di dunia bisnis. Tidak seorang pun pernah mampu menjebaknya atau melukainya. Namun, tak disangka, kali ini ia telah terperangkap oleh pesona wanita itu! Rasa marah membakar pandangannya saat merenung sekeliling ruangan, tetapi tak ada sosok wanita itu terlihat. Di sudut matanya, sebuah dokumen menarik perhatiannya di meja sebelah tempat tidur.
"Apa ini?"Ujar Diego mengernyitkan kening sambil melihatnya.
"Surat Cerai" terpampang jelas di depan matanya.
Diego memicingkan matanya dan ekspresinya tiba-tiba menjadi murung.
Pertama, menggunakan cara kotor untuk berhubungan seks dengannya dan sekarang mengusulkan perceraian ... sungguh picik!
Diego tidak percaya Amelia akan menceraikannya.
Diego tiba-tiba berdiri, memakai pakaiannya dan turun dengan aura ganas, "Apakah kamu melihat Amelia?"Tanya dia pada Kepala Pelayan.
Paman Leo tercengang, "Tuan muda, Nyonya Muda pergi sebelum fajar sambil membawa koper." Jawab dia.
Diego kaget …
……
Enam tahun kemudian.
Di Kota Eledoria, Hallym VR Research.
Amelia yang keluar dari ruang penelitian mendengar asistennya Linda, "Dokter, Profesor Adrian mencarimu. Dia sedang menunggumu di kantornya." Ujar dia.
Amelia yang baru bergadang semalam masih mengantuk. Dia kembali sadar dan energik saat mendengar ucapan ini.
"Apakah dia mengatakan sesuatu? Jangan bilang hasil penelitian dan pengembangan dihancurkan oleh dua bocil nakal?"
"Sepertinya iya." Jawab Linda menunjukkan simpati.
Atasan Linda, Amelia sangat perfeksionis dan memiliki kemampuan hebat di usia muda. Dia menjadi murid kebanggaan Adrian di bidang medis dan tidak pernah dimarahi.
Hanya saja setiap kali harus dimarahi karena kedua putranya!
"Kali ini kamu tidak keluar dari ruang penelitian selama tiga hari berturut-turut. Lucas dan Louis mengkhawatirkanmu. Mereka setiap hari membuat onar di kantor Profesor Adrian ... aku lihat rambut Profesor Adrian beruban lagi."Hibur Linda tanpa sadar.
Amelia yang mendengar ini merasa pusing dan lucu.
Enam tahun yang lalu, Amelia pergi ke luar negeri setelah meninggalkan rumah Keluarga Navarro! Awalnya dia berencana untuk belajar, tetapi tak disangka malah hamil. Saat itu, dia ragu apakah akan menggugurkan bayi ini atau tidak. Tetapi ketika tiba di rumah sakit, dia takut dan tidak tega. Hingga akhirnya memilih untuk melahirkan anak ini!
Amelia melahirkan tiga anak, dua laki-laki dan satu perempuan! Selama persalinan, anak perempuannya meninggal karena kekurangan oksigen dan menyisakan dua putranya yang bernama Lucas dan Louis.
Amelia merasa bahagia mengingat kedua anaknya memiliki kecerdasan yang luar biasa. Akan tetapi, dia tiba-tiba lesu mengingat dirinya harus dimarahi karena mereka berdua …
Amelia bergegas pergi ke kantor Adrian.
Begitu masuk, dia melihat dua bocil nakal sedang duduk di sofa kantor sambil menggoyangkan kaki kecil mereka.
Ketika mereka melihat Amelia masuk, mata mereka berbinar, "Mommy, akhirnya kamu keluar! Kupikir kamu berencana tinggal di ruang penelitian untuk waktu yang lama!" Ujar mereka berdua segera turun dari sofa dan berlari ke arah Amelia.
Setelah itu,"Mommy lelah tidak? Cepat duduk, sini aku bantu pijat …"Ujar mereka menarik Amelia duduk di sofa.
Amelia tiba-tiba merasa dirinya pantas dimarahi setelah melihat perhatian kedua putranya!
Adrian duduk di belakang meja, "Sekarang baru nurut? Kenapa kalian tidak terlihat seperti ini ketika meretas komputerku?" Ujar dia sangat marah hingga membelalakkan mata.
"Ini salah Kakek Guru! Selalu meminta Mommy lembur. Lihat, dia hampir malnutrisi!" Ujar Lucas.
"Ya Mommy, hanyalah manusia biasa. Kenapa selalu memintanya lembur sepanjang hari?" Tanya Louis sambil menepuk bahu Amelia.
"Hanya kalian berdua yang terus melindunginya! Siapa yang tidak seperti ini di penelitian ini?" Ujar Adrian kesal.
"Bagaimana perkembangan penelitian kali ini?" Tanya Adrian menggelengkan kepala sambil memandang Amelia.
"Berjalan lancar. Data akan dikirim ke komputermu."Jawab Amelia tersenyum.
Apakah komputer telah diperbaiki?"Tanya balik dia.
"Sudah satu jam dan belum bisa diperbaiki." Ujar Adrian cemas sambil mengacak rambutnya.
"Sana perbaiki komputer Kakek Guru ke semula. Jangan main-main. Bagaimana jika data penting benar-benar hilang?" Pinta Amelia sambil menepuk tangan kecil Louis.
Louis yang mendengar ucapan ibunya, "Tidak mungkin, aku selalu memiliki cadangan dan menambah banyak perlindungan. Bagaimana mungkin hilang!" Jawab dia manja.
Meski begitu, dia tetap pergi ke sisi Adrian dan mulai memperbaiki komputer.
Jari kecilnya mengetuk serangkaian kode ……
Setelah beberapa menit, layar komputer berkilau dan segera kembali ke keadaan aslinya.
Adrian terheran melihat ini. IQ anak muridnya sungguh luar biasa!
Di usia yang sangat muda, Lucas telah menguasai keterampilan penyembuhan dan dapat mengidentifikasi ribuan obat herbal. Dia telah menunjukkan bakat unik di bidang kedokteran dan sangat tertarik pada investasi.
Sementara, Louis sangat tertarik pada pemrograman dan sekarang menjadi hacker kecil. Dia sangat sensitif pada angka dan memiliki bakat besar untuk investasi!
Selain itu, kedua anak ini sangat tampan dan memiliki kepribadian tenang dan lincah
Setiap kali mereka mengacau, Adrian hanya bisa memarahi Amelia!
"Maaf, guru, anakku telah menyusahkanmu. Jadi tolong jangan tersinggung." Ujar Amelia tampak merasakan sesuatu dan segera meminta maaf.
Dan jangan memarahiku juga!
Tidak mungkin selalu aku yang disalahkan!!!
"Jangan khawatir, kali ini aku tidak akan menghukummu. Tapi aku punya tugas untukmu! Aku berencana kembali ke Kota Eledoria untuk mendirikan lembaga penelitian yang fokus pada pengobatan tradisional! Tapi, ada banyak pekerjaan yang harus ku selesaikan dan aku tidak bisa pergi. Jadi, kuputuskan untuk mengirimmu pulang!"Ujar Adrian tidak bisa menahan tawa melihat ekspresinya.
Amelia tidak mengharapkan hal ini. Ia terkejut dan ragu.
Kembali ke Kota Eledoria?
Setelah meninggalkan tempat itu enam tahun yang lalu, dia tidak pernah berpikir untuk kembali!
Lagipula, dia tidak punya rumah dan tidak ada yang peduli!
Selain itu, dia sudah nyaman dengan tempat ini.
"Guru, aku …"Ujar Amelia ingin menolak.
"Amelia, aku mengerti bahwa kamu enggan untuk kembali. Tetapi, aku berharap kamu akan mempertimbangkannya dengan sungguh-sungguh. Selama beberapa tahun terakhir, kita bersama-sama mempelajari ilmu kedokteran. Aku yakin kamu memiliki pemahaman yang mendalam tentang obat-obatan herbal! Meskipun di luar negeri pilihan terbatas, tapi di Kota Eledoria ... situasinya berbeda. Ada beragam obat herbal yang bisa kamu eksplorasi. Yang lebih penting, komunitas medis dan para ahli di sana sangat luas. Mereka memahami keterampilan medis tradisional yang langka. Tidakkah hal ini menarik bagimu? Inilah sebabnya aku menyarankanmu untuk kembali! Dengan kemampuanmu saat ini, pasti akan kamu sukses. Selain itu, kamu juga telah mengalami perkembangan besar. Sekalipun dihadapkan pada tantangan besar atau di depan orang-orang berpengaruh, aku yakin kamu mampu menghadapinya dengan percaya diri, bukan?" Celah Adrian.
Amelia terdiam mendengar ucapan ini.
Benar sekali!
Dia telah banyak berubah. Bisa mengatasi kesulitan dengan baik dan tidak lagi takut pada apapun.
Apalagi enam tahun telah berlalu dan pria itu mungkin sudah menikah dengan wanita idamannya.
Apa yang perlu ditakuti?
"Guru, aku ikuti saranmu. Aku akan pulang." Angguk Amelia menghela napas.
"Bagus kalau kamu mengerti! Jangan khawatir, aku akan meminta Linda mengikutimu untuk kepulanganmu kali ini dan aku juga akan mengirim tim profesional untuk membantumu."Ujar Adrian senang.
"Oke, terima kasih, guru."
Amelia mengangguk.
Selama percakapan mereka, Lucas dan Louis menatap satu sama lain. Mereka bisa melihat kegembiraan di mata satu sama lain.
Mommy akhirnya pulang!
Mereka ingin kembali sejak lama!
Belum lagi Daddy mereka ada di Kota Eledoria. Mereka ingin bertemu dengannya!
Tentu saja, saat bertemu dengannya ingin memberi dia pelajaran.
Siapa suruh meninggalkan istri dan anak-anaknya!!!
……
Dua hari kemudian.
Di bandara internasional Medoria.
Amelia dan kedua putranya kembali ke tempat yang telah dia tinggalkan selama enam tahun.
Begitu turun dari pesawat, Louis menyilangkan kakinya dan menarik rok Amelia, "Mommy, aku kebelet pipis. Aku ingin ke kamar mandi." Ujar dia.
"Oke, aku akan membawamu ke sana ……"Jawab Amelia dan Lucas terkikik.
Saat berbicara, Amelia mengusap kepala Louis.
"Mommy, jangan tempuk lagi. Aku hampir pipis di celana!"Ujar Louis.
Amelia tidak bisa menahan tawa dan buru-buru mengatarnya ke toilet.
Sesampai di kamar mandi, Lucas mengikuti adiknya masuk ke dalam. Sementara, Amelia mengawasi bagasi sambil mengirim pesan kepada guru untuk menyampaikan bahwa mereka tiba dengan selamat.
Saat ini, suara familiar tiba-tiba terdengar.
"Sampah! Kalian ada begitu banyak orang mengawasi anak kecil saja tidak bisa. Apa gunanya kalian?"
Nada pembicara itu terdengar marah, tetapi juga memiliki rasa dingin dan kedalaman yang unik yang sangat enak didengar.
Amelia hanya bisa membeku saat menekan tombol di ponsel.
Setelah enam tahun, tidak ada rasa keanehan sama sekali ketika mendengar kembali nada ini dan masih ada rasa keakraban di tulang.
Amelia mengangkat kepalanya dan sekilas melihat sosok tinggi pria itu.
Pria itu berdiri tidak jauh dari sana, tubuhnya ramping berbalut jas hitam, kakinya yang panjang tampak ramping dengan temperamen yang bermartabat yang sangat mencolok di tengah keramaian.
Dari sudut Amelia bisa melihat wajahnya yang sempurna.
Tubuhnya seperti mahakarya yang diukir dengan hati-hati oleh langit, tanpa cacat apapun sehingga matahari dan bulan kehilangan keindahannya.
Diego Navarro!
Hati Amelia tiba-tiba berdegup kencang! Dia tidak pernah menyangka akan bertemu pria ini pada hari pertama kembali ke Kota Eledoria. Emosi yang telah ditutup dalam debu selama bertahun-tahun tiba-tiba berfluktuasi, tetapi segera kembali ke keheningan.
Mata Amelia memucat dan dingin.
Akhirnya dia bisa melakukannya tanpa mengubah ekspresi
Saat ini, dua bocil yang pergi ke kamar mandi akhirnya keluar dan berkata kepada Amelia, "Mommy, kita sudah selesai!"
Amelia tiba-tiba kembali sadar dan jantungnya hampir berhenti karena kaget.
Sebuah pemikiran muncul di benaknya, yaitu: Cepatlah, jangan biarkan Lucas dan Louis bertemu dengan pria itu.
Kedua wajah ini sangat mirip dengannya!
Dia tidak ingin memiliki hubungan apa pun dengan pria itu!
"Sudah selesai? Mari kita pergi, jangan biarkan mommy angkat menunggu terlalu lama."Ujar Amelia gugup.
Tanpa menunggu kedua anaknya menjawab, Amelia buru-buru menyeret barang bawaan mereka dan pergi.
Diego yang setengah jalan sambil menelepon tiba-tiba mendengar suara yang akrab dan menoleh ke belakang. Dari sudut matanya, dia bisa menangkap sosok indah yang tampak mirip sebelumnya.
Amelia Gray——!!!
Apakah itu dia?
Apakah dia telah kembali???
Diego segera mengejarnya. Namun, sosok itu membaur ke dalam kerumunan dan menghilang.
Diego memicingkan matanya dan kemarahan di wajahnya semakin jelas.
Wanita itu pergi begitu saja meninggalkan anaknya, bagaimana mungkin dia kembali!
Dalam perjalanan keluar dari bandara, Amelia gelisah dan terkadang menoleh untuk mengkonfirmasi apakah orang itu mengikuti.
Untungnya, mereka tidak melihat pria itu sampai keluar dari gerbang bandara. Baru saat itulah Amelia menghela napas lega.
Kedua bocil itu digandeng oleh Amelia. Mereka merasa aneh melihat ibunya terus menoleh sepanjang jalan.
Namun mereka tahu ini bukan waktu yang tepat untuk bertanya. Karena itu, mereka keluar dengan patuh.
"Amelia! Lucas, Louis!" Terdengar suara perempuan dari kejauhan.
Begitu mereka bertiga mengangkat kepala, mereka melihat seorang wanita berpakaian bagus berdiri di seberang jalan sedang melambaikan tangan dan tersenyum ke arah mereka.
Akhirnya kecemasan Amelia perlahan hilang, "Grace, lama tidak bertemu!"Ujar dia tersenyum.
Grace adalah sahabat Amelia di kuliah dan sekarang menjadi dokter di rumah sakitnya sendiri.
Grace segera menghampiri mereka bertiga dan memeluknya, "Akhirnya kalian sampai! Aku merindukan kalian!" Ujar dia ramah.
"Aku juga."Balas Amelia tersenyum.
Mereka sering berhubungan selama bertahun-tahun terakhir. Tetapi sebagian besar waktu dalam kontak online dan jarang memiliki kesempatan untuk bertemu.
Grace memeluknya dengan penuh semangat, lalu berjongkok memeluk kedua bocil itu satu per satu,"Sayang, rindu mommy angkat tidak?"Tanya Grace.
"Tentu saja rindu! Bahkan bermimpi bertemu dengan mommy angkat! mommy angkat tetap cantik seperti dulu!"Ujar Lucas dan Louis tersenyum manis.
"Manis sekali ucapan kalian!"
Mata Grace melengkung saat dipuji oleh kedua anak itu.
Amelia yang masih merasakan krisis menatap gerbang bandara, "Ayo pulang. Kalau ada hal lain nanti kita bahas setelah pulang."Desak dia.
Grace mencium wajah kedua bocil itu, lalu berdiri membantu Amelia menaruh barang bawaan mereka.
Pada saat yang sama, sosok ramping Diego muncul di gerbang bandara.
"Batalkan semua agenda luar negeri." Perintah pria itu kepada asisten di sampingnya, David Roger.
"Tuan, kami telah mengirim orang untuk memperluas pencarian untuk menemukan nona muda. Dia masih sangat muda seharusnya tidak pergi jauh. Jangan terlalu khawatir."Ujar David.
Nona muda selalu menjadi anak kesayangan Tuan. Dibandingkan dengan mencari nona muda, pekerjaan di luar negeri itu tidak ada artinya.
Tatapan Diego sayu. Dia berjalan menuju Maybach di pinggir jalan tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Tak lama, mobil itu melesat pergi.
……
Satu jam kemudian, mobil Grace muncul di daerah vila ‘Starlit Haven Mansion' di pusat kota.
Amelia meminta Grace mencari tempat ini beberapa hari yang lalu.
Keempatnya keluar dari mobil, sementara Grace membawa bagasi mereka ke rumah baru mereka.
"Aku suka, lingkungannya bagus."
Amelia sangat puas, "Aku tidak menyangka kinerjamu sangat efisien."Ujar dia menatap sahabatnya.
Grace mengernyitkan keningnya, "Rumahku ada di sebelah. Seluruh keluarga pemilik rumah ini pindah ke Alowe dan rumah ini harus disewa. Kebetulan aku menemukannya, kelak kita bisa saling berkunjung setiap hari."
Amelia tersenyum sambil mengangguk.
Bereskan barangmu dan kebetulan sudah waktu makan malam.
Grace membawa mereka bertiga keluar untuk makan malam.
Sepanjang jalan menuju tempat parkir restoran, tiba-tiba ada seorang gadis kecil berlari keluar dari kegelapan.
Grace segera menginjak rem. Dia terkejut sambil menatap gadis kecil yang jatuh ke tanah.
Amelia juga ketakutan. Dia menoleh untuk memastikan kedua anaknya yang duduk di kursi belakang baik-baik saja. Setelah itu, membuka pintu dan keluar dari mobil.
Gadis kecil itu berusia sekitar empat atau lima tahun. Dia terduduk di tanah dengan ekspresi kaget.
Hati Amelia melembut. Dia melangkah maju dan dengan hati-hati berjongkok di samping gadis kecil itu, "Nak apakah kamu terluka?"Tanya dia lembut.
Gadis kecil itu berkulit putih, matanya indah, hidungnya mancung dan terlihat sangat lembut. Dia mengenakan gaun putri merah muda dengan dua kepang sambil memegang boneka mahal di pelukannya. Tidak tahu putri dari keluarga kaya mana.
Gadis kecil itu perlahan sadar setelah mendengar suara Amelia. Ia menggelengkan kepalanya dengan malu disertai sedikit kewaspadaan di matanya.
Hati Amelia semakin melembut. Dia melihat sekeliling dengan hati-hati dan baru merasa lega setelah memastikan gadis itu tidak terluka, lalu mengulurkan tangan untuk membantunya berdiri. Begitu dia mengulurkan tangannya, dia melihat gadis kecil itu mundur seolah ketakutan, matanya yang besar penuh ketakutan.
Amelia berhenti dan tangannya menggantung di udara. Dia tersenyum pada gadis kecil itu, "Jangan takut, aku hanya ingin membantumu."Ujar dia.
"Di mana orang tuamu? Kenapa kamu sendirian?" Tanya Amelia melihat sekeliling.
Gadis kecil memeluk boneka di lengannya dan tidak berbicara. Ia hanya menggelengkan kepalanya.
Amelia hanya bisa mengerutkan kening. Dia tidak tahu bagaimana berkomunikasi dengannya.
Grace dan kedua anak itu juga turun dari mobil.
Lucas dan Louis saling memandang. Mereka bingung melihat gadis ini tidak berbicara.
Adik ini sangat lucu, tetapi tidak kunjung berbicara, atau jangan-jangan dia bisu?
Amelia juga merenung di dalam hatinya, mencoba menebak apakah gadis ini bisu.
Amelia, yang mempertimbangkan kemungkinan ini, merasa simpati, "Berikan tanganmu pada bibi, ok?" Ujar dia lembut.
Setelah itu, dia mengulurkan tangannya.
Gadis itu merasa malu, ekspresinya menjadi lembut ketika mendengar suara Amelia.
Amelia tidak terburu-buru, ia sabar menunggu gadis tersebut, berharap gadis itu akan perlahan menerima kehadirannya.
Setelah ragu cukup lama, akhirnya gadis itu mengulurkan tangannya pada Amelia.
Dengan cepat, Amelia menggenggam tangannya. Ia tersenyum sambil mendekap gadis itu, lalu memeriksanya.
Dengan gerakan ini, jarak di antara mereka semakin dekat.
Tubuh gadis kecil itu lembut dan tercium aroma susu.
Hati Amelia melembut, teringat putrinya yang meninggal muda. Jika masih hidup, pasti sudah sebesar ini!
Mata Amelia mencerminkan sedikit kesedihan dan penyesalan.
Gadis kecil itu tampak merasakan emosi Amelia. Dia tidak bergerak, tetapi matanya besar tertuju pada wajah Amelia.
Meski tahu tidak seharusnya mendekati orang asing, tetapi bibi ini sungguh cantik ……
Dan entah kenapa memberinya perasaan ingin dekat.
Grace yang melihat adegan ini hanya bisa kagum, "Gadis kecil ini sangat cantik dan penampilannya tidak kalah dengan dua anak Amelia!" Desah dia.
Setelah Amelia selesai memeriksanya,"Kupikir dia mungkin terpisah dari keluarganya. Ayo bawa dia ke kantor polisi dan lihat apakah kita bisa menghubungi keluarganya."Angguk dia.
Begitu Amelia mengatakan itu, gadis kecil di sebelahnya tiba-tiba menariknya.
Amelia menatapnya dengan bingung.
Dia melihat gadis kecil itu menggelengkan kepalanya, matanya berair seolah sangat cemas dan akan menangis detik berikutnya.
Terlihat jelas, gadis kecil itu sangat menolak tawarannya.
Hati Amelia pilu melihat penampilan menyedihkan gadis kecil itu.
Tetapi tidak ada cara lain. Gadis itu sangat kecil, jika tidak mengantarnya ke kantor polisi, dia mungkin akan dituduh melakukan penculikan.
Amelia pusing.
"Tidak apa-apa jika tidak mau pergi ke kantor polisi."
Apakah kamu memiliki nomor telepon orang tuamu? Aku akan meminta mereka menjemputmu."Ujar Amelia berlutut sambil bernegosiasi dengan gadis kecil itu.
Gadis kecil itu berhenti menggelengkan kepalanya dan tatapan matanya perlahan sayu.
Setelah menunggu beberapa waktu, Amelia mengira dia tidak tahu. Saat hendak mengantarnya ke kantor polisi, gadis kecil itu mulai bergerak.
Amelia melihatnya mengambil pena dan catatan kecil dari sakunya. Dia menulis serangkaian angka diikuti tulisan Daddy dan menyerahkan catatan itu kepadanya.
Amelia mengambil catatan itu. Dia menelepon nomor ayah gadis kecil itu.
"Ternyata bisu beneran." Gumam Lucas dan Louis.
"Jangan katakan itu pada adik ini." Ujar Amelia menatap kedua anaknya.
Kedua lelaki kecil itu segera berdiri tegak dan tersenyum pada gadis kecil itu dengan perasaan bersalah.
Gadis kecil itu memandangi mereka dan tanpa sadar mencondongkan tubuh lebih dekat ke Amelia. Sementara, tangan kecilnya mencengkeram ujung rok Amelia.
Amelia tidak memperhatikan tindakan itu. Dia memeriksa nomornya dan menekan tombol panggil ……
Vila Keluarga Navarro.
"Apakah Yuri sudah kembali?" Tanya Diego berjalan masuk ke gerbang vila dengan wajah serius.
"Belum. Aku belum melihat Nona." Jawab Kepala Pelayan cemas.
Setelah itu, dia merasakan tekanan dari tubuh tuan mudanya. Bibirnya yang tipis membentuk lengkungan dingin dan bagian tengah alisnya mengernyit kencang.
Kami udah mencari semua tempat yang seharusnya dicari.
Ke mana lagi gadis kecil itu bisa pergi?
Mungkinkah terjadi sesuatu?
Diego yang memikirkan ini memancarkan aura kejam di antara alisnya seolah ingin menghancurkan segala sesuatu di dunia.
Saat ini, seorang wanita dengan riasan cantik bergegas masuk, "Diego, kudengar Yuri hilang? Benarkah? Apakah sudah ditemukan?"Tanya dia cemas.
Wanita itu adalah Scarlett!
Wanita yang sangat ingin dinikahi Diego dulu!
Tetapi begitu melihatnya saat ini, wajah Diego tidak berekspresi, "Belum ditemukan! Kebetulan kamu datang kemari ada yang ingin kutanyakan padamu. Apa yang kamu katakan pada Yuri sore tadi? Mengapa dia tiba-tiba kabur dari rumah?" Tanya dia.
Scarlett tercengang dengan pertanyaan Diego. Kemudian menatapnya, "Diego, apa maksudmu? Apakah kamu mencurigaiku telah melakukan sesuatu pada Yuri?" Tanya balik dia.
"Aku tidak melakukan apa pun! Orang lain tidak tahu, tapi apakah kamu tidak kamu tahu? Selama bertahun-tahun, aku memperlakukan Yuri seperti anakku. Tidak peduli seberapa acuh Yuri padaku, aku selalu memperlakukan dia dengan baik. Aku bahkan tidak tega berkata kasar. Bagaimana mungkin aku melakukan sesuatu yang membuatnya kabur dari rumah?"Jelas dia terlihat sedih.
Ketika mengatakan ini, ekspresi Yuri sedikit sedih, matanya memerah dan terlihat sangat tidak bersalah.
Tetapi di hati yang tidak bisa dilihat orang lain. Dia berharap si bisu itu tidak pernah kembali!
Yuri memang mengatakan sesuatu kepada si bisu tadi sore. Bahkan mengatakan padanya bahwa ketika dia menikah dengan Diego, dia akan melahirkan adik yang lebih lucu darinya. Pada saat itu, Diego tidak akan lagi menyukainya!
Karena anak haram ini bisu. Scarlett tidak khawatir dia akan mengadu kepada Diego. Hanya saja dia tidak menyangka Yuri akan kabur dari rumah!
Bagus!
Lebih baik mati di luar!
Diego menatapnya selama beberapa detik. Sementara, Scarlett diam-diam mencubit telapak tangannya karena takut kebohongannya terungkap.
"Lebih baik seperti yang kamu katakan."
Setelah beberapa saat, Diego menarik tatapannya. Dia melirik ke arah David yang berada di samping, "Apakah ada kabar dari polisi?"
"Belum." Jawab David pelan.
"Mungkinkah seseorang menculik Yuri?"Tanya dia hati-hati sambil melihat Diego.
Nona muda adalah harta karun kesayangan tuannya dan memiliki posisi yang terhormat di Keluarga Navarro. Beberapa tahu belakangan, dia diincar oleh banyak orang. Bahkan hampir diculik! Sekarang mereka tidak bisa menemukan Yuri dan bahkan tidak ada kabar dari polisi yang membuat David harus berpikir tentang penculikan.
"Kirim lebih banyak orang dan perluas pencarian. Kalian harus menemukannya hari ini!"Ujar Diego tiba-tiba memancarkan tatapan tajam.
"Baik!"
Kemarahan tuannya hampir mencairkan benda padat, bahkan jantung David berdegup kencang saat menjawabnya.
Saat hendak berbalik, ponsel Diego berdering.
Diego tidak punya mood untuk menjawab telepon saat ini. Ketika hendak mematikan panggilan, dia melihat panggilan dari nomor asing.
Diego yang mengingat ucapan David barusan menunjukkan ekspresi tegang.
Begitu terhubung,"Halo." Terdengar suara wanita lembut.
Diego memicingkan matanya saat mendengar suara ini dan kecurigaan muncul di matanya.
Suara ini sama persis dengan wanita itu!
Sosok yang dilihatnya di bandara sore tadi terlintas di benaknya ...
"Halo? Apakah ada yang mendengarkan?" Tanya Amelia yang tidak kunjung mendengar jawaban.
"Hm." Jawab Diego singkat sambil menenangkan emosinya.
Satu kata ini tidak cukup untuk membuat Amelia mengenali apapun.
Melihat ada yang merespon,"Halo, begini, aku menemukan seorang gadis di pinggir jalan dan dia memberiku nomor telepon ini. Kamu seharusnya ayahnya, kan? Apakah kamu mempunyai waktu untuk datang menjemputnya?" Tanya Amelia menghela napas lega.
Suara wanita itu bergema di telinga Diego. Semakin dia berbicara, semakin dingin mata Diego.
Ketika dia berhenti berbicara, mata pria itu tertutup oleh lapisan beku.
Ternyata dia!
Bahkan setelah bertahun-tahun, Diego tidak akan pernah salah mengenali suara ini!
Amelia!
Akhirnya kamu kembali!
Diego menggertakkan giginya, "Di mana Kamu?"Tanya dia menurunkan suaranya.
"Kami berada di Moonlit Eats Cafe, kami menunggu seseorang di sini. Kamu datang saja ke restoran untuk menjemputnya."Jawab Amelia tanpa sadar.
"Oke, aku segera kesana."
"Siapkan mobil ke Moonlit Eats Cafe." Ujar Diego pada David sambil mengakhiri panggilan.
David bingung entah dari mana kemarahan tuannya berasal. Dia hanya bisa segera mengiyakan.
Amelia merasa gugup melihat layar telepon yang menghitam. Suara pria tadi terdengar sedikit serak. Dan, entah kenapa begitu familiar ……
Namun, Amelia berhenti berpikir. Dia tidak tahu di mana dirinya pernah mendengar suara itu sebelumnya.
"Apakah kalian lapar?"
Setelah berdiri di luar cukup lama, akhirnya Grace berkata, "Aku lapar sekali. Mari kita makan dulu. Kalau mereka datang, kita antar saja gadis ini keluar."
"Oke, mari kita masuk."Jawab Amelia tersenyum padanya.
"Apakah kamu lapar? Bibi ajak kamu makan, oke? Ayahmu seharusnya dalam perjalanan. Dia akan ke sini sebentar lagi, nanti Bibi antar keluar lagi, ok?" Tanya Amelia berjongkok sambil menatap mata gadis kecil itu untuk meminta pendapatnya.
Gadis kecil itu menatapnya selama beberapa detik, lalu matanya yang besar berkedip ragu.
"Kalau kamu tidak mau, Bibi akan menunggu di sini bersamamu."Bujuk Amelia sabar.
"Kami akan menunggu di sini bersama Mommy!" Ujar Lucas dan Louis serempak.
"Hanya aku yang satu-satunya lapar? Nak, kita bukan orang jahat. Siapa yang akan mengajakmu makan di restoran sebagus ini? Apakah kamu lapar? Ayo masuk dengan Bibi, oke?" Bujuk Grace menepuk dahinya.
Untuk sesaat, mata semua orang tertuju pada gadis kecil itu.
Lucas dan Louis juga lapar. Mereka menatap gadis kecil itu dengan penuh harap.
Gadis kecil itu menggigit bibir bawahnya. Dia berjalan ke arah Amelia, lalu mengulurkan tangan untuk memegang lengan bajunya dan mengangguk.
"Jangan memaksanya."Ujar Amelia mengerti apa yang dia maksud dan hatinya melunak.
Gadis kecil itu menggelengkan kepalanya lagi.
Amelia tersenyum melihat tindakan gadis itu. Dia menyentuh kepalanya dan mengandeng tangannya yang memegang lengan baju Amelia, lalu bangkit dan membawanya ke restoran.
Sementara, Grace menggandeng Lucas dan Louis mengikuti dari belakang. Dia melihat gadis itu mengikuti mereka selangkah demi selangkah, "Nak, tadi kamu sangat waspada kepada kami, kenapa tiba-tiba menjadi dekat denganmu."Ujar dia.
"Orang rupawan di dunia ini tidak memandang usia."Desah dia.
Amelia yang digoda sahabatnya hanya tersenyum sambil memegang tangan lembut gadis kecil itu.
Moonlit Eats Cafe adalah restoran mewah di Medoria. Layanannya bagus dan hidangannya lezat. Restoran ini hanya membuka reservasi untuk pelanggan kelas atas dan waktu reservasi harus selama satu bulan sebelumnya.
Grace menggunakan beberapa koneksinya untuk mendapatkan antrian di restoran ini.
Tata letak restorannya juga sangat elegan. Setiap kursi dipisahkan oleh sekat dan terdapat pintu kayu kecil di bagian depan tanpa atap. Saat bersantap di malam hari, lampu gantung di bagian atas sangat artistik.
Mereka mendorong pintu masuk dan duduk di meja bulat. Setelah itu, pelayan datang menghidangkan makanan.
Amelia takut gadis kecil di sampingnya tidak nyaman. Dia fokus pada gadis kecil itu sepanjang waktu, terkadang membantunya mengambil sayuran dan menyeka mulutnya.
Lucas dan Louis yang duduk di samping merasa pipi chubby adik perempuan ini sangat imut. Mereka dengan anggun mengupas udang untuknya. Mereka terus memberi gadis kecil itu makan, hingga makanan di depannya menumpuk seperti bukit.
"Apakah kamu tahu putri Keluarga Navarro hilang. Keluarga Navarro mengirim banyak orang untuk mencarinya di sepanjang Medoria, tapi mereka belum menemukannya!"
Saat ini, ada diskusi samar dari kursi sebelah.
Suara lain tampak sedikit berhati-hati, "Apakah dia diculik? Pelakunya sangat berani. Putri Keluarga Navarro adalah anak kesayangan Diego. Dia sangat menyayanginya. Pelaku itu mungkin sudah bosan hidup, beraninya dia menculik ……"
Amelia tanpa sadar memperlambat gerakannya setelah mendengar nama Diego.
Diskusi di sebelah berlanjut, "Meski putri kecil itu bisu dan tidak pernah berbicara. Tapi itu tidak menghentikan nasib baiknya!"
Bisu?
Ekspresi terkejut melintas di mata Amelia dan berhenti bergerak.
Putri kesayangan Diego seorang bisu.
Gadis kecil yang dia temukan tidak pernah berbicara.
Temperamen dan pakaian gadis kecil itu memang layak untuk status Keluarga Navarro.
Apalagi, suara pria di telepon barusan ……
Amelia terkejut memikirkan ini. Dia melihat anak yang duduk di sisi kirinya.
Gadis ini seperti menyadari sesuatu. Ia mengangkat matanya dengan kebingungan.
Mereka berdua saling memandang dan Amelia merasa petir menyambar kepalanya.
"Mungkinkah gadis ini putri Diego?"
Grace juga menghentikan sumpitnya. Ia menatap gadis kecil itu selama beberapa detik, "Tidak mungkin kebetulan, kan?" Ujar dia.
Sebagai sahabat dekat Amelia, Grace jelas tahu apa yang terjadi enam tahun lalu.
Gadis kecil ini terlihat baru berusia lima atau enam tahun, seusia dengan Lucas dan Louis.
Jika ini benar putri Diego. Itu artinya setelah sahabatnya menceraikannya, pria itu melahirkan seorang putri dengan wanita idamannya!
Apakah perlu begitu terburu-buru?
Grace yang memikirkan ini merasa tidak kasihan untuk sahabatnya.
Amelia tidak tahu apa yang dia pikirkan dalam hatinya. Dia hanya memikirkan apa yang terjadi setelah menjemput gadis ini. Semakin dia memikirkannya semakin dia yakin bahwa gadis ini adalah putri Diego.
"Kupikir itu hanya kebetulan."Ujar dia murung.
Grace terdiam melihat Amelia begitu yakin. Dia melirik gadis kecil yang bingung itu, lalu merendahkan suaranya, "Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang? Diego seharusnya dalam perjalanan."Tanya dia pada Amelia.
Amelia ragu sejenak.
Setelah beberapa saat, dia mengeluarkan ponselnya dan menyerahkannya ke tangan Grace, "Kamu ambil ponselku dan katakan bahwa kamu yang menelepon. Aku akan membawa Lucas dan Louis menunggumu di tempat parkir."
Grace menganggukkan kepalanya.
Amelia melirik gadis kecil di sampingnya yang belum bereaksi, "Aku serahkan gadis kecil ini padamu."Ujar dia lembut.
Setelah itu, dia melirik kedua putranya, "Ayo pergi."
Lucas dan Louis tidak banyak bertanya. Mereka segera bangkit mengikuti Amelia pergi.
Saat melewati gadis kecil itu, pakaian Amelia ditarik oleh tangan kecilnya.
Amelia menatapnya dengan tatapan rumit.
Gadis kecil itu enggan melepaskan ujung bajunya. Tatapan matanya yang besar penuh dengan kepanikan.
Amelia tidak tega melihat penampilannya yang menyedihkan.
Tidak peduli apa yang terjadi antara dia dan Diego, anak ini tidak bersalah.
Akhirnya, Amelia menghiburnya, "Bibi harus pergi. Bibi ini akan menjagamu. Kamu tunggu di sini, sebentar lagi ayahmu akan datang."Ujar dia.
Setelah itu, dia dengan kejam mendorong tangan gadis kecil dan keluar dari ruangan seakan tidak berani melihat ke belakang.
Pada saat yang sama, Grace segera meminta orang untuk membereskan tiga set mangkuk dan sumpit.
Tidak lama setelah pelayan membereskan piring dan sumpit, pintu kayu didorong terbuka oleh seseorang.
Sekelompok pengawal berpakaian hitam berbaris menjadi dua baris di lorong tengah.
Grace yang melihat ini tanpa sadar menegakkan tubuhnya dan memaksa dirinya untuk melihat ke pintu dengan tenang.
Dia melihat Diego berwajah tegas melangkahkan kaki panjangnya.
Hanya ada dua orang di ruangan itu.
Diego melirik seluruh ruangan, hingga akhirnya tertuju pada putrinya.
Gadis kecil itu kecewa dengan kepergian Amelia yang mendadak. Ketika dia melihat ayahnya, dia tidak hanya menunjukkan rasa takut, bahkan memalingkan wajahnya dengan marah.
Mata Diego sedikit sayu.
"Nona, apakah kamu baik-baik saja?"
Ayah dan anak ini terlihat kesal. Oleh sebab itu David yang bekerja sebagai asisten datang mencairkan suasana.
Gadis kecil itu meliriknya sekilas, lalu memalingkan wajahnya dengan marah.
David melihat dia dengan hati-hati. Setelah memastikan gadis itu aman dan selamat, barulah dia merasa lega, lalu kembali untuk melaporkan kepada Diego.
Diego memicingkan matanya melihat wanita yang duduk di samping putrinya.
Jantung Grace berdebar kencang menatap tatapannya. Dia berusaha keras meremas telapak tangannya dan berhasil menstabilkan ekspresinya tanpa kehilangan ketenangannya.
"Dimana Amelia?" Tanya Diego menatap Grace yang sedikit murung.
Dia mengenali Amelia!
Grace mengkhawatirkan sahabatnya. Untungnya, dia segera pergi.
Aura pria itu membuatnya merasa sedikit tercekik.
Tidak tahu apa yang akan terjadi, jika Amelia ada di sini!
"Aku tidak tahu apa yang kamu bicarakan! Siapa kalian? Kenapa tidak mengetuk pintu ketika masuk?"
Grace mengesampingkan pikirannya. Dia mengerahkan keterampilan akting terbaiknya untuk melindungi gadis kecil di pelukannya sambil menatap orang di depannya dengan waspada.
"Gadis yang ada di pelukanmu adalah putriku. Apakah kamu yang baru meneleponku?"Tanya Diego mengernyitkan kening.
Grace tertegun sejenak, "Iya aku."Jawab dia.
Diego menatapnya tanpa ekspresi dan matanya perlahan memindai setiap detail di ruangan.
Suara wanita di depannya memang agak mirip dengan suara di telepon.
Namun, Diego tidak bisa dibodohi.
Apalagi kamuflase di ruangan itu terlalu terburu-buru.
Memang benar hanya ada mangkuk dan sumpit untuk dua orang di atas meja, tetapi tiga kursi di sebelahnya sedikit bengkok.
Tidak mungkin pelayan Moonlit Eats Cafe membuat kesalahan seperti itu. Itu pasti pernah ditarik seseorang.
Meja yang penuh dengan hidangan ini bukanlah porsi makan seorang wanita dan seorang anak. Diego melirik seisi ruangan hingga akhirnya menatap Grace. Entah kenapa jantung Grace berdebar kencang menatap matanya.
Detik berikutnya, Diego meminta ponsel kepada asistennya. Jari-jarinya yang kurus menggesek layar dua kali dan kemudian menatap Grace. Ponsel yang baru saja ditinggalkan Amelia untuknya berdering.
Grace yang tidak siap kaget mendengar suara dering ponsel. Dia menundukkan kepalanya untuk berpura-pura melihat nomor penelepon, tetapi setelah beberapa detik, dia mematikan panggilan itu. Grace dengan tenang menatap mata pria itu, "Karena kamu adalah ayah anak ini, silakan jemput putrimu."
Setelah itu, Grace menyentuh kepala gadis kecil itu, lalu menurunkannya dan mendorongnya ke arah Diego.
Diego mengernyitkan kening sambil berjalan menuju meja makan.
Grace menghela napas lega. Dia pikir Diego datang untuk menjemput gadis ini. Tiba-tiba, suara mencurigakan pria itu berdering di telinganya.
"Nona, nafsu makanmu sangat bagus. Memesan begitu banyak makanan untuk dua orang."
Diego sengaja berhenti di sudut meja menunjuk sesuatu.
Grace, "……"
Grace menarik kembali setengah napas yang dia hembus, "Kamu tidak perlu khawatir, nafsu makanku besar atau tidak. Aku pesan banyak makanan karena ada janji dengan temanku, tapi mereka belum datang." Ujar dia menahan senyum.
"Temanmu belum datang, tapi kamu sudah mulai makan duluan?"Tanya Diego mengernyitkan kening.
Setelah itu, mata pria itu melirik piring-piring yang telah disentuh satu per satu.
👇👇👇
Jika Anda ingin tahu lebih banyak konten menarik dari novel ini, unduh #Weread dan cari " Tersapu Cinta: Aku Hamil dari Mantan Suami Bos" untuk melanjutkan membaca.
--------------------------
Bab 1 Cerai
"Diego Navarro, selama tiga tahun aku telah menjadi pasanganmu dalam pernikahan ini, namun tidak sekali pun kamu menyentuhku. Keinginanmu kini akan aku kabulkan. Aku merelakan pernikahan ini, dan setelah malam ini, kamu bebas mencari apa yang kamu inginkan! Pertimbangkanlah saat ini sebagai pengganti dari segala perasaan yang telah lama kusimpan selama bertahun-tahun..."
Setelah itu, Amelia Gray mencium pria di depannya dengan gila dan putus asa.
Dia tahu caranya menjijikkan.
Seringkali, cinta telah membelengguku dengan pedih yang tak terperi. Yang kuharapkan sekarang hanyalah kehangatanmu, agar hatiku dapat sedikit terhibur.
"Amelia, beraninya kamu!!!" Ujar Diego menggertakkan giginya. Wajahnya yang memesona dipenuhi oleh gelombang kemarahan, keinginan untuk mendorong wanita ini muncul namun kegelisahan dalam dirinya merayap, hampir menguasai nalarnya.
Beraninya wanita ini menjebaknya!
"Aku tidak takut apapun …"
Air mata Amelia mengalir deras, ciuman mereka semakin bergelora. Amelia yang tak berpengalaman meronta di dalam dekapan pria itu.
Dia hanya ingin memiliki Diego sepenuhnya! Namun, kemarahan Diego tidak terkendali. Tidak ada daya, situasi saat ini telah lepas kendali darinya. Setelah beberapa saat, reaksi naluriah tubuhnya muncul. Suhu tubuhnya meningkat dan akal sehatnya terhanyut.
Keesokan harinya, saat fajar tiba, Amelia bangun.
Dia beranjak dari tempat tidur dan mengenakan pakaian, lalu mengeluarkan surat cerai yang telah dia siapkan sejak lama dari laci dan meletakkannya di meja sebelah tempat tidur sambil menatap pria yang tidur di ranjang …
"Diego, kamu bebas. Mulai sekarang, kita tidak memiliki hubungan apa pun!" Gumam Amelia memalingkan wajahnya dan pergi.
Hati Amelia sedih dan pilu saat meninggalkan rumah Keluarga Navarro.
Dia mencintai Diego selama tujuh tahun!
Dari kecil hingga kuliah selalu terobsesi padanya.
Keinginan terbesar Amelia adalah menikah dengannya!
Namun, Diego tidak menyukainya …
Singkatnya, pada hari pernikahan mereka! Saat itu, Tuan Besar Bennett sakit parah dan perlu mengadakan pesta menyambut kebahagiaan. Kebetulan tanggal kelahirannya cocok dan dipilih.
Ayah dan ibu tiri Amelia menganggap harta seperti nyawa mereka. Tanpa pikir panjang, mereka langsung mengirim Amelia ke sini.
Saat itu, Amelia sangat bahagia menantikan malam pertama.
Namun, setelah Diego muncul,"Amelia, seharusnya kamu tahu orang yang ingin kunikahi adalah Scarlett Hayes, bukan kamu! Hanya dia yang berhak menjadi istriku. Kamu tidak pantas!"Ujar dia jijik.
Amelia sadar bahwa Diego tidak punya kewajiban untuk menyukai atau mencintai dirinya. Tetapi Amelia naif. Dia berharap suatu hari nanti bisa menghangatkan hati orang ini.
Selama tiga tahun pernikahan terakhir, dia mendedikasikan dirinya untuk menjadi istri yang baik. Setiap malam memasakkan makanan untuknya agar saat dia kembali bisa menikmati makanan panas. Tidak peduli seberapa larut, dia akan menunggu Diego pulang baru merasa tenang. Ketika Diego mabuk di sebuah jamuan pesta. Dia akan merawatnya dan tidak pernah melakukan apa pun.
Amelia akan menjadi orang yang paling mengkhawatirkan Diego jika sakit atau cedera.
Setiap musim dingin, Amelia menyalakan pemanas dan menyiapkan air panas untuknya, bangun pagi untuk membantunya memanaskan pakaian dan berharap Diego tidak kedinginan ……
Namun, Diego tetap tidak mencintainya.
Sampai kemarin, akhirnya Amelia mengerti. Pada hari ulang tahunnya, Diego menemani Scarlett di rumah sakit.
Semua ini hanyalah angan-angannya!
Bahkan jika Amelia menghabiskan seumur hidupnya tetap tidak bisa menghangatkan hati pria itu.
Dia milik wanita lain!
Amelia menyerah!
……
Ketika Diego bangun, sudah pukul 10 pagi.
Setelah bangun dari tidurnya, yang pertama kali muncul dalam benaknya adalah keinginan untuk mencekik Amelia hingga tewas! Diego, sang CEO VortexTech Global yang memiliki reputasi tak terkoyak-koyak. Terkenal dengan kepiawaiannya dan ketidakterkalahkannya di dunia bisnis. Tidak seorang pun pernah mampu menjebaknya atau melukainya. Namun, tak disangka, kali ini ia telah terperangkap oleh pesona wanita itu! Rasa marah membakar pandangannya saat merenung sekeliling ruangan, tetapi tak ada sosok wanita itu terlihat. Di sudut matanya, sebuah dokumen menarik perhatiannya di meja sebelah tempat tidur.
"Apa ini?"Ujar Diego mengernyitkan kening sambil melihatnya.
"Surat Cerai" terpampang jelas di depan matanya.
Diego memicingkan matanya dan ekspresinya tiba-tiba menjadi murung.
Pertama, menggunakan cara kotor untuk berhubungan seks dengannya dan sekarang mengusulkan perceraian ... sungguh picik!
Diego tidak percaya Amelia akan menceraikannya.
Diego tiba-tiba berdiri, memakai pakaiannya dan turun dengan aura ganas, "Apakah kamu melihat Amelia?"Tanya dia pada Kepala Pelayan.
Paman Leo tercengang, "Tuan muda, Nyonya Muda pergi sebelum fajar sambil membawa koper." Jawab dia.
Diego kaget …
……
Enam tahun kemudian.
Di Kota Eledoria, Hallym VR Research.
Amelia yang keluar dari ruang penelitian mendengar asistennya Linda, "Dokter, Profesor Adrian mencarimu. Dia sedang menunggumu di kantornya." Ujar dia.
Amelia yang baru bergadang semalam masih mengantuk. Dia kembali sadar dan energik saat mendengar ucapan ini.
"Apakah dia mengatakan sesuatu? Jangan bilang hasil penelitian dan pengembangan dihancurkan oleh dua bocil nakal?"
"Sepertinya iya." Jawab Linda menunjukkan simpati.
Atasan Linda, Amelia sangat perfeksionis dan memiliki kemampuan hebat di usia muda. Dia menjadi murid kebanggaan Adrian di bidang medis dan tidak pernah dimarahi.
Hanya saja setiap kali harus dimarahi karena kedua putranya!
"Kali ini kamu tidak keluar dari ruang penelitian selama tiga hari berturut-turut. Lucas dan Louis mengkhawatirkanmu. Mereka setiap hari membuat onar di kantor Profesor Adrian ... aku lihat rambut Profesor Adrian beruban lagi."Hibur Linda tanpa sadar.
Amelia yang mendengar ini merasa pusing dan lucu.
Enam tahun yang lalu, Amelia pergi ke luar negeri setelah meninggalkan rumah Keluarga Navarro! Awalnya dia berencana untuk belajar, tetapi tak disangka malah hamil. Saat itu, dia ragu apakah akan menggugurkan bayi ini atau tidak. Tetapi ketika tiba di rumah sakit, dia takut dan tidak tega. Hingga akhirnya memilih untuk melahirkan anak ini!
Amelia melahirkan tiga anak, dua laki-laki dan satu perempuan! Selama persalinan, anak perempuannya meninggal karena kekurangan oksigen dan menyisakan dua putranya yang bernama Lucas dan Louis.
Amelia merasa bahagia mengingat kedua anaknya memiliki kecerdasan yang luar biasa. Akan tetapi, dia tiba-tiba lesu mengingat dirinya harus dimarahi karena mereka berdua …
Amelia bergegas pergi ke kantor Adrian.
Begitu masuk, dia melihat dua bocil nakal sedang duduk di sofa kantor sambil menggoyangkan kaki kecil mereka.
Ketika mereka melihat Amelia masuk, mata mereka berbinar, "Mommy, akhirnya kamu keluar! Kupikir kamu berencana tinggal di ruang penelitian untuk waktu yang lama!" Ujar mereka berdua segera turun dari sofa dan berlari ke arah Amelia.
Setelah itu,"Mommy lelah tidak? Cepat duduk, sini aku bantu pijat …"Ujar mereka menarik Amelia duduk di sofa.
Amelia tiba-tiba merasa dirinya pantas dimarahi setelah melihat perhatian kedua putranya!
Adrian duduk di belakang meja, "Sekarang baru nurut? Kenapa kalian tidak terlihat seperti ini ketika meretas komputerku?" Ujar dia sangat marah hingga membelalakkan mata.
"Ini salah Kakek Guru! Selalu meminta Mommy lembur. Lihat, dia hampir malnutrisi!" Ujar Lucas.
"Ya Mommy, hanyalah manusia biasa. Kenapa selalu memintanya lembur sepanjang hari?" Tanya Louis sambil menepuk bahu Amelia.
"Hanya kalian berdua yang terus melindunginya! Siapa yang tidak seperti ini di penelitian ini?" Ujar Adrian kesal.
"Bagaimana perkembangan penelitian kali ini?" Tanya Adrian menggelengkan kepala sambil memandang Amelia.
"Berjalan lancar. Data akan dikirim ke komputermu."Jawab Amelia tersenyum.
Apakah komputer telah diperbaiki?"Tanya balik dia.
"Sudah satu jam dan belum bisa diperbaiki." Ujar Adrian cemas sambil mengacak rambutnya.
"Sana perbaiki komputer Kakek Guru ke semula. Jangan main-main. Bagaimana jika data penting benar-benar hilang?" Pinta Amelia sambil menepuk tangan kecil Louis.
Louis yang mendengar ucapan ibunya, "Tidak mungkin, aku selalu memiliki cadangan dan menambah banyak perlindungan. Bagaimana mungkin hilang!" Jawab dia manja.
Meski begitu, dia tetap pergi ke sisi Adrian dan mulai memperbaiki komputer.
Jari kecilnya mengetuk serangkaian kode ……
Setelah beberapa menit, layar komputer berkilau dan segera kembali ke keadaan aslinya.
Adrian terheran melihat ini. IQ anak muridnya sungguh luar biasa!
Di usia yang sangat muda, Lucas telah menguasai keterampilan penyembuhan dan dapat mengidentifikasi ribuan obat herbal. Dia telah menunjukkan bakat unik di bidang kedokteran dan sangat tertarik pada investasi.
Sementara, Louis sangat tertarik pada pemrograman dan sekarang menjadi hacker kecil. Dia sangat sensitif pada angka dan memiliki bakat besar untuk investasi!
Selain itu, kedua anak ini sangat tampan dan memiliki kepribadian tenang dan lincah
Setiap kali mereka mengacau, Adrian hanya bisa memarahi Amelia!
"Maaf, guru, anakku telah menyusahkanmu. Jadi tolong jangan tersinggung." Ujar Amelia tampak merasakan sesuatu dan segera meminta maaf.
Dan jangan memarahiku juga!
Tidak mungkin selalu aku yang disalahkan!!!
"Jangan khawatir, kali ini aku tidak akan menghukummu. Tapi aku punya tugas untukmu! Aku berencana kembali ke Kota Eledoria untuk mendirikan lembaga penelitian yang fokus pada pengobatan tradisional! Tapi, ada banyak pekerjaan yang harus ku selesaikan dan aku tidak bisa pergi. Jadi, kuputuskan untuk mengirimmu pulang!"Ujar Adrian tidak bisa menahan tawa melihat ekspresinya.
Amelia tidak mengharapkan hal ini. Ia terkejut dan ragu.
Kembali ke Kota Eledoria?
Setelah meninggalkan tempat itu enam tahun yang lalu, dia tidak pernah berpikir untuk kembali!
Lagipula, dia tidak punya rumah dan tidak ada yang peduli!
Selain itu, dia sudah nyaman dengan tempat ini.
"Guru, aku …"Ujar Amelia ingin menolak.
"Amelia, aku mengerti bahwa kamu enggan untuk kembali. Tetapi, aku berharap kamu akan mempertimbangkannya dengan sungguh-sungguh. Selama beberapa tahun terakhir, kita bersama-sama mempelajari ilmu kedokteran. Aku yakin kamu memiliki pemahaman yang mendalam tentang obat-obatan herbal! Meskipun di luar negeri pilihan terbatas, tapi di Kota Eledoria ... situasinya berbeda. Ada beragam obat herbal yang bisa kamu eksplorasi. Yang lebih penting, komunitas medis dan para ahli di sana sangat luas. Mereka memahami keterampilan medis tradisional yang langka. Tidakkah hal ini menarik bagimu? Inilah sebabnya aku menyarankanmu untuk kembali! Dengan kemampuanmu saat ini, pasti akan kamu sukses. Selain itu, kamu juga telah mengalami perkembangan besar. Sekalipun dihadapkan pada tantangan besar atau di depan orang-orang berpengaruh, aku yakin kamu mampu menghadapinya dengan percaya diri, bukan?" Celah Adrian.
Amelia terdiam mendengar ucapan ini.
Benar sekali!
Dia telah banyak berubah. Bisa mengatasi kesulitan dengan baik dan tidak lagi takut pada apapun.
Apalagi enam tahun telah berlalu dan pria itu mungkin sudah menikah dengan wanita idamannya.
Apa yang perlu ditakuti?
"Guru, aku ikuti saranmu. Aku akan pulang." Angguk Amelia menghela napas.
"Bagus kalau kamu mengerti! Jangan khawatir, aku akan meminta Linda mengikutimu untuk kepulanganmu kali ini dan aku juga akan mengirim tim profesional untuk membantumu."Ujar Adrian senang.
"Oke, terima kasih, guru."
Amelia mengangguk.
Selama percakapan mereka, Lucas dan Louis menatap satu sama lain. Mereka bisa melihat kegembiraan di mata satu sama lain.
Mommy akhirnya pulang!
Mereka ingin kembali sejak lama!
Belum lagi Daddy mereka ada di Kota Eledoria. Mereka ingin bertemu dengannya!
Tentu saja, saat bertemu dengannya ingin memberi dia pelajaran.
Siapa suruh meninggalkan istri dan anak-anaknya!!!
……
Dua hari kemudian.
Di bandara internasional Medoria.
Amelia dan kedua putranya kembali ke tempat yang telah dia tinggalkan selama enam tahun.
Begitu turun dari pesawat, Louis menyilangkan kakinya dan menarik rok Amelia, "Mommy, aku kebelet pipis. Aku ingin ke kamar mandi." Ujar dia.
"Oke, aku akan membawamu ke sana ……"Jawab Amelia dan Lucas terkikik.
Saat berbicara, Amelia mengusap kepala Louis.
"Mommy, jangan tempuk lagi. Aku hampir pipis di celana!"Ujar Louis.
Amelia tidak bisa menahan tawa dan buru-buru mengatarnya ke toilet.
Sesampai di kamar mandi, Lucas mengikuti adiknya masuk ke dalam. Sementara, Amelia mengawasi bagasi sambil mengirim pesan kepada guru untuk menyampaikan bahwa mereka tiba dengan selamat.
Saat ini, suara familiar tiba-tiba terdengar.
"Sampah! Kalian ada begitu banyak orang mengawasi anak kecil saja tidak bisa. Apa gunanya kalian?"
Nada pembicara itu terdengar marah, tetapi juga memiliki rasa dingin dan kedalaman yang unik yang sangat enak didengar.
Amelia hanya bisa membeku saat menekan tombol di ponsel.
Setelah enam tahun, tidak ada rasa keanehan sama sekali ketika mendengar kembali nada ini dan masih ada rasa keakraban di tulang.
Amelia mengangkat kepalanya dan sekilas melihat sosok tinggi pria itu.
Pria itu berdiri tidak jauh dari sana, tubuhnya ramping berbalut jas hitam, kakinya yang panjang tampak ramping dengan temperamen yang bermartabat yang sangat mencolok di tengah keramaian.
Dari sudut Amelia bisa melihat wajahnya yang sempurna.
Tubuhnya seperti mahakarya yang diukir dengan hati-hati oleh langit, tanpa cacat apapun sehingga matahari dan bulan kehilangan keindahannya.
Diego Navarro!
Hati Amelia tiba-tiba berdegup kencang! Dia tidak pernah menyangka akan bertemu pria ini pada hari pertama kembali ke Kota Eledoria. Emosi yang telah ditutup dalam debu selama bertahun-tahun tiba-tiba berfluktuasi, tetapi segera kembali ke keheningan.
Mata Amelia memucat dan dingin.
Akhirnya dia bisa melakukannya tanpa mengubah ekspresi
Saat ini, dua bocil yang pergi ke kamar mandi akhirnya keluar dan berkata kepada Amelia, "Mommy, kita sudah selesai!"
Amelia tiba-tiba kembali sadar dan jantungnya hampir berhenti karena kaget.
Sebuah pemikiran muncul di benaknya, yaitu: Cepatlah, jangan biarkan Lucas dan Louis bertemu dengan pria itu.
Kedua wajah ini sangat mirip dengannya!
Dia tidak ingin memiliki hubungan apa pun dengan pria itu!
"Sudah selesai? Mari kita pergi, jangan biarkan mommy angkat menunggu terlalu lama."Ujar Amelia gugup.
Tanpa menunggu kedua anaknya menjawab, Amelia buru-buru menyeret barang bawaan mereka dan pergi.
Diego yang setengah jalan sambil menelepon tiba-tiba mendengar suara yang akrab dan menoleh ke belakang. Dari sudut matanya, dia bisa menangkap sosok indah yang tampak mirip sebelumnya.
Amelia Gray——!!!
Apakah itu dia?
Apakah dia telah kembali???
Diego segera mengejarnya. Namun, sosok itu membaur ke dalam kerumunan dan menghilang.
Diego memicingkan matanya dan kemarahan di wajahnya semakin jelas.
Wanita itu pergi begitu saja meninggalkan anaknya, bagaimana mungkin dia kembali!
Dalam perjalanan keluar dari bandara, Amelia gelisah dan terkadang menoleh untuk mengkonfirmasi apakah orang itu mengikuti.
Untungnya, mereka tidak melihat pria itu sampai keluar dari gerbang bandara. Baru saat itulah Amelia menghela napas lega.
Kedua bocil itu digandeng oleh Amelia. Mereka merasa aneh melihat ibunya terus menoleh sepanjang jalan.
Namun mereka tahu ini bukan waktu yang tepat untuk bertanya. Karena itu, mereka keluar dengan patuh.
"Amelia! Lucas, Louis!" Terdengar suara perempuan dari kejauhan.
Begitu mereka bertiga mengangkat kepala, mereka melihat seorang wanita berpakaian bagus berdiri di seberang jalan sedang melambaikan tangan dan tersenyum ke arah mereka.
Akhirnya kecemasan Amelia perlahan hilang, "Grace, lama tidak bertemu!"Ujar dia tersenyum.
Grace adalah sahabat Amelia di kuliah dan sekarang menjadi dokter di rumah sakitnya sendiri.
Grace segera menghampiri mereka bertiga dan memeluknya, "Akhirnya kalian sampai! Aku merindukan kalian!" Ujar dia ramah.
"Aku juga."Balas Amelia tersenyum.
Mereka sering berhubungan selama bertahun-tahun terakhir. Tetapi sebagian besar waktu dalam kontak online dan jarang memiliki kesempatan untuk bertemu.
Grace memeluknya dengan penuh semangat, lalu berjongkok memeluk kedua bocil itu satu per satu,"Sayang, rindu mommy angkat tidak?"Tanya Grace.
"Tentu saja rindu! Bahkan bermimpi bertemu dengan mommy angkat! mommy angkat tetap cantik seperti dulu!"Ujar Lucas dan Louis tersenyum manis.
"Manis sekali ucapan kalian!"
Mata Grace melengkung saat dipuji oleh kedua anak itu.
Amelia yang masih merasakan krisis menatap gerbang bandara, "Ayo pulang. Kalau ada hal lain nanti kita bahas setelah pulang."Desak dia.
Grace mencium wajah kedua bocil itu, lalu berdiri membantu Amelia menaruh barang bawaan mereka.
Pada saat yang sama, sosok ramping Diego muncul di gerbang bandara.
"Batalkan semua agenda luar negeri." Perintah pria itu kepada asisten di sampingnya, David Roger.
"Tuan, kami telah mengirim orang untuk memperluas pencarian untuk menemukan nona muda. Dia masih sangat muda seharusnya tidak pergi jauh. Jangan terlalu khawatir."Ujar David.
Nona muda selalu menjadi anak kesayangan Tuan. Dibandingkan dengan mencari nona muda, pekerjaan di luar negeri itu tidak ada artinya.
Tatapan Diego sayu. Dia berjalan menuju Maybach di pinggir jalan tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Tak lama, mobil itu melesat pergi.
……
Satu jam kemudian, mobil Grace muncul di daerah vila ‘Starlit Haven Mansion' di pusat kota.
Amelia meminta Grace mencari tempat ini beberapa hari yang lalu.
Keempatnya keluar dari mobil, sementara Grace membawa bagasi mereka ke rumah baru mereka.
"Aku suka, lingkungannya bagus."
Amelia sangat puas, "Aku tidak menyangka kinerjamu sangat efisien."Ujar dia menatap sahabatnya.
Grace mengernyitkan keningnya, "Rumahku ada di sebelah. Seluruh keluarga pemilik rumah ini pindah ke Alowe dan rumah ini harus disewa. Kebetulan aku menemukannya, kelak kita bisa saling berkunjung setiap hari."
Amelia tersenyum sambil mengangguk.
Bereskan barangmu dan kebetulan sudah waktu makan malam.
Grace membawa mereka bertiga keluar untuk makan malam.
Sepanjang jalan menuju tempat parkir restoran, tiba-tiba ada seorang gadis kecil berlari keluar dari kegelapan.
Grace segera menginjak rem. Dia terkejut sambil menatap gadis kecil yang jatuh ke tanah.
Amelia juga ketakutan. Dia menoleh untuk memastikan kedua anaknya yang duduk di kursi belakang baik-baik saja. Setelah itu, membuka pintu dan keluar dari mobil.
Gadis kecil itu berusia sekitar empat atau lima tahun. Dia terduduk di tanah dengan ekspresi kaget.
Hati Amelia melembut. Dia melangkah maju dan dengan hati-hati berjongkok di samping gadis kecil itu, "Nak apakah kamu terluka?"Tanya dia lembut.
Gadis kecil itu berkulit putih, matanya indah, hidungnya mancung dan terlihat sangat lembut. Dia mengenakan gaun putri merah muda dengan dua kepang sambil memegang boneka mahal di pelukannya. Tidak tahu putri dari keluarga kaya mana.
Gadis kecil itu perlahan sadar setelah mendengar suara Amelia. Ia menggelengkan kepalanya dengan malu disertai sedikit kewaspadaan di matanya.
Hati Amelia semakin melembut. Dia melihat sekeliling dengan hati-hati dan baru merasa lega setelah memastikan gadis itu tidak terluka, lalu mengulurkan tangan untuk membantunya berdiri. Begitu dia mengulurkan tangannya, dia melihat gadis kecil itu mundur seolah ketakutan, matanya yang besar penuh ketakutan.
Amelia berhenti dan tangannya menggantung di udara. Dia tersenyum pada gadis kecil itu, "Jangan takut, aku hanya ingin membantumu."Ujar dia.
"Di mana orang tuamu? Kenapa kamu sendirian?" Tanya Amelia melihat sekeliling.
Gadis kecil memeluk boneka di lengannya dan tidak berbicara. Ia hanya menggelengkan kepalanya.
Amelia hanya bisa mengerutkan kening. Dia tidak tahu bagaimana berkomunikasi dengannya.
Grace dan kedua anak itu juga turun dari mobil.
Lucas dan Louis saling memandang. Mereka bingung melihat gadis ini tidak berbicara.
Adik ini sangat lucu, tetapi tidak kunjung berbicara, atau jangan-jangan dia bisu?
Amelia juga merenung di dalam hatinya, mencoba menebak apakah gadis ini bisu.
Amelia, yang mempertimbangkan kemungkinan ini, merasa simpati, "Berikan tanganmu pada bibi, ok?" Ujar dia lembut.
Setelah itu, dia mengulurkan tangannya.
Gadis itu merasa malu, ekspresinya menjadi lembut ketika mendengar suara Amelia.
Amelia tidak terburu-buru, ia sabar menunggu gadis tersebut, berharap gadis itu akan perlahan menerima kehadirannya.
Setelah ragu cukup lama, akhirnya gadis itu mengulurkan tangannya pada Amelia.
Dengan cepat, Amelia menggenggam tangannya. Ia tersenyum sambil mendekap gadis itu, lalu memeriksanya.
Dengan gerakan ini, jarak di antara mereka semakin dekat.
Tubuh gadis kecil itu lembut dan tercium aroma susu.
Hati Amelia melembut, teringat putrinya yang meninggal muda. Jika masih hidup, pasti sudah sebesar ini!
Mata Amelia mencerminkan sedikit kesedihan dan penyesalan.
Gadis kecil itu tampak merasakan emosi Amelia. Dia tidak bergerak, tetapi matanya besar tertuju pada wajah Amelia.
Meski tahu tidak seharusnya mendekati orang asing, tetapi bibi ini sungguh cantik ……
Dan entah kenapa memberinya perasaan ingin dekat.
Grace yang melihat adegan ini hanya bisa kagum, "Gadis kecil ini sangat cantik dan penampilannya tidak kalah dengan dua anak Amelia!" Desah dia.
Setelah Amelia selesai memeriksanya,"Kupikir dia mungkin terpisah dari keluarganya. Ayo bawa dia ke kantor polisi dan lihat apakah kita bisa menghubungi keluarganya."Angguk dia.
Begitu Amelia mengatakan itu, gadis kecil di sebelahnya tiba-tiba menariknya.
Amelia menatapnya dengan bingung.
Dia melihat gadis kecil itu menggelengkan kepalanya, matanya berair seolah sangat cemas dan akan menangis detik berikutnya.
Terlihat jelas, gadis kecil itu sangat menolak tawarannya.
Hati Amelia pilu melihat penampilan menyedihkan gadis kecil itu.
Tetapi tidak ada cara lain. Gadis itu sangat kecil, jika tidak mengantarnya ke kantor polisi, dia mungkin akan dituduh melakukan penculikan.
Amelia pusing.
"Tidak apa-apa jika tidak mau pergi ke kantor polisi."
Apakah kamu memiliki nomor telepon orang tuamu? Aku akan meminta mereka menjemputmu."Ujar Amelia berlutut sambil bernegosiasi dengan gadis kecil itu.
Gadis kecil itu berhenti menggelengkan kepalanya dan tatapan matanya perlahan sayu.
Setelah menunggu beberapa waktu, Amelia mengira dia tidak tahu. Saat hendak mengantarnya ke kantor polisi, gadis kecil itu mulai bergerak.
Amelia melihatnya mengambil pena dan catatan kecil dari sakunya. Dia menulis serangkaian angka diikuti tulisan Daddy dan menyerahkan catatan itu kepadanya.
Amelia mengambil catatan itu. Dia menelepon nomor ayah gadis kecil itu.
"Ternyata bisu beneran." Gumam Lucas dan Louis.
"Jangan katakan itu pada adik ini." Ujar Amelia menatap kedua anaknya.
Kedua lelaki kecil itu segera berdiri tegak dan tersenyum pada gadis kecil itu dengan perasaan bersalah.
Gadis kecil itu memandangi mereka dan tanpa sadar mencondongkan tubuh lebih dekat ke Amelia. Sementara, tangan kecilnya mencengkeram ujung rok Amelia.
Amelia tidak memperhatikan tindakan itu. Dia memeriksa nomornya dan menekan tombol panggil ……
Vila Keluarga Navarro.
"Apakah Yuri sudah kembali?" Tanya Diego berjalan masuk ke gerbang vila dengan wajah serius.
"Belum. Aku belum melihat Nona." Jawab Kepala Pelayan cemas.
Setelah itu, dia merasakan tekanan dari tubuh tuan mudanya. Bibirnya yang tipis membentuk lengkungan dingin dan bagian tengah alisnya mengernyit kencang.
Kami udah mencari semua tempat yang seharusnya dicari.
Ke mana lagi gadis kecil itu bisa pergi?
Mungkinkah terjadi sesuatu?
Diego yang memikirkan ini memancarkan aura kejam di antara alisnya seolah ingin menghancurkan segala sesuatu di dunia.
Saat ini, seorang wanita dengan riasan cantik bergegas masuk, "Diego, kudengar Yuri hilang? Benarkah? Apakah sudah ditemukan?"Tanya dia cemas.
Wanita itu adalah Scarlett!
Wanita yang sangat ingin dinikahi Diego dulu!
Tetapi begitu melihatnya saat ini, wajah Diego tidak berekspresi, "Belum ditemukan! Kebetulan kamu datang kemari ada yang ingin kutanyakan padamu. Apa yang kamu katakan pada Yuri sore tadi? Mengapa dia tiba-tiba kabur dari rumah?" Tanya dia.
Scarlett tercengang dengan pertanyaan Diego. Kemudian menatapnya, "Diego, apa maksudmu? Apakah kamu mencurigaiku telah melakukan sesuatu pada Yuri?" Tanya balik dia.
"Aku tidak melakukan apa pun! Orang lain tidak tahu, tapi apakah kamu tidak kamu tahu? Selama bertahun-tahun, aku memperlakukan Yuri seperti anakku. Tidak peduli seberapa acuh Yuri padaku, aku selalu memperlakukan dia dengan baik. Aku bahkan tidak tega berkata kasar. Bagaimana mungkin aku melakukan sesuatu yang membuatnya kabur dari rumah?"Jelas dia terlihat sedih.
Ketika mengatakan ini, ekspresi Yuri sedikit sedih, matanya memerah dan terlihat sangat tidak bersalah.
Tetapi di hati yang tidak bisa dilihat orang lain. Dia berharap si bisu itu tidak pernah kembali!
Yuri memang mengatakan sesuatu kepada si bisu tadi sore. Bahkan mengatakan padanya bahwa ketika dia menikah dengan Diego, dia akan melahirkan adik yang lebih lucu darinya. Pada saat itu, Diego tidak akan lagi menyukainya!
Karena anak haram ini bisu. Scarlett tidak khawatir dia akan mengadu kepada Diego. Hanya saja dia tidak menyangka Yuri akan kabur dari rumah!
Bagus!
Lebih baik mati di luar!
Diego menatapnya selama beberapa detik. Sementara, Scarlett diam-diam mencubit telapak tangannya karena takut kebohongannya terungkap.
"Lebih baik seperti yang kamu katakan."
Setelah beberapa saat, Diego menarik tatapannya. Dia melirik ke arah David yang berada di samping, "Apakah ada kabar dari polisi?"
"Belum." Jawab David pelan.
"Mungkinkah seseorang menculik Yuri?"Tanya dia hati-hati sambil melihat Diego.
Nona muda adalah harta karun kesayangan tuannya dan memiliki posisi yang terhormat di Keluarga Navarro. Beberapa tahu belakangan, dia diincar oleh banyak orang. Bahkan hampir diculik! Sekarang mereka tidak bisa menemukan Yuri dan bahkan tidak ada kabar dari polisi yang membuat David harus berpikir tentang penculikan.
"Kirim lebih banyak orang dan perluas pencarian. Kalian harus menemukannya hari ini!"Ujar Diego tiba-tiba memancarkan tatapan tajam.
"Baik!"
Kemarahan tuannya hampir mencairkan benda padat, bahkan jantung David berdegup kencang saat menjawabnya.
Saat hendak berbalik, ponsel Diego berdering.
Diego tidak punya mood untuk menjawab telepon saat ini. Ketika hendak mematikan panggilan, dia melihat panggilan dari nomor asing.
Diego yang mengingat ucapan David barusan menunjukkan ekspresi tegang.
Begitu terhubung,"Halo." Terdengar suara wanita lembut.
Diego memicingkan matanya saat mendengar suara ini dan kecurigaan muncul di matanya.
Suara ini sama persis dengan wanita itu!
Sosok yang dilihatnya di bandara sore tadi terlintas di benaknya ...
"Halo? Apakah ada yang mendengarkan?" Tanya Amelia yang tidak kunjung mendengar jawaban.
"Hm." Jawab Diego singkat sambil menenangkan emosinya.
Satu kata ini tidak cukup untuk membuat Amelia mengenali apapun.
Melihat ada yang merespon,"Halo, begini, aku menemukan seorang gadis di pinggir jalan dan dia memberiku nomor telepon ini. Kamu seharusnya ayahnya, kan? Apakah kamu mempunyai waktu untuk datang menjemputnya?" Tanya Amelia menghela napas lega.
Suara wanita itu bergema di telinga Diego. Semakin dia berbicara, semakin dingin mata Diego.
Ketika dia berhenti berbicara, mata pria itu tertutup oleh lapisan beku.
Ternyata dia!
Bahkan setelah bertahun-tahun, Diego tidak akan pernah salah mengenali suara ini!
Amelia!
Akhirnya kamu kembali!
Diego menggertakkan giginya, "Di mana Kamu?"Tanya dia menurunkan suaranya.
"Kami berada di Moonlit Eats Cafe, kami menunggu seseorang di sini. Kamu datang saja ke restoran untuk menjemputnya."Jawab Amelia tanpa sadar.
"Oke, aku segera kesana."
"Siapkan mobil ke Moonlit Eats Cafe." Ujar Diego pada David sambil mengakhiri panggilan.
David bingung entah dari mana kemarahan tuannya berasal. Dia hanya bisa segera mengiyakan.
Amelia merasa gugup melihat layar telepon yang menghitam. Suara pria tadi terdengar sedikit serak. Dan, entah kenapa begitu familiar ……
Namun, Amelia berhenti berpikir. Dia tidak tahu di mana dirinya pernah mendengar suara itu sebelumnya.
"Apakah kalian lapar?"
Setelah berdiri di luar cukup lama, akhirnya Grace berkata, "Aku lapar sekali. Mari kita makan dulu. Kalau mereka datang, kita antar saja gadis ini keluar."
"Oke, mari kita masuk."Jawab Amelia tersenyum padanya.
"Apakah kamu lapar? Bibi ajak kamu makan, oke? Ayahmu seharusnya dalam perjalanan. Dia akan ke sini sebentar lagi, nanti Bibi antar keluar lagi, ok?" Tanya Amelia berjongkok sambil menatap mata gadis kecil itu untuk meminta pendapatnya.
Gadis kecil itu menatapnya selama beberapa detik, lalu matanya yang besar berkedip ragu.
"Kalau kamu tidak mau, Bibi akan menunggu di sini bersamamu."Bujuk Amelia sabar.
"Kami akan menunggu di sini bersama Mommy!" Ujar Lucas dan Louis serempak.
"Hanya aku yang satu-satunya lapar? Nak, kita bukan orang jahat. Siapa yang akan mengajakmu makan di restoran sebagus ini? Apakah kamu lapar? Ayo masuk dengan Bibi, oke?" Bujuk Grace menepuk dahinya.
Untuk sesaat, mata semua orang tertuju pada gadis kecil itu.
Lucas dan Louis juga lapar. Mereka menatap gadis kecil itu dengan penuh harap.
Gadis kecil itu menggigit bibir bawahnya. Dia berjalan ke arah Amelia, lalu mengulurkan tangan untuk memegang lengan bajunya dan mengangguk.
"Jangan memaksanya."Ujar Amelia mengerti apa yang dia maksud dan hatinya melunak.
Gadis kecil itu menggelengkan kepalanya lagi.
Amelia tersenyum melihat tindakan gadis itu. Dia menyentuh kepalanya dan mengandeng tangannya yang memegang lengan baju Amelia, lalu bangkit dan membawanya ke restoran.
Sementara, Grace menggandeng Lucas dan Louis mengikuti dari belakang. Dia melihat gadis itu mengikuti mereka selangkah demi selangkah, "Nak, tadi kamu sangat waspada kepada kami, kenapa tiba-tiba menjadi dekat denganmu."Ujar dia.
"Orang rupawan di dunia ini tidak memandang usia."Desah dia.
Amelia yang digoda sahabatnya hanya tersenyum sambil memegang tangan lembut gadis kecil itu.
Moonlit Eats Cafe adalah restoran mewah di Medoria. Layanannya bagus dan hidangannya lezat. Restoran ini hanya membuka reservasi untuk pelanggan kelas atas dan waktu reservasi harus selama satu bulan sebelumnya.
Grace menggunakan beberapa koneksinya untuk mendapatkan antrian di restoran ini.
Tata letak restorannya juga sangat elegan. Setiap kursi dipisahkan oleh sekat dan terdapat pintu kayu kecil di bagian depan tanpa atap. Saat bersantap di malam hari, lampu gantung di bagian atas sangat artistik.
Mereka mendorong pintu masuk dan duduk di meja bulat. Setelah itu, pelayan datang menghidangkan makanan.
Amelia takut gadis kecil di sampingnya tidak nyaman. Dia fokus pada gadis kecil itu sepanjang waktu, terkadang membantunya mengambil sayuran dan menyeka mulutnya.
Lucas dan Louis yang duduk di samping merasa pipi chubby adik perempuan ini sangat imut. Mereka dengan anggun mengupas udang untuknya. Mereka terus memberi gadis kecil itu makan, hingga makanan di depannya menumpuk seperti bukit.
"Apakah kamu tahu putri Keluarga Navarro hilang. Keluarga Navarro mengirim banyak orang untuk mencarinya di sepanjang Medoria, tapi mereka belum menemukannya!"
Saat ini, ada diskusi samar dari kursi sebelah.
Suara lain tampak sedikit berhati-hati, "Apakah dia diculik? Pelakunya sangat berani. Putri Keluarga Navarro adalah anak kesayangan Diego. Dia sangat menyayanginya. Pelaku itu mungkin sudah bosan hidup, beraninya dia menculik ……"
Amelia tanpa sadar memperlambat gerakannya setelah mendengar nama Diego.
Diskusi di sebelah berlanjut, "Meski putri kecil itu bisu dan tidak pernah berbicara. Tapi itu tidak menghentikan nasib baiknya!"
Bisu?
Ekspresi terkejut melintas di mata Amelia dan berhenti bergerak.
Putri kesayangan Diego seorang bisu.
Gadis kecil yang dia temukan tidak pernah berbicara.
Temperamen dan pakaian gadis kecil itu memang layak untuk status Keluarga Navarro.
Apalagi, suara pria di telepon barusan ……
Amelia terkejut memikirkan ini. Dia melihat anak yang duduk di sisi kirinya.
Gadis ini seperti menyadari sesuatu. Ia mengangkat matanya dengan kebingungan.
Mereka berdua saling memandang dan Amelia merasa petir menyambar kepalanya.
"Mungkinkah gadis ini putri Diego?"
Grace juga menghentikan sumpitnya. Ia menatap gadis kecil itu selama beberapa detik, "Tidak mungkin kebetulan, kan?" Ujar dia.
Sebagai sahabat dekat Amelia, Grace jelas tahu apa yang terjadi enam tahun lalu.
Gadis kecil ini terlihat baru berusia lima atau enam tahun, seusia dengan Lucas dan Louis.
Jika ini benar putri Diego. Itu artinya setelah sahabatnya menceraikannya, pria itu melahirkan seorang putri dengan wanita idamannya!
Apakah perlu begitu terburu-buru?
Grace yang memikirkan ini merasa tidak kasihan untuk sahabatnya.
Amelia tidak tahu apa yang dia pikirkan dalam hatinya. Dia hanya memikirkan apa yang terjadi setelah menjemput gadis ini. Semakin dia memikirkannya semakin dia yakin bahwa gadis ini adalah putri Diego.
"Kupikir itu hanya kebetulan."Ujar dia murung.
Grace terdiam melihat Amelia begitu yakin. Dia melirik gadis kecil yang bingung itu, lalu merendahkan suaranya, "Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang? Diego seharusnya dalam perjalanan."Tanya dia pada Amelia.
Amelia ragu sejenak.
Setelah beberapa saat, dia mengeluarkan ponselnya dan menyerahkannya ke tangan Grace, "Kamu ambil ponselku dan katakan bahwa kamu yang menelepon. Aku akan membawa Lucas dan Louis menunggumu di tempat parkir."
Grace menganggukkan kepalanya.
Amelia melirik gadis kecil di sampingnya yang belum bereaksi, "Aku serahkan gadis kecil ini padamu."Ujar dia lembut.
Setelah itu, dia melirik kedua putranya, "Ayo pergi."
Lucas dan Louis tidak banyak bertanya. Mereka segera bangkit mengikuti Amelia pergi.
Saat melewati gadis kecil itu, pakaian Amelia ditarik oleh tangan kecilnya.
Amelia menatapnya dengan tatapan rumit.
Gadis kecil itu enggan melepaskan ujung bajunya. Tatapan matanya yang besar penuh dengan kepanikan.
Amelia tidak tega melihat penampilannya yang menyedihkan.
Tidak peduli apa yang terjadi antara dia dan Diego, anak ini tidak bersalah.
Akhirnya, Amelia menghiburnya, "Bibi harus pergi. Bibi ini akan menjagamu. Kamu tunggu di sini, sebentar lagi ayahmu akan datang."Ujar dia.
Setelah itu, dia dengan kejam mendorong tangan gadis kecil dan keluar dari ruangan seakan tidak berani melihat ke belakang.
Pada saat yang sama, Grace segera meminta orang untuk membereskan tiga set mangkuk dan sumpit.
Tidak lama setelah pelayan membereskan piring dan sumpit, pintu kayu didorong terbuka oleh seseorang.
Sekelompok pengawal berpakaian hitam berbaris menjadi dua baris di lorong tengah.
Grace yang melihat ini tanpa sadar menegakkan tubuhnya dan memaksa dirinya untuk melihat ke pintu dengan tenang.
Dia melihat Diego berwajah tegas melangkahkan kaki panjangnya.
Hanya ada dua orang di ruangan itu.
Diego melirik seluruh ruangan, hingga akhirnya tertuju pada putrinya.
Gadis kecil itu kecewa dengan kepergian Amelia yang mendadak. Ketika dia melihat ayahnya, dia tidak hanya menunjukkan rasa takut, bahkan memalingkan wajahnya dengan marah.
Mata Diego sedikit sayu.
"Nona, apakah kamu baik-baik saja?"
Ayah dan anak ini terlihat kesal. Oleh sebab itu David yang bekerja sebagai asisten datang mencairkan suasana.
Gadis kecil itu meliriknya sekilas, lalu memalingkan wajahnya dengan marah.
David melihat dia dengan hati-hati. Setelah memastikan gadis itu aman dan selamat, barulah dia merasa lega, lalu kembali untuk melaporkan kepada Diego.
Diego memicingkan matanya melihat wanita yang duduk di samping putrinya.
Jantung Grace berdebar kencang menatap tatapannya. Dia berusaha keras meremas telapak tangannya dan berhasil menstabilkan ekspresinya tanpa kehilangan ketenangannya.
"Dimana Amelia?" Tanya Diego menatap Grace yang sedikit murung.
Dia mengenali Amelia!
Grace mengkhawatirkan sahabatnya. Untungnya, dia segera pergi.
Aura pria itu membuatnya merasa sedikit tercekik.
Tidak tahu apa yang akan terjadi, jika Amelia ada di sini!
"Aku tidak tahu apa yang kamu bicarakan! Siapa kalian? Kenapa tidak mengetuk pintu ketika masuk?"
Grace mengesampingkan pikirannya. Dia mengerahkan keterampilan akting terbaiknya untuk melindungi gadis kecil di pelukannya sambil menatap orang di depannya dengan waspada.
"Gadis yang ada di pelukanmu adalah putriku. Apakah kamu yang baru meneleponku?"Tanya Diego mengernyitkan kening.
Grace tertegun sejenak, "Iya aku."Jawab dia.
Diego menatapnya tanpa ekspresi dan matanya perlahan memindai setiap detail di ruangan.
Suara wanita di depannya memang agak mirip dengan suara di telepon.
Namun, Diego tidak bisa dibodohi.
Apalagi kamuflase di ruangan itu terlalu terburu-buru.
Memang benar hanya ada mangkuk dan sumpit untuk dua orang di atas meja, tetapi tiga kursi di sebelahnya sedikit bengkok.
Tidak mungkin pelayan Moonlit Eats Cafe membuat kesalahan seperti itu. Itu pasti pernah ditarik seseorang.
Meja yang penuh dengan hidangan ini bukanlah porsi makan seorang wanita dan seorang anak. Diego melirik seisi ruangan hingga akhirnya menatap Grace. Entah kenapa jantung Grace berdebar kencang menatap matanya.
Detik berikutnya, Diego meminta ponsel kepada asistennya. Jari-jarinya yang kurus menggesek layar dua kali dan kemudian menatap Grace. Ponsel yang baru saja ditinggalkan Amelia untuknya berdering.
Grace yang tidak siap kaget mendengar suara dering ponsel. Dia menundukkan kepalanya untuk berpura-pura melihat nomor penelepon, tetapi setelah beberapa detik, dia mematikan panggilan itu. Grace dengan tenang menatap mata pria itu, "Karena kamu adalah ayah anak ini, silakan jemput putrimu."
Setelah itu, Grace menyentuh kepala gadis kecil itu, lalu menurunkannya dan mendorongnya ke arah Diego.
Diego mengernyitkan kening sambil berjalan menuju meja makan.
Grace menghela napas lega. Dia pikir Diego datang untuk menjemput gadis ini. Tiba-tiba, suara mencurigakan pria itu berdering di telinganya.
"Nona, nafsu makanmu sangat bagus. Memesan begitu banyak makanan untuk dua orang."
Diego sengaja berhenti di sudut meja menunjuk sesuatu.
Grace, "……"
Grace menarik kembali setengah napas yang dia hembus, "Kamu tidak perlu khawatir, nafsu makanku besar atau tidak. Aku pesan banyak makanan karena ada janji dengan temanku, tapi mereka belum datang." Ujar dia menahan senyum.
"Temanmu belum datang, tapi kamu sudah mulai makan duluan?"Tanya Diego mengernyitkan kening.
Setelah itu, mata pria itu melirik piring-piring yang telah disentuh satu per satu.
👇👇👇
Jika Anda ingin tahu lebih banyak konten menarik dari novel ini, unduh #Weread dan cari " Tersapu Cinta: Aku Hamil dari Mantan Suami Bos" untuk melanjutkan membaca.
00:14
Sep 04, 2023 - Sep 07, 2023
"Due to an accidental event, Terry Lu consumed a giant dragon, and not only did his physical body undergo a huge change, but he also gained magical powers. Officials, presidents, and businessmen from various countries all say: 'give me a drop of your blood, and I am willing to exchange it for all my family assets.' Beautiful women say: 'give me just one chance, just one time.'
Kota Xijing, summer night.
In a remote alley, there is a "Toko Kelontong Forget Worry".Terry Lu is lying on a sofa in the small store, sound asleep.
At this time, there was a beautiful woman standing at the door of the store, wearing a valuable royal blue OL, with delicate makeup on her pretty face, she was from a wealthy family at first glance.
The beauty had a sad face, hesitating, looking at Terry Lu who was sleeping soundly in the store, her heart was churning with a sentence she heard from a business tycoon at a reception by chance.
"No matter what trouble you have, you can go to the owner of Toko Kelontong Forget Worry, as long as you can afford the price."
At first, Alicia Huo just laughed it off, she didn't think a person had such great energy, unless he was a god!
But now, when she thought of the other party's naked hints, ugly face, and the sneer on the corner of the competitor's mouth, she almost fell into despair.
Here is her last hope, like a life-saving straw, she can only gamble.
Finally, after gritting his teeth, Alicia Huo walked in.
"Excuse me, is the boss here?"
With a clear voice, Terry Lu gradually opened his eyes, looked at the beautiful woman in front of him, stretched his waist and said.
"I am, what's the matter?"
The beauty let out a long breath, and said again: "Hello, my name is Alicia Huo, I heard that you can help others solve any troubles?"
Terry Lu picked up a pack of lotus cigarettes from the table, took out one and lit it, took a deep breath and said, "Yes."
Hearing Lu Ming's calm but confident tone, Alicia Huo secretly heaved a sigh of relief.
This matter is related to the future of the family and the company. She is desperate and has no way out.
"Is such that."
Alicia Huo sorted out his thoughts and said.
"My company is currently encountering some difficulties. At a reception tomorrow, I have to negotiate an order worth one billion yuan. May I ask if you can solve this matter?"
The family company encounters a huge crisis, and if the order cannot be negotiated, the foundation created by three generations of the family will collapse immediately.
The whole family would fall apart, and she, Alicia Huo, would never allow such a thing to happen to her.
However, when she thought of the other party's naked hints, ugly face, and the sneer hanging from the corner of the competitor's mouth, she almost fell into despair.
Here is her last hope, she must take a gamble.
"No problem, but you should know the rules of my business, right?"
Terry Lu still said calmly.
Alicia Huo was taken aback. She found this place, so she knew the rules, and she was ready.
It's just that the other party didn't ask who he was talking to or what the order was, and just took it all in one go. Isn't he too confident?
However, the company's situation no longer allowed her to think about it.
She slowly took off a jade pendant from around her neck, and handed it over very preciously, with a painful expression on her face.
This jade pendant is an ancestral item of her Huo family. It is so old that it can be said to be an ancient relic. If she was not desperate, she would never take it out anyway.
Terry Lu took it casually, glanced at it, threw it on the table and said.
"Barely, I will accompany you tomorrow, and you can pick me up then."
Alicia Huo looked at his family heirloom, which was casually thrown on the table, and felt a pain in his heart.
But he was relieved to hear that Terry Lu agreed, and said immediately.
"Okay, I'll pick you up on time at eleven o'clock tomorrow, and, are you sure you don't need to know what's going on?"
"This is a small matter, let's talk about it on the way tomorrow."Terry Lu said with a yawn.
Alicia Huo frowned, the other party was so confident, she had no choice but to speak.
"Okay, Mr. Lu, I'll pick you up tomorrow."
Terry Lu nodded, yawning profusely.
Alicia Huo bid farewell and left.
Watching Alicia Huo leave, Terry Lu closed the store door, picked up the jade pendant on the table, and went up to the second floor.
The second floor is the same size as the grocery store below, with simple furnishings.
After taking off his clothes, Lu Ming went to the bathroom, took a shower, and came out only wearing a pair of big underpants, revealing his muscular body and the shocking scars!
In the eyes of others, Terry Lu himself turned a blind eye to those horrible scars. He just took out the jade pendant and slowly played with it.
suddenly.
The air in the room twisted, and a woman in a suit appeared behind Terry Lu, as if appearing out of thin air.
Terry Lu put away the jade pendant and turned to look at the woman in the uniform. He didn't seem to be surprised by the woman's strange appearance.
The woman has fair skin and natural beauty, she is a complete beauty, but between her eyebrows, there is a cold and arrogant look.
She said slowly in China: "You are the Mercenary King, the Scarlett Killer, Terry Lu?"
"I don't need these titles any more. Tell me, what can you do with me?"Terry Lu said.
Miwa Yeqi Taoist coldly: "You killed my younger brother Giron Yeqi?"
Terry Lu raised his eyebrows habitually, and said lazily.
"I killed too many people, I can't remember clearly, but if you say I killed it, it's okay, I don't care."
"Very good."Miwa Yeqi said like an iceberg: "You will die in endless pain, I hope that by then, you will still be so stubborn."
Saying that, Miwa Yeqi her backhand, pulled out a short knife from nowhere, clasped her hands, and shouted in her mouth.
"Tebasan Soul Killer!"
As soon as the words came out, the dagger was covered with a layer of black air, and at the same time, her figure flickered and disappeared.
Terry Lu sneered and shouted, "Small tricks."
He opened his big hand and grabbed it out of thin air, densely packed golden scales grew on his entire arm at the same time, like a golden dragon.
As soon as Terry Lu grabbed it, the whole room was enveloped by a strange force, and the invisible Miwa Yeqi was forced to appear. Terry Lu's right hand was holding her neck tightly.
That snow-white neck, under Lu Ming's terrifying scale-covered right hand, was like a fragile straw that could be easily broken at any time.
At this time, the arrogance on Miwa Yeqi face disappeared, and what was left was only endless panic.
She is the number one master of the younger generation in Fusang Federation Martial Arts Cultivation, and a Ninja Technique genius.
In her opinion, the Mercenary King, the Scarlett Killer, was just a joke in front of her.
However, she never expected that this person would be so powerful, the scales on his arm, the inexplicable coercion emanating from his body, and the hand that was as heavy as a mountain peak on his neck.
Miwa Yeqi seemed to feel that she had met an ancient giant beast, and as long as the opponent exerted a little force, she would be wiped out.
Miwa Yeqi knows that she is not an opponent at all in terms of strength, but as a Ninja Technique genius, she naturally has more than this strength.
At this time, her eyes and pupils began to rotate counterclockwise strangely, like a bottomless abyss, attracting Lu Ming's gaze.
At the same time, her body began to emit this strange fragrance, and an extremely seductive look appeared on her face, and she kept making various exciting expressions, constantly stimulating Lu Ming's nerves.
"Illusion, Moon Reader!"
This is Miwa Yeqi's trump card, the Moon Reader of illusion! In line with her beauty, someone who was somewhat stronger than him fell into her hands.
As long as the "Moon Reader technique" is hit, the opponent will enter an illusory world, collapse and die in it, and there is no need for her to do anything at all.
At this time, Terry Lu stared at Miwa Yeqi's face, his eyes began to turn red.
suddenly.
Terry Lu threw Miwa Yeqi on the bed. She was still in the air, and with a "bang", her clothes exploded and scattered all over the place.
Terry Lu's fall, the power contained in it, made her lie on the bed, unable to move an inch.
And Miwa Yeqi like body was exposed in front of Terry Lu's eyes so unobtrusively.
"No!"
Miwa Yeqi's illusion seemed to only arouse Terry Lu's desire, but it didn't trap him at all.
Miwa Yeqi frowned tightly, panicked in her heart, and kept moaning and begging for mercy.
After more than half an hour, Miwa Yeqi was pale, dying, and she couldn't even cry out to beg for mercy.
And at this time, Terry Lu finally stopped attacking with a muffled groan.
He got up slowly, went into the bathroom to take a shower, came out and slowly lit a cigarette, sat on the chair beside him and smoked.
And his eyes, still unscrupulous, swept across Yeqi Meiyu's naked body, and Miwa Yeqi was shocked.
After a while, Miwa Yeqi finally felt that her body regained a bit of strength. She struggled to get up, put on the tattered suit, and came to Terry Lu side.
Terry Lu looked at Miwa Yeqi indifferently. At this time, the deep red in his eyes had receded, and he seemed to have regained his calm.
At this time, Miwa Yeqi no longer had any cold arrogance on her face, but reverence on her face.
I saw her kneeling in front of Terry Lu very respectfully, and said.
"My lord, please forgive my ignorance for trying to fight against a powerful person like you. Please accept me, even if I am a concubine, Miwa Yeqi is willing."
She was originally the number one powerhouse in the Fusang Federation, with a high heart and arrogance, and looked down on the world. However, in order to avenge her younger brother who was a mercenary, she came to China, in front of Terry Lu.
During this short fight, she was shocked by Terry Lu's strength, from spirit to body, she was completely conquered by Terry Lu.
The strong worship power, and in the face of this unprecedented power, the reason for her coming is no longer important.
The important thing is that she can follow this strong man and be with the real strong man, so that she can go further and further on the path of practice.
Terry Lu was still a little surprised by Miwa Yeqi 's surrender.
Originally, she thought that after regaining her ability to move, she would either fight herself desperately, or run away and find a chance, but she didn't expect that she would surrender like this.
And he himself, because of that incident, not only possessed the power of the giant dragon, but also inherited the disposition of the giant dragon.
Once attacked, he would become impulsive, irritable, irritable and cruel, and it was because of these negative reasons that he raped Miwa Yeqi.
Miwa Yeqi's illusion, under the strong resistance of his dragon physique, has no effect at all.
Seeing Miwa Yeqi, who had become extremely submissive and surrendered in front of her, looking at the bright red blood stain on the bed, Lu Ming thought for a while, and said slowly.
"Leave your contact information, get out of here, and I will find you when I need it."
Miwa Yeqi nodded submissively, took out a business card from the tattered clothes that could barely cover her body, handed it to Terry Lu with both hands, then bowed and retreated, leaving the room.
No matter what "need" the adult refers to, she is willing to meet it, as long as she can stay with him.
Watching Miwa Yeqi leave, Terry Lu turned his attention to that exquisite business card.
"President of Changwu Group, chairman of the Fusang Martial Arts Federation, Miwa Yeqi."
Looking at these two titles, Terry Lu smiled.
Changwu Group, Ltd. is also a large consortium. It is one of the best in Fusang Federation and has a certain influence in the world. It can be regarded as a large consortium.
Chairman of the Martial Arts Cultivation Federation, this title is even more interesting. It seems that in Fusang Federation, this Miwa Yeqi is also one of the best figures.
After taking a look, Terry Lu threw the business card aside, none of this was important to him.
Then, he took out the jade pendant again, and considered whether to "sacrifice" it! Thinking of this, Terry Lu felt infinite emotion!
A few years ago, he was an overseas mercenary with his own mercenary team, one of the three largest mercenary groups in the world, and he himself had the title of the Mercenary King.
The people who cooperate with him are all the world's wealthy business giants, politicians from various countries, and even the presidents of some small countries. His connections are quite terrifying. In a few years, he has accumulated a lot of wealth.
However, just a year ago, something strange happened on a small island overseas.
According to rumors, at that time, the sky opened and a giant dragon descended from the sky, and the treasures brought by the dragon were everywhere on the island.
Of course, Terry Lu wanted to see such a miraculous thing. He led his team and rushed to the island.
However, two other top mercenary groups in the world also arrived at the same time. For the legendary wealth, the three parties fought fiercely around the island for half a month.
Finally, relying on his super strength, Terry Lu crippled and retreated the other two mercenary teams, and more than half of his team were killed or injured.
After landing on the island, Terry Lu was completely shocked.
There are no rumored treasures on the island, but there really is a dragon!
The dragon was covered in bruises, as if after a arduous battle, it was already in a state of death.
Seeing the huge monster in front of him, even the well-informed Terry Lu was stunned!
According to legend, the giant dragon is full of treasures, so naturally it cannot be wasted.
Let your men block the island. It took Lu Ming half a year to finish eating this giant dragon.
For some reason, he has all the memories of this dragon, and there is an extra "Dragon God Sacrifice Altar" in his body.
According to the memory of the giant dragon, this Dragon God Sacrifice Altar was bestowed by the great dragon god. As long as you have enough items to "sacrifice", the dragon god will bestow Divine Gift and fulfill your wishes.
The premise is that the items you sacrifice contain enough energy. Otherwise, you will get nothing.
Immediately afterwards, Terry Lu dispersed his family wealth, paid for his fallen subordinates, disbanded the team, returned to his hometown, began to practice hard day and night, and sent out such a message in his network.
"Collect all the ancient items, and the price is to exchange yourself for a chance to do things for them."
As soon as this news came out, it immediately set off a hurricane in the upper echelons of the entire world.
In exchange for the Mercenary King, Scarlett Killer, a chance to do business, no matter how precious something is, it is worth it.
As a result, people kept sending things, but few of them could be used as sacrifices to obtain Divine Gift.
There were only three of them, the qualifications for offering sacrifices, and the three Divine Gift, all of which Terry Lu chose to strengthen his physique.
Because from the memory of the giant dragon, there is a set of cultivation methods called Dragon Rise Technique. This set of mental methods is perfected by the dragon family after tens of thousands of years according to their own physical characteristics.
But to practice Dragon Rise Technique, one must have the physique of a giant dragon. Although he ate a giant dragon, but now he just barely reached the threshold of practicing Dragon Rise Technique, and he is still far away from Dacheng.
According to memory, after practicing Dragon Rise Technique to the end, one can travel in the starry sky, gallop in the universe, live forever, and become a god-like existence.
Terry Lu has practiced martial arts since he was a child. As a Master, becoming stronger is their eternal goal. Now that such a big opportunity is in front of him, he naturally wants to seize it tightly.
His current goal is to collect all the old items he can find, strengthen his body, and lay a solid foundation for practicing the Dragon Rise Technique.
Withdrawing his thoughts and putting away the jade pendant, Terry Lu planned not to use this jade pendant for now. The energy contained in this jade pendant is not very large, and the sacrifice is not very effective. When enough items are collected, the sacrifice will be carried out.
Lying on the bed, he fell into a deep sleep after a while. As he breathed, a layer of light invisible to the naked eye loomed on Terry Lu body, which was also a symbol of practicing Dragon Rise Technique.
The next morning, Terry Lu got up on time at seven o'clock. After washing up, he went outside to have breakfast, then returned to his Toko Kelontong Forget Worry, opened the store door, and fell asleep on the sofa again. Features, lethargy!
In this way, until almost noon, at eleven o'clock, Alicia Huo appeared at the door.
She pushed the door open, looked at Terry Lu who was sleeping on the sofa, and frowned.
And behind her, there was a girl a few years younger than her, whose eyebrows were very similar to Alicia Huo.
The girl looked at the surrounding environment, then at the sleeping Terry Lu, and said.
"Sister, no way, you just found such a product to help us solve the problem, are you crazy?"
"Don't talk nonsense."Alicia Huo glared at his younger sister Gladys Huo, and said, "Don't be rude to Mr. Lu."
Gladys Huo stuck out her tongue and stopped talking, but her face was full of disdain.
At this time, Terry Lu slowly woke up.
He said that he was sleeping and practicing, but his five senses are extremely sharp now, and he knew it when the two sisters first came in.
After lighting a cigarette and taking two puffs, Terry Lu said, "Let's go."
With that said, he turned around and walked outside.
"Hey, why don't you dress up like this? This is a reception for the upper class, not a roadside stall."
Gladys Huo said with a look of disbelief.
Terry Lu took a look at the two sisters wearing luxurious dresses, scratched his scalp and Taoist, "Isn't it just a reception, just a few words, does it need to be so grand?"
"Hehe, you really dare to boast."Gladys Huo Taoist disdainfully: "I said sister, this guy doesn't even have a decent dress, don't be fooled, get the jade pendant back quickly, let's find another way."
Alicia Huo hesitated, glanced at Terry Lu, and said, "Mr. Lu, why don't you change your clothes?"
Alicia Huo also felt that Terry Lu's attire was really a bit inappropriate. This reception was attended by high-class people from Kota Xijing. Terry Lu's short T and shoes were really weird.
Terry Lu shook his head helplessly, turned and went upstairs.
After a while, he was seen walking down in a crumpled black suit and a pair of dusty dark blue leather shoes.
The suit fit well, with a fancy W on the chest and no logos.
It's just that this suit seems to have been placed in the bottom of the box for several years, and it is wrinkled like it has just been turned out.
Gladys Huo looked at Lu Ming in surprise, and said, "Brother, these are probably the clothes you kept at the bottom of the suitcase, right?"
Then, Gladys Huo pointed to herself and the low-necked long dress on Alicia Huo, and said.
"Do you think it's appropriate for you to walk with us?"
Terry Lu Taoist, "Is it suitable or not? I won't marry you."
"you."
Gladys Huo was furious for a moment, she didn't expect that this liar would dare to talk to her like that. Just when she was about to scold the liar angrily and wake up her sister completely, she only heard Alicia Huo say.
"Okay, don't be rude to Mr. Lu, the reception is about to start, let's go quickly."
When Gladys Huo was told by her sister, she felt even more annoyed. She didn't say anything, but only had a wait-and-see look on her face.
After a while at the reception, the true face of this liar will be exposed. At that time, let's see how he quibbles.
"Please, Mr. Lu."
After Alicia Huo finished speaking, he turned around and left the grocery store, followed by Gladys Huo. The two sisters in evening gowns were swaying and very seductive.
Terry Lu walked in the last, closed the door of the grocery store without locking it, and walked out like this.
Out of the alley, there was a BMW business parked by the side of the road long ago, and an old man with gray temples, dressed in a decent suit, stood in front of the car door.
Seeing sister Alicia Huo come out, the old man quickly opened the door and Taoist, "Miss, Miss, please get in the car."
Alicia Huo nodded, asked Terry Lu to get in the car, and sat with Terry Lu, while Gladys Huo sat opposite Terry Lu, with a sneer on her youthful and beautiful face.
The car started to run smoothly. At this moment, Alicia Huo took out a information bag, handed it to Terry Lu, and said.
"Mr. Lu, here is the other party's detailed information. Take a look, and I will give you a general explanation first."
Terry Lu took the file bag and did not open it in a hurry, but quietly waited for Alicia Huo to speak.
Alicia Huo coughed lightly and said.
"The partner I want to discuss is Fuso Changwu Group, which is stationed in the China branch. The person in charge is the branch president Ye Qishanjian..."
As soon as Alicia Huo said this, Terry Lu interrupted with a wave, and threw the portfolio back to her and said.
"Since it is Changwu Group, then it goes without saying, you just bring the president over here."
Terry Lu original thought was that no matter what the other party's background was, with his network resources, just exchanging a little benefit with him would be enough to make the other party agree to this matter.
However, since the other party is Changwu Group, there is no need to bother, Miwa Yeqi should be in Kota Xijing.
And Alicia Huo caught the file bag that Terry Lu threw over, with a look of surprise on his face.
"Could it be that this legendary grocery store owner is really so powerful? You know, Changwu Group, Ltd. is extremely important. The person in charge of its branch belongs to the real upper class in Kota Xijing. The characters that come and go are not simple."
At this time, Gladys Huo, who had been holding back for a long time, finally broke out and shouted coquettishly.
"My surname is Lu, I've tolerated you for a long time. You know the background of Changwu Group, so you dare to speak so brazenly?"
Terry Lu Taoist lightly: "Isn't it just a chamber of commerce, how old is it?"
"Hehe, how big is it? You are not afraid of Fengda's tongue flashing. It is a consortium with hundreds of billions of funds. You, who own a grocery store, dare to talk to others like that?"
Gladys Huo face turned crimson because of anger.
In her eyes, Terry Lu is an out-and-out liar, and her sister also went to the doctor for a sudden illness, and was deceived by this liar.
As for Terry Lu's indifferent attitude, Gladys Huo felt that it was just a fake by Terry Lu in order to deceive his sister.
Now, Terry Lu said such foolish words.
"When the time comes, just bring that president over!"
Gladys Huo couldn't believe her ears. In this world, there are people who can pretend like this?
"Hehe, although I'm just a grocery store owner, I don't pay much attention to Changwu Group"
Seeing Gladys Huo chest heaving up and down due to anger, a strange smile appeared on the corner of Terry Lu mouth.
This Gladys Huo is not very old, probably only seventeen or eighteen years old, but the twin peaks on her chest are even more majestic and magnificent than her sister.
Moreover, because she was wearing a V-neck dress, almost half of Shuangfeng was exposed outside. Her anger, ups and downs, was about to come out, making people worry that she would pop out at any time.
Gladys Huo was about to sarcastically, but suddenly found that Terry Lu's eyes fell on her chest, she quickly crossed her hands to protect her chest, and said viciously.
"Rogue, liar, look again and gouge out your eyeballs."
"Ha ha ha ha."
Terry Lu laughed for a while, then closed his eyes and meditated, not paying attention to this unruly girl.
"Okay, stop making trouble, it's almost here."
Alicia Huo glared at Gladys Huo and said.
Gladys Huo was still a little afraid of her sister, so she didn't speak, but just let out a cold snort in her heart.
After a while at the reception, when the liar can no longer pretend, he will stand up again, slap him in the face severely, teach him a good lesson, let his sister see the true face of this liar, ask for treasures to be passed on home, and set up a family name for the family. Great job.
Not long after, the commercial vehicle stopped at the entrance of the five-star Triumph Hotel. The three of them got off, took the elevator, and went directly to the banquet hall on the top floor.
At this time, many people had already arrived in the banquet hall, all holding champagne in their hands, whispering in groups of three or five, and the arrival of Alicia Huo and the three of them did not attract many people's attention.
Alicia Huo brought Gladys Huo and Terry Lu to a relatively remote corner. The waiter brought champagne, and the three of them each took a glass.
Alicia Huo looked around, then frowned and said to Terry Lu.
"Mr. Lu, whoever is wearing a black suit is the president of the Changwu Society branch, Genji Yeqi , and the person next to him with gold-rimmed glasses is a strong competitor of mine, Ji Shirga Ji from Dingsheng Corporation ."
With that said, Alicia Huo pointed forward.
Terry Lu looked around and saw that the president, Ye Qishanjian, was short and fat, and looked to be in his forties, with two black hairs on his nostrils, which grew thickly to the outside of his nostrils.
And there was the man with gold spectacles next to him, he was very gentle, and there were several people beside them, talking and laughing happily with champagne in their hands.
From the positions of several people, Terry Lu keenly felt that the main character in this small circle was not Genji Yeqi, but a young man in his early twenties.
Although this young man was young, he had a calm face and seldom spoke, while the others seemed to approach him intentionally or unintentionally, faintly becoming the center of the circle, their identities seemed extremely unusual.
But Terry Lu didn't care, he just came to solve Alicia Huo's troubles.
"You go and ask him to come over. I'll help you with errands. I woke up a little early today. I have to go back and catch up on sleep after I finish my errands early."Terry Lu said, taking a sip of champagne.
"This..."Alicia Huo said with some embarrassment: "Mr. Lu, is it inappropriate for me to call someone over?"
Alicia Huo knew that with her status, she could be said to be a rich man in front of ordinary people, but in front of these people, she was nothing worth mentioning. Asking her to call Genji Yeqi directly would really embarrass her .
"Yes, I was negligent, so let's go there."
After saying that, Terry Lu raised his foot and walked towards the Genji Yeqi.
"Hehe, Miss Ben wants to see how long you can pretend."
Gladys Huo followed closely, and said coldly.
Hearing these words, Terry Lu paused, and his face became a little ugly.
Alicia Huo heart tightened, and he deeply regretted bringing this troublemaker here, and at the same time secretly Taoist anxiously: "Don't make trouble at this time!"
Alicia Huo knew very well that her younger sister had been spoiled since she was a child, she always had her eyes above her head, she never considered other people's feelings when she spoke and acted, she was full of princess disease.
Originally, Alicia Huo didn't intend to bring her here, but for some reason, at this moment, Grandpa chose to bring this girl with him, saying that he wanted to exercise.
"You damn girl, don't do anything bad."
Just when Alicia Huo was anxious, Terry Lu stopped slowly and said.
"Little girl, don't take ignorance as your personality. In this world, there are too many things you don't know and have never seen."
Alicia Huo also hurriedly Taoist sharply: "Yufeng, you are messing around, so I will go back immediately, and I will never take you out again."
Gladys Huo was robbed by Terry Lu and reprimanded by her sister in front of outsiders, tears welled up in her eyes.
"The surname is Lu. You wait for me, I will never finish with you, I will go home and tell grandpa."
After saying this with tears in her eyes, Gladys Huo trotted all the way and left the banquet hall.
Terry Lu didn't bother to pay attention to her, and walked towards Yeqi Mountain Stream, Alicia Huo followed closely, and didn't have time to comfort his sister.
In a short while, the two came to the small circle where Genji Yeqi was located.
At this time, Genji Yeqi saw Alicia Huo, his eyes lit up, he greeted several people, and walked towards Alicia Huo.
"Beautiful Ms. Alicia Huo, it's an honor to see you again."Genji Yeqi said in broken China.
"Hello, thank you for your compliment."Alicia Huo looked at the pig's face in Genji Yeqi, and said while holding back his nausea.
"Mr. Genji Yeqi, I still want to discuss the order with you this time, you see..."
Before Alicia Huo finished speaking, Genji Yeqi spoke.
"Miss Huo, you must know that Shirga Ji's company is much stronger than yours. I really have no reason to leave this order to you."
As he said that, Genji Yeqi's eyes looked up and down Alicia Huo's body, the meaning of which was self-evident.
Alicia Huo frowned, knowing that he couldn't talk anymore, so he prepared to introduce Terry Lu and let him intervene.
Just then, a voice sounded.
"Mr. Huo, did you have a pleasant conversation with Mr. Ye Qi?" A man with gold-rimmed glasses appeared in front of Alicia Huo.
This person is Alicia Huo's main competitor, Shirga Ji.
"Mr. Ji, it seems that you have a plan in mind."Alicia Huo said with a smile.
Shirga Ji smiled gently, and said in a gentlemanly manner.
"Where, thanks to Mr. Yeqi's care."
Alicia Huo frowned slightly, hearing what Shirga Ji meant, she should have already negotiated with Genji Yeqi, and she had a bad feeling in her heart.
This order is enough for the company to operate for five years. With these five years, Alicia Huo believes that it will definitely overcome this difficulty.
Therefore, this order must be taken.
Alicia Huo immediately Taoist, "Mr. Yeqi, let me introduce a friend to you."
With that said, Alicia Huo pointed at Terry Lu beside him.
"This is Terry Lu, Mr. Lu, my friend."
Alicia Huo knew that there was nothing he could do, and all hope was on Terry Lu, so he immediately pushed him to the front desk.
Everything depends on Terry Lu, I hope he really has such a huge energy as in the legend.
At this time, Genji Yeqi and Shirga Ji both turned their attention to Terry Lu, and Alicia Huo suddenly introduced Terry Lu, there must be some intentions.
It's just that the name was too unfamiliar to them, so they didn't pay much attention to it.
This is not because Terry Lu's name is not famous enough. When Terry Lu is overseas, most of his acquaintances are dignitaries from various countries, the presidents and Ketua Dewan of multinational corporations, the presidents of small countries, and the heads of world-class consortium families.
Even an existence like Miwa Yeqi is nothing in front of Terry Lu. Given the level of these two people, it is not surprising that they have never heard of Terry Lu's name.
"Mr. Lu's suit is so chic."
Shirga Ji looked at the crumpled suit on Lu Ming's body, and Taoist.
Terry Lu Taoist, "It's okay. A few years ago, an old man insisted on making me a suit. I couldn't refuse, so I had to accept it. I didn't wear it much."
"Hehe, does Mr. Lu only have such a suit?"
Genji Yeqi was proud, glanced at his Armani suit and said.
"Yes."
Terry Lu said lightly.
He has never cared much about what he wears. People who have been wandering around the juncture of life and death all year round have already paid little attention to these external things.
In this suit, he casually rescued Meredith who was hijacked by a group of Calamity during a play.
Afterwards, this world-class artist who had already retired insisted on making a suit for Terry Lu himself, and Terry Lu accepted it as a thank you.
Genji Yeqi looked proud, Shirga Ji shook his head secretly, he thought that Alicia Huo would move out a heavyweight person, but he didn't expect that such a name was unknown.
Today is the day to sign the contract, and it seems that Alicia Huo is already at the end of his rope, and this order is none other than himself.
Shirga Ji was secretly refreshed, he knew that Genji Yeqi had always coveted Alicia Huo's beauty, and he was always worried that Alicia Huo would follow Genji Yeqi in desperation.
But now it seems that Alicia Huo, who is proud of himself, doesn't bother to do this. That's right, it's cheap for yourself.
Cooperating with Genji Yeqi is of strategic significance. If we can establish a relationship with a large group such as Changwu Group, there will be a steady stream of orders in the future, and the orders that we look at represent a lot of money. How can Shirga Ji Not happy, businessman, isn't it just to make money.
Alicia Huo saw that the two of them dismissed Terry Lu, but Terry Lu looked indifferent, as if he didn't care at all.
At this time, Alicia Huo felt a little nervous.
"This Terry Lu, isn't he really a liar?"
If that was the case, I would have ruined the entire family!
Just when Alicia Huo started to worry, the young man who was in his early years also came over, glanced at the W logo on Terry Lu suit, and said.
"Sir, this suit is not Mr. Meredith's masterpiece, is it?"
When the young man opened his mouth, everyone was shocked.
Meredith Wayne!
The world's top art master, the godfather of the fashion industry, is a smash hit.
It's just that in recent years, he has gotten older and has gradually withdrawn from people's sight, but the brand Meredith created under his surname is still a super first-class brand and the world's top luxury.
Just when everyone was surprised, Terry Lu said.
"It's a little discerning to be able to recognize Wayne's personal logo."
Terry Lu smiled and nodded to the man in approval.
"Presumptuous, you know who Mr. Yun is, so you dare to talk to Mr. Yun like this?"
At this moment, Shirga Ji said suddenly.
Mr. Yun frowned slightly, as if he was dissatisfied with Terry Lu's attitude.
He was just passing by, ready to say hello to an acquaintance, and when he heard a few people talking about the suit on Terry Lu, he glanced at it.
Unexpectedly, he was surprised to find that the suit was made by the top international fashion master himself, because the unique floral W logo was the logo that Meredith made by himself.
It was only three years ago, when Meredith was sixty years old, that she had announced that she would no longer make clothes for anyone, and lived a retired life.
He was just very curious, how could this young man have a suit made by Meredith himself, you know, things made by Meredith himself can no longer be measured by money, they are completely a symbol of status and dignity.
Such people usually have unusual identities, so Chris Yun also has a heart to make friends with. It's just that he doesn't like the way this person speaks.
Facing him, he seemed to be somewhat condescending. In the entire Xibei Province, there were really not many people who dared to talk to him like that!
It's just that Chris Yun has a good family education, although he didn't like it in his heart, he didn't show it, but Shirga Ji who was beside him immediately became anxious.
"This is the leader of the Xibei Province, the son of the Yun Family, and you can question him?"
Looking at Chris Yun's expression, Shirga Ji acted like a loyal dog, blaming Terry Lu again. There are not many opportunities to catch Mr. Yun's ass like this, and he has not grasped it tightly.
After Terry Lu listened, there was no expression on his face.
The people he knew were no worse than the top leader in Xibei Province. In his opinion, this top leader was not much different from passer-by A.
But Alicia Huo was shocked.
The young master of the Yun Family in Northwest China is an indomitable figure. When did Shirga Ji get involved with this young master Yun?
She glanced at Terry Lu worriedly. If Mr. Yun was involved in this matter, even if Terry Lu had such great energy as in the legend, it would be quite difficult to handle.
Because, in the entire Northwest, no one dared not give Young Master Yun face.
👇👇👇
If you want to know more interesting content from this novel, download #Readme and search for "Dragon Soul Soldier King" to continue reading.
Kota Xijing, summer night.
In a remote alley, there is a "Toko Kelontong Forget Worry".Terry Lu is lying on a sofa in the small store, sound asleep.
At this time, there was a beautiful woman standing at the door of the store, wearing a valuable royal blue OL, with delicate makeup on her pretty face, she was from a wealthy family at first glance.
The beauty had a sad face, hesitating, looking at Terry Lu who was sleeping soundly in the store, her heart was churning with a sentence she heard from a business tycoon at a reception by chance.
"No matter what trouble you have, you can go to the owner of Toko Kelontong Forget Worry, as long as you can afford the price."
At first, Alicia Huo just laughed it off, she didn't think a person had such great energy, unless he was a god!
But now, when she thought of the other party's naked hints, ugly face, and the sneer on the corner of the competitor's mouth, she almost fell into despair.
Here is her last hope, like a life-saving straw, she can only gamble.
Finally, after gritting his teeth, Alicia Huo walked in.
"Excuse me, is the boss here?"
With a clear voice, Terry Lu gradually opened his eyes, looked at the beautiful woman in front of him, stretched his waist and said.
"I am, what's the matter?"
The beauty let out a long breath, and said again: "Hello, my name is Alicia Huo, I heard that you can help others solve any troubles?"
Terry Lu picked up a pack of lotus cigarettes from the table, took out one and lit it, took a deep breath and said, "Yes."
Hearing Lu Ming's calm but confident tone, Alicia Huo secretly heaved a sigh of relief.
This matter is related to the future of the family and the company. She is desperate and has no way out.
"Is such that."
Alicia Huo sorted out his thoughts and said.
"My company is currently encountering some difficulties. At a reception tomorrow, I have to negotiate an order worth one billion yuan. May I ask if you can solve this matter?"
The family company encounters a huge crisis, and if the order cannot be negotiated, the foundation created by three generations of the family will collapse immediately.
The whole family would fall apart, and she, Alicia Huo, would never allow such a thing to happen to her.
However, when she thought of the other party's naked hints, ugly face, and the sneer hanging from the corner of the competitor's mouth, she almost fell into despair.
Here is her last hope, she must take a gamble.
"No problem, but you should know the rules of my business, right?"
Terry Lu still said calmly.
Alicia Huo was taken aback. She found this place, so she knew the rules, and she was ready.
It's just that the other party didn't ask who he was talking to or what the order was, and just took it all in one go. Isn't he too confident?
However, the company's situation no longer allowed her to think about it.
She slowly took off a jade pendant from around her neck, and handed it over very preciously, with a painful expression on her face.
This jade pendant is an ancestral item of her Huo family. It is so old that it can be said to be an ancient relic. If she was not desperate, she would never take it out anyway.
Terry Lu took it casually, glanced at it, threw it on the table and said.
"Barely, I will accompany you tomorrow, and you can pick me up then."
Alicia Huo looked at his family heirloom, which was casually thrown on the table, and felt a pain in his heart.
But he was relieved to hear that Terry Lu agreed, and said immediately.
"Okay, I'll pick you up on time at eleven o'clock tomorrow, and, are you sure you don't need to know what's going on?"
"This is a small matter, let's talk about it on the way tomorrow."Terry Lu said with a yawn.
Alicia Huo frowned, the other party was so confident, she had no choice but to speak.
"Okay, Mr. Lu, I'll pick you up tomorrow."
Terry Lu nodded, yawning profusely.
Alicia Huo bid farewell and left.
Watching Alicia Huo leave, Terry Lu closed the store door, picked up the jade pendant on the table, and went up to the second floor.
The second floor is the same size as the grocery store below, with simple furnishings.
After taking off his clothes, Lu Ming went to the bathroom, took a shower, and came out only wearing a pair of big underpants, revealing his muscular body and the shocking scars!
In the eyes of others, Terry Lu himself turned a blind eye to those horrible scars. He just took out the jade pendant and slowly played with it.
suddenly.
The air in the room twisted, and a woman in a suit appeared behind Terry Lu, as if appearing out of thin air.
Terry Lu put away the jade pendant and turned to look at the woman in the uniform. He didn't seem to be surprised by the woman's strange appearance.
The woman has fair skin and natural beauty, she is a complete beauty, but between her eyebrows, there is a cold and arrogant look.
She said slowly in China: "You are the Mercenary King, the Scarlett Killer, Terry Lu?"
"I don't need these titles any more. Tell me, what can you do with me?"Terry Lu said.
Miwa Yeqi Taoist coldly: "You killed my younger brother Giron Yeqi?"
Terry Lu raised his eyebrows habitually, and said lazily.
"I killed too many people, I can't remember clearly, but if you say I killed it, it's okay, I don't care."
"Very good."Miwa Yeqi said like an iceberg: "You will die in endless pain, I hope that by then, you will still be so stubborn."
Saying that, Miwa Yeqi her backhand, pulled out a short knife from nowhere, clasped her hands, and shouted in her mouth.
"Tebasan Soul Killer!"
As soon as the words came out, the dagger was covered with a layer of black air, and at the same time, her figure flickered and disappeared.
Terry Lu sneered and shouted, "Small tricks."
He opened his big hand and grabbed it out of thin air, densely packed golden scales grew on his entire arm at the same time, like a golden dragon.
As soon as Terry Lu grabbed it, the whole room was enveloped by a strange force, and the invisible Miwa Yeqi was forced to appear. Terry Lu's right hand was holding her neck tightly.
That snow-white neck, under Lu Ming's terrifying scale-covered right hand, was like a fragile straw that could be easily broken at any time.
At this time, the arrogance on Miwa Yeqi face disappeared, and what was left was only endless panic.
She is the number one master of the younger generation in Fusang Federation Martial Arts Cultivation, and a Ninja Technique genius.
In her opinion, the Mercenary King, the Scarlett Killer, was just a joke in front of her.
However, she never expected that this person would be so powerful, the scales on his arm, the inexplicable coercion emanating from his body, and the hand that was as heavy as a mountain peak on his neck.
Miwa Yeqi seemed to feel that she had met an ancient giant beast, and as long as the opponent exerted a little force, she would be wiped out.
Miwa Yeqi knows that she is not an opponent at all in terms of strength, but as a Ninja Technique genius, she naturally has more than this strength.
At this time, her eyes and pupils began to rotate counterclockwise strangely, like a bottomless abyss, attracting Lu Ming's gaze.
At the same time, her body began to emit this strange fragrance, and an extremely seductive look appeared on her face, and she kept making various exciting expressions, constantly stimulating Lu Ming's nerves.
"Illusion, Moon Reader!"
This is Miwa Yeqi's trump card, the Moon Reader of illusion! In line with her beauty, someone who was somewhat stronger than him fell into her hands.
As long as the "Moon Reader technique" is hit, the opponent will enter an illusory world, collapse and die in it, and there is no need for her to do anything at all.
At this time, Terry Lu stared at Miwa Yeqi's face, his eyes began to turn red.
suddenly.
Terry Lu threw Miwa Yeqi on the bed. She was still in the air, and with a "bang", her clothes exploded and scattered all over the place.
Terry Lu's fall, the power contained in it, made her lie on the bed, unable to move an inch.
And Miwa Yeqi like body was exposed in front of Terry Lu's eyes so unobtrusively.
"No!"
Miwa Yeqi's illusion seemed to only arouse Terry Lu's desire, but it didn't trap him at all.
Miwa Yeqi frowned tightly, panicked in her heart, and kept moaning and begging for mercy.
After more than half an hour, Miwa Yeqi was pale, dying, and she couldn't even cry out to beg for mercy.
And at this time, Terry Lu finally stopped attacking with a muffled groan.
He got up slowly, went into the bathroom to take a shower, came out and slowly lit a cigarette, sat on the chair beside him and smoked.
And his eyes, still unscrupulous, swept across Yeqi Meiyu's naked body, and Miwa Yeqi was shocked.
After a while, Miwa Yeqi finally felt that her body regained a bit of strength. She struggled to get up, put on the tattered suit, and came to Terry Lu side.
Terry Lu looked at Miwa Yeqi indifferently. At this time, the deep red in his eyes had receded, and he seemed to have regained his calm.
At this time, Miwa Yeqi no longer had any cold arrogance on her face, but reverence on her face.
I saw her kneeling in front of Terry Lu very respectfully, and said.
"My lord, please forgive my ignorance for trying to fight against a powerful person like you. Please accept me, even if I am a concubine, Miwa Yeqi is willing."
She was originally the number one powerhouse in the Fusang Federation, with a high heart and arrogance, and looked down on the world. However, in order to avenge her younger brother who was a mercenary, she came to China, in front of Terry Lu.
During this short fight, she was shocked by Terry Lu's strength, from spirit to body, she was completely conquered by Terry Lu.
The strong worship power, and in the face of this unprecedented power, the reason for her coming is no longer important.
The important thing is that she can follow this strong man and be with the real strong man, so that she can go further and further on the path of practice.
Terry Lu was still a little surprised by Miwa Yeqi 's surrender.
Originally, she thought that after regaining her ability to move, she would either fight herself desperately, or run away and find a chance, but she didn't expect that she would surrender like this.
And he himself, because of that incident, not only possessed the power of the giant dragon, but also inherited the disposition of the giant dragon.
Once attacked, he would become impulsive, irritable, irritable and cruel, and it was because of these negative reasons that he raped Miwa Yeqi.
Miwa Yeqi's illusion, under the strong resistance of his dragon physique, has no effect at all.
Seeing Miwa Yeqi, who had become extremely submissive and surrendered in front of her, looking at the bright red blood stain on the bed, Lu Ming thought for a while, and said slowly.
"Leave your contact information, get out of here, and I will find you when I need it."
Miwa Yeqi nodded submissively, took out a business card from the tattered clothes that could barely cover her body, handed it to Terry Lu with both hands, then bowed and retreated, leaving the room.
No matter what "need" the adult refers to, she is willing to meet it, as long as she can stay with him.
Watching Miwa Yeqi leave, Terry Lu turned his attention to that exquisite business card.
"President of Changwu Group, chairman of the Fusang Martial Arts Federation, Miwa Yeqi."
Looking at these two titles, Terry Lu smiled.
Changwu Group, Ltd. is also a large consortium. It is one of the best in Fusang Federation and has a certain influence in the world. It can be regarded as a large consortium.
Chairman of the Martial Arts Cultivation Federation, this title is even more interesting. It seems that in Fusang Federation, this Miwa Yeqi is also one of the best figures.
After taking a look, Terry Lu threw the business card aside, none of this was important to him.
Then, he took out the jade pendant again, and considered whether to "sacrifice" it! Thinking of this, Terry Lu felt infinite emotion!
A few years ago, he was an overseas mercenary with his own mercenary team, one of the three largest mercenary groups in the world, and he himself had the title of the Mercenary King.
The people who cooperate with him are all the world's wealthy business giants, politicians from various countries, and even the presidents of some small countries. His connections are quite terrifying. In a few years, he has accumulated a lot of wealth.
However, just a year ago, something strange happened on a small island overseas.
According to rumors, at that time, the sky opened and a giant dragon descended from the sky, and the treasures brought by the dragon were everywhere on the island.
Of course, Terry Lu wanted to see such a miraculous thing. He led his team and rushed to the island.
However, two other top mercenary groups in the world also arrived at the same time. For the legendary wealth, the three parties fought fiercely around the island for half a month.
Finally, relying on his super strength, Terry Lu crippled and retreated the other two mercenary teams, and more than half of his team were killed or injured.
After landing on the island, Terry Lu was completely shocked.
There are no rumored treasures on the island, but there really is a dragon!
The dragon was covered in bruises, as if after a arduous battle, it was already in a state of death.
Seeing the huge monster in front of him, even the well-informed Terry Lu was stunned!
According to legend, the giant dragon is full of treasures, so naturally it cannot be wasted.
Let your men block the island. It took Lu Ming half a year to finish eating this giant dragon.
For some reason, he has all the memories of this dragon, and there is an extra "Dragon God Sacrifice Altar" in his body.
According to the memory of the giant dragon, this Dragon God Sacrifice Altar was bestowed by the great dragon god. As long as you have enough items to "sacrifice", the dragon god will bestow Divine Gift and fulfill your wishes.
The premise is that the items you sacrifice contain enough energy. Otherwise, you will get nothing.
Immediately afterwards, Terry Lu dispersed his family wealth, paid for his fallen subordinates, disbanded the team, returned to his hometown, began to practice hard day and night, and sent out such a message in his network.
"Collect all the ancient items, and the price is to exchange yourself for a chance to do things for them."
As soon as this news came out, it immediately set off a hurricane in the upper echelons of the entire world.
In exchange for the Mercenary King, Scarlett Killer, a chance to do business, no matter how precious something is, it is worth it.
As a result, people kept sending things, but few of them could be used as sacrifices to obtain Divine Gift.
There were only three of them, the qualifications for offering sacrifices, and the three Divine Gift, all of which Terry Lu chose to strengthen his physique.
Because from the memory of the giant dragon, there is a set of cultivation methods called Dragon Rise Technique. This set of mental methods is perfected by the dragon family after tens of thousands of years according to their own physical characteristics.
But to practice Dragon Rise Technique, one must have the physique of a giant dragon. Although he ate a giant dragon, but now he just barely reached the threshold of practicing Dragon Rise Technique, and he is still far away from Dacheng.
According to memory, after practicing Dragon Rise Technique to the end, one can travel in the starry sky, gallop in the universe, live forever, and become a god-like existence.
Terry Lu has practiced martial arts since he was a child. As a Master, becoming stronger is their eternal goal. Now that such a big opportunity is in front of him, he naturally wants to seize it tightly.
His current goal is to collect all the old items he can find, strengthen his body, and lay a solid foundation for practicing the Dragon Rise Technique.
Withdrawing his thoughts and putting away the jade pendant, Terry Lu planned not to use this jade pendant for now. The energy contained in this jade pendant is not very large, and the sacrifice is not very effective. When enough items are collected, the sacrifice will be carried out.
Lying on the bed, he fell into a deep sleep after a while. As he breathed, a layer of light invisible to the naked eye loomed on Terry Lu body, which was also a symbol of practicing Dragon Rise Technique.
The next morning, Terry Lu got up on time at seven o'clock. After washing up, he went outside to have breakfast, then returned to his Toko Kelontong Forget Worry, opened the store door, and fell asleep on the sofa again. Features, lethargy!
In this way, until almost noon, at eleven o'clock, Alicia Huo appeared at the door.
She pushed the door open, looked at Terry Lu who was sleeping on the sofa, and frowned.
And behind her, there was a girl a few years younger than her, whose eyebrows were very similar to Alicia Huo.
The girl looked at the surrounding environment, then at the sleeping Terry Lu, and said.
"Sister, no way, you just found such a product to help us solve the problem, are you crazy?"
"Don't talk nonsense."Alicia Huo glared at his younger sister Gladys Huo, and said, "Don't be rude to Mr. Lu."
Gladys Huo stuck out her tongue and stopped talking, but her face was full of disdain.
At this time, Terry Lu slowly woke up.
He said that he was sleeping and practicing, but his five senses are extremely sharp now, and he knew it when the two sisters first came in.
After lighting a cigarette and taking two puffs, Terry Lu said, "Let's go."
With that said, he turned around and walked outside.
"Hey, why don't you dress up like this? This is a reception for the upper class, not a roadside stall."
Gladys Huo said with a look of disbelief.
Terry Lu took a look at the two sisters wearing luxurious dresses, scratched his scalp and Taoist, "Isn't it just a reception, just a few words, does it need to be so grand?"
"Hehe, you really dare to boast."Gladys Huo Taoist disdainfully: "I said sister, this guy doesn't even have a decent dress, don't be fooled, get the jade pendant back quickly, let's find another way."
Alicia Huo hesitated, glanced at Terry Lu, and said, "Mr. Lu, why don't you change your clothes?"
Alicia Huo also felt that Terry Lu's attire was really a bit inappropriate. This reception was attended by high-class people from Kota Xijing. Terry Lu's short T and shoes were really weird.
Terry Lu shook his head helplessly, turned and went upstairs.
After a while, he was seen walking down in a crumpled black suit and a pair of dusty dark blue leather shoes.
The suit fit well, with a fancy W on the chest and no logos.
It's just that this suit seems to have been placed in the bottom of the box for several years, and it is wrinkled like it has just been turned out.
Gladys Huo looked at Lu Ming in surprise, and said, "Brother, these are probably the clothes you kept at the bottom of the suitcase, right?"
Then, Gladys Huo pointed to herself and the low-necked long dress on Alicia Huo, and said.
"Do you think it's appropriate for you to walk with us?"
Terry Lu Taoist, "Is it suitable or not? I won't marry you."
"you."
Gladys Huo was furious for a moment, she didn't expect that this liar would dare to talk to her like that. Just when she was about to scold the liar angrily and wake up her sister completely, she only heard Alicia Huo say.
"Okay, don't be rude to Mr. Lu, the reception is about to start, let's go quickly."
When Gladys Huo was told by her sister, she felt even more annoyed. She didn't say anything, but only had a wait-and-see look on her face.
After a while at the reception, the true face of this liar will be exposed. At that time, let's see how he quibbles.
"Please, Mr. Lu."
After Alicia Huo finished speaking, he turned around and left the grocery store, followed by Gladys Huo. The two sisters in evening gowns were swaying and very seductive.
Terry Lu walked in the last, closed the door of the grocery store without locking it, and walked out like this.
Out of the alley, there was a BMW business parked by the side of the road long ago, and an old man with gray temples, dressed in a decent suit, stood in front of the car door.
Seeing sister Alicia Huo come out, the old man quickly opened the door and Taoist, "Miss, Miss, please get in the car."
Alicia Huo nodded, asked Terry Lu to get in the car, and sat with Terry Lu, while Gladys Huo sat opposite Terry Lu, with a sneer on her youthful and beautiful face.
The car started to run smoothly. At this moment, Alicia Huo took out a information bag, handed it to Terry Lu, and said.
"Mr. Lu, here is the other party's detailed information. Take a look, and I will give you a general explanation first."
Terry Lu took the file bag and did not open it in a hurry, but quietly waited for Alicia Huo to speak.
Alicia Huo coughed lightly and said.
"The partner I want to discuss is Fuso Changwu Group, which is stationed in the China branch. The person in charge is the branch president Ye Qishanjian..."
As soon as Alicia Huo said this, Terry Lu interrupted with a wave, and threw the portfolio back to her and said.
"Since it is Changwu Group, then it goes without saying, you just bring the president over here."
Terry Lu original thought was that no matter what the other party's background was, with his network resources, just exchanging a little benefit with him would be enough to make the other party agree to this matter.
However, since the other party is Changwu Group, there is no need to bother, Miwa Yeqi should be in Kota Xijing.
And Alicia Huo caught the file bag that Terry Lu threw over, with a look of surprise on his face.
"Could it be that this legendary grocery store owner is really so powerful? You know, Changwu Group, Ltd. is extremely important. The person in charge of its branch belongs to the real upper class in Kota Xijing. The characters that come and go are not simple."
At this time, Gladys Huo, who had been holding back for a long time, finally broke out and shouted coquettishly.
"My surname is Lu, I've tolerated you for a long time. You know the background of Changwu Group, so you dare to speak so brazenly?"
Terry Lu Taoist lightly: "Isn't it just a chamber of commerce, how old is it?"
"Hehe, how big is it? You are not afraid of Fengda's tongue flashing. It is a consortium with hundreds of billions of funds. You, who own a grocery store, dare to talk to others like that?"
Gladys Huo face turned crimson because of anger.
In her eyes, Terry Lu is an out-and-out liar, and her sister also went to the doctor for a sudden illness, and was deceived by this liar.
As for Terry Lu's indifferent attitude, Gladys Huo felt that it was just a fake by Terry Lu in order to deceive his sister.
Now, Terry Lu said such foolish words.
"When the time comes, just bring that president over!"
Gladys Huo couldn't believe her ears. In this world, there are people who can pretend like this?
"Hehe, although I'm just a grocery store owner, I don't pay much attention to Changwu Group"
Seeing Gladys Huo chest heaving up and down due to anger, a strange smile appeared on the corner of Terry Lu mouth.
This Gladys Huo is not very old, probably only seventeen or eighteen years old, but the twin peaks on her chest are even more majestic and magnificent than her sister.
Moreover, because she was wearing a V-neck dress, almost half of Shuangfeng was exposed outside. Her anger, ups and downs, was about to come out, making people worry that she would pop out at any time.
Gladys Huo was about to sarcastically, but suddenly found that Terry Lu's eyes fell on her chest, she quickly crossed her hands to protect her chest, and said viciously.
"Rogue, liar, look again and gouge out your eyeballs."
"Ha ha ha ha."
Terry Lu laughed for a while, then closed his eyes and meditated, not paying attention to this unruly girl.
"Okay, stop making trouble, it's almost here."
Alicia Huo glared at Gladys Huo and said.
Gladys Huo was still a little afraid of her sister, so she didn't speak, but just let out a cold snort in her heart.
After a while at the reception, when the liar can no longer pretend, he will stand up again, slap him in the face severely, teach him a good lesson, let his sister see the true face of this liar, ask for treasures to be passed on home, and set up a family name for the family. Great job.
Not long after, the commercial vehicle stopped at the entrance of the five-star Triumph Hotel. The three of them got off, took the elevator, and went directly to the banquet hall on the top floor.
At this time, many people had already arrived in the banquet hall, all holding champagne in their hands, whispering in groups of three or five, and the arrival of Alicia Huo and the three of them did not attract many people's attention.
Alicia Huo brought Gladys Huo and Terry Lu to a relatively remote corner. The waiter brought champagne, and the three of them each took a glass.
Alicia Huo looked around, then frowned and said to Terry Lu.
"Mr. Lu, whoever is wearing a black suit is the president of the Changwu Society branch, Genji Yeqi , and the person next to him with gold-rimmed glasses is a strong competitor of mine, Ji Shirga Ji from Dingsheng Corporation ."
With that said, Alicia Huo pointed forward.
Terry Lu looked around and saw that the president, Ye Qishanjian, was short and fat, and looked to be in his forties, with two black hairs on his nostrils, which grew thickly to the outside of his nostrils.
And there was the man with gold spectacles next to him, he was very gentle, and there were several people beside them, talking and laughing happily with champagne in their hands.
From the positions of several people, Terry Lu keenly felt that the main character in this small circle was not Genji Yeqi, but a young man in his early twenties.
Although this young man was young, he had a calm face and seldom spoke, while the others seemed to approach him intentionally or unintentionally, faintly becoming the center of the circle, their identities seemed extremely unusual.
But Terry Lu didn't care, he just came to solve Alicia Huo's troubles.
"You go and ask him to come over. I'll help you with errands. I woke up a little early today. I have to go back and catch up on sleep after I finish my errands early."Terry Lu said, taking a sip of champagne.
"This..."Alicia Huo said with some embarrassment: "Mr. Lu, is it inappropriate for me to call someone over?"
Alicia Huo knew that with her status, she could be said to be a rich man in front of ordinary people, but in front of these people, she was nothing worth mentioning. Asking her to call Genji Yeqi directly would really embarrass her .
"Yes, I was negligent, so let's go there."
After saying that, Terry Lu raised his foot and walked towards the Genji Yeqi.
"Hehe, Miss Ben wants to see how long you can pretend."
Gladys Huo followed closely, and said coldly.
Hearing these words, Terry Lu paused, and his face became a little ugly.
Alicia Huo heart tightened, and he deeply regretted bringing this troublemaker here, and at the same time secretly Taoist anxiously: "Don't make trouble at this time!"
Alicia Huo knew very well that her younger sister had been spoiled since she was a child, she always had her eyes above her head, she never considered other people's feelings when she spoke and acted, she was full of princess disease.
Originally, Alicia Huo didn't intend to bring her here, but for some reason, at this moment, Grandpa chose to bring this girl with him, saying that he wanted to exercise.
"You damn girl, don't do anything bad."
Just when Alicia Huo was anxious, Terry Lu stopped slowly and said.
"Little girl, don't take ignorance as your personality. In this world, there are too many things you don't know and have never seen."
Alicia Huo also hurriedly Taoist sharply: "Yufeng, you are messing around, so I will go back immediately, and I will never take you out again."
Gladys Huo was robbed by Terry Lu and reprimanded by her sister in front of outsiders, tears welled up in her eyes.
"The surname is Lu. You wait for me, I will never finish with you, I will go home and tell grandpa."
After saying this with tears in her eyes, Gladys Huo trotted all the way and left the banquet hall.
Terry Lu didn't bother to pay attention to her, and walked towards Yeqi Mountain Stream, Alicia Huo followed closely, and didn't have time to comfort his sister.
In a short while, the two came to the small circle where Genji Yeqi was located.
At this time, Genji Yeqi saw Alicia Huo, his eyes lit up, he greeted several people, and walked towards Alicia Huo.
"Beautiful Ms. Alicia Huo, it's an honor to see you again."Genji Yeqi said in broken China.
"Hello, thank you for your compliment."Alicia Huo looked at the pig's face in Genji Yeqi, and said while holding back his nausea.
"Mr. Genji Yeqi, I still want to discuss the order with you this time, you see..."
Before Alicia Huo finished speaking, Genji Yeqi spoke.
"Miss Huo, you must know that Shirga Ji's company is much stronger than yours. I really have no reason to leave this order to you."
As he said that, Genji Yeqi's eyes looked up and down Alicia Huo's body, the meaning of which was self-evident.
Alicia Huo frowned, knowing that he couldn't talk anymore, so he prepared to introduce Terry Lu and let him intervene.
Just then, a voice sounded.
"Mr. Huo, did you have a pleasant conversation with Mr. Ye Qi?" A man with gold-rimmed glasses appeared in front of Alicia Huo.
This person is Alicia Huo's main competitor, Shirga Ji.
"Mr. Ji, it seems that you have a plan in mind."Alicia Huo said with a smile.
Shirga Ji smiled gently, and said in a gentlemanly manner.
"Where, thanks to Mr. Yeqi's care."
Alicia Huo frowned slightly, hearing what Shirga Ji meant, she should have already negotiated with Genji Yeqi, and she had a bad feeling in her heart.
This order is enough for the company to operate for five years. With these five years, Alicia Huo believes that it will definitely overcome this difficulty.
Therefore, this order must be taken.
Alicia Huo immediately Taoist, "Mr. Yeqi, let me introduce a friend to you."
With that said, Alicia Huo pointed at Terry Lu beside him.
"This is Terry Lu, Mr. Lu, my friend."
Alicia Huo knew that there was nothing he could do, and all hope was on Terry Lu, so he immediately pushed him to the front desk.
Everything depends on Terry Lu, I hope he really has such a huge energy as in the legend.
At this time, Genji Yeqi and Shirga Ji both turned their attention to Terry Lu, and Alicia Huo suddenly introduced Terry Lu, there must be some intentions.
It's just that the name was too unfamiliar to them, so they didn't pay much attention to it.
This is not because Terry Lu's name is not famous enough. When Terry Lu is overseas, most of his acquaintances are dignitaries from various countries, the presidents and Ketua Dewan of multinational corporations, the presidents of small countries, and the heads of world-class consortium families.
Even an existence like Miwa Yeqi is nothing in front of Terry Lu. Given the level of these two people, it is not surprising that they have never heard of Terry Lu's name.
"Mr. Lu's suit is so chic."
Shirga Ji looked at the crumpled suit on Lu Ming's body, and Taoist.
Terry Lu Taoist, "It's okay. A few years ago, an old man insisted on making me a suit. I couldn't refuse, so I had to accept it. I didn't wear it much."
"Hehe, does Mr. Lu only have such a suit?"
Genji Yeqi was proud, glanced at his Armani suit and said.
"Yes."
Terry Lu said lightly.
He has never cared much about what he wears. People who have been wandering around the juncture of life and death all year round have already paid little attention to these external things.
In this suit, he casually rescued Meredith who was hijacked by a group of Calamity during a play.
Afterwards, this world-class artist who had already retired insisted on making a suit for Terry Lu himself, and Terry Lu accepted it as a thank you.
Genji Yeqi looked proud, Shirga Ji shook his head secretly, he thought that Alicia Huo would move out a heavyweight person, but he didn't expect that such a name was unknown.
Today is the day to sign the contract, and it seems that Alicia Huo is already at the end of his rope, and this order is none other than himself.
Shirga Ji was secretly refreshed, he knew that Genji Yeqi had always coveted Alicia Huo's beauty, and he was always worried that Alicia Huo would follow Genji Yeqi in desperation.
But now it seems that Alicia Huo, who is proud of himself, doesn't bother to do this. That's right, it's cheap for yourself.
Cooperating with Genji Yeqi is of strategic significance. If we can establish a relationship with a large group such as Changwu Group, there will be a steady stream of orders in the future, and the orders that we look at represent a lot of money. How can Shirga Ji Not happy, businessman, isn't it just to make money.
Alicia Huo saw that the two of them dismissed Terry Lu, but Terry Lu looked indifferent, as if he didn't care at all.
At this time, Alicia Huo felt a little nervous.
"This Terry Lu, isn't he really a liar?"
If that was the case, I would have ruined the entire family!
Just when Alicia Huo started to worry, the young man who was in his early years also came over, glanced at the W logo on Terry Lu suit, and said.
"Sir, this suit is not Mr. Meredith's masterpiece, is it?"
When the young man opened his mouth, everyone was shocked.
Meredith Wayne!
The world's top art master, the godfather of the fashion industry, is a smash hit.
It's just that in recent years, he has gotten older and has gradually withdrawn from people's sight, but the brand Meredith created under his surname is still a super first-class brand and the world's top luxury.
Just when everyone was surprised, Terry Lu said.
"It's a little discerning to be able to recognize Wayne's personal logo."
Terry Lu smiled and nodded to the man in approval.
"Presumptuous, you know who Mr. Yun is, so you dare to talk to Mr. Yun like this?"
At this moment, Shirga Ji said suddenly.
Mr. Yun frowned slightly, as if he was dissatisfied with Terry Lu's attitude.
He was just passing by, ready to say hello to an acquaintance, and when he heard a few people talking about the suit on Terry Lu, he glanced at it.
Unexpectedly, he was surprised to find that the suit was made by the top international fashion master himself, because the unique floral W logo was the logo that Meredith made by himself.
It was only three years ago, when Meredith was sixty years old, that she had announced that she would no longer make clothes for anyone, and lived a retired life.
He was just very curious, how could this young man have a suit made by Meredith himself, you know, things made by Meredith himself can no longer be measured by money, they are completely a symbol of status and dignity.
Such people usually have unusual identities, so Chris Yun also has a heart to make friends with. It's just that he doesn't like the way this person speaks.
Facing him, he seemed to be somewhat condescending. In the entire Xibei Province, there were really not many people who dared to talk to him like that!
It's just that Chris Yun has a good family education, although he didn't like it in his heart, he didn't show it, but Shirga Ji who was beside him immediately became anxious.
"This is the leader of the Xibei Province, the son of the Yun Family, and you can question him?"
Looking at Chris Yun's expression, Shirga Ji acted like a loyal dog, blaming Terry Lu again. There are not many opportunities to catch Mr. Yun's ass like this, and he has not grasped it tightly.
After Terry Lu listened, there was no expression on his face.
The people he knew were no worse than the top leader in Xibei Province. In his opinion, this top leader was not much different from passer-by A.
But Alicia Huo was shocked.
The young master of the Yun Family in Northwest China is an indomitable figure. When did Shirga Ji get involved with this young master Yun?
She glanced at Terry Lu worriedly. If Mr. Yun was involved in this matter, even if Terry Lu had such great energy as in the legend, it would be quite difficult to handle.
Because, in the entire Northwest, no one dared not give Young Master Yun face.
👇👇👇
If you want to know more interesting content from this novel, download #Readme and search for "Dragon Soul Soldier King" to continue reading.

Aug 11, 2023 - Aug 21, 2023
Do you ever feel yourself float away from your physical body in order to protect yourself?
Do you ever experience pain so fresh, it feels like your entire body is ignited in flames?
Do you ever sit back and question why? Why me?
A slap, then a punch, followed by a kick.
"Next time, you do as I tell you. No questions asked!" Trevor hisses at me through clenched teeth. His pale face is turning bright red, seething with anger. I nod furiously, pushing my petite frame as far up against the wall as I can. My hands physically shake, trembling from the fear overtaking me.
Whatever you do, don't make eye contact with him Emily. . . Eye contact is seen as a challenge.
I squeeze my eyes shut, wishing I'd remembered to wash the dishes left over from last night. I know it isn't a reason for him to hurt me but in Trevors eyes, it's justified.
His hand wraps itself in the strands of my hair and he pulls my head backwards, my scalp throbbing.
"Please stop! You don't have to do this!" I yell, pleading with him. My screams of agony fall upon deaf ears so I give up and lie there emotionlessly, letting him torture me like his little rag doll.
I stare at my reflection in the mirror and sigh, hastily wiping the tears away from my eyes. I refuse to cry. . . That's exactly what he wants. He wants me to suffer and I'll never give him the satisfaction of knowing I already am.
A big clump of my dark brown hair is missing, the scalp throbbing painfully where he'd ripped it out. My finger trail down my cheek under my eye where the stinging is now turning into a tender blue bruise.
I'm grateful for my tanned complexion because the bruises don't show up as easily.
I bite my bottom lip and let out a small whimper as I attempt to lift my top to see the damage he inflicted. As expected the bruises run up my side but thankfully nothing feels broken.
How sad is it that I can tell the difference between a bruised and broken bone?
"Why did you leave me like this Dad?" I whisper, glancing at the frame on my bedside table. A photograph taken of me as a little girl. . . large brown eyes shining happily as I sat on my fathers shoulders, holding onto his hair. His own eyes mirror mine, a pearly smile so white and wide.
Dad and I were inseparable.
I adored the ground my father walked on. Every time he entered the room, I craved his attention. Mum had taken the picture on my sixth birthday party. I remember that day so well, the way my father smiled at me as he sang 'Happy Birthday'. I remember him clutching the cake in front of him, telling me to make a wish and blow out the candles. He cheered and clapped so loud, it felt like I had my own personal cheerleading squad.
Dad died suddenly the following month leaving his only daughter behind with a shattered heart.
Ten years without the man I love and adore.
I shuffle towards my bed, sitting down on the edge of it. I lift the picture up to my lips, placing a gentle kiss over the glass. It feels cool against my lips and I close my eyes, taking slow breaths. I allow the oxygen to fill my lungs and calm my thoughts.
"Night night, sleep tight my little princess." Dad would say every single night, tucking me up tightly before leaving the room and closing the door over slightly.
He knew I didn't like the dark.
"Night night Daddy," I whisper, clutching the picture frame tightly to my chest.
I walk into college, scanning the crowds for my best friend, Trisha Lockwood. The friendship between Trish and I has always been peculiar to anyone looking in from the outside. I'm relatively quiet whereas Trish is loud and bubbly. My dark hair is the complete opposite to Trish's bright blonde locks. She wears pink skirts with frill tops whereas I prefer to stick with denim jeans and a simple t-shirt. The one thing I regret every day is not telling her about my stepfather.
It's been a secret for so long that I don't know how to tell her anymore. Trish knows I despise my stepfather and mother but doesn't question it often as she knows it's a sensitive subject.
The girl has the ability to make me laugh until my sides hurt . . . cherish the people in your life who can do that. Even though she's wild at times, I know she has a good heart. We've been friends for years now, first meeting each other in primary school. We clicked from the start, she's wild and I'm calm. I tame her behaviour and she inserts some craziness into my life.
Trish is surrounded by three boys which doesn't surprise me in the slightest. She receives enough male attention for the both of us. I watch as one of the boys lean in, whispering something in her ear. Trish immediately giggles like a love-sick school girl, batting her long eyelashes at him flirtatiously in return.
I roll my eyes and walk over to them, ignoring the pain flaring up my side from the simple movement. Images of my step father raising his fists last night cloud my mind, making my hands clench into tight fists. I'm not a violent character. . . I'm too scared to fight back. I tried once when I was twelve years old and ended up breaking my thumb.
How was I supposed to know I shouldn't tuck my thumb into my fist when punching?
Let's just say my thumb has never been the same after that accident. I chuckle at my own stupidity, shaking my head.
"What's funny Emily?" Trish asks, walking over to me and linking her arm through mine. The boys behind her appeared to be heartbroken at her lack of attention and I mentally roll my eyes again. I shake my head at Trish, giving her a small smile.
"Nothing, how was the concert this weekend?" I ask her eagerly, partly wanting to change the subject. Trish winces from the memories before letting out a small chuckle —
"First of all, I was so drunk, I ended up peeing in a bush."
I laugh, shaking my head.
Typical Trish behaviour.
"What about the music? You know, the actual reason you wanted to go."
"The music was awesome but I enjoyed the boys a little more." Trish giggles, waggling her eyebrows in a suggestive manner.
"Meet any cute ones?" I respond, giving a brief wave to a group of girls walking past. Trish nods eagerly, her eyes lighting up —
"The cutest. Let me tell you all about it!" She giggles, dragging me towards a nearby chair. I take a seat and Trish inhales deeply before diving right into every male she encountered at the concert. Whilst she gushes about a handsome blonde, I quickly scan the room.
My eyes land on a hunched over figure at the back of the class. I frown, tilting my head to study him. He's wearing a grey jacket, the hood pulled right over to mask his features. His shoulders are broad and a hint of dark hair sticks out from under the hood. His right hand scrolls through his phone and his other is bandaged tightly. I raise my eyebrow at him.
"Hey Trish, who's the new boy?" I ask, interrupting her and signalling in his direction. I watch as her eyes widen once she notices who I'm referring to.
"That's Jake, don't give him any attention." Trish whispers under her breath, not wanting to be heard.
"Jake? As in Jake Melvin?" I ask, knowing the name well. All purely through gossip, of course. Trish nods, her eyes quickly scanning over him.
"He's beautiful but he gives me the creeps."
"Yeah. . ." I agree quietly, my gaze still fixed on Jake Melvin. He isn't surrounded by any friends but the confidence that oozes from him is undeniable. I know he's bad news but that doesn't stop the fact that he's very good looking. Despite the permanent scowl on his face. . .
Rumours fly around town about how Jake Melvin is involved in a local gang. He lives with his mum but no-one ever mentioned a father. People avoid Jake due to his dangerous reputation, nobody wants to get involved with the wrong side of the law.
Jake slowly lifts his head and raises an eyebrow at me, clearly catching me gawking at him. That's when I notice his eyes, a dangerous dark shade of blue. They narrow in my direction, flashing with hostility as he silently dares me to look away. I swallow the nerves, ignoring the way the small hairs on the back of my neck prickles with fear.
"I can see why he gives you the creeps."
His icy stare resembles Trevor, my step father. A chill runs up my spine and my fingers brush over the bruises on my side that continue to throb with pain. I close my eyes, images of Trevor beating me up yesterday flashing through my mind, again. I bite down hard on my lip in an attempt to stop the tears I can feel forming in the back of my eyes.
"Emily?" Trish says beside me, nudging me slightly. I snap my eyes open, giving her a reassuring smile. Trish smiles back before turning towards the teacher and I do the same. Her voice eventually dulls out until her words start blurring together, making no sense. It's hard to concentrate when all I can feel is the throbbing of my injuries.
I feel someone's burning stare from my right and I turn slowly, meeting eyes with Jake Melvin. The intensity in them causes me to suck in a breath and I know no matter how hard I tried, I'll never be able to replicate his intense gaze. He's sat in his seat facing me, his fingers rhythmically tapping away on the desk in front of him. His head is cocked to the right as he studies me, thick dark strands of hair almost falling over into his eyes.
I shudder from the effect of his piercing stare, an uneasy feeling settling inside my stomach. Jake doesn't blink once, challenging me to break eye contact. The corners of his lips twitch upwards into a victorious smirk as he notices how uncomfortable I'm becoming. I turn my head away from him, a shiver running down my spine.
Mental note to self —
Stay out of Jake Melvin's way, at all costs.
Walking home reluctantly, I turn the corner and take the chance to study our house. It isn't a home anymore. The front garden once full of beautiful blooming flowers that my father cherished is now strewn with rubbish and litter. I turn the key into the door and slowly push it open, trying to stop the annoying creak. The last thing I want is to wake the monster.
I know Trevor will be fast asleep in the living room by now. . . he has the same routine every day. I can hear his heavy breathing and loud snores before I even have a chance to step a foot inside. I imagine him snorting and rolling around in thick mud just like a pig and snigger, slapping a hand over my mouth.
He definitely resembles a pig with his pink bald head and round face complete with a stubby nose. I never understood why Mum is attracted to him...
Maybe it was his bank balance.
Trevor manages his own building site which was once successful but lately his business took a turn for the worse. Instead of doing something about it, he wallowed in his own self pity by drinking all day. Lucky me. Sometimes he'll get a large paying contract which means he's away from the house for a few weeks at a time which is absolute bliss to my ears. I'd eventually begin to relax and the nightmares would be less frequent but then he'd be back, wanting to blow off steam. . .
And I'm his punching bag.
He started off by hitting Mum until one day I stood in front of her in an attempt to protect her. No child should ever witness their mother being beaten by a red faced stranger. Seeing your mum cry out in pain and whimper in fear causes even the quietest of children to protect their family. Trevor hadn't taken my courage well, his whole face raging with anger. I remember standing my ground stubbornly which annoyed him further hence why he began to abuse me. I'm the inconvenience child who's responsible for the failure of his business. Bullshit.
Maybe it's his attitude. I despise violent people, especially the ones who prey on the weak and vulnerable. Trevor has always been a coward who preys on the weak. I know what you're thinking. . .
Go to the police, they can keep me safe.
Well you're wrong.
I can’t go to the police, Trevor made sure of that. He'd constantly remind me of his police officer acquaintances who were always keeping an eye on me.
"If you tell anyone, I'll know straight away." He'd sneer in my face, eyes shining brightly from my torture. "And then, I'll come for you."
There's no doubt about it. . . I'm officially trapped in this hell hole until I turn eighteen. I'll have no money, no family and no roof over my head but that's better than the constant beatings.
My breathing hitches in my throat as I see Trevor stir in his arm chair, his hand clutching a can of beer. Please do not wake up. The smell of smoke instantly smacks me in the face causing me to gag. I take a step towards the stairs, quietly creeping past the door before making a run for it. I take the stairs two a time, going as fast as I can.
My heart pounds as I slam my bedroom door shut behind me and locked the chain, something I had to install myself. No way am I letting that psycho have access to my room. It's the only room in the house that I can call mine. I've lost everything else so I treasure my bedroom.
It's always presentable and clean, unlike the rest of the house. My walls are painted a crisp white with photo's hung on both sides. I want to keep the memories alive when life was bliss. My bed sits in the corner of the room with a fur blanket over the top and various cushions in different shades of blues.
I have a white rug at the foot of my bed where I like to sit and do homework. I kick off my converse and grab a hair tie off the desk, pulling my long dark hair into a high ponytail. I wince as the pain flares through my throbbing scalp. It took me almost ten minutes trying to disguise the bald patch this morning.
I quickly change into pyjamas, grateful for the relief of getting out of my clothes. There's something so relieving about taking off your clothes and swapping them for comfort. I walk over to my mirror and take a makeup wipe to get rid of the little I wear. I mainly use it to cover up the occasional cuts and bruise. Trevor doesn't aim for my face usually as he knows I'll have a hard time covering it up . . . Sometimes he's accidentally catch me or I'd fall to the floor, hurting my face.
As I'm wiping the concealer away, I study my appearance in the mirror, wondering where it all went so wrong. I look exactly like my mother, high cheekbones with full lips and large brown eyes. When I was younger, she'd dress us in matching outfits and I smile at the memory, pain hitting my chest. Somewhere along the way, I lost my mother.
I don't think I'm ever going to get her back.
My phone begins ringing and I reach over for it, glancing at the screen. I frown at the flashing screen before sliding the answer button and holding the phone up to my ear.
"Hello?" I say uneasily.
I don't know what it is about unknown numbers, they always creep me out. A deep low voice answers almost immediately —
"Emily."
His voice is smooth, holding such confidence behind it. It sounds like he was smiling on the other end. I immediately felt my spine tingle and I shudder, a bad feeling settling inside my stomach.
"Who is this?" I ask, my heart picking up pace. I don't recognise the voice at all.
"It's your father."
His tone is calm yet cold, rid of any emotion. I stop breathing at his words, the man's chilling voice sending shivers down my body.
What the freakin' hell?
I hold my phone away from me, my hand trembling. Through the speaker, I hear him laugh down the phone. A deep laugh that causes every hair to stand up on the back of my neck. I hold the phone back up to my ear, ready to give this asshole a piece of my mind.
"Who is this? Is this your idea of a sick joke?"
He immediately hangs up, his laughter still echoing in my ear. I stare at the phone in disbelief, my mouth hung open in shock. I've never received such a disturbing phone call in my entire life.
I couldn't sleep that night, my father's face appearing in every single dream. He'd be smiling but then his face would contort in fear and pain. He'd reach his hand out, desperately trying to get a grip of mine. I'd hold on as tight as I could, telling him I wouldn't let go. No matter how hard I tried, he fell away from me each time before eventually disappearing. All that’s left is darkness surrounding me, engulfing me in silence.
Hours pass where the nightmares continue over and over again so in the end I give up, lying wide awake in the dark and waiting for the sun to rise.
<Tangled Love>
Download #Readme now, Continue reading this super hot novel!
Do you ever experience pain so fresh, it feels like your entire body is ignited in flames?
Do you ever sit back and question why? Why me?
A slap, then a punch, followed by a kick.
"Next time, you do as I tell you. No questions asked!" Trevor hisses at me through clenched teeth. His pale face is turning bright red, seething with anger. I nod furiously, pushing my petite frame as far up against the wall as I can. My hands physically shake, trembling from the fear overtaking me.
Whatever you do, don't make eye contact with him Emily. . . Eye contact is seen as a challenge.
I squeeze my eyes shut, wishing I'd remembered to wash the dishes left over from last night. I know it isn't a reason for him to hurt me but in Trevors eyes, it's justified.
His hand wraps itself in the strands of my hair and he pulls my head backwards, my scalp throbbing.
"Please stop! You don't have to do this!" I yell, pleading with him. My screams of agony fall upon deaf ears so I give up and lie there emotionlessly, letting him torture me like his little rag doll.
I stare at my reflection in the mirror and sigh, hastily wiping the tears away from my eyes. I refuse to cry. . . That's exactly what he wants. He wants me to suffer and I'll never give him the satisfaction of knowing I already am.
A big clump of my dark brown hair is missing, the scalp throbbing painfully where he'd ripped it out. My finger trail down my cheek under my eye where the stinging is now turning into a tender blue bruise.
I'm grateful for my tanned complexion because the bruises don't show up as easily.
I bite my bottom lip and let out a small whimper as I attempt to lift my top to see the damage he inflicted. As expected the bruises run up my side but thankfully nothing feels broken.
How sad is it that I can tell the difference between a bruised and broken bone?
"Why did you leave me like this Dad?" I whisper, glancing at the frame on my bedside table. A photograph taken of me as a little girl. . . large brown eyes shining happily as I sat on my fathers shoulders, holding onto his hair. His own eyes mirror mine, a pearly smile so white and wide.
Dad and I were inseparable.
I adored the ground my father walked on. Every time he entered the room, I craved his attention. Mum had taken the picture on my sixth birthday party. I remember that day so well, the way my father smiled at me as he sang 'Happy Birthday'. I remember him clutching the cake in front of him, telling me to make a wish and blow out the candles. He cheered and clapped so loud, it felt like I had my own personal cheerleading squad.
Dad died suddenly the following month leaving his only daughter behind with a shattered heart.
Ten years without the man I love and adore.
I shuffle towards my bed, sitting down on the edge of it. I lift the picture up to my lips, placing a gentle kiss over the glass. It feels cool against my lips and I close my eyes, taking slow breaths. I allow the oxygen to fill my lungs and calm my thoughts.
"Night night, sleep tight my little princess." Dad would say every single night, tucking me up tightly before leaving the room and closing the door over slightly.
He knew I didn't like the dark.
"Night night Daddy," I whisper, clutching the picture frame tightly to my chest.
I walk into college, scanning the crowds for my best friend, Trisha Lockwood. The friendship between Trish and I has always been peculiar to anyone looking in from the outside. I'm relatively quiet whereas Trish is loud and bubbly. My dark hair is the complete opposite to Trish's bright blonde locks. She wears pink skirts with frill tops whereas I prefer to stick with denim jeans and a simple t-shirt. The one thing I regret every day is not telling her about my stepfather.
It's been a secret for so long that I don't know how to tell her anymore. Trish knows I despise my stepfather and mother but doesn't question it often as she knows it's a sensitive subject.
The girl has the ability to make me laugh until my sides hurt . . . cherish the people in your life who can do that. Even though she's wild at times, I know she has a good heart. We've been friends for years now, first meeting each other in primary school. We clicked from the start, she's wild and I'm calm. I tame her behaviour and she inserts some craziness into my life.
Trish is surrounded by three boys which doesn't surprise me in the slightest. She receives enough male attention for the both of us. I watch as one of the boys lean in, whispering something in her ear. Trish immediately giggles like a love-sick school girl, batting her long eyelashes at him flirtatiously in return.
I roll my eyes and walk over to them, ignoring the pain flaring up my side from the simple movement. Images of my step father raising his fists last night cloud my mind, making my hands clench into tight fists. I'm not a violent character. . . I'm too scared to fight back. I tried once when I was twelve years old and ended up breaking my thumb.
How was I supposed to know I shouldn't tuck my thumb into my fist when punching?
Let's just say my thumb has never been the same after that accident. I chuckle at my own stupidity, shaking my head.
"What's funny Emily?" Trish asks, walking over to me and linking her arm through mine. The boys behind her appeared to be heartbroken at her lack of attention and I mentally roll my eyes again. I shake my head at Trish, giving her a small smile.
"Nothing, how was the concert this weekend?" I ask her eagerly, partly wanting to change the subject. Trish winces from the memories before letting out a small chuckle —
"First of all, I was so drunk, I ended up peeing in a bush."
I laugh, shaking my head.
Typical Trish behaviour.
"What about the music? You know, the actual reason you wanted to go."
"The music was awesome but I enjoyed the boys a little more." Trish giggles, waggling her eyebrows in a suggestive manner.
"Meet any cute ones?" I respond, giving a brief wave to a group of girls walking past. Trish nods eagerly, her eyes lighting up —
"The cutest. Let me tell you all about it!" She giggles, dragging me towards a nearby chair. I take a seat and Trish inhales deeply before diving right into every male she encountered at the concert. Whilst she gushes about a handsome blonde, I quickly scan the room.
My eyes land on a hunched over figure at the back of the class. I frown, tilting my head to study him. He's wearing a grey jacket, the hood pulled right over to mask his features. His shoulders are broad and a hint of dark hair sticks out from under the hood. His right hand scrolls through his phone and his other is bandaged tightly. I raise my eyebrow at him.
"Hey Trish, who's the new boy?" I ask, interrupting her and signalling in his direction. I watch as her eyes widen once she notices who I'm referring to.
"That's Jake, don't give him any attention." Trish whispers under her breath, not wanting to be heard.
"Jake? As in Jake Melvin?" I ask, knowing the name well. All purely through gossip, of course. Trish nods, her eyes quickly scanning over him.
"He's beautiful but he gives me the creeps."
"Yeah. . ." I agree quietly, my gaze still fixed on Jake Melvin. He isn't surrounded by any friends but the confidence that oozes from him is undeniable. I know he's bad news but that doesn't stop the fact that he's very good looking. Despite the permanent scowl on his face. . .
Rumours fly around town about how Jake Melvin is involved in a local gang. He lives with his mum but no-one ever mentioned a father. People avoid Jake due to his dangerous reputation, nobody wants to get involved with the wrong side of the law.
Jake slowly lifts his head and raises an eyebrow at me, clearly catching me gawking at him. That's when I notice his eyes, a dangerous dark shade of blue. They narrow in my direction, flashing with hostility as he silently dares me to look away. I swallow the nerves, ignoring the way the small hairs on the back of my neck prickles with fear.
"I can see why he gives you the creeps."
His icy stare resembles Trevor, my step father. A chill runs up my spine and my fingers brush over the bruises on my side that continue to throb with pain. I close my eyes, images of Trevor beating me up yesterday flashing through my mind, again. I bite down hard on my lip in an attempt to stop the tears I can feel forming in the back of my eyes.
"Emily?" Trish says beside me, nudging me slightly. I snap my eyes open, giving her a reassuring smile. Trish smiles back before turning towards the teacher and I do the same. Her voice eventually dulls out until her words start blurring together, making no sense. It's hard to concentrate when all I can feel is the throbbing of my injuries.
I feel someone's burning stare from my right and I turn slowly, meeting eyes with Jake Melvin. The intensity in them causes me to suck in a breath and I know no matter how hard I tried, I'll never be able to replicate his intense gaze. He's sat in his seat facing me, his fingers rhythmically tapping away on the desk in front of him. His head is cocked to the right as he studies me, thick dark strands of hair almost falling over into his eyes.
I shudder from the effect of his piercing stare, an uneasy feeling settling inside my stomach. Jake doesn't blink once, challenging me to break eye contact. The corners of his lips twitch upwards into a victorious smirk as he notices how uncomfortable I'm becoming. I turn my head away from him, a shiver running down my spine.
Mental note to self —
Stay out of Jake Melvin's way, at all costs.
Walking home reluctantly, I turn the corner and take the chance to study our house. It isn't a home anymore. The front garden once full of beautiful blooming flowers that my father cherished is now strewn with rubbish and litter. I turn the key into the door and slowly push it open, trying to stop the annoying creak. The last thing I want is to wake the monster.
I know Trevor will be fast asleep in the living room by now. . . he has the same routine every day. I can hear his heavy breathing and loud snores before I even have a chance to step a foot inside. I imagine him snorting and rolling around in thick mud just like a pig and snigger, slapping a hand over my mouth.
He definitely resembles a pig with his pink bald head and round face complete with a stubby nose. I never understood why Mum is attracted to him...
Maybe it was his bank balance.
Trevor manages his own building site which was once successful but lately his business took a turn for the worse. Instead of doing something about it, he wallowed in his own self pity by drinking all day. Lucky me. Sometimes he'll get a large paying contract which means he's away from the house for a few weeks at a time which is absolute bliss to my ears. I'd eventually begin to relax and the nightmares would be less frequent but then he'd be back, wanting to blow off steam. . .
And I'm his punching bag.
He started off by hitting Mum until one day I stood in front of her in an attempt to protect her. No child should ever witness their mother being beaten by a red faced stranger. Seeing your mum cry out in pain and whimper in fear causes even the quietest of children to protect their family. Trevor hadn't taken my courage well, his whole face raging with anger. I remember standing my ground stubbornly which annoyed him further hence why he began to abuse me. I'm the inconvenience child who's responsible for the failure of his business. Bullshit.
Maybe it's his attitude. I despise violent people, especially the ones who prey on the weak and vulnerable. Trevor has always been a coward who preys on the weak. I know what you're thinking. . .
Go to the police, they can keep me safe.
Well you're wrong.
I can’t go to the police, Trevor made sure of that. He'd constantly remind me of his police officer acquaintances who were always keeping an eye on me.
"If you tell anyone, I'll know straight away." He'd sneer in my face, eyes shining brightly from my torture. "And then, I'll come for you."
There's no doubt about it. . . I'm officially trapped in this hell hole until I turn eighteen. I'll have no money, no family and no roof over my head but that's better than the constant beatings.
My breathing hitches in my throat as I see Trevor stir in his arm chair, his hand clutching a can of beer. Please do not wake up. The smell of smoke instantly smacks me in the face causing me to gag. I take a step towards the stairs, quietly creeping past the door before making a run for it. I take the stairs two a time, going as fast as I can.
My heart pounds as I slam my bedroom door shut behind me and locked the chain, something I had to install myself. No way am I letting that psycho have access to my room. It's the only room in the house that I can call mine. I've lost everything else so I treasure my bedroom.
It's always presentable and clean, unlike the rest of the house. My walls are painted a crisp white with photo's hung on both sides. I want to keep the memories alive when life was bliss. My bed sits in the corner of the room with a fur blanket over the top and various cushions in different shades of blues.
I have a white rug at the foot of my bed where I like to sit and do homework. I kick off my converse and grab a hair tie off the desk, pulling my long dark hair into a high ponytail. I wince as the pain flares through my throbbing scalp. It took me almost ten minutes trying to disguise the bald patch this morning.
I quickly change into pyjamas, grateful for the relief of getting out of my clothes. There's something so relieving about taking off your clothes and swapping them for comfort. I walk over to my mirror and take a makeup wipe to get rid of the little I wear. I mainly use it to cover up the occasional cuts and bruise. Trevor doesn't aim for my face usually as he knows I'll have a hard time covering it up . . . Sometimes he's accidentally catch me or I'd fall to the floor, hurting my face.
As I'm wiping the concealer away, I study my appearance in the mirror, wondering where it all went so wrong. I look exactly like my mother, high cheekbones with full lips and large brown eyes. When I was younger, she'd dress us in matching outfits and I smile at the memory, pain hitting my chest. Somewhere along the way, I lost my mother.
I don't think I'm ever going to get her back.
My phone begins ringing and I reach over for it, glancing at the screen. I frown at the flashing screen before sliding the answer button and holding the phone up to my ear.
"Hello?" I say uneasily.
I don't know what it is about unknown numbers, they always creep me out. A deep low voice answers almost immediately —
"Emily."
His voice is smooth, holding such confidence behind it. It sounds like he was smiling on the other end. I immediately felt my spine tingle and I shudder, a bad feeling settling inside my stomach.
"Who is this?" I ask, my heart picking up pace. I don't recognise the voice at all.
"It's your father."
His tone is calm yet cold, rid of any emotion. I stop breathing at his words, the man's chilling voice sending shivers down my body.
What the freakin' hell?
I hold my phone away from me, my hand trembling. Through the speaker, I hear him laugh down the phone. A deep laugh that causes every hair to stand up on the back of my neck. I hold the phone back up to my ear, ready to give this asshole a piece of my mind.
"Who is this? Is this your idea of a sick joke?"
He immediately hangs up, his laughter still echoing in my ear. I stare at the phone in disbelief, my mouth hung open in shock. I've never received such a disturbing phone call in my entire life.
I couldn't sleep that night, my father's face appearing in every single dream. He'd be smiling but then his face would contort in fear and pain. He'd reach his hand out, desperately trying to get a grip of mine. I'd hold on as tight as I could, telling him I wouldn't let go. No matter how hard I tried, he fell away from me each time before eventually disappearing. All that’s left is darkness surrounding me, engulfing me in silence.
Hours pass where the nightmares continue over and over again so in the end I give up, lying wide awake in the dark and waiting for the sun to rise.
<Tangled Love>
Download #Readme now, Continue reading this super hot novel!
00:07
Oct 18, 2023 - Oct 24, 2023
💯Karyawan museum, Aaron Xiao secara tak terduga terlempar ke masa lampau dan menjadi menantu di rumah jenderal. Pengetahuan modern yang sebelumnya tidak berguna, justru membantunya meraih keberhasilan yang luar biasa, menjadi seorang yang tak tertandingi di dunia sebagai pria paling luar biasa!
---------------------
Bab 1 Kedatangan Pertama
Bulan yang terang membubung tinggi di langit malam.
Di dekat kandang kuda dengan aroma menyengat, Aaron Xiao terbangun di tumpukan jerami.
Ketika dia membuka matanya, bau kotoran hampir membuatnya pingsan.
Malam itu sangat cerah, warna bulan yang menerpa bersinar terang dan masuk dalam bidang penglihatannya.
Dia melihat ke bawah dan warna merah dari pakaian mewah yang dia kenakan mulai terlihat. Ini adalah pakaian mewah berwarna merah yang sama dengan gaun pengantin kuno.
Aaron Xiao adalah seorang penjaga museum yang mengetahui semua tentang puisi kuno, lagu kuno, pakaian, makanan, perumahan dan kerajinan tangan yang ada di zaman kuno. Sekilas, pakaian itu adalah pakaian bordir yang telah lama hilang di zaman modern.
Pakaian ini tidak akan bisa dibeli dengan harga kurang dari 10 miliar di zaman modern ini.
"Bisa pindah dulu ke samping? Kalau mau tidur, setidaknya jangan menghalangi pekerjaanku, menantu." Pada saat itu, pelayan yang bertugas memberi makan kuda membawa seember makanan kuda, berkata dengan nada tidak sabar.
Aaron Xiao melihat sekeliling, yang merupakan tempat yang tidak dikenalnya. Dia bertanya dengan bingung, "Menantu? Menantu apa? Di mana ini?"
Benar saja. Menantu yang orang ini sebutkan adalah orang yang bodoh dan biasa-biasa saja.
Pelayan tidak mengangkat pandangan matanya saat menjawab, bahkan nadanya sedikit lebih tinggi, "Di mana? Ini adalah Kediaman Keluarga Qin. Hari ini adalah malam pernikahanmu dengan Nona Keluarga Qin! Ini adalah rumahmu!"
Alis Aaron Xiao berkerut. Tampaknya berada di samping kotoran kuda tidak cocok dengan malam pernikahan. Namun, itulah yang terjadi.
Masih sedikit bingung, Aaron Xiao ingat bahwa dua jam sebelumnya, museum telah tutup dan dia telah pergi setelah memeriksa artefak dan mengunci pintu museum.
Seorang rekannya berkata bahwa hari itu adalah hari ulang tahun Aaron Xiao dan dia harus memesan tempat karaoke agar bisa merayakannya.
Dia seharusnya sedang merayakan ulang tahunnya saat ini.
Biasanya kru film sering datang ke museum untuk membuat film dokumenter. Apa dia secara tidak sengaja masuk ke dalam kru film hari ini?
Saat memikirkan hal itu, kenangan dalam benak Aaron Xiao terasa seperti dibuka, membanjirinya dengan masa lalu yang bukan bagian dari pengalamannya.
Ternyata tubuhnya ini bernama Zenov Xiao, seorang pria yang setia, jujur serta pekerja keras.
Keluarga Xiao berasal dari keluarga kaisar pendiri, yang telah membantu kaisar pendiri untuk membangun kekaisarannya. Namun sayangnya, pada saat itu, generasi Zenov Xiao telah jatuh ke dalam kehinaan.
Hari ini adalah hari pernikahannya dengan Nona Qin, yang telah terjalin perjanjian pernikahan dengannya sejak kecil.
Gambaran terakhir dalam benak Zenov Xiao adalah, Zenov Xiao disambut oleh kerumunan orang yang meneriakkan, "Bawa ke kamar pengantin!" Setelah itu, dia dipukuli hingga pingsan dengan tongkat di bagian belakang kepalanya.
Zenov Xiao adalah seorang pelajar yang terlalu lemah untuk menahan pukulan fatal di lehernya. Dia jatuh pingsan sebelum akhirnya meninggal di atas jerami di kandang.
Pada malam pernikahan, seorang manusia yang masih hidup dan bernapas tidak tersentuh.
Kemudian, Aaron Xiao yang datang ke zaman ini mengambil alih tubuh Zenov Xiao dan hidup kembali.
"Masuklah. Di sinilah kamu tidur." Pelayan, sang pemberi makan kuda, menunjuk dengan sangat acuh tak acuh ke dapur tua yang berada di sebelah kandang kuda.
"Di sini?" Mata Aaron Xiao terbelalak, merasa kalau Keluarga Qin sangat kejam!
Ini adalah dapur untuk para bawahan. Biasanya tuan rumah memiliki dapur kecil khusus. Ketika para bawahan ingin makan, mereka melakukannya di dapur tua ini.
Posisi Zenov Xiao di Keluarga Qin hampir sama dengan posisi seekor anjing peliharaan.
Aaron Xiao melihat anjing pengawas di depan pintu, dengan mulut lancip dan dahi datar. Anjing itu memiliki rambut berwarna cokelat dan telinga tegak. Tampaknya dinasti ini kurang lebih terkait dengan zaman kuno Lamusa, tetapi Aaron Xiao belum yakin dinasti apa itu.
"Menantu, tempat ini masih terlindung dari angin dan hujan. Sudah untung masih punya tempat untuk tidur."
Pelayan berdecak. Mata Aaron Xiao berubah beberapa derajat saat dia mendengarkan perkataannya.
"Tidurlah lebih awal. Kalau tidak, aku akan kelelahan karena harus melayanimu sepanjang malam."
Pelayan yang melihat Aaron Xiao melamun, menggelengkan kepalanya dan meletakkan ember di tangannya, lalu melangkah keluar. Seorang budak seperti dia bahkan tidak perlu tidur di dapur. Yang dipanggil menantu ini tidak memiliki tempat atau masa depan di Keluarga Qin dan tidak perlu memperlakukannya dengan hormat.
Jadi, Aaron Xiao ditinggalkan sendirian di dapur yang lusuh dan lembap.
Pada saat itu, seorang pria tinggi dan kekar berdiri di luar pintu. Dia terlihat enggan saat akan masuk. Namun, suaranya terdengar kuat dan bertenaga.
"Biarlah hari ini menjadi pelajaran bagimu! Jangan berpikir bahwa karena kamu adalah anggota Keluarga Qin, kamu menjadi bagian dari anggota Keluarga Qin! Jika kamu menyentuh adikku, aku akan mencincangmu dan melemparkan tulangmu untuk dimakan anjing!"
Aaron Xiao menoleh ke samping untuk melihat siapa orang yang bersikap sombong ini.
Ketika dia melihat dengan jelas, dia adalah Malek Qin.
Keluarga Qin adalah keluarga dengan memiliki banyak talenta berbakat, termasuk orang ini.
Malek Qin, seorang cucu tertua adalah seorang menteri peringkat keempat yang bertanggung jawab atas gerbang istana dan merupakan seorang perwira tinggi. Cucu kedua, Heera Qin, istri Zenov Xiao, memiliki paras cantik dan berbakat.
Keluarga Qin adalah keluarga jenderal yang setia dan pemberani, kecuali generasi cucunya
Orang tua dan kakek Heera Qin, Oman Qin, berada di garis depan perang melawan musuh, sehingga mereka tidak hadir di pernikahan yang dilangsungkan hari ini. Dalam pernikahan ini, hanya seorang nenek dari Keluarga Qin, yang bertanggung jawab.
Ancaman penuh kemarahan Malek Qin tidak dihiraukan oleh Aaron Xiao, "Saudaraku, aku seorang pria sejati dan tidak memiliki perasaan terhadap Nona Qin. Aku tidak akan memaksanya."
Perkataan entengnya ini membuat Malek Qin sangat tidak senang. Apa pria ini tidak senang karena sudah menikahi adik perempuannya?
Dia berteriak, "Jangan banyak bicara! Kamu beruntung bisa menjadi menantu Keluarga Qin. Kamu hanya orang miskin! Tidak perlu bersikap sok seperti itu!"
"Adikku adalah gadis paling berbakat di Kota Amura! Jika bukan karena pengorbanan kakekmu kepada negara, kamu tidak akan bisa menikah dan menjadi bagian dari Keluarga Qin!"
"Jika kakekku tidak menginginkanmu sebagai menantu di keluarga ini, apa kamu pikir kamu bisa menginjakkan kaki di Kediaman Keluarga Qin?"
Sikap Malek Qin membuat Aaron Xiao terlihat seperti anjing yang mengemis makanan. "Tapi karena kamu sudah menjadi menantu Keluarga Qin, Keluarga Qin selalu menjadi keluarga yang penuh kebajikan. Kalau kamu bersikap patuh, Keluarga Qin akan memberimu makan dan minum selama sisa hidupmu. Tapi, kalau kamu menginginkan lebih, tidak ada yang akan kamu dapatkan!"
"Tapi jika kamu bersikap tidak patuh, jika kamu berani melakukan sesuatu pada adikku, kepalamu akan terpisah dari tubuhmu!"
Heera Qin telah menjadi kesayangan Keluarga Qin sejak masih kecil. Ketika dia melihat Zenov Xiao, yang seorang pecundang, nada bicaranya bahkan lebih keras dan kasar. Tatapan tajam yang dia tunjukkan membuat Aaron Xiao merinding.
Aaron Xiao tidak ingin menimbulkan masalah. Dia tidak mengenal tempat ini dengan baik dan juga tidak tahu tentang pemilik tubuh asli ini, yang tampaknya berstatus rendah dan tidak disukai. Jadi, dia membungkuk dan mengatakan, "Tenang saja. Aku akan melakukan apa yang diperintahkan."
Kepengecutan Aaron Xiao membuat Malek Qin jijik, "Cih! Bisa apa seorang sarjana yang lemah!"
Dengan itu, Malek Qin menyingsingkan lengan bajunya dan melangkah pergi.
Bukan niat Aaron Xiao untuk menjadi menantu keluarga ini. Karena Zenov Xiao telah dibunuh oleh Keluarga Qin pada malam pernikahannya, tidak ada alasan baginya untuk tinggal di sini.
Zenov Xiao tidak memiliki kekuatan. Aaron Xiao harus membuat rencana serius untuk mengubah situasinya.
Aaron Xiao menggigil karena udara malam yang dingin. Meskipun pakaian yang dikenakan cukup mewah, tidak sehangat jaket bulu.
Bahkan pelayan, si pemberi makan kuda telah pergi, meninggalkan Aaron Xiao dan anjingnya di dapur.
Aaron Xiao menggelengkan kepalanya. Jika dia tidak datang ke zaman ini, dia pasti sedang minum dan bernyanyi di bar karaoke dan bersenang-senang sekarang.
Saat menatap bulan yang cerah di langit, dia teringat puisi yang sangat sesuai untuk situasi saat ini dan melafalkan, "Selamat datang malam. Cahaya bulan menerpa tempat tidur. Aku di sini, biarkan membeku karena duka. Sebab hari, terus beranjak dan menoreh luka."
"Guk ... guk ...." Anjing kuning kecil itu mengangkat kepalanya dan menatapnya dengan tatapan kosong, mengubah posisinya dan kembali tidur.
Di bawah sinar bulan, seorang wanita langsing bersembunyi di balik pohon akasia tidak jauh dari situ. Mendengar puisi Aaron Xiao, dia gemetar, dimabukkan oleh keindahannya yang tenang.
Puisi itu sederhana, tetapi sangat tenang. Baris-barisnya sederhana, tetapi berirama, sangat cocok dengan situasi saat ini.
Dia ragu-ragu sejenak, ingin melangkah maju, tetapi setelah merenung sejenak, dia berbalik dan bergegas pergi, menyisakan aroma rumput yang samar-samar di udara.
Setelah merasakan angin dingin menerpa, persepsi Aaron Xiao tentang dunia yang sekarang dia tinggali berangsur-angsur menjadi lebih jelas.
Ini adalah Dinasti Naemu, yang memiliki banyak kesamaan dengan budaya kuno Lamusa, tetapi bukan dinasti yang ada dalam sejarah.
Aaron Xiao telah bekerja di museum selama bertahun-tahun dan mengambil jurusan sejarah di ketika kuliah. Jadi, dia tahu tentang dinasti-dinasti tersebut.
Namun, Dinasti Naemu adalah sebuah dinasti yang belum pernah dia dengar dan jauh lebih tidak makmur daripada zaman kuno Lamusa. Dinasti ini masih memiliki banyak hal yang harus diperbaiki.
"Di kehidupanku sebelumnya, pemahaman yang aku ketahui di abad 21 sama sekali tidak berguna. Aku hanya bekerja sebagai penjaga museum dari jam 9 sampai jam 5 sore!"
"Dalam kehidupan ini, karena aku terlahir kembali di zaman kuno, aku tidak bisa menjadi orang biasa lagi!"
Aaron Xiao mengepalkan tinjunya, merasakan getaran dalam hatinya.
Pria yang datang ke zaman kuno ini seharusnya tak tertandingi di dunia! Sekarang adalah kesempatannya!
Aaron Xiao telah bersumpah di dalam hatinya bahwa dia akan membuat pencapaian yang besar!
👇👇👇
✅Jika Anda igin tahu lebih banyak konten mrik dari novel ini, unduh #Novelbagus dan cari 👉"Karir Menantu Pria di Masa Kekaisaran"" 👈untuk melanjutkan membaca.
---------------------
Bab 1 Kedatangan Pertama
Bulan yang terang membubung tinggi di langit malam.
Di dekat kandang kuda dengan aroma menyengat, Aaron Xiao terbangun di tumpukan jerami.
Ketika dia membuka matanya, bau kotoran hampir membuatnya pingsan.
Malam itu sangat cerah, warna bulan yang menerpa bersinar terang dan masuk dalam bidang penglihatannya.
Dia melihat ke bawah dan warna merah dari pakaian mewah yang dia kenakan mulai terlihat. Ini adalah pakaian mewah berwarna merah yang sama dengan gaun pengantin kuno.
Aaron Xiao adalah seorang penjaga museum yang mengetahui semua tentang puisi kuno, lagu kuno, pakaian, makanan, perumahan dan kerajinan tangan yang ada di zaman kuno. Sekilas, pakaian itu adalah pakaian bordir yang telah lama hilang di zaman modern.
Pakaian ini tidak akan bisa dibeli dengan harga kurang dari 10 miliar di zaman modern ini.
"Bisa pindah dulu ke samping? Kalau mau tidur, setidaknya jangan menghalangi pekerjaanku, menantu." Pada saat itu, pelayan yang bertugas memberi makan kuda membawa seember makanan kuda, berkata dengan nada tidak sabar.
Aaron Xiao melihat sekeliling, yang merupakan tempat yang tidak dikenalnya. Dia bertanya dengan bingung, "Menantu? Menantu apa? Di mana ini?"
Benar saja. Menantu yang orang ini sebutkan adalah orang yang bodoh dan biasa-biasa saja.
Pelayan tidak mengangkat pandangan matanya saat menjawab, bahkan nadanya sedikit lebih tinggi, "Di mana? Ini adalah Kediaman Keluarga Qin. Hari ini adalah malam pernikahanmu dengan Nona Keluarga Qin! Ini adalah rumahmu!"
Alis Aaron Xiao berkerut. Tampaknya berada di samping kotoran kuda tidak cocok dengan malam pernikahan. Namun, itulah yang terjadi.
Masih sedikit bingung, Aaron Xiao ingat bahwa dua jam sebelumnya, museum telah tutup dan dia telah pergi setelah memeriksa artefak dan mengunci pintu museum.
Seorang rekannya berkata bahwa hari itu adalah hari ulang tahun Aaron Xiao dan dia harus memesan tempat karaoke agar bisa merayakannya.
Dia seharusnya sedang merayakan ulang tahunnya saat ini.
Biasanya kru film sering datang ke museum untuk membuat film dokumenter. Apa dia secara tidak sengaja masuk ke dalam kru film hari ini?
Saat memikirkan hal itu, kenangan dalam benak Aaron Xiao terasa seperti dibuka, membanjirinya dengan masa lalu yang bukan bagian dari pengalamannya.
Ternyata tubuhnya ini bernama Zenov Xiao, seorang pria yang setia, jujur serta pekerja keras.
Keluarga Xiao berasal dari keluarga kaisar pendiri, yang telah membantu kaisar pendiri untuk membangun kekaisarannya. Namun sayangnya, pada saat itu, generasi Zenov Xiao telah jatuh ke dalam kehinaan.
Hari ini adalah hari pernikahannya dengan Nona Qin, yang telah terjalin perjanjian pernikahan dengannya sejak kecil.
Gambaran terakhir dalam benak Zenov Xiao adalah, Zenov Xiao disambut oleh kerumunan orang yang meneriakkan, "Bawa ke kamar pengantin!" Setelah itu, dia dipukuli hingga pingsan dengan tongkat di bagian belakang kepalanya.
Zenov Xiao adalah seorang pelajar yang terlalu lemah untuk menahan pukulan fatal di lehernya. Dia jatuh pingsan sebelum akhirnya meninggal di atas jerami di kandang.
Pada malam pernikahan, seorang manusia yang masih hidup dan bernapas tidak tersentuh.
Kemudian, Aaron Xiao yang datang ke zaman ini mengambil alih tubuh Zenov Xiao dan hidup kembali.
"Masuklah. Di sinilah kamu tidur." Pelayan, sang pemberi makan kuda, menunjuk dengan sangat acuh tak acuh ke dapur tua yang berada di sebelah kandang kuda.
"Di sini?" Mata Aaron Xiao terbelalak, merasa kalau Keluarga Qin sangat kejam!
Ini adalah dapur untuk para bawahan. Biasanya tuan rumah memiliki dapur kecil khusus. Ketika para bawahan ingin makan, mereka melakukannya di dapur tua ini.
Posisi Zenov Xiao di Keluarga Qin hampir sama dengan posisi seekor anjing peliharaan.
Aaron Xiao melihat anjing pengawas di depan pintu, dengan mulut lancip dan dahi datar. Anjing itu memiliki rambut berwarna cokelat dan telinga tegak. Tampaknya dinasti ini kurang lebih terkait dengan zaman kuno Lamusa, tetapi Aaron Xiao belum yakin dinasti apa itu.
"Menantu, tempat ini masih terlindung dari angin dan hujan. Sudah untung masih punya tempat untuk tidur."
Pelayan berdecak. Mata Aaron Xiao berubah beberapa derajat saat dia mendengarkan perkataannya.
"Tidurlah lebih awal. Kalau tidak, aku akan kelelahan karena harus melayanimu sepanjang malam."
Pelayan yang melihat Aaron Xiao melamun, menggelengkan kepalanya dan meletakkan ember di tangannya, lalu melangkah keluar. Seorang budak seperti dia bahkan tidak perlu tidur di dapur. Yang dipanggil menantu ini tidak memiliki tempat atau masa depan di Keluarga Qin dan tidak perlu memperlakukannya dengan hormat.
Jadi, Aaron Xiao ditinggalkan sendirian di dapur yang lusuh dan lembap.
Pada saat itu, seorang pria tinggi dan kekar berdiri di luar pintu. Dia terlihat enggan saat akan masuk. Namun, suaranya terdengar kuat dan bertenaga.
"Biarlah hari ini menjadi pelajaran bagimu! Jangan berpikir bahwa karena kamu adalah anggota Keluarga Qin, kamu menjadi bagian dari anggota Keluarga Qin! Jika kamu menyentuh adikku, aku akan mencincangmu dan melemparkan tulangmu untuk dimakan anjing!"
Aaron Xiao menoleh ke samping untuk melihat siapa orang yang bersikap sombong ini.
Ketika dia melihat dengan jelas, dia adalah Malek Qin.
Keluarga Qin adalah keluarga dengan memiliki banyak talenta berbakat, termasuk orang ini.
Malek Qin, seorang cucu tertua adalah seorang menteri peringkat keempat yang bertanggung jawab atas gerbang istana dan merupakan seorang perwira tinggi. Cucu kedua, Heera Qin, istri Zenov Xiao, memiliki paras cantik dan berbakat.
Keluarga Qin adalah keluarga jenderal yang setia dan pemberani, kecuali generasi cucunya
Orang tua dan kakek Heera Qin, Oman Qin, berada di garis depan perang melawan musuh, sehingga mereka tidak hadir di pernikahan yang dilangsungkan hari ini. Dalam pernikahan ini, hanya seorang nenek dari Keluarga Qin, yang bertanggung jawab.
Ancaman penuh kemarahan Malek Qin tidak dihiraukan oleh Aaron Xiao, "Saudaraku, aku seorang pria sejati dan tidak memiliki perasaan terhadap Nona Qin. Aku tidak akan memaksanya."
Perkataan entengnya ini membuat Malek Qin sangat tidak senang. Apa pria ini tidak senang karena sudah menikahi adik perempuannya?
Dia berteriak, "Jangan banyak bicara! Kamu beruntung bisa menjadi menantu Keluarga Qin. Kamu hanya orang miskin! Tidak perlu bersikap sok seperti itu!"
"Adikku adalah gadis paling berbakat di Kota Amura! Jika bukan karena pengorbanan kakekmu kepada negara, kamu tidak akan bisa menikah dan menjadi bagian dari Keluarga Qin!"
"Jika kakekku tidak menginginkanmu sebagai menantu di keluarga ini, apa kamu pikir kamu bisa menginjakkan kaki di Kediaman Keluarga Qin?"
Sikap Malek Qin membuat Aaron Xiao terlihat seperti anjing yang mengemis makanan. "Tapi karena kamu sudah menjadi menantu Keluarga Qin, Keluarga Qin selalu menjadi keluarga yang penuh kebajikan. Kalau kamu bersikap patuh, Keluarga Qin akan memberimu makan dan minum selama sisa hidupmu. Tapi, kalau kamu menginginkan lebih, tidak ada yang akan kamu dapatkan!"
"Tapi jika kamu bersikap tidak patuh, jika kamu berani melakukan sesuatu pada adikku, kepalamu akan terpisah dari tubuhmu!"
Heera Qin telah menjadi kesayangan Keluarga Qin sejak masih kecil. Ketika dia melihat Zenov Xiao, yang seorang pecundang, nada bicaranya bahkan lebih keras dan kasar. Tatapan tajam yang dia tunjukkan membuat Aaron Xiao merinding.
Aaron Xiao tidak ingin menimbulkan masalah. Dia tidak mengenal tempat ini dengan baik dan juga tidak tahu tentang pemilik tubuh asli ini, yang tampaknya berstatus rendah dan tidak disukai. Jadi, dia membungkuk dan mengatakan, "Tenang saja. Aku akan melakukan apa yang diperintahkan."
Kepengecutan Aaron Xiao membuat Malek Qin jijik, "Cih! Bisa apa seorang sarjana yang lemah!"
Dengan itu, Malek Qin menyingsingkan lengan bajunya dan melangkah pergi.
Bukan niat Aaron Xiao untuk menjadi menantu keluarga ini. Karena Zenov Xiao telah dibunuh oleh Keluarga Qin pada malam pernikahannya, tidak ada alasan baginya untuk tinggal di sini.
Zenov Xiao tidak memiliki kekuatan. Aaron Xiao harus membuat rencana serius untuk mengubah situasinya.
Aaron Xiao menggigil karena udara malam yang dingin. Meskipun pakaian yang dikenakan cukup mewah, tidak sehangat jaket bulu.
Bahkan pelayan, si pemberi makan kuda telah pergi, meninggalkan Aaron Xiao dan anjingnya di dapur.
Aaron Xiao menggelengkan kepalanya. Jika dia tidak datang ke zaman ini, dia pasti sedang minum dan bernyanyi di bar karaoke dan bersenang-senang sekarang.
Saat menatap bulan yang cerah di langit, dia teringat puisi yang sangat sesuai untuk situasi saat ini dan melafalkan, "Selamat datang malam. Cahaya bulan menerpa tempat tidur. Aku di sini, biarkan membeku karena duka. Sebab hari, terus beranjak dan menoreh luka."
"Guk ... guk ...." Anjing kuning kecil itu mengangkat kepalanya dan menatapnya dengan tatapan kosong, mengubah posisinya dan kembali tidur.
Di bawah sinar bulan, seorang wanita langsing bersembunyi di balik pohon akasia tidak jauh dari situ. Mendengar puisi Aaron Xiao, dia gemetar, dimabukkan oleh keindahannya yang tenang.
Puisi itu sederhana, tetapi sangat tenang. Baris-barisnya sederhana, tetapi berirama, sangat cocok dengan situasi saat ini.
Dia ragu-ragu sejenak, ingin melangkah maju, tetapi setelah merenung sejenak, dia berbalik dan bergegas pergi, menyisakan aroma rumput yang samar-samar di udara.
Setelah merasakan angin dingin menerpa, persepsi Aaron Xiao tentang dunia yang sekarang dia tinggali berangsur-angsur menjadi lebih jelas.
Ini adalah Dinasti Naemu, yang memiliki banyak kesamaan dengan budaya kuno Lamusa, tetapi bukan dinasti yang ada dalam sejarah.
Aaron Xiao telah bekerja di museum selama bertahun-tahun dan mengambil jurusan sejarah di ketika kuliah. Jadi, dia tahu tentang dinasti-dinasti tersebut.
Namun, Dinasti Naemu adalah sebuah dinasti yang belum pernah dia dengar dan jauh lebih tidak makmur daripada zaman kuno Lamusa. Dinasti ini masih memiliki banyak hal yang harus diperbaiki.
"Di kehidupanku sebelumnya, pemahaman yang aku ketahui di abad 21 sama sekali tidak berguna. Aku hanya bekerja sebagai penjaga museum dari jam 9 sampai jam 5 sore!"
"Dalam kehidupan ini, karena aku terlahir kembali di zaman kuno, aku tidak bisa menjadi orang biasa lagi!"
Aaron Xiao mengepalkan tinjunya, merasakan getaran dalam hatinya.
Pria yang datang ke zaman kuno ini seharusnya tak tertandingi di dunia! Sekarang adalah kesempatannya!
Aaron Xiao telah bersumpah di dalam hatinya bahwa dia akan membuat pencapaian yang besar!
👇👇👇
✅Jika Anda igin tahu lebih banyak konten mrik dari novel ini, unduh #Novelbagus dan cari 👉"Karir Menantu Pria di Masa Kekaisaran"" 👈untuk melanjutkan membaca.

Oct 24, 2023 - Oct 24, 2023
Pangeran dingin memaksanya menjadi selirnya pada malam pertama mereka. Apakah dia ingin merendahkan diriku? Baiklah, satu jarum akan mengirimnya ke neraka!
Pangeran mengancamnya, "Jika kamu ingin aku tidak menceraikanmu, kamu harus patuh."
Dia tersenyum, 'Pangeran, aku sudah meminta izin dari Kaisar untuk bercerai dan telah menemukan ayah yang baik bagi anakku. Jadi, jangan khawatir.'
Melihat bagaimana wanita yang dulunya dianggap jelek ini berubah menjadi seorang dokter jenius yang cantik dan mencuri perhatian dunia.
Negara Chu, Kediaman Pangeran Li.
"Dasar jalang! Kamu jelas-jelas tahu aku akan menikahi Rou'er besok, tapi beraninya kamu meracuniku?"
Usai pria berpakaian mewah itu memaki dengan kesal, dia memelototi wanita yang berbaring di ranjang dengan sorot mata penuh amarah. Kemudian, dia merobek pakaian wanita itu dan menindihnya.
Melihat gerakan si pria, air mata pun mengalir tanpa suara dari mata Yun Ruoyue.
Yun Ruoyue sudah menikah dengannya selama setengah tahun, tetapi di dalam hati pria itu ada bayangan Nangong Rou. Alasan suaminya tidak pernah menyentuhnya adalah karena parasnya yang jelek dan juga kebencian terhadap orang tua Yun Ruoyue.
"Ahh!" Rasa sakit yang luar biasa melanda Yun Ruoyue dan membuatnya berkeringat dingin. Dia menggigit bibirnya untuk menahan rasa sakit sembari menatap wajah sosok di atasnya yang penuh dengan kebencian dan kekejaman. Hati Yun Ruoyue terasa sakit seperti disayat pisau.
Dibandingkan dengan kebencian yang suaminya rasakan, rasa sakit di tubuh Yun Ruoyue bukanlah apa-apa.
Chu Xuanchen memelototi Yun Ruoyue dengan dingin. "Demi mendapatkanku, kamu bahkan sengaja meracuniku. Oke, hari ini aku akan memenuhi keinginanmu! Tapi, aku benar-benar tak sanggup melihat wajahmu karena sungguh menjijikkan!"
Usai mengatakan itu, Chu Xuanchen langsung meraih tirai di ranjang untuk menutupi wajah Yun Ruoyue.
Perkataan ini sangat menyakiti hati Yun Ruoyue.
Dia meraba wajahnya sendiri secara perlahan. Ada bekas luka sebesar telapak tangan di pipi kanannya, yang selalu membuat Yun Ruoyue tidak percaya diri.
Orang-orang menyebutnya wanita jelek, tetapi dia memiliki hati yang mendambakan cinta.
Ayahnya tahu bahwa dia sudah menyukai Pangeran Li, Chu Xuanchen, sejak masih kecil. Itu sebabnya, ayah Yun Ruoyue memanfaatkan hubungannya dengan kaisar untuk menjodohkan Yun Ruoyue dengan Chu Xuanchen.
Akan tetapi, Chu Xuanchen tidak menyukainya.
Saat ini, gerakan pria itu tiba-tiba menjadi makin kasar. Chu Xuanchen menyiksanya dengan kejam. Matanya yang tajam dan berwarna hitam itu memandang Yun Ruoyue dengan penuh niat membunuh. "Yun Ruoyue, dasar wanita yang licik! Kamu jelas-jelas tahu aku menyukai Rou'er, tapi malah membuat jebakan agar aku menikahimu. Setelah tahu bahwa aku akan menikahi Rou'er besok, kamu malah menjebakku agar menidurimu. Kalau bukan karena racunmu, dengan wajahmu yang seperti ini, siapa yang berani menyentuhmu? Aku bahkan lebih memilih untuk menyentuh pelacur di luar sana daripada menyentuhmu!"
Yun Ruoyue menatap Chu Xuanchen. Dia menahan diri untuk menghadapi sindiran kejam dari pria itu, lalu mencibir dengan sedih, "Di dalam hatimu, aku bahkan lebih rendah dari pelacur di luar sana, ya?"
"Tidak. Di dalam hatiku, kamu bahkan lebih rendah dari anjing!"
....
Setelah sekian lama, Chu Xuanchen akhirnya selesai memuaskan hasratnya melalui tubuh Yun Ruoyue, lalu buru-buru bangun.
Dia segera mengenakan pakaiannya dan sama sekali tidak memedulikan wanita yang tergeletak di ranjang dengan penuh luka lebam dan sekarat itu.
Setelah efek racunnya menghilang, wanita ini tidak ada gunanya lagi bagi Chu Xuanchen.
Kemudian, dia memandang wanita yang tergeletak di ranjang itu dengan dingin dan pergi tanpa berbelaskasihan. Dia memerintahkan dayang, "Siapkan air, aku mau mandi. Aku tidak ingin tubuhku kotor karena wanita ini!"
Mendengar kata-kata yang menusuk hati itu, tubuh Yun Ruoyue tiba-tiba bergetar hebat. Hatinya benar-benar sangat terluka.
Perkataan Chu Xuanchen bagaikan pisau yang terus menyayat hatinya dengan kejam. Kini, Yun Ruoyue baru menyadari bahwa pria itu ternyata sangat membencinya.
Setelah merasa diabaikan oleh Chu Xuanchen sebelumnya, Yun Ruoyue masih menyimpan harapan pada pria itu. Dia merasa bahwa selama dia bersikap baik pada Chu Xuanchen, suatu hari nanti, dia pasti akan memahami perasaannya. Dia tidak menyangka bahwa Chu Xuanchen ternyata seperti pria lainnya. Dia membenci Yun Ruoyue hanya karena parasnya yang jelek.
Yun Ruoyue tidak menyangka bahwa dia ternyata begitu hina di hatinya.
Saat melihat darah di ranjang dan tubuh bagian bawahnya, melihat tubuhnya yang rusak, lalu teringat dengan kebencian dan penghinaan Chu Xuanchen terhadapnya, Yun Ruoyue tiba-tiba merasa kehilangan harapan. Dia mengenakan jubah dengan gemetar, lalu berjalan tanpa alas kaki di malam musim dingin.
Tidak jauh dari Paviliun Feiyue, ada sebuah danau.
Larut malam, angin bertiup kencang dan air danau terasa menusuk.
Setelah terdengar suara benda jatuh ke dalam air, seseorang pun berteriak, "Gawat, Permaisuri melompat ke dalam danau!"
Di samping danau, sekelompok pelayan kediaman pangeran berdiri berjajar. Mereka semua menatap dingin ke arah permaisuri yang tergeletak di tepi danau.
Saat ini, hanya ada seorang dayang di samping permaisuri yang menangis.
"Permaisuri, tolong jangan mati. Kalau Anda mati, bagaimana dengan hamba?" Feng'er menangis dengan sedih.
Di sampingnya, Pengasuh Zhang memelototinya dengan dingin. "Kenapa kamu menangis? Benar-benar sial! Kenapa dia tidak mati di tempat lain saja? Bisa-bisanya mati di kediaman pangeran. Pangeran sudah mengatakan, jangan membiarkan mayat wanita ini mengotori tanah kediaman pangeran. Karena tabib sudah memeriksanya dan memastikan kematiannya, langsung bawa dia keluar dan kubur saja!"
"Jangan seperti itu, Pengasuh. Jangan memperlakukan Nona kami seperti itu. Bagaimanapun, dia adalah putri perdana menteri ...."
Saat suasananya menjadi kacau, tidak ada yang menyadari bahwa orang yang awalnya sudah meninggal itu tiba-tiba membuka matanya perlahan.
Ketika Yun Ruoxue membuka matanya, dia bisa melihat sekeliling dengan jelas. Pada saat itu, malam hari tampak gelap dan angin bertiup kencang. Banyak wanita berpakaian tradisional berdiri di depannya sambil menunjuk-nunjuk ke arah "mayatnya".
Seketika, embusan angin dingin bertiup dan Yun Ruoxue sontak menggigil kedinginan.
Dia mengingat bahwa awalnya dia adalah seorang dokter bedah terkemuka di abad ke-21. Di usianya yang baru 30 tahun, dia dipuji sebagai ilmuwan medis yang genius karena telah menyembuhkan banyak penyakit sulit dan rumit bagi para kepala negara. Namun, dia akhirnya malah mati ditabrak oleh seorang pengemudi mabuk dalam perjalanan pulang ke rumah.
Kemudian, rohnya pun melintasi waktu dan tiba di sini, serta memasuki tubuh wanita ini.
Astaga, apabila orang-orang di zaman modern tahu bahwa dia, seorang dokter top yang menyembuhkan penyakit dan menyelamatkan nyawa banyak orang, bisa-bisanya mati di tangan pemabuk, lantas akan seberapa besar kebencian mereka terhadap si pemabuk yang menabraknya hingga mati itu?
Pada saat yang sama, kenangan asing muncul di pikirannya. Semua itu adalah kenangan milik pemilik tubuh ini.
Ternyata, pemilik tubuh ini bernama Yun Ruoyue. Bisa-bisanya dia memiliki nama yang sama dengannya. Bukankah ini semacam takdir khusus?
Yun Ruoyue, si pemilik tubuh asli, adalah putri dari Perdana Menteri Yun Qing. Sejak kecil, dia sangat disayangi oleh Keluarga Yun dan dirawat dengan baik.
Awalnya, dia berparas sangat cantik dan menarik. Namun, ketika Yun Ruoyue berusia sepuluh tahun, dia secara misterius terkena racun yang menyebabkan sekujur tubuhnya menjadi berwarna hitam.
Saat itu, Yun Ruoyue hampir meninggal dunia. Ayahnya bersusah payah untuk meminta seseorang menyembuhkannya. Meskipun nyawanya tertolong, tetapi racun di sisi kanan wajahnya terlalu dalam sehingga tidak bisa dihilangkan. Pada akhirnya, itu meninggalkan bekas luka yang sangat jelek di sana.
Sejak saat itu, Yun Ruoyue menjadi sangat tidak percaya diri.
Parasnya menjadi sangat jelek. Anak-anak dari keluarga bangsawan meremehkannya, menindasnya, dan mendiskriminasinya. Kala itu, ketika Yun Ruoyue diserang oleh sekelompok anak bangsawan di tepi danau, Chu Xuanchen tiba-tiba muncul dan melindunginya.
Pria itu mengusir para anak bangsawan dan memberinya selendang untuk menutupi wajahnya. Chu Xuanchen memberinya banyak kehangatan.
Sejak saat itu, dia sudah jatuh cinta kepada Chu Xuanchen.
Dia tahu, dia adalah wanita yang jelek dan sama sekali tidak pantas untuk Chu Xuanchen. Itu sebabnya, dia menyembunyikan perasaan cintanya dalam hati dan tidak pernah berharap untuk menikahi Chu Xuanchen.
Akan tetapi, ayahnya mengetahui hal tersebut. Demi kebahagiaan putrinya, dia pun memohon kepada kaisar dengan memanfaatkan hubungan mereka agar putrinya bisa dinikahkan dengan Chu Xuanchen.
Mimpinya untuk menikahi Chu Xuanchen bisa dianggap terkabulkan. Sayangnya, setelah menikah selama setengah tahun, pemilik gelar Pangeran Li itu bahkan enggan melihatnya sama sekali.
Bukan hanya tidak pernah melihatnya, dia bahkan akan menikahi selir baru. Kehidupan pemilik tubuh ini benar-benar suram.
Ketika dia sedang memilah informasi dalam benaknya, Yun Ruoyue tiba-tiba menyadari ada seorang pelayan yang datang menyeretnya. Di sampingnya, terdengar suara omelan wanita dan tangisan Feng'er.
"Cepat, seret keluar pembawa sial ini. Kalau tertunda terlalu lama, bagaimana kalau mayatnya berubah?" ucap Pengasuh Zhang.
"Hentikan!" Melihat ada orang yang ingin mendekatinya, Yun Ruoyue tiba-tiba berteriak dengan susah payah!
"Ahh! Mayatnya berubah, permaisuri sudah berubah menjadi hantu jahat!" Semua orang berteriak dan berpencar ke samping. Hanya Feng'er yang tidak pergi dan masih berada di sisi Yun Ruoyue.
"Kenapa berisik sekali? Kamu yang berubah! Apa kalian tidak pernah melihat orang hidup?" Yun Ruoyue berkata dengan nada dingin, lalu berkata kepada Feng'er, "Tolong bantu aku berdiri."
Dia baru saja diselamatkan dari dalam danau, ditambah dengan penyiksaan Chu Xuanchen belum lama yang lalu, kini kondisi tubuh Yun Ruoyue sangat lemah. Dia bahkan tidak punya kekuatan untuk berjalan.
Kini, dia hanya tahu bahwa pemilik tubuh ini adalah seorang permaisuri. Dia seharusnya memiliki keagungan seorang permaisuri dan bisa mengintimidasi orang-orang ini.
"Permaisuri, Anda sudah bangun?" Pengasuh Zhang menatap Yun Ruoyue dengan tidak percaya.
Barusan, tabib jelas-jelas menyatakan bahwa permaisuri sudah meninggal. Bagaimana bisa dia hidup kembali?
Melihat ekspresi permaisuri, wanita itu sepertinya bukan berubah, melainkan benar-benar hidup kembali.
Mungkinkah tabib barusan membuat diagnosis yang salah?
"Kenapa? Kamu sangat kecewa karena aku bangun lagi?" Yun Ruoyue menatap Pengasuh Zhang dengan dingin.
Di dalam kediaman pangeran, biasanya Pengasuh Zhang adalah orang yang paling menindas Yun Ruoyue dan Feng'er.
Namun, orang-orang ini tidak akan berani menindasnya tanpa dukungan Pangeran Li.
Ketika tidak mendapatkan kasih sayang dan menjadi lemah, dia akan menjadi sasaran intimidasi dari semua orang di kediaman pangeran ini.
Akan tetapi, Yun Ruoyue sudah mengambil alih tubuh ini, jadi dia tidak akan membiarkan orang-orang itu menindasnya lagi!
Dia akan memegang kendali atas hidupnya sendiri. Jika ada yang berani menindasnya lagi, maka jangan salahkan Yun Ruoyue yang kejam!
Biasanya, Pengasuh Zhang tidak takut dengan permaisuri. Akan tetapi, di momen ini, dia sepertinya bisa melihat niat membunuh dingin dari tatapan permaisuri. Dia sangat ketakutan hingga giginya bergemeletuk. Kemudian, dia berbisik,"Hamba tidak berani. Hamba akan melaporkannya kepada Pangeran sekarang."
Di hadapan banyak orang, Pengasuh Zhang menahan kekejamannya. Bagaimanapun, Yun Ruoyue belum meninggal. Dia masih adalah permaisuri di kediaman pangeran, juga putri dari perdana menteri.
Apabila Yun Ruoyue ingin menargetkannya, dia tidak akan bisa kabur.
Akan tetapi, dia juga memiliki pendukung, yaitu Pangeran Li.
Dia akan melepaskan Yun Ruoyue untuk sementara dan pergi mencari Pangeran Li dahulu. Dengan adanya Pangeran Li, bagaimana mungkin wanita itu berani berlagak seperti permaisuri.
....
Paviliun Feiyue.
Feng'er memapah Yun Ruoyue ke dalam kamar. Kemudian, dia menyiapkan air panas agar Yun Ruoyue bisa mandi.
Rasa sakit yang menyiksa di bagian bawah tubuhnya mengingatkan Yun Ruoyue bahwa dia telah dianiaya hari ini.
Pria itu benar-benar kejam. Bisa-bisanya dia menyiksa permaisurinya sendiri.
Yun Ruoyue duduk di bak mandi dan meminta Feng'er membantunya mengambil cermin. Dia ingin melihat betapa jeleknya pemilik asli tubuh ini hingga Chu Xuanchen bahkan meraih tirai ranjang ketika berhubungan intim dengannya.
Momen ketika dia becermin, Yun Ruoyue hampir saja muntah.
Parasnya benar-benar sangat jelek. Wajah kanannya dipenuhi dengan bekas luka zig-zag, yang terlihat seperti tumor dan racun. Pantas saja Chu Xuanchen sangat membencinya.
Jika ini di zaman modern, Yun Ruoyue memiliki satu laboratorium biosains dengan berbagai obat-obatan khusus. Wanita itu akan bisa dengan mudahnya menyembuhkan wajah ini. Akan tetapi, kini dia berada di zaman kuno.
Tanpa ruang operasi, Yun Ruoyue yang adalah seorang dokter itu bagaikan pianis tanpa tangan.
....
Air panas membuat tubuhnya sangat nyaman. Lantaran Yun Ruoyue sedikit lelah, dia pun meletakkan cermin di sampingnya, lalu menyandarkan tangannya ke bak mandi dan perlahan tertidur.
Dalam tidurnya, di kedalaman kesadarannya, laboratorium Yun Ruoyue tiba-tiba muncul.
Dia melihat banyak obat-obatan dan peralatan medis yang pernah digunakannya sebelumnya, termasuk ruang operasi steril, komputer, ventilator, oksimeter, CT, stetoskop, mesin MRI, dan banyak lagi.
Sebagai seorang dokter, dia sangat senang ketika melihat peralatan yang familier ini.
Namun, dia tahu bahwa ini hanya sebuah mimpi. Dia terlalu merindukan pisau bedahnya sehingga bermimpi seperti ini.
Tiba-tiba, di dalam barisan lemari obat, Yun Ruoyue melihat ada sebotol "proantosianidin". Ketika melihat obat itu, matanya sontak melebar.
Ini adalah produk hasil risetnya sendiri. Obat ini dapat digunakan untuk mengobati kerusakan sel kulit, menghilangkan racun, bisul, dan benjolan. Obat ini diekstrak dari biji anggur dan bahan-bahan lainnya, yang sebetulnya cocok untuk mengatasi racun yang ada di wajah pemilik tubuh ini.
Dengan mata berbinar-binar, Yun Ruoyue pun meraih botol "proantosianidin" tersebut.
Dia mengambil beberapa botol obat antiradang dan beberapa lembar kasa. Kemudian, Yun Ruoyue pun tersadar kembali.
"Permaisuri, apakah Anda tertidur? Airnya sudah dingin. Hamba akan menambahkan sedikit air panas agar Anda tidak kedinginan."
Saat ini, suara Feng'er terdengar di telinga Yun Ruoyue.
Dia sangat terkejut sehingga tiba-tiba membuka matanya dan melihat Feng'er membawa sebuah ember. Feng'er sedang menuangkan air panas ke dalam bak mandinya.
Ketika melihat ke tangannya, dia menemukan bahwa dirinya sedang memegang obat yang dia ambil dalam mimpinya.
Yun Ruoyue sontak terkejut. Apa yang terjadi?
Dia menatap obat di tangannya dengan tidak percaya. Napasnya tersendat, seluruh tubuhnya tegang, dan bahkan bulu kuduknya berdiri.
Saat menggerakkan pikirannya barusan, dia bisa mengeluarkan barang-barang dari dalam laboratorium. Mungkinkah, laboratoriumnya juga melakukan perjalanan waktu bersamanya dan masih berada di ruang kesadarannya?
Itu artinya, kini dia memiliki sistem dari ruang medisnya yang sebelumnya. Bukankah hal ini terlalu aneh?
Banyak hal di dunia ini yang menakjubkan, bahkan jiwanya pun dapat melakukan perjalanan melalui waktu. Seharusnya bukan hal aneh jika sistem medisnya juga ikut melintasi waktu dan datang kemari.
Memikirkan hal itu, sosok Yun Ruoyue gemetar karena gembira. Dia tampak sangat bersemangat.
DIa berkata kepada Feng'er, "Aku tidak mau mandi lagi. Kamu keluar dulu, aku akan memakai baju sendiri."
"Permaisuri, apakah Anda tidak membutuhkan bantuan hamba untuk mengenakan baju?" tanya Feng'er.
"Tidak usah, aku suka melakukannya sendiri."
Feng'er tertegun sejenak. Kenapa dia merasa bahwa kepribadian permaisuri telah berubah semenjak tersadar kembali? Yun Ruoyue menjadi berbeda dari sebelumnya.
....
Setelah Feng'er keluar, Yun Ruoyue berdiri dengan tubuh lelahnya. Tubuhnya masih sangat lemah dan dia terkena flu karena melompat ke danau. Itu sebabnya, sekarang dia takut terhadap dingin. Seluruh tubuhnya menggigil, bahkan sudah demam tinggi.
Pakaian orang zaman dahulu sangat ribet. Tanpa bantuan orang lain, memang sangat sulit untuk mengenakannya. Setelah bersusah payah mengenakannya, Yun Ruoyue buru-buru duduk di depan cermin rias dan meletakkan obat-obatan yang diambilnya dari sistem medis.
Dia melihat ke sisi kanan wajahnya dan menemukan bahwa racun di dalamnya tersimpan sangat dalam. Diperlukan upaya khusus untuk melakukan detoksifikasi terhadap racun tersebut.
Yun Ruoyue membersihkan wajahnya terlebih dahulu, lalu mengoleskan obat antiradang ke seluruh wajahnya. Setelah itu, dia pun mengoleskan proantosianidin ke wajahnya. Pada akhirnya, Yun Ruoyue menempelkan kain kasa di wajahnya. Apabila ada darah beracun yang keluar, kain kasa itu akan bisa menyerapnya.
Proantosianidin ini dikembangkan khusus oleh Yun Ruoye sehingga berbeda dengan biasanya. Hanya dibutuhkan waktu satu malam untuk menyembuhkan wajahnya. Dia sangat menantikan seperti apa wajah ini besok pagi.
Pada saat ini, suara ketakutan Feng'er terdengar dari luar. "Pangeran, permaisuri sedang mandi. Anda tidak boleh masuk."
Feng'er takut bahwa Pangeran Li datang untuk menganiaya Yun Ruoyue lagi.
Suara Chu Xuanchen terdengar dingin dan kejam. "Memangnya kamu kira aku ingin datang ke sini? Aku hanya ingin lihat, kenapa dia tidak jadi mati?"
Yun Ruoyue segera mengenakan penutup wajah. Dengan menutupi wajahnya, dia mengerucutkan bibirnya dengan dingin dan berjalan ke depan kamar, lalu memerintahkan Feng'er yang sedang menghalangi Chu Xuanchen, "Feng'er, kasih tahu Pangeran, ini sudah malam dan aku sudah lelah, jadi tidak menerima tamu!"
Dengan kata lain, Yun Ruoyue menyatakan perintah untuk mengusir Chu Xuanchen.
Mendengar kata-kata itu, Chu Xuanchen mengira bahwa dia sudah salah mendengar. Bukankah wanita ini paling berharap dia bisa datang ke kamarnya? Yun Ruoyue bahkan meracuninya dan menjebak Chu Xuanchen agar menidurinya. Lantas, kenapa dia sok jual mahal sekarang?
👇👇👇
Jika Anda ingin tahu lebih banyak konten menarik dari novel ini, unduh #WeRead dan cari "Kekuatan Cinta Sang Permaisuri" untuk melanjutkan membaca.
Pangeran mengancamnya, "Jika kamu ingin aku tidak menceraikanmu, kamu harus patuh."
Dia tersenyum, 'Pangeran, aku sudah meminta izin dari Kaisar untuk bercerai dan telah menemukan ayah yang baik bagi anakku. Jadi, jangan khawatir.'
Melihat bagaimana wanita yang dulunya dianggap jelek ini berubah menjadi seorang dokter jenius yang cantik dan mencuri perhatian dunia.
Negara Chu, Kediaman Pangeran Li.
"Dasar jalang! Kamu jelas-jelas tahu aku akan menikahi Rou'er besok, tapi beraninya kamu meracuniku?"
Usai pria berpakaian mewah itu memaki dengan kesal, dia memelototi wanita yang berbaring di ranjang dengan sorot mata penuh amarah. Kemudian, dia merobek pakaian wanita itu dan menindihnya.
Melihat gerakan si pria, air mata pun mengalir tanpa suara dari mata Yun Ruoyue.
Yun Ruoyue sudah menikah dengannya selama setengah tahun, tetapi di dalam hati pria itu ada bayangan Nangong Rou. Alasan suaminya tidak pernah menyentuhnya adalah karena parasnya yang jelek dan juga kebencian terhadap orang tua Yun Ruoyue.
"Ahh!" Rasa sakit yang luar biasa melanda Yun Ruoyue dan membuatnya berkeringat dingin. Dia menggigit bibirnya untuk menahan rasa sakit sembari menatap wajah sosok di atasnya yang penuh dengan kebencian dan kekejaman. Hati Yun Ruoyue terasa sakit seperti disayat pisau.
Dibandingkan dengan kebencian yang suaminya rasakan, rasa sakit di tubuh Yun Ruoyue bukanlah apa-apa.
Chu Xuanchen memelototi Yun Ruoyue dengan dingin. "Demi mendapatkanku, kamu bahkan sengaja meracuniku. Oke, hari ini aku akan memenuhi keinginanmu! Tapi, aku benar-benar tak sanggup melihat wajahmu karena sungguh menjijikkan!"
Usai mengatakan itu, Chu Xuanchen langsung meraih tirai di ranjang untuk menutupi wajah Yun Ruoyue.
Perkataan ini sangat menyakiti hati Yun Ruoyue.
Dia meraba wajahnya sendiri secara perlahan. Ada bekas luka sebesar telapak tangan di pipi kanannya, yang selalu membuat Yun Ruoyue tidak percaya diri.
Orang-orang menyebutnya wanita jelek, tetapi dia memiliki hati yang mendambakan cinta.
Ayahnya tahu bahwa dia sudah menyukai Pangeran Li, Chu Xuanchen, sejak masih kecil. Itu sebabnya, ayah Yun Ruoyue memanfaatkan hubungannya dengan kaisar untuk menjodohkan Yun Ruoyue dengan Chu Xuanchen.
Akan tetapi, Chu Xuanchen tidak menyukainya.
Saat ini, gerakan pria itu tiba-tiba menjadi makin kasar. Chu Xuanchen menyiksanya dengan kejam. Matanya yang tajam dan berwarna hitam itu memandang Yun Ruoyue dengan penuh niat membunuh. "Yun Ruoyue, dasar wanita yang licik! Kamu jelas-jelas tahu aku menyukai Rou'er, tapi malah membuat jebakan agar aku menikahimu. Setelah tahu bahwa aku akan menikahi Rou'er besok, kamu malah menjebakku agar menidurimu. Kalau bukan karena racunmu, dengan wajahmu yang seperti ini, siapa yang berani menyentuhmu? Aku bahkan lebih memilih untuk menyentuh pelacur di luar sana daripada menyentuhmu!"
Yun Ruoyue menatap Chu Xuanchen. Dia menahan diri untuk menghadapi sindiran kejam dari pria itu, lalu mencibir dengan sedih, "Di dalam hatimu, aku bahkan lebih rendah dari pelacur di luar sana, ya?"
"Tidak. Di dalam hatiku, kamu bahkan lebih rendah dari anjing!"
....
Setelah sekian lama, Chu Xuanchen akhirnya selesai memuaskan hasratnya melalui tubuh Yun Ruoyue, lalu buru-buru bangun.
Dia segera mengenakan pakaiannya dan sama sekali tidak memedulikan wanita yang tergeletak di ranjang dengan penuh luka lebam dan sekarat itu.
Setelah efek racunnya menghilang, wanita ini tidak ada gunanya lagi bagi Chu Xuanchen.
Kemudian, dia memandang wanita yang tergeletak di ranjang itu dengan dingin dan pergi tanpa berbelaskasihan. Dia memerintahkan dayang, "Siapkan air, aku mau mandi. Aku tidak ingin tubuhku kotor karena wanita ini!"
Mendengar kata-kata yang menusuk hati itu, tubuh Yun Ruoyue tiba-tiba bergetar hebat. Hatinya benar-benar sangat terluka.
Perkataan Chu Xuanchen bagaikan pisau yang terus menyayat hatinya dengan kejam. Kini, Yun Ruoyue baru menyadari bahwa pria itu ternyata sangat membencinya.
Setelah merasa diabaikan oleh Chu Xuanchen sebelumnya, Yun Ruoyue masih menyimpan harapan pada pria itu. Dia merasa bahwa selama dia bersikap baik pada Chu Xuanchen, suatu hari nanti, dia pasti akan memahami perasaannya. Dia tidak menyangka bahwa Chu Xuanchen ternyata seperti pria lainnya. Dia membenci Yun Ruoyue hanya karena parasnya yang jelek.
Yun Ruoyue tidak menyangka bahwa dia ternyata begitu hina di hatinya.
Saat melihat darah di ranjang dan tubuh bagian bawahnya, melihat tubuhnya yang rusak, lalu teringat dengan kebencian dan penghinaan Chu Xuanchen terhadapnya, Yun Ruoyue tiba-tiba merasa kehilangan harapan. Dia mengenakan jubah dengan gemetar, lalu berjalan tanpa alas kaki di malam musim dingin.
Tidak jauh dari Paviliun Feiyue, ada sebuah danau.
Larut malam, angin bertiup kencang dan air danau terasa menusuk.
Setelah terdengar suara benda jatuh ke dalam air, seseorang pun berteriak, "Gawat, Permaisuri melompat ke dalam danau!"
Di samping danau, sekelompok pelayan kediaman pangeran berdiri berjajar. Mereka semua menatap dingin ke arah permaisuri yang tergeletak di tepi danau.
Saat ini, hanya ada seorang dayang di samping permaisuri yang menangis.
"Permaisuri, tolong jangan mati. Kalau Anda mati, bagaimana dengan hamba?" Feng'er menangis dengan sedih.
Di sampingnya, Pengasuh Zhang memelototinya dengan dingin. "Kenapa kamu menangis? Benar-benar sial! Kenapa dia tidak mati di tempat lain saja? Bisa-bisanya mati di kediaman pangeran. Pangeran sudah mengatakan, jangan membiarkan mayat wanita ini mengotori tanah kediaman pangeran. Karena tabib sudah memeriksanya dan memastikan kematiannya, langsung bawa dia keluar dan kubur saja!"
"Jangan seperti itu, Pengasuh. Jangan memperlakukan Nona kami seperti itu. Bagaimanapun, dia adalah putri perdana menteri ...."
Saat suasananya menjadi kacau, tidak ada yang menyadari bahwa orang yang awalnya sudah meninggal itu tiba-tiba membuka matanya perlahan.
Ketika Yun Ruoxue membuka matanya, dia bisa melihat sekeliling dengan jelas. Pada saat itu, malam hari tampak gelap dan angin bertiup kencang. Banyak wanita berpakaian tradisional berdiri di depannya sambil menunjuk-nunjuk ke arah "mayatnya".
Seketika, embusan angin dingin bertiup dan Yun Ruoxue sontak menggigil kedinginan.
Dia mengingat bahwa awalnya dia adalah seorang dokter bedah terkemuka di abad ke-21. Di usianya yang baru 30 tahun, dia dipuji sebagai ilmuwan medis yang genius karena telah menyembuhkan banyak penyakit sulit dan rumit bagi para kepala negara. Namun, dia akhirnya malah mati ditabrak oleh seorang pengemudi mabuk dalam perjalanan pulang ke rumah.
Kemudian, rohnya pun melintasi waktu dan tiba di sini, serta memasuki tubuh wanita ini.
Astaga, apabila orang-orang di zaman modern tahu bahwa dia, seorang dokter top yang menyembuhkan penyakit dan menyelamatkan nyawa banyak orang, bisa-bisanya mati di tangan pemabuk, lantas akan seberapa besar kebencian mereka terhadap si pemabuk yang menabraknya hingga mati itu?
Pada saat yang sama, kenangan asing muncul di pikirannya. Semua itu adalah kenangan milik pemilik tubuh ini.
Ternyata, pemilik tubuh ini bernama Yun Ruoyue. Bisa-bisanya dia memiliki nama yang sama dengannya. Bukankah ini semacam takdir khusus?
Yun Ruoyue, si pemilik tubuh asli, adalah putri dari Perdana Menteri Yun Qing. Sejak kecil, dia sangat disayangi oleh Keluarga Yun dan dirawat dengan baik.
Awalnya, dia berparas sangat cantik dan menarik. Namun, ketika Yun Ruoyue berusia sepuluh tahun, dia secara misterius terkena racun yang menyebabkan sekujur tubuhnya menjadi berwarna hitam.
Saat itu, Yun Ruoyue hampir meninggal dunia. Ayahnya bersusah payah untuk meminta seseorang menyembuhkannya. Meskipun nyawanya tertolong, tetapi racun di sisi kanan wajahnya terlalu dalam sehingga tidak bisa dihilangkan. Pada akhirnya, itu meninggalkan bekas luka yang sangat jelek di sana.
Sejak saat itu, Yun Ruoyue menjadi sangat tidak percaya diri.
Parasnya menjadi sangat jelek. Anak-anak dari keluarga bangsawan meremehkannya, menindasnya, dan mendiskriminasinya. Kala itu, ketika Yun Ruoyue diserang oleh sekelompok anak bangsawan di tepi danau, Chu Xuanchen tiba-tiba muncul dan melindunginya.
Pria itu mengusir para anak bangsawan dan memberinya selendang untuk menutupi wajahnya. Chu Xuanchen memberinya banyak kehangatan.
Sejak saat itu, dia sudah jatuh cinta kepada Chu Xuanchen.
Dia tahu, dia adalah wanita yang jelek dan sama sekali tidak pantas untuk Chu Xuanchen. Itu sebabnya, dia menyembunyikan perasaan cintanya dalam hati dan tidak pernah berharap untuk menikahi Chu Xuanchen.
Akan tetapi, ayahnya mengetahui hal tersebut. Demi kebahagiaan putrinya, dia pun memohon kepada kaisar dengan memanfaatkan hubungan mereka agar putrinya bisa dinikahkan dengan Chu Xuanchen.
Mimpinya untuk menikahi Chu Xuanchen bisa dianggap terkabulkan. Sayangnya, setelah menikah selama setengah tahun, pemilik gelar Pangeran Li itu bahkan enggan melihatnya sama sekali.
Bukan hanya tidak pernah melihatnya, dia bahkan akan menikahi selir baru. Kehidupan pemilik tubuh ini benar-benar suram.
Ketika dia sedang memilah informasi dalam benaknya, Yun Ruoyue tiba-tiba menyadari ada seorang pelayan yang datang menyeretnya. Di sampingnya, terdengar suara omelan wanita dan tangisan Feng'er.
"Cepat, seret keluar pembawa sial ini. Kalau tertunda terlalu lama, bagaimana kalau mayatnya berubah?" ucap Pengasuh Zhang.
"Hentikan!" Melihat ada orang yang ingin mendekatinya, Yun Ruoyue tiba-tiba berteriak dengan susah payah!
"Ahh! Mayatnya berubah, permaisuri sudah berubah menjadi hantu jahat!" Semua orang berteriak dan berpencar ke samping. Hanya Feng'er yang tidak pergi dan masih berada di sisi Yun Ruoyue.
"Kenapa berisik sekali? Kamu yang berubah! Apa kalian tidak pernah melihat orang hidup?" Yun Ruoyue berkata dengan nada dingin, lalu berkata kepada Feng'er, "Tolong bantu aku berdiri."
Dia baru saja diselamatkan dari dalam danau, ditambah dengan penyiksaan Chu Xuanchen belum lama yang lalu, kini kondisi tubuh Yun Ruoyue sangat lemah. Dia bahkan tidak punya kekuatan untuk berjalan.
Kini, dia hanya tahu bahwa pemilik tubuh ini adalah seorang permaisuri. Dia seharusnya memiliki keagungan seorang permaisuri dan bisa mengintimidasi orang-orang ini.
"Permaisuri, Anda sudah bangun?" Pengasuh Zhang menatap Yun Ruoyue dengan tidak percaya.
Barusan, tabib jelas-jelas menyatakan bahwa permaisuri sudah meninggal. Bagaimana bisa dia hidup kembali?
Melihat ekspresi permaisuri, wanita itu sepertinya bukan berubah, melainkan benar-benar hidup kembali.
Mungkinkah tabib barusan membuat diagnosis yang salah?
"Kenapa? Kamu sangat kecewa karena aku bangun lagi?" Yun Ruoyue menatap Pengasuh Zhang dengan dingin.
Di dalam kediaman pangeran, biasanya Pengasuh Zhang adalah orang yang paling menindas Yun Ruoyue dan Feng'er.
Namun, orang-orang ini tidak akan berani menindasnya tanpa dukungan Pangeran Li.
Ketika tidak mendapatkan kasih sayang dan menjadi lemah, dia akan menjadi sasaran intimidasi dari semua orang di kediaman pangeran ini.
Akan tetapi, Yun Ruoyue sudah mengambil alih tubuh ini, jadi dia tidak akan membiarkan orang-orang itu menindasnya lagi!
Dia akan memegang kendali atas hidupnya sendiri. Jika ada yang berani menindasnya lagi, maka jangan salahkan Yun Ruoyue yang kejam!
Biasanya, Pengasuh Zhang tidak takut dengan permaisuri. Akan tetapi, di momen ini, dia sepertinya bisa melihat niat membunuh dingin dari tatapan permaisuri. Dia sangat ketakutan hingga giginya bergemeletuk. Kemudian, dia berbisik,"Hamba tidak berani. Hamba akan melaporkannya kepada Pangeran sekarang."
Di hadapan banyak orang, Pengasuh Zhang menahan kekejamannya. Bagaimanapun, Yun Ruoyue belum meninggal. Dia masih adalah permaisuri di kediaman pangeran, juga putri dari perdana menteri.
Apabila Yun Ruoyue ingin menargetkannya, dia tidak akan bisa kabur.
Akan tetapi, dia juga memiliki pendukung, yaitu Pangeran Li.
Dia akan melepaskan Yun Ruoyue untuk sementara dan pergi mencari Pangeran Li dahulu. Dengan adanya Pangeran Li, bagaimana mungkin wanita itu berani berlagak seperti permaisuri.
....
Paviliun Feiyue.
Feng'er memapah Yun Ruoyue ke dalam kamar. Kemudian, dia menyiapkan air panas agar Yun Ruoyue bisa mandi.
Rasa sakit yang menyiksa di bagian bawah tubuhnya mengingatkan Yun Ruoyue bahwa dia telah dianiaya hari ini.
Pria itu benar-benar kejam. Bisa-bisanya dia menyiksa permaisurinya sendiri.
Yun Ruoyue duduk di bak mandi dan meminta Feng'er membantunya mengambil cermin. Dia ingin melihat betapa jeleknya pemilik asli tubuh ini hingga Chu Xuanchen bahkan meraih tirai ranjang ketika berhubungan intim dengannya.
Momen ketika dia becermin, Yun Ruoyue hampir saja muntah.
Parasnya benar-benar sangat jelek. Wajah kanannya dipenuhi dengan bekas luka zig-zag, yang terlihat seperti tumor dan racun. Pantas saja Chu Xuanchen sangat membencinya.
Jika ini di zaman modern, Yun Ruoyue memiliki satu laboratorium biosains dengan berbagai obat-obatan khusus. Wanita itu akan bisa dengan mudahnya menyembuhkan wajah ini. Akan tetapi, kini dia berada di zaman kuno.
Tanpa ruang operasi, Yun Ruoyue yang adalah seorang dokter itu bagaikan pianis tanpa tangan.
....
Air panas membuat tubuhnya sangat nyaman. Lantaran Yun Ruoyue sedikit lelah, dia pun meletakkan cermin di sampingnya, lalu menyandarkan tangannya ke bak mandi dan perlahan tertidur.
Dalam tidurnya, di kedalaman kesadarannya, laboratorium Yun Ruoyue tiba-tiba muncul.
Dia melihat banyak obat-obatan dan peralatan medis yang pernah digunakannya sebelumnya, termasuk ruang operasi steril, komputer, ventilator, oksimeter, CT, stetoskop, mesin MRI, dan banyak lagi.
Sebagai seorang dokter, dia sangat senang ketika melihat peralatan yang familier ini.
Namun, dia tahu bahwa ini hanya sebuah mimpi. Dia terlalu merindukan pisau bedahnya sehingga bermimpi seperti ini.
Tiba-tiba, di dalam barisan lemari obat, Yun Ruoyue melihat ada sebotol "proantosianidin". Ketika melihat obat itu, matanya sontak melebar.
Ini adalah produk hasil risetnya sendiri. Obat ini dapat digunakan untuk mengobati kerusakan sel kulit, menghilangkan racun, bisul, dan benjolan. Obat ini diekstrak dari biji anggur dan bahan-bahan lainnya, yang sebetulnya cocok untuk mengatasi racun yang ada di wajah pemilik tubuh ini.
Dengan mata berbinar-binar, Yun Ruoyue pun meraih botol "proantosianidin" tersebut.
Dia mengambil beberapa botol obat antiradang dan beberapa lembar kasa. Kemudian, Yun Ruoyue pun tersadar kembali.
"Permaisuri, apakah Anda tertidur? Airnya sudah dingin. Hamba akan menambahkan sedikit air panas agar Anda tidak kedinginan."
Saat ini, suara Feng'er terdengar di telinga Yun Ruoyue.
Dia sangat terkejut sehingga tiba-tiba membuka matanya dan melihat Feng'er membawa sebuah ember. Feng'er sedang menuangkan air panas ke dalam bak mandinya.
Ketika melihat ke tangannya, dia menemukan bahwa dirinya sedang memegang obat yang dia ambil dalam mimpinya.
Yun Ruoyue sontak terkejut. Apa yang terjadi?
Dia menatap obat di tangannya dengan tidak percaya. Napasnya tersendat, seluruh tubuhnya tegang, dan bahkan bulu kuduknya berdiri.
Saat menggerakkan pikirannya barusan, dia bisa mengeluarkan barang-barang dari dalam laboratorium. Mungkinkah, laboratoriumnya juga melakukan perjalanan waktu bersamanya dan masih berada di ruang kesadarannya?
Itu artinya, kini dia memiliki sistem dari ruang medisnya yang sebelumnya. Bukankah hal ini terlalu aneh?
Banyak hal di dunia ini yang menakjubkan, bahkan jiwanya pun dapat melakukan perjalanan melalui waktu. Seharusnya bukan hal aneh jika sistem medisnya juga ikut melintasi waktu dan datang kemari.
Memikirkan hal itu, sosok Yun Ruoyue gemetar karena gembira. Dia tampak sangat bersemangat.
DIa berkata kepada Feng'er, "Aku tidak mau mandi lagi. Kamu keluar dulu, aku akan memakai baju sendiri."
"Permaisuri, apakah Anda tidak membutuhkan bantuan hamba untuk mengenakan baju?" tanya Feng'er.
"Tidak usah, aku suka melakukannya sendiri."
Feng'er tertegun sejenak. Kenapa dia merasa bahwa kepribadian permaisuri telah berubah semenjak tersadar kembali? Yun Ruoyue menjadi berbeda dari sebelumnya.
....
Setelah Feng'er keluar, Yun Ruoyue berdiri dengan tubuh lelahnya. Tubuhnya masih sangat lemah dan dia terkena flu karena melompat ke danau. Itu sebabnya, sekarang dia takut terhadap dingin. Seluruh tubuhnya menggigil, bahkan sudah demam tinggi.
Pakaian orang zaman dahulu sangat ribet. Tanpa bantuan orang lain, memang sangat sulit untuk mengenakannya. Setelah bersusah payah mengenakannya, Yun Ruoyue buru-buru duduk di depan cermin rias dan meletakkan obat-obatan yang diambilnya dari sistem medis.
Dia melihat ke sisi kanan wajahnya dan menemukan bahwa racun di dalamnya tersimpan sangat dalam. Diperlukan upaya khusus untuk melakukan detoksifikasi terhadap racun tersebut.
Yun Ruoyue membersihkan wajahnya terlebih dahulu, lalu mengoleskan obat antiradang ke seluruh wajahnya. Setelah itu, dia pun mengoleskan proantosianidin ke wajahnya. Pada akhirnya, Yun Ruoyue menempelkan kain kasa di wajahnya. Apabila ada darah beracun yang keluar, kain kasa itu akan bisa menyerapnya.
Proantosianidin ini dikembangkan khusus oleh Yun Ruoye sehingga berbeda dengan biasanya. Hanya dibutuhkan waktu satu malam untuk menyembuhkan wajahnya. Dia sangat menantikan seperti apa wajah ini besok pagi.
Pada saat ini, suara ketakutan Feng'er terdengar dari luar. "Pangeran, permaisuri sedang mandi. Anda tidak boleh masuk."
Feng'er takut bahwa Pangeran Li datang untuk menganiaya Yun Ruoyue lagi.
Suara Chu Xuanchen terdengar dingin dan kejam. "Memangnya kamu kira aku ingin datang ke sini? Aku hanya ingin lihat, kenapa dia tidak jadi mati?"
Yun Ruoyue segera mengenakan penutup wajah. Dengan menutupi wajahnya, dia mengerucutkan bibirnya dengan dingin dan berjalan ke depan kamar, lalu memerintahkan Feng'er yang sedang menghalangi Chu Xuanchen, "Feng'er, kasih tahu Pangeran, ini sudah malam dan aku sudah lelah, jadi tidak menerima tamu!"
Dengan kata lain, Yun Ruoyue menyatakan perintah untuk mengusir Chu Xuanchen.
Mendengar kata-kata itu, Chu Xuanchen mengira bahwa dia sudah salah mendengar. Bukankah wanita ini paling berharap dia bisa datang ke kamarnya? Yun Ruoyue bahkan meracuninya dan menjebak Chu Xuanchen agar menidurinya. Lantas, kenapa dia sok jual mahal sekarang?
👇👇👇
Jika Anda ingin tahu lebih banyak konten menarik dari novel ini, unduh #WeRead dan cari "Kekuatan Cinta Sang Permaisuri" untuk melanjutkan membaca.

itunes.apple.com【Baca Gratis】📚"Kekuatan Cinta Sang Permaisuri"👉Don't you feel.... An app like WeRead can still give you the convenience of reading all the time? All interesting books are only available on WeRead! We provide original novels, and also bonus gold coins, reading books doesn't have to cost money at all! [Recommendation] According to your reading ...
Oct 23, 2023 - Oct 24, 2023
Karyawan museum, Aaron Xiao secara tak terduga terlempar ke masa lampau dan menjadi menantu di rumah jenderal. Pengetahuan modern yang sebelumnya tidak berguna, justru membantunya meraih keberhasilan yang luar biasa, menjadi seorang yang tak tertandingi di dunia sebagai pria paling luar biasa!
---------------------
Bab 1 Kedatangan Pertama
Bulan yang terang membubung tinggi di langit malam.
Di dekat kandang kuda dengan aroma menyengat, Aaron Xiao terbangun di tumpukan jerami.
Ketika dia membuka matanya, bau kotoran hampir membuatnya pingsan.
Malam itu sangat cerah, warna bulan yang menerpa bersinar terang dan masuk dalam bidang penglihatannya.
Dia melihat ke bawah dan warna merah dari pakaian mewah yang dia kenakan mulai terlihat. Ini adalah pakaian mewah berwarna merah yang sama dengan gaun pengantin kuno.
Aaron Xiao adalah seorang penjaga museum yang mengetahui semua tentang puisi kuno, lagu kuno, pakaian, makanan, perumahan dan kerajinan tangan yang ada di zaman kuno. Sekilas, pakaian itu adalah pakaian bordir yang telah lama hilang di zaman modern.
Pakaian ini tidak akan bisa dibeli dengan harga kurang dari 10 miliar di zaman modern ini.
"Bisa pindah dulu ke samping? Kalau mau tidur, setidaknya jangan menghalangi pekerjaanku, menantu." Pada saat itu, pelayan yang bertugas memberi makan kuda membawa seember makanan kuda, berkata dengan nada tidak sabar.
Aaron Xiao melihat sekeliling, yang merupakan tempat yang tidak dikenalnya. Dia bertanya dengan bingung, "Menantu? Menantu apa? Di mana ini?"
Benar saja. Menantu yang orang ini sebutkan adalah orang yang bodoh dan biasa-biasa saja.
Pelayan tidak mengangkat pandangan matanya saat menjawab, bahkan nadanya sedikit lebih tinggi, "Di mana? Ini adalah Kediaman Keluarga Qin. Hari ini adalah malam pernikahanmu dengan Nona Keluarga Qin! Ini adalah rumahmu!"
Alis Aaron Xiao berkerut. Tampaknya berada di samping kotoran kuda tidak cocok dengan malam pernikahan. Namun, itulah yang terjadi.
Masih sedikit bingung, Aaron Xiao ingat bahwa dua jam sebelumnya, museum telah tutup dan dia telah pergi setelah memeriksa artefak dan mengunci pintu museum.
Seorang rekannya berkata bahwa hari itu adalah hari ulang tahun Aaron Xiao dan dia harus memesan tempat karaoke agar bisa merayakannya.
Dia seharusnya sedang merayakan ulang tahunnya saat ini.
Biasanya kru film sering datang ke museum untuk membuat film dokumenter. Apa dia secara tidak sengaja masuk ke dalam kru film hari ini?
Saat memikirkan hal itu, kenangan dalam benak Aaron Xiao terasa seperti dibuka, membanjirinya dengan masa lalu yang bukan bagian dari pengalamannya.
Ternyata tubuhnya ini bernama Zenov Xiao, seorang pria yang setia, jujur serta pekerja keras.
Keluarga Xiao berasal dari keluarga kaisar pendiri, yang telah membantu kaisar pendiri untuk membangun kekaisarannya. Namun sayangnya, pada saat itu, generasi Zenov Xiao telah jatuh ke dalam kehinaan.
Hari ini adalah hari pernikahannya dengan Nona Qin, yang telah terjalin perjanjian pernikahan dengannya sejak kecil.
Gambaran terakhir dalam benak Zenov Xiao adalah, Zenov Xiao disambut oleh kerumunan orang yang meneriakkan, "Bawa ke kamar pengantin!" Setelah itu, dia dipukuli hingga pingsan dengan tongkat di bagian belakang kepalanya.
Zenov Xiao adalah seorang pelajar yang terlalu lemah untuk menahan pukulan fatal di lehernya. Dia jatuh pingsan sebelum akhirnya meninggal di atas jerami di kandang.
Pada malam pernikahan, seorang manusia yang masih hidup dan bernapas tidak tersentuh.
Kemudian, Aaron Xiao yang datang ke zaman ini mengambil alih tubuh Zenov Xiao dan hidup kembali.
"Masuklah. Di sinilah kamu tidur." Pelayan, sang pemberi makan kuda, menunjuk dengan sangat acuh tak acuh ke dapur tua yang berada di sebelah kandang kuda.
"Di sini?" Mata Aaron Xiao terbelalak, merasa kalau Keluarga Qin sangat kejam!
Ini adalah dapur untuk para bawahan. Biasanya tuan rumah memiliki dapur kecil khusus. Ketika para bawahan ingin makan, mereka melakukannya di dapur tua ini.
Posisi Zenov Xiao di Keluarga Qin hampir sama dengan posisi seekor anjing peliharaan.
Aaron Xiao melihat anjing pengawas di depan pintu, dengan mulut lancip dan dahi datar. Anjing itu memiliki rambut berwarna cokelat dan telinga tegak. Tampaknya dinasti ini kurang lebih terkait dengan zaman kuno Lamusa, tetapi Aaron Xiao belum yakin dinasti apa itu.
"Menantu, tempat ini masih terlindung dari angin dan hujan. Sudah untung masih punya tempat untuk tidur."
Pelayan berdecak. Mata Aaron Xiao berubah beberapa derajat saat dia mendengarkan perkataannya.
"Tidurlah lebih awal. Kalau tidak, aku akan kelelahan karena harus melayanimu sepanjang malam."
Pelayan yang melihat Aaron Xiao melamun, menggelengkan kepalanya dan meletakkan ember di tangannya, lalu melangkah keluar. Seorang budak seperti dia bahkan tidak perlu tidur di dapur. Yang dipanggil menantu ini tidak memiliki tempat atau masa depan di Keluarga Qin dan tidak perlu memperlakukannya dengan hormat.
Jadi, Aaron Xiao ditinggalkan sendirian di dapur yang lusuh dan lembap.
Pada saat itu, seorang pria tinggi dan kekar berdiri di luar pintu. Dia terlihat enggan saat akan masuk. Namun, suaranya terdengar kuat dan bertenaga.
"Biarlah hari ini menjadi pelajaran bagimu! Jangan berpikir bahwa karena kamu adalah anggota Keluarga Qin, kamu menjadi bagian dari anggota Keluarga Qin! Jika kamu menyentuh adikku, aku akan mencincangmu dan melemparkan tulangmu untuk dimakan anjing!"
Aaron Xiao menoleh ke samping untuk melihat siapa orang yang bersikap sombong ini.
Ketika dia melihat dengan jelas, dia adalah Malek Qin.
Keluarga Qin adalah keluarga dengan memiliki banyak talenta berbakat, termasuk orang ini.
Malek Qin, seorang cucu tertua adalah seorang menteri peringkat keempat yang bertanggung jawab atas gerbang istana dan merupakan seorang perwira tinggi. Cucu kedua, Heera Qin, istri Zenov Xiao, memiliki paras cantik dan berbakat.
Keluarga Qin adalah keluarga jenderal yang setia dan pemberani, kecuali generasi cucunya
Orang tua dan kakek Heera Qin, Oman Qin, berada di garis depan perang melawan musuh, sehingga mereka tidak hadir di pernikahan yang dilangsungkan hari ini. Dalam pernikahan ini, hanya seorang nenek dari Keluarga Qin, yang bertanggung jawab.
Ancaman penuh kemarahan Malek Qin tidak dihiraukan oleh Aaron Xiao, "Saudaraku, aku seorang pria sejati dan tidak memiliki perasaan terhadap Nona Qin. Aku tidak akan memaksanya."
Perkataan entengnya ini membuat Malek Qin sangat tidak senang. Apa pria ini tidak senang karena sudah menikahi adik perempuannya?
Dia berteriak, "Jangan banyak bicara! Kamu beruntung bisa menjadi menantu Keluarga Qin. Kamu hanya orang miskin! Tidak perlu bersikap sok seperti itu!"
"Adikku adalah gadis paling berbakat di Kota Amura! Jika bukan karena pengorbanan kakekmu kepada negara, kamu tidak akan bisa menikah dan menjadi bagian dari Keluarga Qin!"
"Jika kakekku tidak menginginkanmu sebagai menantu di keluarga ini, apa kamu pikir kamu bisa menginjakkan kaki di Kediaman Keluarga Qin?"
Sikap Malek Qin membuat Aaron Xiao terlihat seperti anjing yang mengemis makanan. "Tapi karena kamu sudah menjadi menantu Keluarga Qin, Keluarga Qin selalu menjadi keluarga yang penuh kebajikan. Kalau kamu bersikap patuh, Keluarga Qin akan memberimu makan dan minum selama sisa hidupmu. Tapi, kalau kamu menginginkan lebih, tidak ada yang akan kamu dapatkan!"
"Tapi jika kamu bersikap tidak patuh, jika kamu berani melakukan sesuatu pada adikku, kepalamu akan terpisah dari tubuhmu!"
Heera Qin telah menjadi kesayangan Keluarga Qin sejak masih kecil. Ketika dia melihat Zenov Xiao, yang seorang pecundang, nada bicaranya bahkan lebih keras dan kasar. Tatapan tajam yang dia tunjukkan membuat Aaron Xiao merinding.
Aaron Xiao tidak ingin menimbulkan masalah. Dia tidak mengenal tempat ini dengan baik dan juga tidak tahu tentang pemilik tubuh asli ini, yang tampaknya berstatus rendah dan tidak disukai. Jadi, dia membungkuk dan mengatakan, "Tenang saja. Aku akan melakukan apa yang diperintahkan."
Kepengecutan Aaron Xiao membuat Malek Qin jijik, "Cih! Bisa apa seorang sarjana yang lemah!"
Dengan itu, Malek Qin menyingsingkan lengan bajunya dan melangkah pergi.
Bukan niat Aaron Xiao untuk menjadi menantu keluarga ini. Karena Zenov Xiao telah dibunuh oleh Keluarga Qin pada malam pernikahannya, tidak ada alasan baginya untuk tinggal di sini.
Zenov Xiao tidak memiliki kekuatan. Aaron Xiao harus membuat rencana serius untuk mengubah situasinya.
Aaron Xiao menggigil karena udara malam yang dingin. Meskipun pakaian yang dikenakan cukup mewah, tidak sehangat jaket bulu.
Bahkan pelayan, si pemberi makan kuda telah pergi, meninggalkan Aaron Xiao dan anjingnya di dapur.
Aaron Xiao menggelengkan kepalanya. Jika dia tidak datang ke zaman ini, dia pasti sedang minum dan bernyanyi di bar karaoke dan bersenang-senang sekarang.
Saat menatap bulan yang cerah di langit, dia teringat puisi yang sangat sesuai untuk situasi saat ini dan melafalkan, "Selamat datang malam. Cahaya bulan menerpa tempat tidur. Aku di sini, biarkan membeku karena duka. Sebab hari, terus beranjak dan menoreh luka."
"Guk ... guk ...." Anjing kuning kecil itu mengangkat kepalanya dan menatapnya dengan tatapan kosong, mengubah posisinya dan kembali tidur.
Di bawah sinar bulan, seorang wanita langsing bersembunyi di balik pohon akasia tidak jauh dari situ. Mendengar puisi Aaron Xiao, dia gemetar, dimabukkan oleh keindahannya yang tenang.
Puisi itu sederhana, tetapi sangat tenang. Baris-barisnya sederhana, tetapi berirama, sangat cocok dengan situasi saat ini.
Dia ragu-ragu sejenak, ingin melangkah maju, tetapi setelah merenung sejenak, dia berbalik dan bergegas pergi, menyisakan aroma rumput yang samar-samar di udara.
Setelah merasakan angin dingin menerpa, persepsi Aaron Xiao tentang dunia yang sekarang dia tinggali berangsur-angsur menjadi lebih jelas.
Ini adalah Dinasti Naemu, yang memiliki banyak kesamaan dengan budaya kuno Lamusa, tetapi bukan dinasti yang ada dalam sejarah.
Aaron Xiao telah bekerja di museum selama bertahun-tahun dan mengambil jurusan sejarah di ketika kuliah. Jadi, dia tahu tentang dinasti-dinasti tersebut.
Namun, Dinasti Naemu adalah sebuah dinasti yang belum pernah dia dengar dan jauh lebih tidak makmur daripada zaman kuno Lamusa. Dinasti ini masih memiliki banyak hal yang harus diperbaiki.
"Di kehidupanku sebelumnya, pemahaman yang aku ketahui di abad 21 sama sekali tidak berguna. Aku hanya bekerja sebagai penjaga museum dari jam 9 sampai jam 5 sore!"
"Dalam kehidupan ini, karena aku terlahir kembali di zaman kuno, aku tidak bisa menjadi orang biasa lagi!"
Aaron Xiao mengepalkan tinjunya, merasakan getaran dalam hatinya.
Pria yang datang ke zaman kuno ini seharusnya tak tertandingi di dunia! Sekarang adalah kesempatannya!
Aaron Xiao telah bersumpah di dalam hatinya bahwa dia akan membuat pencapaian yang besar!
👇👇👇
✅Jika Anda igin tahu lebih banyak konten mrik dari novel ini, unduh #Novelbagus dan cari 👉"Karir Menantu Pria di Masa Kekaisaran"" 👈untuk melanjutkan membaca.
---------------------
Bab 1 Kedatangan Pertama
Bulan yang terang membubung tinggi di langit malam.
Di dekat kandang kuda dengan aroma menyengat, Aaron Xiao terbangun di tumpukan jerami.
Ketika dia membuka matanya, bau kotoran hampir membuatnya pingsan.
Malam itu sangat cerah, warna bulan yang menerpa bersinar terang dan masuk dalam bidang penglihatannya.
Dia melihat ke bawah dan warna merah dari pakaian mewah yang dia kenakan mulai terlihat. Ini adalah pakaian mewah berwarna merah yang sama dengan gaun pengantin kuno.
Aaron Xiao adalah seorang penjaga museum yang mengetahui semua tentang puisi kuno, lagu kuno, pakaian, makanan, perumahan dan kerajinan tangan yang ada di zaman kuno. Sekilas, pakaian itu adalah pakaian bordir yang telah lama hilang di zaman modern.
Pakaian ini tidak akan bisa dibeli dengan harga kurang dari 10 miliar di zaman modern ini.
"Bisa pindah dulu ke samping? Kalau mau tidur, setidaknya jangan menghalangi pekerjaanku, menantu." Pada saat itu, pelayan yang bertugas memberi makan kuda membawa seember makanan kuda, berkata dengan nada tidak sabar.
Aaron Xiao melihat sekeliling, yang merupakan tempat yang tidak dikenalnya. Dia bertanya dengan bingung, "Menantu? Menantu apa? Di mana ini?"
Benar saja. Menantu yang orang ini sebutkan adalah orang yang bodoh dan biasa-biasa saja.
Pelayan tidak mengangkat pandangan matanya saat menjawab, bahkan nadanya sedikit lebih tinggi, "Di mana? Ini adalah Kediaman Keluarga Qin. Hari ini adalah malam pernikahanmu dengan Nona Keluarga Qin! Ini adalah rumahmu!"
Alis Aaron Xiao berkerut. Tampaknya berada di samping kotoran kuda tidak cocok dengan malam pernikahan. Namun, itulah yang terjadi.
Masih sedikit bingung, Aaron Xiao ingat bahwa dua jam sebelumnya, museum telah tutup dan dia telah pergi setelah memeriksa artefak dan mengunci pintu museum.
Seorang rekannya berkata bahwa hari itu adalah hari ulang tahun Aaron Xiao dan dia harus memesan tempat karaoke agar bisa merayakannya.
Dia seharusnya sedang merayakan ulang tahunnya saat ini.
Biasanya kru film sering datang ke museum untuk membuat film dokumenter. Apa dia secara tidak sengaja masuk ke dalam kru film hari ini?
Saat memikirkan hal itu, kenangan dalam benak Aaron Xiao terasa seperti dibuka, membanjirinya dengan masa lalu yang bukan bagian dari pengalamannya.
Ternyata tubuhnya ini bernama Zenov Xiao, seorang pria yang setia, jujur serta pekerja keras.
Keluarga Xiao berasal dari keluarga kaisar pendiri, yang telah membantu kaisar pendiri untuk membangun kekaisarannya. Namun sayangnya, pada saat itu, generasi Zenov Xiao telah jatuh ke dalam kehinaan.
Hari ini adalah hari pernikahannya dengan Nona Qin, yang telah terjalin perjanjian pernikahan dengannya sejak kecil.
Gambaran terakhir dalam benak Zenov Xiao adalah, Zenov Xiao disambut oleh kerumunan orang yang meneriakkan, "Bawa ke kamar pengantin!" Setelah itu, dia dipukuli hingga pingsan dengan tongkat di bagian belakang kepalanya.
Zenov Xiao adalah seorang pelajar yang terlalu lemah untuk menahan pukulan fatal di lehernya. Dia jatuh pingsan sebelum akhirnya meninggal di atas jerami di kandang.
Pada malam pernikahan, seorang manusia yang masih hidup dan bernapas tidak tersentuh.
Kemudian, Aaron Xiao yang datang ke zaman ini mengambil alih tubuh Zenov Xiao dan hidup kembali.
"Masuklah. Di sinilah kamu tidur." Pelayan, sang pemberi makan kuda, menunjuk dengan sangat acuh tak acuh ke dapur tua yang berada di sebelah kandang kuda.
"Di sini?" Mata Aaron Xiao terbelalak, merasa kalau Keluarga Qin sangat kejam!
Ini adalah dapur untuk para bawahan. Biasanya tuan rumah memiliki dapur kecil khusus. Ketika para bawahan ingin makan, mereka melakukannya di dapur tua ini.
Posisi Zenov Xiao di Keluarga Qin hampir sama dengan posisi seekor anjing peliharaan.
Aaron Xiao melihat anjing pengawas di depan pintu, dengan mulut lancip dan dahi datar. Anjing itu memiliki rambut berwarna cokelat dan telinga tegak. Tampaknya dinasti ini kurang lebih terkait dengan zaman kuno Lamusa, tetapi Aaron Xiao belum yakin dinasti apa itu.
"Menantu, tempat ini masih terlindung dari angin dan hujan. Sudah untung masih punya tempat untuk tidur."
Pelayan berdecak. Mata Aaron Xiao berubah beberapa derajat saat dia mendengarkan perkataannya.
"Tidurlah lebih awal. Kalau tidak, aku akan kelelahan karena harus melayanimu sepanjang malam."
Pelayan yang melihat Aaron Xiao melamun, menggelengkan kepalanya dan meletakkan ember di tangannya, lalu melangkah keluar. Seorang budak seperti dia bahkan tidak perlu tidur di dapur. Yang dipanggil menantu ini tidak memiliki tempat atau masa depan di Keluarga Qin dan tidak perlu memperlakukannya dengan hormat.
Jadi, Aaron Xiao ditinggalkan sendirian di dapur yang lusuh dan lembap.
Pada saat itu, seorang pria tinggi dan kekar berdiri di luar pintu. Dia terlihat enggan saat akan masuk. Namun, suaranya terdengar kuat dan bertenaga.
"Biarlah hari ini menjadi pelajaran bagimu! Jangan berpikir bahwa karena kamu adalah anggota Keluarga Qin, kamu menjadi bagian dari anggota Keluarga Qin! Jika kamu menyentuh adikku, aku akan mencincangmu dan melemparkan tulangmu untuk dimakan anjing!"
Aaron Xiao menoleh ke samping untuk melihat siapa orang yang bersikap sombong ini.
Ketika dia melihat dengan jelas, dia adalah Malek Qin.
Keluarga Qin adalah keluarga dengan memiliki banyak talenta berbakat, termasuk orang ini.
Malek Qin, seorang cucu tertua adalah seorang menteri peringkat keempat yang bertanggung jawab atas gerbang istana dan merupakan seorang perwira tinggi. Cucu kedua, Heera Qin, istri Zenov Xiao, memiliki paras cantik dan berbakat.
Keluarga Qin adalah keluarga jenderal yang setia dan pemberani, kecuali generasi cucunya
Orang tua dan kakek Heera Qin, Oman Qin, berada di garis depan perang melawan musuh, sehingga mereka tidak hadir di pernikahan yang dilangsungkan hari ini. Dalam pernikahan ini, hanya seorang nenek dari Keluarga Qin, yang bertanggung jawab.
Ancaman penuh kemarahan Malek Qin tidak dihiraukan oleh Aaron Xiao, "Saudaraku, aku seorang pria sejati dan tidak memiliki perasaan terhadap Nona Qin. Aku tidak akan memaksanya."
Perkataan entengnya ini membuat Malek Qin sangat tidak senang. Apa pria ini tidak senang karena sudah menikahi adik perempuannya?
Dia berteriak, "Jangan banyak bicara! Kamu beruntung bisa menjadi menantu Keluarga Qin. Kamu hanya orang miskin! Tidak perlu bersikap sok seperti itu!"
"Adikku adalah gadis paling berbakat di Kota Amura! Jika bukan karena pengorbanan kakekmu kepada negara, kamu tidak akan bisa menikah dan menjadi bagian dari Keluarga Qin!"
"Jika kakekku tidak menginginkanmu sebagai menantu di keluarga ini, apa kamu pikir kamu bisa menginjakkan kaki di Kediaman Keluarga Qin?"
Sikap Malek Qin membuat Aaron Xiao terlihat seperti anjing yang mengemis makanan. "Tapi karena kamu sudah menjadi menantu Keluarga Qin, Keluarga Qin selalu menjadi keluarga yang penuh kebajikan. Kalau kamu bersikap patuh, Keluarga Qin akan memberimu makan dan minum selama sisa hidupmu. Tapi, kalau kamu menginginkan lebih, tidak ada yang akan kamu dapatkan!"
"Tapi jika kamu bersikap tidak patuh, jika kamu berani melakukan sesuatu pada adikku, kepalamu akan terpisah dari tubuhmu!"
Heera Qin telah menjadi kesayangan Keluarga Qin sejak masih kecil. Ketika dia melihat Zenov Xiao, yang seorang pecundang, nada bicaranya bahkan lebih keras dan kasar. Tatapan tajam yang dia tunjukkan membuat Aaron Xiao merinding.
Aaron Xiao tidak ingin menimbulkan masalah. Dia tidak mengenal tempat ini dengan baik dan juga tidak tahu tentang pemilik tubuh asli ini, yang tampaknya berstatus rendah dan tidak disukai. Jadi, dia membungkuk dan mengatakan, "Tenang saja. Aku akan melakukan apa yang diperintahkan."
Kepengecutan Aaron Xiao membuat Malek Qin jijik, "Cih! Bisa apa seorang sarjana yang lemah!"
Dengan itu, Malek Qin menyingsingkan lengan bajunya dan melangkah pergi.
Bukan niat Aaron Xiao untuk menjadi menantu keluarga ini. Karena Zenov Xiao telah dibunuh oleh Keluarga Qin pada malam pernikahannya, tidak ada alasan baginya untuk tinggal di sini.
Zenov Xiao tidak memiliki kekuatan. Aaron Xiao harus membuat rencana serius untuk mengubah situasinya.
Aaron Xiao menggigil karena udara malam yang dingin. Meskipun pakaian yang dikenakan cukup mewah, tidak sehangat jaket bulu.
Bahkan pelayan, si pemberi makan kuda telah pergi, meninggalkan Aaron Xiao dan anjingnya di dapur.
Aaron Xiao menggelengkan kepalanya. Jika dia tidak datang ke zaman ini, dia pasti sedang minum dan bernyanyi di bar karaoke dan bersenang-senang sekarang.
Saat menatap bulan yang cerah di langit, dia teringat puisi yang sangat sesuai untuk situasi saat ini dan melafalkan, "Selamat datang malam. Cahaya bulan menerpa tempat tidur. Aku di sini, biarkan membeku karena duka. Sebab hari, terus beranjak dan menoreh luka."
"Guk ... guk ...." Anjing kuning kecil itu mengangkat kepalanya dan menatapnya dengan tatapan kosong, mengubah posisinya dan kembali tidur.
Di bawah sinar bulan, seorang wanita langsing bersembunyi di balik pohon akasia tidak jauh dari situ. Mendengar puisi Aaron Xiao, dia gemetar, dimabukkan oleh keindahannya yang tenang.
Puisi itu sederhana, tetapi sangat tenang. Baris-barisnya sederhana, tetapi berirama, sangat cocok dengan situasi saat ini.
Dia ragu-ragu sejenak, ingin melangkah maju, tetapi setelah merenung sejenak, dia berbalik dan bergegas pergi, menyisakan aroma rumput yang samar-samar di udara.
Setelah merasakan angin dingin menerpa, persepsi Aaron Xiao tentang dunia yang sekarang dia tinggali berangsur-angsur menjadi lebih jelas.
Ini adalah Dinasti Naemu, yang memiliki banyak kesamaan dengan budaya kuno Lamusa, tetapi bukan dinasti yang ada dalam sejarah.
Aaron Xiao telah bekerja di museum selama bertahun-tahun dan mengambil jurusan sejarah di ketika kuliah. Jadi, dia tahu tentang dinasti-dinasti tersebut.
Namun, Dinasti Naemu adalah sebuah dinasti yang belum pernah dia dengar dan jauh lebih tidak makmur daripada zaman kuno Lamusa. Dinasti ini masih memiliki banyak hal yang harus diperbaiki.
"Di kehidupanku sebelumnya, pemahaman yang aku ketahui di abad 21 sama sekali tidak berguna. Aku hanya bekerja sebagai penjaga museum dari jam 9 sampai jam 5 sore!"
"Dalam kehidupan ini, karena aku terlahir kembali di zaman kuno, aku tidak bisa menjadi orang biasa lagi!"
Aaron Xiao mengepalkan tinjunya, merasakan getaran dalam hatinya.
Pria yang datang ke zaman kuno ini seharusnya tak tertandingi di dunia! Sekarang adalah kesempatannya!
Aaron Xiao telah bersumpah di dalam hatinya bahwa dia akan membuat pencapaian yang besar!
👇👇👇
✅Jika Anda igin tahu lebih banyak konten mrik dari novel ini, unduh #Novelbagus dan cari 👉"Karir Menantu Pria di Masa Kekaisaran"" 👈untuk melanjutkan membaca.

Oct 16, 2023 - Oct 23, 2023
😍😍😍Desa kami memiliki satu aturan yang aneh, pengantin wanita baru tidak boleh melalui malam pertama tembus kewanitaan, jika tidak, malapetaka akan jatuh pada suaminya. Sehingga, sebelum pengantin wanita menikah, seseorang harus membantunya untuk menghilangkan kehormatannya, orang itu biasanya disebut Pencuci. Dan aku adalah orang yang berprofesi sebagai Pencuci...
👀👀👀
Bab 1 Pengantin
Tempat yang aku tinggal merupakan sebuah daerah pegunungan terpencil yang miskin dan termasuk daerah tertinggal. Di desa kami terdapat sebuah kebiasaan sejak zaman kuno, yaitu ketika malam pertama pernikahan, pengantin tidak boleh berdarah, jika tidak maka akan membawakan bencana bagi suaminya. Karena itu, seorang pengantin harus memberikan keperawanannya kepada orang lain terlebih dahulu sebelum acara pernikahan, yang biasanya disebut dengan istilah penyucian.
Tetapi tidak semua pria boleh melakukan hal itu, di dalam desa hanya akan terdapat seorang pria yang dipilih oleh warga untuk melakukan hal itu kepada pengantin, dan orang ini akan disebut dengan Pencuci .
Namun sepanjang ini, usia setiap Pencuci tidak akan panjang, karena terlalu sering berhubungan dengan banyak wanita, yang akan menyebabkan kesialan bagi mereka masing-masing, biasanya mereka akan meninggal pada usia empat puluhan yang disebabkan oleh kecelakaan tak terduga. Sehingga, tidak terlalu banyak orang yang ingin menjadi seorang Pencuci .
Biasanya yang menjadi Pencuci, adalah orang miskin yang tidak dapat menghidupi dirinya sendiri, dan berada di dalam kondisi yang tidak dapat menentukan apa pun, mereka juga terpaksa untuk menjalankan pekerjaan ini. Karena setelah menjadi seorang Pencuci, setiap keluarga di desa akan menyokong kehidupannya, agar lain kali orang tersebut juga dapat melakukan penyucian terhadap calon menantu mereka. Bahkan setelah selesai melakukannya, juga dapat menerima uang dari pengantin.
Sejak kecil aku sudah kehilangan orang tua, ketika berusia tujuh tahun sudah menjadi anak yatim, aku besar dengan memakan nasi yang dikumpulkan dari orang-orang di desa. Ketika aku berusia delapan belas tahun, Pencuci di dalam desa kami tiba-tiba meninggal dunia, karena terkena sejenis penyakit aneh.
Di dalam desa tidak boleh sehari tanpa seorang Pencuci, jadi banyak pimpinan suku-suku besar di desa pun datang mencariku, agar aku dapat menjadi seorang Pencuci . Mereka mengatakan aku besar dengan memakan nasi dari mereka, dan sekarang merupakan waktunya aku untuk berterima kasih kepada mereka.
Aku sangat tidak ingin, tetapi jika aku tidak menerimanya, aku akan diusir dari desa, akhirnya aku pun menyetujuinya, akibat tekanan dari berbagai hal. Bagaimanapun orang miskin seperti aku, hidup juga tidak berguna. Dari pada hanya sia-sia, lebih baik aku melakukan sesuatu yang dapat berkontribusi kepada desa kami.
Bahkan, jika aku tidak menjadi seorang Pencuci, gadis di dalam desa juga tidak akan ada yang mau menikah dengan aku, dari pada seumur hidupku hanya seperti ini, lebih baik aku menjadi seorang Pencuci, yang juga dapat berhubungan dengan wanita.
Setelah melakukan upacara di aula leluhur agung di dalam desa, aku pun dengan resmi menjadi seorang Pencuci .
Pada hari ketujuh setelah aku menjadi Pencuci, tugas pertamaku pun datang.
Keluarga Pota yang terbesar di dalam desa akan mengadakan acara pernikahan. Pengantin pria bernama Ahmad Pota, dan pengantin wanita bernama Selvi Maharani yang merupakan salah satu dari tiga gadis tercantik di dalam desa kami.
Usia Selvi lebih besar dua tahun dari aku, sejak kecil dia sudah merupakan sosok yang sangat cantik, tetapi dia juga sangat galak, dia sering menindasku, dan sangat membenciku, karena aku tidak mempunyai orang tua, yang tidak berbeda jauh dengan seorang pengemis.
Dulu aku pernah mencuri timun yang ditanam oleh keluarga mereka, tetapi ditangkap oleh Selvi . Aku pun dipukul olehnya, sampai mataku membengkak, dan hidungku pun berdarah. Tetapi yang paling keterlaluan adalah, dia melepaskan celanaku, dan memasukkan sebatang timun itu ke dalam pantatku……
Sedih sekali ketika mengingatnya, kejadian itu meninggalkan bayangan psikologis terhadapku di dalam masa kecilku. Semenjak itu, aku menjadi sangat takut dengannya, ketika melihat wanita itu, aku akan melarikan diri, dan tidak berani untuk menatapnya sama sekali. Jika bertemu dengannya, aku juga akan menghindarinya.
Tetapi dengan tidak sangka, setelah aku menjadi Pencuci, tugas pertamaku adalah melakukan penyucian terhadapnya!
Sungguh canggung!
Sejujurnya, saat ini aku masih sedikit takut dengan wanita itu. Meskipun setelah besar wanita itu menjadi agak lembut, tetapi pengaruh yang diberikan oleh wanita itu dalam masa kecilku sungguh besar sekali.
Tetapi, setelah menerima tugas ini, aku merasa sangat senang, akhirnya aku dapat membalas perbuatan yang wanita itu lakukan kepadaku pada dulu! Dulu wanita itu menggunakan timun, kali ini aku akan menemukan harga diriku di hadapannya!
Satu hari sebelum malam pertama pernikahan wanita itu dengan Ahmad . Perantara pencari jodoh pun mengantarnya ke rumahku, agar aku mendapatkan keperawanannya.
Malam itu, Selvi mengenakan pakaian pengantin ke rumahku, ini adalah adat dan tradisi. Penampilan Selvi awalnya sudah cantik, setelah mengenakan pakaian pengantin, dan riasan pada wajahnya, dia terlihat lebih menawan.
Setelah perantara pencari jodoh mengantar Selvi ke dalam rumahku, dan memberitahu beberapa hal yang harus diperhatikan, dia pun meninggalkan rumahku.
Setelah perantara pencari jodoh itu pergi, di dalam kamar yang tua ini, hanya tersisa aku dengan Selvi .
Kali pertama melakukan hal ini kepada pengantin, apalagi terhadap seorang wanita yang berpenampilan sangat cantik, aku merasa sangat tertekan, karena aku tidak mempunyai pengalaman apa pun!
Melihat postur tubuh Selvi yang tinggi dan cantik, detak jantungku pun berdebar, dan seketika aku pun tidak tahu harus melakukan apa.
“Itu, kak Selvi, malam ini kamu sangat cantik!” Agar menjadi lebih tenang, aku hanya dapat mengajak Selvi untuk berkata.
“Gilang, kenapa ranjangmu begitu kotor!” Selvi melihat ranjangku.
Namaku adalah Gilang Ramdhan. Pada saat seperti ini, wanita itu masih mempunyai aura yang begitu kuat, perkataannya langsung dikatakan untuk menilaiku.
“Karena aku miskin, dengan mempunyai ranjang ini aku sudah sangat bersyukur.” Aku berkata dengan wajah yang memerah.
“Sungguh tidak disangka, kamu akan menjadi Pencuci, benar-benar menguntungkan kamu.” Selvi berkata.
“Aku juga tidak ingin, tetapi tidak berdaya juga, demi sesuap nasi.” Aku berkata.
“Coba kamu katakan, apakah tradisi ini di dalam desa kita termasuk takhayul, sebenarnya aku sama sekali tidak ingin datang mencarimu.” Selvi berkata dengan terus terang.
“Tradisi ini sudah lama diwariskan di dalam desa kita dari dulu, kamu jangan melupakan bahwa, beberapa tahun yang lalu Rudi Jaya, sosok yang bersekolah itu, karena dia tidak mempercayai tradisi ini, dan tidak mengizinkan Pencuci untuk melakukan penyucian kepada pengantinnya Tya Wijaya, akhirnya pada malam pertama pernikahannya, dia langsung meninggal di atas ranjang, saat ini Tya juga sudah menjadi seorang janda sejak kejadian itu.” Aku takut kejadian itu akan terjadi pada Selvi, jadi aku pun mengingatkannya.
Masalah ini semua orang yang ada di desa mengetahuinya, tak terkecuali Selvi . Setelah kejadian itu, tidak ada orang yang pernah mengambil resiko tersebut lagi.
Setelah Selvi mendengar perkataanku, dan tampaknya dia juga tidak ingin menjadi seorang janda, lalu dia pun berkata dengan wajahnya yang memerah: “Kalau begitu segera dimulai saja, lebih cepat menyelesaikannya aku juga dapat lebih cepat meninggalkan rumahmu, satu menit pun aku tidak ingin berada di sini.”
Adegan yang sangat menegangkan akhirnya akan terjadi juga. Bagaimanapun aku sudah menjadi seorang Pencuci, hal seperti ini tidak peduli itu sekarang atau pun ke depannya, aku tetap harus menghadapinya. Jika Selvi ingin menikah, wanita itu juga harus melalui tahap ini terlebih dahulu.
“Baik……baik. Kamu lepas……lepaskan bajumu dulu!” Karena aku merasa gugup, perkataanku pun terputus-putus.
“Um.” Selvi berkata, kemudian wajahnya pun memerah, dia menundukkan kepalanya untuk membuka kancing bajunya.
Tidak dapat ditutupi bahwa, Selvi yang sedang malu tampak sangat menawan, seketika aku pun tergoda olehnya.
Ketika Selvi sedang melepaskan kancing bajunya, aku melihat tangannya sedikit bergemetaran, dan dapat dipastikan, dia pasti juga sangat gugup. Bagaimanapun Selvi juga pertama kalinya melakukan hal ini, dan pertama kali melepaskan pakaiannya di depan seorang pria.
Ketika Selvi mulai melepaskan bajunya, aku merasa sekujur tubuhku menjadi panas. Postur tubuhnya yang sangat indah, dan kedua kaki mulus panjangnya, membuatnya terlihat seperti sebuah karya seni.
Aku berpikir di dalam hati, jika aku dapat mempunyai istri cantik seperti dia, tampaknya setiap harinya aku tidak akan turun dari ranjang.
Ketika Selvi melepaskan pakaian dalamnya, hidungku juga mulai mengeluarkan darah dengan tak terkendali……
Bab 2 Sangat Gagal
“Kenapa hidungmu mimisan?” Selvi melihat aku mimisan, lalu dia pun bertanya dengan kaget.
Aku merasa sangat canggung, dan segera mengatakan sebuah alasan: “Malam ini aku makan terlalu banyak, mungkin panas dalam, jadi aku pun mimisan.”
“Orang seperti kamu juga bisa makan terlalu banyak, pergi membohongi hantu saja.” Selvi berkata dengan jijik.
Aku menjadi semakin canggung, setelah menyeka hidungku dengan tisu, dan aku pun berkata: “Sudah jangan katakan lagi, kamu segera berbaring di atas ranjang.”
Dalam menghadapi wanita cantik seperti Selvi, aku sedikit tidak sabar.
Selvi juga mengetahui dirinya harus melewati tahapan ini, jadi dia pun berbaring di atas ranjang, dengan memejamkan kedua matanya, dan tidak berani untuk menatapku lagi.
Aku juga mulai melepaskan pakaianku dengan gugup.
Setelah melepaskan pakaianku, aku naik ke atas ranjang dengan suasana hati yang sangat gembira.
Selvi merasakan aku sudah mendekatinya, sekujur tubuhnya pun mulai bergemetaran, kakinya menjadi sangat kaku. Aku dapat mengetahui bahwa dia sangat gugup, bahkan dapat dikatakan sangat takut.
Tidak disangka wanita yang memperlakukan aku dengan galak, saat ini kelihatan sangat takut di hadapanku.
“kak Selvi, kamu tenang sedikit, kamu merapatkan kedua kakimu dengan begitu dekat, bagaimana aku dapat melakukannya?” Aku tidak mempunyai pengalaman apa pun, dan seketika menjadi agak bingung.
“Sesuka hatimu saja, jika kamu membuatku sakit, maka kamu bersiap-siaplah!” Selvi tidak hanya tidak membuka kedua kakinya, bahkan dia masih memberikan peringatan kepadaku.
“……” Aku menjadi bingung, pertama kali melakukan hal seperti ini, bagaimana mungkin tidak akan sakit!
Mendengar peringatan dari Selvi, aku menjadi tidak mengetahui bagaimana harus memulainya.
“Apa yang sedang kamu tunggu? Segera melakukannya agar aku dapat pergi dari sini.” Selvi berkata dengan marah dan malu.
“Oo……kalau begitu aku akan memulainya……” Setelah aku selesai berkata, aku pun mengumpulkan keberanian, dan mulai beraksi.
Tubuh Selvi sangat wangi, aroma wangi tersebut adalah aroma khusus yang dimiliki oleh seorang wanita, mencium aroma yang begitu wangi, aku pun menjadi tidak dapat menahan diri. Lalu aku menjadi semakin berani, dan seketika aku bersatu dengannya.
“Untuk apa kamu membuang waktu, segera mulai melakukannya!” Selvi mungkin sudah tidak dapat bersabar lagi, dia hanya ingin segera menyelesaikannya dan meninggalkan rumahku.
Aku juga tidak berani membuang waktu lagi, lalu aku pun menuruti permintaannya, dan segera melakukan hal tersebut.
Tetapi, kami berdua pertama kali melakukan hal seperti ini, dan tidak mempunyai pengalaman apa pun, bahkan Selvi juga tidak ingin bekerja sama denganku. Oleh karena itu mengakibatkan aku melakukannya dengan sangat gagal.
“Um……” Selvi tetap saja tidak dapat bertahan dan mendengus.
Beberapa saat kemudian, Selvi membuka kedua matanya, dan bertanya: “Sudah selesai?”
“Iya.” Aku merasa sangat malu.
“Segera ambil tisu untuk membersihkan aku!” Selvi berkata dengan memerintah.
Aku tidak berani menentangnya, dan hanya dapat mengambil tisu untuk membersihkannya.
Setelah membersihkannya, Selvi meraih tisu yang ada di tanganku dan melihatnya, dia tidak menemukan darah, kemudian dia bangkit untuk melihat sprei, dan tetap saja tidak melihat bekas darah, akhirnya dia pun bertanya: “Kenapa tidak berdarah?”
“Tadi tampaknya aku tidak berhasil melakukannya.” Aku berkata dengan sangat canggung.
“Apa yang kamu lakukan, sudah begitu lama dan masih tidak berhasil.” Selvi berkata.
“Aku pertama kali menjadi Pencuci, dan tidak mempunyai pengalaman apa pun! Nanti kita melakukannya sekali lagi!” Aku berusaha untuk menjelaskannya.
“Ranjangmu begitu bau, sangat tidak enak dicium, aku tidak ingin melakukannya lagi, tadi kita sudah melakukannya, seharusnya sudah termasuk, aku mau pergi.” Selvi selesai berkata, dan mengenakan pakaiannya.
Aku selalu takut dengan Selvi, melihat dia tidak ingin melakukannya lagi, aku juga tidak berani untuk memaksanya lagi, dan hanya dapat mengatakan: “Kamu yang tidak memperbolehkan aku untuk melakukannya lagi, tetapi aku katakan dulu, jika suamimu terjadi sesuatu, maka kamu jangan menyalahkanku!”
“Pei pei pei! Diam, jangan mengatakan perkataan seperti ini!” Selvi berkata dengan marah.
Seketika aku juga tidak berani untuk mengatakan sesuatu lagi.
Kemudian, Selvi berkata lagi: “Kamu menjadi seorang Pencuci pada usia yang begitu kecil, jika mati juga kamu yang akan mati terlebih dahulu, kamu mulai menantikannya saja!”
Aku berkeringat.
Selvi sudah selesai mengenakan pakaiannya, lalu dia meninggalkan sebuah amplop, dan langsung pergi.
Setelah Selvi pergi, aku pun membuka amplop itu, isinya empat ratus ribu, sungguh banyak sekali.
Aku merasa pekerjaan ini sebenarnya bagus juga, tidak hanya dapat meniduri wanita, dan juga dapat menerima amplop. Meskipun akan pendek umur, setidaknya dapat menikmati kehidupan. Jika seumur hidup ini tidak pernah meniduri seorang wanita, untuk apa berusia sampai seratus tahun?
Aku berbaring di atas ranjang, dan mencium bekas aroma Selvi, dan memikirkan kejadian tadi, lalu aku pun menjadi bergairah lagi.
Tetapi saat ini wanita itu sudah pergi, aku hanya dapat menghela nafas, ugh, tadi benar-benar sangat tidak berguna, kenapa tidak berhasil memasukkannya! Kejadian dulu, masih belum berhasil membalasnya!
Mengingat tadi diriku tidak berhasil menyelesaikan tugas yang harus dilakukan, dan Selvi juga sudah pergi, aku benar-benar khawatir terhadap suaminya akan terjadi sesuatu. Jika benar-benar terjadi, aku juga tidak dapat akan melarikan diri.
Tetapi Selvi enggan, aku juga tak berdaya, dan hanya dapat diserahkan kepada yang mahakuasa.
Malam ini, aku tidur dengan sangat nyenyak, dengan mencium aroma yang ditinggalkan oleh Selvi.
Pada hari berikutnya adalah hari pernikahan Selvi dengan Ahmad, mereka mengundang banyak orang, dan pernikahan mereka diadakan dengan sangat meriah. Keluarga kaya memang berbeda dengan orang lain.
Aku sebagai Pencuci, tentunya juga akan menghadiri acara pernikahan mereka, dan tidak perlu memberikan angpao. Secara terus terang, maksudnya adalah dapat pergi makan gratis, bahkan mereka juga harus menghormatiku, dan aku akan duduk bersama dengan tamu undangan lainnya.
Ketika acara pada malam hari mulai, yang semeja denganku ada kakak sepupuku yang bernama Alvia Sulistia.
Kakak sepupuku Alvia adalah salah satu dari tiga gadis tercantik di dalam desa kami, dia seusia dengan Selvi, bahkan mereka berdua adalah teman yang sangat baik, Selvi menikah, tentu saja dia akan menghadirinya.
Meskipun Alvia adalah kakak sepupuku, tetapi dia sama seperti Selvi, sejak kecil dia sudah memandang rendahku. Ketika kedua orang tuaku meninggal, tante pernah menjemput aku untuk tinggal di dalam rumahnya, tetapi kakak sepupu sangat membenciku, dia akan memarahiku setiap saat, bahkan memukulku.
Aku tidak dapat menerimanya, dan aku pun meninggalkan rumah tante, aku lebih memilih untuk menjadi seorang pengemis, dari pada ditindas oleh wanita itu.
Saat ini aku semeja dengan Alvia, kami tidak berkata apa pun, yang terlihat seperti musuh.
Kemudian, perantara pencari jodoh Mami Teti berkata: “Gilang, bulan depan kakak sepupu akan menikah, nanti kamu harus melakukan penyucian terhadap kakak sepupumu!”
Mendengar informasi ini, aku seperti mendengar suara petir, sumpit di tanganku pun terjatuh. Boleh tidak untuk mengerjai orang dengan seperti ini!
Melakukan penyucian kepada kakak sepupu, jika diberikan keberanian, aku juga tidak akan berani!
Bahkan memikirkannya saja, aku juga tidak berani untuk memikirkan adegannya!
“Mami Teti, kamu jangan mengatakan ini dulu, mungkin saja orang itu tidak dapat hidup sampai bulan depan!” Alvia berkata dengan wajahnya yang memerah. Perkataannya sangat kejam seperti Selvi, mereka benar-benar merupakan teman baik yang sudah ditentukan!
“Vivi, di hari seperti ini, jangan mengatakan perkataan seperti itu.” Mami Teti berkata.
Bab 3 Kematian Pengantin Pria
Kemudian, pasangan pengantin pun keluar untuk bersulang kepada setiap tamu, awalnya mereka pergi ke meja orang tua mereka terlebih dahulu, kemudian mereka pun datang ke meja VIP kami.
Hari ini wajah Selvi terlihat merah, dan sangat cantik, Ahmad juga terlihat bersemangat, dan sangat bangga. Mereka berdua benar-benar merupakan pasangan yang sangat cocok.
Melihat Ahmad dapat menikah dengan Selvi yang begitu cantik, aku merasa sedikit iri di dalam hatiku. Tetapi tidak berdaya juga, siapa suruh pria itu kaya, sedangkan diriku miskin, dan aku masih menjadi seorang Pencuci, bahkan seumur hidup ini juga tidak ada harapan untuk menikah lagi.
Memikirkan ini, aku merasa sangat sedih di dalam hatiku.
Acara ini terdiri dari empat puluhan meja, setelah mengunjungi setiap meja, Ahmad pun sudah mulai mabuk, dan dia juga tidak dapat berjalan dengan normal lagi.
Kerabat dan teman-teman lainnya hanya dapat membawa Ahmad dan Selvi ke dalam kamar.
Melihat Ahmad dan Selvi masuk ke dalam kamar, dan memikirkan hal yang akan mereka lakukan, aku merasa sedikit kesal. Kemarin jelas-jelas mempunyai kesempatan untuk merasakannya terlebih dahulu, dan menikmati wanita cantik seperti Selvi, tetapi diriku yang gagal melakukannya, siapa yang dapat disalahkan?
Tetapi, aku juga merasa sedikit takut, karena tidak berhasil mendapatkan keperawanan Selvi, dan apakah Ahmad akan terjadi sesuatu setelah malam pertama mereka?
Pagi hari berikutnya, suara petasan pun terdengar dari rumah Ahmad, kemudian, aku pun mendengar orang-orang mengatakan, Ahmad sudah meninggal.
Suara petasan itu bertujuan untuk menyampaikan kabar duka.
Aku tertegun sejenak. Yang dipikirkan oleh aku terlebih dahulu adalah, aku tidak berhasil melakukan penyucian terhadap Selvi, sehingga menyebabkan Ahmad meninggal!
Sebagian warga di desa pun pergi ke rumah Ahmad.
Aku ingin mengetahui apa yang terjadi, jadi aku juga pergi ke sana.
Keluarga Pota pun terlihat sedih, semalam adalah acara pernikahan, hari ini menjadi acara kematian, siapa pun yang melihatnya pasti akan merasa sedih.
Banyak orang yang sedang mendiskusikan kematian Ahmad.
Berdasarkan yang disampaikan oleh Selvi, semalam Ahmad mabuk, setelah masuk ke dalam kamar, dia pun tertidur. Awalnya malam pertama yang sangat indah, Selvi pun tidak merasakannya.
Pagi tadi, Selvi bangun, dia melihat Ahmad masih sedang tidur, kemudian dia pun memanggilnya, siapa tahu Ahmad tidak meresponnya. Akhirnya dia merasa aneh, kemudian dia menyadari tubuh Ahmad sudah menjadi kaku, dan tidak diketahui sudah mati berapa lama!
“Kakak sepupu tidak akan tiba-tiba menjad seperti ini? Apa yang kamu lakukan terhadapnya!” Seseorang menunjuk Selvi dan berkata dengan suara yang keras.
Orang itu bernama Mahmud Pota, dia adalah adik sepupu Ahmad Pota. Dia berpostur tubuh yang tinggi dan gede, dia juga sering tidak mengenakan baju, dipunggungnya terdapat tato seekor naga, dengar-dengar biasanya dia menjaga di luar kasino, dan menagih hutang kepada orang lain, dia sangat kejam, jadi orang-orang di dalam desa juga sangat menghormatinya dan selalu menghindarnya.
Selvi menangis, dan berkata: “Aku tidak melakukan apa pun terhadap Ahmad. Aku menikah dengannya, bagaimana mungkin aku akan membunuhnya?”
Mahmud tersenyum dingin, “Kalau begitu kenapa kakak sepupuku akan meninggal? Kamu harus memberikan penjelasan kepada kami, jika tidak, huh!” Tatapan matanya terlihat suram, ketika aku melihatnya, aku pun merasa takut.
Selvi merasa takut sampai wajahnya pun menjadi pucat. Tiba-tiba, dia seperti sedang memikirkan sesuatu, dan segera mengatakan: “Gilang ! Semua ini karena Gilang !”
Seketika aku menjadi panik, Selvi “Mengkhianatiku” juga!
Ketika tidak ada yang memerhatikanku, aku pun berencana untuk pergi. Tetapi dengan tidak disangka ada seseorang yang menangkapku, dan menarikku dengan kuat, menuju ke hadapan Selvi.
“Ingin pergi? Jelaskan dulu semua kejadiannya!” Mahmud menendang aku dengan kuat, dan menyuruh Selvi untuk mengatakannya dengan jelas.
Selvi menunjuk aku dan berkata: “Pria ini tidak berhasil mendapatkan keperawananku, jadi itu yang menyebabkan Ahmad mati!”
Tiba-tiba kerumunan pun menjadi sangat ribut.
Kedua orang tua Ahmad sangat marah, kemudian mereka pun menamparku dengan kuat, dan menanyakan kenapa aku tidak mendapatkan keperawanan Selvi.
Aku hanya dapat mengatakan kejadian pada malam itu kepada mereka dengan jujur.
“Ternyata merupakan seorang pria yang tidak berguna!” Mahmud menatapku dan Selvi dengan wajah yang aneh, lalu dia pun berkata, “Orang ini menerima sumbangan tetapi tidak menyelesaikan tugasnya, dialah yang menyebabkan kakak sepupu meninggal, dia harus dikuburkan bersama kakak sepupu!”
Aku sangat kaget, dan langsung menjelaskannya, pada saat itu aku tidak berhasil, tetapi, aku masih ingin melakukannya lagi. Pertama kali gagal, kedua kalinya pasti akan berhasil. Tetapi Selvi tidak memberikan kesempatan kepada aku.
“Jika begitu, kalian berdua harus dikuburkan bersama anakku!” Ayah Ahmad berkata dengan penuh amarah.
Jadi, orang Keluarga Pota pun mengunci aku dan Selvi di sebuah tempat.
Setelah pintu dikunci dari luar, Selvi pun mulai menendangku, “Semua salah kamu, orang yang tidak berguna, kamu membuat aku harus dikuburkan bersama Ahmad ! Semua salah kamu, orang yang tidak berguna!”
Aku pun merasa bersalah, dan membiarkan Selvi untuk memukulku.
Beberapa saat kemudian, Selvi pun berhenti memukul aku, dia tiba-tiba duduk di bawah, dan mulai menangis.
“Wu wu……aku tidak ingin mati. Aku masih begitu muda, dan masih belum menikmati kehidupan di dunia ini, bahkan belum merasakan kenikmatan sebagai seorang wanita, aku tidak ingin mati!”
Aku menatapnya, dan aku ingin menenangkannya, tetapi aku gagal untuk mengatakannya.
Saat ini, pintu dibuka, seseorang masuk, dan berkata kepada Selvi dengan wajahnya yang tersenyum licik: “Siapa suruh kamu dan pria tidak berguna ini tidak berhasil melakukan hal itu? Kamu memang pantas diperlakukan dengan seperti ini! Tetapi, jika kamu ingin merasakan kenikmatan sebagai seorang wanita, aku dapat membantumu.”
“Untuk wanita, aku paling hebat!”
Bab 4 Jatuh Dari Tebing
Aku mengangkat kepalaku untuk melihatnya, ternyata adalah Mahmud. Mengingat perkataan yang baru saja dikatakan olehnya, tiba-tiba hatiku terasa tidak tenang.
Selvi juga segera bangkit, dan bertanya kepada Mahmud : “Apa……apa maksudmu?”
Mahmud berkata: “Tadi bukannya kamu mengatakan kamu belum merasakan kenikmatan sebagai seorang wanita? Ini aku dapat membantumu.”
“Membantuku?” Selvi memikirkannya sejenak, setelah mengetahui maksud dari Mahmud, dia pun berkata: “Aku tidak mau. Ingin meniduriku, tidak mungkin!”
“Kamu membiarkan aku untuk menidurimu, bisa saja aku dapat membujuk pamanku, untuk melepaskan kamu.” Mahmud berkata.
“Iya?” Mata Selvi tiba-tiba bersinar, tampaknya dia tidak ingin mati juga.
“Tentu saja.” Mahmud pun berjalan mendekati Selvi dengan matanya yang terlihat licik.
Aku merasa sedih di dalam hatiku, wanita cantik seperti Selvi akan ditiduri oleh Mahmud. Keperawanan Selvi seharusnya adalah milikku, siapa sangka aku tidak berhasil mendapatkannya, bahkan Ahmad juga tidak mendapatkannya, sebaliknya membuat Mahmud mendapatkan keuntungan.
Mahmud melirikku, dan berkata: “Biarkan aku tunjukkan kepada kamu, apa itu seorang pria.”
Sambil berkata, Mahmud pun mulai ingin melepaskan celana Selvi.
Selvi tiba-tiba mendorong Mahmud dan berlari menuju luar.
“Kurang ajar!” Mahmud marah, dia didorong oleh Selvi dan terpeleset. Setelah dia bangkit, Selvi sudah berlari menuju ke luar.
“Kamu jangan lari!” Mahmud sangat marah dan mengejarnya dari belakang.
Aku tertegun sejenak, melihat tidak ada orang, aku pun segera melarikan diri.
Siapa sangka baru saja berjalan sampai di depan pintu, sudah ditemukan oleh seseorang.
“Gilang, kenapa kamu keluar?” Orang itu bertanya.
“Aku……aku mau ke toilet.” Sambil berkata aku pun berjalan dengan cepat menuju ke arah toilet.
Setelah berjalan tidak terlalu jauh, aku pun mendengar seseorang berteriak di belakang: “Gilang, kamu jangan lari!”
Aku pun terkejut, dan segera berlari dengan cepat.
Kemudian terdapat beberapa orang yang mengejarku dari belakang.
Pada saat ini adalah pagi hari, terdapat banyak orang yang ada di desa, jika mereka mengeliling aku, dapat dipastikan aku tidak akan bisa melarikan diri. Melihat orang yang mengejarku dari belakang semakin mendekatiku, aku pun berlari menuju ke arah gunung.
Selama bertahun-tahun, aku sering berburu di atas gunung, dan juga sering memetik jamur dengan buah liar di sana untuk mengisi perutku, tidak ada orang yang lebih mengenali gunung itu selain aku, aku yakin sekali ketika aku sudah sampai ke puncak gunung, mereka jangan berharap akan dapat menangkapku.
Benar saja, ketika aku mulai memasuki kawasan gunung, orang-orang itu tidak mengejarku lagi, dan mereka pun langsung berbalik untuk pulang.
Aku berencana untuk berada di atas gunung selama dua sampai tiga hari, sampai Ahmad dikebumikan.
Tiba-tiba, aku mendengar suara dari atas gunung, aku pun mendengarnya dengan fokus, sepertinya adalah suara Selvi.
Aku merasa ragu, kemudian aku pun perlahan mendekati tempat suara itu berasal.
Setelah mendekati tempat itu, aku sangat kaget, aku melihat Mahmud sedang menindihSelvi.
“Lepaskan aku! Beraninya kamu untuk memperlakukan aku dengan seperti ini, aku adalah kakak iparmu!” Selvi berkata.
“Hehe, bukannya kamu belum berhubungan badan dengan kakak sepupuku? Bagaimana dapat dikatakan sebagai kakak iparku? Jika kamu menurutiku, aku dapat menjamin kamu tidak akan mati.” Mahmud mengatakannya dengan sambil hendak melepaskan celana Selvi.
“Jika aku mati, aku juga tidak akan menerima permintaanmu!” Selvi terus melawannya. Tetapi, dia tetap ditindih oleh Mahmud, dan dia pun tidak berhasil melawannya.
“Jika kamu ingin mati, lebih baik memberikan kenikmatan kepadaku terlebih dahulu.” Mahmud berkata.
Tiba-tiba, Selvi pun melihat keberadaan aku, dan segera berkata: “Gilang, tolong aku!”
Mahmud membalikkan kepalanya, melihat adalah aku, dia pun berkata: “Kamu juga melarikan diri?”
Aku pun tertegun sejenak, dan berkata: “Kamu segera lepaskan Selvi.”
Mahmud masih menindih Selvi. “Aku pasti akan meniduri Selvi ! Kamu segera pergi, jika tidak, nanti aku akan menangkapmu, dan besok kamu akan dikuburkan bersama kakak sepupuku!”
“Jangan pergi!” Selvi segera menangis, “Gilang, apakah kamu seorang pria? Jika kamu pergi, aku akan membencimu seumur hidup ini!”
“Bagaimana mungkin dia adalah seorang pria? Jika dia adalah pria, kalian berdua juga tidak akan dikuburkan bersama kakak sepupuku.” Mahmud mengatakannya dengan sambil menarik celana Selvi, dan dia sama sekali tidak menganggap keberadaanku.
Yang dikatakan Mahmud memang benar, jika aku berhasil melakukan penyucian terhadap Selvi, kami berdua tidak akan mati.
Tetapi, Selvi akan diperkosa oleh pria itu, aku tidak dapat melakukannya.
Aku memungut sebuah batu dan berjalan mendekati Mahmud, kemudian aku pun memukul belakang kepalanya dengan batu itu.
“Ugh!” Mahmud mendengus, dia membalikkan kepalanya dan memelototiku. Aku pun mengambil batu untuk melemparnya lagi, tetapi Mahmud segera menghindarnya, dan berkata: “Beraninya kamu untuk memukulku, aku akan membunuhmu!”
Aku mengetahui diriku tidak dapat melawan Mahmud, melihat dia mulai bangkit, aku pun mengambil batu untuk melemparnya lagi, lalu aku berkata: “Selvi cepat lari!”
Mahmud mengelus bagian belakang kepalanya, tangannya pun berlumuran darah. Dia sangat marah dan memelototiku, kemudian dia pun berjalan mendekatiku dengan ganas.
Aku pun segera berlari ke atas gunung.
“Dasar, jangan lari!” Mahmud sambil mengejarku di belakang dan berkata dengan marah.
Aku besar dengan memakan nasi yang diminta dari orang lain, aku sangat miskin, dalam menghadapi orang seperti Mahmud, aku pun merasa takut. Tadi melemparnya dengan menggunakan batu, juga merupakan naluri seorang pria untuk menyelamatkan seorang wanita, setelah itu aku pun merasakan terlalu tergesa-gesa.
Melihat Mahmud terus mengejarku dari belakang, aku sangat panik, kemudian aku pun tiba di tepi tebing.
Tebing ini bernama Tebing Sembilan Kematian, yang merupakan tebing yang sangat curam, dan sama sekali tidak dapat melihat dasarnya itu apa dari atas. Orang-orang di desa mengatakan, di dasar tebing itu terdapat sebuah rawa, tidak ada satu pun yang berani untuk pergi ke sana. Karena di sana terdapat semburan gas rawa, bahkan beberapa ekor burung yang terbang melewatinya saja juga akan langsung jatuh ke dalam rawa itu.
Saat ini sudah tidak memiliki jalan lain lagi, Mahmud sudah berada di belakangku, dan seketika aku merasa tidak berharapan lagi.
“Beraninya kamu untuk merusak rencanaku, hari ini adalah hari wafatmu! Setelah membunuh kamu, aku baru pergi membereskan Selvi.” Mahmud segera berjalan menuju ke arah aku berdiri, dan dia langsung menendang perutku.
Aku merasakan perutku sedikit sakit, kemudian aku pun mundur tujuh sampai delapan langkah ke belakang. Tiba-tiba kakiku tidak menginjak apa pun, dan aku pun terjatuh dari tebing itu. Kemudian aku pun mencium bau yang aneh, aku hanya merasakan yang dilihat oleh mataku semuanya hitam, dan akhirnya aku pun pingsan.
Ketika aku bangun, aku menyadari setengah tubuhku berada di dalam rawa, aku ingin meminta tolong, tetapi tidak peduli bagaimana aku berteriak, aku tidak dapat mengeluarkan suaraku!
Seketika aku merasa tidak berharapan lagi, aku mengetahui, jika diriku dapat mengeluarkan suara, bagaimana mungkin juga akan ada orang yang datang ke sini?
Jika terdapat orang, siapa yang akan menyelamatkan aku?
Sebelum aku pingsan, tiba-tiba aku melihat sesuatu yang bersinar, dan itu merupakan pemandangan yang sangat aneh.
Di ujung rawa, terdapat sebuah kolam kecil, air di dalam kolam itu sangat jernih, bagaikan merupakan sebuah tempat tersembunyi di dunia ini, dan jauh berbeda dengan rawa yang saat ini aku berada.
Yang membuat aku merasa kaget adalah, di dalam kolam itu, terdapat seorang wanita yang sedang mandi di sana!
Wanita itu memiliki jarak yang lumayan jauh denganku, tetapi dia sedang menghadap ke arahku.
Wanita itu sangat langsing, dan juga terlihat elegan; kulitnya sangat putih, dengan wajahnya yang terlihat sangat cantik.
Wanita itu sangat cantik, seperti seorang dewi yang turun dari langit!
Saat ini, aku menduga apakah ini adalah ilusi aku sebelum mati, kemudian, aku pun memungut sebuah batu, dan melempar ke arah wanita itu berada.
Wanita itu pun mengangkat kepalanya, dan menatapku.
Pada saat itu juga, wanita itu yang sedang mandi, tiba-tiba menghilang dari sana!
Aku pun tercengang.
Detik berikutnya, wanita itu sudah berdiri di hadapanku!
Saat ini setengah tubuhku berada di dalam rawa, di tempat ini seseorang tidak akan dapat berdiri. Tetapi kedua kaki wanita itu, berdiri di atas rawa ini, dan sama sekali tidak masuk ke dalam air.
Dengan jarak yang begitu dekat, sebuah aroma yang sangat wangi dan menggoda pun tercium.
Aku mengangkat kepalaku, dan aku pun melihat sepasang kaki yang sangat indah……
Bab 5 Perjanjian
Wanita itu menatapku dengan tatapan yang dingin, kemudian sebuah senjata yang tidak pernah aku lihat tiba-tiba muncul di tangan wanita itu, dan dia pun menggunakan senjata itu untuk menusuk tenggorokanku.
Aku pun segera memejamkan kedua mataku.
Yang ada di hadapanku saat ini hanyalah sebuah ilusi sebelum mati.
Dengan tidak disangka, senjata wanita itu berhenti di depan tenggorokanku dengan jarak sejauh satu cm.
Wanita itu menatapku dengan tatapan yang sedikit terkejut, dan tersenyum, “ tidak disangka di dalam kondisi yang buruk seperti ini akan terdapat orang seperti kamu yang terdapat keterampilan bawaan sejak lahir, kamu adalah orang biasa, dan telah melihat aku tanpa mengenakan pakaian apa pun, seharusnya kamu harus dibunuh olehku, tetapi saat ini melihat kamu memiliki keterampilan bawaan sejak lahir, aku tidak akan membunuhmu. Kita berdua membuat sebuah perjanjian, aku akan memenuhi keinginan kamu yang belum terpenuhi.”
Aku hanya menganggap yang sedang terjadi saat ini adalah sebuah ilusi, aku pun mengulurkan tanganku, dan mengigit jari tengahku, kemudian berdasarkan perkataan wanita itu, aku pun meletakkan jariku yang berdarah di tengah dahi wanita itu. Ketika menyentuh dahinya, aku merasakan kulitnya terasa sangat lembut, seolah-olah semua ini bukan merupakan sebuah mimpi.
Berdasarkan perjanjian yang dikatakan oleh wanita itu, wanita itu pun bertanya: “Apa yang kamu inginkan?”
Aku hanya berkata: “Aku ingin menjadi lebih kuat, lebih kaya, dan tidak perlu ditindas oleh orang lain lagi.”
Wanita itu berkata: “Permintaanmu terlalu banyak, hanya boleh terdapat satu permintaan.”
Aku berpikir, bagaimanapun aku sudah terbiasa dengan kehidupan yang miskin.
“Kalau begitu aku ingin menjadi lebih kuat.”
“Baiklah sesuai keinginanmu.” Setelah selesai berkata, wanita itu pun berubah menjadi sinar putih dan masuk ke dalam dahiku. Sekujur tubuhku bergemetaran, seperti kesetrum listrik, dan mataku pun jadi kabur.
Beberapa saat kemudian, mataku pun perlahan pulih.
Wanita itu menghilang, melainkan aku, yang masih tetap berada di dalam rawa.
Apakah tadi aku sedang bermimpi?
Aku pun keluar dari rawa itu dengan sekuat tenagaku, melihat tubuhku sangat kotor, aku pun memutuskan untuk membersihkannya di dalam kolam itu.
Kolam itu sangat dalam, dan jernih. Aku pun meminum air kolam itu dengan tidak dapat bertahan, airnya terasa sangat manis.
Tidak disangka air di dalam kolam ini begitu enak untuk diminum, aku pun meminumnya dengan sepuas-puasnya. Kemudian aku pun mulai membersihkan tubuh dan bajuku, lalu aku pun memikirkan bagaimana aku bisa naik ke atas.
Aku pun mengangkat kepalaku, tebing yang sangat curam, seperti potongan pisau, bahkan sangat tinggi.
Bagaimana aku bisa naik ke atas? Sulit sekali.
“Kamu belum mencobanya, bagaimana kamu akan mengetahuinya?” Tiba-tiba suara yang sangat merdu terdengar.
Ini adalah suara wanita yang tadi!
Aku melihat ke sekeliling, dan tidak menemukan siapa pun.
“Kamu itu siapa?” Aku bertanya.
Wanita itu berkata: “Aku adalah Dewi Danau, saat ini berada di dalam tubuhmu. Sekarang kamu segera panjat ke atas.”
Dewi Danau ? Dewi yang aku lihat barusan itu? Kenapa dia akan berada di dalam tubuhku?
“Kamu tidak perlu memikirkannya, ke depannya aku akan menjelaskan masalah ini kepadamu. Tidak boleh berada di tempat ini terlalu lama, kamu segera naik ke atas.” Suara Dewi Danau terdengar lagi.
Aku berjalan menuju ke bawah tebing dengan curiga, dan aku pun mulai mencoba untuk memanjat ke atas. Siapa sangka, ketika memanjatnya aku sudah memanjat setinggi empat meter. Kemudian, aku seperti seekor cicak, aku memanjat ke atas dengan kecepatan yang sangat cepat, dan seperti sedang berjalan di jalan yang datar, akhirnya aku pun sampai di atas tebing.
Benar saja aku sudah menjadi kuat!
Aku pun merasa sangat gembira.
Mahmud, aku tidak akan takut denganmu lagi!
Tetapi, aku sudah jatuh ke bawah begitu lama, Mahmud pun sudah pergi, tidak diketahui apakah dia berhasil menemukan Selvi atau tidak.
Aku pun berlari menuju ke arah bawah gunung dengan tergesa-gesa.
Ketika hampir sampai di kaki gunung, tiba-tiba aku pun mendengar sebuah suara erangan.
Aku segera berhenti, dan mendengarkan suara itu dengan teliti, seperti suara seorang wanita. Suaranya terdengar sangat sakit, tetapi juga terdapat kesenangan di dalam kesakitan itu.
Pada waktu yang bersamaan, suara seorang pria juga terdengar.
“Aaaa, enak…… oh tidak, aku sudah mau keluar……”
Suara Mahmud !
Apakah pria itu dan Selvi sedang……aku pun marah di dalam hati, kemudian aku pun berlari dengan cepat menuju ke posisi itu.
Aku menggunakan waktu sekitar lima menit untuk sampai di sana, lalu aku pun melihat Mahmud keluar dari semak itu sambil memegang celananya.
Jarak yang begitu jauh, kenapa aku dapat mendengar suara ini?
Tetapa saat ini aku tidak memikirkan masalah ini, aku pun memelototi Mahmud dan bertanya dengan marah: “Apa yang telah kamu lakukan terhadap Selvi ?”
Mahmud mengangkat kepalanya untuk menatapku, dia berteriak seperti melihat seorang hantu, “Kamu……kamu kenapa masih hidup? Bukannya kamu sudah jatuh dari tebing?”
“Selvi di mana?” Aku berjalan mendekatinya dengan penuh amarah.
Mahmud mengambil ponselnya untuk mengklik sesuatu, kemudian suara erangan wanita pun hilang.
“Huh, wanita itu, tidak diketahui bersembunyi di mana, dan akhirnya aku harus menyelesaikannya dengan sendiri.”
Aku baru sadar, bahwa suara erangan tadi, berasal dari ponselnya. Binatang buas ini ternyata sedang menonton film sambil melakukan hal itu, sungguh tidak tahu malu.
Tetapi, ini juga membuat aku merasa lega, Selvi tidak berhasil diperkosa olehnya.
“Semuanya karena kamu, jika bukan kamu, aku sudah meniduri Selvi !” Mahmud pun mengambil sebuah tongkat kayu dari tanah untuk memukulku.
Aku menghindarnya dengan naluri, dan aku pun mengulurkan kakiku untuk menendangnya.
“Aaaa——” Mahmud menjerit, dia ditendang oleh aku sejauh lima sampai enam meter, dia pun terlihat seperti seekor babi mati di sana.
Aku merasa kaget, kenapa tendanganku begitu kuat?
Apakah pria itu akan mati setelah ditendang oleh aku?
Aku segera menghampirinya, Mahmud pun tiba-tiba berkata, “Hantu, kamu bukan orang, kamu adalah hantu!” Kemudian dia pun segera berlari dengan cepat untuk turun dari gunung.
Aku jatuh dari tebing dan tidak mati, bahkan dapat menendangnya dengan kuat, Mahmud menganggapku adalah seorang hantu juga sangat wajar.
Setelah Mahmud menghilang, aku mulai merasa ragu, apakah harus kembali ke dalam desa. Jika aku kembali ke dalam desa, orang tua Ahmad pasti akan menguburkan aku. Tetapi jika tidak pulang, aku harus memakan apa di atas gunung?
Lebih baik pergi memetik buah liar dulu untuk mengisi perutku, dan pulang setelah malam hari.
Untuk Selvi, seharusnya dia sudah pulang ke dalam rumahnya.
Tiba-tiba, sebuah suara terdengar dari atas gunung.
“Aaaa!”
Suara Selvi !
Suaranya terdengar cempreng, seperti ditusuk oleh seseorang dengan menggunakan pisau.
Aku pun bergegas menuju ke atas gunung dengan tidak ragu.
Sambil berlari, aku mendengar suara Selvi yang terdengar sangat menderita.
Ketika aku menemukan Selvi, aku menyadari dia duduk di sana, dengan wajah yang pucat, dan dia sedang terisak-isak. Aku pun segera menghampirinya dan bertanya: “Kamu kenapa?”
Selvi melihat adalah aku, bibirnya pun berkedut, lalu dia pun tidak berkata apa pun.
“Apa yang sedang terjadi? Kenapa kamu tadi menjerit?” Aku bertanya.
“Aku……aku sudah mau mati.” Selvi bergumam, “Aku digigit ular.”
Ternyata, Selvi takut akan ditangkap oleh Mahmud, jadi dia pun bersembunyi di dalam semak. Ketika dia mendengar Mahmud menjerit, dia pun bersiap-siap untuk keluar dari semak itu, dengan tidak disangka, pahanya digigit oleh seekor ular hitam.
Pada saat ini, wajah Selvi menjadi semakin pucat, dia memejamkan matanya, bibirnya sudah menjadi warna ungu, tampaknya dia sudah keracunan.
Aku pun berjongkok, lalu aku melihat paha Selvi, dan darah di celananya sudah berubah menjadi warna hitam.
“Aku mengantar kamu ke rumah sakit.” Sambil mengatakannya aku pun segera pergi memeluk Selvi.
Selvi mendorongku, dan berkata dengan sangat lemas: “Sudah tidak sempat lagi. Aku……merasa sangat lemas. Aku sudah mau mati, wu wu……aku tidak ingin mati, wu wu……”
“Segera mengisap racunnya.” Suara Dewi Danau tiba-tiba terdengar di samping telingaku.
“Baik.”
Aku berkata kepada Selvi : “Kamu segera berbaring, aku membantumu untuk mengeluarkan racunnya.”
Selvi menatapku, dan tidak mengatakan apa pun.
Aku pun membaringkan Selvi, dan melepaskan celananya.
“Kamu——” Selvi menahan celananya, “Kamu jangan melakukan apa-apa.”
“Aku hanya membantumu untuk mengeluarkan racun ular, dan tidak bermaksud untuk apa-apa.” Aku pun menjelaskannya, “Jika racunnya tidak dikeluarkan, kamu akan mati.”
Selvi merasa ragu beberapa detik, kemudian dia pun melepaskan tangannya.
Aku pun membuka celana Selvi dengan cepat. Gerakanku terlalu kasar, dan membuat Selvi terus berteriak untuk menghentikannya.
Ketika melihat bekas luka yang ada di paha Selvi, aku pun menarik celana dalamnya ke atas lututnya.
👇👇👇
Banyak novel menarik hanya ada di #Funread
📚Judul Buku "Upacara Penyucian"✅
👀👀👀
Bab 1 Pengantin
Tempat yang aku tinggal merupakan sebuah daerah pegunungan terpencil yang miskin dan termasuk daerah tertinggal. Di desa kami terdapat sebuah kebiasaan sejak zaman kuno, yaitu ketika malam pertama pernikahan, pengantin tidak boleh berdarah, jika tidak maka akan membawakan bencana bagi suaminya. Karena itu, seorang pengantin harus memberikan keperawanannya kepada orang lain terlebih dahulu sebelum acara pernikahan, yang biasanya disebut dengan istilah penyucian.
Tetapi tidak semua pria boleh melakukan hal itu, di dalam desa hanya akan terdapat seorang pria yang dipilih oleh warga untuk melakukan hal itu kepada pengantin, dan orang ini akan disebut dengan Pencuci .
Namun sepanjang ini, usia setiap Pencuci tidak akan panjang, karena terlalu sering berhubungan dengan banyak wanita, yang akan menyebabkan kesialan bagi mereka masing-masing, biasanya mereka akan meninggal pada usia empat puluhan yang disebabkan oleh kecelakaan tak terduga. Sehingga, tidak terlalu banyak orang yang ingin menjadi seorang Pencuci .
Biasanya yang menjadi Pencuci, adalah orang miskin yang tidak dapat menghidupi dirinya sendiri, dan berada di dalam kondisi yang tidak dapat menentukan apa pun, mereka juga terpaksa untuk menjalankan pekerjaan ini. Karena setelah menjadi seorang Pencuci, setiap keluarga di desa akan menyokong kehidupannya, agar lain kali orang tersebut juga dapat melakukan penyucian terhadap calon menantu mereka. Bahkan setelah selesai melakukannya, juga dapat menerima uang dari pengantin.
Sejak kecil aku sudah kehilangan orang tua, ketika berusia tujuh tahun sudah menjadi anak yatim, aku besar dengan memakan nasi yang dikumpulkan dari orang-orang di desa. Ketika aku berusia delapan belas tahun, Pencuci di dalam desa kami tiba-tiba meninggal dunia, karena terkena sejenis penyakit aneh.
Di dalam desa tidak boleh sehari tanpa seorang Pencuci, jadi banyak pimpinan suku-suku besar di desa pun datang mencariku, agar aku dapat menjadi seorang Pencuci . Mereka mengatakan aku besar dengan memakan nasi dari mereka, dan sekarang merupakan waktunya aku untuk berterima kasih kepada mereka.
Aku sangat tidak ingin, tetapi jika aku tidak menerimanya, aku akan diusir dari desa, akhirnya aku pun menyetujuinya, akibat tekanan dari berbagai hal. Bagaimanapun orang miskin seperti aku, hidup juga tidak berguna. Dari pada hanya sia-sia, lebih baik aku melakukan sesuatu yang dapat berkontribusi kepada desa kami.
Bahkan, jika aku tidak menjadi seorang Pencuci, gadis di dalam desa juga tidak akan ada yang mau menikah dengan aku, dari pada seumur hidupku hanya seperti ini, lebih baik aku menjadi seorang Pencuci, yang juga dapat berhubungan dengan wanita.
Setelah melakukan upacara di aula leluhur agung di dalam desa, aku pun dengan resmi menjadi seorang Pencuci .
Pada hari ketujuh setelah aku menjadi Pencuci, tugas pertamaku pun datang.
Keluarga Pota yang terbesar di dalam desa akan mengadakan acara pernikahan. Pengantin pria bernama Ahmad Pota, dan pengantin wanita bernama Selvi Maharani yang merupakan salah satu dari tiga gadis tercantik di dalam desa kami.
Usia Selvi lebih besar dua tahun dari aku, sejak kecil dia sudah merupakan sosok yang sangat cantik, tetapi dia juga sangat galak, dia sering menindasku, dan sangat membenciku, karena aku tidak mempunyai orang tua, yang tidak berbeda jauh dengan seorang pengemis.
Dulu aku pernah mencuri timun yang ditanam oleh keluarga mereka, tetapi ditangkap oleh Selvi . Aku pun dipukul olehnya, sampai mataku membengkak, dan hidungku pun berdarah. Tetapi yang paling keterlaluan adalah, dia melepaskan celanaku, dan memasukkan sebatang timun itu ke dalam pantatku……
Sedih sekali ketika mengingatnya, kejadian itu meninggalkan bayangan psikologis terhadapku di dalam masa kecilku. Semenjak itu, aku menjadi sangat takut dengannya, ketika melihat wanita itu, aku akan melarikan diri, dan tidak berani untuk menatapnya sama sekali. Jika bertemu dengannya, aku juga akan menghindarinya.
Tetapi dengan tidak sangka, setelah aku menjadi Pencuci, tugas pertamaku adalah melakukan penyucian terhadapnya!
Sungguh canggung!
Sejujurnya, saat ini aku masih sedikit takut dengan wanita itu. Meskipun setelah besar wanita itu menjadi agak lembut, tetapi pengaruh yang diberikan oleh wanita itu dalam masa kecilku sungguh besar sekali.
Tetapi, setelah menerima tugas ini, aku merasa sangat senang, akhirnya aku dapat membalas perbuatan yang wanita itu lakukan kepadaku pada dulu! Dulu wanita itu menggunakan timun, kali ini aku akan menemukan harga diriku di hadapannya!
Satu hari sebelum malam pertama pernikahan wanita itu dengan Ahmad . Perantara pencari jodoh pun mengantarnya ke rumahku, agar aku mendapatkan keperawanannya.
Malam itu, Selvi mengenakan pakaian pengantin ke rumahku, ini adalah adat dan tradisi. Penampilan Selvi awalnya sudah cantik, setelah mengenakan pakaian pengantin, dan riasan pada wajahnya, dia terlihat lebih menawan.
Setelah perantara pencari jodoh mengantar Selvi ke dalam rumahku, dan memberitahu beberapa hal yang harus diperhatikan, dia pun meninggalkan rumahku.
Setelah perantara pencari jodoh itu pergi, di dalam kamar yang tua ini, hanya tersisa aku dengan Selvi .
Kali pertama melakukan hal ini kepada pengantin, apalagi terhadap seorang wanita yang berpenampilan sangat cantik, aku merasa sangat tertekan, karena aku tidak mempunyai pengalaman apa pun!
Melihat postur tubuh Selvi yang tinggi dan cantik, detak jantungku pun berdebar, dan seketika aku pun tidak tahu harus melakukan apa.
“Itu, kak Selvi, malam ini kamu sangat cantik!” Agar menjadi lebih tenang, aku hanya dapat mengajak Selvi untuk berkata.
“Gilang, kenapa ranjangmu begitu kotor!” Selvi melihat ranjangku.
Namaku adalah Gilang Ramdhan. Pada saat seperti ini, wanita itu masih mempunyai aura yang begitu kuat, perkataannya langsung dikatakan untuk menilaiku.
“Karena aku miskin, dengan mempunyai ranjang ini aku sudah sangat bersyukur.” Aku berkata dengan wajah yang memerah.
“Sungguh tidak disangka, kamu akan menjadi Pencuci, benar-benar menguntungkan kamu.” Selvi berkata.
“Aku juga tidak ingin, tetapi tidak berdaya juga, demi sesuap nasi.” Aku berkata.
“Coba kamu katakan, apakah tradisi ini di dalam desa kita termasuk takhayul, sebenarnya aku sama sekali tidak ingin datang mencarimu.” Selvi berkata dengan terus terang.
“Tradisi ini sudah lama diwariskan di dalam desa kita dari dulu, kamu jangan melupakan bahwa, beberapa tahun yang lalu Rudi Jaya, sosok yang bersekolah itu, karena dia tidak mempercayai tradisi ini, dan tidak mengizinkan Pencuci untuk melakukan penyucian kepada pengantinnya Tya Wijaya, akhirnya pada malam pertama pernikahannya, dia langsung meninggal di atas ranjang, saat ini Tya juga sudah menjadi seorang janda sejak kejadian itu.” Aku takut kejadian itu akan terjadi pada Selvi, jadi aku pun mengingatkannya.
Masalah ini semua orang yang ada di desa mengetahuinya, tak terkecuali Selvi . Setelah kejadian itu, tidak ada orang yang pernah mengambil resiko tersebut lagi.
Setelah Selvi mendengar perkataanku, dan tampaknya dia juga tidak ingin menjadi seorang janda, lalu dia pun berkata dengan wajahnya yang memerah: “Kalau begitu segera dimulai saja, lebih cepat menyelesaikannya aku juga dapat lebih cepat meninggalkan rumahmu, satu menit pun aku tidak ingin berada di sini.”
Adegan yang sangat menegangkan akhirnya akan terjadi juga. Bagaimanapun aku sudah menjadi seorang Pencuci, hal seperti ini tidak peduli itu sekarang atau pun ke depannya, aku tetap harus menghadapinya. Jika Selvi ingin menikah, wanita itu juga harus melalui tahap ini terlebih dahulu.
“Baik……baik. Kamu lepas……lepaskan bajumu dulu!” Karena aku merasa gugup, perkataanku pun terputus-putus.
“Um.” Selvi berkata, kemudian wajahnya pun memerah, dia menundukkan kepalanya untuk membuka kancing bajunya.
Tidak dapat ditutupi bahwa, Selvi yang sedang malu tampak sangat menawan, seketika aku pun tergoda olehnya.
Ketika Selvi sedang melepaskan kancing bajunya, aku melihat tangannya sedikit bergemetaran, dan dapat dipastikan, dia pasti juga sangat gugup. Bagaimanapun Selvi juga pertama kalinya melakukan hal ini, dan pertama kali melepaskan pakaiannya di depan seorang pria.
Ketika Selvi mulai melepaskan bajunya, aku merasa sekujur tubuhku menjadi panas. Postur tubuhnya yang sangat indah, dan kedua kaki mulus panjangnya, membuatnya terlihat seperti sebuah karya seni.
Aku berpikir di dalam hati, jika aku dapat mempunyai istri cantik seperti dia, tampaknya setiap harinya aku tidak akan turun dari ranjang.
Ketika Selvi melepaskan pakaian dalamnya, hidungku juga mulai mengeluarkan darah dengan tak terkendali……
Bab 2 Sangat Gagal
“Kenapa hidungmu mimisan?” Selvi melihat aku mimisan, lalu dia pun bertanya dengan kaget.
Aku merasa sangat canggung, dan segera mengatakan sebuah alasan: “Malam ini aku makan terlalu banyak, mungkin panas dalam, jadi aku pun mimisan.”
“Orang seperti kamu juga bisa makan terlalu banyak, pergi membohongi hantu saja.” Selvi berkata dengan jijik.
Aku menjadi semakin canggung, setelah menyeka hidungku dengan tisu, dan aku pun berkata: “Sudah jangan katakan lagi, kamu segera berbaring di atas ranjang.”
Dalam menghadapi wanita cantik seperti Selvi, aku sedikit tidak sabar.
Selvi juga mengetahui dirinya harus melewati tahapan ini, jadi dia pun berbaring di atas ranjang, dengan memejamkan kedua matanya, dan tidak berani untuk menatapku lagi.
Aku juga mulai melepaskan pakaianku dengan gugup.
Setelah melepaskan pakaianku, aku naik ke atas ranjang dengan suasana hati yang sangat gembira.
Selvi merasakan aku sudah mendekatinya, sekujur tubuhnya pun mulai bergemetaran, kakinya menjadi sangat kaku. Aku dapat mengetahui bahwa dia sangat gugup, bahkan dapat dikatakan sangat takut.
Tidak disangka wanita yang memperlakukan aku dengan galak, saat ini kelihatan sangat takut di hadapanku.
“kak Selvi, kamu tenang sedikit, kamu merapatkan kedua kakimu dengan begitu dekat, bagaimana aku dapat melakukannya?” Aku tidak mempunyai pengalaman apa pun, dan seketika menjadi agak bingung.
“Sesuka hatimu saja, jika kamu membuatku sakit, maka kamu bersiap-siaplah!” Selvi tidak hanya tidak membuka kedua kakinya, bahkan dia masih memberikan peringatan kepadaku.
“……” Aku menjadi bingung, pertama kali melakukan hal seperti ini, bagaimana mungkin tidak akan sakit!
Mendengar peringatan dari Selvi, aku menjadi tidak mengetahui bagaimana harus memulainya.
“Apa yang sedang kamu tunggu? Segera melakukannya agar aku dapat pergi dari sini.” Selvi berkata dengan marah dan malu.
“Oo……kalau begitu aku akan memulainya……” Setelah aku selesai berkata, aku pun mengumpulkan keberanian, dan mulai beraksi.
Tubuh Selvi sangat wangi, aroma wangi tersebut adalah aroma khusus yang dimiliki oleh seorang wanita, mencium aroma yang begitu wangi, aku pun menjadi tidak dapat menahan diri. Lalu aku menjadi semakin berani, dan seketika aku bersatu dengannya.
“Untuk apa kamu membuang waktu, segera mulai melakukannya!” Selvi mungkin sudah tidak dapat bersabar lagi, dia hanya ingin segera menyelesaikannya dan meninggalkan rumahku.
Aku juga tidak berani membuang waktu lagi, lalu aku pun menuruti permintaannya, dan segera melakukan hal tersebut.
Tetapi, kami berdua pertama kali melakukan hal seperti ini, dan tidak mempunyai pengalaman apa pun, bahkan Selvi juga tidak ingin bekerja sama denganku. Oleh karena itu mengakibatkan aku melakukannya dengan sangat gagal.
“Um……” Selvi tetap saja tidak dapat bertahan dan mendengus.
Beberapa saat kemudian, Selvi membuka kedua matanya, dan bertanya: “Sudah selesai?”
“Iya.” Aku merasa sangat malu.
“Segera ambil tisu untuk membersihkan aku!” Selvi berkata dengan memerintah.
Aku tidak berani menentangnya, dan hanya dapat mengambil tisu untuk membersihkannya.
Setelah membersihkannya, Selvi meraih tisu yang ada di tanganku dan melihatnya, dia tidak menemukan darah, kemudian dia bangkit untuk melihat sprei, dan tetap saja tidak melihat bekas darah, akhirnya dia pun bertanya: “Kenapa tidak berdarah?”
“Tadi tampaknya aku tidak berhasil melakukannya.” Aku berkata dengan sangat canggung.
“Apa yang kamu lakukan, sudah begitu lama dan masih tidak berhasil.” Selvi berkata.
“Aku pertama kali menjadi Pencuci, dan tidak mempunyai pengalaman apa pun! Nanti kita melakukannya sekali lagi!” Aku berusaha untuk menjelaskannya.
“Ranjangmu begitu bau, sangat tidak enak dicium, aku tidak ingin melakukannya lagi, tadi kita sudah melakukannya, seharusnya sudah termasuk, aku mau pergi.” Selvi selesai berkata, dan mengenakan pakaiannya.
Aku selalu takut dengan Selvi, melihat dia tidak ingin melakukannya lagi, aku juga tidak berani untuk memaksanya lagi, dan hanya dapat mengatakan: “Kamu yang tidak memperbolehkan aku untuk melakukannya lagi, tetapi aku katakan dulu, jika suamimu terjadi sesuatu, maka kamu jangan menyalahkanku!”
“Pei pei pei! Diam, jangan mengatakan perkataan seperti ini!” Selvi berkata dengan marah.
Seketika aku juga tidak berani untuk mengatakan sesuatu lagi.
Kemudian, Selvi berkata lagi: “Kamu menjadi seorang Pencuci pada usia yang begitu kecil, jika mati juga kamu yang akan mati terlebih dahulu, kamu mulai menantikannya saja!”
Aku berkeringat.
Selvi sudah selesai mengenakan pakaiannya, lalu dia meninggalkan sebuah amplop, dan langsung pergi.
Setelah Selvi pergi, aku pun membuka amplop itu, isinya empat ratus ribu, sungguh banyak sekali.
Aku merasa pekerjaan ini sebenarnya bagus juga, tidak hanya dapat meniduri wanita, dan juga dapat menerima amplop. Meskipun akan pendek umur, setidaknya dapat menikmati kehidupan. Jika seumur hidup ini tidak pernah meniduri seorang wanita, untuk apa berusia sampai seratus tahun?
Aku berbaring di atas ranjang, dan mencium bekas aroma Selvi, dan memikirkan kejadian tadi, lalu aku pun menjadi bergairah lagi.
Tetapi saat ini wanita itu sudah pergi, aku hanya dapat menghela nafas, ugh, tadi benar-benar sangat tidak berguna, kenapa tidak berhasil memasukkannya! Kejadian dulu, masih belum berhasil membalasnya!
Mengingat tadi diriku tidak berhasil menyelesaikan tugas yang harus dilakukan, dan Selvi juga sudah pergi, aku benar-benar khawatir terhadap suaminya akan terjadi sesuatu. Jika benar-benar terjadi, aku juga tidak dapat akan melarikan diri.
Tetapi Selvi enggan, aku juga tak berdaya, dan hanya dapat diserahkan kepada yang mahakuasa.
Malam ini, aku tidur dengan sangat nyenyak, dengan mencium aroma yang ditinggalkan oleh Selvi.
Pada hari berikutnya adalah hari pernikahan Selvi dengan Ahmad, mereka mengundang banyak orang, dan pernikahan mereka diadakan dengan sangat meriah. Keluarga kaya memang berbeda dengan orang lain.
Aku sebagai Pencuci, tentunya juga akan menghadiri acara pernikahan mereka, dan tidak perlu memberikan angpao. Secara terus terang, maksudnya adalah dapat pergi makan gratis, bahkan mereka juga harus menghormatiku, dan aku akan duduk bersama dengan tamu undangan lainnya.
Ketika acara pada malam hari mulai, yang semeja denganku ada kakak sepupuku yang bernama Alvia Sulistia.
Kakak sepupuku Alvia adalah salah satu dari tiga gadis tercantik di dalam desa kami, dia seusia dengan Selvi, bahkan mereka berdua adalah teman yang sangat baik, Selvi menikah, tentu saja dia akan menghadirinya.
Meskipun Alvia adalah kakak sepupuku, tetapi dia sama seperti Selvi, sejak kecil dia sudah memandang rendahku. Ketika kedua orang tuaku meninggal, tante pernah menjemput aku untuk tinggal di dalam rumahnya, tetapi kakak sepupu sangat membenciku, dia akan memarahiku setiap saat, bahkan memukulku.
Aku tidak dapat menerimanya, dan aku pun meninggalkan rumah tante, aku lebih memilih untuk menjadi seorang pengemis, dari pada ditindas oleh wanita itu.
Saat ini aku semeja dengan Alvia, kami tidak berkata apa pun, yang terlihat seperti musuh.
Kemudian, perantara pencari jodoh Mami Teti berkata: “Gilang, bulan depan kakak sepupu akan menikah, nanti kamu harus melakukan penyucian terhadap kakak sepupumu!”
Mendengar informasi ini, aku seperti mendengar suara petir, sumpit di tanganku pun terjatuh. Boleh tidak untuk mengerjai orang dengan seperti ini!
Melakukan penyucian kepada kakak sepupu, jika diberikan keberanian, aku juga tidak akan berani!
Bahkan memikirkannya saja, aku juga tidak berani untuk memikirkan adegannya!
“Mami Teti, kamu jangan mengatakan ini dulu, mungkin saja orang itu tidak dapat hidup sampai bulan depan!” Alvia berkata dengan wajahnya yang memerah. Perkataannya sangat kejam seperti Selvi, mereka benar-benar merupakan teman baik yang sudah ditentukan!
“Vivi, di hari seperti ini, jangan mengatakan perkataan seperti itu.” Mami Teti berkata.
Bab 3 Kematian Pengantin Pria
Kemudian, pasangan pengantin pun keluar untuk bersulang kepada setiap tamu, awalnya mereka pergi ke meja orang tua mereka terlebih dahulu, kemudian mereka pun datang ke meja VIP kami.
Hari ini wajah Selvi terlihat merah, dan sangat cantik, Ahmad juga terlihat bersemangat, dan sangat bangga. Mereka berdua benar-benar merupakan pasangan yang sangat cocok.
Melihat Ahmad dapat menikah dengan Selvi yang begitu cantik, aku merasa sedikit iri di dalam hatiku. Tetapi tidak berdaya juga, siapa suruh pria itu kaya, sedangkan diriku miskin, dan aku masih menjadi seorang Pencuci, bahkan seumur hidup ini juga tidak ada harapan untuk menikah lagi.
Memikirkan ini, aku merasa sangat sedih di dalam hatiku.
Acara ini terdiri dari empat puluhan meja, setelah mengunjungi setiap meja, Ahmad pun sudah mulai mabuk, dan dia juga tidak dapat berjalan dengan normal lagi.
Kerabat dan teman-teman lainnya hanya dapat membawa Ahmad dan Selvi ke dalam kamar.
Melihat Ahmad dan Selvi masuk ke dalam kamar, dan memikirkan hal yang akan mereka lakukan, aku merasa sedikit kesal. Kemarin jelas-jelas mempunyai kesempatan untuk merasakannya terlebih dahulu, dan menikmati wanita cantik seperti Selvi, tetapi diriku yang gagal melakukannya, siapa yang dapat disalahkan?
Tetapi, aku juga merasa sedikit takut, karena tidak berhasil mendapatkan keperawanan Selvi, dan apakah Ahmad akan terjadi sesuatu setelah malam pertama mereka?
Pagi hari berikutnya, suara petasan pun terdengar dari rumah Ahmad, kemudian, aku pun mendengar orang-orang mengatakan, Ahmad sudah meninggal.
Suara petasan itu bertujuan untuk menyampaikan kabar duka.
Aku tertegun sejenak. Yang dipikirkan oleh aku terlebih dahulu adalah, aku tidak berhasil melakukan penyucian terhadap Selvi, sehingga menyebabkan Ahmad meninggal!
Sebagian warga di desa pun pergi ke rumah Ahmad.
Aku ingin mengetahui apa yang terjadi, jadi aku juga pergi ke sana.
Keluarga Pota pun terlihat sedih, semalam adalah acara pernikahan, hari ini menjadi acara kematian, siapa pun yang melihatnya pasti akan merasa sedih.
Banyak orang yang sedang mendiskusikan kematian Ahmad.
Berdasarkan yang disampaikan oleh Selvi, semalam Ahmad mabuk, setelah masuk ke dalam kamar, dia pun tertidur. Awalnya malam pertama yang sangat indah, Selvi pun tidak merasakannya.
Pagi tadi, Selvi bangun, dia melihat Ahmad masih sedang tidur, kemudian dia pun memanggilnya, siapa tahu Ahmad tidak meresponnya. Akhirnya dia merasa aneh, kemudian dia menyadari tubuh Ahmad sudah menjadi kaku, dan tidak diketahui sudah mati berapa lama!
“Kakak sepupu tidak akan tiba-tiba menjad seperti ini? Apa yang kamu lakukan terhadapnya!” Seseorang menunjuk Selvi dan berkata dengan suara yang keras.
Orang itu bernama Mahmud Pota, dia adalah adik sepupu Ahmad Pota. Dia berpostur tubuh yang tinggi dan gede, dia juga sering tidak mengenakan baju, dipunggungnya terdapat tato seekor naga, dengar-dengar biasanya dia menjaga di luar kasino, dan menagih hutang kepada orang lain, dia sangat kejam, jadi orang-orang di dalam desa juga sangat menghormatinya dan selalu menghindarnya.
Selvi menangis, dan berkata: “Aku tidak melakukan apa pun terhadap Ahmad. Aku menikah dengannya, bagaimana mungkin aku akan membunuhnya?”
Mahmud tersenyum dingin, “Kalau begitu kenapa kakak sepupuku akan meninggal? Kamu harus memberikan penjelasan kepada kami, jika tidak, huh!” Tatapan matanya terlihat suram, ketika aku melihatnya, aku pun merasa takut.
Selvi merasa takut sampai wajahnya pun menjadi pucat. Tiba-tiba, dia seperti sedang memikirkan sesuatu, dan segera mengatakan: “Gilang ! Semua ini karena Gilang !”
Seketika aku menjadi panik, Selvi “Mengkhianatiku” juga!
Ketika tidak ada yang memerhatikanku, aku pun berencana untuk pergi. Tetapi dengan tidak disangka ada seseorang yang menangkapku, dan menarikku dengan kuat, menuju ke hadapan Selvi.
“Ingin pergi? Jelaskan dulu semua kejadiannya!” Mahmud menendang aku dengan kuat, dan menyuruh Selvi untuk mengatakannya dengan jelas.
Selvi menunjuk aku dan berkata: “Pria ini tidak berhasil mendapatkan keperawananku, jadi itu yang menyebabkan Ahmad mati!”
Tiba-tiba kerumunan pun menjadi sangat ribut.
Kedua orang tua Ahmad sangat marah, kemudian mereka pun menamparku dengan kuat, dan menanyakan kenapa aku tidak mendapatkan keperawanan Selvi.
Aku hanya dapat mengatakan kejadian pada malam itu kepada mereka dengan jujur.
“Ternyata merupakan seorang pria yang tidak berguna!” Mahmud menatapku dan Selvi dengan wajah yang aneh, lalu dia pun berkata, “Orang ini menerima sumbangan tetapi tidak menyelesaikan tugasnya, dialah yang menyebabkan kakak sepupu meninggal, dia harus dikuburkan bersama kakak sepupu!”
Aku sangat kaget, dan langsung menjelaskannya, pada saat itu aku tidak berhasil, tetapi, aku masih ingin melakukannya lagi. Pertama kali gagal, kedua kalinya pasti akan berhasil. Tetapi Selvi tidak memberikan kesempatan kepada aku.
“Jika begitu, kalian berdua harus dikuburkan bersama anakku!” Ayah Ahmad berkata dengan penuh amarah.
Jadi, orang Keluarga Pota pun mengunci aku dan Selvi di sebuah tempat.
Setelah pintu dikunci dari luar, Selvi pun mulai menendangku, “Semua salah kamu, orang yang tidak berguna, kamu membuat aku harus dikuburkan bersama Ahmad ! Semua salah kamu, orang yang tidak berguna!”
Aku pun merasa bersalah, dan membiarkan Selvi untuk memukulku.
Beberapa saat kemudian, Selvi pun berhenti memukul aku, dia tiba-tiba duduk di bawah, dan mulai menangis.
“Wu wu……aku tidak ingin mati. Aku masih begitu muda, dan masih belum menikmati kehidupan di dunia ini, bahkan belum merasakan kenikmatan sebagai seorang wanita, aku tidak ingin mati!”
Aku menatapnya, dan aku ingin menenangkannya, tetapi aku gagal untuk mengatakannya.
Saat ini, pintu dibuka, seseorang masuk, dan berkata kepada Selvi dengan wajahnya yang tersenyum licik: “Siapa suruh kamu dan pria tidak berguna ini tidak berhasil melakukan hal itu? Kamu memang pantas diperlakukan dengan seperti ini! Tetapi, jika kamu ingin merasakan kenikmatan sebagai seorang wanita, aku dapat membantumu.”
“Untuk wanita, aku paling hebat!”
Bab 4 Jatuh Dari Tebing
Aku mengangkat kepalaku untuk melihatnya, ternyata adalah Mahmud. Mengingat perkataan yang baru saja dikatakan olehnya, tiba-tiba hatiku terasa tidak tenang.
Selvi juga segera bangkit, dan bertanya kepada Mahmud : “Apa……apa maksudmu?”
Mahmud berkata: “Tadi bukannya kamu mengatakan kamu belum merasakan kenikmatan sebagai seorang wanita? Ini aku dapat membantumu.”
“Membantuku?” Selvi memikirkannya sejenak, setelah mengetahui maksud dari Mahmud, dia pun berkata: “Aku tidak mau. Ingin meniduriku, tidak mungkin!”
“Kamu membiarkan aku untuk menidurimu, bisa saja aku dapat membujuk pamanku, untuk melepaskan kamu.” Mahmud berkata.
“Iya?” Mata Selvi tiba-tiba bersinar, tampaknya dia tidak ingin mati juga.
“Tentu saja.” Mahmud pun berjalan mendekati Selvi dengan matanya yang terlihat licik.
Aku merasa sedih di dalam hatiku, wanita cantik seperti Selvi akan ditiduri oleh Mahmud. Keperawanan Selvi seharusnya adalah milikku, siapa sangka aku tidak berhasil mendapatkannya, bahkan Ahmad juga tidak mendapatkannya, sebaliknya membuat Mahmud mendapatkan keuntungan.
Mahmud melirikku, dan berkata: “Biarkan aku tunjukkan kepada kamu, apa itu seorang pria.”
Sambil berkata, Mahmud pun mulai ingin melepaskan celana Selvi.
Selvi tiba-tiba mendorong Mahmud dan berlari menuju luar.
“Kurang ajar!” Mahmud marah, dia didorong oleh Selvi dan terpeleset. Setelah dia bangkit, Selvi sudah berlari menuju ke luar.
“Kamu jangan lari!” Mahmud sangat marah dan mengejarnya dari belakang.
Aku tertegun sejenak, melihat tidak ada orang, aku pun segera melarikan diri.
Siapa sangka baru saja berjalan sampai di depan pintu, sudah ditemukan oleh seseorang.
“Gilang, kenapa kamu keluar?” Orang itu bertanya.
“Aku……aku mau ke toilet.” Sambil berkata aku pun berjalan dengan cepat menuju ke arah toilet.
Setelah berjalan tidak terlalu jauh, aku pun mendengar seseorang berteriak di belakang: “Gilang, kamu jangan lari!”
Aku pun terkejut, dan segera berlari dengan cepat.
Kemudian terdapat beberapa orang yang mengejarku dari belakang.
Pada saat ini adalah pagi hari, terdapat banyak orang yang ada di desa, jika mereka mengeliling aku, dapat dipastikan aku tidak akan bisa melarikan diri. Melihat orang yang mengejarku dari belakang semakin mendekatiku, aku pun berlari menuju ke arah gunung.
Selama bertahun-tahun, aku sering berburu di atas gunung, dan juga sering memetik jamur dengan buah liar di sana untuk mengisi perutku, tidak ada orang yang lebih mengenali gunung itu selain aku, aku yakin sekali ketika aku sudah sampai ke puncak gunung, mereka jangan berharap akan dapat menangkapku.
Benar saja, ketika aku mulai memasuki kawasan gunung, orang-orang itu tidak mengejarku lagi, dan mereka pun langsung berbalik untuk pulang.
Aku berencana untuk berada di atas gunung selama dua sampai tiga hari, sampai Ahmad dikebumikan.
Tiba-tiba, aku mendengar suara dari atas gunung, aku pun mendengarnya dengan fokus, sepertinya adalah suara Selvi.
Aku merasa ragu, kemudian aku pun perlahan mendekati tempat suara itu berasal.
Setelah mendekati tempat itu, aku sangat kaget, aku melihat Mahmud sedang menindihSelvi.
“Lepaskan aku! Beraninya kamu untuk memperlakukan aku dengan seperti ini, aku adalah kakak iparmu!” Selvi berkata.
“Hehe, bukannya kamu belum berhubungan badan dengan kakak sepupuku? Bagaimana dapat dikatakan sebagai kakak iparku? Jika kamu menurutiku, aku dapat menjamin kamu tidak akan mati.” Mahmud mengatakannya dengan sambil hendak melepaskan celana Selvi.
“Jika aku mati, aku juga tidak akan menerima permintaanmu!” Selvi terus melawannya. Tetapi, dia tetap ditindih oleh Mahmud, dan dia pun tidak berhasil melawannya.
“Jika kamu ingin mati, lebih baik memberikan kenikmatan kepadaku terlebih dahulu.” Mahmud berkata.
Tiba-tiba, Selvi pun melihat keberadaan aku, dan segera berkata: “Gilang, tolong aku!”
Mahmud membalikkan kepalanya, melihat adalah aku, dia pun berkata: “Kamu juga melarikan diri?”
Aku pun tertegun sejenak, dan berkata: “Kamu segera lepaskan Selvi.”
Mahmud masih menindih Selvi. “Aku pasti akan meniduri Selvi ! Kamu segera pergi, jika tidak, nanti aku akan menangkapmu, dan besok kamu akan dikuburkan bersama kakak sepupuku!”
“Jangan pergi!” Selvi segera menangis, “Gilang, apakah kamu seorang pria? Jika kamu pergi, aku akan membencimu seumur hidup ini!”
“Bagaimana mungkin dia adalah seorang pria? Jika dia adalah pria, kalian berdua juga tidak akan dikuburkan bersama kakak sepupuku.” Mahmud mengatakannya dengan sambil menarik celana Selvi, dan dia sama sekali tidak menganggap keberadaanku.
Yang dikatakan Mahmud memang benar, jika aku berhasil melakukan penyucian terhadap Selvi, kami berdua tidak akan mati.
Tetapi, Selvi akan diperkosa oleh pria itu, aku tidak dapat melakukannya.
Aku memungut sebuah batu dan berjalan mendekati Mahmud, kemudian aku pun memukul belakang kepalanya dengan batu itu.
“Ugh!” Mahmud mendengus, dia membalikkan kepalanya dan memelototiku. Aku pun mengambil batu untuk melemparnya lagi, tetapi Mahmud segera menghindarnya, dan berkata: “Beraninya kamu untuk memukulku, aku akan membunuhmu!”
Aku mengetahui diriku tidak dapat melawan Mahmud, melihat dia mulai bangkit, aku pun mengambil batu untuk melemparnya lagi, lalu aku berkata: “Selvi cepat lari!”
Mahmud mengelus bagian belakang kepalanya, tangannya pun berlumuran darah. Dia sangat marah dan memelototiku, kemudian dia pun berjalan mendekatiku dengan ganas.
Aku pun segera berlari ke atas gunung.
“Dasar, jangan lari!” Mahmud sambil mengejarku di belakang dan berkata dengan marah.
Aku besar dengan memakan nasi yang diminta dari orang lain, aku sangat miskin, dalam menghadapi orang seperti Mahmud, aku pun merasa takut. Tadi melemparnya dengan menggunakan batu, juga merupakan naluri seorang pria untuk menyelamatkan seorang wanita, setelah itu aku pun merasakan terlalu tergesa-gesa.
Melihat Mahmud terus mengejarku dari belakang, aku sangat panik, kemudian aku pun tiba di tepi tebing.
Tebing ini bernama Tebing Sembilan Kematian, yang merupakan tebing yang sangat curam, dan sama sekali tidak dapat melihat dasarnya itu apa dari atas. Orang-orang di desa mengatakan, di dasar tebing itu terdapat sebuah rawa, tidak ada satu pun yang berani untuk pergi ke sana. Karena di sana terdapat semburan gas rawa, bahkan beberapa ekor burung yang terbang melewatinya saja juga akan langsung jatuh ke dalam rawa itu.
Saat ini sudah tidak memiliki jalan lain lagi, Mahmud sudah berada di belakangku, dan seketika aku merasa tidak berharapan lagi.
“Beraninya kamu untuk merusak rencanaku, hari ini adalah hari wafatmu! Setelah membunuh kamu, aku baru pergi membereskan Selvi.” Mahmud segera berjalan menuju ke arah aku berdiri, dan dia langsung menendang perutku.
Aku merasakan perutku sedikit sakit, kemudian aku pun mundur tujuh sampai delapan langkah ke belakang. Tiba-tiba kakiku tidak menginjak apa pun, dan aku pun terjatuh dari tebing itu. Kemudian aku pun mencium bau yang aneh, aku hanya merasakan yang dilihat oleh mataku semuanya hitam, dan akhirnya aku pun pingsan.
Ketika aku bangun, aku menyadari setengah tubuhku berada di dalam rawa, aku ingin meminta tolong, tetapi tidak peduli bagaimana aku berteriak, aku tidak dapat mengeluarkan suaraku!
Seketika aku merasa tidak berharapan lagi, aku mengetahui, jika diriku dapat mengeluarkan suara, bagaimana mungkin juga akan ada orang yang datang ke sini?
Jika terdapat orang, siapa yang akan menyelamatkan aku?
Sebelum aku pingsan, tiba-tiba aku melihat sesuatu yang bersinar, dan itu merupakan pemandangan yang sangat aneh.
Di ujung rawa, terdapat sebuah kolam kecil, air di dalam kolam itu sangat jernih, bagaikan merupakan sebuah tempat tersembunyi di dunia ini, dan jauh berbeda dengan rawa yang saat ini aku berada.
Yang membuat aku merasa kaget adalah, di dalam kolam itu, terdapat seorang wanita yang sedang mandi di sana!
Wanita itu memiliki jarak yang lumayan jauh denganku, tetapi dia sedang menghadap ke arahku.
Wanita itu sangat langsing, dan juga terlihat elegan; kulitnya sangat putih, dengan wajahnya yang terlihat sangat cantik.
Wanita itu sangat cantik, seperti seorang dewi yang turun dari langit!
Saat ini, aku menduga apakah ini adalah ilusi aku sebelum mati, kemudian, aku pun memungut sebuah batu, dan melempar ke arah wanita itu berada.
Wanita itu pun mengangkat kepalanya, dan menatapku.
Pada saat itu juga, wanita itu yang sedang mandi, tiba-tiba menghilang dari sana!
Aku pun tercengang.
Detik berikutnya, wanita itu sudah berdiri di hadapanku!
Saat ini setengah tubuhku berada di dalam rawa, di tempat ini seseorang tidak akan dapat berdiri. Tetapi kedua kaki wanita itu, berdiri di atas rawa ini, dan sama sekali tidak masuk ke dalam air.
Dengan jarak yang begitu dekat, sebuah aroma yang sangat wangi dan menggoda pun tercium.
Aku mengangkat kepalaku, dan aku pun melihat sepasang kaki yang sangat indah……
Bab 5 Perjanjian
Wanita itu menatapku dengan tatapan yang dingin, kemudian sebuah senjata yang tidak pernah aku lihat tiba-tiba muncul di tangan wanita itu, dan dia pun menggunakan senjata itu untuk menusuk tenggorokanku.
Aku pun segera memejamkan kedua mataku.
Yang ada di hadapanku saat ini hanyalah sebuah ilusi sebelum mati.
Dengan tidak disangka, senjata wanita itu berhenti di depan tenggorokanku dengan jarak sejauh satu cm.
Wanita itu menatapku dengan tatapan yang sedikit terkejut, dan tersenyum, “ tidak disangka di dalam kondisi yang buruk seperti ini akan terdapat orang seperti kamu yang terdapat keterampilan bawaan sejak lahir, kamu adalah orang biasa, dan telah melihat aku tanpa mengenakan pakaian apa pun, seharusnya kamu harus dibunuh olehku, tetapi saat ini melihat kamu memiliki keterampilan bawaan sejak lahir, aku tidak akan membunuhmu. Kita berdua membuat sebuah perjanjian, aku akan memenuhi keinginan kamu yang belum terpenuhi.”
Aku hanya menganggap yang sedang terjadi saat ini adalah sebuah ilusi, aku pun mengulurkan tanganku, dan mengigit jari tengahku, kemudian berdasarkan perkataan wanita itu, aku pun meletakkan jariku yang berdarah di tengah dahi wanita itu. Ketika menyentuh dahinya, aku merasakan kulitnya terasa sangat lembut, seolah-olah semua ini bukan merupakan sebuah mimpi.
Berdasarkan perjanjian yang dikatakan oleh wanita itu, wanita itu pun bertanya: “Apa yang kamu inginkan?”
Aku hanya berkata: “Aku ingin menjadi lebih kuat, lebih kaya, dan tidak perlu ditindas oleh orang lain lagi.”
Wanita itu berkata: “Permintaanmu terlalu banyak, hanya boleh terdapat satu permintaan.”
Aku berpikir, bagaimanapun aku sudah terbiasa dengan kehidupan yang miskin.
“Kalau begitu aku ingin menjadi lebih kuat.”
“Baiklah sesuai keinginanmu.” Setelah selesai berkata, wanita itu pun berubah menjadi sinar putih dan masuk ke dalam dahiku. Sekujur tubuhku bergemetaran, seperti kesetrum listrik, dan mataku pun jadi kabur.
Beberapa saat kemudian, mataku pun perlahan pulih.
Wanita itu menghilang, melainkan aku, yang masih tetap berada di dalam rawa.
Apakah tadi aku sedang bermimpi?
Aku pun keluar dari rawa itu dengan sekuat tenagaku, melihat tubuhku sangat kotor, aku pun memutuskan untuk membersihkannya di dalam kolam itu.
Kolam itu sangat dalam, dan jernih. Aku pun meminum air kolam itu dengan tidak dapat bertahan, airnya terasa sangat manis.
Tidak disangka air di dalam kolam ini begitu enak untuk diminum, aku pun meminumnya dengan sepuas-puasnya. Kemudian aku pun mulai membersihkan tubuh dan bajuku, lalu aku pun memikirkan bagaimana aku bisa naik ke atas.
Aku pun mengangkat kepalaku, tebing yang sangat curam, seperti potongan pisau, bahkan sangat tinggi.
Bagaimana aku bisa naik ke atas? Sulit sekali.
“Kamu belum mencobanya, bagaimana kamu akan mengetahuinya?” Tiba-tiba suara yang sangat merdu terdengar.
Ini adalah suara wanita yang tadi!
Aku melihat ke sekeliling, dan tidak menemukan siapa pun.
“Kamu itu siapa?” Aku bertanya.
Wanita itu berkata: “Aku adalah Dewi Danau, saat ini berada di dalam tubuhmu. Sekarang kamu segera panjat ke atas.”
Dewi Danau ? Dewi yang aku lihat barusan itu? Kenapa dia akan berada di dalam tubuhku?
“Kamu tidak perlu memikirkannya, ke depannya aku akan menjelaskan masalah ini kepadamu. Tidak boleh berada di tempat ini terlalu lama, kamu segera naik ke atas.” Suara Dewi Danau terdengar lagi.
Aku berjalan menuju ke bawah tebing dengan curiga, dan aku pun mulai mencoba untuk memanjat ke atas. Siapa sangka, ketika memanjatnya aku sudah memanjat setinggi empat meter. Kemudian, aku seperti seekor cicak, aku memanjat ke atas dengan kecepatan yang sangat cepat, dan seperti sedang berjalan di jalan yang datar, akhirnya aku pun sampai di atas tebing.
Benar saja aku sudah menjadi kuat!
Aku pun merasa sangat gembira.
Mahmud, aku tidak akan takut denganmu lagi!
Tetapi, aku sudah jatuh ke bawah begitu lama, Mahmud pun sudah pergi, tidak diketahui apakah dia berhasil menemukan Selvi atau tidak.
Aku pun berlari menuju ke arah bawah gunung dengan tergesa-gesa.
Ketika hampir sampai di kaki gunung, tiba-tiba aku pun mendengar sebuah suara erangan.
Aku segera berhenti, dan mendengarkan suara itu dengan teliti, seperti suara seorang wanita. Suaranya terdengar sangat sakit, tetapi juga terdapat kesenangan di dalam kesakitan itu.
Pada waktu yang bersamaan, suara seorang pria juga terdengar.
“Aaaa, enak…… oh tidak, aku sudah mau keluar……”
Suara Mahmud !
Apakah pria itu dan Selvi sedang……aku pun marah di dalam hati, kemudian aku pun berlari dengan cepat menuju ke posisi itu.
Aku menggunakan waktu sekitar lima menit untuk sampai di sana, lalu aku pun melihat Mahmud keluar dari semak itu sambil memegang celananya.
Jarak yang begitu jauh, kenapa aku dapat mendengar suara ini?
Tetapa saat ini aku tidak memikirkan masalah ini, aku pun memelototi Mahmud dan bertanya dengan marah: “Apa yang telah kamu lakukan terhadap Selvi ?”
Mahmud mengangkat kepalanya untuk menatapku, dia berteriak seperti melihat seorang hantu, “Kamu……kamu kenapa masih hidup? Bukannya kamu sudah jatuh dari tebing?”
“Selvi di mana?” Aku berjalan mendekatinya dengan penuh amarah.
Mahmud mengambil ponselnya untuk mengklik sesuatu, kemudian suara erangan wanita pun hilang.
“Huh, wanita itu, tidak diketahui bersembunyi di mana, dan akhirnya aku harus menyelesaikannya dengan sendiri.”
Aku baru sadar, bahwa suara erangan tadi, berasal dari ponselnya. Binatang buas ini ternyata sedang menonton film sambil melakukan hal itu, sungguh tidak tahu malu.
Tetapi, ini juga membuat aku merasa lega, Selvi tidak berhasil diperkosa olehnya.
“Semuanya karena kamu, jika bukan kamu, aku sudah meniduri Selvi !” Mahmud pun mengambil sebuah tongkat kayu dari tanah untuk memukulku.
Aku menghindarnya dengan naluri, dan aku pun mengulurkan kakiku untuk menendangnya.
“Aaaa——” Mahmud menjerit, dia ditendang oleh aku sejauh lima sampai enam meter, dia pun terlihat seperti seekor babi mati di sana.
Aku merasa kaget, kenapa tendanganku begitu kuat?
Apakah pria itu akan mati setelah ditendang oleh aku?
Aku segera menghampirinya, Mahmud pun tiba-tiba berkata, “Hantu, kamu bukan orang, kamu adalah hantu!” Kemudian dia pun segera berlari dengan cepat untuk turun dari gunung.
Aku jatuh dari tebing dan tidak mati, bahkan dapat menendangnya dengan kuat, Mahmud menganggapku adalah seorang hantu juga sangat wajar.
Setelah Mahmud menghilang, aku mulai merasa ragu, apakah harus kembali ke dalam desa. Jika aku kembali ke dalam desa, orang tua Ahmad pasti akan menguburkan aku. Tetapi jika tidak pulang, aku harus memakan apa di atas gunung?
Lebih baik pergi memetik buah liar dulu untuk mengisi perutku, dan pulang setelah malam hari.
Untuk Selvi, seharusnya dia sudah pulang ke dalam rumahnya.
Tiba-tiba, sebuah suara terdengar dari atas gunung.
“Aaaa!”
Suara Selvi !
Suaranya terdengar cempreng, seperti ditusuk oleh seseorang dengan menggunakan pisau.
Aku pun bergegas menuju ke atas gunung dengan tidak ragu.
Sambil berlari, aku mendengar suara Selvi yang terdengar sangat menderita.
Ketika aku menemukan Selvi, aku menyadari dia duduk di sana, dengan wajah yang pucat, dan dia sedang terisak-isak. Aku pun segera menghampirinya dan bertanya: “Kamu kenapa?”
Selvi melihat adalah aku, bibirnya pun berkedut, lalu dia pun tidak berkata apa pun.
“Apa yang sedang terjadi? Kenapa kamu tadi menjerit?” Aku bertanya.
“Aku……aku sudah mau mati.” Selvi bergumam, “Aku digigit ular.”
Ternyata, Selvi takut akan ditangkap oleh Mahmud, jadi dia pun bersembunyi di dalam semak. Ketika dia mendengar Mahmud menjerit, dia pun bersiap-siap untuk keluar dari semak itu, dengan tidak disangka, pahanya digigit oleh seekor ular hitam.
Pada saat ini, wajah Selvi menjadi semakin pucat, dia memejamkan matanya, bibirnya sudah menjadi warna ungu, tampaknya dia sudah keracunan.
Aku pun berjongkok, lalu aku melihat paha Selvi, dan darah di celananya sudah berubah menjadi warna hitam.
“Aku mengantar kamu ke rumah sakit.” Sambil mengatakannya aku pun segera pergi memeluk Selvi.
Selvi mendorongku, dan berkata dengan sangat lemas: “Sudah tidak sempat lagi. Aku……merasa sangat lemas. Aku sudah mau mati, wu wu……aku tidak ingin mati, wu wu……”
“Segera mengisap racunnya.” Suara Dewi Danau tiba-tiba terdengar di samping telingaku.
“Baik.”
Aku berkata kepada Selvi : “Kamu segera berbaring, aku membantumu untuk mengeluarkan racunnya.”
Selvi menatapku, dan tidak mengatakan apa pun.
Aku pun membaringkan Selvi, dan melepaskan celananya.
“Kamu——” Selvi menahan celananya, “Kamu jangan melakukan apa-apa.”
“Aku hanya membantumu untuk mengeluarkan racun ular, dan tidak bermaksud untuk apa-apa.” Aku pun menjelaskannya, “Jika racunnya tidak dikeluarkan, kamu akan mati.”
Selvi merasa ragu beberapa detik, kemudian dia pun melepaskan tangannya.
Aku pun membuka celana Selvi dengan cepat. Gerakanku terlalu kasar, dan membuat Selvi terus berteriak untuk menghentikannya.
Ketika melihat bekas luka yang ada di paha Selvi, aku pun menarik celana dalamnya ke atas lututnya.
👇👇👇
Banyak novel menarik hanya ada di #Funread
📚Judul Buku "Upacara Penyucian"✅
00:19
Make high converting ads 10x faster
AI-powered ad creative platform for insights, inspirations, and ideations.
Trusted by 5000+ teams
Oct 09, 2023 - Oct 09, 2023
Negara Chu, Kediaman Pangeran Li."Dasar jalang! Kamu jelas-jelas tahu aku akan menikahi Rou'er besok, tapi beraninya kamu meracuniku?"Usai pria berpakaian mewah itu memaki dengan kesal, dia memelototi wanita yang berbaring di ranjang dengan sorot mata penuh amarah. Kemudian, dia merobek pakaian wanita itu dan menindihnya.
Melihat gerakan si pria, air mata pun mengalir tanpa suara dari mata Yun Ruoyue.
Yun Ruoyue sudah menikah dengannya selama setengah tahun, tetapi di dalam hati pria itu ada bayangan Nangong Rou. Alasan suaminya tidak pernah menyentuhnya adalah karena parasnya yang jelek dan juga kebencian terhadap orang tua Yun Ruoyue.
"Ahh!" Rasa sakit yang luar biasa melanda Yun Ruoyue dan membuatnya berkeringat dingin. Dia menggigit bibirnya untuk menahan rasa sakit sembari menatap wajah sosok di atasnya yang penuh dengan kebencian dan kekejaman. Hati Yun Ruoyue terasa sakit seperti disayat pisau.
Dibandingkan dengan kebencian yang suaminya rasakan, rasa sakit di tubuh Yun Ruoyue bukanlah apa-apa.
Chu Xuanchen memelototi Yun Ruoyue dengan dingin. "Demi mendapatkanku, kamu bahkan sengaja meracuniku. Oke, hari ini aku akan memenuhi keinginanmu! Tapi, aku benar-benar tak sanggup melihat wajahmu karena sungguh menjijikkan!"
Usai mengatakan itu, Chu Xuanchen langsung meraih tirai di ranjang untuk menutupi wajah Yun Ruoyue.
Perkataan ini sangat menyakiti hati Yun Ruoyue.
Dia meraba wajahnya sendiri secara perlahan. Ada bekas luka sebesar telapak tangan di pipi kanannya, yang selalu membuat Yun Ruoyue tidak percaya diri.
Orang-orang menyebutnya wanita jelek, tetapi dia memiliki hati yang mendambakan cinta.
Ayahnya tahu bahwa dia sudah menyukai Pangeran Li, Chu Xuanchen, sejak masih kecil. Itu sebabnya, ayah Yun Ruoyue memanfaatkan hubungannya dengan kaisar untuk menjodohkan Yun Ruoyue dengan Chu Xuanchen.
Akan tetapi, Chu Xuanchen tidak menyukainya.
Saat ini, gerakan pria itu tiba-tiba menjadi makin kasar. Chu Xuanchen menyiksanya dengan kejam. Matanya yang tajam dan berwarna hitam itu memandang Yun Ruoyue dengan penuh niat membunuh. "Yun Ruoyue, dasar wanita yang licik! Kamu jelas-jelas tahu aku menyukai Rou'er, tapi malah membuat jebakan agar aku menikahimu. Setelah tahu bahwa aku akan menikahi Rou'er besok, kamu malah menjebakku agar menidurimu. Kalau bukan karena racunmu, dengan wajahmu yang seperti ini, siapa yang berani menyentuhmu? Aku bahkan lebih memilih untuk menyentuh pelacur di luar sana daripada menyentuhmu!"
Yun Ruoyue menatap Chu Xuanchen. Dia menahan diri untuk menghadapi sindiran kejam dari pria itu, lalu mencibir dengan sedih, "Di dalam hatimu, aku bahkan lebih rendah dari pelacur di luar sana, ya?"
"Tidak. Di dalam hatiku, kamu bahkan lebih rendah dari anjing!"
....
Setelah sekian lama, Chu Xuanchen akhirnya selesai memuaskan hasratnya melalui tubuh Yun Ruoyue, lalu buru-buru bangun.
Dia segera mengenakan pakaiannya dan sama sekali tidak memedulikan wanita yang tergeletak di ranjang dengan penuh luka lebam dan sekarat itu.
Setelah efek racunnya menghilang, wanita ini tidak ada gunanya lagi bagi Chu Xuanchen.
Kemudian, dia memandang wanita yang tergeletak di ranjang itu dengan dingin dan pergi tanpa berbelaskasihan. Dia memerintahkan dayang, "Siapkan air, aku mau mandi. Aku tidak ingin tubuhku kotor karena wanita ini!"
Mendengar kata-kata yang menusuk hati itu, tubuh Yun Ruoyue tiba-tiba bergetar hebat. Hatinya benar-benar sangat terluka.
Perkataan Chu Xuanchen bagaikan pisau yang terus menyayat hatinya dengan kejam. Kini, Yun Ruoyue baru menyadari bahwa pria itu ternyata sangat membencinya.
Setelah merasa diabaikan oleh Chu Xuanchen sebelumnya, Yun Ruoyue masih menyimpan harapan pada pria itu. Dia merasa bahwa selama dia bersikap baik pada Chu Xuanchen, suatu hari nanti, dia pasti akan memahami perasaannya. Dia tidak menyangka bahwa Chu Xuanchen ternyata seperti pria lainnya. Dia membenci Yun Ruoyue hanya karena parasnya yang jelek.
Yun Ruoyue tidak menyangka bahwa dia ternyata begitu hina di hatinya.
Saat melihat darah di ranjang dan tubuh bagian bawahnya, melihat tubuhnya yang rusak, lalu teringat dengan kebencian dan penghinaan Chu Xuanchen terhadapnya, Yun Ruoyue tiba-tiba merasa kehilangan harapan. Dia mengenakan jubah dengan gemetar, lalu berjalan tanpa alas kaki di malam musim dingin.
Tidak jauh dari Paviliun Feiyue, ada sebuah danau.
Larut malam, angin bertiup kencang dan air danau terasa menusuk.
Setelah terdengar suara benda jatuh ke dalam air, seseorang pun berteriak, "Gawat, Permaisuri melompat ke dalam danau!"
Di samping danau, sekelompok pelayan kediaman pangeran berdiri berjajar. Mereka semua menatap dingin ke arah permaisuri yang tergeletak di tepi danau.
Saat ini, hanya ada seorang dayang di samping permaisuri yang menangis.
"Permaisuri, tolong jangan mati. Kalau Anda mati, bagaimana dengan hamba?" Feng'er menangis dengan sedih.
Di sampingnya, Pengasuh Zhang memelototinya dengan dingin. "Kenapa kamu menangis? Benar-benar sial! Kenapa dia tidak mati di tempat lain saja? Bisa-bisanya mati di kediaman pangeran. Pangeran sudah mengatakan, jangan membiarkan mayat wanita ini mengotori tanah kediaman pangeran. Karena tabib sudah memeriksanya dan memastikan kematiannya, langsung bawa dia keluar dan kubur saja!"
"Jangan seperti itu, Pengasuh. Jangan memperlakukan Nona kami seperti itu. Bagaimanapun, dia adalah putri perdana menteri ...."
Saat suasananya menjadi kacau, tidak ada yang menyadari bahwa orang yang awalnya sudah meninggal itu tiba-tiba membuka matanya perlahan.
Ketika Yun Ruoxue membuka matanya, dia bisa melihat sekeliling dengan jelas. Pada saat itu, malam hari tampak gelap dan angin bertiup kencang. Banyak wanita berpakaian tradisional berdiri di depannya sambil menunjuk-nunjuk ke arah "mayatnya".
Seketika, embusan angin dingin bertiup dan Yun Ruoxue sontak menggigil kedinginan.
Dia mengingat bahwa awalnya dia adalah seorang dokter bedah terkemuka di abad ke-21. Di usianya yang baru 30 tahun, dia dipuji sebagai ilmuwan medis yang genius karena telah menyembuhkan banyak penyakit sulit dan rumit bagi para kepala negara. Namun, dia akhirnya malah mati ditabrak oleh seorang pengemudi mabuk dalam perjalanan pulang ke rumah.
Kemudian, rohnya pun melintasi waktu dan tiba di sini, serta memasuki tubuh wanita ini.
Astaga, apabila orang-orang di zaman modern tahu bahwa dia, seorang dokter top yang menyembuhkan penyakit dan menyelamatkan nyawa banyak orang, bisa-bisanya mati di tangan pemabuk, lantas akan seberapa besar kebencian mereka terhadap si pemabuk yang menabraknya hingga mati itu?
Pada saat yang sama, kenangan asing muncul di pikirannya. Semua itu adalah kenangan milik pemilik tubuh ini.
Ternyata, pemilik tubuh ini bernama Yun Ruoyue. Bisa-bisanya dia memiliki nama yang sama dengannya. Bukankah ini semacam takdir khusus?
Yun Ruoyue, si pemilik tubuh asli, adalah putri dari Perdana Menteri Yun Qing. Sejak kecil, dia sangat disayangi oleh Keluarga Yun dan dirawat dengan baik.
Awalnya, dia berparas sangat cantik dan menarik. Namun, ketika Yun Ruoyue berusia sepuluh tahun, dia secara misterius terkena racun yang menyebabkan sekujur tubuhnya menjadi berwarna hitam.
Saat itu, Yun Ruoyue hampir meninggal dunia. Ayahnya bersusah payah untuk meminta seseorang menyembuhkannya. Meskipun nyawanya tertolong, tetapi racun di sisi kanan wajahnya terlalu dalam sehingga tidak bisa dihilangkan. Pada akhirnya, itu meninggalkan bekas luka yang sangat jelek di sana.
Sejak saat itu, Yun Ruoyue menjadi sangat tidak percaya diri.
Parasnya menjadi sangat jelek. Anak-anak dari keluarga bangsawan meremehkannya, menindasnya, dan mendiskriminasinya. Kala itu, ketika Yun Ruoyue diserang oleh sekelompok anak bangsawan di tepi danau, Chu Xuanchen tiba-tiba muncul dan melindunginya.
Pria itu mengusir para anak bangsawan dan memberinya selendang untuk menutupi wajahnya. Chu Xuanchen memberinya banyak kehangatan.
Sejak saat itu, dia sudah jatuh cinta kepada Chu Xuanchen.
Dia tahu, dia adalah wanita yang jelek dan sama sekali tidak pantas untuk Chu Xuanchen. Itu sebabnya, dia menyembunyikan perasaan cintanya dalam hati dan tidak pernah berharap untuk menikahi Chu Xuanchen.
Akan tetapi, ayahnya mengetahui hal tersebut. Demi kebahagiaan putrinya, dia pun memohon kepada kaisar dengan memanfaatkan hubungan mereka agar putrinya bisa dinikahkan dengan Chu Xuanchen.
Mimpinya untuk menikahi Chu Xuanchen bisa dianggap terkabulkan. Sayangnya, setelah menikah selama setengah tahun, pemilik gelar Pangeran Li itu bahkan enggan melihatnya sama sekali.
Bukan hanya tidak pernah melihatnya, dia bahkan akan menikahi selir baru. Kehidupan pemilik tubuh ini benar-benar suram.
Ketika dia sedang memilah informasi dalam benaknya, Yun Ruoyue tiba-tiba menyadari ada seorang pelayan yang datang menyeretnya. Di sampingnya, terdengar suara omelan wanita dan tangisan Feng'er.
"Cepat, seret keluar pembawa sial ini. Kalau tertunda terlalu lama, bagaimana kalau mayatnya berubah?" ucap Pengasuh Zhang.
"Hentikan!" Melihat ada orang yang ingin mendekatinya, Yun Ruoyue tiba-tiba berteriak dengan susah payah!
"Ahh! Mayatnya berubah, permaisuri sudah berubah menjadi hantu jahat!" Semua orang berteriak dan berpencar ke samping. Hanya Feng'er yang tidak pergi dan masih berada di sisi Yun Ruoyue.
"Kenapa berisik sekali? Kamu yang berubah! Apa kalian tidak pernah melihat orang hidup?" Yun Ruoyue berkata dengan nada dingin, lalu berkata kepada Feng'er, "Tolong bantu aku berdiri."
Dia baru saja diselamatkan dari dalam danau, ditambah dengan penyiksaan Chu Xuanchen belum lama yang lalu, kini kondisi tubuh Yun Ruoyue sangat lemah. Dia bahkan tidak punya kekuatan untuk berjalan.
Kini, dia hanya tahu bahwa pemilik tubuh ini adalah seorang permaisuri. Dia seharusnya memiliki keagungan seorang permaisuri dan bisa mengintimidasi orang-orang ini.
"Permaisuri, Anda sudah bangun?" Pengasuh Zhang menatap Yun Ruoyue dengan tidak percaya.
Barusan, tabib jelas-jelas menyatakan bahwa permaisuri sudah meninggal. Bagaimana bisa dia hidup kembali?
Melihat ekspresi permaisuri, wanita itu sepertinya bukan berubah, melainkan benar-benar hidup kembali.
Mungkinkah tabib barusan membuat diagnosis yang salah?
"Kenapa? Kamu sangat kecewa karena aku bangun lagi?" Yun Ruoyue menatap Pengasuh Zhang dengan dingin.
Di dalam kediaman pangeran, biasanya Pengasuh Zhang adalah orang yang paling menindas Yun Ruoyue dan Feng'er.
Namun, orang-orang ini tidak akan berani menindasnya tanpa dukungan Pangeran Li.
Ketika tidak mendapatkan kasih sayang dan menjadi lemah, dia akan menjadi sasaran intimidasi dari semua orang di kediaman pangeran ini.
Akan tetapi, Yun Ruoyue sudah mengambil alih tubuh ini, jadi dia tidak akan membiarkan orang-orang itu menindasnya lagi!
Dia akan memegang kendali atas hidupnya sendiri. Jika ada yang berani menindasnya lagi, maka jangan salahkan Yun Ruoyue yang kejam!
Biasanya, Pengasuh Zhang tidak takut dengan permaisuri. Akan tetapi, di momen ini, dia sepertinya bisa melihat niat membunuh dingin dari tatapan permaisuri. Dia sangat ketakutan hingga giginya bergemeletuk. Kemudian, dia berbisik,"Hamba tidak berani. Hamba akan melaporkannya kepada Pangeran sekarang."
Di hadapan banyak orang, Pengasuh Zhang menahan kekejamannya. Bagaimanapun, Yun Ruoyue belum meninggal. Dia masih adalah permaisuri di kediaman pangeran, juga putri dari perdana menteri.
Apabila Yun Ruoyue ingin menargetkannya, dia tidak akan bisa kabur.
Akan tetapi, dia juga memiliki pendukung, yaitu Pangeran Li.
Dia akan melepaskan Yun Ruoyue untuk sementara dan pergi mencari Pangeran Li dahulu. Dengan adanya Pangeran Li, bagaimana mungkin wanita itu berani berlagak seperti permaisuri.
....
Paviliun Feiyue.
Feng'er memapah Yun Ruoyue ke dalam kamar. Kemudian, dia menyiapkan air panas agar Yun Ruoyue bisa mandi.
Rasa sakit yang menyiksa di bagian bawah tubuhnya mengingatkan Yun Ruoyue bahwa dia telah dianiaya hari ini.
Pria itu benar-benar kejam. Bisa-bisanya dia menyiksa permaisurinya sendiri.
Yun Ruoyue duduk di bak mandi dan meminta Feng'er membantunya mengambil cermin. Dia ingin melihat betapa jeleknya pemilik asli tubuh ini hingga Chu Xuanchen bahkan meraih tirai ranjang ketika berhubungan intim dengannya.
Momen ketika dia becermin, Yun Ruoyue hampir saja muntah.
Parasnya benar-benar sangat jelek. Wajah kanannya dipenuhi dengan bekas luka zig-zag, yang terlihat seperti tumor dan racun. Pantas saja Chu Xuanchen sangat membencinya.
Jika ini di zaman modern, Yun Ruoyue memiliki satu laboratorium biosains dengan berbagai obat-obatan khusus. Wanita itu akan bisa dengan mudahnya menyembuhkan wajah ini. Akan tetapi, kini dia berada di zaman kuno.
Tanpa ruang operasi, Yun Ruoyue yang adalah seorang dokter itu bagaikan pianis tanpa tangan.
....
Air panas membuat tubuhnya sangat nyaman. Lantaran Yun Ruoyue sedikit lelah, dia pun meletakkan cermin di sampingnya, lalu menyandarkan tangannya ke bak mandi dan perlahan tertidur.
Dalam tidurnya, di kedalaman kesadarannya, laboratorium Yun Ruoyue tiba-tiba muncul.
Dia melihat banyak obat-obatan dan peralatan medis yang pernah digunakannya sebelumnya, termasuk ruang operasi steril, komputer, ventilator, oksimeter, CT, stetoskop, mesin MRI, dan banyak lagi.
Sebagai seorang dokter, dia sangat senang ketika melihat peralatan yang familier ini.
Namun, dia tahu bahwa ini hanya sebuah mimpi. Dia terlalu merindukan pisau bedahnya sehingga bermimpi seperti ini.
Tiba-tiba, di dalam barisan lemari obat, Yun Ruoyue melihat ada sebotol "proantosianidin". Ketika melihat obat itu, matanya sontak melebar.
Ini adalah produk hasil risetnya sendiri. Obat ini dapat digunakan untuk mengobati kerusakan sel kulit, menghilangkan racun, bisul, dan benjolan. Obat ini diekstrak dari biji anggur dan bahan-bahan lainnya, yang sebetulnya cocok untuk mengatasi racun yang ada di wajah pemilik tubuh ini.
Dengan mata berbinar-binar, Yun Ruoyue pun meraih botol "proantosianidin" tersebut.
Dia mengambil beberapa botol obat antiradang dan beberapa lembar kasa. Kemudian, Yun Ruoyue pun tersadar kembali.
"Permaisuri, apakah Anda tertidur? Airnya sudah dingin. Hamba akan menambahkan sedikit air panas agar Anda tidak kedinginan."
Saat ini, suara Feng'er terdengar di telinga Yun Ruoyue.
Dia sangat terkejut sehingga tiba-tiba membuka matanya dan melihat Feng'er membawa sebuah ember. Feng'er sedang menuangkan air panas ke dalam bak mandinya.
Ketika melihat ke tangannya, dia menemukan bahwa dirinya sedang memegang obat yang dia ambil dalam mimpinya.
Yun Ruoyue sontak terkejut. Apa yang terjadi?
Dia menatap obat di tangannya dengan tidak percaya. Napasnya tersendat, seluruh tubuhnya tegang, dan bahkan bulu kuduknya berdiri.
Saat menggerakkan pikirannya barusan, dia bisa mengeluarkan barang-barang dari dalam laboratorium. Mungkinkah, laboratoriumnya juga melakukan perjalanan waktu bersamanya dan masih berada di ruang kesadarannya?
Itu artinya, kini dia memiliki sistem dari ruang medisnya yang sebelumnya. Bukankah hal ini terlalu aneh?
Banyak hal di dunia ini yang menakjubkan, bahkan jiwanya pun dapat melakukan perjalanan melalui waktu. Seharusnya bukan hal aneh jika sistem medisnya juga ikut melintasi waktu dan datang kemari.
Memikirkan hal itu, sosok Yun Ruoyue gemetar karena gembira. Dia tampak sangat bersemangat.
DIa berkata kepada Feng'er, "Aku tidak mau mandi lagi. Kamu keluar dulu, aku akan memakai baju sendiri."
"Permaisuri, apakah Anda tidak membutuhkan bantuan hamba untuk mengenakan baju?" tanya Feng'er.
"Tidak usah, aku suka melakukannya sendiri."
Feng'er tertegun sejenak. Kenapa dia merasa bahwa kepribadian permaisuri telah berubah semenjak tersadar kembali? Yun Ruoyue menjadi berbeda dari sebelumnya.
....
Setelah Feng'er keluar, Yun Ruoyue berdiri dengan tubuh lelahnya. Tubuhnya masih sangat lemah dan dia terkena flu karena melompat ke danau. Itu sebabnya, sekarang dia takut terhadap dingin. Seluruh tubuhnya menggigil, bahkan sudah demam tinggi.
Pakaian orang zaman dahulu sangat ribet. Tanpa bantuan orang lain, memang sangat sulit untuk mengenakannya. Setelah bersusah payah mengenakannya, Yun Ruoyue buru-buru duduk di depan cermin rias dan meletakkan obat-obatan yang diambilnya dari sistem medis.
Dia melihat ke sisi kanan wajahnya dan menemukan bahwa racun di dalamnya tersimpan sangat dalam. Diperlukan upaya khusus untuk melakukan detoksifikasi terhadap racun tersebut.
Yun Ruoyue membersihkan wajahnya terlebih dahulu, lalu mengoleskan obat antiradang ke seluruh wajahnya. Setelah itu, dia pun mengoleskan proantosianidin ke wajahnya. Pada akhirnya, Yun Ruoyue menempelkan kain kasa di wajahnya. Apabila ada darah beracun yang keluar, kain kasa itu akan bisa menyerapnya.
Proantosianidin ini dikembangkan khusus oleh Yun Ruoye sehingga berbeda dengan biasanya. Hanya dibutuhkan waktu satu malam untuk menyembuhkan wajahnya. Dia sangat menantikan seperti apa wajah ini besok pagi.
Pada saat ini, suara ketakutan Feng'er terdengar dari luar. "Pangeran, permaisuri sedang mandi. Anda tidak boleh masuk."
Feng'er takut bahwa Pangeran Li datang untuk menganiaya Yun Ruoyue lagi.
Suara Chu Xuanchen terdengar dingin dan kejam. "Memangnya kamu kira aku ingin datang ke sini? Aku hanya ingin lihat, kenapa dia tidak jadi mati?"
Yun Ruoyue segera mengenakan penutup wajah. Dengan menutupi wajahnya, dia mengerucutkan bibirnya dengan dingin dan berjalan ke depan kamar, lalu memerintahkan Feng'er yang sedang menghalangi Chu Xuanchen, "Feng'er, kasih tahu Pangeran, ini sudah malam dan aku sudah lelah, jadi tidak menerima tamu!"
Dengan kata lain, Yun Ruoyue menyatakan perintah untuk mengusir Chu Xuanchen.
Mendengar kata-kata itu, Chu Xuanchen mengira bahwa dia sudah salah mendengar. Bukankah wanita ini paling berharap dia bisa datang ke kamarnya? Yun Ruoyue bahkan meracuninya dan menjebak Chu Xuanchen agar menidurinya. Lantas, kenapa dia sok jual mahal sekarang?
an Cinta Sang Permaisuri" untuk melanjutkan membaca.
👇👇👇
Jika Anda ingin tahu lebih banyak konten menarik dari novel ini, unduh #Funread dan cari "Dokter Dewi Beracun" untuk melanjutkan membaca.
Melihat gerakan si pria, air mata pun mengalir tanpa suara dari mata Yun Ruoyue.
Yun Ruoyue sudah menikah dengannya selama setengah tahun, tetapi di dalam hati pria itu ada bayangan Nangong Rou. Alasan suaminya tidak pernah menyentuhnya adalah karena parasnya yang jelek dan juga kebencian terhadap orang tua Yun Ruoyue.
"Ahh!" Rasa sakit yang luar biasa melanda Yun Ruoyue dan membuatnya berkeringat dingin. Dia menggigit bibirnya untuk menahan rasa sakit sembari menatap wajah sosok di atasnya yang penuh dengan kebencian dan kekejaman. Hati Yun Ruoyue terasa sakit seperti disayat pisau.
Dibandingkan dengan kebencian yang suaminya rasakan, rasa sakit di tubuh Yun Ruoyue bukanlah apa-apa.
Chu Xuanchen memelototi Yun Ruoyue dengan dingin. "Demi mendapatkanku, kamu bahkan sengaja meracuniku. Oke, hari ini aku akan memenuhi keinginanmu! Tapi, aku benar-benar tak sanggup melihat wajahmu karena sungguh menjijikkan!"
Usai mengatakan itu, Chu Xuanchen langsung meraih tirai di ranjang untuk menutupi wajah Yun Ruoyue.
Perkataan ini sangat menyakiti hati Yun Ruoyue.
Dia meraba wajahnya sendiri secara perlahan. Ada bekas luka sebesar telapak tangan di pipi kanannya, yang selalu membuat Yun Ruoyue tidak percaya diri.
Orang-orang menyebutnya wanita jelek, tetapi dia memiliki hati yang mendambakan cinta.
Ayahnya tahu bahwa dia sudah menyukai Pangeran Li, Chu Xuanchen, sejak masih kecil. Itu sebabnya, ayah Yun Ruoyue memanfaatkan hubungannya dengan kaisar untuk menjodohkan Yun Ruoyue dengan Chu Xuanchen.
Akan tetapi, Chu Xuanchen tidak menyukainya.
Saat ini, gerakan pria itu tiba-tiba menjadi makin kasar. Chu Xuanchen menyiksanya dengan kejam. Matanya yang tajam dan berwarna hitam itu memandang Yun Ruoyue dengan penuh niat membunuh. "Yun Ruoyue, dasar wanita yang licik! Kamu jelas-jelas tahu aku menyukai Rou'er, tapi malah membuat jebakan agar aku menikahimu. Setelah tahu bahwa aku akan menikahi Rou'er besok, kamu malah menjebakku agar menidurimu. Kalau bukan karena racunmu, dengan wajahmu yang seperti ini, siapa yang berani menyentuhmu? Aku bahkan lebih memilih untuk menyentuh pelacur di luar sana daripada menyentuhmu!"
Yun Ruoyue menatap Chu Xuanchen. Dia menahan diri untuk menghadapi sindiran kejam dari pria itu, lalu mencibir dengan sedih, "Di dalam hatimu, aku bahkan lebih rendah dari pelacur di luar sana, ya?"
"Tidak. Di dalam hatiku, kamu bahkan lebih rendah dari anjing!"
....
Setelah sekian lama, Chu Xuanchen akhirnya selesai memuaskan hasratnya melalui tubuh Yun Ruoyue, lalu buru-buru bangun.
Dia segera mengenakan pakaiannya dan sama sekali tidak memedulikan wanita yang tergeletak di ranjang dengan penuh luka lebam dan sekarat itu.
Setelah efek racunnya menghilang, wanita ini tidak ada gunanya lagi bagi Chu Xuanchen.
Kemudian, dia memandang wanita yang tergeletak di ranjang itu dengan dingin dan pergi tanpa berbelaskasihan. Dia memerintahkan dayang, "Siapkan air, aku mau mandi. Aku tidak ingin tubuhku kotor karena wanita ini!"
Mendengar kata-kata yang menusuk hati itu, tubuh Yun Ruoyue tiba-tiba bergetar hebat. Hatinya benar-benar sangat terluka.
Perkataan Chu Xuanchen bagaikan pisau yang terus menyayat hatinya dengan kejam. Kini, Yun Ruoyue baru menyadari bahwa pria itu ternyata sangat membencinya.
Setelah merasa diabaikan oleh Chu Xuanchen sebelumnya, Yun Ruoyue masih menyimpan harapan pada pria itu. Dia merasa bahwa selama dia bersikap baik pada Chu Xuanchen, suatu hari nanti, dia pasti akan memahami perasaannya. Dia tidak menyangka bahwa Chu Xuanchen ternyata seperti pria lainnya. Dia membenci Yun Ruoyue hanya karena parasnya yang jelek.
Yun Ruoyue tidak menyangka bahwa dia ternyata begitu hina di hatinya.
Saat melihat darah di ranjang dan tubuh bagian bawahnya, melihat tubuhnya yang rusak, lalu teringat dengan kebencian dan penghinaan Chu Xuanchen terhadapnya, Yun Ruoyue tiba-tiba merasa kehilangan harapan. Dia mengenakan jubah dengan gemetar, lalu berjalan tanpa alas kaki di malam musim dingin.
Tidak jauh dari Paviliun Feiyue, ada sebuah danau.
Larut malam, angin bertiup kencang dan air danau terasa menusuk.
Setelah terdengar suara benda jatuh ke dalam air, seseorang pun berteriak, "Gawat, Permaisuri melompat ke dalam danau!"
Di samping danau, sekelompok pelayan kediaman pangeran berdiri berjajar. Mereka semua menatap dingin ke arah permaisuri yang tergeletak di tepi danau.
Saat ini, hanya ada seorang dayang di samping permaisuri yang menangis.
"Permaisuri, tolong jangan mati. Kalau Anda mati, bagaimana dengan hamba?" Feng'er menangis dengan sedih.
Di sampingnya, Pengasuh Zhang memelototinya dengan dingin. "Kenapa kamu menangis? Benar-benar sial! Kenapa dia tidak mati di tempat lain saja? Bisa-bisanya mati di kediaman pangeran. Pangeran sudah mengatakan, jangan membiarkan mayat wanita ini mengotori tanah kediaman pangeran. Karena tabib sudah memeriksanya dan memastikan kematiannya, langsung bawa dia keluar dan kubur saja!"
"Jangan seperti itu, Pengasuh. Jangan memperlakukan Nona kami seperti itu. Bagaimanapun, dia adalah putri perdana menteri ...."
Saat suasananya menjadi kacau, tidak ada yang menyadari bahwa orang yang awalnya sudah meninggal itu tiba-tiba membuka matanya perlahan.
Ketika Yun Ruoxue membuka matanya, dia bisa melihat sekeliling dengan jelas. Pada saat itu, malam hari tampak gelap dan angin bertiup kencang. Banyak wanita berpakaian tradisional berdiri di depannya sambil menunjuk-nunjuk ke arah "mayatnya".
Seketika, embusan angin dingin bertiup dan Yun Ruoxue sontak menggigil kedinginan.
Dia mengingat bahwa awalnya dia adalah seorang dokter bedah terkemuka di abad ke-21. Di usianya yang baru 30 tahun, dia dipuji sebagai ilmuwan medis yang genius karena telah menyembuhkan banyak penyakit sulit dan rumit bagi para kepala negara. Namun, dia akhirnya malah mati ditabrak oleh seorang pengemudi mabuk dalam perjalanan pulang ke rumah.
Kemudian, rohnya pun melintasi waktu dan tiba di sini, serta memasuki tubuh wanita ini.
Astaga, apabila orang-orang di zaman modern tahu bahwa dia, seorang dokter top yang menyembuhkan penyakit dan menyelamatkan nyawa banyak orang, bisa-bisanya mati di tangan pemabuk, lantas akan seberapa besar kebencian mereka terhadap si pemabuk yang menabraknya hingga mati itu?
Pada saat yang sama, kenangan asing muncul di pikirannya. Semua itu adalah kenangan milik pemilik tubuh ini.
Ternyata, pemilik tubuh ini bernama Yun Ruoyue. Bisa-bisanya dia memiliki nama yang sama dengannya. Bukankah ini semacam takdir khusus?
Yun Ruoyue, si pemilik tubuh asli, adalah putri dari Perdana Menteri Yun Qing. Sejak kecil, dia sangat disayangi oleh Keluarga Yun dan dirawat dengan baik.
Awalnya, dia berparas sangat cantik dan menarik. Namun, ketika Yun Ruoyue berusia sepuluh tahun, dia secara misterius terkena racun yang menyebabkan sekujur tubuhnya menjadi berwarna hitam.
Saat itu, Yun Ruoyue hampir meninggal dunia. Ayahnya bersusah payah untuk meminta seseorang menyembuhkannya. Meskipun nyawanya tertolong, tetapi racun di sisi kanan wajahnya terlalu dalam sehingga tidak bisa dihilangkan. Pada akhirnya, itu meninggalkan bekas luka yang sangat jelek di sana.
Sejak saat itu, Yun Ruoyue menjadi sangat tidak percaya diri.
Parasnya menjadi sangat jelek. Anak-anak dari keluarga bangsawan meremehkannya, menindasnya, dan mendiskriminasinya. Kala itu, ketika Yun Ruoyue diserang oleh sekelompok anak bangsawan di tepi danau, Chu Xuanchen tiba-tiba muncul dan melindunginya.
Pria itu mengusir para anak bangsawan dan memberinya selendang untuk menutupi wajahnya. Chu Xuanchen memberinya banyak kehangatan.
Sejak saat itu, dia sudah jatuh cinta kepada Chu Xuanchen.
Dia tahu, dia adalah wanita yang jelek dan sama sekali tidak pantas untuk Chu Xuanchen. Itu sebabnya, dia menyembunyikan perasaan cintanya dalam hati dan tidak pernah berharap untuk menikahi Chu Xuanchen.
Akan tetapi, ayahnya mengetahui hal tersebut. Demi kebahagiaan putrinya, dia pun memohon kepada kaisar dengan memanfaatkan hubungan mereka agar putrinya bisa dinikahkan dengan Chu Xuanchen.
Mimpinya untuk menikahi Chu Xuanchen bisa dianggap terkabulkan. Sayangnya, setelah menikah selama setengah tahun, pemilik gelar Pangeran Li itu bahkan enggan melihatnya sama sekali.
Bukan hanya tidak pernah melihatnya, dia bahkan akan menikahi selir baru. Kehidupan pemilik tubuh ini benar-benar suram.
Ketika dia sedang memilah informasi dalam benaknya, Yun Ruoyue tiba-tiba menyadari ada seorang pelayan yang datang menyeretnya. Di sampingnya, terdengar suara omelan wanita dan tangisan Feng'er.
"Cepat, seret keluar pembawa sial ini. Kalau tertunda terlalu lama, bagaimana kalau mayatnya berubah?" ucap Pengasuh Zhang.
"Hentikan!" Melihat ada orang yang ingin mendekatinya, Yun Ruoyue tiba-tiba berteriak dengan susah payah!
"Ahh! Mayatnya berubah, permaisuri sudah berubah menjadi hantu jahat!" Semua orang berteriak dan berpencar ke samping. Hanya Feng'er yang tidak pergi dan masih berada di sisi Yun Ruoyue.
"Kenapa berisik sekali? Kamu yang berubah! Apa kalian tidak pernah melihat orang hidup?" Yun Ruoyue berkata dengan nada dingin, lalu berkata kepada Feng'er, "Tolong bantu aku berdiri."
Dia baru saja diselamatkan dari dalam danau, ditambah dengan penyiksaan Chu Xuanchen belum lama yang lalu, kini kondisi tubuh Yun Ruoyue sangat lemah. Dia bahkan tidak punya kekuatan untuk berjalan.
Kini, dia hanya tahu bahwa pemilik tubuh ini adalah seorang permaisuri. Dia seharusnya memiliki keagungan seorang permaisuri dan bisa mengintimidasi orang-orang ini.
"Permaisuri, Anda sudah bangun?" Pengasuh Zhang menatap Yun Ruoyue dengan tidak percaya.
Barusan, tabib jelas-jelas menyatakan bahwa permaisuri sudah meninggal. Bagaimana bisa dia hidup kembali?
Melihat ekspresi permaisuri, wanita itu sepertinya bukan berubah, melainkan benar-benar hidup kembali.
Mungkinkah tabib barusan membuat diagnosis yang salah?
"Kenapa? Kamu sangat kecewa karena aku bangun lagi?" Yun Ruoyue menatap Pengasuh Zhang dengan dingin.
Di dalam kediaman pangeran, biasanya Pengasuh Zhang adalah orang yang paling menindas Yun Ruoyue dan Feng'er.
Namun, orang-orang ini tidak akan berani menindasnya tanpa dukungan Pangeran Li.
Ketika tidak mendapatkan kasih sayang dan menjadi lemah, dia akan menjadi sasaran intimidasi dari semua orang di kediaman pangeran ini.
Akan tetapi, Yun Ruoyue sudah mengambil alih tubuh ini, jadi dia tidak akan membiarkan orang-orang itu menindasnya lagi!
Dia akan memegang kendali atas hidupnya sendiri. Jika ada yang berani menindasnya lagi, maka jangan salahkan Yun Ruoyue yang kejam!
Biasanya, Pengasuh Zhang tidak takut dengan permaisuri. Akan tetapi, di momen ini, dia sepertinya bisa melihat niat membunuh dingin dari tatapan permaisuri. Dia sangat ketakutan hingga giginya bergemeletuk. Kemudian, dia berbisik,"Hamba tidak berani. Hamba akan melaporkannya kepada Pangeran sekarang."
Di hadapan banyak orang, Pengasuh Zhang menahan kekejamannya. Bagaimanapun, Yun Ruoyue belum meninggal. Dia masih adalah permaisuri di kediaman pangeran, juga putri dari perdana menteri.
Apabila Yun Ruoyue ingin menargetkannya, dia tidak akan bisa kabur.
Akan tetapi, dia juga memiliki pendukung, yaitu Pangeran Li.
Dia akan melepaskan Yun Ruoyue untuk sementara dan pergi mencari Pangeran Li dahulu. Dengan adanya Pangeran Li, bagaimana mungkin wanita itu berani berlagak seperti permaisuri.
....
Paviliun Feiyue.
Feng'er memapah Yun Ruoyue ke dalam kamar. Kemudian, dia menyiapkan air panas agar Yun Ruoyue bisa mandi.
Rasa sakit yang menyiksa di bagian bawah tubuhnya mengingatkan Yun Ruoyue bahwa dia telah dianiaya hari ini.
Pria itu benar-benar kejam. Bisa-bisanya dia menyiksa permaisurinya sendiri.
Yun Ruoyue duduk di bak mandi dan meminta Feng'er membantunya mengambil cermin. Dia ingin melihat betapa jeleknya pemilik asli tubuh ini hingga Chu Xuanchen bahkan meraih tirai ranjang ketika berhubungan intim dengannya.
Momen ketika dia becermin, Yun Ruoyue hampir saja muntah.
Parasnya benar-benar sangat jelek. Wajah kanannya dipenuhi dengan bekas luka zig-zag, yang terlihat seperti tumor dan racun. Pantas saja Chu Xuanchen sangat membencinya.
Jika ini di zaman modern, Yun Ruoyue memiliki satu laboratorium biosains dengan berbagai obat-obatan khusus. Wanita itu akan bisa dengan mudahnya menyembuhkan wajah ini. Akan tetapi, kini dia berada di zaman kuno.
Tanpa ruang operasi, Yun Ruoyue yang adalah seorang dokter itu bagaikan pianis tanpa tangan.
....
Air panas membuat tubuhnya sangat nyaman. Lantaran Yun Ruoyue sedikit lelah, dia pun meletakkan cermin di sampingnya, lalu menyandarkan tangannya ke bak mandi dan perlahan tertidur.
Dalam tidurnya, di kedalaman kesadarannya, laboratorium Yun Ruoyue tiba-tiba muncul.
Dia melihat banyak obat-obatan dan peralatan medis yang pernah digunakannya sebelumnya, termasuk ruang operasi steril, komputer, ventilator, oksimeter, CT, stetoskop, mesin MRI, dan banyak lagi.
Sebagai seorang dokter, dia sangat senang ketika melihat peralatan yang familier ini.
Namun, dia tahu bahwa ini hanya sebuah mimpi. Dia terlalu merindukan pisau bedahnya sehingga bermimpi seperti ini.
Tiba-tiba, di dalam barisan lemari obat, Yun Ruoyue melihat ada sebotol "proantosianidin". Ketika melihat obat itu, matanya sontak melebar.
Ini adalah produk hasil risetnya sendiri. Obat ini dapat digunakan untuk mengobati kerusakan sel kulit, menghilangkan racun, bisul, dan benjolan. Obat ini diekstrak dari biji anggur dan bahan-bahan lainnya, yang sebetulnya cocok untuk mengatasi racun yang ada di wajah pemilik tubuh ini.
Dengan mata berbinar-binar, Yun Ruoyue pun meraih botol "proantosianidin" tersebut.
Dia mengambil beberapa botol obat antiradang dan beberapa lembar kasa. Kemudian, Yun Ruoyue pun tersadar kembali.
"Permaisuri, apakah Anda tertidur? Airnya sudah dingin. Hamba akan menambahkan sedikit air panas agar Anda tidak kedinginan."
Saat ini, suara Feng'er terdengar di telinga Yun Ruoyue.
Dia sangat terkejut sehingga tiba-tiba membuka matanya dan melihat Feng'er membawa sebuah ember. Feng'er sedang menuangkan air panas ke dalam bak mandinya.
Ketika melihat ke tangannya, dia menemukan bahwa dirinya sedang memegang obat yang dia ambil dalam mimpinya.
Yun Ruoyue sontak terkejut. Apa yang terjadi?
Dia menatap obat di tangannya dengan tidak percaya. Napasnya tersendat, seluruh tubuhnya tegang, dan bahkan bulu kuduknya berdiri.
Saat menggerakkan pikirannya barusan, dia bisa mengeluarkan barang-barang dari dalam laboratorium. Mungkinkah, laboratoriumnya juga melakukan perjalanan waktu bersamanya dan masih berada di ruang kesadarannya?
Itu artinya, kini dia memiliki sistem dari ruang medisnya yang sebelumnya. Bukankah hal ini terlalu aneh?
Banyak hal di dunia ini yang menakjubkan, bahkan jiwanya pun dapat melakukan perjalanan melalui waktu. Seharusnya bukan hal aneh jika sistem medisnya juga ikut melintasi waktu dan datang kemari.
Memikirkan hal itu, sosok Yun Ruoyue gemetar karena gembira. Dia tampak sangat bersemangat.
DIa berkata kepada Feng'er, "Aku tidak mau mandi lagi. Kamu keluar dulu, aku akan memakai baju sendiri."
"Permaisuri, apakah Anda tidak membutuhkan bantuan hamba untuk mengenakan baju?" tanya Feng'er.
"Tidak usah, aku suka melakukannya sendiri."
Feng'er tertegun sejenak. Kenapa dia merasa bahwa kepribadian permaisuri telah berubah semenjak tersadar kembali? Yun Ruoyue menjadi berbeda dari sebelumnya.
....
Setelah Feng'er keluar, Yun Ruoyue berdiri dengan tubuh lelahnya. Tubuhnya masih sangat lemah dan dia terkena flu karena melompat ke danau. Itu sebabnya, sekarang dia takut terhadap dingin. Seluruh tubuhnya menggigil, bahkan sudah demam tinggi.
Pakaian orang zaman dahulu sangat ribet. Tanpa bantuan orang lain, memang sangat sulit untuk mengenakannya. Setelah bersusah payah mengenakannya, Yun Ruoyue buru-buru duduk di depan cermin rias dan meletakkan obat-obatan yang diambilnya dari sistem medis.
Dia melihat ke sisi kanan wajahnya dan menemukan bahwa racun di dalamnya tersimpan sangat dalam. Diperlukan upaya khusus untuk melakukan detoksifikasi terhadap racun tersebut.
Yun Ruoyue membersihkan wajahnya terlebih dahulu, lalu mengoleskan obat antiradang ke seluruh wajahnya. Setelah itu, dia pun mengoleskan proantosianidin ke wajahnya. Pada akhirnya, Yun Ruoyue menempelkan kain kasa di wajahnya. Apabila ada darah beracun yang keluar, kain kasa itu akan bisa menyerapnya.
Proantosianidin ini dikembangkan khusus oleh Yun Ruoye sehingga berbeda dengan biasanya. Hanya dibutuhkan waktu satu malam untuk menyembuhkan wajahnya. Dia sangat menantikan seperti apa wajah ini besok pagi.
Pada saat ini, suara ketakutan Feng'er terdengar dari luar. "Pangeran, permaisuri sedang mandi. Anda tidak boleh masuk."
Feng'er takut bahwa Pangeran Li datang untuk menganiaya Yun Ruoyue lagi.
Suara Chu Xuanchen terdengar dingin dan kejam. "Memangnya kamu kira aku ingin datang ke sini? Aku hanya ingin lihat, kenapa dia tidak jadi mati?"
Yun Ruoyue segera mengenakan penutup wajah. Dengan menutupi wajahnya, dia mengerucutkan bibirnya dengan dingin dan berjalan ke depan kamar, lalu memerintahkan Feng'er yang sedang menghalangi Chu Xuanchen, "Feng'er, kasih tahu Pangeran, ini sudah malam dan aku sudah lelah, jadi tidak menerima tamu!"
Dengan kata lain, Yun Ruoyue menyatakan perintah untuk mengusir Chu Xuanchen.
Mendengar kata-kata itu, Chu Xuanchen mengira bahwa dia sudah salah mendengar. Bukankah wanita ini paling berharap dia bisa datang ke kamarnya? Yun Ruoyue bahkan meracuninya dan menjebak Chu Xuanchen agar menidurinya. Lantas, kenapa dia sok jual mahal sekarang?
an Cinta Sang Permaisuri" untuk melanjutkan membaca.
👇👇👇
Jika Anda ingin tahu lebih banyak konten menarik dari novel ini, unduh #Funread dan cari "Dokter Dewi Beracun" untuk melanjutkan membaca.
00:15
Jan 12, 2024 - Jan 13, 2024
เซียวเฉวียน พนักงานพิพิธภัณฑ์หลงเจาะทะลุเข้าไปในห้วงแห่งยุคโบราณโดยบังเอิญ ได้เป็นจอมลูกเขยในจวนแม่ทัพนายพล ด้วยวิชาความรู้ซึ่งมิอาจใช้การได้แล้วในยุคปัจจุบัน กลับส่งเสริมให้เขาก้าวหน้าขึ้นดั่งเยือนสวรรค์ พบความสำเร็จในฐานะสุดยอดจอมเขยไร้เทียมทานในโลกา......
บทที่ 1 มาเยือนเป็นครั้งแรก
จันทร์กระจ่างลอยสูงเด่นอยู่ปลายเฉลียง
ข้าง ๆ โรงม้าที่มีกลิ่นเหม็น ๆ เซียวเฉวียนตื่นขึ้นมาในกองหญ้า
เขาลืมตาขึ้นมา กลิ่นฉุนของมูลสัตว์เกือบทำให้เขาเป็นลม
แสงยามค่ำคืนในคืนนี้สว่างไสวเป็นพิเศษ แสงสีแดงสว่างวาบเข้าไปในตาของเขา
เขาก้มหน้าลงดู แสงสีแดงสะท้อนเข้าไปในม่านตา ชุดสีแดงสดชุดนี้เป็นชุดแต่งงานสมัยโบราณ
เซียวเฉวียนเป็นผู้ดูแลพิพิธภัณฑ์ มีความรู้จริงรู้แจ้งเกี่ยวกับบทกวีและเพลงโบราณ เสื้อผ้า การกิน การเป็นอยู่ และศิลปการช่าง มองแค่ชั่วครู่ เสื้อผ้าเป็นงานปักสมัยราชวงศ์ฉินที่หายไปนานในยุคปัจจุบัน
เสื้อผ้าชุดนี้ ในยุคสมัยนี้ต่ำกว่าห้าล้านไม่มีทางซื้อได้
"ช่วยขยับไปนอนด้านข้างได้ไหม ท่านกีดขวางการทำงานของข้าแล้ว นายท่าน" ในตอนนี้เอง เด็กรับใช้ที่ถือถังอาหารป้อนให้ม้า ก็ถามขึนด้วยความรำคาญ
เซียวเฉวียนมองดูสภาพที่ไม่คุ้นตาที่อยู่รอบ ๆ ด้วยความงุนงง "นาย...ท่าน? นายท่านอะไรกัน? นี่คือที่ไหน?"
ที่แท้ นายท่านก็เป็นเหมือนที่คนอื่นพูดกัน สติปัญญาพื้น ๆ โง่เขลา
เด็กรับใช้ไม่ได้เงยขึ้นไปมอง น้ำเสียงสูงส่งขึ้นเล็กน้อย "ที่ไหน? ที่นี่คือจวนฉิน วันนี้เป็นคืนเข้าหอของท่านและคุณหนูใหญ่แห่งตระกูลฉิน! เป็นบ้านของท่าน ! !"
เซียวเฉวียนขมวดคิ้ว เห็นได้ชัดว่า คนที่ถูกโยนข้างมูลม้า กับคืนเข้าหอไม่เหมาะสมกัน แต่มันก็เกิดขึ้นแล้ว
เขาที่ค่อนข้างสับสนย้อนความทรงจำ เมื่อสองชั่วโมงก่อน พิพิธภัณฑ์ปิด หลังจากที่เซียวเฉวียนนับโบราณวัตถุเสร็จแล้ว เขาก็ล็อคประตูพิพิธภัณฑ์แล้วก็จากไป
เพื่อนร่วมงานบอกว่า วันนี้เป็นวันเกิดของเซียวเฉวียน ต้องการจองคาราโอเกะ และดื่มด้วยกันสักยก
ตอนนี้เขาควรกำลังสนุกสนานกับการดื่มเหล้าร้องเพลงถึงจะถูก!
โดยปกติทีมงานมักจะมาที่พิพิธภัณฑ์เพื่อถ่ายหนังสารคดี วันนี้เขาเข้าไปอยู่ในทีมละครโดยไม่รู้ตัว?
คิดไปคิดมา ความทรงจำในสมองของเขาราวกับมีคนมาบิดออก อดีตที่เขาไม่เคยประสบพบเจอก็พรั่งพรูออกมา
ที่แท้ ร่างกายนี้ของเขาชื่อว่าเซียวติ้ง ชื่อเล่นเซียวเฉวียน เขาเป็นคนซื่อสัตย์ อดทนต่อความยากลำบาก
ตระกูลเซียวเป็นตระกูลของขุนนางที่สถาปนาประเทศ ตระกูลเซียวช่วยจักรพรรดิผู้ก่อตั้งพิชิตดินแดนในปัจจุบัน น่าเสียดาย เมื่อมาถึงรุ่นของเซียวเฉวียนก็ตกอับ
วันนี้ เป็นวันมหามงคลของเขาและคุณหนูใหญ่แห่งตระกูลฉินที่หมั้นหมายกันตั้งแต่เด็ก
ภาพสุดท้ายในสมองของเซียวเฉวียน เซียวติ้งตะโกนท่ามกลางผู้คนว่า "ส่ง
เข้าเรือนหอ!" หลังจากนั้น แม้แต่ใบหน้าของเจ้าสาวก็ไม่ได้เห็น เขาถูกกระแทกด้วยไม้จากด้านหลัง
เซียวติ้งเป็นเพียงปัญญาชนผู้อ่อนแอ ทนไม่ไหวกับการถูกโจมตีเข้าที่คอ แรกเริ่มเขาหมดสติไป หลังจากนั้นก็ตายบนกองหญ้าที่หนาวเย็นในโรงม้า
ค่ำคืนวันแต่งงาน คนที่มีชีวิตอยู่ต้องตายลงไปแบบนี้ โดยไม่มีใครสนใจ
ต่อมา เซียวเฉวียนเดินทางข้ามภพ และมาอยู่ในร่างของเซียวติ้ง มีชีวิตขึ้นใหม่อีกครั้ง
"เข้าไปข้างในเถอะ นี่คือสถานที่ที่ท่านนอน" เด็กรับใช้ที่ป้อนอาหารม้าชี้ไปที่ห้องครัวเก่าที่อยู่ข้าง ๆ และพูดด้วยความไม่เกรงใจ
"ที่นี่เหรอ?" ดวงตาของเซียวเฉวีัยนลดต่ำลง ตระกูลฉินนี่ช่างใจดำมากเลย!
นี่คือครัวของคนรับใช้ โดยปกติแล้วเจ้านายจะมีห้องครัวขนาดเล็กโดยเฉพาะ คนรับใช้จะกินข้าว ก็จะทำอาหารในห้องครัวเก่านี้
สถานะของเซียวติ้งในตระกูลฉิน ใกล้เคียงกับสุนัข
เซียวเฉวียนมองดูสุนัขที่เฝ้าประตู ปากแหลมและหน้าผากแบน ขนสีน้ำตาลหูตั้ง คือพันธ์ฮว๋าเซี่ยเซี่ย ดูเหมือนว่าราชวงศ์นี้จะเกี่ยวข้องกับฮว๋าเซี่ยโบราณไม่มากก็น้อย เพียงแค่เซียวเฉวียนยังไม่รู้แน่ชัดว่าคือราชวงศ์ไหน
"นายท่าน ที่นี่กันลมกันฝนได้ มีที่ให้นอนก็ถือว่าไม่เลวแล้ว"
เด็กรับใช้พูดจาประชดประชัน เมื่อเซียวเฉวียนได้ยินดวงตาของเขาก็เย็นชาขึ้นมา เขาส่งเสียงหึ่ยด้วยความเย็นชา
"นายท่านรีบนอนเถอะ ไม่เช่นนั้นข้าต้องเหนื่อยตายแน่ ๆ ดึกดื่นต้องมาปรนนิบัติท่าน"
เด็กรับใช้เห็นเซียวเฉวียนใจลอย เขาส่ายหัวหันหัววางถังอาหารลงแล้วเดินออกไป คนรับใช้อย่างเขาไม่ต้องนอนในครัว นายท่านคนนี้ไม่มีสถานะและอนาคตในตระกูลฉิน ไม่มีความจำเป็นต้องเอาใจใส่
ดังนั้น ในห้องครัวที่ทรุดโทรมและเปียกชื้น จึงเหลือเพียงแค่เซียวเฉวีนคนเดียว
ในตอนนี้ ชายร่างสูงใหญ่ยืนอยู่นอกประตู ไม่กล้าก้าวเข้ามาแม้แต่ครึ่งก้าวด้วยความรังเกียจ เสียงของเขาหนาและทรงพลัง
"ไอ้คนแซ่เซียว เรื่องในวันนี้ถือว่าเป็นการสั่งสอน! อย่าคิดว่าแต่งเข้าตระกูลฉิน แล้วจะกลายเป็นคนตระกูลฉินของพวกเรา! ถ้าเจ้ากล้าแตะต้องขนนิ้วน้องสาวของข้า ข้าจะหั่นเจ้าแล้วเอาให้หมากิน!"
เซียวเฉวียนเอียงศีรษะ ดูว่าใครที่ช่างอวดดีเช่นนี้
เมื่อดู ที่แท้ก็คือฉินเฟิง
ตระกูลฉินเต็มไปด้วยบุคคลมีความสามารถ และยังมุ่งเน้นบ่มเพาะความสามารถ ลูกหลานล้วนมีความสามารถในตัวอักษรและศิลปะการต่อสู้ มีความสามารถโดดเด่นเหนือใคร
ฉินเฟิงผู้นี้คือหลานคนโต ตำแหน่งขุนนางคือรองเสนาบดีระดับ4 ควบคุมดูแลประตูพระราชวัง เป็นนายทหารระดับสูง หลานสาวคนรองก็คือฉินซูโหรว ภรรยาของเซียวติ้ง สวยและมีความสามารถ
ตะกูลฉินนอกจากรุ่นหลานแล้ว ทุกคนล้วนเป็นนายพลที่มีความซื่อสัตย์และกล้าหาญ
ส่วนพ่อแม่และฉินปาฟางท่านปู่ของฉินซูโหรว กำลังทำให้ชนเผ่าซงหนูสงบลงแนวเขตชายแดน ดังนั้นในงานแต่งงานวันนี้พวกเขาจึงไม่ได้อยู่ด้วย มีเพียงท่านย่าของตระกูลฉินดำเนินงานแต่เพียงผู้เดียว
ฉินเฟิงข่มขู่ด้วยการถลึงตามองด้วยความโกรธ เซียวเฉวียนไม่ได้เก็บมาใส่ใจ "พี่ชาย ข้าเป็นสุภาพบุรุษ ไม่ได้มีความรู้สึกกับคุณหนูใหญ่ฉิน ไม่มีทางบังคับฝืนใจนาง"
คำพูดที่สงบนิ่งของเขา ทำให้ฉินเฟิงไม่พอใจ แต่งงานกับน้องสาวของเขาแล้วยังไม่เต็มใจอีก?
เขาตะคอกว่า "คำพูดไพเราะแต่ไม่จริงใจพูดให้มันน้อย ๆ หน่อย!" เป็นแค่ปัญญาชนที่ยากจน การได้เป็นลูกเขยตระกูลฉินนั่นคือโชคดีของเจ้า! จะมาเสแสร้งให้ใครดู!"
"น้องสาวของข้างดงามดั่งดอกไม้และดวงจันทร์ นางคือสตรีผู้มีความสามารถอันดับหนึ่งของเมืองหลวง! ถ้าไม่ใช่เพราะท่านปู่ของเจ้าคือขุนนางที่สถาปนาประเทศ เจ้าจะมีปัญญาอะไรมาปีนขึ้นสู่ตระกูลฉิน!"
"ถ้าไม่ใช่เพราะท่านปู่ของข้าต้องการให้คนไร้ประโยชน์อย่างเจ้ามาเป็นเขย เจ้าจะสามารถก้าวเข้าสู่ประตูจวนฉินได้อย่างไร?"
ท่าทีของฉินเฟิง ทำราวกับว่าเซียวเฉวียนเป็นสุนัขขอทาน "ทว่า ในเมื่อเจ้าเป็นลูกเขยตระกูลฉินของเราแล้ว ตระกูลฉินของเราปกครองครอบครัวด้วยความเมตตากรุณาและคุณธรรม ถ้าเจ้าซื่อสัตย์ ตระกูลฉินก็จะทำให้เจ้ามีกินมีดื่มไปชั่วชีวิต แต่ถ้าต้องการมากกว่านั้นละก็ ไม่มี!"
"ถ้าเจ้าไม่ซื่อสัตย์ บังอาจขอส่วนแบ่งในผลประโยชน์ที่ไม่ควรได้ของน้องสาวข้าละก็ เจ้าก็ระมัดระวังหัวของเจ้าให้ดี!"
ฉินเฟิงปกป้องน้องสาวเท่าชีวิต ตั้งแต่เล็กฉินซูโหรวก็เป็นแก้วตาดวงใจของตระกูลฉิน เมื่อเขาเห็นคนไร้ประโยชน์อย่างเซียวเฉวียนก็รู้สึกโมโห น้ำเสียงนั้นแข็งกร้าวยิ่งกว่าเดิมโดยไม่รู้ตัว แสงไฟในดวงตาคู่หนึ่งเหมือนระฆังทองแดง ทำให้เซียวเฉวียนรู้สึกหนาวเหน็บไปทั้งตัว
เซียวเฉวียนไม่อยากก่อเรื่อง เพราะไม่คุ้นเคยกับชีวิตนี้ อีกทั้งเจ้าของร่างเดิมนี้ดูเหมือนจะมีสถานะต่ำ ไม่มีมนุษยสัมพันธ์ ผู้เข้าใจสถานการณ์คือผู้เฉลียวฉลาด เซียวเฉวียนทำความเคารพ "พี่ชายยับยั้งความโกรธ ข้าปฏิบัติตามอย่างแน่นอน"
ความขี้ขลาดของเซียวเฉวียน ยิ่งทำให้ฉินเฟิงรังเกียจ "หึ่ย! ปัญญาชนอ่อนแอ มีประโยชน์เช่นไร!"
พูดจบ ฉินเฟิงเหวี่ยงแขนเสื้อเดินจากไป
การเป็นลูกเขยไม่ใช่ความตั้งใจเดิมของเซียวเฉวียน แต่ในคืนวันแต่งงาน เซียวติ้งโดนคนของตระกูลฉินทำร้ายจนตาย ที่นี่ก็ไม่ใช่สถานที่ที่จะอยู่นาน
เซียวติ้งไร้อำนาจไร้พลัง เซียวเฉวียนต้องวางแผนอย่างจริงจัง ถึงจะสามารถเปลี่ยนแปลงชะตากรรมนี้ได้
พร้อมกับสายลมหนาวยามค่ำคืน เซียวเฉวียนทำสงครามเย็น แม้ว่างานปักของฉินนี้จะหรูหรามาก แต่ไม่รักษาความอบอุ่น ไม่ดีเท่าเสื้อขนเป็ด
ตอนนี้แม้แต่เด็กรับใช้ที่ป้อนอาหารม้าก็ไปแล้ว ห้องครัวเหลือเพียงแค่เซียวเฉวียนและสุนัข
แสงจันทร์อ่อน ๆ สาดส่องลงบนพื้น เซียวเฉวียนส่ายหน้า ถ้าไม่ใช่เพราะย้อนเวลามา เขาในตอนนี้คงดื่มเหล้าร้องเพลงอยู่ที่คาราโอเกะ ช่างมีความสุขเหลือเกิน!
เขาจ้องมองดวงจันทร์ที่สว่างไสวบนท้องฟ้า คิดถึงบทกวีที่เข้ากับช่วงเวลา อดไม่ได้ที่จะท่องขึ้นมาว่า " แสงจันทร์ส่องเจิดจ้าที่หน้าเตียง พื้นดินสะท้อนแสงขาวน้ำค้างแข็ง แหงนหน้ามองแสงจันทร์สุกไสว ก้มหน้าหวนคนึงถึงบ้านเกิด"
"โฮ่ง ๆ ..........." สุนัขสีเหลืองตัวน้อยเงยหน้าขึ้นและมองค้อนใส่เขา มันเปลี่ยนทิศทางและนอนต่อ
ภายใต้แสงจันทร์ ผู้หญิงร่างเพรียวซ่อนตัวอยู่หลังต้นอาคาเซียที่อยู่ไม่ไกลนัก ได้ยินเซียวเฉวียนท่องบทกวี สั่นไปทั้งตัว ดื่มด่ำกับสุนทรียภาพอันเงียบสงบและงดงามในบทกวี
บทกวีนี้เรียบง่ายแต่งดงามหายิ่งนัก การประพันธ์เรียบง่าย แต่กลับมีเสน่ห์ไม่สิ้นสุด เหมาะกับสถานการณ์นี้มาก ๆ
นางลังเลอยู่ครู่หนึ่ง อยากจะเข้าไปข้างหน้า แต่เมื่อพิจารณาครู่หนึ่งแล้ว นางหันหลังกลับและจากไปด้วยความเร่งรีบ เหลือไว้เพียงกลิ่นหอมอ่อน ๆ ของหญ้า
หลังจากผ่านลมหนาวที่พัดมา ความเข้าใจต่อโลกใบนี้ของเซียวเฉวียน ค่อย ๆ ชัดเจนขึ้น
นี่คือต้าเว่ย วัฒนธรรมใกล้เคียงกับฮว๋าเซี่ยโบราณ มีหลายจุดที่เชื่อมโยงถึงกัน แต่กลับไม่ใช่ราชวงศ์ใดในประวัติศาสตร์
เซียวเฉวียนทำงานในพิพิธภัณฑ์มาหลายปี มหาวิทยาลัยเรียนเอกวิชาประวัติศาสตร์ ดังนั้นจึงรู้จักราชวงศ์ทั้งหมดเป็นอย่างดี
แต่สมัยต้าเว่ยนี้ เขากลับไม่เคยได้ยินมาก่อน และเจริญน้อยกว่าฮว๋าเซี่ยโบราณมาก มีพื้นที่ว่างสำหรับการพัฒนา
"ชาติก่อน ฉันไม่มีความรู้ มันไม่มีประโยชน์ใดใดในศตวรรษที่ 21! ทำได้เพียงเป็นผู้ดูแลพิพิธภัณฑ์ที่เข้างาน9โมงเช้าเลิก5โมงเย็น!"
"ในชาตินี้ ในเมื่อได้เกิดใหม่ในสมัยโบราณ ต้องไม่ธรรมดาแบบเดิมเด็ดขาด!"
เซียวเฉวียนกำหมัดแน่น ปลุกกระแสคลื่นลูกใหญ่ภายในใจ
ชายชาตรีสูงเจ็ดไม้บรรทัด เป็นหนึ่งไม่เป็นสองรองใครในโลก! ตอนนี้โอกาสของเขามาถึงแล้ว!
เซียวเฉวียนสาบานอย่างเงียบ ๆ ในใจ จะต้องออกไปเผชิญโลกกว้างให้ได้ จะต้องราบรื่นดังหมาย!
บทที่ 2 อำนาจฝ่ายภรรยา
และในทุกวันนี้จักรพรรดิแห่งแคว้นเว่ยยังคงเยาว์วัย เพิ่งก้าวเข้าสู่วัยผู้ใหญ่ และอำนาจของจักรพรรดิก็ตกอยู่ในมือของเสด็จลุงเว่ยเจียนกั๋ว
จักรพรรดิในวัยหนุ่มมุ่งมั่นที่จะรวมอำนาจของจักรวรรดิ เพื่อต่อต้านเว่ยเจียนกั๋ว คัดเลือกผู้ที่สอบผ่านซึ่งเป็นเด็กจากครอบครัวยากจนเข้ามาเป็นขุนนางเพื่อสร้างกลุ่มก้อนอันบริสุทธิ์
ก่อนที่เซียวติ้งจะถูกเฆี่ยนตีจนตายในวันนี้ เขาได้วางแผนเข้าร่วมการสอบในชนบทของปีนี้
แม้คุณสมบัติของเซียวติ้งจะอยู่ในระดับปานกลาง แต่เขาก็ไม่ใช่ผู้ชายที่คิดจะเกาะผู้หญิงกิน สุดท้ายแล้วเกิดเป็นชายคงไม่มีใครยอมอยู่ภายใต้อำนาจของผู้อื่นและยอมให้พวกเขารังแก
เซียวติ้งเล่าเรียนอย่างหนักมาเป็นเวลากว่าสิบปีเพื่อจะสอบเข้าเป็นบัณฑิตและขุนนางในพระราชวัง
บัณฑิตผู้สง่างาม มีผู้คนมากมายนับหน้าถือตา ไม่มีผู้ใดกล้าเข้ามารังแก
เมื่อถึงเวลานั้นยังจะมีใครกล้ามาดูถูกเขา?
แต่เนื่องด้วยความสามารถในระดับปานกลาง ทำให้เขาสอบตกติดต่อกันมาเป็นเวลาสามปี ในสมัยโบราณการทดสอบทางวิทยาศาสตร์นั้นโหดร้ายมาก แม้ว่าจะทำการทดลองมาทั้งชีวิตก็ไม่อาจข้ามผ่านมันไปได้
และนี่ก็เป็นเหตุผลที่เซียวติ้งสอบไม่ผ่านติดต่อกันมาเป็นเวลาสามปี
ในฐานะผู้ชายคนหนึ่ง เซียวเฉวียนเข้าใจถึงความเจ็บปวดของเซียวติ้ง
ชีวิตเช่นนี้เขาก็ไม่อาจยอมรับมันได้ การเปลี่ยนแปลงเป็นสิ่งจำเป็น!
เซียวเฉวียนทำงานในพิพิธภัณฑ์มาหลายปี การทดสอบเกี่ยวกับสมัยโบราณสำหรับเขาเป็นสิ่งคุ้นชิน ระหว่างเส้นทางมีอะไรอยู่บ้างเซียวเฉวียนคุ้นเคยกับมันเป็นอย่างดี
ดังนั้นเซียวเฉวียนจึงมีความมั่นใจเกี่ยวกับการทดสอบระดับชนบท การทดสอบระดับมณฑล รวมถึงการทดสอบระดับพระราชวัง หากกล่าวว่าเขามีความมั่นใจเก้าในสิบส่วนก็ไม่ใช่เรื่องเกินจริง
การทดสอบวิทยาศาสตร์เป็นวิชาเอกของเซียวเฉวียนอย่างแท้จริง
เซียวเฉวียนคิดเช่นนี้ในหัวก็รู้สึกมั่นใจ นอนพิงแผงประตูและหลับไป
ในยามเช้า เซียวเฉวียนตื่นขึ้นมาด้วยอาการปวดหลัง เขาต้องการกลับไปยังบ้านตระกูลเซียวสักรอบ
เด็กรับใช้เข้ามาขวางเขาไว้ กล่าวออกมาอย่างเย่อหยิ่ง “นายท่าน! ท่านจะไปไหน? หากไม่ได้รับอนุญาตจากตระกูลฉิน ท่านไม่สามารถออกไปจากที่นี่ได้!”
เป็นเรื่องปกติที่ตระกูลฉินจะโหดร้าย แต่แล้วมันยังไง?
“ข้าต้องการกลับตระกูลเซียว! หลีกไป!”
“ไม่ได้! ออกไปไม่ได้!” เด็กรับใช้ขมวดคิ้ว ยื่นมือออกมาขวางเซียวเฉวียน
คิดไม่ถึงเลยว่าเด็กรับใช้ของจวนฉินจะกล้ารังแกและกลั่นแกล้งเขาถึงเพียงนี้!
“หลีกไปให้พ้น!” เซียวเฉวียนเป็นผู้ชายร่างใหญ่คนหนึ่ง คิดว่าจะสามารถขวางเขาไว้ได้งั้นหรือ? เขาผลักเด็กรับใช้ออกไปด้านข้างอย่างไม่เกรงใจ!
เด็กรับใช้ไม่อยากเชื่อ นายท่านกล้าขัดขืนความตั้งใจของคนตระกูลฉินงั้นหรือ?
เซียวเฉวียนเดินแกว่งไปแกว่งมา ถลกแขนเสื้อขึ้น ส่ายศีรษะและหัวเราะออกมาดังลั่น “ผู้หญิงโง่ดูถูกเซียวติ้ง ขับไล่ออกจากบ้านแห่งราชวงศ์ฉิน หันหลังให้ฟ้า หัวเราะดัง ๆ แล้วเดินออกไปจากประตู ทำไงได้ก็คนอยู่ดงหญ้ามานาน”
“เกินจะเยียวยา!” เด็กรับใช้จ้องมองเขา แต่ก็ไม่กล้าเข้าไปขวาง อย่างไรนายท่านผู้นี้ก็เป็นลูกเขย หากคุณหนูใหญ่ไปแต่งงานกับเจ้าคนผู้นี้ขึ้นมา ตัวเขาอาจจะต้องเดือดร้อน!
เซียวเฉวียนเปลี่ยนบทกวีของหลี่ไป๋ หัวเราะเยาะตระกูลฉินซึ่งเป็นคนโง่ที่ดูถูกคนอื่น
เสียงหัวเราะซึ่งเต็มไปด้วยความสุขของเขาดังลั่นไปถึงบ้านที่อยู่ติดกัน
ฉินซูโหรวได้ยินประโยคท่อนหลัง นางรีบลุกขึ้นมาพร้อมกล่าวว่า “หันหลังให้ฟ้า หัวเราะดัง ๆ แล้วเดินออกไปจากประตู ทำไงได้ก็คนอยู่ดงหญ้ามานาน......อาเชียง เจ้ารีบไปดูว่าใครอยู่ด้านนอก?”
อาเชียงซึ่งเป็นสาวใช้ไม่เคยเห็นคุณหนูสนใจใครมากถึงเพียงนี้มาก่อน นางรีบวิ่งออกไปดู “คุณหนู ไม่มีใครเจ้าค่ะ”
ต้องมีพรสวรรค์มากถึงเพียงใดถึงสามารถกล่าวบทกวีได้ไพเราะถึงเพียงนี้? ฉินซูโหรวเข้าใจเกี่ยวกับความสามารถทางบทกวีของคนในครอบครัวอย่างลึกซึ้ง พวกเขาไม่สามารถเขียนหรือกล่าวบทกวีเช่นนี้ออกมาได้ จะต้องเป็นคนนอกอย่างแน่นอน
ฉินซูโหรวรู้สึกหลงทางและครุ่นคิดซ้ำไปซ้ำมาอยู่ในใจ นางไม่อาจลืมความไพเราะของบทกวีสองวรรคนี้ไปได้ “อาเชียง เจ้ารีบไปสืบมา ไปดูมาว่าวันนี้มีใครเข้ามาในจวนฉินหรือไม่ เจ้าจะต้องหาตัวเขาให้พบ!
ดันใดที่เซียวเฉวียนออกมาจากจวนฉิน เขาก็เดินทางมายังโรงรับจำนำ
ตระกูลเซียวนั้นแสนยากจน สิ่งเดียวที่เป็นของล้ำค่าก็คือชุดแต่งงาน ชุดแต่งงานชุดนี้เป็นชุดที่คุณปู่ตระกูลเซียวตัดไว้ให้เขาตอนที่ท่านยังมีชีวิตอยู่
นี่คือสมบัติล้ำค่าชิ้นสุดท้ายของตระกูลเซียว แม้ที่ผ่านมาจะยากลำบากถึงเพียงใด คนของตระกูลเซียวก็ไม่เคยคิดถึงเสื้อผ้าชุดนี้
เขานำมันมายังโรงรับจำนำโดยตรง สละสิ่งซึ่งเป็นที่รักอย่างไม่เต็มใจในราคาอันแสนถูกเพียงห้าสิบตำลึง ซึ่งมีมูลค่าประมาณหนึ่งแสน
สิ่งแรกที่เขาทำหลังจากได้เงินมาก็คือ เขาซื้อปากกาหมึก กระดาษ หินหมึกและขนมเกล็ดหิมะหนึ่งถุง
จากนั้นเขาก็เดินเลี้ยวซ้ายและขวาอยู่ในเมืองหลวง จากความจริงจำของเขา บ้านของเซียวติ้งอยู่ติดกับป่าไผ่ในเขตชานเมืองของเมืองหลวง
บ้านของเซียวติ้งเป็นกระท่อมมุงจาก ด้านบนหลังคาไม่มีแม้แต่เศษกระเบื้อง เย็นสบายในฤดูร้อน หนาวจนถึงกระดูกในฤดูหนาว แต่ก็สะอาดและดูเป็นระเบียบ
“พี่ชาย!”
ทันทีที่เซียวเฉวียนกลับมาถึงบ้าน เด็กหญิงตัวเล็ก ๆ คนหนึ่งรีบวิ่งเข้ามา นางก็คือน้องสาวของเซียวติ้ง เซียวจิง
แม่เซียวเห็นลูกชายของตนเองกลับบ้าน นางมีความสุขและเสียใจในขณะเดียวกัน
นางมีความสุขที่ลูกชายของนางได้แต่งงาน
และสิ่งที่นางเสียใจก็คือ ลูกชายของนางได้รับการปฏิบัติอย่างเลวร้ายจากตระกูลฉิน เหตุใดเขาจึงกลับบ้านมาลำพัง คุณหนูใหญ่ของตระกูลฉินเล่า นางไปไหน?
“จิงเอ๋อร์ นี่ ขนมเกล็ดหิมะที่เจ้าชอบกิน” เซียวเฉวียนกอดน้องสาวที่มีร่างกายผอมแห้ง เนื่องจากขาดสารอาหารระหว่างวัยเจริญเติบโต ทำให้นางซึ่งมีอายุได้สิบขวบยังสูงเท่ากับเด็กอายุแปดขวบ
“ขอบคุณพี่ชาย!” เซียวจิงรับขนมเกล็ดหิมะไว้
นางกะพริบตาและถามว่า “พี่ไปเอาเงินมาจากไหน?”
“เด็กอย่างเจ้าไม่ต้องไปสนใจเรื่องพวกนี้หรอก” เซียวเฉวียนนำเงินที่เหลืออยู่ในมือยื่นส่งให้แม่เซียว “แม่ เก็บเงินจำนวนนี้ไว้ นำไปหาหมอและหายากิน อย่ามัวเสียเวลาอยู่เลย”
แม่เซียวเป็นโรคเรื้อรังทางร่างกายมาโดยตลอด ทุกฤดูใบไม้ร่วงและฤดูหนาว นางจะรู้สึกแน่นหน้าอกและหายใจไม่ออก นางมักจะกลิ้งไปมาบนพื้นด้วยความเจ็บปวด
เวลานี้เทศกาลไหว้พระจันทร์ได้ผ่านไป ช่วงฤดูแห่งความเจ็บป่วยกำลังมาเยือน หากยังไม่รีบไปหาหมอก็จะต้องกัดฟันทนกล้ำกลืนกับฤดูใบไม้ร่วงและฤดูหนาวนี้ต่อไป
ดังนั้นเซียวเฉวียนจึงจำเป็นต้องนำชุดแต่งงานไปจำนำ
การที่เขายอมสละชุดแต่งงานจะต้องถูกผู้คนเย้ยหยันเป็นแน่ แต่หนึ่งหน้าจะใหญ่เพียงใดก็ไม่อาจสำคัญไปกว่าอาการป่วยของแม่ตนเองได้
เซียวจิงน้ำตาไหล “พี่ชาย เมื่อคืนนี้แม่เอาแต่ร้องออกมาด้วยความเจ็บปวด......อยากจะไปหาหมอแต่ก็ไม่มีเงิน......จิงเอ๋อร์กลัว จิงเอ๋อร์อยากจะไปหาพี่ชาย แต่แม่บอกว่าเมื่อวานเป็นวันแต่งงานของพี่ ไม่สามารถพูดเรื่องไม่เป็นมงคลได้”
เซียวติ้งเสียชีวิตไปเมื่อคืนวาน หัวใจของแม่ลูกเป็นหนึ่งเดียวกัน ดังนั้นแม่เซียวคงรู้สึกเจ็บปวดมาก
ดวงตาของเซียวเฉวียนเป็นสีแดง เขาโอบกอดน้องสาวและแม่ของเขาไว้ “แม่ ลูกจะต้องหาหมอที่เก่งที่สุดในโลกมารักษาแม่ให้ได้! แม่วางใจ ครอบครัวของเราหลังจากนี้จะมีเงินไปหาหมอ มีเนื้อให้กิน และอยากได้ทุกอย่างที่ต้องการ!”
ที่ผ่านมาลูกชายเอาแต่ถอนหายใจ แต่วันนี้นั้นต่างออกไป แม่เซียวส่ายหน้าพร้อมกล่าวว่า “แม้เจ้าจะแต่งงานเข้าไปอยู่ในตระกูลฉินแล้ว แต่เหตุใดตระกูลฉินถึงมอบเงินให้เจ้ามากมายถึงเพียงนี้?”
“แม่ไม่ต้องกังวล ข้าจะยืนด้วยลำแข้งของตนเอง!”
ทันทีที่เซียวเฉวียนพูดจบก็มีเสียงของใครบางคนดังขึ้นมา “ยังจะกินเนื้อ? เซียวติ้ง! บ้านของเจ้ายังไม่จ่ายค่าเช่าที่ให้กับข้า! หากยังไม่จ่าย ข้าจะเอาเซียวจิงไปขาย!”
ผู้มาเยือนคือนายน้องเจ็ดแห่งตระกูลฉีผู้ซึ่งเป็นเจ้าของที่ดินแห่งนี้ ตระกูลเซียวเช่าที่ดินของตระกูลฉีเพื่อเพาะปลูก และจะมอบเมล็ดพืชจำนวนครึ่งหนึ่งให้เพื่อเป็นสิ่งตอบแทน แต่เนื่องจากภัยแล้งเมื่อปีที่ผ่านมา ทำให้ผลผลิตตกต่ำ ไม่เป็นไปตามความคาดหมาย ตระกูลเซียวจึงไม่สามารถทำตามข้อตกลงได้
ตระกูลฉีเป็นผู้ดีในท้องถิ่น ชอบกดขี่ข่มเหง พึ่งพารากฐานของบรรพบุรุษ ทำร้ายผู้อื่นจนเป็นนิสัย พวกเขาไม่เห็นใครอยู่ในสายตา
เมื่อวานเซียวติ้งแต่งงานเข้าไปอยู่ในตระกูลฉิน นายน้อยเจ็ดของตระกูลฉีได้ยินเรื่องนี้มา เซียวติ้งแต่งงานเข้าไปแล้ว แน่นอนว่าต้องมีเงิน
เห็นตระกูลฉีต้องการมาเอาเงิน เซียวเฉวียนถามกลับไปด้วยดวงตาอันเยือกเย็น “ไม่รู้ว่านายน้อยเจ็ดต้องการเท่าไหร่?”
เจ้านี่มันแต่งงานเข้าไปอยู่ในตระกูลฉิน จะไม่รีดไถได้อย่างไร? นายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉียื่นกระดาษออกมาหนึ่งแผ่น “ไม่มากไม่น้อย สามร้อยตำลึง”
ใบหน้าของแม่เซียวซีดขาว ปีที่ผ่านมามากที่สุดก็ไม่เกินห้าตำลึง นี่เขากำลังขูดรีด! สามร้อยตำลึง นี่ต้องการเอาชีวิตพวกเขาหรืออย่างไร!
นายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉีมาพร้อมกับลูกน้องของเขา เขาคิดไว้ตั้งแต่แรกแล้วว่าหากเซียวเฉวียนไม่ยินยอม เขาจะทุบตีจนเซียวเฉวียนยินยอม!
โดยไม่คาดคิด เซียวเฉวียนกล่าวออกไปอย่างใจเย็นว่า “เรื่องเงินไม่มีปัญหา รอหลังข้าสอบระดับชนบทเสร็จแล้วเจ้าค่อยมาเอา”
จากการคาดการของเขา เมื่อผลการทดสอบระดับชนบทถูกประกาศออกมาและเขาอยู่ในลำดับต้น จักรพรรดิจะมอบเงินเป็นรางวัล เมื่อถึงเวลานั้นเขาจะต้องมีเงินเป็นธรรมชาติ
เมื่อนายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉีที่เตรียมจะทุบตีเขาได้ยินเช่นนั้นก็หัวเราะออกมาดังลั่น จากนั้นกล่าวว่า “อย่ามาหลอกข้าเลยดีกว่า! คนที่ไม่เคยแม้แต่ติดอันดับอย่างเจ้ายังกล้าหวังเรื่องเงินรางวัล? เมื่อถึงเวลาหากขาดแม้แต่แดงเดียว แม่และน้องสาวของเจ้าจะต้องกลายเป็นทาส!”
คำพูดนี้ทำให้เซียวเฉวียนโกรธ เขาก้าวไปด้านหน้า พุ่งไปตบหน้าของนายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉี “ทาส? เจ้านั่นแหละที่เป็นทาส!”
“ปัง!” เสียงดังสนั่น ทำให้นายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉีรู้สึกเจ็บปวดและสับสนไปพร้อมกัน!
หลังจากนายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉีสับสนอยู่ชั่วขณะ เขาก็ได้สติกลับคืนมา เขาตะโกนออกมาว่า “ลูกเขยแต่งใหม่อย่างเจ้ากล้าทำร้ายนายน้อยอย่างข้างั้นหรือ? เข้ามา จัดการมัน ตีมันให้ตาย!”
แม่เซียวและเซียวจิงตกใจและถอยไปด้านหลัง เซียวเฉวียนซึ่งมีรูปร่างสูงใหญ่ยืนขวางอยู่ด้านหน้าของพวกนาง จ้องมองลูกน้องของนายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉีและตะโกนว่า “เข้ามา!”
ตระกูลฉีเป็นผู้ปกครองในพื้นที่ ในพื้นที่เขตปกครองของพวกเขา ไม่มีใครกล้าขัดคำสั่งหรือขัดคำพูดของพวกเขา ทำให้นายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉีมีนิสัยหยิ่งยโสและอวดดี ขนาดครอบครัวของเขายังไม่มีใครกล้าแตะต้องเขาแม้แต่ปลายนิ้ว!
เขานำมือขึ้นมากุมใบหน้าพร้อมตะโกน “เจ้าพวกขยะ! มัวยืนงงอะไรกันอยู่? ก็แค่บัณฑิตอ่อนแอเพียงคนเดียว พวกเจ้าจะกลัวอะไร จัดการมัน ตีมันให้ตาย!”
ดวงตาของเซียวเฉวียนลุกเป็นไฟ จ้องผ่านกลุ่มคนรับใช้ มองไปยังนายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉีและกล่าวว่า “ข้าอยู่ในตระกูลฉินอันสง่างาม หลายเขยของแม่ทัพใหญ่ผู้บุกเบิกแคว้น ฉินปาฟาง! เจ้ากล้าดียังไง!”
คำพูดเหล่านี้ทำให้นายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉีตกใจอยู่ครู่หนึ่ง
ดวงตาของเซียวเฉวียนเข้มข้นขึ้น เขาก้าวไปข้างหน้าและกล่าวว่า “พ่อตาของข้าฉินเซิง เขาเป็นถึงขุนพลใหญ่! เป็นหนึ่งในสามแห่งผู้มีเกียรติอันสูงส่ง! เป็นรองเพียงแค่หนึ่งเดียว อยู่เหนือคนนับหมื่น!”
ทุกคนตกใจ ร่างกายแข็งทื่อ
เซียวเฉวียนก้าวไปด้านหน้าอีกหนึ่งก้าว บีบให้นายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉีต้องถอยไปอีกก้าว “ตระกูลเซียวของข้าภักดีมาหลายชั่วอายุคน! ยอมสละชีพในสนามรบ! เสียสละเพื่อประเทศ! ศพถูกห่อด้วยหนังม้า! และครอบครัวก็เต็มไปด้วยความรุ่งโรจน์!”
เซียวเฉวียนจ้องไปที่เขา น้ำเสียงทุ้มลง “ทาส? เจ้าลองชั่งน้ำหนักตระกูลฉีของเจ้าดูว่ามีสิทธิ์มาเรียกคนตระกูลเซียวว่าทาสหรือไม่!”
นายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉีกลืนน้ำลาย “แล้ว แล้วมันยังไง......”
เซียวเฉวียนจ้องไปที่เขา เปลวไฟในดวงตาของเขาแผดเผาความเย่อหยิ่งที่เหลืออยู่ของนายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉีจนหมดสิ้น!
“ตระกูลฉีของเจ้าเป็นพวกอันธพาลในท้องถิ่น! แค่เงินจำนวนไม่กี่ตำลึง เจ้ากล้าดียังไงมารังแกตระกูลเซียวของข้า?”
ขาของนายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉีอ่อนแรงลง ถอยหลังครั้งแล้วครั้งเล่า ขาของเขาสั่นเล็กน้อย
เซียวเฉวียนเดินเข้ามาหาเขาทีละก้าว จ้องไปที่เขาและกล่าวว่า “สามร้อยตำลึง? ข้าเซียวติ้งจะเป็นคนมอบมันให้กับเจ้า! เจ้ารับมันไหวงั้นหรือ? เจ้ากล้ารับมันงั้นหรือ? ตระกูลฉีของเจ้ากล้ารับมันไว้งั้นหรือ!”
บทที่ 3 รอฟังข่าวดี
นายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉีถูกบีบให้ต้องล่าถอย ตอนนี้เขาพิงกำแพงอยู่ เขาไม่ตอบสนอง เขาตกใจในคำพูดของเซียวเฉวียนจนพูดอะไรไม่ออก
เสียงดังของเซียวเฉวียนเข้มแข็งและทรงพลัง ด้วยบรรยากาศอันเคร่งขรึม นายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉีและลูกน้องของตระกูลฉีต่างตกตะลึง
ฉินปาฟางที่เซียวเฉวียนพูดถึง มีใครบ้างจะไม่รู้จัก? ฉินปาฟางมีเกียรติยศไม่เป็นสองรองใคร ลูกชายของเขาฉินเซิงมีความสามารถยิ่งน่าตกใจ ได้รับขนาดนั้นว่าจอมขุนพลตั้งแต่อายุน้อย ตระกูลฉีเป็นเพียงเจ้าของที่ดินตัวเล็ก ๆ เทียบไม่ได้แม้แต่ปลายเล็บของจวนฉินด้วยซ้ำ!
นายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉีตื่นตระหนกจนหัวใจเต้นแรง!
แต่นายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉียังคงกัดฟัน เขารู้จักกับลูกชายคนโตของตระกูลฉิน ฉินเฟิง มานานหลายปี ถือว่ามีความสัมพันธ์ที่ดี เขาต้องกลัวลูกเขยจอมอวดดีที่เพิ่งแต่เข้าไปผู้นี้อย่างนั้นหรือ?
นึกถึงตรงนี้ นายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉีก็กล่าวออกมาด้วยความกล้าของเขา “ข้า......ข้าไม่เคยเห็นใครที่แต่งเข้าไปเป็นเขยบ้านคนอื่นแล้วภูมิในใจตัวเองเยี่ยงเจ้ามาก่อน! ใครก็รู้ เมื่อคืนเจ้าไม่ได้แม้แต่เข้าไปในห้องของคุณหนูใหญ่! นอนในห้องคนรับใช้ นอนในหัวครัว! เรื่องพวกนี้ลือกันไปทั่วเมืองหลวง! เจ้ายังเรียกตัวเองว่าลูกเขยอยู่งั้นหรือ! แม้แต่หมาเจ้ายังเทียบไม่ได้เลยด้วยซ้ำ!”
เวลานี้สีหน้าของแม่เซียวก็เปลี่ยนไป
เซียวเฉวียนหัวเราะอย่างเยือกเย็น หัวเราะจนทำให้หัวใจของนายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉีสั่นไหว
เซียวเฉวียนประสานมือของเขา ท่าทางแห่งความรุนแรงของเขาไม่ได้ลดลงเลยแม้แต่น้อย แสงในดวงตาของเขาราวกับทิ่มแทงเข้าไปในดวงตาของนายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉี “นินทาหรือพูดถึงเรื่องของขุนนางในพระราชวัง อาจจะถูกตัดลิ้นและส่งเข้าไปในคุก! ในกรณีที่ร้ายแรง พวกเจ้าอาจถูกส่งตัวไปเป็นทาสตามชายแดน! และดึงลิ้นของคนในตระกูลฉีทุกคน! ต่อให้เจ้าจะมีสักกี่ชีวิตก็คงอยู่ไม่ถึงวันที่เจ้าไปถึงชายแดน!”
นายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉีตัวสั่น คำพูดนี้ทำให้เหล่าชาวบ้านที่กำลังดูความสนุกอยู่ด้านนอกต่างพากันเงียบปาก
ฉี่ของนายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉีกำลังจะไหลออกมา เขามองมาที่เซียวเฉวียน “เจ้า......เจ้ารอข้าก่อน......หลังจากเจ้าสอบระดับชนบทเรียบร้อย ข้าจำมารับเงิน เจ้าหนุ่ม เจ้ารอข้าก่อนเถอะ!”
ลูกน้องของเขาตัวสั่นเล็กน้อย กล่าวออกมาด้วยความลำบากใจ “นายน้อยเลิกพูดได้แล้ว พวกเราไปกันเถอะ!”
ตระกูลฉีไม่สามารถรุกรานได้นั้นเป็นเรื่องจริง หากเรื่องที่เกิดขึ้นในวันนี้ไปถึงหูของตระกูลฉิน เกรงว่าตระกูลฉีอาจต้องคุกเข่าลงพื้นเพื่อชดใช้
นายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉีกุมใบหน้าที่ถูกตอบและตะโกนด้วยความโกรธ “เมื่อถึงเวลา! หากเจ้าไม่มอบเงินจำนวนสามร้อยตำลึงให้ข้า ข้าจะทำให้ทุกคนในเมืองหลวงได้รู้ว่าเจ้าทำให้ตระกูลฉินต้องอับอายมากแค่ไหน!”
เซียวเฉวียนตะโกนออกไป “ไสหัวไปซะ! ไม่เช่นนั้นข้าจะโบกเจ้าอีกสักครั้ง!”
นายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉีตัวสั่นด้วยความหวาดกลัว รีบวิ่งออกมาจากบ้าน การประสบอุปสรรคครั้งแรกของเขา ทำให้นายน้อยโกรธเป็นอย่างมาก ทำลายข้าวของในสวนจนวอดวาย ระบายความโกรธก่อนจะเดินจากไป
“ลูก เจ้าได้รับความอัปยศเช่นนี้ในตระกูลฉินอย่างนั้นหรือ?” แม่เซียวถามเสียงสั่นออกมา
เซียวเฉวียนถอนหายใจด้วยความโล่งอก ความหวาดกลัวยังหลงเหลืออยู่ คิดไม่ถึงว่าอันธพาลพวกนี้จะจากไปโดยไม่สำนึกผิด
เขาหันกลับมาพูดปลอบประโลม “ไม่ต้องไปฟังเขา เขาก็เอาแต่พูดไร้สาระ ที่พูดมานั้นเชื่อไม่ได้”
“ลูก เรื่องสามร้อยตำลึงจะมีหรือไม่นั้นไม่ต้องพูดถึง แต่......ตระกูลฉีนั้นรังแกผู้อื่นมากเกินไป นี่คือการขู่กรรโชกอย่างชัดเจน” แม่เซียวที่ตกใจกลัว ส่ายหน้าและนั่งลงบนเก้าอี้ นางกล่าวออกมาทั้งน้ำตา หากไม่ใช่เพราะสามีของนางเสียชีวิตในสนามรบเร็วเกินไป นางซึ่งกลายเป็นม่ายและลูกของนางจะถูกคนอื่นรังแกถึงเพียงนี้ได้อย่างไร?
“วางใจ เมื่อครู่ข้าพูดไปแล้ว เมื่อถึงเวลาที่ข้าต้องมอบเงินให้กับเขาสามร้อนตำลึง เขาก็ไม่กล้ารับมันไว้”
“อ่า ไม่พูดถึงเรื่องนี้แล้ว แม่แค่อยากรู้ว่างานแต่งงานที่เกิดขึ้นเมื่อคืนเป็นอย่างที่เขาพูดหรือไม่ เจ้า......” แม่เซียวกุมมือเขาด้วยความกังวล เวลานี้ชาวบ้านซึ่งอยู่ด้านนอกต่างพากันซุบซิบนินทา พูดคุยเกี่ยวกับเรื่องราวอันแสนตลกของเซียวเฉวียน
การเป็นลูกเขยแต่งเข้าก็น่าอายมากพอแล้ว แต่กลับไม่ได้เข้าไปในห้องนอนในคืนแต่งงาน นี่เจ้ายังเป็นลูกผู้ชายอยู่หรือไม่?
นี่คือความอัปยศอย่างแท้จริง!
“แม่ ตระกูลฉินปฏิบัติต่อข้าดีมาก แม่ทัพฉินยินดีที่จะให้ข้าแต่งงานกับคุณหนูฉินคนใหญ่ เขาจะปฏิบัติต่อข้าเช่นนั้นได้อย่างไร? ตระกูลฉินเป็นตระกูลที่น่านับถือ ทำตัวเป็นแบบอย่างให้กับทุกตระกูล เขาไม่มีทางทำเรื่องให้ลูกต้องอับอาย นี่ไง เงินจำนวนห้าสิบตำลึงนี้คือเงินที่ท่านยายฉินฝากข้ามามอบให้แม่ และท่านยังกล่าวว่าครอบครัวของพวกเราจะแน่นแฟ้นยิ่งขึ้นในอนาคต”
เซียวเฉวียนพูดออกมาเสียงดัง เมื่อเหล่าประชาชนได้ยินเกี่ยวกับเงินห้าสิบตำลึง ดวงตาของพวกเขาเบิกกว้างจนแทบจะทะลักออกมา สำหรับครอบครัวทั่วไปที่มีกันอยู่หกคน เงินจำนวนสองตำลึงก็สามารถใช้ชีวิตอยู่ได้นานกว่าหนึ่งปี!
ชาวบ้านก็ได้เห็นถุงเงินในมือของแม่เซียว เมื่อเห็นว่ามันไม่ใช่เรื่องน่าสนุก พวกเขาก็จากไปด้วยความไม่พอใจ
ขณะที่ดวงอาทิตย์กำลังลับขอบฟ้า เซียวเฉวียนอยู่ที่นี่เป็นเวลาหนึ่งวันโดยไม่รู้ตัว ถึงคราวที่เขาต้องกลับจวนฉินแล้ว
แม่เซียวหยิบถุงใส่ของออกมาจากตะกร้า “ลูก เอานี่ไปด้วย”
“นี่มัน......”
เซียวจิงยิ้มและกล่าวออกมา “นี่คือหมูแดดเดียวที่แม่เหลือไว้ให้ท่านพี่”
ในหนึ่งปีตระกูลเซียวแทบจะไม่ได้ลิ้มลองของคาว เนื้อถือเป็นอาหารชั้นยอด
มองเซียวจิงที่ผอมบางและแม่ที่กำลังป่วยอยู่ของเขา ดวงตาของเซียวเฉวียนกลายเป็นสีแดง “ไม่เป็นไร แม่กับน้องเก็บไว้กินเถิด”
“ไม่ได้! ท่านพี่ต้องเอามันไป! หากตระกูลฉินไม่ให้ท่านพี่กินข้าว พี่ก็กินมัน!”
เมื่อแม่เซียวได้ยินเช่นนั้นก็กล่าวออกมาทั้งน้ำตา “จิงเอ๋อร์ อย่าพูดจาเหลวไหล!”
ชีวิตของลูกเขยแต่งเข้านั้นยากลำบากแค่ไหน แม้แต่เซียวจิงที่อายุเพียงสิบขวบยังเข้าใจ แล้วแม่เซียวจะไม่เข้าใจได้อย่างไร?
สายตาวิงวอนของแม่เซียวทำให้เซียวเฉวียนเปลี่ยนใจ ตั้งแต่วันนี้เป็นต้นไป แม่ของเซียวติ้งก็คือแม่ของเขา น้องสาวของเซียวติ้งก็คือน้องสาวของเขา!
เขารับเนื้อมาแล้วกล่าวว่า “แม่ไม่ต้องกังวล แม่ดูแลอาการป่วยของตัวเองให้ดี! หนึ่งเดือนหลังจากนี้ข้าจะมารับท่านไปอยู่ในเมืองหลวง!”
“ลูก เจ้าพูดอะไรของเจ้า?” แม่เซียวไม่เข้าใจ จวนฉินจะยอมเลี้ยงดูและรับเลี้ยงสองแม่ลูกอย่างพวกนางได้อย่างไร?
“แม่ไม่จำเป็นต้องคิดมาก รอฟังข่าวดีก็พอ ลูกขอตัวก่อน”
พูดจบเขาก็คำนับให้แม่ของเขาหนึ่งครั้ง และรีบเดินทางกลับไปยังที่พักของจวนฉินพร้อมกับปากกาหมึก กระดาษ และหินหมึก
จวนฉิน ห้องครัวของคนรับใช้เผยให้เห็นแสงเทียนสลัว ๆ
เรือนร่างอันงดงามและผอมบางยืนถือตะเกียงเทียนห่างจากห้องครัวในระยะไกล แสงตะเกียงสว่างวาบสะท้อนแผ่นหิน
“คุณหนู คืนนี้ลมแรง เหตุใดพวกเราจึงต้องมายังคฤหาสน์ซึ่งห่างไกลเช่นนี้?”
ฉินซูโหรวยังคงเงียบ นัยน์ตาที่เปียกชุ่มของนางมองไปยังห้องครัวอันทรุดโทรมพร้อมกับคิ้วขมวด
เมื่อคืนวาน เซียวติ้งเพิ่งจะแต่งเข้ามาได้ไม่นานก็ถูกพี่ใหญ่ทำร้าย จากนั้นก็ลากออกไป
เดิมทีคิดว่าเซียวติ้งที่เป็นเพียงบัณฑิตอ่อนแอจะถอนหายใจอย่างสิ้นหวังและบ่นเกี่ยวกับภาระอันหนังอึ้งของเขา
คิดไม่ถึงว่าเมื่อนางมาถึงที่นี่ กลับเห็นแสงเทียนสว่างไสวในห้องครัว เงาของหนอนหนังสือผู้หนึ่งกำลังสะท้อนออกมาทางนอกหน้าต่าง
สาวใช้อาเชียงมองฉินซูโหรวที่กำลังวิตกกังวลอย่างมีความหมาย “หรือว่าเป็นเพราะบทกวีอันไพเราะของเขาก่อนหน้านี้ คุณหนูจึงตั้งใจมาที่นี่เพื่อให้เขาสอน? คิดไม่ถึงเลยว่าแม้เซียวเฉวียนจะดูซอมซ่อ แต่ก็พอจะมีความสามารถทางการประพันธ์อยู่บ้าง......”
ปรากฏว่าคนที่แอบฟังบทกวีของเซียวเฉวียนอยู่ด้านนอกก็คือ ฉินซูโหรว
ถูกสาวใช้อ่านใจจนทะลุปรุโปร่ง ฉินซูโหรวไม่สามารถฝืนทนต่อไปได้ “ข้าก็แค่มาเยาะเย้ยเขาเท่านั้น! ผู้ซึ่งเป็นสตรีที่มีพรสวรรค์อันดับหนึ่งของเมืองหลวงต้องการคำสอนจากเขา? เขาเทียบไม่ได้แม้แต่ข้อนิ้วของพี่ชายข้าเลยด้วยซ้ำ!”
หลายวันที่ผ่านมา ฉินซูโหรวกลายเป็นตัวตลกของเมืองหลวง แม้นางจะไม่เคยรู้จักหรือพบเจอกับเซียวติ้ง แต่ก็ได้ข่าวมาไม่น้อย เซียวติ้งเป็นคนมีพื้นฐานปานกลาง และล้มเหลวในการจัดอันดับเป็นเวลาสามปีติดต่อกัน
นางฉินซูโหรวรู้สึกผิดจริง ๆ ที่แต่งงานกับคนที่ไร้ความสามารถเช่นนี้ เพียงแต่การแต่งงานครั้งนี้นางไม่สามารถปฏิเสธมันได้
นางไม่ชอบเซียวติ้ง แต่นางก็คิดไม่ถึงว่าเซียวติ้งจะต้องมาอาศัยอยู่ในครัวซึ่งแม้แต่คนรับใช้ของจวนฉินก็ยังไม่อยู่เช่นนี้
นางอดไม่ได้ที่จะรู้สึกสงสารเขาจากหัวใจ แต่ก็เป็นเพียงแค่ความรู้สึกสงสารเท่านั้น
สามีในความฝันของฉินซูโหรวจะต้องเป็นชายที่มากไปด้วยความสามารถ อ่อนโยน เป็นคนรวยและมีชาติตระกูล แต่สำหรับเซียวติ้งที่มีเพียงหน้าตาเท่านั้นที่พอใช้ได้ เขาก็ไม่มีสิ่งอื่นใดนอกจากความจนและความลำบาก
แน่นอนว่านางไม่มีวันหันมามองเซียวติ้ง
แต่ไม่รู้ว่าเพราะเหตุใดนางจึงไม่เคยได้ยินบทกวีที่เขาท่องมาก่อนเลย?
“ฤดูใบไม้ร่วงในเดือนแปด เสียงคำรามของสายลม พัดโถมเข้ามายังหลังคามุงจาก หญ้าคาโบยบินข้ามลำห้วย กระจายอยู่ริมลำธาร หญ้าคาที่บินสูงจะติดอยู่บนยอดไม้ หญ้าคาที่บินต่ำจะตกลงและจมดิ่งสู่พื้นน้ำ
เด็กกลุ่มหนานชุนรุมรังแกข้าอยู่เสมอ ถึงกระนั้นก็ยังอดทนและมุ่งไปเพื่อขโมย วิ่งเข้าไปในป่าไผ่อย่างกล้าหาญพร้อมกับมุงจากในอ้อมแขน ริมฝีปากไหม้และแห้งเหือดอย่างหมดแรง กลับถึงบ้านถอนหายใจอยู่คนเดียวกับไม้ค้ำ
ลมหยุดและเมฆบนท้องฟ้าก็เป็นสีดำ ฤดูใบไม้ร่วงร้างราและมืดครึ้ม และค่อยๆ ผ้านวมเก่าแข็งเหมือนแผ่นเหล็ก ลูกนอนหลับไม่สนิทเพราะผ้านวมพัง
ฝนตกบ้านเปียกทุกพื้นที่ หยาดน้ำฝนโปรยลงมาไม่ขาดสาย พยายามดิ้นรนเพื่อหลับนอน แต่สุดท้ายก็เปียกโชกเกือบทั้งคืน!
ทำอย่างไรถึงมีบ้านอันกว้างใหญ่ คงต้องตรากตรำเพื่อบัณฑิต! จะได้มีบ้านกันลมกันฝน แข็งแรงดุจภูเขา
อนิจจา! เมื่อใดบ้านอันสูงตระหง่านจะปรากฏออกมาต่อหน้าข้า แม้กระท่อมของข้าจะแหลกสลาย และข้าต้องแข็งตายก็ยอม!”
เวลานี้มีเพียงบทกวีของตู้ฝู่เท่านั้นที่ทำให้เซียวเฉวียนนึกถึงความรู้สึกของตนเอง มันก็เข้ากับความทะเยอทะยานของเขาได้เป็นอย่างดี!
บทกวีนี้เขียนด้วยความเศร้าและสะเทือนใจ เปี่ยมล้นด้วยแรงปรารถนาและความหวัง กวีบทนี้ยิ่งทำให้ฉินซูโหรวใจสั่น ยากมากที่จะได้ยินบทกวีอันไพเราะในบ้านของตนเฉกเช่นวันนี้ เซียวเฉวียนเป็นคนแต่งมันขึ้นมางั้นหรือ?
ไม่ นางไม่เชื่อ! นางขมวดคิ้ว แววตาของนางดูประหลาดใจแต่ก็มีความเย็นชา “พวกเราไปกันเถอะ”
บทที่ 4 มั่นใจ
ฉินซูโหรวกระทืบเท้าของนางและจากไป ในห้องครัว หลังจากเซียวเฉวียนเซียวเฉวียนถอนหายใจ เขาก็เริ่มแยกแยะคำถามเกี่ยวกับการสอบขุนนาง
ขอบคุณที่เซียวติ้งได้เข้าร่วมการทดสอบระดับชนบทหลายครั้ง นี่ทำให้เซียวเฉวียนเข้าใจถึงกฎเกณฑ์ในการสอบ แนวการทดสอบระดับชนบทรอบต่อไปแบ่งเป็นสองส่วน ส่วนแรกเป็นการทดสอบเกี่ยวกับความรู้ในหนังสือ ส่วนที่สองก็คือการประพันธ์บทกวี
บทกวีที่ใช้ในการทดสอบนั้นต่างจากบทกวีราชวงศ์ถังและบทกวีราชวงศ์ซ่ง ในพิพิธภัณฑ์ได้จัดเก็บบทกวีที่ใช้ในการทดสอบไว้อย่างชัดเจน เซียวเฉวียนไม่เพียงแค่คุ้นเคยกับกฎเกณฑ์เหล่านี้ แต่เขายังมีจดจำบทกวีอันดับหนึ่งของการสอบในแต่ละปีของแต่ละราชวงศ์ได้อย่างขึ้นใจ
นอกจากมีกฎเกณฑ์ตายตัวของบทกวีแล้ว สิ่งซึ่งยากที่สุดก็คือการพรรณนาถึง หรือก็คือการอ้างถึงเรื่องราว มันคือการอ้างถึงที่มาขอแต่ละสิ่งอย่าง พาดพิงถึงประวัติศาสตร์ หรือประวัติความเป็นมาของตัวบุคคล
การอ้างถึงสิ่งเหล่านี้ควรหลีกเลี่ยงการใช้คำพูดเกินจริง ซ้อนทับ และนอกลู่นอกทาง ควรใส่ใจกับรายละเอียดให้เหมาะสม หยิบออกมาใช้อย่างโจ่งแจ้งและการใช้แบบซ่อนเร้น ไม่เช่นนั้นอาจไม่ได้รับการคัดเลือก
เมื่อรับรู้และเข้าใจถึงเรื่องราวเหล่านี้ เซียวเฉวียนนอนหลับอย่างสบายใจ เขาหันหลังพิงแผงประตู ฟังเสียงลมโบกพัดยามค่ำคืน ทำให้ยากจะหลับฝัน
ค่ำคืนอากาศหนาว เซียวเฉวียนนอนพลิกตัวไปมา สุดท้ายเขาก็ลุกขึ้นและจุดไฟให้ลุกโชนเพื่อขับไล่ความหนาวเย็น จากนั้นก็หลับไปอย่างสงบ
หนึ่งคืนผ่านไป เซียวเฉวียนมีอาการปวดหลัง แสงอาทิตย์ยามเช้าสาดส่องเข้ามา เซียวเฉวียนถูกปลุกให้ตื่น เขาลุกขึ้นไปล้างตัวอย่างเรียบง่าย สุดท้ายก็ถูกกลิ่นหอมดึงดูดและพาตัวเขามายังสวนดอกไม้
ในสวนดอกไม้มีอาหารเลิศรสจัดวางอยู่ ดูเหมือนคนของตระกูลฉินกำลังเตรียมจะมารับประทานอาหารกัน ณ ที่แห่งนี้
อาหารของครอบครัวที่ร่ำรวยนั้นแตกต่างจากอาหารของคนทั่วไป ขนมถูกทำขึ้นอย่างประณีต เนื้อและผักก็อุดมสมบูรณ์ เมื่อเห็นเช่นนั้นท้องของเซียวเฉวียนร้องโครกครากหลังจากที่เขาหิวมาทั้งวัน
ปกติแล้วเซียวเฉวียนเป็นคนชอบทานอาหารเผ็ด แต่อาหารที่วางอยู่เต็มโต๊ะนั้นดูจืดชืด และเบาบางมาก เขาจึงถามออกมาว่า “คนตระกูลฉินไม่ชอบทานพริกงั้นหรือ?”
เด็กรับใช้ที่ยืนอยู่ข้างโต๊ะอาหารขมวดคิ้วและถามออกมาว่า “นายท่าน สิ่งใดคือที่เรียกว่าพริก?”
พริกนั้นเข้ามาในช่วงปลายยุคของประเทศจีนในสมัยก่อน มันคือผักนำเข้าจากต่างประเทศ ดูเหมือนว่าเวลานี้ยังไม่ถูกนำเข้ามา
เซียวเฉวียนตอบกลับไปว่า “พริกมีลักษณะเหมือนเขาวัว เป็นสีแดงสด เมื่อทานเข้าไปจะมีอาการแสบร้อน ชาในลำคอ ร้อนในร่างกาย เมื่อถึงเวลาจะทำให้รู้สึกชาไปทั้งตัว มันคือความรู้สึกอันยอดเยี่ยม แค่มีมันอยู่ก็สามารถทานข้าวเพิ่มได้อีกสามถ้วย”
เด็กรับใช้กลืนน้ำลาย เขาไม่เคยได้ยินถึงของสิ่งนี้มาก่อน เหตุใดนายท่านถึงรู้จักมัน? เขาพูดออกไปอย่างจริงจังว่า “ข้าน้อยเองก็อยากทาน”
“นี่มันก็ขึ้นอยู่กับวาสนาแล้ว” เซียวเฉวียนเหลือบตามองอาหารอันจืดชืดบนโต๊ะ เขาเริ่มคิดเกี่ยวกับการนำเข้าพริกในอนาคต ไม่กินเป็นเป็นเวลาสามวันยังพอทนได้ แต่หากไม่ได้กินเป็ดเป็นเวลาสามเดือนคนทนไม่ไหว
“นายท่านหญิงมาแล้ว! พวกคุณชาย คุณหนูเองก็มาแล้วเช่นกัน!” ในเวลานี้ สาวใช้คนหนึ่งวิ่งเข้ามารายงาน
เห็นคุณยายฉินเดินเข้ามา ด้านหลังตามด้วยหลานของตระกูลฉิน ฉินเฟิง ฉินเป่ย รวมถึงฉินซูโหรวที่ทำให้ดวงตาของเซียวเฉวียนเป็นประกาย
นี่เป็นครั้งแรกที่เซียวเฉวียนได้เห็นฉินซูโหรว นางเป็นคนสวย รูปร่างสมส่วน คิ้วดูมีชีวิตชีวา ดวงตาละเอียดอ่อน มือที่เรียวยาวและนุ่มนวลของนางประคองนายท่านหญิงอยู่
ทุกคนเดินไปยังที่นั่ง นอกจากฉินเฟิงที่จ้องมองเซียวเฉวียน คนอื่นก็เห็นเขาเป็นเหมือนอากาศ ไม่ได้บอกให้เขากินข้าว และก็ไม่ได้บอกเขาว่าห้ามกิน เห็นได้ชัดเจนว่าเป็นการจงใจทำให้ลำบากใจ
คนในตระกูลฉินนั่งลงเรียบร้อย เหลือเพียงช่องว่างเล็ก ๆ ไว้ให้เซียวเฉวียน เก้าอี้ที่เหลืออยู่หนึ่งตัวถูกนำออกไป หากเซียวเฉวียนต้องการทานข้าว เขาก็ทำได้แค่ยืนกินเท่านั้น
ทุกคนในครอบครัวแต่งกายภูมิฐาน เต็มไปด้วยเครื่องทองเครื่องหยก เซียวเฉวียนรู้สึกเย็นไปทั่วร่างกายเนื่องจากตนเองไม่เขาพวก
คนตระกูลฉินเริ่มจับตะเกียบ ไม่มีใครกล่าวทักทายเขา ฉินหนานและฉินเป่ยมองมาที่เขาด้วยความท้าทายพร้อมกับคีบอาหารใส่ปาก
“นั่งลง ทานข้าว” ในตอนนี้ คุณยายฉินขมวดคิ้ว จ้องมองมาที่เซียวเฉวียนด้วยความไม่พอใจ
กินก็กิน จะไปกลัวพวกเขาทำไม เซียวเฉวียนมาเพื่อทานอาหาร ไม่ได้มาเพื่อเอาใจคนตระกูลฉิน เขาก็แค่รีบทานให้เสร็จ จากนั้นก็กลับไปแต่งบทกวีของเขาต่อ
คิดเช่นนั้นเขาก็นำเก้าอี้มานั่ง ยกตะเกียบและถ้วยขึ้น จากนั้นใช้ตะเกียบคีบอาหารจากช่องว่างเล็ก ๆ ที่เขานั่งอยู่
ดวงตาของฉินเฟิงเบิกกว้าง กล่าวออกมาทันใด “หยุดเดี๋ยวนี้! ใครอนุญาตให้เจ้าทานอาหาร?”
เซียวเฉวียนที่กำลังคีบไก่เข้าปากได้ยินเสียงดังกล่าว เขาเคี้ยวพร้อมกับกล่าวว่า “ท่านพี่ล้อเล่นอะไร ให้นั่งร่วมโต๊ะอาหารแต่ไม่ให้ทานอาหาร หรือท่านคิดว่าข้าเป็นพระซึ่งธาตุทั้งสี่ว่างเปล่า สามารถมีชีวิตอยู่ได้โดยไม่ต้องทานอาหาร?”
ทุกคนตกใจ คนอื่นต่างบอกว่าปกติแล้วเซียวเฉวียนเป็นคนขี้อาย เขามักจะกล่าวว่าตนเองเป็นบัณฑิตที่รักในการอ่านหนังสือ แต่ดูเหมือนเวลานี้ทุกอย่างที่กล่าวมาจะเป็นเพียงการเสแสร้ง เขาดูเหมือนเป็นคนพูดเก่ง โกหก ไม่มีท่าทางของบัณฑิตเลยแม้แต่น้อย
ฉินซูโหรวรู้สึกขยะแขยงขึ้นไปอีก ดวงตาทั้งสองข้างเต็มไปด้วยน้ำตา ดอกไม้ร่วงหล่นราวกับสายฝน เหมือนกับว่าพวกมันกำลังสงสารนางอยู่
นางไม่ได้ร้องไห้เพราะความโกรธ แต่นางร้องไห้ด้วยเรื่องที่สถานะของนางสูงส่ง แต่สามีของนางกลับมีสภาพเช่นนี้ หัวใจของนางรู้สึกไม่ได้รับความเป็นธรรมอย่างแท้จริง
ฉินเฟิงตบโต๊ะ “เซียวติ้ง! ไม่พูดคุยขณะเคี้ยว เข้านอนเมื่อถึงเวลานอน และไม่ส่งเสียงดังรบกวนผู้อื่น! พูดคุยกับผู้อาวุโส ควรพูดจาให้มีมารยาทและชัดเจน! เจ้าพูดไปเคี้ยวไป รู้ไหมว่ามันน่าขยะแขยงถึงเพียงใด?”
การพูดไปกินไปมันทำให้คนพวกนี้โกรธจนกลายเป็นเช่นนี้เลยงั้นหรือ?
โดยเฉพาะฉินหนาน นางขยะแขยงจนน้ำตาไหล ทั้งอายทั้งโกรธ
ฮ่าฮ่า เซียวเฉวียนขำจะตายอยู่แล้ว การเข้มงวดเช่นนี้ของตระกูลฉินมันก็ดูน่ารักไม่น้อย
เซียวเฉวียนยังถามออกมาว่า “ภรรยา เหตุใดเจ้าจึงร้องไห้?”
ฉินซูโหรวเห็นว่าเขายังคงไม่ปรับเปลี่ยน ยังคงอยู่ในท่าทางอวดดี นางหันหน้าหนี แอบเช็ดน้ำตาด้วยความเกลียดชังในโชคชะตา
แม้ว่านางหลั่งน้ำตา แต่นางก็ยังคงดูเหมือนนางฟ้า ทำให้เซียวเฉวียนที่จ้องมองตกตะลึงเล็กน้อย
ฉินหนานตบโต๊ะ “เจ้าคนแซ่เซียว อย่าพูดพล่อย ๆ ใครเป็นภรรยาของเจ้า? สภาพอย่างเจ้าคู่ควรอะไรกับพี่สาวของข้า? หากไม่ใช่เพราะจวนฉินของพวกเขาสงสารที่เจ้าไม่มีข้าวกิน วันนี้เกรงว่าเจ้าคงจะไม่ได้ทานข้าว!”
ฉินหนานเอาแต่พูดเรื่องความเมตตา เห็นได้ชัดว่าเขารังเกียจและอับอายในตัวของเซียวเฉวียนมาแค่ไหน แม้ฉินหนานกับฉินเป่ยจะเป็นฝาแฝดกัน แต่ก็สามารถแยกแยะได้อย่างง่ายดาย เนื่องจากฉินหนานมีไฝอยู่ตรงคิ้วขวา ส่วนฉินเป่ยไม่มี
เซียวเฉวียนหันศีรษะไปด้านข้างและยิ้มออกมาเล็กน้อย “อา? ขอถามหน่อยว่าหลังจากบูชาบรรพบุรุษแล้วถือว่าเป็นภรรยาของข้าหรือไม่ หรือต้องไปรอผู้หญิงอยู่หน้าประตูลานอี้หงทุกคนเช่นเจ้า ถึงจะเรียกว่าภรรยาได้? นี่เจ้ากำลังทำให้ข้าอับอายงั้นหรือ หรือว่ากำลังทำให้พี่สาวของเจ้าอับอาย?”
เจ้าเซียวเฉวียนตัวดี พูดจาโอ้อวดตอบโต้ยังพอทน แต่นี่กล้าเถียงเขาอย่างนั้นหรือ!
ฉินหนานโกรธจนตัวสั่น! เขาหันไปมองท่านยาย เรื่องของเขากับฉินเป่ยที่เกิดขึ้นภายนอก ท่านยาย ของเขาไม่รู้เรื่องพวกนี้!
แต่เซียวเฉวียนก็ยังไม่ปล่อยเข้าไป “น้องหนานปฏิบัติกับผู้หญิงพวกนั้นอย่างสุภาพ แม้ว่าพวกนางจะเป็นโสเพณีก็ยังไม่ถือสา เรียกพวกนางว่าภรรยา ดูเหมือนว่าการที่เจ้าไปยังลานอี้หง เจ้าต้องไปศึกษาเล่าเรียนเกี่ยวกับบทกวีและการขับร้องกับแม่นางเหล่านั้นเป็นแน่ ช่างใฝ่เรียนเสียจริง”
“เจ้า......เจ้า......” ฉินหนานและฉินเป่ยโกรธจนหน้าซีด แต่ไม่กล้าพูดอะไรออกมาแม้แต่คำเดียว เพราะเกรงว่าหลักฐานที่แท้จริงจะหลุดออกมาจากปากของเซียวเฉวียน
ท่าทางของคุณยายฉินดูเคร่งขรึม ดูจากท่าทางลุกลี้ลุกลนของฉินหนานและฉินเป่ย ปกติแล้วพวกเขาคงออกไปก่อเรื่องพวกนี้เป็นแน่!
บทที่ 5 ยกระดับขึ้น
ตระกูลฉินอบรมสั่งสอนกันมาเป็นรุ่นสู่รุ่น ชื่อเสียงการอบรมเลี้ยงดูอันเข้มงวดของพวกเขาโด่งดังไปทั่วเมืองหลวง
ฉินหนานและฉินเป่ยเป็นเช่นนี้ มันช่างเป็นความโชคร้ายของวงศ์ตระกูล
เดิมทีตระกูลเซียวมีอำนาจสูงส่งกว่าตระกูลฉิน เพียงแค่พวกเขาไม่ได้ร่ำรวยได้เพียงสามชั่วอายุคน
มีบทเรียนเรื่องเงินทองของตระกูลเซียวก่อนหน้านี้ คุณยายฉินกระตุ้นและเลี้ยงดูลูกหลานของนางเป็นอย่างดีมาโดยตลอด กำกับดูแลอย่างใกล้ชิด ไม่ยอมให้ออกนอกลู่นอกทาง
ตระกูลเซียวไม่เคยมีผู้ดีถือกำเนิด จึงต้องตกอยู่ในสภาพเช่นนี้ ดังนั้นตระกูลฉินจึงควรต้องระมัดระวังเรื่องพวกนี้ถึงจะถูก
“ฮึ......” คุณยายฉินระงับความโกรธ ไม่พูดออกมาแม้แต่คำเดียว ฉินหนานและฉินเป่ยตกใจจนก้มหน้าลงต่ำ
ท่านยายเข้มงวดมาโดยตลอด แน่นอนว่าพวกเขารู้ว่าโชคร้ายได้มาเยือนพวกเขาแล้ว ทั้งหมดเป็นเพราะเซียวเฉวียน!
ทุกคนมีความกังวลเป็นของตนเอง แต่ในสายตาของเซียวเฉวียนมีเพียงแค่อาหารเท่านั้น
ร่างกายนี้ของเซียวเฉวียนไม่ได้สัมผัสเนื้อมานานแล้ว กลิ่นเนื้ออันหอมหวานทำให้ร่างกายของเซียวเฉวียนรู้สึกตื่นเต้น
อาหารและเนื้อที่ดีขนาดนี้ มันราวกับว่าเป็นอาหารในงานเลี้ยงที่มีความมุ่งร้ายแอบแฝง
เหมือนกับคำพังเพยที่ว่า ขุนนางใหม่ต้องแสดงให้เห็นความสามารถก่อนถึงจะได้รับการยอมรับ วันนี้ที่คนตระกูลฉินเลี้ยงอาหารชั้นดีก็เพราะคิดไว้แล้วว่าจะจัดการกับเซียวเฉวียนอย่างไร
ในตอนที่เซียวเฉวียนยื่นตะเกียบออกไป คุณยายฉินก็ตีตะเกียบของเขาลง
“แกร๊ก......”
ตะเกียบของเซียวเฉวียนร่วงลงบนโต๊ะอาหาร คิ้วของเขาลุกเป็นไฟ “ไม่ทราบว่าท่านมีเรื่องอะไรจะสั่งสอนงั้นหรือ?”
สีหน้าของเขาดูดุร้าย ทำให้คุณยายฉินไม่พอใจเป็นอย่างมาก “ตระกูลฉินของข้ามีแต่คนมากความสามารถ ไม่มีคนไร้ประโยชน์ เวลานี้มีเพียงเจ้าที่เป็นปัญญาชน ไม่รู้ว่าหลังจากนี้เจ้ามีแผนจะทำอย่างไรต่อไป?”
คำถามนี้เป็นคำถามเกี่ยวกับแผนที่วางไว้ แต่ในความเป็นจริง สิ่งที่ต้องการสื่อคือเจ้าไม่มีอะไรเลย หลังจากนี้หากอยู่ในตระกูลฉินต่อไปควรเจียมตัวให้มากกว่านี้
“ข้าจะเข้าร่วมการทดสอบระดับชนบท”
เซียวเฉวียนตอบไปอย่างแน่วแน่ สีหน้าของทุกคนเปลี่ยนไป ฉินเฟิงตะโกนออกมาดังลั่น “เซียวเฉวียน อย่าหาว่าข้าหยาบคาย การตอบผู้อาวุโส เจ้าต้องเพิ่มคำว่า เรียนท่านยาย สามพยางค์นี้เข้าไปด้วย!”
ใบหน้าของฉินซูโหรวมืดมนยิ่งกว่าเดิม ในเวลานี้ฉินหนานเองก็แทบจะทนไม่ไหว การทดสอบระดับชนบท? ใครต่างก็รู้ว่าเซียวเฉวียนไม่มีชื่อในอันดับมาสามปีติดต่อกัน! เขากลายเป็นตัวตลกของเมืองหลวงไปตั้งนานแล้ว!
เส้นทางการทดสอบระดับชนบท สำหรับเซียวเฉวียนแล้ว มันเป็นเส้นทางที่เป็นไปไม่ได้มากที่สุด!
ฉินหนานละทิ้งความรู้สึกแห่งความพ่ายแพ้เมื่อครู่ออกไป คว้าโอกาสเย้ยหยันออกมาว่า “เซียวเฉวียน เจ้ายังคิดว่าตนเองเป็นบุตรแห่งสวรรค์ผู้ภาคภูมิใจอย่างนั้นหรือ? เก่งและมีความสามารถแต่เกิดผิดเวลา? เจ้าล้มเหลวในการสอบมาสามปีติดแล้ว!”
“ใช้เวลาสามปีแต่ยังสอบไม่ผ่าน! ในเมืองหลวงแห่งนี้ก็มีเจ้าเป็นคนแรก! หากข้าเป็นเจ้า ข้าคงเอาหัวไปชนกำแพงตายไปตั้งนานแล้ว! ยังจะมีหน้าไปสอบอีกงั้นหรือ! ฮ่าฮ่า!”
ฉินเป่ยที่อยู่ข้าง ๆ เองก็หัวเราะออกมา
ใบหน้าของฉินซูโหรวไร้ซึ่งความรู้สึก ความอับอายของเซียวเฉวียนราวกับว่ามันไม่เกี่ยวข้องอะไรกับนาง
“เซียวเฉวียน ข้ากับน้องสี่เองก็จะไปเข้าร่วมการทดสอบระดับชนบทในปีนี้ เมื่อถึงเวลาข้าได้เข้าเรียน เจ้าก็จะได้เห็นว่าแผ่นรายชื่อของจักรพรรดิเป็นเช่นไร”
แม้ในปัจจุบันราชวงศ์เว่ยจะทำการเลือกนักปราชญ์ปีละครั้ง แต่ก็เป็นเรื่องยากสำหรับครอบครัวยากจนที่จะสร้างผู้มีเกียรติอันสูงศักดิ์ มีเพียงผู้มีอำนาจเท่านั้นที่สามารถส่งลูกหลานเข้าไปในพระราชวังได้
เห็นเซียวเฉวียนไม่พูดอะไร ฉินหนานกลอกตา “วันนี้หากไม่เรียกเจ้ามาทานอาหาร เจ้าคงไม่รู้ด้วยซ้ำว่ารสชาติของเนื้อนั้นเป็นอย่างไร! คนอย่างเจ้ายังคิดที่จะเข้าร่วมการทดสอบระดับชนบท อวดดีเสียจริง!”
“คนอย่างเจ้าจะไหวงั้นหรือ?” ฉินหนานพ่นลมหายใจออกมา เซียวเฉวียนตอบกลับไปอย่างเฉยเมย “ไหวไม่ไหว ถึงเวลาเปิดใบลำดับก็รู้เองไม่ใช่หรือ แต่ยังไงข้าก็ดีกว่าคนที่ไม่มีความรู้และความสามารถอย่างเจ้า”
“เจ้า!” ฉินหนานถูกทำให้อับอายเป็นครั้งที่สอง หากเป็นคนธรรมดาคงรู้สึกละอายใจจนอยากจะเอาหัวไปฝังดิน
อย่างไรก็ตาม ใบหน้าของเซียวเฉวียนยังคงไม่แยแส ไม่มีร่องรอยของความหวาดกลัวใด ๆ
ฉินหนานไม่มีความรู้และความสามารถ คุณยายฉินไม่รู้เรื่องนี้ แต่แน่นอนว่าฉินซูโหรวและเหล่าพี่น้องคนอื่นรู้เรื่องนี้ดี
ฉินซูโหรวผู้ซึ่งรักในตัวน้องชายกระแอมออกมา ใช้ตะเกียบคีบผักไว้ในถ้วยของฉินหนาน จากนั้นกล่าวออกมาว่า “หนานเออร์ อย่าไปสนใจเขา ทานอาหาร นี่คือเป็นที่ข้าสั่งให้พ่อครัวทำให้เจ้าเป็นพิเศษ”
“ขอบคุณพี่สาว” ฉินหนานรีบถอนตัวอย่างรวดเร็ว คนปากร้ายอย่างเซียวเฉวียน เขาไม่สามารถต่อกรได้
คนของตระกูลฉินมีความสุข เซียวเฉวียนที่ทานอิ่มแล้วก็ไม่สนใจที่จะเถียงกับคนพวกนี้อีกต่อไป
อีกอย่างตะเกียบก็ถูกตีตกไปแล้ว เซียวเฉวียนหมดความสนใจในอาหารมื้อนี้
เซียวเฉวียนยืนขึ้นด้วยสีหน้าเฉยเมย ไม่เย่อหยิ่งหรือถ่อมตัว “ข้าทานอิ่มแล้ว ไม่ขอรบกวนเรื่องอาหาร ข้าขอตัวก่อน”
ภายใต้ความประหลาดใจของทุกคน เซียวเฉวียนสะบัดแขนเสื้อแล้วจากไป
“ไร้มารยาท! ท่านยายอนุญาตให้เจ้าไปแล้วงั้นหรือ!”
ฉินเฟิงตบโต๊ะอาหาร ถ้วยแกงบนโต๊ะอาหารหกเลอะเทอะ แต่เซียวเฉวียนก็แค่โบกมือลาโดยไม่หันกลับมา
ภายใต้ความสง่างาม เซียวเฉวียนกำหมัดแน่น ลูกผู้ชายจะไม่ทานอาหารของผู้อื่น ต้องมีสักวันหนึ่งที่เขา เซียวเฉวียน จะต้องหยิบตะเกียบขึ้นมาอย่างสง่าผ่าเผย!
บทต่อไป การสอบระดับชนบท
👀👀👀
ดาวน์โหลดเดี๋ยวนี้ #ReadMe-new อ่านฉบับเต็มของหนังสือเล่มนี้!✅
ชื่อหนังสือ👉"ซูเปอร์ลูกเขย "👈
บทที่ 1 มาเยือนเป็นครั้งแรก
จันทร์กระจ่างลอยสูงเด่นอยู่ปลายเฉลียง
ข้าง ๆ โรงม้าที่มีกลิ่นเหม็น ๆ เซียวเฉวียนตื่นขึ้นมาในกองหญ้า
เขาลืมตาขึ้นมา กลิ่นฉุนของมูลสัตว์เกือบทำให้เขาเป็นลม
แสงยามค่ำคืนในคืนนี้สว่างไสวเป็นพิเศษ แสงสีแดงสว่างวาบเข้าไปในตาของเขา
เขาก้มหน้าลงดู แสงสีแดงสะท้อนเข้าไปในม่านตา ชุดสีแดงสดชุดนี้เป็นชุดแต่งงานสมัยโบราณ
เซียวเฉวียนเป็นผู้ดูแลพิพิธภัณฑ์ มีความรู้จริงรู้แจ้งเกี่ยวกับบทกวีและเพลงโบราณ เสื้อผ้า การกิน การเป็นอยู่ และศิลปการช่าง มองแค่ชั่วครู่ เสื้อผ้าเป็นงานปักสมัยราชวงศ์ฉินที่หายไปนานในยุคปัจจุบัน
เสื้อผ้าชุดนี้ ในยุคสมัยนี้ต่ำกว่าห้าล้านไม่มีทางซื้อได้
"ช่วยขยับไปนอนด้านข้างได้ไหม ท่านกีดขวางการทำงานของข้าแล้ว นายท่าน" ในตอนนี้เอง เด็กรับใช้ที่ถือถังอาหารป้อนให้ม้า ก็ถามขึนด้วยความรำคาญ
เซียวเฉวียนมองดูสภาพที่ไม่คุ้นตาที่อยู่รอบ ๆ ด้วยความงุนงง "นาย...ท่าน? นายท่านอะไรกัน? นี่คือที่ไหน?"
ที่แท้ นายท่านก็เป็นเหมือนที่คนอื่นพูดกัน สติปัญญาพื้น ๆ โง่เขลา
เด็กรับใช้ไม่ได้เงยขึ้นไปมอง น้ำเสียงสูงส่งขึ้นเล็กน้อย "ที่ไหน? ที่นี่คือจวนฉิน วันนี้เป็นคืนเข้าหอของท่านและคุณหนูใหญ่แห่งตระกูลฉิน! เป็นบ้านของท่าน ! !"
เซียวเฉวียนขมวดคิ้ว เห็นได้ชัดว่า คนที่ถูกโยนข้างมูลม้า กับคืนเข้าหอไม่เหมาะสมกัน แต่มันก็เกิดขึ้นแล้ว
เขาที่ค่อนข้างสับสนย้อนความทรงจำ เมื่อสองชั่วโมงก่อน พิพิธภัณฑ์ปิด หลังจากที่เซียวเฉวียนนับโบราณวัตถุเสร็จแล้ว เขาก็ล็อคประตูพิพิธภัณฑ์แล้วก็จากไป
เพื่อนร่วมงานบอกว่า วันนี้เป็นวันเกิดของเซียวเฉวียน ต้องการจองคาราโอเกะ และดื่มด้วยกันสักยก
ตอนนี้เขาควรกำลังสนุกสนานกับการดื่มเหล้าร้องเพลงถึงจะถูก!
โดยปกติทีมงานมักจะมาที่พิพิธภัณฑ์เพื่อถ่ายหนังสารคดี วันนี้เขาเข้าไปอยู่ในทีมละครโดยไม่รู้ตัว?
คิดไปคิดมา ความทรงจำในสมองของเขาราวกับมีคนมาบิดออก อดีตที่เขาไม่เคยประสบพบเจอก็พรั่งพรูออกมา
ที่แท้ ร่างกายนี้ของเขาชื่อว่าเซียวติ้ง ชื่อเล่นเซียวเฉวียน เขาเป็นคนซื่อสัตย์ อดทนต่อความยากลำบาก
ตระกูลเซียวเป็นตระกูลของขุนนางที่สถาปนาประเทศ ตระกูลเซียวช่วยจักรพรรดิผู้ก่อตั้งพิชิตดินแดนในปัจจุบัน น่าเสียดาย เมื่อมาถึงรุ่นของเซียวเฉวียนก็ตกอับ
วันนี้ เป็นวันมหามงคลของเขาและคุณหนูใหญ่แห่งตระกูลฉินที่หมั้นหมายกันตั้งแต่เด็ก
ภาพสุดท้ายในสมองของเซียวเฉวียน เซียวติ้งตะโกนท่ามกลางผู้คนว่า "ส่ง
เข้าเรือนหอ!" หลังจากนั้น แม้แต่ใบหน้าของเจ้าสาวก็ไม่ได้เห็น เขาถูกกระแทกด้วยไม้จากด้านหลัง
เซียวติ้งเป็นเพียงปัญญาชนผู้อ่อนแอ ทนไม่ไหวกับการถูกโจมตีเข้าที่คอ แรกเริ่มเขาหมดสติไป หลังจากนั้นก็ตายบนกองหญ้าที่หนาวเย็นในโรงม้า
ค่ำคืนวันแต่งงาน คนที่มีชีวิตอยู่ต้องตายลงไปแบบนี้ โดยไม่มีใครสนใจ
ต่อมา เซียวเฉวียนเดินทางข้ามภพ และมาอยู่ในร่างของเซียวติ้ง มีชีวิตขึ้นใหม่อีกครั้ง
"เข้าไปข้างในเถอะ นี่คือสถานที่ที่ท่านนอน" เด็กรับใช้ที่ป้อนอาหารม้าชี้ไปที่ห้องครัวเก่าที่อยู่ข้าง ๆ และพูดด้วยความไม่เกรงใจ
"ที่นี่เหรอ?" ดวงตาของเซียวเฉวีัยนลดต่ำลง ตระกูลฉินนี่ช่างใจดำมากเลย!
นี่คือครัวของคนรับใช้ โดยปกติแล้วเจ้านายจะมีห้องครัวขนาดเล็กโดยเฉพาะ คนรับใช้จะกินข้าว ก็จะทำอาหารในห้องครัวเก่านี้
สถานะของเซียวติ้งในตระกูลฉิน ใกล้เคียงกับสุนัข
เซียวเฉวียนมองดูสุนัขที่เฝ้าประตู ปากแหลมและหน้าผากแบน ขนสีน้ำตาลหูตั้ง คือพันธ์ฮว๋าเซี่ยเซี่ย ดูเหมือนว่าราชวงศ์นี้จะเกี่ยวข้องกับฮว๋าเซี่ยโบราณไม่มากก็น้อย เพียงแค่เซียวเฉวียนยังไม่รู้แน่ชัดว่าคือราชวงศ์ไหน
"นายท่าน ที่นี่กันลมกันฝนได้ มีที่ให้นอนก็ถือว่าไม่เลวแล้ว"
เด็กรับใช้พูดจาประชดประชัน เมื่อเซียวเฉวียนได้ยินดวงตาของเขาก็เย็นชาขึ้นมา เขาส่งเสียงหึ่ยด้วยความเย็นชา
"นายท่านรีบนอนเถอะ ไม่เช่นนั้นข้าต้องเหนื่อยตายแน่ ๆ ดึกดื่นต้องมาปรนนิบัติท่าน"
เด็กรับใช้เห็นเซียวเฉวียนใจลอย เขาส่ายหัวหันหัววางถังอาหารลงแล้วเดินออกไป คนรับใช้อย่างเขาไม่ต้องนอนในครัว นายท่านคนนี้ไม่มีสถานะและอนาคตในตระกูลฉิน ไม่มีความจำเป็นต้องเอาใจใส่
ดังนั้น ในห้องครัวที่ทรุดโทรมและเปียกชื้น จึงเหลือเพียงแค่เซียวเฉวีนคนเดียว
ในตอนนี้ ชายร่างสูงใหญ่ยืนอยู่นอกประตู ไม่กล้าก้าวเข้ามาแม้แต่ครึ่งก้าวด้วยความรังเกียจ เสียงของเขาหนาและทรงพลัง
"ไอ้คนแซ่เซียว เรื่องในวันนี้ถือว่าเป็นการสั่งสอน! อย่าคิดว่าแต่งเข้าตระกูลฉิน แล้วจะกลายเป็นคนตระกูลฉินของพวกเรา! ถ้าเจ้ากล้าแตะต้องขนนิ้วน้องสาวของข้า ข้าจะหั่นเจ้าแล้วเอาให้หมากิน!"
เซียวเฉวียนเอียงศีรษะ ดูว่าใครที่ช่างอวดดีเช่นนี้
เมื่อดู ที่แท้ก็คือฉินเฟิง
ตระกูลฉินเต็มไปด้วยบุคคลมีความสามารถ และยังมุ่งเน้นบ่มเพาะความสามารถ ลูกหลานล้วนมีความสามารถในตัวอักษรและศิลปะการต่อสู้ มีความสามารถโดดเด่นเหนือใคร
ฉินเฟิงผู้นี้คือหลานคนโต ตำแหน่งขุนนางคือรองเสนาบดีระดับ4 ควบคุมดูแลประตูพระราชวัง เป็นนายทหารระดับสูง หลานสาวคนรองก็คือฉินซูโหรว ภรรยาของเซียวติ้ง สวยและมีความสามารถ
ตะกูลฉินนอกจากรุ่นหลานแล้ว ทุกคนล้วนเป็นนายพลที่มีความซื่อสัตย์และกล้าหาญ
ส่วนพ่อแม่และฉินปาฟางท่านปู่ของฉินซูโหรว กำลังทำให้ชนเผ่าซงหนูสงบลงแนวเขตชายแดน ดังนั้นในงานแต่งงานวันนี้พวกเขาจึงไม่ได้อยู่ด้วย มีเพียงท่านย่าของตระกูลฉินดำเนินงานแต่เพียงผู้เดียว
ฉินเฟิงข่มขู่ด้วยการถลึงตามองด้วยความโกรธ เซียวเฉวียนไม่ได้เก็บมาใส่ใจ "พี่ชาย ข้าเป็นสุภาพบุรุษ ไม่ได้มีความรู้สึกกับคุณหนูใหญ่ฉิน ไม่มีทางบังคับฝืนใจนาง"
คำพูดที่สงบนิ่งของเขา ทำให้ฉินเฟิงไม่พอใจ แต่งงานกับน้องสาวของเขาแล้วยังไม่เต็มใจอีก?
เขาตะคอกว่า "คำพูดไพเราะแต่ไม่จริงใจพูดให้มันน้อย ๆ หน่อย!" เป็นแค่ปัญญาชนที่ยากจน การได้เป็นลูกเขยตระกูลฉินนั่นคือโชคดีของเจ้า! จะมาเสแสร้งให้ใครดู!"
"น้องสาวของข้างดงามดั่งดอกไม้และดวงจันทร์ นางคือสตรีผู้มีความสามารถอันดับหนึ่งของเมืองหลวง! ถ้าไม่ใช่เพราะท่านปู่ของเจ้าคือขุนนางที่สถาปนาประเทศ เจ้าจะมีปัญญาอะไรมาปีนขึ้นสู่ตระกูลฉิน!"
"ถ้าไม่ใช่เพราะท่านปู่ของข้าต้องการให้คนไร้ประโยชน์อย่างเจ้ามาเป็นเขย เจ้าจะสามารถก้าวเข้าสู่ประตูจวนฉินได้อย่างไร?"
ท่าทีของฉินเฟิง ทำราวกับว่าเซียวเฉวียนเป็นสุนัขขอทาน "ทว่า ในเมื่อเจ้าเป็นลูกเขยตระกูลฉินของเราแล้ว ตระกูลฉินของเราปกครองครอบครัวด้วยความเมตตากรุณาและคุณธรรม ถ้าเจ้าซื่อสัตย์ ตระกูลฉินก็จะทำให้เจ้ามีกินมีดื่มไปชั่วชีวิต แต่ถ้าต้องการมากกว่านั้นละก็ ไม่มี!"
"ถ้าเจ้าไม่ซื่อสัตย์ บังอาจขอส่วนแบ่งในผลประโยชน์ที่ไม่ควรได้ของน้องสาวข้าละก็ เจ้าก็ระมัดระวังหัวของเจ้าให้ดี!"
ฉินเฟิงปกป้องน้องสาวเท่าชีวิต ตั้งแต่เล็กฉินซูโหรวก็เป็นแก้วตาดวงใจของตระกูลฉิน เมื่อเขาเห็นคนไร้ประโยชน์อย่างเซียวเฉวียนก็รู้สึกโมโห น้ำเสียงนั้นแข็งกร้าวยิ่งกว่าเดิมโดยไม่รู้ตัว แสงไฟในดวงตาคู่หนึ่งเหมือนระฆังทองแดง ทำให้เซียวเฉวียนรู้สึกหนาวเหน็บไปทั้งตัว
เซียวเฉวียนไม่อยากก่อเรื่อง เพราะไม่คุ้นเคยกับชีวิตนี้ อีกทั้งเจ้าของร่างเดิมนี้ดูเหมือนจะมีสถานะต่ำ ไม่มีมนุษยสัมพันธ์ ผู้เข้าใจสถานการณ์คือผู้เฉลียวฉลาด เซียวเฉวียนทำความเคารพ "พี่ชายยับยั้งความโกรธ ข้าปฏิบัติตามอย่างแน่นอน"
ความขี้ขลาดของเซียวเฉวียน ยิ่งทำให้ฉินเฟิงรังเกียจ "หึ่ย! ปัญญาชนอ่อนแอ มีประโยชน์เช่นไร!"
พูดจบ ฉินเฟิงเหวี่ยงแขนเสื้อเดินจากไป
การเป็นลูกเขยไม่ใช่ความตั้งใจเดิมของเซียวเฉวียน แต่ในคืนวันแต่งงาน เซียวติ้งโดนคนของตระกูลฉินทำร้ายจนตาย ที่นี่ก็ไม่ใช่สถานที่ที่จะอยู่นาน
เซียวติ้งไร้อำนาจไร้พลัง เซียวเฉวียนต้องวางแผนอย่างจริงจัง ถึงจะสามารถเปลี่ยนแปลงชะตากรรมนี้ได้
พร้อมกับสายลมหนาวยามค่ำคืน เซียวเฉวียนทำสงครามเย็น แม้ว่างานปักของฉินนี้จะหรูหรามาก แต่ไม่รักษาความอบอุ่น ไม่ดีเท่าเสื้อขนเป็ด
ตอนนี้แม้แต่เด็กรับใช้ที่ป้อนอาหารม้าก็ไปแล้ว ห้องครัวเหลือเพียงแค่เซียวเฉวียนและสุนัข
แสงจันทร์อ่อน ๆ สาดส่องลงบนพื้น เซียวเฉวียนส่ายหน้า ถ้าไม่ใช่เพราะย้อนเวลามา เขาในตอนนี้คงดื่มเหล้าร้องเพลงอยู่ที่คาราโอเกะ ช่างมีความสุขเหลือเกิน!
เขาจ้องมองดวงจันทร์ที่สว่างไสวบนท้องฟ้า คิดถึงบทกวีที่เข้ากับช่วงเวลา อดไม่ได้ที่จะท่องขึ้นมาว่า " แสงจันทร์ส่องเจิดจ้าที่หน้าเตียง พื้นดินสะท้อนแสงขาวน้ำค้างแข็ง แหงนหน้ามองแสงจันทร์สุกไสว ก้มหน้าหวนคนึงถึงบ้านเกิด"
"โฮ่ง ๆ ..........." สุนัขสีเหลืองตัวน้อยเงยหน้าขึ้นและมองค้อนใส่เขา มันเปลี่ยนทิศทางและนอนต่อ
ภายใต้แสงจันทร์ ผู้หญิงร่างเพรียวซ่อนตัวอยู่หลังต้นอาคาเซียที่อยู่ไม่ไกลนัก ได้ยินเซียวเฉวียนท่องบทกวี สั่นไปทั้งตัว ดื่มด่ำกับสุนทรียภาพอันเงียบสงบและงดงามในบทกวี
บทกวีนี้เรียบง่ายแต่งดงามหายิ่งนัก การประพันธ์เรียบง่าย แต่กลับมีเสน่ห์ไม่สิ้นสุด เหมาะกับสถานการณ์นี้มาก ๆ
นางลังเลอยู่ครู่หนึ่ง อยากจะเข้าไปข้างหน้า แต่เมื่อพิจารณาครู่หนึ่งแล้ว นางหันหลังกลับและจากไปด้วยความเร่งรีบ เหลือไว้เพียงกลิ่นหอมอ่อน ๆ ของหญ้า
หลังจากผ่านลมหนาวที่พัดมา ความเข้าใจต่อโลกใบนี้ของเซียวเฉวียน ค่อย ๆ ชัดเจนขึ้น
นี่คือต้าเว่ย วัฒนธรรมใกล้เคียงกับฮว๋าเซี่ยโบราณ มีหลายจุดที่เชื่อมโยงถึงกัน แต่กลับไม่ใช่ราชวงศ์ใดในประวัติศาสตร์
เซียวเฉวียนทำงานในพิพิธภัณฑ์มาหลายปี มหาวิทยาลัยเรียนเอกวิชาประวัติศาสตร์ ดังนั้นจึงรู้จักราชวงศ์ทั้งหมดเป็นอย่างดี
แต่สมัยต้าเว่ยนี้ เขากลับไม่เคยได้ยินมาก่อน และเจริญน้อยกว่าฮว๋าเซี่ยโบราณมาก มีพื้นที่ว่างสำหรับการพัฒนา
"ชาติก่อน ฉันไม่มีความรู้ มันไม่มีประโยชน์ใดใดในศตวรรษที่ 21! ทำได้เพียงเป็นผู้ดูแลพิพิธภัณฑ์ที่เข้างาน9โมงเช้าเลิก5โมงเย็น!"
"ในชาตินี้ ในเมื่อได้เกิดใหม่ในสมัยโบราณ ต้องไม่ธรรมดาแบบเดิมเด็ดขาด!"
เซียวเฉวียนกำหมัดแน่น ปลุกกระแสคลื่นลูกใหญ่ภายในใจ
ชายชาตรีสูงเจ็ดไม้บรรทัด เป็นหนึ่งไม่เป็นสองรองใครในโลก! ตอนนี้โอกาสของเขามาถึงแล้ว!
เซียวเฉวียนสาบานอย่างเงียบ ๆ ในใจ จะต้องออกไปเผชิญโลกกว้างให้ได้ จะต้องราบรื่นดังหมาย!
บทที่ 2 อำนาจฝ่ายภรรยา
และในทุกวันนี้จักรพรรดิแห่งแคว้นเว่ยยังคงเยาว์วัย เพิ่งก้าวเข้าสู่วัยผู้ใหญ่ และอำนาจของจักรพรรดิก็ตกอยู่ในมือของเสด็จลุงเว่ยเจียนกั๋ว
จักรพรรดิในวัยหนุ่มมุ่งมั่นที่จะรวมอำนาจของจักรวรรดิ เพื่อต่อต้านเว่ยเจียนกั๋ว คัดเลือกผู้ที่สอบผ่านซึ่งเป็นเด็กจากครอบครัวยากจนเข้ามาเป็นขุนนางเพื่อสร้างกลุ่มก้อนอันบริสุทธิ์
ก่อนที่เซียวติ้งจะถูกเฆี่ยนตีจนตายในวันนี้ เขาได้วางแผนเข้าร่วมการสอบในชนบทของปีนี้
แม้คุณสมบัติของเซียวติ้งจะอยู่ในระดับปานกลาง แต่เขาก็ไม่ใช่ผู้ชายที่คิดจะเกาะผู้หญิงกิน สุดท้ายแล้วเกิดเป็นชายคงไม่มีใครยอมอยู่ภายใต้อำนาจของผู้อื่นและยอมให้พวกเขารังแก
เซียวติ้งเล่าเรียนอย่างหนักมาเป็นเวลากว่าสิบปีเพื่อจะสอบเข้าเป็นบัณฑิตและขุนนางในพระราชวัง
บัณฑิตผู้สง่างาม มีผู้คนมากมายนับหน้าถือตา ไม่มีผู้ใดกล้าเข้ามารังแก
เมื่อถึงเวลานั้นยังจะมีใครกล้ามาดูถูกเขา?
แต่เนื่องด้วยความสามารถในระดับปานกลาง ทำให้เขาสอบตกติดต่อกันมาเป็นเวลาสามปี ในสมัยโบราณการทดสอบทางวิทยาศาสตร์นั้นโหดร้ายมาก แม้ว่าจะทำการทดลองมาทั้งชีวิตก็ไม่อาจข้ามผ่านมันไปได้
และนี่ก็เป็นเหตุผลที่เซียวติ้งสอบไม่ผ่านติดต่อกันมาเป็นเวลาสามปี
ในฐานะผู้ชายคนหนึ่ง เซียวเฉวียนเข้าใจถึงความเจ็บปวดของเซียวติ้ง
ชีวิตเช่นนี้เขาก็ไม่อาจยอมรับมันได้ การเปลี่ยนแปลงเป็นสิ่งจำเป็น!
เซียวเฉวียนทำงานในพิพิธภัณฑ์มาหลายปี การทดสอบเกี่ยวกับสมัยโบราณสำหรับเขาเป็นสิ่งคุ้นชิน ระหว่างเส้นทางมีอะไรอยู่บ้างเซียวเฉวียนคุ้นเคยกับมันเป็นอย่างดี
ดังนั้นเซียวเฉวียนจึงมีความมั่นใจเกี่ยวกับการทดสอบระดับชนบท การทดสอบระดับมณฑล รวมถึงการทดสอบระดับพระราชวัง หากกล่าวว่าเขามีความมั่นใจเก้าในสิบส่วนก็ไม่ใช่เรื่องเกินจริง
การทดสอบวิทยาศาสตร์เป็นวิชาเอกของเซียวเฉวียนอย่างแท้จริง
เซียวเฉวียนคิดเช่นนี้ในหัวก็รู้สึกมั่นใจ นอนพิงแผงประตูและหลับไป
ในยามเช้า เซียวเฉวียนตื่นขึ้นมาด้วยอาการปวดหลัง เขาต้องการกลับไปยังบ้านตระกูลเซียวสักรอบ
เด็กรับใช้เข้ามาขวางเขาไว้ กล่าวออกมาอย่างเย่อหยิ่ง “นายท่าน! ท่านจะไปไหน? หากไม่ได้รับอนุญาตจากตระกูลฉิน ท่านไม่สามารถออกไปจากที่นี่ได้!”
เป็นเรื่องปกติที่ตระกูลฉินจะโหดร้าย แต่แล้วมันยังไง?
“ข้าต้องการกลับตระกูลเซียว! หลีกไป!”
“ไม่ได้! ออกไปไม่ได้!” เด็กรับใช้ขมวดคิ้ว ยื่นมือออกมาขวางเซียวเฉวียน
คิดไม่ถึงเลยว่าเด็กรับใช้ของจวนฉินจะกล้ารังแกและกลั่นแกล้งเขาถึงเพียงนี้!
“หลีกไปให้พ้น!” เซียวเฉวียนเป็นผู้ชายร่างใหญ่คนหนึ่ง คิดว่าจะสามารถขวางเขาไว้ได้งั้นหรือ? เขาผลักเด็กรับใช้ออกไปด้านข้างอย่างไม่เกรงใจ!
เด็กรับใช้ไม่อยากเชื่อ นายท่านกล้าขัดขืนความตั้งใจของคนตระกูลฉินงั้นหรือ?
เซียวเฉวียนเดินแกว่งไปแกว่งมา ถลกแขนเสื้อขึ้น ส่ายศีรษะและหัวเราะออกมาดังลั่น “ผู้หญิงโง่ดูถูกเซียวติ้ง ขับไล่ออกจากบ้านแห่งราชวงศ์ฉิน หันหลังให้ฟ้า หัวเราะดัง ๆ แล้วเดินออกไปจากประตู ทำไงได้ก็คนอยู่ดงหญ้ามานาน”
“เกินจะเยียวยา!” เด็กรับใช้จ้องมองเขา แต่ก็ไม่กล้าเข้าไปขวาง อย่างไรนายท่านผู้นี้ก็เป็นลูกเขย หากคุณหนูใหญ่ไปแต่งงานกับเจ้าคนผู้นี้ขึ้นมา ตัวเขาอาจจะต้องเดือดร้อน!
เซียวเฉวียนเปลี่ยนบทกวีของหลี่ไป๋ หัวเราะเยาะตระกูลฉินซึ่งเป็นคนโง่ที่ดูถูกคนอื่น
เสียงหัวเราะซึ่งเต็มไปด้วยความสุขของเขาดังลั่นไปถึงบ้านที่อยู่ติดกัน
ฉินซูโหรวได้ยินประโยคท่อนหลัง นางรีบลุกขึ้นมาพร้อมกล่าวว่า “หันหลังให้ฟ้า หัวเราะดัง ๆ แล้วเดินออกไปจากประตู ทำไงได้ก็คนอยู่ดงหญ้ามานาน......อาเชียง เจ้ารีบไปดูว่าใครอยู่ด้านนอก?”
อาเชียงซึ่งเป็นสาวใช้ไม่เคยเห็นคุณหนูสนใจใครมากถึงเพียงนี้มาก่อน นางรีบวิ่งออกไปดู “คุณหนู ไม่มีใครเจ้าค่ะ”
ต้องมีพรสวรรค์มากถึงเพียงใดถึงสามารถกล่าวบทกวีได้ไพเราะถึงเพียงนี้? ฉินซูโหรวเข้าใจเกี่ยวกับความสามารถทางบทกวีของคนในครอบครัวอย่างลึกซึ้ง พวกเขาไม่สามารถเขียนหรือกล่าวบทกวีเช่นนี้ออกมาได้ จะต้องเป็นคนนอกอย่างแน่นอน
ฉินซูโหรวรู้สึกหลงทางและครุ่นคิดซ้ำไปซ้ำมาอยู่ในใจ นางไม่อาจลืมความไพเราะของบทกวีสองวรรคนี้ไปได้ “อาเชียง เจ้ารีบไปสืบมา ไปดูมาว่าวันนี้มีใครเข้ามาในจวนฉินหรือไม่ เจ้าจะต้องหาตัวเขาให้พบ!
ดันใดที่เซียวเฉวียนออกมาจากจวนฉิน เขาก็เดินทางมายังโรงรับจำนำ
ตระกูลเซียวนั้นแสนยากจน สิ่งเดียวที่เป็นของล้ำค่าก็คือชุดแต่งงาน ชุดแต่งงานชุดนี้เป็นชุดที่คุณปู่ตระกูลเซียวตัดไว้ให้เขาตอนที่ท่านยังมีชีวิตอยู่
นี่คือสมบัติล้ำค่าชิ้นสุดท้ายของตระกูลเซียว แม้ที่ผ่านมาจะยากลำบากถึงเพียงใด คนของตระกูลเซียวก็ไม่เคยคิดถึงเสื้อผ้าชุดนี้
เขานำมันมายังโรงรับจำนำโดยตรง สละสิ่งซึ่งเป็นที่รักอย่างไม่เต็มใจในราคาอันแสนถูกเพียงห้าสิบตำลึง ซึ่งมีมูลค่าประมาณหนึ่งแสน
สิ่งแรกที่เขาทำหลังจากได้เงินมาก็คือ เขาซื้อปากกาหมึก กระดาษ หินหมึกและขนมเกล็ดหิมะหนึ่งถุง
จากนั้นเขาก็เดินเลี้ยวซ้ายและขวาอยู่ในเมืองหลวง จากความจริงจำของเขา บ้านของเซียวติ้งอยู่ติดกับป่าไผ่ในเขตชานเมืองของเมืองหลวง
บ้านของเซียวติ้งเป็นกระท่อมมุงจาก ด้านบนหลังคาไม่มีแม้แต่เศษกระเบื้อง เย็นสบายในฤดูร้อน หนาวจนถึงกระดูกในฤดูหนาว แต่ก็สะอาดและดูเป็นระเบียบ
“พี่ชาย!”
ทันทีที่เซียวเฉวียนกลับมาถึงบ้าน เด็กหญิงตัวเล็ก ๆ คนหนึ่งรีบวิ่งเข้ามา นางก็คือน้องสาวของเซียวติ้ง เซียวจิง
แม่เซียวเห็นลูกชายของตนเองกลับบ้าน นางมีความสุขและเสียใจในขณะเดียวกัน
นางมีความสุขที่ลูกชายของนางได้แต่งงาน
และสิ่งที่นางเสียใจก็คือ ลูกชายของนางได้รับการปฏิบัติอย่างเลวร้ายจากตระกูลฉิน เหตุใดเขาจึงกลับบ้านมาลำพัง คุณหนูใหญ่ของตระกูลฉินเล่า นางไปไหน?
“จิงเอ๋อร์ นี่ ขนมเกล็ดหิมะที่เจ้าชอบกิน” เซียวเฉวียนกอดน้องสาวที่มีร่างกายผอมแห้ง เนื่องจากขาดสารอาหารระหว่างวัยเจริญเติบโต ทำให้นางซึ่งมีอายุได้สิบขวบยังสูงเท่ากับเด็กอายุแปดขวบ
“ขอบคุณพี่ชาย!” เซียวจิงรับขนมเกล็ดหิมะไว้
นางกะพริบตาและถามว่า “พี่ไปเอาเงินมาจากไหน?”
“เด็กอย่างเจ้าไม่ต้องไปสนใจเรื่องพวกนี้หรอก” เซียวเฉวียนนำเงินที่เหลืออยู่ในมือยื่นส่งให้แม่เซียว “แม่ เก็บเงินจำนวนนี้ไว้ นำไปหาหมอและหายากิน อย่ามัวเสียเวลาอยู่เลย”
แม่เซียวเป็นโรคเรื้อรังทางร่างกายมาโดยตลอด ทุกฤดูใบไม้ร่วงและฤดูหนาว นางจะรู้สึกแน่นหน้าอกและหายใจไม่ออก นางมักจะกลิ้งไปมาบนพื้นด้วยความเจ็บปวด
เวลานี้เทศกาลไหว้พระจันทร์ได้ผ่านไป ช่วงฤดูแห่งความเจ็บป่วยกำลังมาเยือน หากยังไม่รีบไปหาหมอก็จะต้องกัดฟันทนกล้ำกลืนกับฤดูใบไม้ร่วงและฤดูหนาวนี้ต่อไป
ดังนั้นเซียวเฉวียนจึงจำเป็นต้องนำชุดแต่งงานไปจำนำ
การที่เขายอมสละชุดแต่งงานจะต้องถูกผู้คนเย้ยหยันเป็นแน่ แต่หนึ่งหน้าจะใหญ่เพียงใดก็ไม่อาจสำคัญไปกว่าอาการป่วยของแม่ตนเองได้
เซียวจิงน้ำตาไหล “พี่ชาย เมื่อคืนนี้แม่เอาแต่ร้องออกมาด้วยความเจ็บปวด......อยากจะไปหาหมอแต่ก็ไม่มีเงิน......จิงเอ๋อร์กลัว จิงเอ๋อร์อยากจะไปหาพี่ชาย แต่แม่บอกว่าเมื่อวานเป็นวันแต่งงานของพี่ ไม่สามารถพูดเรื่องไม่เป็นมงคลได้”
เซียวติ้งเสียชีวิตไปเมื่อคืนวาน หัวใจของแม่ลูกเป็นหนึ่งเดียวกัน ดังนั้นแม่เซียวคงรู้สึกเจ็บปวดมาก
ดวงตาของเซียวเฉวียนเป็นสีแดง เขาโอบกอดน้องสาวและแม่ของเขาไว้ “แม่ ลูกจะต้องหาหมอที่เก่งที่สุดในโลกมารักษาแม่ให้ได้! แม่วางใจ ครอบครัวของเราหลังจากนี้จะมีเงินไปหาหมอ มีเนื้อให้กิน และอยากได้ทุกอย่างที่ต้องการ!”
ที่ผ่านมาลูกชายเอาแต่ถอนหายใจ แต่วันนี้นั้นต่างออกไป แม่เซียวส่ายหน้าพร้อมกล่าวว่า “แม้เจ้าจะแต่งงานเข้าไปอยู่ในตระกูลฉินแล้ว แต่เหตุใดตระกูลฉินถึงมอบเงินให้เจ้ามากมายถึงเพียงนี้?”
“แม่ไม่ต้องกังวล ข้าจะยืนด้วยลำแข้งของตนเอง!”
ทันทีที่เซียวเฉวียนพูดจบก็มีเสียงของใครบางคนดังขึ้นมา “ยังจะกินเนื้อ? เซียวติ้ง! บ้านของเจ้ายังไม่จ่ายค่าเช่าที่ให้กับข้า! หากยังไม่จ่าย ข้าจะเอาเซียวจิงไปขาย!”
ผู้มาเยือนคือนายน้องเจ็ดแห่งตระกูลฉีผู้ซึ่งเป็นเจ้าของที่ดินแห่งนี้ ตระกูลเซียวเช่าที่ดินของตระกูลฉีเพื่อเพาะปลูก และจะมอบเมล็ดพืชจำนวนครึ่งหนึ่งให้เพื่อเป็นสิ่งตอบแทน แต่เนื่องจากภัยแล้งเมื่อปีที่ผ่านมา ทำให้ผลผลิตตกต่ำ ไม่เป็นไปตามความคาดหมาย ตระกูลเซียวจึงไม่สามารถทำตามข้อตกลงได้
ตระกูลฉีเป็นผู้ดีในท้องถิ่น ชอบกดขี่ข่มเหง พึ่งพารากฐานของบรรพบุรุษ ทำร้ายผู้อื่นจนเป็นนิสัย พวกเขาไม่เห็นใครอยู่ในสายตา
เมื่อวานเซียวติ้งแต่งงานเข้าไปอยู่ในตระกูลฉิน นายน้อยเจ็ดของตระกูลฉีได้ยินเรื่องนี้มา เซียวติ้งแต่งงานเข้าไปแล้ว แน่นอนว่าต้องมีเงิน
เห็นตระกูลฉีต้องการมาเอาเงิน เซียวเฉวียนถามกลับไปด้วยดวงตาอันเยือกเย็น “ไม่รู้ว่านายน้อยเจ็ดต้องการเท่าไหร่?”
เจ้านี่มันแต่งงานเข้าไปอยู่ในตระกูลฉิน จะไม่รีดไถได้อย่างไร? นายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉียื่นกระดาษออกมาหนึ่งแผ่น “ไม่มากไม่น้อย สามร้อยตำลึง”
ใบหน้าของแม่เซียวซีดขาว ปีที่ผ่านมามากที่สุดก็ไม่เกินห้าตำลึง นี่เขากำลังขูดรีด! สามร้อยตำลึง นี่ต้องการเอาชีวิตพวกเขาหรืออย่างไร!
นายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉีมาพร้อมกับลูกน้องของเขา เขาคิดไว้ตั้งแต่แรกแล้วว่าหากเซียวเฉวียนไม่ยินยอม เขาจะทุบตีจนเซียวเฉวียนยินยอม!
โดยไม่คาดคิด เซียวเฉวียนกล่าวออกไปอย่างใจเย็นว่า “เรื่องเงินไม่มีปัญหา รอหลังข้าสอบระดับชนบทเสร็จแล้วเจ้าค่อยมาเอา”
จากการคาดการของเขา เมื่อผลการทดสอบระดับชนบทถูกประกาศออกมาและเขาอยู่ในลำดับต้น จักรพรรดิจะมอบเงินเป็นรางวัล เมื่อถึงเวลานั้นเขาจะต้องมีเงินเป็นธรรมชาติ
เมื่อนายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉีที่เตรียมจะทุบตีเขาได้ยินเช่นนั้นก็หัวเราะออกมาดังลั่น จากนั้นกล่าวว่า “อย่ามาหลอกข้าเลยดีกว่า! คนที่ไม่เคยแม้แต่ติดอันดับอย่างเจ้ายังกล้าหวังเรื่องเงินรางวัล? เมื่อถึงเวลาหากขาดแม้แต่แดงเดียว แม่และน้องสาวของเจ้าจะต้องกลายเป็นทาส!”
คำพูดนี้ทำให้เซียวเฉวียนโกรธ เขาก้าวไปด้านหน้า พุ่งไปตบหน้าของนายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉี “ทาส? เจ้านั่นแหละที่เป็นทาส!”
“ปัง!” เสียงดังสนั่น ทำให้นายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉีรู้สึกเจ็บปวดและสับสนไปพร้อมกัน!
หลังจากนายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉีสับสนอยู่ชั่วขณะ เขาก็ได้สติกลับคืนมา เขาตะโกนออกมาว่า “ลูกเขยแต่งใหม่อย่างเจ้ากล้าทำร้ายนายน้อยอย่างข้างั้นหรือ? เข้ามา จัดการมัน ตีมันให้ตาย!”
แม่เซียวและเซียวจิงตกใจและถอยไปด้านหลัง เซียวเฉวียนซึ่งมีรูปร่างสูงใหญ่ยืนขวางอยู่ด้านหน้าของพวกนาง จ้องมองลูกน้องของนายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉีและตะโกนว่า “เข้ามา!”
ตระกูลฉีเป็นผู้ปกครองในพื้นที่ ในพื้นที่เขตปกครองของพวกเขา ไม่มีใครกล้าขัดคำสั่งหรือขัดคำพูดของพวกเขา ทำให้นายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉีมีนิสัยหยิ่งยโสและอวดดี ขนาดครอบครัวของเขายังไม่มีใครกล้าแตะต้องเขาแม้แต่ปลายนิ้ว!
เขานำมือขึ้นมากุมใบหน้าพร้อมตะโกน “เจ้าพวกขยะ! มัวยืนงงอะไรกันอยู่? ก็แค่บัณฑิตอ่อนแอเพียงคนเดียว พวกเจ้าจะกลัวอะไร จัดการมัน ตีมันให้ตาย!”
ดวงตาของเซียวเฉวียนลุกเป็นไฟ จ้องผ่านกลุ่มคนรับใช้ มองไปยังนายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉีและกล่าวว่า “ข้าอยู่ในตระกูลฉินอันสง่างาม หลายเขยของแม่ทัพใหญ่ผู้บุกเบิกแคว้น ฉินปาฟาง! เจ้ากล้าดียังไง!”
คำพูดเหล่านี้ทำให้นายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉีตกใจอยู่ครู่หนึ่ง
ดวงตาของเซียวเฉวียนเข้มข้นขึ้น เขาก้าวไปข้างหน้าและกล่าวว่า “พ่อตาของข้าฉินเซิง เขาเป็นถึงขุนพลใหญ่! เป็นหนึ่งในสามแห่งผู้มีเกียรติอันสูงส่ง! เป็นรองเพียงแค่หนึ่งเดียว อยู่เหนือคนนับหมื่น!”
ทุกคนตกใจ ร่างกายแข็งทื่อ
เซียวเฉวียนก้าวไปด้านหน้าอีกหนึ่งก้าว บีบให้นายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉีต้องถอยไปอีกก้าว “ตระกูลเซียวของข้าภักดีมาหลายชั่วอายุคน! ยอมสละชีพในสนามรบ! เสียสละเพื่อประเทศ! ศพถูกห่อด้วยหนังม้า! และครอบครัวก็เต็มไปด้วยความรุ่งโรจน์!”
เซียวเฉวียนจ้องไปที่เขา น้ำเสียงทุ้มลง “ทาส? เจ้าลองชั่งน้ำหนักตระกูลฉีของเจ้าดูว่ามีสิทธิ์มาเรียกคนตระกูลเซียวว่าทาสหรือไม่!”
นายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉีกลืนน้ำลาย “แล้ว แล้วมันยังไง......”
เซียวเฉวียนจ้องไปที่เขา เปลวไฟในดวงตาของเขาแผดเผาความเย่อหยิ่งที่เหลืออยู่ของนายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉีจนหมดสิ้น!
“ตระกูลฉีของเจ้าเป็นพวกอันธพาลในท้องถิ่น! แค่เงินจำนวนไม่กี่ตำลึง เจ้ากล้าดียังไงมารังแกตระกูลเซียวของข้า?”
ขาของนายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉีอ่อนแรงลง ถอยหลังครั้งแล้วครั้งเล่า ขาของเขาสั่นเล็กน้อย
เซียวเฉวียนเดินเข้ามาหาเขาทีละก้าว จ้องไปที่เขาและกล่าวว่า “สามร้อยตำลึง? ข้าเซียวติ้งจะเป็นคนมอบมันให้กับเจ้า! เจ้ารับมันไหวงั้นหรือ? เจ้ากล้ารับมันงั้นหรือ? ตระกูลฉีของเจ้ากล้ารับมันไว้งั้นหรือ!”
บทที่ 3 รอฟังข่าวดี
นายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉีถูกบีบให้ต้องล่าถอย ตอนนี้เขาพิงกำแพงอยู่ เขาไม่ตอบสนอง เขาตกใจในคำพูดของเซียวเฉวียนจนพูดอะไรไม่ออก
เสียงดังของเซียวเฉวียนเข้มแข็งและทรงพลัง ด้วยบรรยากาศอันเคร่งขรึม นายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉีและลูกน้องของตระกูลฉีต่างตกตะลึง
ฉินปาฟางที่เซียวเฉวียนพูดถึง มีใครบ้างจะไม่รู้จัก? ฉินปาฟางมีเกียรติยศไม่เป็นสองรองใคร ลูกชายของเขาฉินเซิงมีความสามารถยิ่งน่าตกใจ ได้รับขนาดนั้นว่าจอมขุนพลตั้งแต่อายุน้อย ตระกูลฉีเป็นเพียงเจ้าของที่ดินตัวเล็ก ๆ เทียบไม่ได้แม้แต่ปลายเล็บของจวนฉินด้วยซ้ำ!
นายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉีตื่นตระหนกจนหัวใจเต้นแรง!
แต่นายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉียังคงกัดฟัน เขารู้จักกับลูกชายคนโตของตระกูลฉิน ฉินเฟิง มานานหลายปี ถือว่ามีความสัมพันธ์ที่ดี เขาต้องกลัวลูกเขยจอมอวดดีที่เพิ่งแต่เข้าไปผู้นี้อย่างนั้นหรือ?
นึกถึงตรงนี้ นายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉีก็กล่าวออกมาด้วยความกล้าของเขา “ข้า......ข้าไม่เคยเห็นใครที่แต่งเข้าไปเป็นเขยบ้านคนอื่นแล้วภูมิในใจตัวเองเยี่ยงเจ้ามาก่อน! ใครก็รู้ เมื่อคืนเจ้าไม่ได้แม้แต่เข้าไปในห้องของคุณหนูใหญ่! นอนในห้องคนรับใช้ นอนในหัวครัว! เรื่องพวกนี้ลือกันไปทั่วเมืองหลวง! เจ้ายังเรียกตัวเองว่าลูกเขยอยู่งั้นหรือ! แม้แต่หมาเจ้ายังเทียบไม่ได้เลยด้วยซ้ำ!”
เวลานี้สีหน้าของแม่เซียวก็เปลี่ยนไป
เซียวเฉวียนหัวเราะอย่างเยือกเย็น หัวเราะจนทำให้หัวใจของนายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉีสั่นไหว
เซียวเฉวียนประสานมือของเขา ท่าทางแห่งความรุนแรงของเขาไม่ได้ลดลงเลยแม้แต่น้อย แสงในดวงตาของเขาราวกับทิ่มแทงเข้าไปในดวงตาของนายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉี “นินทาหรือพูดถึงเรื่องของขุนนางในพระราชวัง อาจจะถูกตัดลิ้นและส่งเข้าไปในคุก! ในกรณีที่ร้ายแรง พวกเจ้าอาจถูกส่งตัวไปเป็นทาสตามชายแดน! และดึงลิ้นของคนในตระกูลฉีทุกคน! ต่อให้เจ้าจะมีสักกี่ชีวิตก็คงอยู่ไม่ถึงวันที่เจ้าไปถึงชายแดน!”
นายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉีตัวสั่น คำพูดนี้ทำให้เหล่าชาวบ้านที่กำลังดูความสนุกอยู่ด้านนอกต่างพากันเงียบปาก
ฉี่ของนายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉีกำลังจะไหลออกมา เขามองมาที่เซียวเฉวียน “เจ้า......เจ้ารอข้าก่อน......หลังจากเจ้าสอบระดับชนบทเรียบร้อย ข้าจำมารับเงิน เจ้าหนุ่ม เจ้ารอข้าก่อนเถอะ!”
ลูกน้องของเขาตัวสั่นเล็กน้อย กล่าวออกมาด้วยความลำบากใจ “นายน้อยเลิกพูดได้แล้ว พวกเราไปกันเถอะ!”
ตระกูลฉีไม่สามารถรุกรานได้นั้นเป็นเรื่องจริง หากเรื่องที่เกิดขึ้นในวันนี้ไปถึงหูของตระกูลฉิน เกรงว่าตระกูลฉีอาจต้องคุกเข่าลงพื้นเพื่อชดใช้
นายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉีกุมใบหน้าที่ถูกตอบและตะโกนด้วยความโกรธ “เมื่อถึงเวลา! หากเจ้าไม่มอบเงินจำนวนสามร้อยตำลึงให้ข้า ข้าจะทำให้ทุกคนในเมืองหลวงได้รู้ว่าเจ้าทำให้ตระกูลฉินต้องอับอายมากแค่ไหน!”
เซียวเฉวียนตะโกนออกไป “ไสหัวไปซะ! ไม่เช่นนั้นข้าจะโบกเจ้าอีกสักครั้ง!”
นายน้อยเจ็ดแห่งตระกูลฉีตัวสั่นด้วยความหวาดกลัว รีบวิ่งออกมาจากบ้าน การประสบอุปสรรคครั้งแรกของเขา ทำให้นายน้อยโกรธเป็นอย่างมาก ทำลายข้าวของในสวนจนวอดวาย ระบายความโกรธก่อนจะเดินจากไป
“ลูก เจ้าได้รับความอัปยศเช่นนี้ในตระกูลฉินอย่างนั้นหรือ?” แม่เซียวถามเสียงสั่นออกมา
เซียวเฉวียนถอนหายใจด้วยความโล่งอก ความหวาดกลัวยังหลงเหลืออยู่ คิดไม่ถึงว่าอันธพาลพวกนี้จะจากไปโดยไม่สำนึกผิด
เขาหันกลับมาพูดปลอบประโลม “ไม่ต้องไปฟังเขา เขาก็เอาแต่พูดไร้สาระ ที่พูดมานั้นเชื่อไม่ได้”
“ลูก เรื่องสามร้อยตำลึงจะมีหรือไม่นั้นไม่ต้องพูดถึง แต่......ตระกูลฉีนั้นรังแกผู้อื่นมากเกินไป นี่คือการขู่กรรโชกอย่างชัดเจน” แม่เซียวที่ตกใจกลัว ส่ายหน้าและนั่งลงบนเก้าอี้ นางกล่าวออกมาทั้งน้ำตา หากไม่ใช่เพราะสามีของนางเสียชีวิตในสนามรบเร็วเกินไป นางซึ่งกลายเป็นม่ายและลูกของนางจะถูกคนอื่นรังแกถึงเพียงนี้ได้อย่างไร?
“วางใจ เมื่อครู่ข้าพูดไปแล้ว เมื่อถึงเวลาที่ข้าต้องมอบเงินให้กับเขาสามร้อนตำลึง เขาก็ไม่กล้ารับมันไว้”
“อ่า ไม่พูดถึงเรื่องนี้แล้ว แม่แค่อยากรู้ว่างานแต่งงานที่เกิดขึ้นเมื่อคืนเป็นอย่างที่เขาพูดหรือไม่ เจ้า......” แม่เซียวกุมมือเขาด้วยความกังวล เวลานี้ชาวบ้านซึ่งอยู่ด้านนอกต่างพากันซุบซิบนินทา พูดคุยเกี่ยวกับเรื่องราวอันแสนตลกของเซียวเฉวียน
การเป็นลูกเขยแต่งเข้าก็น่าอายมากพอแล้ว แต่กลับไม่ได้เข้าไปในห้องนอนในคืนแต่งงาน นี่เจ้ายังเป็นลูกผู้ชายอยู่หรือไม่?
นี่คือความอัปยศอย่างแท้จริง!
“แม่ ตระกูลฉินปฏิบัติต่อข้าดีมาก แม่ทัพฉินยินดีที่จะให้ข้าแต่งงานกับคุณหนูฉินคนใหญ่ เขาจะปฏิบัติต่อข้าเช่นนั้นได้อย่างไร? ตระกูลฉินเป็นตระกูลที่น่านับถือ ทำตัวเป็นแบบอย่างให้กับทุกตระกูล เขาไม่มีทางทำเรื่องให้ลูกต้องอับอาย นี่ไง เงินจำนวนห้าสิบตำลึงนี้คือเงินที่ท่านยายฉินฝากข้ามามอบให้แม่ และท่านยังกล่าวว่าครอบครัวของพวกเราจะแน่นแฟ้นยิ่งขึ้นในอนาคต”
เซียวเฉวียนพูดออกมาเสียงดัง เมื่อเหล่าประชาชนได้ยินเกี่ยวกับเงินห้าสิบตำลึง ดวงตาของพวกเขาเบิกกว้างจนแทบจะทะลักออกมา สำหรับครอบครัวทั่วไปที่มีกันอยู่หกคน เงินจำนวนสองตำลึงก็สามารถใช้ชีวิตอยู่ได้นานกว่าหนึ่งปี!
ชาวบ้านก็ได้เห็นถุงเงินในมือของแม่เซียว เมื่อเห็นว่ามันไม่ใช่เรื่องน่าสนุก พวกเขาก็จากไปด้วยความไม่พอใจ
ขณะที่ดวงอาทิตย์กำลังลับขอบฟ้า เซียวเฉวียนอยู่ที่นี่เป็นเวลาหนึ่งวันโดยไม่รู้ตัว ถึงคราวที่เขาต้องกลับจวนฉินแล้ว
แม่เซียวหยิบถุงใส่ของออกมาจากตะกร้า “ลูก เอานี่ไปด้วย”
“นี่มัน......”
เซียวจิงยิ้มและกล่าวออกมา “นี่คือหมูแดดเดียวที่แม่เหลือไว้ให้ท่านพี่”
ในหนึ่งปีตระกูลเซียวแทบจะไม่ได้ลิ้มลองของคาว เนื้อถือเป็นอาหารชั้นยอด
มองเซียวจิงที่ผอมบางและแม่ที่กำลังป่วยอยู่ของเขา ดวงตาของเซียวเฉวียนกลายเป็นสีแดง “ไม่เป็นไร แม่กับน้องเก็บไว้กินเถิด”
“ไม่ได้! ท่านพี่ต้องเอามันไป! หากตระกูลฉินไม่ให้ท่านพี่กินข้าว พี่ก็กินมัน!”
เมื่อแม่เซียวได้ยินเช่นนั้นก็กล่าวออกมาทั้งน้ำตา “จิงเอ๋อร์ อย่าพูดจาเหลวไหล!”
ชีวิตของลูกเขยแต่งเข้านั้นยากลำบากแค่ไหน แม้แต่เซียวจิงที่อายุเพียงสิบขวบยังเข้าใจ แล้วแม่เซียวจะไม่เข้าใจได้อย่างไร?
สายตาวิงวอนของแม่เซียวทำให้เซียวเฉวียนเปลี่ยนใจ ตั้งแต่วันนี้เป็นต้นไป แม่ของเซียวติ้งก็คือแม่ของเขา น้องสาวของเซียวติ้งก็คือน้องสาวของเขา!
เขารับเนื้อมาแล้วกล่าวว่า “แม่ไม่ต้องกังวล แม่ดูแลอาการป่วยของตัวเองให้ดี! หนึ่งเดือนหลังจากนี้ข้าจะมารับท่านไปอยู่ในเมืองหลวง!”
“ลูก เจ้าพูดอะไรของเจ้า?” แม่เซียวไม่เข้าใจ จวนฉินจะยอมเลี้ยงดูและรับเลี้ยงสองแม่ลูกอย่างพวกนางได้อย่างไร?
“แม่ไม่จำเป็นต้องคิดมาก รอฟังข่าวดีก็พอ ลูกขอตัวก่อน”
พูดจบเขาก็คำนับให้แม่ของเขาหนึ่งครั้ง และรีบเดินทางกลับไปยังที่พักของจวนฉินพร้อมกับปากกาหมึก กระดาษ และหินหมึก
จวนฉิน ห้องครัวของคนรับใช้เผยให้เห็นแสงเทียนสลัว ๆ
เรือนร่างอันงดงามและผอมบางยืนถือตะเกียงเทียนห่างจากห้องครัวในระยะไกล แสงตะเกียงสว่างวาบสะท้อนแผ่นหิน
“คุณหนู คืนนี้ลมแรง เหตุใดพวกเราจึงต้องมายังคฤหาสน์ซึ่งห่างไกลเช่นนี้?”
ฉินซูโหรวยังคงเงียบ นัยน์ตาที่เปียกชุ่มของนางมองไปยังห้องครัวอันทรุดโทรมพร้อมกับคิ้วขมวด
เมื่อคืนวาน เซียวติ้งเพิ่งจะแต่งเข้ามาได้ไม่นานก็ถูกพี่ใหญ่ทำร้าย จากนั้นก็ลากออกไป
เดิมทีคิดว่าเซียวติ้งที่เป็นเพียงบัณฑิตอ่อนแอจะถอนหายใจอย่างสิ้นหวังและบ่นเกี่ยวกับภาระอันหนังอึ้งของเขา
คิดไม่ถึงว่าเมื่อนางมาถึงที่นี่ กลับเห็นแสงเทียนสว่างไสวในห้องครัว เงาของหนอนหนังสือผู้หนึ่งกำลังสะท้อนออกมาทางนอกหน้าต่าง
สาวใช้อาเชียงมองฉินซูโหรวที่กำลังวิตกกังวลอย่างมีความหมาย “หรือว่าเป็นเพราะบทกวีอันไพเราะของเขาก่อนหน้านี้ คุณหนูจึงตั้งใจมาที่นี่เพื่อให้เขาสอน? คิดไม่ถึงเลยว่าแม้เซียวเฉวียนจะดูซอมซ่อ แต่ก็พอจะมีความสามารถทางการประพันธ์อยู่บ้าง......”
ปรากฏว่าคนที่แอบฟังบทกวีของเซียวเฉวียนอยู่ด้านนอกก็คือ ฉินซูโหรว
ถูกสาวใช้อ่านใจจนทะลุปรุโปร่ง ฉินซูโหรวไม่สามารถฝืนทนต่อไปได้ “ข้าก็แค่มาเยาะเย้ยเขาเท่านั้น! ผู้ซึ่งเป็นสตรีที่มีพรสวรรค์อันดับหนึ่งของเมืองหลวงต้องการคำสอนจากเขา? เขาเทียบไม่ได้แม้แต่ข้อนิ้วของพี่ชายข้าเลยด้วยซ้ำ!”
หลายวันที่ผ่านมา ฉินซูโหรวกลายเป็นตัวตลกของเมืองหลวง แม้นางจะไม่เคยรู้จักหรือพบเจอกับเซียวติ้ง แต่ก็ได้ข่าวมาไม่น้อย เซียวติ้งเป็นคนมีพื้นฐานปานกลาง และล้มเหลวในการจัดอันดับเป็นเวลาสามปีติดต่อกัน
นางฉินซูโหรวรู้สึกผิดจริง ๆ ที่แต่งงานกับคนที่ไร้ความสามารถเช่นนี้ เพียงแต่การแต่งงานครั้งนี้นางไม่สามารถปฏิเสธมันได้
นางไม่ชอบเซียวติ้ง แต่นางก็คิดไม่ถึงว่าเซียวติ้งจะต้องมาอาศัยอยู่ในครัวซึ่งแม้แต่คนรับใช้ของจวนฉินก็ยังไม่อยู่เช่นนี้
นางอดไม่ได้ที่จะรู้สึกสงสารเขาจากหัวใจ แต่ก็เป็นเพียงแค่ความรู้สึกสงสารเท่านั้น
สามีในความฝันของฉินซูโหรวจะต้องเป็นชายที่มากไปด้วยความสามารถ อ่อนโยน เป็นคนรวยและมีชาติตระกูล แต่สำหรับเซียวติ้งที่มีเพียงหน้าตาเท่านั้นที่พอใช้ได้ เขาก็ไม่มีสิ่งอื่นใดนอกจากความจนและความลำบาก
แน่นอนว่านางไม่มีวันหันมามองเซียวติ้ง
แต่ไม่รู้ว่าเพราะเหตุใดนางจึงไม่เคยได้ยินบทกวีที่เขาท่องมาก่อนเลย?
“ฤดูใบไม้ร่วงในเดือนแปด เสียงคำรามของสายลม พัดโถมเข้ามายังหลังคามุงจาก หญ้าคาโบยบินข้ามลำห้วย กระจายอยู่ริมลำธาร หญ้าคาที่บินสูงจะติดอยู่บนยอดไม้ หญ้าคาที่บินต่ำจะตกลงและจมดิ่งสู่พื้นน้ำ
เด็กกลุ่มหนานชุนรุมรังแกข้าอยู่เสมอ ถึงกระนั้นก็ยังอดทนและมุ่งไปเพื่อขโมย วิ่งเข้าไปในป่าไผ่อย่างกล้าหาญพร้อมกับมุงจากในอ้อมแขน ริมฝีปากไหม้และแห้งเหือดอย่างหมดแรง กลับถึงบ้านถอนหายใจอยู่คนเดียวกับไม้ค้ำ
ลมหยุดและเมฆบนท้องฟ้าก็เป็นสีดำ ฤดูใบไม้ร่วงร้างราและมืดครึ้ม และค่อยๆ ผ้านวมเก่าแข็งเหมือนแผ่นเหล็ก ลูกนอนหลับไม่สนิทเพราะผ้านวมพัง
ฝนตกบ้านเปียกทุกพื้นที่ หยาดน้ำฝนโปรยลงมาไม่ขาดสาย พยายามดิ้นรนเพื่อหลับนอน แต่สุดท้ายก็เปียกโชกเกือบทั้งคืน!
ทำอย่างไรถึงมีบ้านอันกว้างใหญ่ คงต้องตรากตรำเพื่อบัณฑิต! จะได้มีบ้านกันลมกันฝน แข็งแรงดุจภูเขา
อนิจจา! เมื่อใดบ้านอันสูงตระหง่านจะปรากฏออกมาต่อหน้าข้า แม้กระท่อมของข้าจะแหลกสลาย และข้าต้องแข็งตายก็ยอม!”
เวลานี้มีเพียงบทกวีของตู้ฝู่เท่านั้นที่ทำให้เซียวเฉวียนนึกถึงความรู้สึกของตนเอง มันก็เข้ากับความทะเยอทะยานของเขาได้เป็นอย่างดี!
บทกวีนี้เขียนด้วยความเศร้าและสะเทือนใจ เปี่ยมล้นด้วยแรงปรารถนาและความหวัง กวีบทนี้ยิ่งทำให้ฉินซูโหรวใจสั่น ยากมากที่จะได้ยินบทกวีอันไพเราะในบ้านของตนเฉกเช่นวันนี้ เซียวเฉวียนเป็นคนแต่งมันขึ้นมางั้นหรือ?
ไม่ นางไม่เชื่อ! นางขมวดคิ้ว แววตาของนางดูประหลาดใจแต่ก็มีความเย็นชา “พวกเราไปกันเถอะ”
บทที่ 4 มั่นใจ
ฉินซูโหรวกระทืบเท้าของนางและจากไป ในห้องครัว หลังจากเซียวเฉวียนเซียวเฉวียนถอนหายใจ เขาก็เริ่มแยกแยะคำถามเกี่ยวกับการสอบขุนนาง
ขอบคุณที่เซียวติ้งได้เข้าร่วมการทดสอบระดับชนบทหลายครั้ง นี่ทำให้เซียวเฉวียนเข้าใจถึงกฎเกณฑ์ในการสอบ แนวการทดสอบระดับชนบทรอบต่อไปแบ่งเป็นสองส่วน ส่วนแรกเป็นการทดสอบเกี่ยวกับความรู้ในหนังสือ ส่วนที่สองก็คือการประพันธ์บทกวี
บทกวีที่ใช้ในการทดสอบนั้นต่างจากบทกวีราชวงศ์ถังและบทกวีราชวงศ์ซ่ง ในพิพิธภัณฑ์ได้จัดเก็บบทกวีที่ใช้ในการทดสอบไว้อย่างชัดเจน เซียวเฉวียนไม่เพียงแค่คุ้นเคยกับกฎเกณฑ์เหล่านี้ แต่เขายังมีจดจำบทกวีอันดับหนึ่งของการสอบในแต่ละปีของแต่ละราชวงศ์ได้อย่างขึ้นใจ
นอกจากมีกฎเกณฑ์ตายตัวของบทกวีแล้ว สิ่งซึ่งยากที่สุดก็คือการพรรณนาถึง หรือก็คือการอ้างถึงเรื่องราว มันคือการอ้างถึงที่มาขอแต่ละสิ่งอย่าง พาดพิงถึงประวัติศาสตร์ หรือประวัติความเป็นมาของตัวบุคคล
การอ้างถึงสิ่งเหล่านี้ควรหลีกเลี่ยงการใช้คำพูดเกินจริง ซ้อนทับ และนอกลู่นอกทาง ควรใส่ใจกับรายละเอียดให้เหมาะสม หยิบออกมาใช้อย่างโจ่งแจ้งและการใช้แบบซ่อนเร้น ไม่เช่นนั้นอาจไม่ได้รับการคัดเลือก
เมื่อรับรู้และเข้าใจถึงเรื่องราวเหล่านี้ เซียวเฉวียนนอนหลับอย่างสบายใจ เขาหันหลังพิงแผงประตู ฟังเสียงลมโบกพัดยามค่ำคืน ทำให้ยากจะหลับฝัน
ค่ำคืนอากาศหนาว เซียวเฉวียนนอนพลิกตัวไปมา สุดท้ายเขาก็ลุกขึ้นและจุดไฟให้ลุกโชนเพื่อขับไล่ความหนาวเย็น จากนั้นก็หลับไปอย่างสงบ
หนึ่งคืนผ่านไป เซียวเฉวียนมีอาการปวดหลัง แสงอาทิตย์ยามเช้าสาดส่องเข้ามา เซียวเฉวียนถูกปลุกให้ตื่น เขาลุกขึ้นไปล้างตัวอย่างเรียบง่าย สุดท้ายก็ถูกกลิ่นหอมดึงดูดและพาตัวเขามายังสวนดอกไม้
ในสวนดอกไม้มีอาหารเลิศรสจัดวางอยู่ ดูเหมือนคนของตระกูลฉินกำลังเตรียมจะมารับประทานอาหารกัน ณ ที่แห่งนี้
อาหารของครอบครัวที่ร่ำรวยนั้นแตกต่างจากอาหารของคนทั่วไป ขนมถูกทำขึ้นอย่างประณีต เนื้อและผักก็อุดมสมบูรณ์ เมื่อเห็นเช่นนั้นท้องของเซียวเฉวียนร้องโครกครากหลังจากที่เขาหิวมาทั้งวัน
ปกติแล้วเซียวเฉวียนเป็นคนชอบทานอาหารเผ็ด แต่อาหารที่วางอยู่เต็มโต๊ะนั้นดูจืดชืด และเบาบางมาก เขาจึงถามออกมาว่า “คนตระกูลฉินไม่ชอบทานพริกงั้นหรือ?”
เด็กรับใช้ที่ยืนอยู่ข้างโต๊ะอาหารขมวดคิ้วและถามออกมาว่า “นายท่าน สิ่งใดคือที่เรียกว่าพริก?”
พริกนั้นเข้ามาในช่วงปลายยุคของประเทศจีนในสมัยก่อน มันคือผักนำเข้าจากต่างประเทศ ดูเหมือนว่าเวลานี้ยังไม่ถูกนำเข้ามา
เซียวเฉวียนตอบกลับไปว่า “พริกมีลักษณะเหมือนเขาวัว เป็นสีแดงสด เมื่อทานเข้าไปจะมีอาการแสบร้อน ชาในลำคอ ร้อนในร่างกาย เมื่อถึงเวลาจะทำให้รู้สึกชาไปทั้งตัว มันคือความรู้สึกอันยอดเยี่ยม แค่มีมันอยู่ก็สามารถทานข้าวเพิ่มได้อีกสามถ้วย”
เด็กรับใช้กลืนน้ำลาย เขาไม่เคยได้ยินถึงของสิ่งนี้มาก่อน เหตุใดนายท่านถึงรู้จักมัน? เขาพูดออกไปอย่างจริงจังว่า “ข้าน้อยเองก็อยากทาน”
“นี่มันก็ขึ้นอยู่กับวาสนาแล้ว” เซียวเฉวียนเหลือบตามองอาหารอันจืดชืดบนโต๊ะ เขาเริ่มคิดเกี่ยวกับการนำเข้าพริกในอนาคต ไม่กินเป็นเป็นเวลาสามวันยังพอทนได้ แต่หากไม่ได้กินเป็ดเป็นเวลาสามเดือนคนทนไม่ไหว
“นายท่านหญิงมาแล้ว! พวกคุณชาย คุณหนูเองก็มาแล้วเช่นกัน!” ในเวลานี้ สาวใช้คนหนึ่งวิ่งเข้ามารายงาน
เห็นคุณยายฉินเดินเข้ามา ด้านหลังตามด้วยหลานของตระกูลฉิน ฉินเฟิง ฉินเป่ย รวมถึงฉินซูโหรวที่ทำให้ดวงตาของเซียวเฉวียนเป็นประกาย
นี่เป็นครั้งแรกที่เซียวเฉวียนได้เห็นฉินซูโหรว นางเป็นคนสวย รูปร่างสมส่วน คิ้วดูมีชีวิตชีวา ดวงตาละเอียดอ่อน มือที่เรียวยาวและนุ่มนวลของนางประคองนายท่านหญิงอยู่
ทุกคนเดินไปยังที่นั่ง นอกจากฉินเฟิงที่จ้องมองเซียวเฉวียน คนอื่นก็เห็นเขาเป็นเหมือนอากาศ ไม่ได้บอกให้เขากินข้าว และก็ไม่ได้บอกเขาว่าห้ามกิน เห็นได้ชัดเจนว่าเป็นการจงใจทำให้ลำบากใจ
คนในตระกูลฉินนั่งลงเรียบร้อย เหลือเพียงช่องว่างเล็ก ๆ ไว้ให้เซียวเฉวียน เก้าอี้ที่เหลืออยู่หนึ่งตัวถูกนำออกไป หากเซียวเฉวียนต้องการทานข้าว เขาก็ทำได้แค่ยืนกินเท่านั้น
ทุกคนในครอบครัวแต่งกายภูมิฐาน เต็มไปด้วยเครื่องทองเครื่องหยก เซียวเฉวียนรู้สึกเย็นไปทั่วร่างกายเนื่องจากตนเองไม่เขาพวก
คนตระกูลฉินเริ่มจับตะเกียบ ไม่มีใครกล่าวทักทายเขา ฉินหนานและฉินเป่ยมองมาที่เขาด้วยความท้าทายพร้อมกับคีบอาหารใส่ปาก
“นั่งลง ทานข้าว” ในตอนนี้ คุณยายฉินขมวดคิ้ว จ้องมองมาที่เซียวเฉวียนด้วยความไม่พอใจ
กินก็กิน จะไปกลัวพวกเขาทำไม เซียวเฉวียนมาเพื่อทานอาหาร ไม่ได้มาเพื่อเอาใจคนตระกูลฉิน เขาก็แค่รีบทานให้เสร็จ จากนั้นก็กลับไปแต่งบทกวีของเขาต่อ
คิดเช่นนั้นเขาก็นำเก้าอี้มานั่ง ยกตะเกียบและถ้วยขึ้น จากนั้นใช้ตะเกียบคีบอาหารจากช่องว่างเล็ก ๆ ที่เขานั่งอยู่
ดวงตาของฉินเฟิงเบิกกว้าง กล่าวออกมาทันใด “หยุดเดี๋ยวนี้! ใครอนุญาตให้เจ้าทานอาหาร?”
เซียวเฉวียนที่กำลังคีบไก่เข้าปากได้ยินเสียงดังกล่าว เขาเคี้ยวพร้อมกับกล่าวว่า “ท่านพี่ล้อเล่นอะไร ให้นั่งร่วมโต๊ะอาหารแต่ไม่ให้ทานอาหาร หรือท่านคิดว่าข้าเป็นพระซึ่งธาตุทั้งสี่ว่างเปล่า สามารถมีชีวิตอยู่ได้โดยไม่ต้องทานอาหาร?”
ทุกคนตกใจ คนอื่นต่างบอกว่าปกติแล้วเซียวเฉวียนเป็นคนขี้อาย เขามักจะกล่าวว่าตนเองเป็นบัณฑิตที่รักในการอ่านหนังสือ แต่ดูเหมือนเวลานี้ทุกอย่างที่กล่าวมาจะเป็นเพียงการเสแสร้ง เขาดูเหมือนเป็นคนพูดเก่ง โกหก ไม่มีท่าทางของบัณฑิตเลยแม้แต่น้อย
ฉินซูโหรวรู้สึกขยะแขยงขึ้นไปอีก ดวงตาทั้งสองข้างเต็มไปด้วยน้ำตา ดอกไม้ร่วงหล่นราวกับสายฝน เหมือนกับว่าพวกมันกำลังสงสารนางอยู่
นางไม่ได้ร้องไห้เพราะความโกรธ แต่นางร้องไห้ด้วยเรื่องที่สถานะของนางสูงส่ง แต่สามีของนางกลับมีสภาพเช่นนี้ หัวใจของนางรู้สึกไม่ได้รับความเป็นธรรมอย่างแท้จริง
ฉินเฟิงตบโต๊ะ “เซียวติ้ง! ไม่พูดคุยขณะเคี้ยว เข้านอนเมื่อถึงเวลานอน และไม่ส่งเสียงดังรบกวนผู้อื่น! พูดคุยกับผู้อาวุโส ควรพูดจาให้มีมารยาทและชัดเจน! เจ้าพูดไปเคี้ยวไป รู้ไหมว่ามันน่าขยะแขยงถึงเพียงใด?”
การพูดไปกินไปมันทำให้คนพวกนี้โกรธจนกลายเป็นเช่นนี้เลยงั้นหรือ?
โดยเฉพาะฉินหนาน นางขยะแขยงจนน้ำตาไหล ทั้งอายทั้งโกรธ
ฮ่าฮ่า เซียวเฉวียนขำจะตายอยู่แล้ว การเข้มงวดเช่นนี้ของตระกูลฉินมันก็ดูน่ารักไม่น้อย
เซียวเฉวียนยังถามออกมาว่า “ภรรยา เหตุใดเจ้าจึงร้องไห้?”
ฉินซูโหรวเห็นว่าเขายังคงไม่ปรับเปลี่ยน ยังคงอยู่ในท่าทางอวดดี นางหันหน้าหนี แอบเช็ดน้ำตาด้วยความเกลียดชังในโชคชะตา
แม้ว่านางหลั่งน้ำตา แต่นางก็ยังคงดูเหมือนนางฟ้า ทำให้เซียวเฉวียนที่จ้องมองตกตะลึงเล็กน้อย
ฉินหนานตบโต๊ะ “เจ้าคนแซ่เซียว อย่าพูดพล่อย ๆ ใครเป็นภรรยาของเจ้า? สภาพอย่างเจ้าคู่ควรอะไรกับพี่สาวของข้า? หากไม่ใช่เพราะจวนฉินของพวกเขาสงสารที่เจ้าไม่มีข้าวกิน วันนี้เกรงว่าเจ้าคงจะไม่ได้ทานข้าว!”
ฉินหนานเอาแต่พูดเรื่องความเมตตา เห็นได้ชัดว่าเขารังเกียจและอับอายในตัวของเซียวเฉวียนมาแค่ไหน แม้ฉินหนานกับฉินเป่ยจะเป็นฝาแฝดกัน แต่ก็สามารถแยกแยะได้อย่างง่ายดาย เนื่องจากฉินหนานมีไฝอยู่ตรงคิ้วขวา ส่วนฉินเป่ยไม่มี
เซียวเฉวียนหันศีรษะไปด้านข้างและยิ้มออกมาเล็กน้อย “อา? ขอถามหน่อยว่าหลังจากบูชาบรรพบุรุษแล้วถือว่าเป็นภรรยาของข้าหรือไม่ หรือต้องไปรอผู้หญิงอยู่หน้าประตูลานอี้หงทุกคนเช่นเจ้า ถึงจะเรียกว่าภรรยาได้? นี่เจ้ากำลังทำให้ข้าอับอายงั้นหรือ หรือว่ากำลังทำให้พี่สาวของเจ้าอับอาย?”
เจ้าเซียวเฉวียนตัวดี พูดจาโอ้อวดตอบโต้ยังพอทน แต่นี่กล้าเถียงเขาอย่างนั้นหรือ!
ฉินหนานโกรธจนตัวสั่น! เขาหันไปมองท่านยาย เรื่องของเขากับฉินเป่ยที่เกิดขึ้นภายนอก ท่านยาย ของเขาไม่รู้เรื่องพวกนี้!
แต่เซียวเฉวียนก็ยังไม่ปล่อยเข้าไป “น้องหนานปฏิบัติกับผู้หญิงพวกนั้นอย่างสุภาพ แม้ว่าพวกนางจะเป็นโสเพณีก็ยังไม่ถือสา เรียกพวกนางว่าภรรยา ดูเหมือนว่าการที่เจ้าไปยังลานอี้หง เจ้าต้องไปศึกษาเล่าเรียนเกี่ยวกับบทกวีและการขับร้องกับแม่นางเหล่านั้นเป็นแน่ ช่างใฝ่เรียนเสียจริง”
“เจ้า......เจ้า......” ฉินหนานและฉินเป่ยโกรธจนหน้าซีด แต่ไม่กล้าพูดอะไรออกมาแม้แต่คำเดียว เพราะเกรงว่าหลักฐานที่แท้จริงจะหลุดออกมาจากปากของเซียวเฉวียน
ท่าทางของคุณยายฉินดูเคร่งขรึม ดูจากท่าทางลุกลี้ลุกลนของฉินหนานและฉินเป่ย ปกติแล้วพวกเขาคงออกไปก่อเรื่องพวกนี้เป็นแน่!
บทที่ 5 ยกระดับขึ้น
ตระกูลฉินอบรมสั่งสอนกันมาเป็นรุ่นสู่รุ่น ชื่อเสียงการอบรมเลี้ยงดูอันเข้มงวดของพวกเขาโด่งดังไปทั่วเมืองหลวง
ฉินหนานและฉินเป่ยเป็นเช่นนี้ มันช่างเป็นความโชคร้ายของวงศ์ตระกูล
เดิมทีตระกูลเซียวมีอำนาจสูงส่งกว่าตระกูลฉิน เพียงแค่พวกเขาไม่ได้ร่ำรวยได้เพียงสามชั่วอายุคน
มีบทเรียนเรื่องเงินทองของตระกูลเซียวก่อนหน้านี้ คุณยายฉินกระตุ้นและเลี้ยงดูลูกหลานของนางเป็นอย่างดีมาโดยตลอด กำกับดูแลอย่างใกล้ชิด ไม่ยอมให้ออกนอกลู่นอกทาง
ตระกูลเซียวไม่เคยมีผู้ดีถือกำเนิด จึงต้องตกอยู่ในสภาพเช่นนี้ ดังนั้นตระกูลฉินจึงควรต้องระมัดระวังเรื่องพวกนี้ถึงจะถูก
“ฮึ......” คุณยายฉินระงับความโกรธ ไม่พูดออกมาแม้แต่คำเดียว ฉินหนานและฉินเป่ยตกใจจนก้มหน้าลงต่ำ
ท่านยายเข้มงวดมาโดยตลอด แน่นอนว่าพวกเขารู้ว่าโชคร้ายได้มาเยือนพวกเขาแล้ว ทั้งหมดเป็นเพราะเซียวเฉวียน!
ทุกคนมีความกังวลเป็นของตนเอง แต่ในสายตาของเซียวเฉวียนมีเพียงแค่อาหารเท่านั้น
ร่างกายนี้ของเซียวเฉวียนไม่ได้สัมผัสเนื้อมานานแล้ว กลิ่นเนื้ออันหอมหวานทำให้ร่างกายของเซียวเฉวียนรู้สึกตื่นเต้น
อาหารและเนื้อที่ดีขนาดนี้ มันราวกับว่าเป็นอาหารในงานเลี้ยงที่มีความมุ่งร้ายแอบแฝง
เหมือนกับคำพังเพยที่ว่า ขุนนางใหม่ต้องแสดงให้เห็นความสามารถก่อนถึงจะได้รับการยอมรับ วันนี้ที่คนตระกูลฉินเลี้ยงอาหารชั้นดีก็เพราะคิดไว้แล้วว่าจะจัดการกับเซียวเฉวียนอย่างไร
ในตอนที่เซียวเฉวียนยื่นตะเกียบออกไป คุณยายฉินก็ตีตะเกียบของเขาลง
“แกร๊ก......”
ตะเกียบของเซียวเฉวียนร่วงลงบนโต๊ะอาหาร คิ้วของเขาลุกเป็นไฟ “ไม่ทราบว่าท่านมีเรื่องอะไรจะสั่งสอนงั้นหรือ?”
สีหน้าของเขาดูดุร้าย ทำให้คุณยายฉินไม่พอใจเป็นอย่างมาก “ตระกูลฉินของข้ามีแต่คนมากความสามารถ ไม่มีคนไร้ประโยชน์ เวลานี้มีเพียงเจ้าที่เป็นปัญญาชน ไม่รู้ว่าหลังจากนี้เจ้ามีแผนจะทำอย่างไรต่อไป?”
คำถามนี้เป็นคำถามเกี่ยวกับแผนที่วางไว้ แต่ในความเป็นจริง สิ่งที่ต้องการสื่อคือเจ้าไม่มีอะไรเลย หลังจากนี้หากอยู่ในตระกูลฉินต่อไปควรเจียมตัวให้มากกว่านี้
“ข้าจะเข้าร่วมการทดสอบระดับชนบท”
เซียวเฉวียนตอบไปอย่างแน่วแน่ สีหน้าของทุกคนเปลี่ยนไป ฉินเฟิงตะโกนออกมาดังลั่น “เซียวเฉวียน อย่าหาว่าข้าหยาบคาย การตอบผู้อาวุโส เจ้าต้องเพิ่มคำว่า เรียนท่านยาย สามพยางค์นี้เข้าไปด้วย!”
ใบหน้าของฉินซูโหรวมืดมนยิ่งกว่าเดิม ในเวลานี้ฉินหนานเองก็แทบจะทนไม่ไหว การทดสอบระดับชนบท? ใครต่างก็รู้ว่าเซียวเฉวียนไม่มีชื่อในอันดับมาสามปีติดต่อกัน! เขากลายเป็นตัวตลกของเมืองหลวงไปตั้งนานแล้ว!
เส้นทางการทดสอบระดับชนบท สำหรับเซียวเฉวียนแล้ว มันเป็นเส้นทางที่เป็นไปไม่ได้มากที่สุด!
ฉินหนานละทิ้งความรู้สึกแห่งความพ่ายแพ้เมื่อครู่ออกไป คว้าโอกาสเย้ยหยันออกมาว่า “เซียวเฉวียน เจ้ายังคิดว่าตนเองเป็นบุตรแห่งสวรรค์ผู้ภาคภูมิใจอย่างนั้นหรือ? เก่งและมีความสามารถแต่เกิดผิดเวลา? เจ้าล้มเหลวในการสอบมาสามปีติดแล้ว!”
“ใช้เวลาสามปีแต่ยังสอบไม่ผ่าน! ในเมืองหลวงแห่งนี้ก็มีเจ้าเป็นคนแรก! หากข้าเป็นเจ้า ข้าคงเอาหัวไปชนกำแพงตายไปตั้งนานแล้ว! ยังจะมีหน้าไปสอบอีกงั้นหรือ! ฮ่าฮ่า!”
ฉินเป่ยที่อยู่ข้าง ๆ เองก็หัวเราะออกมา
ใบหน้าของฉินซูโหรวไร้ซึ่งความรู้สึก ความอับอายของเซียวเฉวียนราวกับว่ามันไม่เกี่ยวข้องอะไรกับนาง
“เซียวเฉวียน ข้ากับน้องสี่เองก็จะไปเข้าร่วมการทดสอบระดับชนบทในปีนี้ เมื่อถึงเวลาข้าได้เข้าเรียน เจ้าก็จะได้เห็นว่าแผ่นรายชื่อของจักรพรรดิเป็นเช่นไร”
แม้ในปัจจุบันราชวงศ์เว่ยจะทำการเลือกนักปราชญ์ปีละครั้ง แต่ก็เป็นเรื่องยากสำหรับครอบครัวยากจนที่จะสร้างผู้มีเกียรติอันสูงศักดิ์ มีเพียงผู้มีอำนาจเท่านั้นที่สามารถส่งลูกหลานเข้าไปในพระราชวังได้
เห็นเซียวเฉวียนไม่พูดอะไร ฉินหนานกลอกตา “วันนี้หากไม่เรียกเจ้ามาทานอาหาร เจ้าคงไม่รู้ด้วยซ้ำว่ารสชาติของเนื้อนั้นเป็นอย่างไร! คนอย่างเจ้ายังคิดที่จะเข้าร่วมการทดสอบระดับชนบท อวดดีเสียจริง!”
“คนอย่างเจ้าจะไหวงั้นหรือ?” ฉินหนานพ่นลมหายใจออกมา เซียวเฉวียนตอบกลับไปอย่างเฉยเมย “ไหวไม่ไหว ถึงเวลาเปิดใบลำดับก็รู้เองไม่ใช่หรือ แต่ยังไงข้าก็ดีกว่าคนที่ไม่มีความรู้และความสามารถอย่างเจ้า”
“เจ้า!” ฉินหนานถูกทำให้อับอายเป็นครั้งที่สอง หากเป็นคนธรรมดาคงรู้สึกละอายใจจนอยากจะเอาหัวไปฝังดิน
อย่างไรก็ตาม ใบหน้าของเซียวเฉวียนยังคงไม่แยแส ไม่มีร่องรอยของความหวาดกลัวใด ๆ
ฉินหนานไม่มีความรู้และความสามารถ คุณยายฉินไม่รู้เรื่องนี้ แต่แน่นอนว่าฉินซูโหรวและเหล่าพี่น้องคนอื่นรู้เรื่องนี้ดี
ฉินซูโหรวผู้ซึ่งรักในตัวน้องชายกระแอมออกมา ใช้ตะเกียบคีบผักไว้ในถ้วยของฉินหนาน จากนั้นกล่าวออกมาว่า “หนานเออร์ อย่าไปสนใจเขา ทานอาหาร นี่คือเป็นที่ข้าสั่งให้พ่อครัวทำให้เจ้าเป็นพิเศษ”
“ขอบคุณพี่สาว” ฉินหนานรีบถอนตัวอย่างรวดเร็ว คนปากร้ายอย่างเซียวเฉวียน เขาไม่สามารถต่อกรได้
คนของตระกูลฉินมีความสุข เซียวเฉวียนที่ทานอิ่มแล้วก็ไม่สนใจที่จะเถียงกับคนพวกนี้อีกต่อไป
อีกอย่างตะเกียบก็ถูกตีตกไปแล้ว เซียวเฉวียนหมดความสนใจในอาหารมื้อนี้
เซียวเฉวียนยืนขึ้นด้วยสีหน้าเฉยเมย ไม่เย่อหยิ่งหรือถ่อมตัว “ข้าทานอิ่มแล้ว ไม่ขอรบกวนเรื่องอาหาร ข้าขอตัวก่อน”
ภายใต้ความประหลาดใจของทุกคน เซียวเฉวียนสะบัดแขนเสื้อแล้วจากไป
“ไร้มารยาท! ท่านยายอนุญาตให้เจ้าไปแล้วงั้นหรือ!”
ฉินเฟิงตบโต๊ะอาหาร ถ้วยแกงบนโต๊ะอาหารหกเลอะเทอะ แต่เซียวเฉวียนก็แค่โบกมือลาโดยไม่หันกลับมา
ภายใต้ความสง่างาม เซียวเฉวียนกำหมัดแน่น ลูกผู้ชายจะไม่ทานอาหารของผู้อื่น ต้องมีสักวันหนึ่งที่เขา เซียวเฉวียน จะต้องหยิบตะเกียบขึ้นมาอย่างสง่าผ่าเผย!
บทต่อไป การสอบระดับชนบท
👀👀👀
ดาวน์โหลดเดี๋ยวนี้ #ReadMe-new อ่านฉบับเต็มของหนังสือเล่มนี้!✅
ชื่อหนังสือ👉"ซูเปอร์ลูกเขย "👈
00:22
Nov 15, 2023 - Nov 16, 2023
“Ta nhất quyết không đồng ý!”
Trong đại điện gia tộc họ Diệp, gia chủ gia tộc họ Diệp là Diệp Tiêu tức giận nhìn thanh niên trước mặt: “Ngươi muốn từ bỏ vị trí thế tử sao? Ta nói cho ngươi biết, ngươi nên từ bỏ ý định này đi!”
Người thanh niên nói với vẻ mặt chua xót, bất lực: “Tộc trưởng, bây giờ ta không có tu vi, thật sự không thích hợp làm người thừa kế gia tộc họ Diệp!”
Diệp Tiêu khẽ thở dài, nhẹ giọng nói: “Nhóc con, từ năm mười hai tuổi ngươi đã bắt đầu giúp gia tộc tranh giành mỏ linh thạch, đến nay đã giúp gia tộc giành được ba mươi sáu mỏ linh thạch! Lúc gia tộc họ Diệp ở thời kỳ đỉnh cao cũng chỉ có chín mỏ, ngươi đã giúp gia tộc họ Diệp lấy thêm hai mươi bảy mỏ! Có thể nói gia tộc họ Diệp có được ngày hôm nay đều là dựa vào ngươi! Mặc dù bây giờ ngươi đã mất đi tu vi, nhưng ngươi vẫn là công thần số một của gia tộc họ Diệp! Lúc này, nếu ta bãi bỏ vị trí thế tử của ngươi, sẽ làm mất lòng đệ tử gia tộc họ Diệp! Sẽ bị những thế gia khác coi thường, người ngoài sẽ nói gia tộc họ Diệp qua cầu rút ván, nói Diệp Tiêu ta lòng lang dạ sói!”
Người thanh niên nghiêm túc đáp: “Gia chủ, bây giờ ta không còn tu vi, thật sự rất khó đảm nhiệm trọng trách lớn! Ngài hãy cho ta được toại nguyện, để ta rút lui đi!”
Diệp Tiêu cười đáp: “Ngươi không cần lo về chuyện tu vi, cứ từ từ khôi phục, gia tộc họ Diệp sẽ đợi ngươi, mất bao nhiêu thời gian cũng đợi!”
Người thanh niên bất lực không nói nên lời.
Sau khi người thanh niên rời đi, Diệp Tiêu nhìn theo bóng lưng của hắn, trong mắt hiện lên vẻ lo lắng.
Người thanh niên mất đi tu vi, chắc hẳn là áp lực rất lớn.
...
Sau khi rời khỏi đại diện, người thanh niên còn chưa đi được bao xa thì phía xa đột nhiên xuất hiện hai người đàn ông.
Lúc người mặc áo trắng đi đầu nhìn thấy người thanh niên, vội vàng tiến lên cúi đầu chào: “Diệp Quân ca!”
Người thanh niên tên Diệp Quân gác lại suy nghĩ, cười nói: “Diệp Khải đệ, đệ… đã đạt tới cửu cảnh đỉnh cao rồi sao?”
Diệp Khải cười nói: “Đúng vậy!”
Diệp Quân nói tiếp: “Hay là đệ làm thế tử đi!”
Nghe vậy, Diệp Khải giật nảy mình, vội vàng nói: “Không không! Diệp Quân ca, huynh đừng đùa!”
Diệp Quân nghiêm túc nói: “Đệ và Diệp Mãn đệ đều đã đạt cửu cảnh đỉnh cao, muốn đạt tới cảnh giới Tiên Thiên cũng không khó, đệ và đệ ấy hoàn toàn có thể trở thành thế tử!”
Diệp Khải lại lắc đầu, xua tay nói: “Diệp Quân ca, ta biết huynh suy sụp về chuyện tu vi đột nhiên biến mất, ta chỉ muốn nói đời người có lúc cao lúc thấp, lúc thuận lợi không nên kiêu ngạo, lúc gặp khó khăn phải suy nghĩ kỹ càng, ta tin rằng một ngày nào đó huynh sẽ thành công! Huynh đừng nhắc đến chuyện ta làm thế tử nữa! Lời này mà truyền ra ngoài thì người ngoài sẽ nghĩ rằng huynh đệ gia tộc họ Diệp chúng ta bất hòa đấy!”
Diệp Quân lại thở dài.
Sau khi Diệp Quân rời đi, chàng trai bên cạnh Diệp Khải nghiêm nghị nói: “Diệp Khải ca, huynh có thể làm thế tử mà!”
Diệp Khải lắc đầu: “Diệp Quân ca vừa gặp khó khăn, ta mà đạp lên thì huynh đệ trong gia tộc sẽ nghĩ ta thế nào? Gia chủ và các trưởng lão sẽ nghĩ ta ra sao?”
Vừa nói y vừa nhìn theo bóng lưng của Diệp Quân, khẽ nói: “Hơn nữa, ngươi cho rằng người ta không thể đứng lên lần nữa sao?”
Chàng trai do dự rồi nói: “Nhưng ta nghe nói Diệp Mãn và ông của hắn sắp hành động rồi!”
Diệp Khải bình tĩnh nói: “Có dũng khí đấy! Nếu hắn thành công thì sau này sẽ phải gọi hắn là Diệp Mãn ca!”
Chàng trai hỏi: “Nếu thất bại thì sao?”
Diệp Khải nói tiếp: “Giết cả nhà!”
Chàng trai: “…”
Diệp Khải nhìn chàng trai: “Lần sau gặp Diệp Quân ca phải tôn trọng hơn, lúc người ta ở đỉnh cao, chúng ta không nịnh bợ, lúc người ta khó khăn, chúng ta cũng không thể dẫm đạp!”
Chàng trai khẽ gật đầu: “Biết rồi ạ!”
…
Sau khi rời khỏi gia tộc họ Diệp, Diệp Quân đến thẳng gia tộc họ Nạp Lan.
Hủy hôn!
Hắn và tiểu thư gia tộc họ Nạp Lan là Nạp Lan Ca có hôn ước, đây vốn là giao ước của hai bên gia tộc.
Nhưng bây giờ hắn đã mất hết tu vi, trở thành một người bình thường, vì vậy không muốn người ta lỡ dở tuổi xuân.
Một lát sau, Diệp Quân đã đến gia tộc họ Nạp Lan.
Trong đại điện, Diệp Quân ngồi yên lặng.
Lúc này, một cô gái chậm rãi bước vào.
Nạp Lan Ca mặc một chiếc váy trắng, khuôn mặt xinh đẹp, đặc biệt là dáng người quyến rũ đủ để khiến bất cứ chàng trai nào cũng phải đắm chìm.
Trên tay cô là một cuốn sách cổ.
Nạp Lan Ca.
Phía Bắc Nam Châu, Nạp Lan là đẹp nhất.
Một trong hai đại mỹ nữ ở Nam Châu.
Bên cạnh Nạp Lan Ca còn có một ông lão mặc đồ đen.
Nạp Lan Ca ngồi xuống trước mặt Diệp Quân, Diệp Quân nhanh chóng lấy ra văn thư định hôn đặt trước mặt Nạp Lan Ca: “Nạp Lan cô nương, ta đến để từ hôn! Muội yên tâm, ta là người biết rõ mình là ai, ta tuyệt đối sẽ không bám lấy muội, ta giao văn thư này cho muội, từ nay về sau, chúng ta không liên quan gì nữa!”
Nói xong, hắn đặt văn thư định hôn xuống, quay người bỏ chạy.
Nạp Lan Ca đột nhiên nói: “Đợi đã!”
Diệp Quân dừng lại, quay đầu nhìn Nạp Lan Ca với vẻ khó hiểu.
Nạp Lan Ca lấy ra một chiếc hộp và đưa cho hắn.
Diệp Quân hơi khó hiểu.
Nạp Lan Ca nói: “Trong hộp là một viên Hỗn Nguyên Đan, ta không biết cơ thể huynh có vấn đề gì, nhưng ta hy vọng có thể giúp được huynh!”
“Tiểu thư!”
Sắc mặt ông lão bên cạnh thay đổi: “Viên đan dược linh phẩm này là Phí đạo sư cho cô để tu luyện, vô cùng quý hiếm trong thư viện Quan Huyên, cô…”
Nạp Lan Ca quay đầu liếc nhìn ông lão áo đen, sắc mặt ông lão áo đen trở nên khó coi, không dám nói thêm nữa.
Diệp Quân sững sờ nhìn chiếc hộp trước mắt một lúc.
Linh phẩm?
Đan dược được chia thành từ hạng một đến hạng chín, trên hạng chín là nhân phẩm, mà trên nhân phẩm là linh phẩm, một viên đan dược linh phẩm có giá ít nhất là hai mươi nghìn linh tinh.
Hắn là thế tử, tiền tiêu hàng tháng ở Diệp phủ cũng chỉ có một trăm linh tinh.
Đan dược linh phẩm có giá hai mươi nghìn linh tinh thực sự quá quý giá.
Diệp Quân nhìn chiếc hộp trước mặt với vẻ kinh ngạc.
Nạp Lan Ca đặt văn thư định hôn vào tay Diệp Quân, nhẹ nhàng nói: “Nếu viên đan dược này không có tác dụng thì ta sẽ dẫn huynh đến thư viện Quan Huyên nhờ đạo sư của ta kiểm tra sức khỏe cho huynh!”
Diệp Quân do dự hồi lâu mới nói: “Nạp Lan cô nương, cái này…”
Nạp Lan Ca nhìn Diệp Quân, cười nói: “Cố lên!”
Dứt lời, cô quay người rời đi.
Diệp Quân nhìn văn thư định hôn trước mặt, hồi lâu không nói gì.
Trong nội điện.
Ông lão áo đen bên cạnh Nạp Lan Ca nói với vẻ mặt u ám: “Tiểu thư, tại sao cô không đồng ý với cậu ta? Bây giờ cậu ta đã mất đi tu vi, đồng nghĩa với việc chỉ là một người bình thường, hơn nữa, theo tôi được biết, cậu ta sắp bị thư viện Quan Huyên đuổi học, một khi cậu ta bị đuổi học thì sẽ chẳng còn giá trị gì nữa. Đến lúc đó, gia tộc họ Diệp cũng sẽ vứt bỏ cậu ta. Nhưng cô thì khác, cô không chỉ trở thành đệ tử thân truyền của Phí đạo sư, mà còn đánh thức thể chất Thánh Linh trong truyền thuyết, sau này chắc chắn sẽ trở thành đệ tử đứng đầu trong thư viện Quan Huyên. Có thể nói, cô và cậu ta không cùng một thế giới, cô…”
Nạp Lan Ca quay người tát mạnh một bạt tai.
Bộp!
Tiếng tát chói tai vang lên, mặt phải của ông lão áo đen đỏ bừng và sưng tấy.
Ông lão áo đen kinh ngạc nói: “Tiểu thư…”
Nạp Lan Ca liếc nhìn Diệp Quân bằng ánh mắt kiên định: “Đừng nói huynh ấy chỉ mất đi tu vi, cho dù huynh ấy mất đi tính mạng thì cả đời này ta vẫn sẽ gả cho huynh ấy, huynh ấy là đàn ông, ta sẽ ở dưới, huynh ấy là phụ nữ, ta sẽ ở trên, chẳng có gì to tát cả, ta ở trên hay dưới đều được!”
Ông lão áo đen bối rối nói: “Tiểu thư, cô thích gì ở cậu ta chứ?”
Nạp Lan Ca nhìn ông lão áo đen nói: “Đẹp trai, sống tốt!”
Nói xong, cô quay người rời đi.
Ông lão áo đen sững sờ.
…
Sau khi trở về biệt viện của mình, Diệp Quân bước vào phòng, sau đó ngồi khoanh chân trên mặt đất, lấy ra một tòa tháp màu đen.
Hắn chắp tay trước ngực, linh khí xung quanh lập tức tập trung về phía hắn, nhưng sau khi những huyền khí này tiến vào cơ thể hắn, không hề bị hắn hấp thụ mà biến mất sạch sẽ.
Một lúc sau, Diệp Quân mới mở mắt, bồn chồn nói: “Tháp gia, đủ chưa?”
Một lát sau, Tiểu Tháp lên tiếng: “Đủ rồi!”
Diệp Quân hưng phấn nói: “Tháp gia, vậy tôi có thể khôi phục tu vi rồi phải không?”
Một tháng trước, tu vi của hắn đột nhiên biến mất, sau đó mới biết nguyên nhân do Tiểu Tháp này, nó nói với hắn rằng mỗi ngày hắn phải tu luyện cung cấp huyền khí cho nó, khi nó tỉnh lại thì sẽ có lợi ích rất lớn.
Nhưng hắn không hề quan tâm đến bất kỳ lợi ích nào cả, hắn chỉ muốn nhanh chóng khôi phục tu vi, nếu không thì áp lực sẽ rất lớn.
Hắn từ bỏ ngôi vị thế tử và hủy bỏ hôn ước vì muốn được thoải mái một chút. Trong gia tộc họ Diệp cũng có người thèm khát ngôi vị thế tử, mà người theo đuổi Nạp Lan Ca có thể xếp hàng từ phía Nam của Nam Châu đến phía Bắc Nam Châu.
Hắn đã có thể hình dung ra những khó khăn trong cuộc sống mà hắn sắp phải đối mặt.
Nhưng điều quan trọng nhất là hắn không biết Tiểu Tháp này muốn hút huyền khí của hắn bao lâu, nếu nó hút một hai năm thì…
Vì vậy hắn muốn sống buông thả chút.
Nhưng bây giờ ngôi vị thế tử vẫn chưa bị thu hồi, hôn ước vẫn chưa hủy bỏ.
Áp lực vô cùng lớn.
Lúc này, Tiểu Tháp màu đen đột nhiên run rẩy kịch liệt, sau đó, một luồng sức mạnh lớn hút Diệp Quân vào trong Tiểu Tháp.
Diệp Quân chỉ thấy bầu trời quay cuồng, ngay sau đó, hắn xuất hiện trong một bầu trời đầy sao rộng lớn vô biên.
Diệp Quân hơi bối rối.
Lúc này, phần cuối của tinh hà đột nhiên mở ra, sau đó một thanh kiếm từ nơi sâu nhất của bầu trời bay tới, mỗi nơi thanh kiếm đi qua, tinh hà cuộn trào, sau đó hủy diệt từng chút một.
Nhìn thấy cảnh này, sắc mặt Diệp Quân lập tức thay đổi.
Mẹ kiếp!
Ông đây muốn nghỉ ngơi chứ không muốn chết!
Hắn đang định chạy trốn thì thanh kiếm đã phóng đến giữa lông mày hắn.
Rầm!
Cả người Diệp Quân run rẩy, cứng đờ tại chỗ.
Hắn nhìn thấy một cô gái ở tận cùng tinh hà.
Cô gái có mái tóc dài, mặc một chiếc váy suông, ánh mắt thờ ơ như tất cả chúng sinh chỉ như lũ kiến.
Cô gái mặc váy suông nhìn Diệp Quân: “Từ nay về sau, ta sẽ là người bảo vệ ngươi, ngươi có ý kiến gì không?”
Vừa dứt lời, thanh kiếm đã chạm vào lông mày của Diệp Quân.
Diệp Quân sững sờ: “Không…”
Cô gái mặc váy suông quay đầu nhìn về phía tận cùng vũ trụ, sau đó, ở tận cùng vũ trụ, vô số lá bùa màu đỏ như máu rơi xuống, toàn bộ vũ trụ đều bốc cháy.
Mỗi một lá bùa máu đại diện cho một loại đại đạo tối cao.
Hàng trăm triệu đại đạo đều đang rơi xuống.
Cô gái mặc váy suông bước từng bước về phía vô số đại đạo rơi xuống, chiếc váy suông kia cũng dần biến thành màu đỏ như máu.
Ở cuối hàng trăm triệu đại đạo, có thể lờ mờ thấy một người đàn ông đang nằm yên, đôi mắt khẽ nhắm nghiền, không còn hơi thở.
…
Không biết bao lâu sau, Diệp Quân đột nhiên mở mắt ra.
Lúc này, hắn đang ở bên một bờ biển, bên cạnh hắn đặt một thanh kiếm, trên chuôi kiếm khắc hai chữ: Hành Đạo!
Một giọng nói vang lên: “Tỉnh rồi à?”
Diệp Quân vội vàng nói: “Tháp gia!”
Tiểu Tháp nói: “Ngươi ở trong thế giới của ta! Ở đây mười năm bằng bên ngoài một ngày”.
Diệp Quân bất ngờ: “Đó là thế giới trong tháp?”
Tiểu Tháp nói: “Đúng vậy!”
Diệp Quân đang định nói tiếp thì Tiểu Tháp đã lên tiếng: “Ngươi là hy vọng cuối cùng của ta!”
Hy vọng cuối cùng?
Diệp Quân nhíu mày, vừa định nói thì cảm nhận được cái gì đó, trong lòng sững sờ.
Tu vi được khôi phục rồi!
Diệp Quân vô cùng vui mừng.
Tiểu Tháp nói: “Có hứng thú với kiếm tu không?”
Kiếm tu!
Diệp Quân vội vàng gật đầu: “Có, rất có hứng thú!”
Kiếm tu đấy! Bây giờ ở Nam Châu vô cùng hiếm.
Bởi vì hơn hai mươi triệu năm trước, không biết vì lý do gì, kiếm đạo và võ đạo đã xuất hiện khoảng cách, từ đó về sau rất ít kiếm tu, đến bây giờ lại càng hiếm hơn.
Trăm năm qua ở thành Hoang Cổ, ngay cả một kiếm tu cũng chẳng có.
Tiểu Tháp nói: “Truyền thừa kiếm đạo đã được dung hợp vào trong thanh kiếm, nhưng thực lực của ngươi quá yếu, vì vậy chỉ có thể mở khóa từng cấp bậc một thôi!”
Kiếm!
Diệp Quân vội vàng cầm thanh kiếm bên cạnh lên, phấn khởi nói: “Tháp gia, thanh kiếm này lợi hại không?”
Tiểu Tháp nói: “Hành Đạo Hành Đạo, thay trời hành đạo! Ngươi cầm thanh kiếm này, cả đời sẽ không bị ảnh hưởng bởi nhân quả, không rơi vào luân hồi, mọi định luật đều có thể phá vỡ, mọi đạo đều có thể hủy diệt!”
Diệp Quân chớp mắt: “Có phải nghịch thiên quá rồi không?”
Tiểu Tháp nói: “Tầm nhìn của ngươi thật hạn hẹp!”
Diệp Quân sững sờ.
Tiểu Tháp nói tiếp: “Cái gọi là thiên đạo, thật ra có thể phá hủy chỉ bằng một cái búng tay!”
Diệp Quân: “…”
Diệp Quân cực kỳ phấn khích nhìn thanh kiếm trong tay.
Thật ra hắn không hiểu những gì Tiểu Tháp nói cho lắm, hắn chỉ biết hắn có thể trở thành kiếm tu.
Kiếm tu đấy!
Bây giờ Nam Châu thật sự có quá ít kiếm tu.
Vì truyền thừa về kiếm đạo gần như đã biến mất, cũng chỉ có thư viện Quan Huyên và vài thế gia siêu cấp ở Nam Châu có khả năng có truyền thừa về kiếm đạo.
Nếu hắn có thể trở thành kiếm tu thì quả thật quá đỉnh!
Lúc này Tiểu Tháp bỗng nói: “Tu luyện thuật ngự kiếm đi”.
Diệp Quân gật đầu: “Được, được!”
Lúc này một thông tin bỗng đi vào trong đầu hắn: “Bản thân kiếm là sắt, bởi vì nắm giữ mà có linh tính, vì tim mà động, vì máu mà sống, mà nó chết vì không có ý niệm. Thuật ngự kiếm là điều chỉnh hơi thở, ôm trọn làm một, khiến người ta hợp nhất với kiếm, lặp đi lặp lại, sinh mệnh vô tận...”
Một lúc sau, Diệp Quân ngồi khoanh chân lại bắt đầu tu luyện.
Được Tiểu Tháp hướng dẫn, tốc độ tu luyện của hắn vô cùng đáng sợ.
...
Một tháng sau.
Diệp Quân đứng lên hòn đá bên bờ biển, gió biển thổi vào làm áo hắn phồng lên.
Lúc này Diệp Quân chỉ vào một điểm: “Lên”.
Vèo!
Thanh kiếm Hành Đạo đó bỗng bay lên trời đi vào trong từng đám mây.
Diệp Quân híp mắt làm động tác cắt ngang.
Vụt!
Kiếm Hành Đạo mang theo kiếm quang xé toạc tầng mây.
Diệp Quân nhếch môi, liên tục vạch từng đường trong không trung, kiếm Hành Đạo liên tục mang theo kiếm quang xẹt qua bầu trời.
Một lúc lâu sau, Diệp Quân cảm nhận được huyền khí bị hao tổn, lập tức dừng lại, hắn phấn khích nói: “Tháp gia, ta thành công rồi”.
Tiểu Tháp nói: “Bây giờ ngươi có thể rời đi được rồi, ta phải tu dưỡng một thời gian”.
Diệp Quân nhíu mày: “Tháp gia, ngươi bị thương sao?”
Tiểu Tháp nói: “Ừ, nếu không cũng sẽ không hút huyền khí của ngươi. Ngươi phải nghĩ cách giúp ta lấy được nhiều linh tinh một chút, loại cực phẩm nhất đó”.
Diệp Quân còn muốn hỏi gì đó, hắn bỗng cảm thấy hoa mắt, sau đó hắn đã xuất hiện trong biệt viện.
Diệp Quân nhìn trong tay, kiếm Hành Đạo vẫn còn.
Thấy thế Diệp Quân lại nhìn xem tu vi của mình, lúc nhận ra tu vi vẫn còn, hắn thở phào.
Không phải nằm mơ.
Quả thật không phải mơ.
Dường như nghĩ đến gì đó, hắn đưa mắt nhìn xung quanh, lúc này trời tờ mờ sáng, nói cách khác Tháp gia không nói dối, mười năm trong tháp bằng một ngày ở thế giới bên ngoài.
Đúng là chấn động thật!
Mọi chuyện cứ như là mơ.
Nhìn kiếm trong tay, Diệp Quân bật cười, tu vi không chỉ khôi phục mà còn trở thành kiếm tu, đúng là niềm vui bất ngờ cực lớn.
Đúng lúc này, một ông lão bỗng từ đằng xa đi đến.
Diệp Quân vội cất kiếm Hành Đạo vào.
Vẫn không thể nói cho người khác biết chuyện trở thành kiếm tu này.
Trước kia Nam Châu từng xuất hiện một thanh kiếm linh, sau đó dẫn đến một trận chiến thảm, rất nhiều đại tộc điên cuồng tranh giành, cuối cùng thư viện Quan Huyên cũng gia nhập vào.
Nếu chuyện mình trở thành kiếm tu bị lộ ra ngoài, chắc chắn sẽ gây ra tai họa lớn cho hắn và gia tộc họ Diệp.
Ông lão nhanh chóng đi đến trước mặt Diệp Quân: “Thế tử, Tống Từ đạo sư của thư viện Quan Huyên đến rồi”.
Thư viện Quan Huyên!
Diệp Quân sửng sốt, hơi bất ngờ, hắn không nghĩ nhiều bèn gật đầu: “Ừ”.
Nói xong, hắn và ông lão rời khỏi đó.
…
“Diệp Quân công tử, thật xin lỗi, sau khi thư viện Quan Huyên bọn ta bàn bạc, cuối cùng bọn ta quyết định hủy tư cách tuyển thẳng của ngươi”.
Trước phủ đệ gia tộc họ Diệp, một ông lão mặc đồ xám nhìn thanh niên trước mặt, ánh mắt hiện lên vẻ tiếc nuối.
Thanh niên trước mặt tên là Diệp Quân, thiên tài giỏi nhất từ xưa đến nay ở thành Hoang Cổ, năm đó chưa đến sáu tuổi đã đột phá khỏi những ràng buộc xác thịt cửu cảnh, đạt đến cảnh giới Tiên Thiên, mười tuổi đột phá cảnh giới Tiên Thiên, đạt đến cảnh giới Thần Anh, tu luyện Thần Anh, mười sáu tuổi đột phá ràng buộc bản ngã đạt đến cảnh giới Chân Pháp, tu luyện thuật Thần Pháp.
Dù ở cả Nam Châu thì tài năng như vậy cũng cực kỳ hiếm thấy chứ đừng nói là thành Hoang Cổ.
Thế nên thư viện Quan Huyên đưa ra đãi ngộ cao nhất, không cần khảo sát, không cần kiểm tra, gia nhập thẳng vào thư viện Quan Huyên, hơn nữa một khi vào thư viện thì được một đạo sư cao cấp chỉ đứng sau viện trưởng chỉ dạy.
Tiếc là một tháng trước, có lẽ là ông trời cũng đố kỵ anh tài, tu vi của thanh niên này bỗng biến mất, trở thành người bình thường.
Đã là người bình thường thì tất nhiên không thể nhận được đãi ngộ đặc biệt của thư viện Quan Huyên nữa.
Thư viện không thu nhận người bình thường.
Diệp Quân sửng sốt khi nghe Tống Từ nói thế, sau đó nói: “Tống Từ đạo sư, có phải còn một tháng nữa mới khai giảng không?”
Tống Từ gật đầu: “Đúng thế”.
Diệp Quân do dự một chốc rồi nói: “Thật ra, tu vi của ta…”
Tống Từ bỗng ngắt lời: “Không giấu gì ngươi, bọn ta đã đưa vị trí này cho Lý Xuyên công tử của nhà họ Lý rồi”.
Diệp Quân sửng sốt.
Lý Xuyên.
Thiên tài siêu cấp của nhà họ Lý, dĩ nhiên một tháng trước vị thiên tài siêu cấp này mới chỉ có thể nói rất bình thường khi ở trước mặt Diệp Quân.
Tống Từ nhìn Diệp Quân: “Diệp công tử, cuộc thi võ mười năm một lần sắp đến, thư viện bọn ta cần một thiên tài đến tranh vị trí tốt cho bọn ta, từ đó giành lấy tài nguyên giáo dục tốt hơn cho tổng viện. Tất nhiên trước kia ngươi là người thích hợp nhất, nhưng bây giờ… thứ lỗi cho ta nói thẳng, bây giờ ngươi đến thư viện không có lợi ích gì, mặc dù nói hơi khó nghe nhưng đây là sự thật”.
Nói rồi ông ta giơ tay phải ra: “Diệp công tử, mong ngươi trả thẻ bài gỗ của thư viện Quan Huyên cho ta”.
Diệp Quân khẽ cười: “Được”.
Hắn vừa nói vừa lấy thẻ Quan Huyên biểu thị thân phận học viên của thư viện Quan Huyên đưa cho Tống Từ.
Đối phương đã nói như thế, tất nhiên hắn không thể mặt dày van xin được.
Tống Từ nhận lấy thẻ bài gỗ, không nói nhiều thêm một lời, xoay người rời đi.
Tống Từ vừa đi, một đệ tử gia tộc họ Diệp lưng hơi gù bỗng phấn khích chạy vào trong tộc, vừa chạy vừa hét: “Đại trưởng lão, thế tử Diệp Quân bị hủy tư cách nhập học rồi, hắn bị hủy tư cách nhập học rồi! Ha ha ha…”
Diệp Quân: “…”
Không lâu sau, một ông lão bỗng chạy ra từ đại điện, ông ta chạy đến trước mặt Diệp Quân: “Thế… Diệp Quân, Đại trưởng lão dùng đặc quyền của trưởng lão mở cuộc họp gia tộc ở nhà thờ tổ, bảo ngươi đến đó ngay”.
Diệp Quân bình tĩnh nói: “Muốn tước vị trí thế tử của ta sao?”
Ông lão do dự rồi nói: “Ta không biết”.
Diệp Quân gật đầu, sau đó đi về phía nhà thờ tổ.
Nhà thờ tổ của Diệp phủ.
Diệp Quân vừa bước vào đã thấy tộc trưởng gia tộc họ Diệp – Diệp Tiêu đập bàn: “Bãi bỏ vị trí thế tử của Diệp Quân ư? Ta không đồng ý”.
Diệp Quân sửng sốt.
Hắn nhìn vào trong nhà thờ tổ, lúc này các trưởng lão Diệp phủ đã đến đông đủ.
Người ngồi vị trí đầu là Diệp Tiêu – tộc trưởng gia tộc họ Diệp, bên dưới phía bên trái là Đại trưởng lão.
Lúc này mọi người đều nhìn về phía Diệp Quân vừa bước vào, vẻ mặt cực kỳ phức tạp.
Một thiên tài đang bình thường tại sao lại trở thành một người vô dụng?
Diệp Quân nhìn Diệp Tiêu rồi chào nói: “Bái kiến tộc trưởng”.
Nhìn thấy Diệp Quân, Diệp Tiêu gật đầu, vẻ mặt hòa dịu hơn nhiều: “Ngồi đi”.
Một thị vệ lập tức đem một cái ghế đến.
Diệp Quân vừa ngồi xuống, Đại trưởng lão bên cạnh bỗng nói: “Tộc trưởng, bây giờ Diệp Quân có tài có đức gì mà có thể trở thành thế tử gia tộc họ Diệp?”
Mọi người nhìn Đại trưởng lão, Đại trưởng lão đứng lên nhìn Diệp Quân ngồi bên dưới: “Ta công nhận mấy năm nay Diệp Quân từng liều mạng, đổ máu vì gia tộc, bây giờ gia tộc có ba mươi sáu mỏ linh thạch, Diệp Quân cũng có công rất nhiều. Nhưng hiện giờ hắn không còn tu vi, chỉ là một người bình thường chẳng có gì hơn. Nếu tiếp tục để hắn làm thế tử của gia tộc họ Diệp, gia tộc họ Diệp sẽ trở thành trò cười cho cả thành Hoang Cổ. Hơn nữa thế tử gia tộc họ Diệp không phải là vật cầu may mắn, đó là người có thể lập công dựng nghiệp cho gia tộc họ Diệp, thử hỏi xem bây giờ Diệp Quân còn có khả năng này không?”
Nói năng có khí phách!
Trong nhà thờ tổ, các trưởng lão đều im lặng không nói.
Diệp Quân nhìn mọi người không lên tiếng.
Hắn muốn xem thử sau khi mình mất đi thực lực, có bao nhiêu người thật lòng với mình, có bao nhiêu người sẽ giậu đổ bìm leo.
Chỉ có lúc con người sa sút mới có thể nhìn rõ người bên cạnh mình.
Khi một người đánh mất vinh quang và quyền lực, những người bên cạnh đều sẽ lộ nguyên hình.
Sắc mặt Diệp Tiêu tái mét: “Đại trưởng lão, ông cũng nói Diệp Quân có công với gia tộc họ Diệp, vậy tôi hỏi ông, bây giờ nó vừa bị thư viện Quan Huyên cho thôi học, gia tộc họ Diệp đã ruồng bỏ nó ngay, hành vi này có khác nào súc sinh không?”
Ông vừa nói vừa nhìn Diệp Quân: “Diệp Quân, cởi áo ra”.
Diệp Quân nhìn Diệp Tiêu, sau đó cởi áo ra, cả người chằng chịt vết sẹo.
Diệp Tiêu lạnh lùng nhìn mọi người: “Trên người nó có tất cả chín mươi sáu vết sẹo, những vết sẹo này từ đâu mà có? Là vì gia tộc họ Diệp”.
Các trưởng lão ngồi hai bên nhìn vết thương trên người Diệp Quân, im lặng không nói gì.
Đại trưởng lão bỗng đứng bật dậy: “Ta chưa từng phủ nhận công lao của Diệp Quân với gia tộc họ Diệp, nhưng gia tộc họ Diệp không phải là gia tộc từ thiện, chúng ta muốn tranh giành quyền lợi với các gia tộc khác mà thế tử lại là người chủ chốt trong thế hệ trẻ của gia tộc họ Diệp, đó là người sẽ dẫn dắt con cháu gia tộc họ Diệp xông pha ra ngoài, ông nghĩ bây giờ Diệp Quân có thích hợp với vị trí này không?”
Lúc này một ông lão ở một bên bỗng bước ra, ông ta thấp giọng nói: “Tộc trưởng, ta nghĩ Đại trưởng lão nói đúng, Diệp Quân đúng là có công nhưng gia tộc không phải là cơ quan từ thiện, người có công thì đã sao? Các vị ngồi đây ai mà không có công? Điều chúng ta cần là lợi ích, là một thế tử có thể tranh giành lợi ích cho gia tộc. Bây giờ hắn không được thì nên để người khác, nhường vị trí này cho Diệp Mãn. Còn hắn, thứ lỗi cho ta, gia tộc không hủy bỏ tất cả đãi ngộ của hắn sau khi mất tu vi, điều này đã rất nhân từ rồi”.
Diệp Quân nhìn ông lão, đây là Tam trưởng lão, trước kia có quan hệ cực kỳ thân với hắn.
Nghe Tam trưởng lão nói thế, các trưởng lão đều nhìn Diệp Tiêu.
Diệp Tiêu nhìn Đại trưởng lão: “Ông muốn để cháu của ông - Diệp Mãn lên vị trí đó ư?”
Đại trưởng lão không cảm xúc nói: “Diệp Mãn có thực lực này”.
Sau khi nhận được tin Diệp Quân bị thôi học, ông ta biết cơ hội của ông ta đã đến. Nếu Diệp Mãn trở thành thế tử thì địa vị của ông ta cũng sẽ được nâng cao.
Diệp Quân bỗng nói: “Các vị trưởng lão”.
Mọi người nhìn Diệp Quân, hắn bình tĩnh nói: “Có thể cho ta một tháng không? Một tháng sau nếu ta vẫn chưa hồi phục, ta sẵn sàng chủ động nhường lại vị trí thế tử”.
“Không được”.
Đại trưởng lão còn chưa nói gì, Tam trưởng lão đã lên tiếng, ông ta trợn mắt nhìn Diệp Quân: “Vị trí thế tử quan trọng như vậy, sao có thể cứ để thế được?”
Lúc này Lục trưởng lão ở một bên bước ra gật đầu: “Tam trưởng lão nói rất đúng, vị trí thế tử liên quan đến lợi ích của gia tộc họ Diệp, không thể cứ kéo dài thế được”.
Ông ta nhìn Đại trưởng lão ở một bên cười nói: “Diệp Mãn tuổi trẻ tài cao, ta nghĩ ổn đấy”.
Rõ ràng đây là đang thể hiện mình ủng hộ bên nào.
Lúc này lại có hai trưởng lão bước ra nói hùa theo.
Đến lúc thể hiện rõ thái độ của họ rồi.
Bây giờ tình hình của Diệp Quân đã không ổn, nếu không mau chóng thể hiện thái độ thì một khi để Diệp Mãn trở thành thế tử sẽ cực kỳ bất lợi với họ.
Thấy có năm sáu trưởng lão đứng về phía mình, Đại trưởng lão cũng nở nụ cười, ông ta gật đầu xem như đáp lời. Sau đó ông ta nhìn Nhị trưởng lão, Nhị trưởng lão này là một người thực quyền, nắm giữ phần lớn sản nghiệp của gia tộc họ Diệp, có tiếng nói trong gia tộc.
Nhị trưởng lão nhìn Diệp Quân vẫn rất bình tĩnh bên dưới, im lặng một chốc rồi nhắm mắt lại.
Không nói gì!
Ai làm thế tử đều không ảnh hưởng đến lợi ích của ông ta, dù sao đứa cháu trai ngốc của ông ta cũng không làm thế tử được, nếu đã thế thì các ngươi cứ tranh giành với nhau đi. Cuối cùng ai thắng thì ta đi theo người đó.
Thấy Nhị trưởng lão không có ý kiến, Đại trưởng lão cũng không để tâm, ông ta nhìn Diệp Quân bên dưới, đang định nói gì đó thì Diệp Tiêu bỗng đứng lên tức giận nhìn Đại trưởng lão: “Diệp Côn, ông thật sự muốn làm mọi chuyện đến mức này sao?”
Diệp Côn không cảm xúc nói: “Mãn Nhi”.
Ông ta vừa dứt lời, một thanh niên bỗng bước vào nhà thờ tổ.
Người đến chính là Diệp Mãn.
Diệp Mãn cúi chào mọi người, sau đó nhìn Diệp Quân cười nói: “Theo quy tắc của gia tộc, ta có thể khiêu chiến với thế tử, Diệp Quân, bây giờ ta khiêu chiến với ngươi! Khiêu chiến sinh tử”.
Khiêu chiến sinh tử!
Mọi người đều sửng sốt.
Khiêu chiến ở gia tộc họ Diệp có hai kiểu, một là khiêu chiến công bằng, chỉ phân thắng thua, không phân sinh tử, còn khiêu chiến sinh tử vừa phân thắng thua cũng quyết định sống chết.
Đây là muốn tuyệt tình.
Diệp Tiêu nhìn chằm chằm Diệp Côn, Diệp Côn bình tĩnh nói: “Nếu tộc trưởng có bản lĩnh thì thay đổi quy tắc đi”.
Diệp Tiêu tức giận mặt mày tái mét.
Lúc này Diệp Quân đứng lên cười nói: “Ta đồng ý”.
Đồng ý!
Các trưởng lão trong điện nhìn Diệp Quân, Diệp Quân nhìn Diệp Côn: “Mười ngày sau, ta sẽ đánh với Diệp Mãn”.
“Không được”.
Diệp Côn nhìn Diệp Quân: “Năm ngày… không, ngày mai, ngày mai quyết đấu đi”.
Diệp Quân nhìn Diệp Côn: “Được”.
Dứt lời, hắn cúi chào Diệp Tiêu rồi xoay người đi ra ngoài.
Diệp Côn bỗng tức giận nói: “Không! Bây giờ, bây giờ luôn”.
Diệp Quân bình tĩnh như thế khiến ông ta cảm thấy bất an.
Mẹ kiếp!
Không thể cho tên này bất kỳ cơ hội nào được.
Diệp Côn đi đến trước mặt Diệp Mãn: “Giết hắn! Cháu sẽ là thế tử, từ nay cuộc đời sẽ thay đổi”.
Diệp Quân do dự một lát rồi nói: “Đại trưởng lão, đều là người một nhà không cần phải làm đến mức này! Mọi người mài giũa…”
“Ai là người một nhà với ngươi? Ngươi là con nuôi của gia tộc họ Diệp! Con nuôi!”
Đại trưởng lão lạnh lùng nhìn Diệp Quân, sau đó nhìn Diệp Mãn: “Nhớ đấy, đừng mềm lòng nương tay, tuyệt đối không được mềm lòng nương tay! Nhân từ với kẻ địch là tàn nhẫn với bản thân, hiểu không?”
Nghe thấy lời Diệp Côn nói, Diệp Tiêu lập tức nổi điên: “Diệp Côn, ông thật sự muốn xử lý sự việc tuyệt tình như vậy, không để lại chút cơ hội xoay chuyển nào sao?”
Diệp Côn nói với vẻ mặt vô tình: “Con đường võ đạo chính là tranh với người, tranh với trời, cháu trai ta tại sao không thể tranh? Tranh, hôm nay phải tranh!”
Sắc mặt Diệp Tiêu vô cùng khó coi.
Lúc này, Diệp Côn lại nhìn về phía Diệp Mãn, nói: “Giết hắn!”
Nghe Diệp Côn nói như vậy, Diệp Mãn lao thẳng về phía Diệp Quân, tốc độ của gã rất nhanh, nháy mắt đã đi tới trước mặt Diệp Quân, sau đó vung tay đấm thẳng vào yết hầu của Diệp Quân!
Chiêu hiểm!
Cú đấm vừa mới được tung ra, trên nắm đấm của gã đột nhiên phát ra một luồng khí!
Khí tức Tiên Thiên!
Vậy mà đã đạt tới cảnh giới Tiên Thiên!
Những trưởng lão đang có mặt đều vô cùng kinh ngạc!
Giây tiếp theo, trong ánh mắt của mọi người, cánh tay phải của Diệp Quân bắt lấy cú đấm chí mạng của Diệp Mãn, ngay sau đó, mọi người còn chưa kịp phản ứng trở lại thì hắn đã vặn mạnh một phát!
Rắc!
Âm thanh xương gãy giòn tan đột nhiên vang vọng khắp không gian!
Lúc này, Diệp Quân thuận thế lao lên trước, tung ra một cú đấm thẳng vào bụng của Diệp Mãn.
Bốp!
Cả người Diệp Mãn bay ra xa, vừa mới đáp đất, một bàn chân Diệp Quân đã đặt ngay lên trên bụng của Diệp Mãn.
Mọi người có mặt đều ngơ ngác!
Không hề mất đi tu vi!
Vậy mà Diệp Quân lại chẳng hề mất đi tu vi!
Người hoàn hồn đầu tiên là Đại trưởng lão Diệp Côn, ông ta vội vàng nói: “Diệp Quân...”
Diệp Quân quay đầu nhìn về phía Đại trưởng lão, cười nói: “Làm gì cơ?”
Diệp Côn run giọng nói: “Đều là người nhà, vẫn mong ngươi nương tay...”
Diệp Quân chớp mắt: “Ai là người nhà với ông? Ta là con nuôi! Con nuôi!”
Hắn vừa nói vừa đạp mạnh chân lên trên yết hầu của Diệp Mãn.
Rắc!
Diệp Mãn trợn tròn hai mắt, máu tươi không ngừng phun ra từ trong miệng.
“A!”
Đại trưởng lão đột nhiên lao về phía Diệp Quân giống như kẻ điên, nhưng ngay giây sau, Diệp Tiêu đã xuất hiện trước mặt ông ta, sau đó tung ra một cú đấm.
Bốp!
Cùng với âm thanh của cú đấm vang lên, Diệp Côn liên tiếp lùi ra sau mấy mét!
Diệp Tiêu lạnh lùng nhìn Đại trưởng lão đang giống như kẻ điên: “Bọn họ đang quyết đấu công bằng!”
Sắc mặt Diệp Côn cực kỳ khó coi, ông ta lạnh lùng liếc nhìn Diệp Quân, ánh mắt mang theo vẻ tàn độc, không có bất cứ lời thừa thãi nào, ông ta quay người rời đi!
Đúng vào lúc này, một tàn ảnh đột nhiên lóe qua khoảng không.
Sắc mặt Diệp Côn lập tức biến đổi mạnh mẽ, quay phắt người lại, ngay giây sau, một cú đấm đã lao thẳng lên trên yết hầu của ông ta!
Rắc!
Diệp Côn trợn tròn hai mắt, sau đó cứ thế ngã xuống!
Những trưởng lão đang có mặt đều sững sờ, sau đó nhìn Diệp Quân ra tay với vẻ kinh hãi!
Diệp Quân liếc nhìn Diệp Côn lúc này đã ngã xuống, bình tĩnh nói: “Không giết ông ta, ông ta sẽ báo thù ta, ảnh hưởng tới sự đoàn kết gia tộc!”
Mọi người trở nên trầm mặc.
Mặc dù hơi thái quá, nhưng lúc này đương nhiên không có ai đứng ra phản đối Diệp Quân!
Cục diện đã định!
Diệp Tiêu đột nhiên nói: “Khiêng xác của Diệp Côn và Diệp Mãn ra bên ngoài!”
Nghe vậy, hai người vội vàng bước tới, sau đó khiêng xác của hai người kia đi ra bên ngoài.
Diệp Tiêu nhìn về phía Diệp Quân, biểu cảm phức tạp: “Tiểu Quân, tu vi của ngươi...”
Diệp Quân khẽ cười: “Tộc trưởng, ta không hề cố ý giả bộ, khi trước cơ thể quả thực có xảy ra vấn đề, chỉ là bây giờ vấn đề này đã được giải quyết!”
Diệp Tiêu cười nói: “Giải quyết rồi thì tốt!”
Nghe vậy, các trưởng lão đang có mặt cũng nở một nụ cười!
Sắc mặt của Tam trưởng lão và Lục trưởng lão lại trắng bệch!
Hỏng hết cả kế hoạch rồi!
Đúng vào lúc này, một thị vệ đột nhiên tiến vào trong, hắn hành lễ với Diệp Tiêu rồi nói: “Tộc trưởng, tộc trưởng gia tộc họ Nạp Lan mời thế tử tới gia tộc họ Nạp Lan!”
Gia tộc họ Nạp Lan!
Diệp Tiêu cau mày: “Có nói là vì chuyện gì không?”
Thị vệ lắc đầu: “Không nói!”
Diệp Tiêu nhìn về phía Diệp Quân, Diệp Quân khẽ cười nói: “Ta đi vậy!”
Diệp Tiêu trầm giọng nói: “Ta đi cùng với ngươi!”
Diệp Quân cười nói: “Tộc trưởng, không sao đâu!”
Diệp Tiêu nghĩ ngợi rồi lên tiếng: “Cẩn thận một chút!”
Diệp Quân gật đầu, hắn liếc nhìn Tam trưởng lão và Lục trưởng lão, sau đó đi ra bên ngoài.
Thấy Diệp Quân rời đi, trong điện, Nhị trưởng lão đứng một bên đột nhiên nhỏ tiếng thở dài: “May là tộc trưởng có tầm nhìn xa trông rộng, nếu như không phải ông tận lực ngăn cản thì hôm nay e rằng Tiểu Quân đã muốn ra khỏi gia tộc họ Diệp luôn rồi, lúc đó, gia tộc họ Diệp không chỉ mất đi một thiên tài đỉnh cao mà còn có thêm một kẻ địch lớn! Tộc trưởng thật là anh minh!”
Những trưởng lão còn lại cũng vội vàng gật đầu hùa theo.
Diệp Tiêu liếc nhìn đám người, lắc đầu: “Chàng trai này là một người trọng tình nghĩa, gia tộc họ Diệp chúng ta đối đãi tốt với nó thì nó nhất định cũng sẽ đối đãi tốt với gia tộc họ Diệp chúng ta!”
Vừa nói ông vừa thấp giọng thở dài: “Nếu như tu vi của nó hoàn toàn mất đi, Đại trưởng lão cũng không nên giải quyết sự việc tuyệt tình như vậy, dẫu sao thì chàng trai này cũng đã liều mạng vì gia tộc họ Diệp chúng ta nhiều lần, từng đổ nhiều máu như vậy, dù thế nào thì cũng không nên đi tới kết cục thê thảm!”
Nhị trưởng lão gật đầu: “Lần này là Đại trưởng lão quá đáng rồi! Ông ta...bị trừng phạt là đáng tội!”
Những trưởng lão còn lại cũng liên tiếp gật đầu, lại cùng hùa theo.
Diệp Tiêu đột nhiên nói: “Tam trưởng lão, Lục trưởng lão, năm nay mấy người cũng đã bảy mươi lăm rồi nhỉ?”
Nghe vậy, cả Tam trưởng lão và Lục trưởng lão đều sững sờ, chẳng mấy chốc, sắc mặt của hai người đều trở nên cực kỳ khó coi.
Bảy mươi lăm!
Ở gia tộc họ Diệp, đây là độ tuổi về hưu, mà bọn họ chỉ mới có sáu mươi tuổi!
Khoảnh khắc này, Tam trưởng lão và Lục trưởng lão như thể già đi rất nhiều!
Diệp Tiêu liếc nhìn hai người, sau đó lại nói: “An táng Đại trưởng lão và Diệp Mãn cho tốt, dù gì thì ông ta cũng từng lập công cho gia tộc, ôi...”
Nói xong, ông quay người rời đi.
Trong điện, các trưởng lão đều thở phào một hơi!
Ban nãy may là không giúp Đại trưởng lão giậu đổ bìm leo, nếu không...
...
Sau khi rời khỏi nhà thờ tổ, Diệp Quân quay đầu trông ra, ở nơi không xa có một người đàn ông đang đứng, lưng người đàn ông hơi gù.
Đó là người đàn ông lưng gù vội vàng báo tin với Đại trưởng lão khi trước!
Lúc đó, tên này vẫn còn vui mừng không thôi.
Thấy Diệp Quân nhìn qua thì sắc mặt của người đàn ông lưng gù lập tức trắng bệch, ông ta vội vàng quỳ xuống: “Thế tử...”
Lúc nhìn thấy xác của ông cháu Diệp Côn bị khiêng ra ngoài, ông ta biết kế hoạch của ông ta tiêu tan cả rồi!
Diệp Quân khẽ cười, không bận tâm tới đối phương mà đi về phía xa.
Diệp Quân đi được chưa bao lâu, một ông lão mặc đồ đen lập tức xuất hiện trước mặt người đàn ông lưng gù, ông ta lạnh lùng nhìn người đàn ông lưng gù, không nói gì cả.
Người đàn ông lưng gù mặt như tro tàn, xụi lơ dưới đất.
Lúc Diệp Quân vừa mới bước qua cửa lớn thì gặp Diệp Khải!
Diệp Khải khẽ cười: “Diệp Quân ca, chúc mừng!”
Diệp Quân cười nói: “Diệp Khải đệ, chắc là đệ cũng đạt tới cảnh giới Tiên Thiên rồi nhỉ?”
Diệp Khải gật đầu: “Đúng vậy!”
Tải #ReadMe, tìm kiếm"Nhất Kiếm Phá Thiên" để tiếp tục đọc➡️
Trong đại điện gia tộc họ Diệp, gia chủ gia tộc họ Diệp là Diệp Tiêu tức giận nhìn thanh niên trước mặt: “Ngươi muốn từ bỏ vị trí thế tử sao? Ta nói cho ngươi biết, ngươi nên từ bỏ ý định này đi!”
Người thanh niên nói với vẻ mặt chua xót, bất lực: “Tộc trưởng, bây giờ ta không có tu vi, thật sự không thích hợp làm người thừa kế gia tộc họ Diệp!”
Diệp Tiêu khẽ thở dài, nhẹ giọng nói: “Nhóc con, từ năm mười hai tuổi ngươi đã bắt đầu giúp gia tộc tranh giành mỏ linh thạch, đến nay đã giúp gia tộc giành được ba mươi sáu mỏ linh thạch! Lúc gia tộc họ Diệp ở thời kỳ đỉnh cao cũng chỉ có chín mỏ, ngươi đã giúp gia tộc họ Diệp lấy thêm hai mươi bảy mỏ! Có thể nói gia tộc họ Diệp có được ngày hôm nay đều là dựa vào ngươi! Mặc dù bây giờ ngươi đã mất đi tu vi, nhưng ngươi vẫn là công thần số một của gia tộc họ Diệp! Lúc này, nếu ta bãi bỏ vị trí thế tử của ngươi, sẽ làm mất lòng đệ tử gia tộc họ Diệp! Sẽ bị những thế gia khác coi thường, người ngoài sẽ nói gia tộc họ Diệp qua cầu rút ván, nói Diệp Tiêu ta lòng lang dạ sói!”
Người thanh niên nghiêm túc đáp: “Gia chủ, bây giờ ta không còn tu vi, thật sự rất khó đảm nhiệm trọng trách lớn! Ngài hãy cho ta được toại nguyện, để ta rút lui đi!”
Diệp Tiêu cười đáp: “Ngươi không cần lo về chuyện tu vi, cứ từ từ khôi phục, gia tộc họ Diệp sẽ đợi ngươi, mất bao nhiêu thời gian cũng đợi!”
Người thanh niên bất lực không nói nên lời.
Sau khi người thanh niên rời đi, Diệp Tiêu nhìn theo bóng lưng của hắn, trong mắt hiện lên vẻ lo lắng.
Người thanh niên mất đi tu vi, chắc hẳn là áp lực rất lớn.
...
Sau khi rời khỏi đại diện, người thanh niên còn chưa đi được bao xa thì phía xa đột nhiên xuất hiện hai người đàn ông.
Lúc người mặc áo trắng đi đầu nhìn thấy người thanh niên, vội vàng tiến lên cúi đầu chào: “Diệp Quân ca!”
Người thanh niên tên Diệp Quân gác lại suy nghĩ, cười nói: “Diệp Khải đệ, đệ… đã đạt tới cửu cảnh đỉnh cao rồi sao?”
Diệp Khải cười nói: “Đúng vậy!”
Diệp Quân nói tiếp: “Hay là đệ làm thế tử đi!”
Nghe vậy, Diệp Khải giật nảy mình, vội vàng nói: “Không không! Diệp Quân ca, huynh đừng đùa!”
Diệp Quân nghiêm túc nói: “Đệ và Diệp Mãn đệ đều đã đạt cửu cảnh đỉnh cao, muốn đạt tới cảnh giới Tiên Thiên cũng không khó, đệ và đệ ấy hoàn toàn có thể trở thành thế tử!”
Diệp Khải lại lắc đầu, xua tay nói: “Diệp Quân ca, ta biết huynh suy sụp về chuyện tu vi đột nhiên biến mất, ta chỉ muốn nói đời người có lúc cao lúc thấp, lúc thuận lợi không nên kiêu ngạo, lúc gặp khó khăn phải suy nghĩ kỹ càng, ta tin rằng một ngày nào đó huynh sẽ thành công! Huynh đừng nhắc đến chuyện ta làm thế tử nữa! Lời này mà truyền ra ngoài thì người ngoài sẽ nghĩ rằng huynh đệ gia tộc họ Diệp chúng ta bất hòa đấy!”
Diệp Quân lại thở dài.
Sau khi Diệp Quân rời đi, chàng trai bên cạnh Diệp Khải nghiêm nghị nói: “Diệp Khải ca, huynh có thể làm thế tử mà!”
Diệp Khải lắc đầu: “Diệp Quân ca vừa gặp khó khăn, ta mà đạp lên thì huynh đệ trong gia tộc sẽ nghĩ ta thế nào? Gia chủ và các trưởng lão sẽ nghĩ ta ra sao?”
Vừa nói y vừa nhìn theo bóng lưng của Diệp Quân, khẽ nói: “Hơn nữa, ngươi cho rằng người ta không thể đứng lên lần nữa sao?”
Chàng trai do dự rồi nói: “Nhưng ta nghe nói Diệp Mãn và ông của hắn sắp hành động rồi!”
Diệp Khải bình tĩnh nói: “Có dũng khí đấy! Nếu hắn thành công thì sau này sẽ phải gọi hắn là Diệp Mãn ca!”
Chàng trai hỏi: “Nếu thất bại thì sao?”
Diệp Khải nói tiếp: “Giết cả nhà!”
Chàng trai: “…”
Diệp Khải nhìn chàng trai: “Lần sau gặp Diệp Quân ca phải tôn trọng hơn, lúc người ta ở đỉnh cao, chúng ta không nịnh bợ, lúc người ta khó khăn, chúng ta cũng không thể dẫm đạp!”
Chàng trai khẽ gật đầu: “Biết rồi ạ!”
…
Sau khi rời khỏi gia tộc họ Diệp, Diệp Quân đến thẳng gia tộc họ Nạp Lan.
Hủy hôn!
Hắn và tiểu thư gia tộc họ Nạp Lan là Nạp Lan Ca có hôn ước, đây vốn là giao ước của hai bên gia tộc.
Nhưng bây giờ hắn đã mất hết tu vi, trở thành một người bình thường, vì vậy không muốn người ta lỡ dở tuổi xuân.
Một lát sau, Diệp Quân đã đến gia tộc họ Nạp Lan.
Trong đại điện, Diệp Quân ngồi yên lặng.
Lúc này, một cô gái chậm rãi bước vào.
Nạp Lan Ca mặc một chiếc váy trắng, khuôn mặt xinh đẹp, đặc biệt là dáng người quyến rũ đủ để khiến bất cứ chàng trai nào cũng phải đắm chìm.
Trên tay cô là một cuốn sách cổ.
Nạp Lan Ca.
Phía Bắc Nam Châu, Nạp Lan là đẹp nhất.
Một trong hai đại mỹ nữ ở Nam Châu.
Bên cạnh Nạp Lan Ca còn có một ông lão mặc đồ đen.
Nạp Lan Ca ngồi xuống trước mặt Diệp Quân, Diệp Quân nhanh chóng lấy ra văn thư định hôn đặt trước mặt Nạp Lan Ca: “Nạp Lan cô nương, ta đến để từ hôn! Muội yên tâm, ta là người biết rõ mình là ai, ta tuyệt đối sẽ không bám lấy muội, ta giao văn thư này cho muội, từ nay về sau, chúng ta không liên quan gì nữa!”
Nói xong, hắn đặt văn thư định hôn xuống, quay người bỏ chạy.
Nạp Lan Ca đột nhiên nói: “Đợi đã!”
Diệp Quân dừng lại, quay đầu nhìn Nạp Lan Ca với vẻ khó hiểu.
Nạp Lan Ca lấy ra một chiếc hộp và đưa cho hắn.
Diệp Quân hơi khó hiểu.
Nạp Lan Ca nói: “Trong hộp là một viên Hỗn Nguyên Đan, ta không biết cơ thể huynh có vấn đề gì, nhưng ta hy vọng có thể giúp được huynh!”
“Tiểu thư!”
Sắc mặt ông lão bên cạnh thay đổi: “Viên đan dược linh phẩm này là Phí đạo sư cho cô để tu luyện, vô cùng quý hiếm trong thư viện Quan Huyên, cô…”
Nạp Lan Ca quay đầu liếc nhìn ông lão áo đen, sắc mặt ông lão áo đen trở nên khó coi, không dám nói thêm nữa.
Diệp Quân sững sờ nhìn chiếc hộp trước mắt một lúc.
Linh phẩm?
Đan dược được chia thành từ hạng một đến hạng chín, trên hạng chín là nhân phẩm, mà trên nhân phẩm là linh phẩm, một viên đan dược linh phẩm có giá ít nhất là hai mươi nghìn linh tinh.
Hắn là thế tử, tiền tiêu hàng tháng ở Diệp phủ cũng chỉ có một trăm linh tinh.
Đan dược linh phẩm có giá hai mươi nghìn linh tinh thực sự quá quý giá.
Diệp Quân nhìn chiếc hộp trước mặt với vẻ kinh ngạc.
Nạp Lan Ca đặt văn thư định hôn vào tay Diệp Quân, nhẹ nhàng nói: “Nếu viên đan dược này không có tác dụng thì ta sẽ dẫn huynh đến thư viện Quan Huyên nhờ đạo sư của ta kiểm tra sức khỏe cho huynh!”
Diệp Quân do dự hồi lâu mới nói: “Nạp Lan cô nương, cái này…”
Nạp Lan Ca nhìn Diệp Quân, cười nói: “Cố lên!”
Dứt lời, cô quay người rời đi.
Diệp Quân nhìn văn thư định hôn trước mặt, hồi lâu không nói gì.
Trong nội điện.
Ông lão áo đen bên cạnh Nạp Lan Ca nói với vẻ mặt u ám: “Tiểu thư, tại sao cô không đồng ý với cậu ta? Bây giờ cậu ta đã mất đi tu vi, đồng nghĩa với việc chỉ là một người bình thường, hơn nữa, theo tôi được biết, cậu ta sắp bị thư viện Quan Huyên đuổi học, một khi cậu ta bị đuổi học thì sẽ chẳng còn giá trị gì nữa. Đến lúc đó, gia tộc họ Diệp cũng sẽ vứt bỏ cậu ta. Nhưng cô thì khác, cô không chỉ trở thành đệ tử thân truyền của Phí đạo sư, mà còn đánh thức thể chất Thánh Linh trong truyền thuyết, sau này chắc chắn sẽ trở thành đệ tử đứng đầu trong thư viện Quan Huyên. Có thể nói, cô và cậu ta không cùng một thế giới, cô…”
Nạp Lan Ca quay người tát mạnh một bạt tai.
Bộp!
Tiếng tát chói tai vang lên, mặt phải của ông lão áo đen đỏ bừng và sưng tấy.
Ông lão áo đen kinh ngạc nói: “Tiểu thư…”
Nạp Lan Ca liếc nhìn Diệp Quân bằng ánh mắt kiên định: “Đừng nói huynh ấy chỉ mất đi tu vi, cho dù huynh ấy mất đi tính mạng thì cả đời này ta vẫn sẽ gả cho huynh ấy, huynh ấy là đàn ông, ta sẽ ở dưới, huynh ấy là phụ nữ, ta sẽ ở trên, chẳng có gì to tát cả, ta ở trên hay dưới đều được!”
Ông lão áo đen bối rối nói: “Tiểu thư, cô thích gì ở cậu ta chứ?”
Nạp Lan Ca nhìn ông lão áo đen nói: “Đẹp trai, sống tốt!”
Nói xong, cô quay người rời đi.
Ông lão áo đen sững sờ.
…
Sau khi trở về biệt viện của mình, Diệp Quân bước vào phòng, sau đó ngồi khoanh chân trên mặt đất, lấy ra một tòa tháp màu đen.
Hắn chắp tay trước ngực, linh khí xung quanh lập tức tập trung về phía hắn, nhưng sau khi những huyền khí này tiến vào cơ thể hắn, không hề bị hắn hấp thụ mà biến mất sạch sẽ.
Một lúc sau, Diệp Quân mới mở mắt, bồn chồn nói: “Tháp gia, đủ chưa?”
Một lát sau, Tiểu Tháp lên tiếng: “Đủ rồi!”
Diệp Quân hưng phấn nói: “Tháp gia, vậy tôi có thể khôi phục tu vi rồi phải không?”
Một tháng trước, tu vi của hắn đột nhiên biến mất, sau đó mới biết nguyên nhân do Tiểu Tháp này, nó nói với hắn rằng mỗi ngày hắn phải tu luyện cung cấp huyền khí cho nó, khi nó tỉnh lại thì sẽ có lợi ích rất lớn.
Nhưng hắn không hề quan tâm đến bất kỳ lợi ích nào cả, hắn chỉ muốn nhanh chóng khôi phục tu vi, nếu không thì áp lực sẽ rất lớn.
Hắn từ bỏ ngôi vị thế tử và hủy bỏ hôn ước vì muốn được thoải mái một chút. Trong gia tộc họ Diệp cũng có người thèm khát ngôi vị thế tử, mà người theo đuổi Nạp Lan Ca có thể xếp hàng từ phía Nam của Nam Châu đến phía Bắc Nam Châu.
Hắn đã có thể hình dung ra những khó khăn trong cuộc sống mà hắn sắp phải đối mặt.
Nhưng điều quan trọng nhất là hắn không biết Tiểu Tháp này muốn hút huyền khí của hắn bao lâu, nếu nó hút một hai năm thì…
Vì vậy hắn muốn sống buông thả chút.
Nhưng bây giờ ngôi vị thế tử vẫn chưa bị thu hồi, hôn ước vẫn chưa hủy bỏ.
Áp lực vô cùng lớn.
Lúc này, Tiểu Tháp màu đen đột nhiên run rẩy kịch liệt, sau đó, một luồng sức mạnh lớn hút Diệp Quân vào trong Tiểu Tháp.
Diệp Quân chỉ thấy bầu trời quay cuồng, ngay sau đó, hắn xuất hiện trong một bầu trời đầy sao rộng lớn vô biên.
Diệp Quân hơi bối rối.
Lúc này, phần cuối của tinh hà đột nhiên mở ra, sau đó một thanh kiếm từ nơi sâu nhất của bầu trời bay tới, mỗi nơi thanh kiếm đi qua, tinh hà cuộn trào, sau đó hủy diệt từng chút một.
Nhìn thấy cảnh này, sắc mặt Diệp Quân lập tức thay đổi.
Mẹ kiếp!
Ông đây muốn nghỉ ngơi chứ không muốn chết!
Hắn đang định chạy trốn thì thanh kiếm đã phóng đến giữa lông mày hắn.
Rầm!
Cả người Diệp Quân run rẩy, cứng đờ tại chỗ.
Hắn nhìn thấy một cô gái ở tận cùng tinh hà.
Cô gái có mái tóc dài, mặc một chiếc váy suông, ánh mắt thờ ơ như tất cả chúng sinh chỉ như lũ kiến.
Cô gái mặc váy suông nhìn Diệp Quân: “Từ nay về sau, ta sẽ là người bảo vệ ngươi, ngươi có ý kiến gì không?”
Vừa dứt lời, thanh kiếm đã chạm vào lông mày của Diệp Quân.
Diệp Quân sững sờ: “Không…”
Cô gái mặc váy suông quay đầu nhìn về phía tận cùng vũ trụ, sau đó, ở tận cùng vũ trụ, vô số lá bùa màu đỏ như máu rơi xuống, toàn bộ vũ trụ đều bốc cháy.
Mỗi một lá bùa máu đại diện cho một loại đại đạo tối cao.
Hàng trăm triệu đại đạo đều đang rơi xuống.
Cô gái mặc váy suông bước từng bước về phía vô số đại đạo rơi xuống, chiếc váy suông kia cũng dần biến thành màu đỏ như máu.
Ở cuối hàng trăm triệu đại đạo, có thể lờ mờ thấy một người đàn ông đang nằm yên, đôi mắt khẽ nhắm nghiền, không còn hơi thở.
…
Không biết bao lâu sau, Diệp Quân đột nhiên mở mắt ra.
Lúc này, hắn đang ở bên một bờ biển, bên cạnh hắn đặt một thanh kiếm, trên chuôi kiếm khắc hai chữ: Hành Đạo!
Một giọng nói vang lên: “Tỉnh rồi à?”
Diệp Quân vội vàng nói: “Tháp gia!”
Tiểu Tháp nói: “Ngươi ở trong thế giới của ta! Ở đây mười năm bằng bên ngoài một ngày”.
Diệp Quân bất ngờ: “Đó là thế giới trong tháp?”
Tiểu Tháp nói: “Đúng vậy!”
Diệp Quân đang định nói tiếp thì Tiểu Tháp đã lên tiếng: “Ngươi là hy vọng cuối cùng của ta!”
Hy vọng cuối cùng?
Diệp Quân nhíu mày, vừa định nói thì cảm nhận được cái gì đó, trong lòng sững sờ.
Tu vi được khôi phục rồi!
Diệp Quân vô cùng vui mừng.
Tiểu Tháp nói: “Có hứng thú với kiếm tu không?”
Kiếm tu!
Diệp Quân vội vàng gật đầu: “Có, rất có hứng thú!”
Kiếm tu đấy! Bây giờ ở Nam Châu vô cùng hiếm.
Bởi vì hơn hai mươi triệu năm trước, không biết vì lý do gì, kiếm đạo và võ đạo đã xuất hiện khoảng cách, từ đó về sau rất ít kiếm tu, đến bây giờ lại càng hiếm hơn.
Trăm năm qua ở thành Hoang Cổ, ngay cả một kiếm tu cũng chẳng có.
Tiểu Tháp nói: “Truyền thừa kiếm đạo đã được dung hợp vào trong thanh kiếm, nhưng thực lực của ngươi quá yếu, vì vậy chỉ có thể mở khóa từng cấp bậc một thôi!”
Kiếm!
Diệp Quân vội vàng cầm thanh kiếm bên cạnh lên, phấn khởi nói: “Tháp gia, thanh kiếm này lợi hại không?”
Tiểu Tháp nói: “Hành Đạo Hành Đạo, thay trời hành đạo! Ngươi cầm thanh kiếm này, cả đời sẽ không bị ảnh hưởng bởi nhân quả, không rơi vào luân hồi, mọi định luật đều có thể phá vỡ, mọi đạo đều có thể hủy diệt!”
Diệp Quân chớp mắt: “Có phải nghịch thiên quá rồi không?”
Tiểu Tháp nói: “Tầm nhìn của ngươi thật hạn hẹp!”
Diệp Quân sững sờ.
Tiểu Tháp nói tiếp: “Cái gọi là thiên đạo, thật ra có thể phá hủy chỉ bằng một cái búng tay!”
Diệp Quân: “…”
Diệp Quân cực kỳ phấn khích nhìn thanh kiếm trong tay.
Thật ra hắn không hiểu những gì Tiểu Tháp nói cho lắm, hắn chỉ biết hắn có thể trở thành kiếm tu.
Kiếm tu đấy!
Bây giờ Nam Châu thật sự có quá ít kiếm tu.
Vì truyền thừa về kiếm đạo gần như đã biến mất, cũng chỉ có thư viện Quan Huyên và vài thế gia siêu cấp ở Nam Châu có khả năng có truyền thừa về kiếm đạo.
Nếu hắn có thể trở thành kiếm tu thì quả thật quá đỉnh!
Lúc này Tiểu Tháp bỗng nói: “Tu luyện thuật ngự kiếm đi”.
Diệp Quân gật đầu: “Được, được!”
Lúc này một thông tin bỗng đi vào trong đầu hắn: “Bản thân kiếm là sắt, bởi vì nắm giữ mà có linh tính, vì tim mà động, vì máu mà sống, mà nó chết vì không có ý niệm. Thuật ngự kiếm là điều chỉnh hơi thở, ôm trọn làm một, khiến người ta hợp nhất với kiếm, lặp đi lặp lại, sinh mệnh vô tận...”
Một lúc sau, Diệp Quân ngồi khoanh chân lại bắt đầu tu luyện.
Được Tiểu Tháp hướng dẫn, tốc độ tu luyện của hắn vô cùng đáng sợ.
...
Một tháng sau.
Diệp Quân đứng lên hòn đá bên bờ biển, gió biển thổi vào làm áo hắn phồng lên.
Lúc này Diệp Quân chỉ vào một điểm: “Lên”.
Vèo!
Thanh kiếm Hành Đạo đó bỗng bay lên trời đi vào trong từng đám mây.
Diệp Quân híp mắt làm động tác cắt ngang.
Vụt!
Kiếm Hành Đạo mang theo kiếm quang xé toạc tầng mây.
Diệp Quân nhếch môi, liên tục vạch từng đường trong không trung, kiếm Hành Đạo liên tục mang theo kiếm quang xẹt qua bầu trời.
Một lúc lâu sau, Diệp Quân cảm nhận được huyền khí bị hao tổn, lập tức dừng lại, hắn phấn khích nói: “Tháp gia, ta thành công rồi”.
Tiểu Tháp nói: “Bây giờ ngươi có thể rời đi được rồi, ta phải tu dưỡng một thời gian”.
Diệp Quân nhíu mày: “Tháp gia, ngươi bị thương sao?”
Tiểu Tháp nói: “Ừ, nếu không cũng sẽ không hút huyền khí của ngươi. Ngươi phải nghĩ cách giúp ta lấy được nhiều linh tinh một chút, loại cực phẩm nhất đó”.
Diệp Quân còn muốn hỏi gì đó, hắn bỗng cảm thấy hoa mắt, sau đó hắn đã xuất hiện trong biệt viện.
Diệp Quân nhìn trong tay, kiếm Hành Đạo vẫn còn.
Thấy thế Diệp Quân lại nhìn xem tu vi của mình, lúc nhận ra tu vi vẫn còn, hắn thở phào.
Không phải nằm mơ.
Quả thật không phải mơ.
Dường như nghĩ đến gì đó, hắn đưa mắt nhìn xung quanh, lúc này trời tờ mờ sáng, nói cách khác Tháp gia không nói dối, mười năm trong tháp bằng một ngày ở thế giới bên ngoài.
Đúng là chấn động thật!
Mọi chuyện cứ như là mơ.
Nhìn kiếm trong tay, Diệp Quân bật cười, tu vi không chỉ khôi phục mà còn trở thành kiếm tu, đúng là niềm vui bất ngờ cực lớn.
Đúng lúc này, một ông lão bỗng từ đằng xa đi đến.
Diệp Quân vội cất kiếm Hành Đạo vào.
Vẫn không thể nói cho người khác biết chuyện trở thành kiếm tu này.
Trước kia Nam Châu từng xuất hiện một thanh kiếm linh, sau đó dẫn đến một trận chiến thảm, rất nhiều đại tộc điên cuồng tranh giành, cuối cùng thư viện Quan Huyên cũng gia nhập vào.
Nếu chuyện mình trở thành kiếm tu bị lộ ra ngoài, chắc chắn sẽ gây ra tai họa lớn cho hắn và gia tộc họ Diệp.
Ông lão nhanh chóng đi đến trước mặt Diệp Quân: “Thế tử, Tống Từ đạo sư của thư viện Quan Huyên đến rồi”.
Thư viện Quan Huyên!
Diệp Quân sửng sốt, hơi bất ngờ, hắn không nghĩ nhiều bèn gật đầu: “Ừ”.
Nói xong, hắn và ông lão rời khỏi đó.
…
“Diệp Quân công tử, thật xin lỗi, sau khi thư viện Quan Huyên bọn ta bàn bạc, cuối cùng bọn ta quyết định hủy tư cách tuyển thẳng của ngươi”.
Trước phủ đệ gia tộc họ Diệp, một ông lão mặc đồ xám nhìn thanh niên trước mặt, ánh mắt hiện lên vẻ tiếc nuối.
Thanh niên trước mặt tên là Diệp Quân, thiên tài giỏi nhất từ xưa đến nay ở thành Hoang Cổ, năm đó chưa đến sáu tuổi đã đột phá khỏi những ràng buộc xác thịt cửu cảnh, đạt đến cảnh giới Tiên Thiên, mười tuổi đột phá cảnh giới Tiên Thiên, đạt đến cảnh giới Thần Anh, tu luyện Thần Anh, mười sáu tuổi đột phá ràng buộc bản ngã đạt đến cảnh giới Chân Pháp, tu luyện thuật Thần Pháp.
Dù ở cả Nam Châu thì tài năng như vậy cũng cực kỳ hiếm thấy chứ đừng nói là thành Hoang Cổ.
Thế nên thư viện Quan Huyên đưa ra đãi ngộ cao nhất, không cần khảo sát, không cần kiểm tra, gia nhập thẳng vào thư viện Quan Huyên, hơn nữa một khi vào thư viện thì được một đạo sư cao cấp chỉ đứng sau viện trưởng chỉ dạy.
Tiếc là một tháng trước, có lẽ là ông trời cũng đố kỵ anh tài, tu vi của thanh niên này bỗng biến mất, trở thành người bình thường.
Đã là người bình thường thì tất nhiên không thể nhận được đãi ngộ đặc biệt của thư viện Quan Huyên nữa.
Thư viện không thu nhận người bình thường.
Diệp Quân sửng sốt khi nghe Tống Từ nói thế, sau đó nói: “Tống Từ đạo sư, có phải còn một tháng nữa mới khai giảng không?”
Tống Từ gật đầu: “Đúng thế”.
Diệp Quân do dự một chốc rồi nói: “Thật ra, tu vi của ta…”
Tống Từ bỗng ngắt lời: “Không giấu gì ngươi, bọn ta đã đưa vị trí này cho Lý Xuyên công tử của nhà họ Lý rồi”.
Diệp Quân sửng sốt.
Lý Xuyên.
Thiên tài siêu cấp của nhà họ Lý, dĩ nhiên một tháng trước vị thiên tài siêu cấp này mới chỉ có thể nói rất bình thường khi ở trước mặt Diệp Quân.
Tống Từ nhìn Diệp Quân: “Diệp công tử, cuộc thi võ mười năm một lần sắp đến, thư viện bọn ta cần một thiên tài đến tranh vị trí tốt cho bọn ta, từ đó giành lấy tài nguyên giáo dục tốt hơn cho tổng viện. Tất nhiên trước kia ngươi là người thích hợp nhất, nhưng bây giờ… thứ lỗi cho ta nói thẳng, bây giờ ngươi đến thư viện không có lợi ích gì, mặc dù nói hơi khó nghe nhưng đây là sự thật”.
Nói rồi ông ta giơ tay phải ra: “Diệp công tử, mong ngươi trả thẻ bài gỗ của thư viện Quan Huyên cho ta”.
Diệp Quân khẽ cười: “Được”.
Hắn vừa nói vừa lấy thẻ Quan Huyên biểu thị thân phận học viên của thư viện Quan Huyên đưa cho Tống Từ.
Đối phương đã nói như thế, tất nhiên hắn không thể mặt dày van xin được.
Tống Từ nhận lấy thẻ bài gỗ, không nói nhiều thêm một lời, xoay người rời đi.
Tống Từ vừa đi, một đệ tử gia tộc họ Diệp lưng hơi gù bỗng phấn khích chạy vào trong tộc, vừa chạy vừa hét: “Đại trưởng lão, thế tử Diệp Quân bị hủy tư cách nhập học rồi, hắn bị hủy tư cách nhập học rồi! Ha ha ha…”
Diệp Quân: “…”
Không lâu sau, một ông lão bỗng chạy ra từ đại điện, ông ta chạy đến trước mặt Diệp Quân: “Thế… Diệp Quân, Đại trưởng lão dùng đặc quyền của trưởng lão mở cuộc họp gia tộc ở nhà thờ tổ, bảo ngươi đến đó ngay”.
Diệp Quân bình tĩnh nói: “Muốn tước vị trí thế tử của ta sao?”
Ông lão do dự rồi nói: “Ta không biết”.
Diệp Quân gật đầu, sau đó đi về phía nhà thờ tổ.
Nhà thờ tổ của Diệp phủ.
Diệp Quân vừa bước vào đã thấy tộc trưởng gia tộc họ Diệp – Diệp Tiêu đập bàn: “Bãi bỏ vị trí thế tử của Diệp Quân ư? Ta không đồng ý”.
Diệp Quân sửng sốt.
Hắn nhìn vào trong nhà thờ tổ, lúc này các trưởng lão Diệp phủ đã đến đông đủ.
Người ngồi vị trí đầu là Diệp Tiêu – tộc trưởng gia tộc họ Diệp, bên dưới phía bên trái là Đại trưởng lão.
Lúc này mọi người đều nhìn về phía Diệp Quân vừa bước vào, vẻ mặt cực kỳ phức tạp.
Một thiên tài đang bình thường tại sao lại trở thành một người vô dụng?
Diệp Quân nhìn Diệp Tiêu rồi chào nói: “Bái kiến tộc trưởng”.
Nhìn thấy Diệp Quân, Diệp Tiêu gật đầu, vẻ mặt hòa dịu hơn nhiều: “Ngồi đi”.
Một thị vệ lập tức đem một cái ghế đến.
Diệp Quân vừa ngồi xuống, Đại trưởng lão bên cạnh bỗng nói: “Tộc trưởng, bây giờ Diệp Quân có tài có đức gì mà có thể trở thành thế tử gia tộc họ Diệp?”
Mọi người nhìn Đại trưởng lão, Đại trưởng lão đứng lên nhìn Diệp Quân ngồi bên dưới: “Ta công nhận mấy năm nay Diệp Quân từng liều mạng, đổ máu vì gia tộc, bây giờ gia tộc có ba mươi sáu mỏ linh thạch, Diệp Quân cũng có công rất nhiều. Nhưng hiện giờ hắn không còn tu vi, chỉ là một người bình thường chẳng có gì hơn. Nếu tiếp tục để hắn làm thế tử của gia tộc họ Diệp, gia tộc họ Diệp sẽ trở thành trò cười cho cả thành Hoang Cổ. Hơn nữa thế tử gia tộc họ Diệp không phải là vật cầu may mắn, đó là người có thể lập công dựng nghiệp cho gia tộc họ Diệp, thử hỏi xem bây giờ Diệp Quân còn có khả năng này không?”
Nói năng có khí phách!
Trong nhà thờ tổ, các trưởng lão đều im lặng không nói.
Diệp Quân nhìn mọi người không lên tiếng.
Hắn muốn xem thử sau khi mình mất đi thực lực, có bao nhiêu người thật lòng với mình, có bao nhiêu người sẽ giậu đổ bìm leo.
Chỉ có lúc con người sa sút mới có thể nhìn rõ người bên cạnh mình.
Khi một người đánh mất vinh quang và quyền lực, những người bên cạnh đều sẽ lộ nguyên hình.
Sắc mặt Diệp Tiêu tái mét: “Đại trưởng lão, ông cũng nói Diệp Quân có công với gia tộc họ Diệp, vậy tôi hỏi ông, bây giờ nó vừa bị thư viện Quan Huyên cho thôi học, gia tộc họ Diệp đã ruồng bỏ nó ngay, hành vi này có khác nào súc sinh không?”
Ông vừa nói vừa nhìn Diệp Quân: “Diệp Quân, cởi áo ra”.
Diệp Quân nhìn Diệp Tiêu, sau đó cởi áo ra, cả người chằng chịt vết sẹo.
Diệp Tiêu lạnh lùng nhìn mọi người: “Trên người nó có tất cả chín mươi sáu vết sẹo, những vết sẹo này từ đâu mà có? Là vì gia tộc họ Diệp”.
Các trưởng lão ngồi hai bên nhìn vết thương trên người Diệp Quân, im lặng không nói gì.
Đại trưởng lão bỗng đứng bật dậy: “Ta chưa từng phủ nhận công lao của Diệp Quân với gia tộc họ Diệp, nhưng gia tộc họ Diệp không phải là gia tộc từ thiện, chúng ta muốn tranh giành quyền lợi với các gia tộc khác mà thế tử lại là người chủ chốt trong thế hệ trẻ của gia tộc họ Diệp, đó là người sẽ dẫn dắt con cháu gia tộc họ Diệp xông pha ra ngoài, ông nghĩ bây giờ Diệp Quân có thích hợp với vị trí này không?”
Lúc này một ông lão ở một bên bỗng bước ra, ông ta thấp giọng nói: “Tộc trưởng, ta nghĩ Đại trưởng lão nói đúng, Diệp Quân đúng là có công nhưng gia tộc không phải là cơ quan từ thiện, người có công thì đã sao? Các vị ngồi đây ai mà không có công? Điều chúng ta cần là lợi ích, là một thế tử có thể tranh giành lợi ích cho gia tộc. Bây giờ hắn không được thì nên để người khác, nhường vị trí này cho Diệp Mãn. Còn hắn, thứ lỗi cho ta, gia tộc không hủy bỏ tất cả đãi ngộ của hắn sau khi mất tu vi, điều này đã rất nhân từ rồi”.
Diệp Quân nhìn ông lão, đây là Tam trưởng lão, trước kia có quan hệ cực kỳ thân với hắn.
Nghe Tam trưởng lão nói thế, các trưởng lão đều nhìn Diệp Tiêu.
Diệp Tiêu nhìn Đại trưởng lão: “Ông muốn để cháu của ông - Diệp Mãn lên vị trí đó ư?”
Đại trưởng lão không cảm xúc nói: “Diệp Mãn có thực lực này”.
Sau khi nhận được tin Diệp Quân bị thôi học, ông ta biết cơ hội của ông ta đã đến. Nếu Diệp Mãn trở thành thế tử thì địa vị của ông ta cũng sẽ được nâng cao.
Diệp Quân bỗng nói: “Các vị trưởng lão”.
Mọi người nhìn Diệp Quân, hắn bình tĩnh nói: “Có thể cho ta một tháng không? Một tháng sau nếu ta vẫn chưa hồi phục, ta sẵn sàng chủ động nhường lại vị trí thế tử”.
“Không được”.
Đại trưởng lão còn chưa nói gì, Tam trưởng lão đã lên tiếng, ông ta trợn mắt nhìn Diệp Quân: “Vị trí thế tử quan trọng như vậy, sao có thể cứ để thế được?”
Lúc này Lục trưởng lão ở một bên bước ra gật đầu: “Tam trưởng lão nói rất đúng, vị trí thế tử liên quan đến lợi ích của gia tộc họ Diệp, không thể cứ kéo dài thế được”.
Ông ta nhìn Đại trưởng lão ở một bên cười nói: “Diệp Mãn tuổi trẻ tài cao, ta nghĩ ổn đấy”.
Rõ ràng đây là đang thể hiện mình ủng hộ bên nào.
Lúc này lại có hai trưởng lão bước ra nói hùa theo.
Đến lúc thể hiện rõ thái độ của họ rồi.
Bây giờ tình hình của Diệp Quân đã không ổn, nếu không mau chóng thể hiện thái độ thì một khi để Diệp Mãn trở thành thế tử sẽ cực kỳ bất lợi với họ.
Thấy có năm sáu trưởng lão đứng về phía mình, Đại trưởng lão cũng nở nụ cười, ông ta gật đầu xem như đáp lời. Sau đó ông ta nhìn Nhị trưởng lão, Nhị trưởng lão này là một người thực quyền, nắm giữ phần lớn sản nghiệp của gia tộc họ Diệp, có tiếng nói trong gia tộc.
Nhị trưởng lão nhìn Diệp Quân vẫn rất bình tĩnh bên dưới, im lặng một chốc rồi nhắm mắt lại.
Không nói gì!
Ai làm thế tử đều không ảnh hưởng đến lợi ích của ông ta, dù sao đứa cháu trai ngốc của ông ta cũng không làm thế tử được, nếu đã thế thì các ngươi cứ tranh giành với nhau đi. Cuối cùng ai thắng thì ta đi theo người đó.
Thấy Nhị trưởng lão không có ý kiến, Đại trưởng lão cũng không để tâm, ông ta nhìn Diệp Quân bên dưới, đang định nói gì đó thì Diệp Tiêu bỗng đứng lên tức giận nhìn Đại trưởng lão: “Diệp Côn, ông thật sự muốn làm mọi chuyện đến mức này sao?”
Diệp Côn không cảm xúc nói: “Mãn Nhi”.
Ông ta vừa dứt lời, một thanh niên bỗng bước vào nhà thờ tổ.
Người đến chính là Diệp Mãn.
Diệp Mãn cúi chào mọi người, sau đó nhìn Diệp Quân cười nói: “Theo quy tắc của gia tộc, ta có thể khiêu chiến với thế tử, Diệp Quân, bây giờ ta khiêu chiến với ngươi! Khiêu chiến sinh tử”.
Khiêu chiến sinh tử!
Mọi người đều sửng sốt.
Khiêu chiến ở gia tộc họ Diệp có hai kiểu, một là khiêu chiến công bằng, chỉ phân thắng thua, không phân sinh tử, còn khiêu chiến sinh tử vừa phân thắng thua cũng quyết định sống chết.
Đây là muốn tuyệt tình.
Diệp Tiêu nhìn chằm chằm Diệp Côn, Diệp Côn bình tĩnh nói: “Nếu tộc trưởng có bản lĩnh thì thay đổi quy tắc đi”.
Diệp Tiêu tức giận mặt mày tái mét.
Lúc này Diệp Quân đứng lên cười nói: “Ta đồng ý”.
Đồng ý!
Các trưởng lão trong điện nhìn Diệp Quân, Diệp Quân nhìn Diệp Côn: “Mười ngày sau, ta sẽ đánh với Diệp Mãn”.
“Không được”.
Diệp Côn nhìn Diệp Quân: “Năm ngày… không, ngày mai, ngày mai quyết đấu đi”.
Diệp Quân nhìn Diệp Côn: “Được”.
Dứt lời, hắn cúi chào Diệp Tiêu rồi xoay người đi ra ngoài.
Diệp Côn bỗng tức giận nói: “Không! Bây giờ, bây giờ luôn”.
Diệp Quân bình tĩnh như thế khiến ông ta cảm thấy bất an.
Mẹ kiếp!
Không thể cho tên này bất kỳ cơ hội nào được.
Diệp Côn đi đến trước mặt Diệp Mãn: “Giết hắn! Cháu sẽ là thế tử, từ nay cuộc đời sẽ thay đổi”.
Diệp Quân do dự một lát rồi nói: “Đại trưởng lão, đều là người một nhà không cần phải làm đến mức này! Mọi người mài giũa…”
“Ai là người một nhà với ngươi? Ngươi là con nuôi của gia tộc họ Diệp! Con nuôi!”
Đại trưởng lão lạnh lùng nhìn Diệp Quân, sau đó nhìn Diệp Mãn: “Nhớ đấy, đừng mềm lòng nương tay, tuyệt đối không được mềm lòng nương tay! Nhân từ với kẻ địch là tàn nhẫn với bản thân, hiểu không?”
Nghe thấy lời Diệp Côn nói, Diệp Tiêu lập tức nổi điên: “Diệp Côn, ông thật sự muốn xử lý sự việc tuyệt tình như vậy, không để lại chút cơ hội xoay chuyển nào sao?”
Diệp Côn nói với vẻ mặt vô tình: “Con đường võ đạo chính là tranh với người, tranh với trời, cháu trai ta tại sao không thể tranh? Tranh, hôm nay phải tranh!”
Sắc mặt Diệp Tiêu vô cùng khó coi.
Lúc này, Diệp Côn lại nhìn về phía Diệp Mãn, nói: “Giết hắn!”
Nghe Diệp Côn nói như vậy, Diệp Mãn lao thẳng về phía Diệp Quân, tốc độ của gã rất nhanh, nháy mắt đã đi tới trước mặt Diệp Quân, sau đó vung tay đấm thẳng vào yết hầu của Diệp Quân!
Chiêu hiểm!
Cú đấm vừa mới được tung ra, trên nắm đấm của gã đột nhiên phát ra một luồng khí!
Khí tức Tiên Thiên!
Vậy mà đã đạt tới cảnh giới Tiên Thiên!
Những trưởng lão đang có mặt đều vô cùng kinh ngạc!
Giây tiếp theo, trong ánh mắt của mọi người, cánh tay phải của Diệp Quân bắt lấy cú đấm chí mạng của Diệp Mãn, ngay sau đó, mọi người còn chưa kịp phản ứng trở lại thì hắn đã vặn mạnh một phát!
Rắc!
Âm thanh xương gãy giòn tan đột nhiên vang vọng khắp không gian!
Lúc này, Diệp Quân thuận thế lao lên trước, tung ra một cú đấm thẳng vào bụng của Diệp Mãn.
Bốp!
Cả người Diệp Mãn bay ra xa, vừa mới đáp đất, một bàn chân Diệp Quân đã đặt ngay lên trên bụng của Diệp Mãn.
Mọi người có mặt đều ngơ ngác!
Không hề mất đi tu vi!
Vậy mà Diệp Quân lại chẳng hề mất đi tu vi!
Người hoàn hồn đầu tiên là Đại trưởng lão Diệp Côn, ông ta vội vàng nói: “Diệp Quân...”
Diệp Quân quay đầu nhìn về phía Đại trưởng lão, cười nói: “Làm gì cơ?”
Diệp Côn run giọng nói: “Đều là người nhà, vẫn mong ngươi nương tay...”
Diệp Quân chớp mắt: “Ai là người nhà với ông? Ta là con nuôi! Con nuôi!”
Hắn vừa nói vừa đạp mạnh chân lên trên yết hầu của Diệp Mãn.
Rắc!
Diệp Mãn trợn tròn hai mắt, máu tươi không ngừng phun ra từ trong miệng.
“A!”
Đại trưởng lão đột nhiên lao về phía Diệp Quân giống như kẻ điên, nhưng ngay giây sau, Diệp Tiêu đã xuất hiện trước mặt ông ta, sau đó tung ra một cú đấm.
Bốp!
Cùng với âm thanh của cú đấm vang lên, Diệp Côn liên tiếp lùi ra sau mấy mét!
Diệp Tiêu lạnh lùng nhìn Đại trưởng lão đang giống như kẻ điên: “Bọn họ đang quyết đấu công bằng!”
Sắc mặt Diệp Côn cực kỳ khó coi, ông ta lạnh lùng liếc nhìn Diệp Quân, ánh mắt mang theo vẻ tàn độc, không có bất cứ lời thừa thãi nào, ông ta quay người rời đi!
Đúng vào lúc này, một tàn ảnh đột nhiên lóe qua khoảng không.
Sắc mặt Diệp Côn lập tức biến đổi mạnh mẽ, quay phắt người lại, ngay giây sau, một cú đấm đã lao thẳng lên trên yết hầu của ông ta!
Rắc!
Diệp Côn trợn tròn hai mắt, sau đó cứ thế ngã xuống!
Những trưởng lão đang có mặt đều sững sờ, sau đó nhìn Diệp Quân ra tay với vẻ kinh hãi!
Diệp Quân liếc nhìn Diệp Côn lúc này đã ngã xuống, bình tĩnh nói: “Không giết ông ta, ông ta sẽ báo thù ta, ảnh hưởng tới sự đoàn kết gia tộc!”
Mọi người trở nên trầm mặc.
Mặc dù hơi thái quá, nhưng lúc này đương nhiên không có ai đứng ra phản đối Diệp Quân!
Cục diện đã định!
Diệp Tiêu đột nhiên nói: “Khiêng xác của Diệp Côn và Diệp Mãn ra bên ngoài!”
Nghe vậy, hai người vội vàng bước tới, sau đó khiêng xác của hai người kia đi ra bên ngoài.
Diệp Tiêu nhìn về phía Diệp Quân, biểu cảm phức tạp: “Tiểu Quân, tu vi của ngươi...”
Diệp Quân khẽ cười: “Tộc trưởng, ta không hề cố ý giả bộ, khi trước cơ thể quả thực có xảy ra vấn đề, chỉ là bây giờ vấn đề này đã được giải quyết!”
Diệp Tiêu cười nói: “Giải quyết rồi thì tốt!”
Nghe vậy, các trưởng lão đang có mặt cũng nở một nụ cười!
Sắc mặt của Tam trưởng lão và Lục trưởng lão lại trắng bệch!
Hỏng hết cả kế hoạch rồi!
Đúng vào lúc này, một thị vệ đột nhiên tiến vào trong, hắn hành lễ với Diệp Tiêu rồi nói: “Tộc trưởng, tộc trưởng gia tộc họ Nạp Lan mời thế tử tới gia tộc họ Nạp Lan!”
Gia tộc họ Nạp Lan!
Diệp Tiêu cau mày: “Có nói là vì chuyện gì không?”
Thị vệ lắc đầu: “Không nói!”
Diệp Tiêu nhìn về phía Diệp Quân, Diệp Quân khẽ cười nói: “Ta đi vậy!”
Diệp Tiêu trầm giọng nói: “Ta đi cùng với ngươi!”
Diệp Quân cười nói: “Tộc trưởng, không sao đâu!”
Diệp Tiêu nghĩ ngợi rồi lên tiếng: “Cẩn thận một chút!”
Diệp Quân gật đầu, hắn liếc nhìn Tam trưởng lão và Lục trưởng lão, sau đó đi ra bên ngoài.
Thấy Diệp Quân rời đi, trong điện, Nhị trưởng lão đứng một bên đột nhiên nhỏ tiếng thở dài: “May là tộc trưởng có tầm nhìn xa trông rộng, nếu như không phải ông tận lực ngăn cản thì hôm nay e rằng Tiểu Quân đã muốn ra khỏi gia tộc họ Diệp luôn rồi, lúc đó, gia tộc họ Diệp không chỉ mất đi một thiên tài đỉnh cao mà còn có thêm một kẻ địch lớn! Tộc trưởng thật là anh minh!”
Những trưởng lão còn lại cũng vội vàng gật đầu hùa theo.
Diệp Tiêu liếc nhìn đám người, lắc đầu: “Chàng trai này là một người trọng tình nghĩa, gia tộc họ Diệp chúng ta đối đãi tốt với nó thì nó nhất định cũng sẽ đối đãi tốt với gia tộc họ Diệp chúng ta!”
Vừa nói ông vừa thấp giọng thở dài: “Nếu như tu vi của nó hoàn toàn mất đi, Đại trưởng lão cũng không nên giải quyết sự việc tuyệt tình như vậy, dẫu sao thì chàng trai này cũng đã liều mạng vì gia tộc họ Diệp chúng ta nhiều lần, từng đổ nhiều máu như vậy, dù thế nào thì cũng không nên đi tới kết cục thê thảm!”
Nhị trưởng lão gật đầu: “Lần này là Đại trưởng lão quá đáng rồi! Ông ta...bị trừng phạt là đáng tội!”
Những trưởng lão còn lại cũng liên tiếp gật đầu, lại cùng hùa theo.
Diệp Tiêu đột nhiên nói: “Tam trưởng lão, Lục trưởng lão, năm nay mấy người cũng đã bảy mươi lăm rồi nhỉ?”
Nghe vậy, cả Tam trưởng lão và Lục trưởng lão đều sững sờ, chẳng mấy chốc, sắc mặt của hai người đều trở nên cực kỳ khó coi.
Bảy mươi lăm!
Ở gia tộc họ Diệp, đây là độ tuổi về hưu, mà bọn họ chỉ mới có sáu mươi tuổi!
Khoảnh khắc này, Tam trưởng lão và Lục trưởng lão như thể già đi rất nhiều!
Diệp Tiêu liếc nhìn hai người, sau đó lại nói: “An táng Đại trưởng lão và Diệp Mãn cho tốt, dù gì thì ông ta cũng từng lập công cho gia tộc, ôi...”
Nói xong, ông quay người rời đi.
Trong điện, các trưởng lão đều thở phào một hơi!
Ban nãy may là không giúp Đại trưởng lão giậu đổ bìm leo, nếu không...
...
Sau khi rời khỏi nhà thờ tổ, Diệp Quân quay đầu trông ra, ở nơi không xa có một người đàn ông đang đứng, lưng người đàn ông hơi gù.
Đó là người đàn ông lưng gù vội vàng báo tin với Đại trưởng lão khi trước!
Lúc đó, tên này vẫn còn vui mừng không thôi.
Thấy Diệp Quân nhìn qua thì sắc mặt của người đàn ông lưng gù lập tức trắng bệch, ông ta vội vàng quỳ xuống: “Thế tử...”
Lúc nhìn thấy xác của ông cháu Diệp Côn bị khiêng ra ngoài, ông ta biết kế hoạch của ông ta tiêu tan cả rồi!
Diệp Quân khẽ cười, không bận tâm tới đối phương mà đi về phía xa.
Diệp Quân đi được chưa bao lâu, một ông lão mặc đồ đen lập tức xuất hiện trước mặt người đàn ông lưng gù, ông ta lạnh lùng nhìn người đàn ông lưng gù, không nói gì cả.
Người đàn ông lưng gù mặt như tro tàn, xụi lơ dưới đất.
Lúc Diệp Quân vừa mới bước qua cửa lớn thì gặp Diệp Khải!
Diệp Khải khẽ cười: “Diệp Quân ca, chúc mừng!”
Diệp Quân cười nói: “Diệp Khải đệ, chắc là đệ cũng đạt tới cảnh giới Tiên Thiên rồi nhỉ?”
Diệp Khải gật đầu: “Đúng vậy!”
Tải #ReadMe, tìm kiếm"Nhất Kiếm Phá Thiên" để tiếp tục đọc➡️

Jan 23, 2024 - Jan 23, 2024
💯💯Karyawan museum, Aaron Xiao secara tak terduga terlempar ke masa lampau dan menjadi menantu di rumah jenderal. Pengetahuan modern yang sebelumnya tidak berguna, justru membantunya meraih keberhasilan yang luar biasa, menjadi seorang yang tak tertandingi di dunia sebagai pria paling luar biasa!
---------------------
Bab 1 Kedatangan Pertama
Bulan yang terang membubung tinggi di langit malam.
Di dekat kandang kuda dengan aroma menyengat, Aaron Xiao terbangun di tumpukan jerami.
Ketika dia membuka matanya, bau kotoran hampir membuatnya pingsan.
Malam itu sangat cerah, warna bulan yang menerpa bersinar terang dan masuk dalam bidang penglihatannya.
Dia melihat ke bawah dan warna merah dari pakaian mewah yang dia kenakan mulai terlihat. Ini adalah pakaian mewah berwarna merah yang sama dengan gaun pengantin kuno.
Aaron Xiao adalah seorang penjaga museum yang mengetahui semua tentang puisi kuno, lagu kuno, pakaian, makanan, perumahan dan kerajinan tangan yang ada di zaman kuno. Sekilas, pakaian itu adalah pakaian bordir yang telah lama hilang di zaman modern.
Pakaian ini tidak akan bisa dibeli dengan harga kurang dari 10 miliar di zaman modern ini.
"Bisa pindah dulu ke samping? Kalau mau tidur, setidaknya jangan menghalangi pekerjaanku, menantu." Pada saat itu, pelayan yang bertugas memberi makan kuda membawa seember makanan kuda, berkata dengan nada tidak sabar.
Aaron Xiao melihat sekeliling, yang merupakan tempat yang tidak dikenalnya. Dia bertanya dengan bingung, "Menantu? Menantu apa? Di mana ini?"
Benar saja. Menantu yang orang ini sebutkan adalah orang yang bodoh dan biasa-biasa saja.
Pelayan tidak mengangkat pandangan matanya saat menjawab, bahkan nadanya sedikit lebih tinggi, "Di mana? Ini adalah Kediaman Keluarga Qin. Hari ini adalah malam pernikahanmu dengan Nona Keluarga Qin! Ini adalah rumahmu!"
Alis Aaron Xiao berkerut. Tampaknya berada di samping kotoran kuda tidak cocok dengan malam pernikahan. Namun, itulah yang terjadi.
Masih sedikit bingung, Aaron Xiao ingat bahwa dua jam sebelumnya, museum telah tutup dan dia telah pergi setelah memeriksa artefak dan mengunci pintu museum.
Seorang rekannya berkata bahwa hari itu adalah hari ulang tahun Aaron Xiao dan dia harus memesan tempat karaoke agar bisa merayakannya.
Dia seharusnya sedang merayakan ulang tahunnya saat ini.
Biasanya kru film sering datang ke museum untuk membuat film dokumenter. Apa dia secara tidak sengaja masuk ke dalam kru film hari ini?
Saat memikirkan hal itu, kenangan dalam benak Aaron Xiao terasa seperti dibuka, membanjirinya dengan masa lalu yang bukan bagian dari pengalamannya.
Ternyata tubuhnya ini bernama Zenov Xiao, seorang pria yang setia, jujur serta pekerja keras.
Keluarga Xiao berasal dari keluarga kaisar pendiri, yang telah membantu kaisar pendiri untuk membangun kekaisarannya. Namun sayangnya, pada saat itu, generasi Zenov Xiao telah jatuh ke dalam kehinaan.
Hari ini adalah hari pernikahannya dengan Nona Qin, yang telah terjalin perjanjian pernikahan dengannya sejak kecil.
Gambaran terakhir dalam benak Zenov Xiao adalah, Zenov Xiao disambut oleh kerumunan orang yang meneriakkan, "Bawa ke kamar pengantin!" Setelah itu, dia dipukuli hingga pingsan dengan tongkat di bagian belakang kepalanya.
Zenov Xiao adalah seorang pelajar yang terlalu lemah untuk menahan pukulan fatal di lehernya. Dia jatuh pingsan sebelum akhirnya meninggal di atas jerami di kandang.
Pada malam pernikahan, seorang manusia yang masih hidup dan bernapas tidak tersentuh.
Kemudian, Aaron Xiao yang datang ke zaman ini mengambil alih tubuh Zenov Xiao dan hidup kembali.
"Masuklah. Di sinilah kamu tidur." Pelayan, sang pemberi makan kuda, menunjuk dengan sangat acuh tak acuh ke dapur tua yang berada di sebelah kandang kuda.
"Di sini?" Mata Aaron Xiao terbelalak, merasa kalau Keluarga Qin sangat kejam!
Ini adalah dapur untuk para bawahan. Biasanya tuan rumah memiliki dapur kecil khusus. Ketika para bawahan ingin makan, mereka melakukannya di dapur tua ini.
Posisi Zenov Xiao di Keluarga Qin hampir sama dengan posisi seekor anjing peliharaan.
Aaron Xiao melihat anjing pengawas di depan pintu, dengan mulut lancip dan dahi datar. Anjing itu memiliki rambut berwarna cokelat dan telinga tegak. Tampaknya dinasti ini kurang lebih terkait dengan zaman kuno Lamusa, tetapi Aaron Xiao belum yakin dinasti apa itu.
"Menantu, tempat ini masih terlindung dari angin dan hujan. Sudah untung masih punya tempat untuk tidur."
Pelayan berdecak. Mata Aaron Xiao berubah beberapa derajat saat dia mendengarkan perkataannya.
"Tidurlah lebih awal. Kalau tidak, aku akan kelelahan karena harus melayanimu sepanjang malam."
Pelayan yang melihat Aaron Xiao melamun, menggelengkan kepalanya dan meletakkan ember di tangannya, lalu melangkah keluar. Seorang budak seperti dia bahkan tidak perlu tidur di dapur. Yang dipanggil menantu ini tidak memiliki tempat atau masa depan di Keluarga Qin dan tidak perlu memperlakukannya dengan hormat.
Jadi, Aaron Xiao ditinggalkan sendirian di dapur yang lusuh dan lembap.
Pada saat itu, seorang pria tinggi dan kekar berdiri di luar pintu. Dia terlihat enggan saat akan masuk. Namun, suaranya terdengar kuat dan bertenaga.
"Biarlah hari ini menjadi pelajaran bagimu! Jangan berpikir bahwa karena kamu adalah anggota Keluarga Qin, kamu menjadi bagian dari anggota Keluarga Qin! Jika kamu menyentuh adikku, aku akan mencincangmu dan melemparkan tulangmu untuk dimakan anjing!"
Aaron Xiao menoleh ke samping untuk melihat siapa orang yang bersikap sombong ini.
Ketika dia melihat dengan jelas, dia adalah Malek Qin.
Keluarga Qin adalah keluarga dengan memiliki banyak talenta berbakat, termasuk orang ini.
Malek Qin, seorang cucu tertua adalah seorang menteri peringkat keempat yang bertanggung jawab atas gerbang istana dan merupakan seorang perwira tinggi. Cucu kedua, Heera Qin, istri Zenov Xiao, memiliki paras cantik dan berbakat.
Keluarga Qin adalah keluarga jenderal yang setia dan pemberani, kecuali generasi cucunya
Orang tua dan kakek Heera Qin, Oman Qin, berada di garis depan perang melawan musuh, sehingga mereka tidak hadir di pernikahan yang dilangsungkan hari ini. Dalam pernikahan ini, hanya seorang nenek dari Keluarga Qin, yang bertanggung jawab.
Ancaman penuh kemarahan Malek Qin tidak dihiraukan oleh Aaron Xiao, "Saudaraku, aku seorang pria sejati dan tidak memiliki perasaan terhadap Nona Qin. Aku tidak akan memaksanya."
Perkataan entengnya ini membuat Malek Qin sangat tidak senang. Apa pria ini tidak senang karena sudah menikahi adik perempuannya?
Dia berteriak, "Jangan banyak bicara! Kamu beruntung bisa menjadi menantu Keluarga Qin. Kamu hanya orang miskin! Tidak perlu bersikap sok seperti itu!"
"Adikku adalah gadis paling berbakat di Kota Amura! Jika bukan karena pengorbanan kakekmu kepada negara, kamu tidak akan bisa menikah dan menjadi bagian dari Keluarga Qin!"
"Jika kakekku tidak menginginkanmu sebagai menantu di keluarga ini, apa kamu pikir kamu bisa menginjakkan kaki di Kediaman Keluarga Qin?"
Sikap Malek Qin membuat Aaron Xiao terlihat seperti anjing yang mengemis makanan. "Tapi karena kamu sudah menjadi menantu Keluarga Qin, Keluarga Qin selalu menjadi keluarga yang penuh kebajikan. Kalau kamu bersikap patuh, Keluarga Qin akan memberimu makan dan minum selama sisa hidupmu. Tapi, kalau kamu menginginkan lebih, tidak ada yang akan kamu dapatkan!"
"Tapi jika kamu bersikap tidak patuh, jika kamu berani melakukan sesuatu pada adikku, kepalamu akan terpisah dari tubuhmu!"
Heera Qin telah menjadi kesayangan Keluarga Qin sejak masih kecil. Ketika dia melihat Zenov Xiao, yang seorang pecundang, nada bicaranya bahkan lebih keras dan kasar. Tatapan tajam yang dia tunjukkan membuat Aaron Xiao merinding.
Aaron Xiao tidak ingin menimbulkan masalah. Dia tidak mengenal tempat ini dengan baik dan juga tidak tahu tentang pemilik tubuh asli ini, yang tampaknya berstatus rendah dan tidak disukai. Jadi, dia membungkuk dan mengatakan, "Tenang saja. Aku akan melakukan apa yang diperintahkan."
Kepengecutan Aaron Xiao membuat Malek Qin jijik, "Cih! Bisa apa seorang sarjana yang lemah!"
Dengan itu, Malek Qin menyingsingkan lengan bajunya dan melangkah pergi.
Bukan niat Aaron Xiao untuk menjadi menantu keluarga ini. Karena Zenov Xiao telah dibunuh oleh Keluarga Qin pada malam pernikahannya, tidak ada alasan baginya untuk tinggal di sini.
Zenov Xiao tidak memiliki kekuatan. Aaron Xiao harus membuat rencana serius untuk mengubah situasinya.
Aaron Xiao menggigil karena udara malam yang dingin. Meskipun pakaian yang dikenakan cukup mewah, tidak sehangat jaket bulu.
Bahkan pelayan, si pemberi makan kuda telah pergi, meninggalkan Aaron Xiao dan anjingnya di dapur.
Aaron Xiao menggelengkan kepalanya. Jika dia tidak datang ke zaman ini, dia pasti sedang minum dan bernyanyi di bar karaoke dan bersenang-senang sekarang.
Saat menatap bulan yang cerah di langit, dia teringat puisi yang sangat sesuai untuk situasi saat ini dan melafalkan, "Selamat datang malam. Cahaya bulan menerpa tempat tidur. Aku di sini, biarkan membeku karena duka. Sebab hari, terus beranjak dan menoreh luka."
"Guk ... guk ...." Anjing kuning kecil itu mengangkat kepalanya dan menatapnya dengan tatapan kosong, mengubah posisinya dan kembali tidur.
Di bawah sinar bulan, seorang wanita langsing bersembunyi di balik pohon akasia tidak jauh dari situ. Mendengar puisi Aaron Xiao, dia gemetar, dimabukkan oleh keindahannya yang tenang.
Puisi itu sederhana, tetapi sangat tenang. Baris-barisnya sederhana, tetapi berirama, sangat cocok dengan situasi saat ini.
Dia ragu-ragu sejenak, ingin melangkah maju, tetapi setelah merenung sejenak, dia berbalik dan bergegas pergi, menyisakan aroma rumput yang samar-samar di udara.
Setelah merasakan angin dingin menerpa, persepsi Aaron Xiao tentang dunia yang sekarang dia tinggali berangsur-angsur menjadi lebih jelas.
Ini adalah Dinasti Naemu, yang memiliki banyak kesamaan dengan budaya kuno Lamusa, tetapi bukan dinasti yang ada dalam sejarah.
Aaron Xiao telah bekerja di museum selama bertahun-tahun dan mengambil jurusan sejarah di ketika kuliah. Jadi, dia tahu tentang dinasti-dinasti tersebut.
Namun, Dinasti Naemu adalah sebuah dinasti yang belum pernah dia dengar dan jauh lebih tidak makmur daripada zaman kuno Lamusa. Dinasti ini masih memiliki banyak hal yang harus diperbaiki.
"Di kehidupanku sebelumnya, pemahaman yang aku ketahui di abad 21 sama sekali tidak berguna. Aku hanya bekerja sebagai penjaga museum dari jam 9 sampai jam 5 sore!"
"Dalam kehidupan ini, karena aku terlahir kembali di zaman kuno, aku tidak bisa menjadi orang biasa lagi!"
Aaron Xiao mengepalkan tinjunya, merasakan getaran dalam hatinya.
Pria yang datang ke zaman kuno ini seharusnya tak tertandingi di dunia! Sekarang adalah kesempatannya!
Aaron Xiao telah bersumpah di dalam hatinya bahwa dia akan membuat pencapaian yang besar!
👇👇👇
✅Jika Anda igin tahu lebih banyak konten mrik dari novel ini, unduh #Novelbagus dan cari 👉"Karir Menantu Pria di Masa Kekaisaran" 👈untuk melanjutkan membaca.
---------------------
Bab 1 Kedatangan Pertama
Bulan yang terang membubung tinggi di langit malam.
Di dekat kandang kuda dengan aroma menyengat, Aaron Xiao terbangun di tumpukan jerami.
Ketika dia membuka matanya, bau kotoran hampir membuatnya pingsan.
Malam itu sangat cerah, warna bulan yang menerpa bersinar terang dan masuk dalam bidang penglihatannya.
Dia melihat ke bawah dan warna merah dari pakaian mewah yang dia kenakan mulai terlihat. Ini adalah pakaian mewah berwarna merah yang sama dengan gaun pengantin kuno.
Aaron Xiao adalah seorang penjaga museum yang mengetahui semua tentang puisi kuno, lagu kuno, pakaian, makanan, perumahan dan kerajinan tangan yang ada di zaman kuno. Sekilas, pakaian itu adalah pakaian bordir yang telah lama hilang di zaman modern.
Pakaian ini tidak akan bisa dibeli dengan harga kurang dari 10 miliar di zaman modern ini.
"Bisa pindah dulu ke samping? Kalau mau tidur, setidaknya jangan menghalangi pekerjaanku, menantu." Pada saat itu, pelayan yang bertugas memberi makan kuda membawa seember makanan kuda, berkata dengan nada tidak sabar.
Aaron Xiao melihat sekeliling, yang merupakan tempat yang tidak dikenalnya. Dia bertanya dengan bingung, "Menantu? Menantu apa? Di mana ini?"
Benar saja. Menantu yang orang ini sebutkan adalah orang yang bodoh dan biasa-biasa saja.
Pelayan tidak mengangkat pandangan matanya saat menjawab, bahkan nadanya sedikit lebih tinggi, "Di mana? Ini adalah Kediaman Keluarga Qin. Hari ini adalah malam pernikahanmu dengan Nona Keluarga Qin! Ini adalah rumahmu!"
Alis Aaron Xiao berkerut. Tampaknya berada di samping kotoran kuda tidak cocok dengan malam pernikahan. Namun, itulah yang terjadi.
Masih sedikit bingung, Aaron Xiao ingat bahwa dua jam sebelumnya, museum telah tutup dan dia telah pergi setelah memeriksa artefak dan mengunci pintu museum.
Seorang rekannya berkata bahwa hari itu adalah hari ulang tahun Aaron Xiao dan dia harus memesan tempat karaoke agar bisa merayakannya.
Dia seharusnya sedang merayakan ulang tahunnya saat ini.
Biasanya kru film sering datang ke museum untuk membuat film dokumenter. Apa dia secara tidak sengaja masuk ke dalam kru film hari ini?
Saat memikirkan hal itu, kenangan dalam benak Aaron Xiao terasa seperti dibuka, membanjirinya dengan masa lalu yang bukan bagian dari pengalamannya.
Ternyata tubuhnya ini bernama Zenov Xiao, seorang pria yang setia, jujur serta pekerja keras.
Keluarga Xiao berasal dari keluarga kaisar pendiri, yang telah membantu kaisar pendiri untuk membangun kekaisarannya. Namun sayangnya, pada saat itu, generasi Zenov Xiao telah jatuh ke dalam kehinaan.
Hari ini adalah hari pernikahannya dengan Nona Qin, yang telah terjalin perjanjian pernikahan dengannya sejak kecil.
Gambaran terakhir dalam benak Zenov Xiao adalah, Zenov Xiao disambut oleh kerumunan orang yang meneriakkan, "Bawa ke kamar pengantin!" Setelah itu, dia dipukuli hingga pingsan dengan tongkat di bagian belakang kepalanya.
Zenov Xiao adalah seorang pelajar yang terlalu lemah untuk menahan pukulan fatal di lehernya. Dia jatuh pingsan sebelum akhirnya meninggal di atas jerami di kandang.
Pada malam pernikahan, seorang manusia yang masih hidup dan bernapas tidak tersentuh.
Kemudian, Aaron Xiao yang datang ke zaman ini mengambil alih tubuh Zenov Xiao dan hidup kembali.
"Masuklah. Di sinilah kamu tidur." Pelayan, sang pemberi makan kuda, menunjuk dengan sangat acuh tak acuh ke dapur tua yang berada di sebelah kandang kuda.
"Di sini?" Mata Aaron Xiao terbelalak, merasa kalau Keluarga Qin sangat kejam!
Ini adalah dapur untuk para bawahan. Biasanya tuan rumah memiliki dapur kecil khusus. Ketika para bawahan ingin makan, mereka melakukannya di dapur tua ini.
Posisi Zenov Xiao di Keluarga Qin hampir sama dengan posisi seekor anjing peliharaan.
Aaron Xiao melihat anjing pengawas di depan pintu, dengan mulut lancip dan dahi datar. Anjing itu memiliki rambut berwarna cokelat dan telinga tegak. Tampaknya dinasti ini kurang lebih terkait dengan zaman kuno Lamusa, tetapi Aaron Xiao belum yakin dinasti apa itu.
"Menantu, tempat ini masih terlindung dari angin dan hujan. Sudah untung masih punya tempat untuk tidur."
Pelayan berdecak. Mata Aaron Xiao berubah beberapa derajat saat dia mendengarkan perkataannya.
"Tidurlah lebih awal. Kalau tidak, aku akan kelelahan karena harus melayanimu sepanjang malam."
Pelayan yang melihat Aaron Xiao melamun, menggelengkan kepalanya dan meletakkan ember di tangannya, lalu melangkah keluar. Seorang budak seperti dia bahkan tidak perlu tidur di dapur. Yang dipanggil menantu ini tidak memiliki tempat atau masa depan di Keluarga Qin dan tidak perlu memperlakukannya dengan hormat.
Jadi, Aaron Xiao ditinggalkan sendirian di dapur yang lusuh dan lembap.
Pada saat itu, seorang pria tinggi dan kekar berdiri di luar pintu. Dia terlihat enggan saat akan masuk. Namun, suaranya terdengar kuat dan bertenaga.
"Biarlah hari ini menjadi pelajaran bagimu! Jangan berpikir bahwa karena kamu adalah anggota Keluarga Qin, kamu menjadi bagian dari anggota Keluarga Qin! Jika kamu menyentuh adikku, aku akan mencincangmu dan melemparkan tulangmu untuk dimakan anjing!"
Aaron Xiao menoleh ke samping untuk melihat siapa orang yang bersikap sombong ini.
Ketika dia melihat dengan jelas, dia adalah Malek Qin.
Keluarga Qin adalah keluarga dengan memiliki banyak talenta berbakat, termasuk orang ini.
Malek Qin, seorang cucu tertua adalah seorang menteri peringkat keempat yang bertanggung jawab atas gerbang istana dan merupakan seorang perwira tinggi. Cucu kedua, Heera Qin, istri Zenov Xiao, memiliki paras cantik dan berbakat.
Keluarga Qin adalah keluarga jenderal yang setia dan pemberani, kecuali generasi cucunya
Orang tua dan kakek Heera Qin, Oman Qin, berada di garis depan perang melawan musuh, sehingga mereka tidak hadir di pernikahan yang dilangsungkan hari ini. Dalam pernikahan ini, hanya seorang nenek dari Keluarga Qin, yang bertanggung jawab.
Ancaman penuh kemarahan Malek Qin tidak dihiraukan oleh Aaron Xiao, "Saudaraku, aku seorang pria sejati dan tidak memiliki perasaan terhadap Nona Qin. Aku tidak akan memaksanya."
Perkataan entengnya ini membuat Malek Qin sangat tidak senang. Apa pria ini tidak senang karena sudah menikahi adik perempuannya?
Dia berteriak, "Jangan banyak bicara! Kamu beruntung bisa menjadi menantu Keluarga Qin. Kamu hanya orang miskin! Tidak perlu bersikap sok seperti itu!"
"Adikku adalah gadis paling berbakat di Kota Amura! Jika bukan karena pengorbanan kakekmu kepada negara, kamu tidak akan bisa menikah dan menjadi bagian dari Keluarga Qin!"
"Jika kakekku tidak menginginkanmu sebagai menantu di keluarga ini, apa kamu pikir kamu bisa menginjakkan kaki di Kediaman Keluarga Qin?"
Sikap Malek Qin membuat Aaron Xiao terlihat seperti anjing yang mengemis makanan. "Tapi karena kamu sudah menjadi menantu Keluarga Qin, Keluarga Qin selalu menjadi keluarga yang penuh kebajikan. Kalau kamu bersikap patuh, Keluarga Qin akan memberimu makan dan minum selama sisa hidupmu. Tapi, kalau kamu menginginkan lebih, tidak ada yang akan kamu dapatkan!"
"Tapi jika kamu bersikap tidak patuh, jika kamu berani melakukan sesuatu pada adikku, kepalamu akan terpisah dari tubuhmu!"
Heera Qin telah menjadi kesayangan Keluarga Qin sejak masih kecil. Ketika dia melihat Zenov Xiao, yang seorang pecundang, nada bicaranya bahkan lebih keras dan kasar. Tatapan tajam yang dia tunjukkan membuat Aaron Xiao merinding.
Aaron Xiao tidak ingin menimbulkan masalah. Dia tidak mengenal tempat ini dengan baik dan juga tidak tahu tentang pemilik tubuh asli ini, yang tampaknya berstatus rendah dan tidak disukai. Jadi, dia membungkuk dan mengatakan, "Tenang saja. Aku akan melakukan apa yang diperintahkan."
Kepengecutan Aaron Xiao membuat Malek Qin jijik, "Cih! Bisa apa seorang sarjana yang lemah!"
Dengan itu, Malek Qin menyingsingkan lengan bajunya dan melangkah pergi.
Bukan niat Aaron Xiao untuk menjadi menantu keluarga ini. Karena Zenov Xiao telah dibunuh oleh Keluarga Qin pada malam pernikahannya, tidak ada alasan baginya untuk tinggal di sini.
Zenov Xiao tidak memiliki kekuatan. Aaron Xiao harus membuat rencana serius untuk mengubah situasinya.
Aaron Xiao menggigil karena udara malam yang dingin. Meskipun pakaian yang dikenakan cukup mewah, tidak sehangat jaket bulu.
Bahkan pelayan, si pemberi makan kuda telah pergi, meninggalkan Aaron Xiao dan anjingnya di dapur.
Aaron Xiao menggelengkan kepalanya. Jika dia tidak datang ke zaman ini, dia pasti sedang minum dan bernyanyi di bar karaoke dan bersenang-senang sekarang.
Saat menatap bulan yang cerah di langit, dia teringat puisi yang sangat sesuai untuk situasi saat ini dan melafalkan, "Selamat datang malam. Cahaya bulan menerpa tempat tidur. Aku di sini, biarkan membeku karena duka. Sebab hari, terus beranjak dan menoreh luka."
"Guk ... guk ...." Anjing kuning kecil itu mengangkat kepalanya dan menatapnya dengan tatapan kosong, mengubah posisinya dan kembali tidur.
Di bawah sinar bulan, seorang wanita langsing bersembunyi di balik pohon akasia tidak jauh dari situ. Mendengar puisi Aaron Xiao, dia gemetar, dimabukkan oleh keindahannya yang tenang.
Puisi itu sederhana, tetapi sangat tenang. Baris-barisnya sederhana, tetapi berirama, sangat cocok dengan situasi saat ini.
Dia ragu-ragu sejenak, ingin melangkah maju, tetapi setelah merenung sejenak, dia berbalik dan bergegas pergi, menyisakan aroma rumput yang samar-samar di udara.
Setelah merasakan angin dingin menerpa, persepsi Aaron Xiao tentang dunia yang sekarang dia tinggali berangsur-angsur menjadi lebih jelas.
Ini adalah Dinasti Naemu, yang memiliki banyak kesamaan dengan budaya kuno Lamusa, tetapi bukan dinasti yang ada dalam sejarah.
Aaron Xiao telah bekerja di museum selama bertahun-tahun dan mengambil jurusan sejarah di ketika kuliah. Jadi, dia tahu tentang dinasti-dinasti tersebut.
Namun, Dinasti Naemu adalah sebuah dinasti yang belum pernah dia dengar dan jauh lebih tidak makmur daripada zaman kuno Lamusa. Dinasti ini masih memiliki banyak hal yang harus diperbaiki.
"Di kehidupanku sebelumnya, pemahaman yang aku ketahui di abad 21 sama sekali tidak berguna. Aku hanya bekerja sebagai penjaga museum dari jam 9 sampai jam 5 sore!"
"Dalam kehidupan ini, karena aku terlahir kembali di zaman kuno, aku tidak bisa menjadi orang biasa lagi!"
Aaron Xiao mengepalkan tinjunya, merasakan getaran dalam hatinya.
Pria yang datang ke zaman kuno ini seharusnya tak tertandingi di dunia! Sekarang adalah kesempatannya!
Aaron Xiao telah bersumpah di dalam hatinya bahwa dia akan membuat pencapaian yang besar!
👇👇👇
✅Jika Anda igin tahu lebih banyak konten mrik dari novel ini, unduh #Novelbagus dan cari 👉"Karir Menantu Pria di Masa Kekaisaran" 👈untuk melanjutkan membaca.

Aug 08, 2023 - Aug 18, 2023
If I could turn the clock back, I would never help that woman, and I would rather just stand by and watch.
A few years ago, I was with my client in a hotel, and when I passed a room, I heard a scream for help from inside the room. I pushed the door open, and saw a beautiful woman was pinned down on bed by a fat man.
Her clothes had all been ripped, her breasts were exposed, and her legs, dressed in black stockings, were opened by force. She looked at me with teary eyes, and a flicker of hope crossed her face.
I could feel a flush of hot blood creeping up my face. Then I charged towards that fat man and grappled with him.
That woman then rushed out of the room. Her ample breasts bounced as she escaped. Her face was consorted with horror but she still looked stunning.
That fat man was drunk. I beat him black and blue, then the hotel called the police, and I was arrested.
That was the day when my life turned utterly miserable.
The fat man told the police that I was beating him for no reason, and he had got a concussion. He asked me to compensate for his loss, and he was ready to sue me for assault.
I wasn’t afraid at first, because I knew I hit him for a righteous cause. But the police told me later that they couldn’t find any evidence to prove that I was telling the truth, and the surveillance camera in the hotel was broken. So the only thing they were sure of was that I beat him.
My heart sunk, but I still had hope. I was hoping that woman would appear and save me, but she didn’t. She never showed up again.
At last, I was sentenced to three years in prison for assault. And that fat man received a compensatory payment of a hundred and seventy dollars from me for the suffering he had been caused. That was basically all the money I made within four years.
This news was such a blow to my family. My father, who had been a proud man his whole life, had a relapse when he heard about it and he almost died. And my mother cried so hard that her eyes were swollen.
And my girlfriend, who had been together with me for five years, promised that she would wait for me. But as the time went by, her visits decreased in frequency, and in the end, she sent me a letter and said that she doesn’t want to wait for me anymore.
It was the darkest three years of my life. I had changed so much. I became irritable and anxious, and I fought with other people so much that my body is covered with terrifying scars.
When I was finally released, I tried to get my girlfriend back, but when I finally found her, she was with another man.
Her new boyfriend has an Audi car and he looks mature and handsome. He is so perfect for her.
I was so angry when I saw them together and I wanted to confront her about it but I didn’t. Then she got on his car and he drove away.
I remembered that in her letter, she said: “Tom, forget about me. I have found someone who is just as nice as you.”
I smiled bitterly. I wandered alone along the streets until I got exhausted and collapsed on the street. Then I learned to derive pleasure from cigarettes and alcohol. They made me laugh uproariously and hysterically.
At first I hated that woman for not showing up, because it was she who ruined my life, but as time went by, I realized that hatred could only make me more negative and depressed. So I tried to pull myself together.
It’s not easy to get a job when you have a crime record, and I got rejected for so many times. But luckily, I found a software company that was hiring salesmen and technologists. This company was competing for a deal in Thailand so it was hiring urgently.
I applied for this position because I studied International Trade as my major when I was back in college, and I also learned Thai.
They didn’t check my background because they were urgent, and I passed the interview and got this job. I had new hopes for my life.
On my first day, I got dressed neatly, and I went to the company with great expectations. After completing the procedures, I was taken to the office of the sales director to meet my immediate superior.
The specialist in Personnel told me that my superior is the daughter of this company’s boss. She just came back from abroad, and she is even more beautiful than some actresses. So many men in this company have a crush on her.
The door to the office was opened, and I froze when I saw the beautiful woman sitting behind a big desk. Then the memories came flooding back: the frightened look on her stunning face, her teary eyes, and her ample breasts......
I could never imagine that the woman I saved three years ago, the woman who ruined my life, is now my immediate superior.
So many painful memories were rekindled all of a sudden. The tears my parents shed, the darkness of my prison life, and my girlfriend......
I was again overwhelmed by bitter hatred that had been torturing me for the past three years.
“Tom, this is our sales director. You can call her President Bai.” The specialist in personnel introduced her to me, without noticing any difference.
This beautiful woman whom I hate so much was looking at me. Her brow furrowed and she seemed to be recalling something.
“Hello, my name is Wendy. Did we meet before?” She asked all of a sudden.
I laughed coldly and said: “Of course we met before. I saw you opening your legs to a man!”
Wendy’s face darkened. “What do you mean? Is there a misunderstanding?”
“Misunderstanding? I should never have rushed into that room. I should have just stood by, and saw you being pressed down on bed by that fat man and....”
“Shut up!” A burning blush rushed to her cheeks, and she breathed heavily, her chest heaving.
“Now you remember who am I? President Bai?”
Wendy managed to regain her composure. Then she turned to the specialist and asked her to go out.
The specialist was in a confused state of mind. She opened her mouth but couldn’t utter a word, and at last she left the office without saying anything.
The door was shut. Wendy looked at me and said: “ You are the man who rushed into that room three years ago? At Weina Hotel?”
“Yes I am.”
“It’s really you!” She said. Her expression was unreadable. She then laughed bitterly and said: “I was so frightened and I didn’t see your face. And due to some reasons, I didn’t thank you for what you did. So, are you here for me?”
I smiled coldly and said: “You are thinking too much. I’ m here to work, and I never thought I could find you here. Thank god!”
Wendy sighed with relief and said: “I should really thank you for saving me.”
“You think that is enough?”
Wendy then stood up from her chair and took out a bank card from her fancy handbag, passed it to me and said: “There is a million dollars in this card. It’s a compensation.”
“Compensation?” My anger flared up in an instant.
Wendy thought I was not happy with the number. Her face set. She then produced another bank card and said: “There is four million dollars in the card, so it’s five million dollars in total. Thanks again for helping me.”
I could no longer hold my anger back. I shouted: “Screw your money! I wasted three years of my life in prison because of you! Can your bloody money buy my time back?”
“Nonsense! When did you go to prison because of me?” Wendy said angrily, but she was also a little bit frightened.
“Of course you don’t remember. I injured that fat guy when trying to defend you, but you never showed up and defended me when he sued me! And that’s how I spent three years in prison!” I was furious.
Wendy’s face set, and she muttered: “That’s not possible. I asked my family to find you, and they told me that you took some money and left.”
Her words further fueled my anger. I roared: “Stop talking about your freaking money! I dare you! I double dare you! Say money one more goddamn time!”
I then ripped my shirt open and exposed my upper body, which got rather strong thanks to my prison life.
“What are you doing?” Wendy was frightened, and she moved backwards involuntarily.
I walked close to her, pointed at the noticeable scars on my chest and said gravely: “Do you see? You know how I got these scars? When I first got into prison, a guard pressed his lighted cigarettes against my chest!”
Wendy looked at the scars on my chest and a dozen other long scars on my upper body. Her face crumpled.
Then, she walked aside and made a call to her family to ask about my imprisonment. And soon, she quarreled fiercely with her family and she was obviously angry.
When she hanged up the phone, her head drooped. She then looked up and said sorrowfully: “I’m terribly sorry. My family lied to me. I didn’t know you were imprisoned because of me.”
Then she bowed low to me and said: “I know you have suffered a lot for the past three years, both physically and mentally, and I’m willing to make everything up to you.”
“How?” I said coldly.
Wendy didn’t say money this time. She said: “Tell me what do you want, and I’ll do it for you as long as it is within my capability.”
I didn’t say anything. I moved to her, and she moved backwards. When she was against the wall, I pressed both of my hands against the wall and locked her in front of me. Her pretty face was now only a few inches away from me.
“What do you want? You’s better calm yourself!” Wendy was breathing heavily, and her breath was so fresh and pleasant.
Wendy is indeed the most beautiful woman I have ever seen in my whole life. Her face is angelic, and her body is perfectly proportioned.
All of a sudden, I was seized by an impulse to take revenge on her. I wanted to use her body as a tool to vent all the negative emotions I had been subjected to for the past three years, and I want to derive pleasure and happiness from her despair and agony.
“So, you were saying you can do anything you are capable of?” I smiled slyly.
Wendy froze, and then nodded.
“Good, Turn around. Face the wall.”
“What do you want?” A deep blush spread from her head to her neck.
“President Bai, can I make my intention any more obvious? I want to do an activity with you. An activity that has lasted for the entire human history, an activity you are surly gonna enjoy.”
All the color drained from her face. She looked at me with undisguised contempt, and said coldly: “Stop daydreaming!”
I laughed. “You said you can do anything for me! I don’t want money. I just want you to turn around and bend over.”
Wendy snorted. Then I placed a leg of mine between her legs, and she shivered with fear.
She was about to call for help, but I drooped my head and pressed my lips against hers. She was staring at me murderously, but I didn’t care. Her kiss was delicious, and that was the only thing I was aware of at that moment.
Then I dropped my arms, took a few steps backwards, put my shirt back on, and looked at Wendy, whose chest was heaving rapidly.
“Since you don’t want to turn around, I decide to take a kiss from you first.”
“You.....” Wendy’s face blushed furiously.
“Get out!” She pointed at the door and said in an authoritative tone of voice: “You are fired! Our company doesn’t want jerks like you!!”
I said flatly: “President Bai, you and I still have unfinished business. You are in no position to fire me!”
Before I left, I teased her by saying: “You are indeed a good kisser! My lips are burning now!”
Wendy roared. I opened the door and left.
I lit a cigarette, and thought about what should I do next. I knew I offended Wendy, but I didn’t give it a damn. I spent three years in jail because of her, and she was only getting what she deserves.
It was obvious that Wendy would try her best to make my life in the company miserable. Then I suddenly realized that if I took a huge amount of money from her, I would be able to start a new life.
But I didn’t want to let the matter rest easily, because of what I experienced in jail.
I had turned into the kind of person I once hated so much, and I don’t know when did the transformation start.
Suddenly, I got a message from my ex-girlfriend. She said she transferred fifty thousand dollars to my bank account, and she had got married and she wants me to take good care of myself.
My phone dropped on the ground, and I buried my face into my hands......
I knew I had lost my faith in love. After a while, I stood up and walked towards Wendy’s office. I decided to stay, and my only purpose was to disgust the woman.
I regained my composure, and knocked her door. She asked me to go in, and I pushed the door open and walked in.
Wendy was resting on a couch, and her face darkened when she saw it was me. She asked: “Why are you still here?”
I refrained my emotions and said flatly: “President Bai, I am here to tell you that from now on, I’ll be your assistant.”
Wendy’s brow furrowed. “Didn’t I tell you? You are fired.”
“I’m sorry. I have signed the contract. And you can’t fire me because I didn’t jeopardize this company’s interest and I didn’t disobey any rule of this company.”
“I’ll ask the Personnel to terminate the contract, and you will receive a compensation.”
“If you insist, I’ll go to the board of directors, or find some reporters, and tell them how you made me go to jail three years ago and how you fired me for no reason.”
“You....” Wendy was so angry. She stood up in a flash.
I said calmly: “Wasn’t I telling the truth.”
Wendy didn’t say anything. She just stared at me coldly. After a while, she asked: “What on earth do you want?”
“I just want to work hard, and make money.” I said peacefully.
“I can give you enough money to make all your losses up to you. But you have to go.” Wendy also said in a peaceful voice.
I didn’t get angry. I said: “Fine! If you give me ten billion dollars, I’ll disappear in an instant.”
“Ten billion dollars? You do think a lot of yourself, don’t you.” Wendy looked at me with contempt.
“Aren’t you even worth ten billion dollars? If you auction off your virginity, someone is surly going to spend that much money on you.” I said.
“What do you want?” She was irritated. And her breath was getting heavy.
“I want you to sleep with me.”
“That’s never gonna happen.” Wendy said, her face darkened.
“Then there is nothing to talk about. I need to go back to work now.”
I smiled, turned around and was about to leave. Then I said to her: “President Bai, I just want to work hard, and you should stop trying to drive me away, because I have nothing to lose, and I have nothing to fear.”
Then I opened the door and left.
The desk of her assistant is right outside her office. Her last assistant got a promotion. She didn’t know that Wendy wants to fire me, and she was waiting for me at her desk to transfer her responsibilities to me.
I greeted her politely. She gave me some sales materials and Wendy’s schedule, and then she said goodbye to Wendy and left.
Wendy didn’t try to keep her, nor did she say anything to me.
And soon, a director in Personnel found me and asked me to resign, but I didn’t agree. She then tried to talk me into resigning but I didn’t change my mind. She looked at me with great resentment, and at last she waved her hand dismissively at me and asked me to leave. She didn’t terminate the contract. Obviously, Wendy didn’t dare to do so.
I got back to my desk. I sorted out all the materials and got familiar with all the procedures, and I also memorized Wendy’s schedule. I was determined to be a good assistant.
Wendy only left her office during the lunch time, but she didn’t even spare a passing glance. She knew I was there, but she wanted to ignore me.
The other colleges of mine were very interested in me. They couldn’t help but glancing at me when they passed my table, and I noticed they were talking about me in a low voice.
I clocked off soon after Wendy got off work that afternoon, and when I passed the parking lot, I saw Wendy drove a Jaguar car away from the parking lot. When she passed me, she looked at me blankly.
“She is such a rich woman.” I thought.
All of a sudden, I saw two men walking out of the green belt. One was fat, and the other one was skinny. I didn’t know the skinny one, but the fat one was exactly the middle aged man who tried to rape Wendy and who was beaten black and blue by me three years ago.
They looked closely after Wendy’ car as she drove away. The fat man was looking murderous, and he was muttering something.
I knew the fat man had got some evil plans, and I hid myself behind some trees in the green belt and sneaked towards the fat man. And then, I could hear their conversation clearly.
“Brother Bao, you got in prison because of that beautiful woman on the car?”
“Yes. She is Wendy, a vicious woman. I was investigated because of her and I ended up spending three years in jail. I am so gonna take revenge on her.”
“Do we just kidnap her or....”
“No. It’s too risky. I got some acid. Tomorrow, you should call her and tell her that a friend of yours introduced her to you and you want her to help you update the software in your company. And then you ask her out to talk about the business, and we can put the drug in her drinks. Then she will be ours and we can do whatever we want to her and even take some photos of her.”
They walked along the street, and I didn’t follow them because I didn’t want to be noticed. They kept talking but I couldn’t hear them anymore, and when they were far away, I got out of the green belt and sunk into deep thoughts.
That fat man was named Yunbao Lei, and I learned three years ago that he was a director in a big International Company, but he was obviously dismissed from his position because Wendy managed to put him in jail, which I learned from their conversation.
I don’t know what was he in for, but he couldn’t possibly be charged of raping.
And obviously, Wendy is not only rich, she is also very powerful.
Yunbao Lei is such a crazy man. He wanted to take revenge on her by doing something so despicable. But his plan was feasible. His partner can pretend to be a client and ask her out, and then put drugs in her drinks to make her unconscious, and they can rape her and take pictures of her naked body. When they get the pictures, they can threaten her with them, make her pay money, or even manipulate her life for a long time.
Wendy was so doomed if I didn’t hear their talk.
Wait a second. Why would I even care? Didn’t I always want her to suffer? And I also want Yunbao Lei to end up badly because if he didn’t rape Wendy, I wouldn’t be in jail.
Then I got a good idea. Wendy would be raped and I wouldn’t warn her about it, because she should have been raped three years ago. But I would report on Yunbao Lei and put him in jail. And in that way, everyone gets what they deserve.
They would take actions tomorrow. So I just need to follow Wendy closely.
The next day, I got an ID badge, and on it there is Thai language because we would go to Thailand to compete for that deal.
Wendy was still ignoring my existence.
When people wanted to meet her, I would knock her door for them and then went back to my work.
When Wendy went out for lunch, I followed her, but she got back to company after lunch, and didn’t meet anyone.
When I got off work that day, I got a taxi and followed Wendy’s car closely. She drove to a hotel, and walked into the hall of the hotel.
I followed in, and saw Wendy was talking with a man at his thirties, and then they both sat.
The man she was talking to is the skinny man with Yunbao Lei last night. He doesn’t look like a successful man at all, but he was dressed in a fancy suit.
Wendy obviously didn’t realize she was in a dangerous situation. Or maybe she thought she was safe whatever happens because there were so many people around.
I walked around and got familiar with this hotel. I also learned where does each passage led to. Then I was seated at a spot where I could see them. I covered my face with a magazine, and watched them closely.
That man ordered some alcohol, but Wendy didn’t drink alcohol nor any beverage. She only asked for a glass of water.
I then followed the waitress, and saw Yunbao Lei dropped something on the ground on purpose and told the waitress that she dropped it. When the waitress looked away, he poured some liquid into the glass.
He was very fast, and it was in a passage, so no one noticed what happened except me. I was hiding in a corner.
Then, the water was given to Wendy and Wendy drank a half of it.
Soon, Wendy started rubbing her temples, she looked tired.
After a while, Wendy got up with her bag and walked towards the bathroom, probably because she wanted to wash her face to refresh herself.
As soon as Wendy left, the man immediately got up to check out, and quickly followed her to the bathroom.
I did not follow up, but took out the masks and glasses I prepared in advance, put them on, bypassed the other side of the passage and waited quietly in the corner.
I have just checked the terrain and know that the passage on the other side of the toilet led to the elevator, which can lead directly to the guest room upstairs. If it was right, Yunbao Lei and the others will take Wendy upstairs.
Sure enough, after waiting for a few minutes, the man appeared and walked towards the elevator with Wendy, who was almost unconscious.
Yunbao followed, and kept saying something like "President Bai can't drink, please send her to the guest room to rest."
As I passed by, I smelled a strong smell of wine.
Obviously, Yunbao and the others just drank Wendy with strong alcohol, and they acted like helping her all the way, making others mistakenly think that Wendy was really drunk.
After confirming that they entered the elevator, I returned to the rest area of the restaurant, took off my glasses and mask, after waiting for two minutes, I ran to the front desk pretending to be anxious and asked the attendant:
“I received a phone call from a friend saying that she went to the guest room to rest while drunk, but I didn't know which room it was, I only knew that she was with two other male friends, please find the room number for me.”
The waiter asked a few words through the intercom and confirmed that there was a woman who was drunk and unconscious just now, and then told me she was in room 1208, it was less than a minute after she entering the room.
I took the elevator to the twelfth floor and waited in the elevator.
Planning to wait a few minutes before calling the police. During the time when the police arrived, Yunbao and his accomplice must have raped Wendy in turns.
I was a little excited about revenge. I repeatedly imagined that Wendy was lying on the bed naked, Yunbao the fat man was raping her...
Thinking about it, I suddenly became a little irritable, and some inexplicably uneasy, it became more and more intense.
Can't help taking out a cigarette, lighting it, and taking a hard sip.
"Fuck!" I suddenly couldn't help but cursed, then threw away the cigarette, rushed to the door of 1208 quickly and knocked on the door.
"Who is that?" Yunbao was panicked inside.
I deliberately said in a respectful tone, "Waitress, the lady just dropped a pair of glasses in the restaurant, and I brought it up for her."
"No, she doesn't need the glasses. Throw it in the trash bin."
"Sir, in that case I will be punished by my boss. You just need to open the door a little and I will pass the glasses in."
Yunbao didn't reply, so I took the opportunity to step back, took out my glasses and put them in front of the observation hole in the door.
After a short while, the door opened a crack.
I rushed forward and kicked the door hard.
"Bang", the door slammed into Yunbao, knocking his fat body to the ground.
I rushed in and kicked Yunbao a few times. His accomplice responded quickly and rushed towards me fiercely.
Three years of prison life made me extremely tough in close combat, and I beat these two guys down to the ground within seconds.
"Fuck, let’s go."
Yunbao and his accomplice ran away hurriedly.
I saw Wendy lying on the bed. Yunbao must had drug her, but she was not completely unconscious.
Because she can occasionally swing her arms slightly, her eyes half-opened, showing some confusion, her delicate face was extremely seductive, and her decent and elegant dress had not been messed.
Obviously, she had not been insulted yet.
But what she look like now...
I was strongly tempted by her, desire in my body had been suppressed for a long time.
This beautiful girl with a perfect body was still a cold beauty yesterday, now she was lying in front of me unconsciously.
More deadly, she gently wiggled her hands and feet from time to time, narrowing her eyes, look very sexy.
My throat became dry and my breathing gradually became rapid. The sexual desire drove me slowly to the bedside, I touched her face, but finally I suppressed that impulse.
With a bitter smile, I can’t believe that I actually saved her again. I made up my mind to let her feel the pain, but in the end I became softhearted and gave up.
I shook my head to get rid of the restlessness. I saw a bottle of mineral water on the bedside table. I opened it and took a few sips and wiped my face with rest of the water.
I even poured some on Wendy's face, so that she would wake up earlier, I was too lazy to care if the sheets were wet.
Then I sat on the edge of the bed, lit a cigarette, calmed myself down, and thought about how to deal with this matter.
Calling the police, yes, but I had to think about what I should say after the police arrive.
I must figure out how to explain why I was following Wendy, why not stop Yunbao and the others in advance, why not call the police as soon as possible.
Before finishing one cigarette, I felt a little dizzy. I thought I was drunk, so I put out the cigarette and got up to wash my face.
But as soon as I stood up, I felt a violent dizziness, and I can’t stand on my feet.
I was taken aback and hurriedly picked up the empty mineral water bottle on the ground and took a look, that mineral water I drank was not the same brand next to the TV.
Shit. The water I just drank must have been left by Yunbao, it contained drug.
It should had been prepared specially by him to prevent Wendy from getting sober, or if Wendy woke up suddenly after entering the hotel, he would give her some of this.
I didn't pay attention at all before drinking it because I was thinking about sex.
Wendy only drank half a cup and was unconscious in two or three minutes, while I drank half a bottle.
Soon I felt weak in my hands and feet, even I was awake, I had no strength.
Then I fell on the bed, leaning against Wendy, with one hand on her big boobs.
I took out my mobile phone with the other hand and slowly called 110. Suddenly, my hand lost strength and the phone fell to the ground.
I was very anxious and wanted to pick up the phone, but I didn't have the strength to turn over and sit, and I couldn't even make a sound.
I can only move my hands and feet slightly, and it's very hard.
Even the arm placed on Wendy's chest couldn't be taken off after swinging for a long time.
Soon, my heavy eyelids were covered, and I fell into a state of non-sleeping muddle.
I don't know how long it took, I suddenly felt a slap on my face, and it hurt.
I opened my eyes with difficulty, only to see a figure running out stumblingly, it seemed to be Wendy.
I wiped my eyes and suddenly remembered what happened before the coma.
I remembered that I had been sleeping next to Wendy last night, and her dress was messed up a little... She must misunderstand me again.
Once it came to me, I got up in a hurry.
Though my body renewed with enough power, I stood up, feeling a violent giddiness, with dry throat and a sense of sickness.
I couldn’t catch up with them.
I picked up my cell phone, supported myself against the wall, went to the bathroom and turned on the tap. I washed my face casually and drank some water.
After a few moment, I felt better and hurried out.
As soon as I ran out of the hotel door, Wendy, with two patrolmen, hurried to the hotel.
“That’s him!” Wendy pointed at me and shouted from far away.
Before I could curse or explain, the two patrolmen lunged at me and pinned me to the ground with perfect dexterity.
“It’s not me. You've got the wrong man.” I raised my head and shouted, struggling.
But I couldn't move because my hands were tied behind my back firmly.
No matter how loudly I shouted, or explained, they did not let me go.
The crowd gathered around me, pointing at me and talking over my thing.
I looked up with difficulty, and through the crowed, I saw Wendy and a policeman get into a police car on the roadside.
Soon, another police car roared up to my front, and a few police got off and put me into the car.
I went to the police station again and told the whole story several times. I did urine and blood tests, and ecstasy ingredients found in my blood, but I was still detained temporarily.
I was sure I wouldn’t be wronged this time, as I didn't touch Wendy. Besides, there were surveillance camera in the hotel that must have the records of Yunbao Lei and his accomplices.
But after one day at the police station, the police issued me a notice of criminal detention on suspicion of rape.
Because the surveillance cameras had the records of my breaking into the door and Yunbao and his accomplices’ rushing out of the door. However, the existing evidences could not prove directly that they wanted to rape Wendy, and I was the people who helped her.
After waking up to find my arm press against her chest, Wendy directly testified that I wanted to rape her, because I had done and said similar things in the office.
Then, the police took me to a dingy jail.
Feeling exasperated and wronged, I told the police over and over that I wanted to see Wendy.
Either being annoyed with me or thinking the case was too bizarre, the police finally agreed to help me to contact Wendy.
Wendy also agreed with it.
I saw her eventually. She stood outside the window, wearing dark glasses. I couldn’t figure out any expressions from her eyes.
“Wendy, I didn’t rape you. What I told the police is the truth. Just think about it. Who did ask you out on a business appointment?” I was inside, speaking as calmly as I could.
“Wasn’t it your accomplices who asked me out?” Wendy said coldly.
“My accomplice?” I was flustered and exasperated. “Didn't you see the monitors? Didn’t you see they carry you to the guest room, and I driven them away? They are accomplices.”
“I know they’ re accomplices, but I suspect that you are one of them.”
Wendy’ s words made me so furious that I clasped the iron railing tightly:
“Damn it! Are you blind? Three years ago, I fought with them to save you, and then I was sent to prison. How can I be his accomplice?”
“Because you both have the same intention, he has a plot against me, and so do you. Don’t forget that you said it yourself.”
“Gosh! I said it without any intention. Who do you think you are? Will I fuck you? Don’t think too much of yourself...”
“Tom.” She interrupted me coldly. “I didn’t know you were in prison three years ago. I wanted to make it up to you, but you tried to treat me...hum, do you have any differences with them? You’ re also a raper!”
Leaving these words, she was going to step out.
The word “raper” hurt me a lot, and I tugged angrily at the iron railing:
“Wendy, you must figure out it. Did I fuck you? Did I fuck you last night? Damn it! Forget your ingratitude. You even bite the hand that fed you!”
“Attempted rape, which is enough to keep you in jail for a few more years.”
Wendy stepped out in high heels, without looking back.
Like an angry beast, I cursed the woman again and again, and at the same time I cursed myself for being so foolish to save her. It would have been better to let her be raped.
Every day and night that followed, I stayed in the detention house, waiting for the final outcome in pain and despair.
Ten days later, I finally reached the moment I had been waiting for. The police questioned me again, rechecked the transcript, and asked me to sign a document.
Then I was told that they had caught Yunbao and his accomplices. They had confessed, and I was cleared of suspicion. They released me and awarded me for my righteous and courageous deeds.
I didn’t take the money. After being released, I took a taxi and went straight to the company to find Wendy.
I wanted to ask for a justice!
To make this woman deserve what she deserves, by all means!
But when I arrived at the company, I found Wendy who went to Thailand with her teammates.
I was fired for absenteeism.
I went straight to the nearest police station, found a man who was related to immigration control center, and spent an extra $800 asking him to expedite my passport application.
Intentional injury, such an ordinary criminal record, had no influences on going abroad. It w possible to get a passport more quickly by spending money.
Three days later, I got my passport. After changing 5,000 RMB into Thai baht, I took my assistant work permit that Wendy had gave me, and took a flight to Chiangmai.
It was already night when the plane landed. After getting my visa, I called each of the four alternative hotels.
During the two days at work, I went through the schedule of the project team’s trip to Thailand, and knew that the company’s target customer was a large textile enterprise. Besides, they arranged four alternative hotels.
With a good command of Thai and my special identity, I asked the hotel where the project team checked in. I showed my passport and work card at the hotel reception, and asked for the room number of Wendy.
At about 10 pm., I knocked on the door of Wendy.
“Who is it?” Wendy asked in English.
“Tom.” I answered coldly.
The room fell into silence.
“If you don’t open the door within one minute, I’ ll make your story known to the whole world. The things happened before three years and half a month . I will scold you downstairs and expose you in the textile enterprise. I am absolutely sure that you will not get the contact.”
“What do you want?” Wendy said as coldly as me.
“Have a talk.”
“A few days ago, I received a phone call from the domestic police. I know that you didn’t do it, and you are not one of them. I misunderstood you. I apologize and thanks for your good deeds. But we don’t need to talk any more.”
“You only have thirty seconds.”
The room fell into silence again.
When I counted down to three, the door opened.
I pushed the door open, walked in, closed it backhand, and hung the door chain.
“What do you want to talk?”
In a slim white nightdress, Wendy had a charming figure, with her hands clasped to her chest and her cold face expressions.
But the coolness of her manner did not conceal the uneasiness in her eyes.
Instead of speaking, I walked towards her slowly, and unfastened the buckles of my shirt.
“You...... What do you want to do?” She backed away in confusion.
Taking off my shirt and throwing it on the floor, I cornered her and found her stare at me with perverseness and anger.
I folded her hands over her head and slid my knees between her thighs, giving her no room to struggle.
She shivered and looked at me in horror, with her mouth open.
I drew my face closer and examined the exquisite beauty of her face, whose big eyes with a mixture of horror and anger.
Her pride and coldness were gone. She trembled, and flushed from her cheeks to her neck, whose quick breath beat rhythmically in my face.
The breath, which almost warmed my blood.
“President Bai, turn around, put your hands on the wall, and pull your dress up!”
<My Perfect Female Boss>
Download #Readme now, Continue reading this super hot novel!
A few years ago, I was with my client in a hotel, and when I passed a room, I heard a scream for help from inside the room. I pushed the door open, and saw a beautiful woman was pinned down on bed by a fat man.
Her clothes had all been ripped, her breasts were exposed, and her legs, dressed in black stockings, were opened by force. She looked at me with teary eyes, and a flicker of hope crossed her face.
I could feel a flush of hot blood creeping up my face. Then I charged towards that fat man and grappled with him.
That woman then rushed out of the room. Her ample breasts bounced as she escaped. Her face was consorted with horror but she still looked stunning.
That fat man was drunk. I beat him black and blue, then the hotel called the police, and I was arrested.
That was the day when my life turned utterly miserable.
The fat man told the police that I was beating him for no reason, and he had got a concussion. He asked me to compensate for his loss, and he was ready to sue me for assault.
I wasn’t afraid at first, because I knew I hit him for a righteous cause. But the police told me later that they couldn’t find any evidence to prove that I was telling the truth, and the surveillance camera in the hotel was broken. So the only thing they were sure of was that I beat him.
My heart sunk, but I still had hope. I was hoping that woman would appear and save me, but she didn’t. She never showed up again.
At last, I was sentenced to three years in prison for assault. And that fat man received a compensatory payment of a hundred and seventy dollars from me for the suffering he had been caused. That was basically all the money I made within four years.
This news was such a blow to my family. My father, who had been a proud man his whole life, had a relapse when he heard about it and he almost died. And my mother cried so hard that her eyes were swollen.
And my girlfriend, who had been together with me for five years, promised that she would wait for me. But as the time went by, her visits decreased in frequency, and in the end, she sent me a letter and said that she doesn’t want to wait for me anymore.
It was the darkest three years of my life. I had changed so much. I became irritable and anxious, and I fought with other people so much that my body is covered with terrifying scars.
When I was finally released, I tried to get my girlfriend back, but when I finally found her, she was with another man.
Her new boyfriend has an Audi car and he looks mature and handsome. He is so perfect for her.
I was so angry when I saw them together and I wanted to confront her about it but I didn’t. Then she got on his car and he drove away.
I remembered that in her letter, she said: “Tom, forget about me. I have found someone who is just as nice as you.”
I smiled bitterly. I wandered alone along the streets until I got exhausted and collapsed on the street. Then I learned to derive pleasure from cigarettes and alcohol. They made me laugh uproariously and hysterically.
At first I hated that woman for not showing up, because it was she who ruined my life, but as time went by, I realized that hatred could only make me more negative and depressed. So I tried to pull myself together.
It’s not easy to get a job when you have a crime record, and I got rejected for so many times. But luckily, I found a software company that was hiring salesmen and technologists. This company was competing for a deal in Thailand so it was hiring urgently.
I applied for this position because I studied International Trade as my major when I was back in college, and I also learned Thai.
They didn’t check my background because they were urgent, and I passed the interview and got this job. I had new hopes for my life.
On my first day, I got dressed neatly, and I went to the company with great expectations. After completing the procedures, I was taken to the office of the sales director to meet my immediate superior.
The specialist in Personnel told me that my superior is the daughter of this company’s boss. She just came back from abroad, and she is even more beautiful than some actresses. So many men in this company have a crush on her.
The door to the office was opened, and I froze when I saw the beautiful woman sitting behind a big desk. Then the memories came flooding back: the frightened look on her stunning face, her teary eyes, and her ample breasts......
I could never imagine that the woman I saved three years ago, the woman who ruined my life, is now my immediate superior.
So many painful memories were rekindled all of a sudden. The tears my parents shed, the darkness of my prison life, and my girlfriend......
I was again overwhelmed by bitter hatred that had been torturing me for the past three years.
“Tom, this is our sales director. You can call her President Bai.” The specialist in personnel introduced her to me, without noticing any difference.
This beautiful woman whom I hate so much was looking at me. Her brow furrowed and she seemed to be recalling something.
“Hello, my name is Wendy. Did we meet before?” She asked all of a sudden.
I laughed coldly and said: “Of course we met before. I saw you opening your legs to a man!”
Wendy’s face darkened. “What do you mean? Is there a misunderstanding?”
“Misunderstanding? I should never have rushed into that room. I should have just stood by, and saw you being pressed down on bed by that fat man and....”
“Shut up!” A burning blush rushed to her cheeks, and she breathed heavily, her chest heaving.
“Now you remember who am I? President Bai?”
Wendy managed to regain her composure. Then she turned to the specialist and asked her to go out.
The specialist was in a confused state of mind. She opened her mouth but couldn’t utter a word, and at last she left the office without saying anything.
The door was shut. Wendy looked at me and said: “ You are the man who rushed into that room three years ago? At Weina Hotel?”
“Yes I am.”
“It’s really you!” She said. Her expression was unreadable. She then laughed bitterly and said: “I was so frightened and I didn’t see your face. And due to some reasons, I didn’t thank you for what you did. So, are you here for me?”
I smiled coldly and said: “You are thinking too much. I’ m here to work, and I never thought I could find you here. Thank god!”
Wendy sighed with relief and said: “I should really thank you for saving me.”
“You think that is enough?”
Wendy then stood up from her chair and took out a bank card from her fancy handbag, passed it to me and said: “There is a million dollars in this card. It’s a compensation.”
“Compensation?” My anger flared up in an instant.
Wendy thought I was not happy with the number. Her face set. She then produced another bank card and said: “There is four million dollars in the card, so it’s five million dollars in total. Thanks again for helping me.”
I could no longer hold my anger back. I shouted: “Screw your money! I wasted three years of my life in prison because of you! Can your bloody money buy my time back?”
“Nonsense! When did you go to prison because of me?” Wendy said angrily, but she was also a little bit frightened.
“Of course you don’t remember. I injured that fat guy when trying to defend you, but you never showed up and defended me when he sued me! And that’s how I spent three years in prison!” I was furious.
Wendy’s face set, and she muttered: “That’s not possible. I asked my family to find you, and they told me that you took some money and left.”
Her words further fueled my anger. I roared: “Stop talking about your freaking money! I dare you! I double dare you! Say money one more goddamn time!”
I then ripped my shirt open and exposed my upper body, which got rather strong thanks to my prison life.
“What are you doing?” Wendy was frightened, and she moved backwards involuntarily.
I walked close to her, pointed at the noticeable scars on my chest and said gravely: “Do you see? You know how I got these scars? When I first got into prison, a guard pressed his lighted cigarettes against my chest!”
Wendy looked at the scars on my chest and a dozen other long scars on my upper body. Her face crumpled.
Then, she walked aside and made a call to her family to ask about my imprisonment. And soon, she quarreled fiercely with her family and she was obviously angry.
When she hanged up the phone, her head drooped. She then looked up and said sorrowfully: “I’m terribly sorry. My family lied to me. I didn’t know you were imprisoned because of me.”
Then she bowed low to me and said: “I know you have suffered a lot for the past three years, both physically and mentally, and I’m willing to make everything up to you.”
“How?” I said coldly.
Wendy didn’t say money this time. She said: “Tell me what do you want, and I’ll do it for you as long as it is within my capability.”
I didn’t say anything. I moved to her, and she moved backwards. When she was against the wall, I pressed both of my hands against the wall and locked her in front of me. Her pretty face was now only a few inches away from me.
“What do you want? You’s better calm yourself!” Wendy was breathing heavily, and her breath was so fresh and pleasant.
Wendy is indeed the most beautiful woman I have ever seen in my whole life. Her face is angelic, and her body is perfectly proportioned.
All of a sudden, I was seized by an impulse to take revenge on her. I wanted to use her body as a tool to vent all the negative emotions I had been subjected to for the past three years, and I want to derive pleasure and happiness from her despair and agony.
“So, you were saying you can do anything you are capable of?” I smiled slyly.
Wendy froze, and then nodded.
“Good, Turn around. Face the wall.”
“What do you want?” A deep blush spread from her head to her neck.
“President Bai, can I make my intention any more obvious? I want to do an activity with you. An activity that has lasted for the entire human history, an activity you are surly gonna enjoy.”
All the color drained from her face. She looked at me with undisguised contempt, and said coldly: “Stop daydreaming!”
I laughed. “You said you can do anything for me! I don’t want money. I just want you to turn around and bend over.”
Wendy snorted. Then I placed a leg of mine between her legs, and she shivered with fear.
She was about to call for help, but I drooped my head and pressed my lips against hers. She was staring at me murderously, but I didn’t care. Her kiss was delicious, and that was the only thing I was aware of at that moment.
Then I dropped my arms, took a few steps backwards, put my shirt back on, and looked at Wendy, whose chest was heaving rapidly.
“Since you don’t want to turn around, I decide to take a kiss from you first.”
“You.....” Wendy’s face blushed furiously.
“Get out!” She pointed at the door and said in an authoritative tone of voice: “You are fired! Our company doesn’t want jerks like you!!”
I said flatly: “President Bai, you and I still have unfinished business. You are in no position to fire me!”
Before I left, I teased her by saying: “You are indeed a good kisser! My lips are burning now!”
Wendy roared. I opened the door and left.
I lit a cigarette, and thought about what should I do next. I knew I offended Wendy, but I didn’t give it a damn. I spent three years in jail because of her, and she was only getting what she deserves.
It was obvious that Wendy would try her best to make my life in the company miserable. Then I suddenly realized that if I took a huge amount of money from her, I would be able to start a new life.
But I didn’t want to let the matter rest easily, because of what I experienced in jail.
I had turned into the kind of person I once hated so much, and I don’t know when did the transformation start.
Suddenly, I got a message from my ex-girlfriend. She said she transferred fifty thousand dollars to my bank account, and she had got married and she wants me to take good care of myself.
My phone dropped on the ground, and I buried my face into my hands......
I knew I had lost my faith in love. After a while, I stood up and walked towards Wendy’s office. I decided to stay, and my only purpose was to disgust the woman.
I regained my composure, and knocked her door. She asked me to go in, and I pushed the door open and walked in.
Wendy was resting on a couch, and her face darkened when she saw it was me. She asked: “Why are you still here?”
I refrained my emotions and said flatly: “President Bai, I am here to tell you that from now on, I’ll be your assistant.”
Wendy’s brow furrowed. “Didn’t I tell you? You are fired.”
“I’m sorry. I have signed the contract. And you can’t fire me because I didn’t jeopardize this company’s interest and I didn’t disobey any rule of this company.”
“I’ll ask the Personnel to terminate the contract, and you will receive a compensation.”
“If you insist, I’ll go to the board of directors, or find some reporters, and tell them how you made me go to jail three years ago and how you fired me for no reason.”
“You....” Wendy was so angry. She stood up in a flash.
I said calmly: “Wasn’t I telling the truth.”
Wendy didn’t say anything. She just stared at me coldly. After a while, she asked: “What on earth do you want?”
“I just want to work hard, and make money.” I said peacefully.
“I can give you enough money to make all your losses up to you. But you have to go.” Wendy also said in a peaceful voice.
I didn’t get angry. I said: “Fine! If you give me ten billion dollars, I’ll disappear in an instant.”
“Ten billion dollars? You do think a lot of yourself, don’t you.” Wendy looked at me with contempt.
“Aren’t you even worth ten billion dollars? If you auction off your virginity, someone is surly going to spend that much money on you.” I said.
“What do you want?” She was irritated. And her breath was getting heavy.
“I want you to sleep with me.”
“That’s never gonna happen.” Wendy said, her face darkened.
“Then there is nothing to talk about. I need to go back to work now.”
I smiled, turned around and was about to leave. Then I said to her: “President Bai, I just want to work hard, and you should stop trying to drive me away, because I have nothing to lose, and I have nothing to fear.”
Then I opened the door and left.
The desk of her assistant is right outside her office. Her last assistant got a promotion. She didn’t know that Wendy wants to fire me, and she was waiting for me at her desk to transfer her responsibilities to me.
I greeted her politely. She gave me some sales materials and Wendy’s schedule, and then she said goodbye to Wendy and left.
Wendy didn’t try to keep her, nor did she say anything to me.
And soon, a director in Personnel found me and asked me to resign, but I didn’t agree. She then tried to talk me into resigning but I didn’t change my mind. She looked at me with great resentment, and at last she waved her hand dismissively at me and asked me to leave. She didn’t terminate the contract. Obviously, Wendy didn’t dare to do so.
I got back to my desk. I sorted out all the materials and got familiar with all the procedures, and I also memorized Wendy’s schedule. I was determined to be a good assistant.
Wendy only left her office during the lunch time, but she didn’t even spare a passing glance. She knew I was there, but she wanted to ignore me.
The other colleges of mine were very interested in me. They couldn’t help but glancing at me when they passed my table, and I noticed they were talking about me in a low voice.
I clocked off soon after Wendy got off work that afternoon, and when I passed the parking lot, I saw Wendy drove a Jaguar car away from the parking lot. When she passed me, she looked at me blankly.
“She is such a rich woman.” I thought.
All of a sudden, I saw two men walking out of the green belt. One was fat, and the other one was skinny. I didn’t know the skinny one, but the fat one was exactly the middle aged man who tried to rape Wendy and who was beaten black and blue by me three years ago.
They looked closely after Wendy’ car as she drove away. The fat man was looking murderous, and he was muttering something.
I knew the fat man had got some evil plans, and I hid myself behind some trees in the green belt and sneaked towards the fat man. And then, I could hear their conversation clearly.
“Brother Bao, you got in prison because of that beautiful woman on the car?”
“Yes. She is Wendy, a vicious woman. I was investigated because of her and I ended up spending three years in jail. I am so gonna take revenge on her.”
“Do we just kidnap her or....”
“No. It’s too risky. I got some acid. Tomorrow, you should call her and tell her that a friend of yours introduced her to you and you want her to help you update the software in your company. And then you ask her out to talk about the business, and we can put the drug in her drinks. Then she will be ours and we can do whatever we want to her and even take some photos of her.”
They walked along the street, and I didn’t follow them because I didn’t want to be noticed. They kept talking but I couldn’t hear them anymore, and when they were far away, I got out of the green belt and sunk into deep thoughts.
That fat man was named Yunbao Lei, and I learned three years ago that he was a director in a big International Company, but he was obviously dismissed from his position because Wendy managed to put him in jail, which I learned from their conversation.
I don’t know what was he in for, but he couldn’t possibly be charged of raping.
And obviously, Wendy is not only rich, she is also very powerful.
Yunbao Lei is such a crazy man. He wanted to take revenge on her by doing something so despicable. But his plan was feasible. His partner can pretend to be a client and ask her out, and then put drugs in her drinks to make her unconscious, and they can rape her and take pictures of her naked body. When they get the pictures, they can threaten her with them, make her pay money, or even manipulate her life for a long time.
Wendy was so doomed if I didn’t hear their talk.
Wait a second. Why would I even care? Didn’t I always want her to suffer? And I also want Yunbao Lei to end up badly because if he didn’t rape Wendy, I wouldn’t be in jail.
Then I got a good idea. Wendy would be raped and I wouldn’t warn her about it, because she should have been raped three years ago. But I would report on Yunbao Lei and put him in jail. And in that way, everyone gets what they deserve.
They would take actions tomorrow. So I just need to follow Wendy closely.
The next day, I got an ID badge, and on it there is Thai language because we would go to Thailand to compete for that deal.
Wendy was still ignoring my existence.
When people wanted to meet her, I would knock her door for them and then went back to my work.
When Wendy went out for lunch, I followed her, but she got back to company after lunch, and didn’t meet anyone.
When I got off work that day, I got a taxi and followed Wendy’s car closely. She drove to a hotel, and walked into the hall of the hotel.
I followed in, and saw Wendy was talking with a man at his thirties, and then they both sat.
The man she was talking to is the skinny man with Yunbao Lei last night. He doesn’t look like a successful man at all, but he was dressed in a fancy suit.
Wendy obviously didn’t realize she was in a dangerous situation. Or maybe she thought she was safe whatever happens because there were so many people around.
I walked around and got familiar with this hotel. I also learned where does each passage led to. Then I was seated at a spot where I could see them. I covered my face with a magazine, and watched them closely.
That man ordered some alcohol, but Wendy didn’t drink alcohol nor any beverage. She only asked for a glass of water.
I then followed the waitress, and saw Yunbao Lei dropped something on the ground on purpose and told the waitress that she dropped it. When the waitress looked away, he poured some liquid into the glass.
He was very fast, and it was in a passage, so no one noticed what happened except me. I was hiding in a corner.
Then, the water was given to Wendy and Wendy drank a half of it.
Soon, Wendy started rubbing her temples, she looked tired.
After a while, Wendy got up with her bag and walked towards the bathroom, probably because she wanted to wash her face to refresh herself.
As soon as Wendy left, the man immediately got up to check out, and quickly followed her to the bathroom.
I did not follow up, but took out the masks and glasses I prepared in advance, put them on, bypassed the other side of the passage and waited quietly in the corner.
I have just checked the terrain and know that the passage on the other side of the toilet led to the elevator, which can lead directly to the guest room upstairs. If it was right, Yunbao Lei and the others will take Wendy upstairs.
Sure enough, after waiting for a few minutes, the man appeared and walked towards the elevator with Wendy, who was almost unconscious.
Yunbao followed, and kept saying something like "President Bai can't drink, please send her to the guest room to rest."
As I passed by, I smelled a strong smell of wine.
Obviously, Yunbao and the others just drank Wendy with strong alcohol, and they acted like helping her all the way, making others mistakenly think that Wendy was really drunk.
After confirming that they entered the elevator, I returned to the rest area of the restaurant, took off my glasses and mask, after waiting for two minutes, I ran to the front desk pretending to be anxious and asked the attendant:
“I received a phone call from a friend saying that she went to the guest room to rest while drunk, but I didn't know which room it was, I only knew that she was with two other male friends, please find the room number for me.”
The waiter asked a few words through the intercom and confirmed that there was a woman who was drunk and unconscious just now, and then told me she was in room 1208, it was less than a minute after she entering the room.
I took the elevator to the twelfth floor and waited in the elevator.
Planning to wait a few minutes before calling the police. During the time when the police arrived, Yunbao and his accomplice must have raped Wendy in turns.
I was a little excited about revenge. I repeatedly imagined that Wendy was lying on the bed naked, Yunbao the fat man was raping her...
Thinking about it, I suddenly became a little irritable, and some inexplicably uneasy, it became more and more intense.
Can't help taking out a cigarette, lighting it, and taking a hard sip.
"Fuck!" I suddenly couldn't help but cursed, then threw away the cigarette, rushed to the door of 1208 quickly and knocked on the door.
"Who is that?" Yunbao was panicked inside.
I deliberately said in a respectful tone, "Waitress, the lady just dropped a pair of glasses in the restaurant, and I brought it up for her."
"No, she doesn't need the glasses. Throw it in the trash bin."
"Sir, in that case I will be punished by my boss. You just need to open the door a little and I will pass the glasses in."
Yunbao didn't reply, so I took the opportunity to step back, took out my glasses and put them in front of the observation hole in the door.
After a short while, the door opened a crack.
I rushed forward and kicked the door hard.
"Bang", the door slammed into Yunbao, knocking his fat body to the ground.
I rushed in and kicked Yunbao a few times. His accomplice responded quickly and rushed towards me fiercely.
Three years of prison life made me extremely tough in close combat, and I beat these two guys down to the ground within seconds.
"Fuck, let’s go."
Yunbao and his accomplice ran away hurriedly.
I saw Wendy lying on the bed. Yunbao must had drug her, but she was not completely unconscious.
Because she can occasionally swing her arms slightly, her eyes half-opened, showing some confusion, her delicate face was extremely seductive, and her decent and elegant dress had not been messed.
Obviously, she had not been insulted yet.
But what she look like now...
I was strongly tempted by her, desire in my body had been suppressed for a long time.
This beautiful girl with a perfect body was still a cold beauty yesterday, now she was lying in front of me unconsciously.
More deadly, she gently wiggled her hands and feet from time to time, narrowing her eyes, look very sexy.
My throat became dry and my breathing gradually became rapid. The sexual desire drove me slowly to the bedside, I touched her face, but finally I suppressed that impulse.
With a bitter smile, I can’t believe that I actually saved her again. I made up my mind to let her feel the pain, but in the end I became softhearted and gave up.
I shook my head to get rid of the restlessness. I saw a bottle of mineral water on the bedside table. I opened it and took a few sips and wiped my face with rest of the water.
I even poured some on Wendy's face, so that she would wake up earlier, I was too lazy to care if the sheets were wet.
Then I sat on the edge of the bed, lit a cigarette, calmed myself down, and thought about how to deal with this matter.
Calling the police, yes, but I had to think about what I should say after the police arrive.
I must figure out how to explain why I was following Wendy, why not stop Yunbao and the others in advance, why not call the police as soon as possible.
Before finishing one cigarette, I felt a little dizzy. I thought I was drunk, so I put out the cigarette and got up to wash my face.
But as soon as I stood up, I felt a violent dizziness, and I can’t stand on my feet.
I was taken aback and hurriedly picked up the empty mineral water bottle on the ground and took a look, that mineral water I drank was not the same brand next to the TV.
Shit. The water I just drank must have been left by Yunbao, it contained drug.
It should had been prepared specially by him to prevent Wendy from getting sober, or if Wendy woke up suddenly after entering the hotel, he would give her some of this.
I didn't pay attention at all before drinking it because I was thinking about sex.
Wendy only drank half a cup and was unconscious in two or three minutes, while I drank half a bottle.
Soon I felt weak in my hands and feet, even I was awake, I had no strength.
Then I fell on the bed, leaning against Wendy, with one hand on her big boobs.
I took out my mobile phone with the other hand and slowly called 110. Suddenly, my hand lost strength and the phone fell to the ground.
I was very anxious and wanted to pick up the phone, but I didn't have the strength to turn over and sit, and I couldn't even make a sound.
I can only move my hands and feet slightly, and it's very hard.
Even the arm placed on Wendy's chest couldn't be taken off after swinging for a long time.
Soon, my heavy eyelids were covered, and I fell into a state of non-sleeping muddle.
I don't know how long it took, I suddenly felt a slap on my face, and it hurt.
I opened my eyes with difficulty, only to see a figure running out stumblingly, it seemed to be Wendy.
I wiped my eyes and suddenly remembered what happened before the coma.
I remembered that I had been sleeping next to Wendy last night, and her dress was messed up a little... She must misunderstand me again.
Once it came to me, I got up in a hurry.
Though my body renewed with enough power, I stood up, feeling a violent giddiness, with dry throat and a sense of sickness.
I couldn’t catch up with them.
I picked up my cell phone, supported myself against the wall, went to the bathroom and turned on the tap. I washed my face casually and drank some water.
After a few moment, I felt better and hurried out.
As soon as I ran out of the hotel door, Wendy, with two patrolmen, hurried to the hotel.
“That’s him!” Wendy pointed at me and shouted from far away.
Before I could curse or explain, the two patrolmen lunged at me and pinned me to the ground with perfect dexterity.
“It’s not me. You've got the wrong man.” I raised my head and shouted, struggling.
But I couldn't move because my hands were tied behind my back firmly.
No matter how loudly I shouted, or explained, they did not let me go.
The crowd gathered around me, pointing at me and talking over my thing.
I looked up with difficulty, and through the crowed, I saw Wendy and a policeman get into a police car on the roadside.
Soon, another police car roared up to my front, and a few police got off and put me into the car.
I went to the police station again and told the whole story several times. I did urine and blood tests, and ecstasy ingredients found in my blood, but I was still detained temporarily.
I was sure I wouldn’t be wronged this time, as I didn't touch Wendy. Besides, there were surveillance camera in the hotel that must have the records of Yunbao Lei and his accomplices.
But after one day at the police station, the police issued me a notice of criminal detention on suspicion of rape.
Because the surveillance cameras had the records of my breaking into the door and Yunbao and his accomplices’ rushing out of the door. However, the existing evidences could not prove directly that they wanted to rape Wendy, and I was the people who helped her.
After waking up to find my arm press against her chest, Wendy directly testified that I wanted to rape her, because I had done and said similar things in the office.
Then, the police took me to a dingy jail.
Feeling exasperated and wronged, I told the police over and over that I wanted to see Wendy.
Either being annoyed with me or thinking the case was too bizarre, the police finally agreed to help me to contact Wendy.
Wendy also agreed with it.
I saw her eventually. She stood outside the window, wearing dark glasses. I couldn’t figure out any expressions from her eyes.
“Wendy, I didn’t rape you. What I told the police is the truth. Just think about it. Who did ask you out on a business appointment?” I was inside, speaking as calmly as I could.
“Wasn’t it your accomplices who asked me out?” Wendy said coldly.
“My accomplice?” I was flustered and exasperated. “Didn't you see the monitors? Didn’t you see they carry you to the guest room, and I driven them away? They are accomplices.”
“I know they’ re accomplices, but I suspect that you are one of them.”
Wendy’ s words made me so furious that I clasped the iron railing tightly:
“Damn it! Are you blind? Three years ago, I fought with them to save you, and then I was sent to prison. How can I be his accomplice?”
“Because you both have the same intention, he has a plot against me, and so do you. Don’t forget that you said it yourself.”
“Gosh! I said it without any intention. Who do you think you are? Will I fuck you? Don’t think too much of yourself...”
“Tom.” She interrupted me coldly. “I didn’t know you were in prison three years ago. I wanted to make it up to you, but you tried to treat me...hum, do you have any differences with them? You’ re also a raper!”
Leaving these words, she was going to step out.
The word “raper” hurt me a lot, and I tugged angrily at the iron railing:
“Wendy, you must figure out it. Did I fuck you? Did I fuck you last night? Damn it! Forget your ingratitude. You even bite the hand that fed you!”
“Attempted rape, which is enough to keep you in jail for a few more years.”
Wendy stepped out in high heels, without looking back.
Like an angry beast, I cursed the woman again and again, and at the same time I cursed myself for being so foolish to save her. It would have been better to let her be raped.
Every day and night that followed, I stayed in the detention house, waiting for the final outcome in pain and despair.
Ten days later, I finally reached the moment I had been waiting for. The police questioned me again, rechecked the transcript, and asked me to sign a document.
Then I was told that they had caught Yunbao and his accomplices. They had confessed, and I was cleared of suspicion. They released me and awarded me for my righteous and courageous deeds.
I didn’t take the money. After being released, I took a taxi and went straight to the company to find Wendy.
I wanted to ask for a justice!
To make this woman deserve what she deserves, by all means!
But when I arrived at the company, I found Wendy who went to Thailand with her teammates.
I was fired for absenteeism.
I went straight to the nearest police station, found a man who was related to immigration control center, and spent an extra $800 asking him to expedite my passport application.
Intentional injury, such an ordinary criminal record, had no influences on going abroad. It w possible to get a passport more quickly by spending money.
Three days later, I got my passport. After changing 5,000 RMB into Thai baht, I took my assistant work permit that Wendy had gave me, and took a flight to Chiangmai.
It was already night when the plane landed. After getting my visa, I called each of the four alternative hotels.
During the two days at work, I went through the schedule of the project team’s trip to Thailand, and knew that the company’s target customer was a large textile enterprise. Besides, they arranged four alternative hotels.
With a good command of Thai and my special identity, I asked the hotel where the project team checked in. I showed my passport and work card at the hotel reception, and asked for the room number of Wendy.
At about 10 pm., I knocked on the door of Wendy.
“Who is it?” Wendy asked in English.
“Tom.” I answered coldly.
The room fell into silence.
“If you don’t open the door within one minute, I’ ll make your story known to the whole world. The things happened before three years and half a month . I will scold you downstairs and expose you in the textile enterprise. I am absolutely sure that you will not get the contact.”
“What do you want?” Wendy said as coldly as me.
“Have a talk.”
“A few days ago, I received a phone call from the domestic police. I know that you didn’t do it, and you are not one of them. I misunderstood you. I apologize and thanks for your good deeds. But we don’t need to talk any more.”
“You only have thirty seconds.”
The room fell into silence again.
When I counted down to three, the door opened.
I pushed the door open, walked in, closed it backhand, and hung the door chain.
“What do you want to talk?”
In a slim white nightdress, Wendy had a charming figure, with her hands clasped to her chest and her cold face expressions.
But the coolness of her manner did not conceal the uneasiness in her eyes.
Instead of speaking, I walked towards her slowly, and unfastened the buckles of my shirt.
“You...... What do you want to do?” She backed away in confusion.
Taking off my shirt and throwing it on the floor, I cornered her and found her stare at me with perverseness and anger.
I folded her hands over her head and slid my knees between her thighs, giving her no room to struggle.
She shivered and looked at me in horror, with her mouth open.
I drew my face closer and examined the exquisite beauty of her face, whose big eyes with a mixture of horror and anger.
Her pride and coldness were gone. She trembled, and flushed from her cheeks to her neck, whose quick breath beat rhythmically in my face.
The breath, which almost warmed my blood.
“President Bai, turn around, put your hands on the wall, and pull your dress up!”
<My Perfect Female Boss>
Download #Readme now, Continue reading this super hot novel!

itunes.apple.com<My Perfect Female Boss>readme is a reading app that offers a massive collection of popular and high-quality novels. The novel genres include urban romance, romantic campus, ancient romance, wealthy CEO, urban husband, fantasy cultivation, martial arts fantasy, time travel and rebirth, supernatural powers, and system no...
Jan 22, 2024 - Jan 22, 2024
“Nghi phạm Trần Vũ uống rượu say xỉn, lái xe gây tai nạn khiến ba người chết và làm bị thương một người. Xét thấy tình tiết vụ án nghiêm trọng, phán tội tử hình, lập tức thực thi!”
Tại pháp trường Thập Lý Hà nằm ở ngoại ô thành phố Phong Lăng, có vài tên tử tù đang xếp thành một hàng dài.
Ngày xưa pháp trường Thập Lý Hà là một chiến trường cổ, đến thời cận đại được chuyển làm pháp trường. Vậy nên, nơi này dù là ban ngày hay ban đêm đều có bầu không khí đầy u ám, lạnh gáy.
Trần Vũ bị đeo còng tay, đứng ở chính giữa đám tử tù kia. Khi súng giơ lên, cơ thể của anh cũng sợ hãi đến phát run.
“Cậu cứ yên tâm mà ra đi nhé Trần Vũ, tớ sẽ chăm sóc cho Thanh Uyển và đứa con chưa ra đời của cậu thật tốt.” Người anh em thân thiết tên Chu Lâm của anh nói với vẻ mặt đầy đau đớn.
“Những người kia không phải bị tôi đâm chết, tôi bị người ta vu oan.” Đột nhiên Trần Vũ cố gắng kêu thất thanh. Anh đang bộc lộ hết sự sợ hãi trong lòng mình ngay khi đối mặt với cái chết.
Nhưng bây giờ, chứng cứ đã rõ ràng như thế rồi. Anh có cãi cũng vô ích.
Ngay khi tiếng súng nổ lên, Trần Vũ lập tức cảm giác cơ thể mình nhẹ bẫng và hình như linh hồn anh đang dần bay lên.
Mọi thứ trước mắt đều biến thành màu trắng đen.
Thoáng chốc, vào giờ phút này, anh lại có thể nghe được tiếng lòng của mọi người. Trong đó bao gồm cả người đứng xem bàn tán xôn xao, cảnh sát vừa mới hành hình mà căng thẳng, còn… Chu Lâm đang cười u ám và lạnh lẽo.
“Mày là thằng chết thay thôi Trần Vũ à! Tao đã thuê người đâm chết đám kia, ngày đó tao chuốc cho mày say sau đó thần không biết quỷ không hay đặt mày vào trong ghế lái.”
“Ha ha, bây giờ tập đoàn Trần Thị của mày sẽ là của tao. Vợ của mày - Lý Thanh Uyển cũng là của tao rồi. Mày nên yên lòng ra đi nhé.”
“Mày là thằng khốn nạn, Chu Lâm!”
Trần Vũ chấn động, anh chỉ nhớ đêm đó mình uống say tới quên cả trời đất nên không biết mình đã lái xe ra sao. Thì ra mọi chuyện đều là mưu kế của Chu Lâm, gã muốn hãm hại mình.
Anh vươn cả hai tay ra muốn xé rách Chu Lâm, nhưng đôi tay của anh lại lắc lư theo gió hoàn toàn không thể chạm vào Chu Lâm. Bởi hiện tại, anh chỉ là một linh hồn.
Tức giận, oán hận, không cam lòng.
Ngay lúc này, đột nhiên một sức hút mạnh mẽ truyền đến. Hình như luồng sức mạnh này phát ra từ chiến trường xưa, nó giam cầm tất cả những người đã chết lại một chỗ, ngay cả Trần Vũ cũng hóa thành một luồng khí màu đen.
Những luồng khí đen xuất hiện rồi bắt đầu xoay xung quanh pháp trường, những luồng khí đen này đều là do những người chết trong chiến trường cổ mấy ngàn năm ngày xưa mà tạo thành. Họ nên rời khỏi nơi này từ lâu rồi, nhưng luồng sức mạnh này lại giam cầm họ, nên họ không có cách nào rời đi được.
Từng luồng khí đen chạm vào nhau rồi cắn nuốt và dung hợp thành một.
Một luồng khí đen mạnh mẽ dần dung nhập vào cơ thể của Trần Vũ, đột nhiên anh phát hiện ra trong não mình lại có thêm một ít thứ như y đạo, võ đạo, huyền học.
Chúng được gọi là “Thái Huyền Thánh Thanh Kinh”, nội dung bao hàm phương pháp tu hành một cách toàn diện nhất. Không ngờ anh lại nhận được những kiến thức này.
Trần Vũ biến thành luồng khí đen lại trở nên mạnh mẽ hơn hết vào lúc này, anh lập tức cố gắng hết sức lao mạnh về phía trước để thoát khỏi cái từ trường kia. Anh không thể ở đây mãi mãi được, anh phải ra ngoài, phải báo thù.
Mà chính nhờ sự không cam tâm và đau khổ trong lòng, Trần Vũ có một động lực vô cùng mạnh mẽ, cuối cùng anh có thể cảm giác cơ thể mình được thả lỏng và thoát khỏi từ trường của chiến trường cổ. Nhưng ngay khi anh vừa thoát ra, ý thức lại dần dần rơi vào hôn mê.
“Tao giết mày Chu Lâm!” Trần Vũ đột ngột tỉnh dậy từ trên giường.
Lúc này anh chợt phát hiện bản thân đang ở trong một khung cảnh rất xa lạ, căn phòng nhỏ, ánh đèn lờ mờ tối tăm và chật hẹp, thêm vào đó là một cơ thể lạ lẫm đã bị rượu bào mòn.
“Mình là… Trần Vũ sao?” Trần Vũ cảm giác đầu như muốn nổ tung, lượng kiến thức được dung hợp từ pháp trường khiến anh hơi rối loạn.
Sau khi ý thức từ từ bĩnh tĩnh lại, anh lập tức nắm được thể chủ động ý thức của mình.
Thì ra đã qua một năm trời kể từ ngày anh bị xử tử. Sau khi anh thoát khỏi sự trói buộc của từ trường ở chiến trường cổ, ý thức của anh lại bám lên cơ thể của một con ma men. Mà hiện tại, nơi anh ở cũng là thành phố Phong Lăng.
Vừa khéo, con ma men này cũng có tên Trần Vũ, một tên gần 30 tuổi rồi vẫn không làm được chuyện gì ra hồn. Tuy đã có gia đình con cái rồi nhưng không chịu làm việc, mỗi ngày chỉ biết tụ tập đám bạn bè nát rượu của mình nhậu nhẹt, chơi gái, cờ bạc, rồi mấy lúc rửng mỡ lại về nhà đánh vợ để hả giận.
Đêm qua, gã này đã uống rất nhiều rượu nên say tí bỉ. Bây giờ vừa tỉnh lại đã thấy đồng hồ chỉ bốn giờ chiều, suy nghĩ của Trần Vũ lại loạn cả lên.
Người nhà của mình trong một năm qua có khỏe không? Con của mình đã sinh ra rồi nhỉ, còn vợ mình có thể chịu đựng áp lực mà giữ được tập đoàn Trần Thị không? Anh nên báo thù như thế nào đây? Làm sao để tìm ra họ, rồi giải thích thân phận của bản thân như thế nào?
Thằng khốn nạn Chu Lâm kia, tao phải giết chết mày mới được!
Trong lúc anh không biết làm thế nào thì đột nhiên cửa phòng mở ra. Một phụ nữ đi đến, nhưng khi người này thấy Trần Vũ thì lại để lộ sự sợ hãi trên khuôn mặt mình.
“Anh tỉnh rồi hả Trần Vũ!”
Người phụ nữ này là vợ của cơ thể tên Trần Vũ này, cô tên là Diệp Hân Vũ. Cuộc sống quá áp lực nên khiến gương mặt của cô có chút u sầu.
Nhưng từng đường nét trên khuôn mặt này lại khá tinh xảo, nếu cô có thể trang điểm một chút thì chắc chắn sẽ càng xinh đẹp hơn.
Nhưng bây giờ khóe môi của cô lại có vài vết thương xanh tím, thêm vào đó bụng của cô hơi to. Anh nhìn cũng đoán được chắc người này đã mang thai ba bốn tháng gì rồi.
“Tôi…” Trần Vũ cứng miệng, anh không biết phải giải thích thế nào về thân phận của mình.
“Chúng ta không còn tiền, thành ra ăn cơm cũng là một vấn đề lớn. Bây giờ, chúng ta đã nợ tiền thuê nhà hai tháng rồi.”
“Em không mượn được tiền, còn tiền lương phải chờ đến giữa tháng mới nhận. Anh đừng đánh em có được không? Bởi đứa con trong bụng em chịu không nổi đâu.”
Trần Vũ chỉ hơi cử động một chút, Diệp Hân Vũ đã bị dọa sợ liên tục lùi ra sau vài bước. Cô dùng bàn tay che bụng vì sợ Trần Vũ sẽ đánh mình.
Trong lời nói của cô đã cho thấy, chuyện bị chồng đánh đập, bạo hành là chuyện như cơm bữa. Nhưng vì hiện giờ trong bụng cô có con, nên cô chỉ có thể im lặng chịu đựng.
“Mặt bị sao thế?” Trần Vũ nói dứt lời lại hận không thể đánh cho mình mấy bạt tai. Những vết thương trên mặt cô là do khi “mình” say rượu nên đã đánh vào ngày hôm qua.
Chủ nhân cơ thể này đúng là thằng chó chết, nhưng vì sao một thằng khốn như thế lại cưới được một cô vợ xinh đẹp vậy chứ?
“Để em nấu ít cháo cho anh!” Diệp Hân Vũ cúi đầu.
“Không cần đâu, bụng to làm gì cũng bất tiện.” Trần Vũ vội vàng đứng lên.
Diệp Hân Vũ ngạc nhiên ngẩng đầu lên nhìn anh. Hai người đã kết hôn ba năm trời, nhưng Trần Vũ chưa một lần quan tâm đến cô như bây giờ.
“Tôi… Tôi không phải chồng của cô. Vậy nên, tôi sẽ mau chóng rời đi.” Trần Vũ không biết giải thích chuyện này ra sao cho hợp lý.
Nếu ông trời đã cho anh cơ hội sống lại một lần nữa, vậy anh sẽ nắm chặt nó trong tay. Anh muốn xác định nơi này ở đâu, rồi về nhà nghĩ cách giải thích mọi chuyện, sau đó tự lật lại bản án giải oan cho chính mình.
“Anh phải đi rồi sao?” Diệp Hân Vũ ngạc nhiên, sau đó hạ giọng cầu xin: “Anh đợi con sinh ra rồi hãy đi có được không?”
“Em không mong anh chịu trách nhiệm gì hết, anh có thể đánh hay mắng em cũng được. Anh đi bài bạc, tìm phụ nữ khác, em đều không quan tâm. Nhưng em chỉ mong khi con sinh ra sẽ có anh bên cạnh, em không muốn khi con sinh ra lại không có bố.”
Nước mắt của Diệp Hân Vũ rơi xuống từng giọt một, cô nhắm mắt lại giống như thói quen, chờ cái bạt tai của Trần Vũ.
“Chuyện đó… Tôi xin lỗi, cô đừng khóc nữa. Trước kia do tôi sai, tôi sẽ sửa được không?” Trần Vũ thấy cô khóc thảm thương như vậy, cũng luống cuống chân tay không biết dỗ thế nào.
Anh thầm nghĩ, một người phụ nữ tốt không màng tất cả mà gả cho một thằng côn đồ, ấy vậy mà thằng khốn này không biết quý trọng? Không ngờ thế giới này có một thằng rác rưởi như thế đấy?
Diệp Hân Vũ bất ngờ mở to mắt, sững người nhìn Trần Vũ. Ban đầu cô còn nghĩ sau những lời nói vừa rồi của mình sẽ phải nhận một đòn đau đớn, nhưng mọi chuyện không có xảy ra. Chuyện này là sao?
“Tôi biết tôi là thằng tồi, nhưng tương lai tôi sẽ sửa và sẽ đối xử với cô tốt hơn. Tôi không bài bạc, không uống rượu, sau này tôi sẽ tìm công việc tốt để kiếm tiền, nuôi gia đình được không?”
Những câu nói này đều xuất phát từ đáy lòng của Trần Vũ, bởi anh nghĩ người phụ nữ này đã quá đáng thương. Tuy anh biết bản thân sẽ nhanh chóng rời đi, nhưng ít nhất những câu nói này có thể giúp lòng người phụ nữ dễ chịu hơn đôi chút.
“Em không cần anh sửa gì hết, em chỉ cầu xin anh hãy cho em sinh con ra bình yên được không?” Mặt Diệp Hân Vũ xám xịt, điều này đã chứng minh cô hoàn toàn không có bất cứ hy vọng gì vào Trần Vũ cả.
Trần Vũ giật mình. Một năm đã trôi qua, con trai kiếp trước của anh cũng đã được nửa tuổi rồi. Người đã làm bố mẹ, lòng cũng trở nên mềm yếu hơn, vậy nên anh nghĩ nếu bản thân đi rồi, cô có thể chống đỡ cái gia đình khốn khó, lụn bại này nổi sao?
“Mẹ nó, Trần Vũ, mày đừng trốn nữa. Tao biết mày đang ở trong nhà, mày định chừng nào trả tiền nợ cho bọn tao đây?”
Đột nhiên bên ngoài cửa truyền đến giọng to và khàn đặc, đồng thời có người đang đập mạnh muốn phá cửa.
“Chu Tứ đến đây để đòi tiền cho vay nặng lãi đấy! Anh nhảy qua cửa sổ trốn đi Trần Vũ!” Diệp Hân Vũ nghe giọng nói người bên ngoài mà hoảng hốt, cô liều mạng đẩy Trần Vũ đến gần cửa sổ.
“Tôi đi rồi thì cô làm sao?” Trần Vũ hơi đần ra, anh phát hiện chủ nhân của cơ thể này thiếu nợ bên ngoài rất nhiều, bây giờ người ta đã dẫn lính đến cửa đòi rồi.
“Em chỉ là phụ nữ có thai, họ không làm gì được em đâu. Nhưng mà Chu Tứ nói, nếu anh không có tiền trả thì sẽ chặt đứt tay anh đấy.” Diệp Hân Vũ sốt ruột thúc giục.
Trần Vũ chần chừ một lúc rồi anh đi đến cửa sổ. Nhưng ngay sau đó, anh lại đánh cho mình một bạt tai, thầm nghĩ: Để một người phụ nữ đứng ra chắn đòn, bản thân có còn là đàn ông con trai không?
Một tiếng “Bịch” vang lên, cửa bị người ra phá hư từ ngoài vào. Ngay lúc này, một người đầu trọc dẫn theo hai tên vạm vỡ xông thẳng vào nhà.
Đầu trọc vừa thấy Trần Vũ đã tặc lưỡi, u ám nói: “Mày muốn trốn từ cửa sổ à Trần Vũ? Tính cả vốn lẫn lời, mày nợ tao một trăm nghìn tệ, chừng nào trả đây?”
“Chúng tôi sẽ trả mà anh Tứ, anh cho chúng tôi xin thêm vài ngày đi!” Diệp Hân Vũ sợ hãi mở hai tay ra, ngăn Chu Tứ trước mặt Trần Vũ.
“Cút sang một bên đi!” Chu Tứ đột ngột hất mạnh Diệp Hân Vũ ra. Hắn đẩy rất mạnh nên Diệp Hân Vũ vừa bị hất ra đã “a” lên một tiếng, rồi ngã sang một bên.
“Vợ à!” Trần Vũ thấy cô sắp ngã lập tức sợ hãi đến mức lắp bắp. Anh vội vàng bước đến đỡ Diệp Hân Vũ dậy.
Diệp Hân Vũ đỡ bụng mình, gương mặt tái nhợt, trên trán còn toát ra từng giọt mồ hôi lạnh. Cô đã mang thai gần bốn tháng, cú ngã vừa rồi chắc đã động tha.
“Anh Tứ bỏ qua cho anh ấy đi, chúng tôi sẽ trả tiền mà. Tôi xin anh đấy!” Lúc này, cô vẫn đang nói giúp cho Trần Vũ.
“Trả? Thằng ngu này còn gì để trả? Nó cả ngày có làm được chuyện gì ra hồn đâu, anh thấy em được đó Diệp Hân Vũ, em có khuôn mặt xinh đẹp như vậy, muốn người đàn ông thế nào cũng được, sao em lại gặp phải thằng khốn nạn này?”
“Hay là thế này, em phá thai đi. Sau đó em theo anh, anh bảo đảm em sẽ sống thoải mái hơn hiện tại rất nhiều!” Chu Tứ nói ra mấy câu xấu xa, cúi người xuống rồi vươn tay ra nắm cằm cô mà niết.
“Dừng tay, đừng động đến vợ tôi!” Trần Vũ đẩy Chu Tứ ra.
“Yo, thật dũng cảm, còn dám đánh trả?” Chu Tứ ngạc nhiên nhìn Trần Vũ, trước đây Trần Vũ nhìn thấy hắn thì như chuột nhìn thấy mèo, hôm nay bị làm sao vậy, mạnh mẽ thật đấy.
“Cho tôi thêm vài ngày, tiền tôi nợ anh tôi sẽ trả.” Trần Vũ đỡ Diệp Hân Vũ đứng dậy.
“Mày tính lấy gì để trả? Một trăm nghìn tệ vài tháng sau sẽ lên tới mấy trăm nghìn, xem mày hèn nhát thế này tiền lãi có khi còn không trả nổi đúng không?” Chu Tứ cười chế giễu.
“Cho tôi thêm vài ngày nữa, tôi nhất định sẽ trả cho anh.” Trần Vũ nhàn nhạt nói.
“Đánh rắm, dù có đem mày đi bán cũng không được năm mươi nghìn tệ, hôm nay mày phải trả ít nhất ba mươi nghìn, nếu không tao sẽ chặt một cánh tay của mày.” Chu Tứ quát.
“Anh Tứ, anh hãy thư thả cho chúng tôi vài ngày, tôi sẽ về nhà mẹ đẻ mượn tiền trả anh.” Diệp Hân Vũ nén đau bước tới cầu xin, cô đứng trước mặt Trần Vũ, sợ anh sẽ bị Chu Tứ đánh.
Trong lòng Trần Vũ cảm thấy xúc động, một tên cặn bã như “anh” sao lại có được một người vợ tốt đến như vậy?
Vì “Trần Vũ” mà Diệp Hân Vũ đã cãi nhau một trận lớn với gia đình, bất kể bố mẹ, cậu hay dì đều coi thường cô, thế mà cô vẫn quay về nhà mẹ mượn tiền, mà quay về cũng đồng nghĩa với việc tự hạ nhục chính mình.
“Chậc chậc, Trần Vũ, người phụ nữ của mày tốt quá nhỉ.” Chu Tứ trông thấy bộ dạng như hoa lê trong mưa của Diệp Hân Vũ, đột nhiên có chút ham muốn.
Nhà họ Diệp vốn là một gia đình trí thức, khí chất và dáng người của Diệp Hân Vũ thật sự quá xuất sắc, tên biến thái này vừa gặp là đã có ý đồ xấu xa ngay.
“Hừ, chưa từng chơi qua phụ nữ có thai, hôm nay muốn thử một chút xem sao... chi bằng cô em ngủ với anh, anh sẽ thư thả cho các người vài hôm, thế nào?” Chu Tứ cười dâm đãng.
“Haha, anh Tứ, lát nữa bọn em cũng hưởng thụ vui vẻ một chút nhé.”
“Haha, cô hai Diệp cũng được coi là tiểu thư khuê các, em chưa từng chơi qua món hàng cao cấp như vậy bao giờ, hôm nay cũng muốn thử trải nghiệm cảm giác tuyệt vời này.”
Hai tên to cao đứng phía sau Chu Tứ cũng phá lên cười.
“Không, đừng! Tôi cầu xin anh, anh Tứ, con của tôi đã được bốn tháng rồi.” Diệp Hân Vũ hoảng sợ lùi lại.
“Bốn tháng thì thế nào? Chẳng có vấn đề gì cả, haha.” Chu Tứ đưa tay tóm lấy cô.
Đột nhiên, Trần Vũ đứng bên cạnh mở năm ngón tay ra, giáng cho Chu Tứ một cái tát, bang một tiếng, thân hình mập mạp của Chu Tứ nặng nề nghiêng sang một bên, hắn phun ra một ngụm máu lẫn lộn cả răng.
“Dám đánh anh Tứ, mày chết chắc!” Hai tên cao to phẫn nộ, tiến tới muốn trừng trị Trần Vũ.
Bịch… Trần Vũ dùng chân đạp một tên to cao bay ra xa vài mét, sau đó vươn một tay tóm lấy cổ tên còn lại vung mạnh, rầm một tiếng, tên cao to đã đâm bể tấm kính bay thẳng ra ngoài.
Một lúc sau, có tiếng nước bắn tung tóe, tên cao to đó rơi từ tầng hai xuống và hét thảm.
Trần Vũ khoanh tay, tuy thời điểm xuất chiêu đã dung hợp hồn võ giả, nhưng cơ thể này thực sự quá yếu, không thể phát huy ra sức mạnh vốn có của võ giả, xem ra sau này phải tìm cách cải thiện mới được.
‘Trần Vũ, mày điên rồi!” Chu Tứ miệng đầy máu, hoảng sợ nhìn Trần Vũ.
Thằng ôn này ngoại trừ việc đánh vợ thì chẳng làm được trò trống gì, từ khi nào mà trở nên mạnh mẽ như vậy?
Trần Vũ bước tới giẫm lên đầu hắn, lạnh lùng nói: “Hoặc là ba ngày sau tôi trả cho anh cả gốc lẫn lãi, hoặc là tôi sẽ giết anh ngay bây giờ, chọn một trong hai.”
Sát ý tỏa ra từ Trần Vũ khiến cho Chu Tứ kinh ngạc, hắn đột nhiên cảm thấy, nếu như hôm nay không đồng ý với đề nghị của Trần Vũ, Trần Vũ chắc chắn sẽ giết mình.
“Đau đau! Nhẹ thôi! Được rồi, tao đồng ý, ba ngày thì ba ngày.” Chu Tứ cảm giác như đầu mình sắp bị Trần Vũ giẫm bẹp, hắn hét lên đầu hàng.
Trần Vũ lúc này mới bỏ chân ra, lùi về sau một bước.
“Được lắm, Trần Vũ, mày ngon đó!” Chu Tứ đứng dậy, vừa lùi ra ngoài vừa oán hận nói: “Tao là người của sếp Trâu, trận đòn ngày hôm nay tao sẽ nhớ kĩ, tao đảm bảo sếp Trâu sẽ bỏ mày vào trụ bê tông rồi ném xuống sông!”
“Cút!” Trần Vũ quát một tiếng, Chu Tứ và đồng bọn chạy như điên.
Diệp Hân Vũ sững sờ đứng một bên, cô cảm thấy Trần Vũ của hiện tại và Trần Vũ của trước đây là hai người khác nhau.
“Không sao chứ?” Trần Vũ cho rằng cô bị dọa sợ nên quan tâm hỏi.
“Trần Vũ, anh đi mau!” Diệp Hân Vũ bừng tỉnh, cô vội vàng kéo Trần Vũ xô ra ngoài: “Trâu Đại Long là đại ca giang hồ có tiếng ở thành phố Phong Lăng, hắn độc quyền một nửa địa điểm vui chơi và sòng bạc ở thành phố Phong Lăng.”
“Chu Tứ là người của hắn, anh còn không trả tiền hắn sẽ thực sự giết anh, anh mau đi đi!”
“Anh đi rồi còn em phải làm sao?” Trần Vũ đứng im không nhúc nhích.
“Anh đừng lo cho em. Em sẽ về nhà mẹ mượn tiền, em xin anh đấy Trần Vũ, anh đừng cậy mạnh nữa, em không muốn con em sinh ra đã không có bố.” Diệp Hân Vũ cầu xin.
Trần Vũ hít sâu một hơi, anh có chút cảm động, kiếp trước anh luôn là người phải lấy lòng Lý Thanh Uyển, sinh nhật thì tặng túi xách, ngày kỉ niệm tặng dây chuyền, thậm chí anh còn trao cho đối phương một nửa số cổ phần của tập đoàn Trần thị sắp niêm yết của mình.
Anh chưa bao giờ biết hóa ra được ai đó quan tâm lại ấm áp đến vậy, người phụ nữ trước mắt này thật đáng thương, cho dù phải rời đi anh cũng phải giúp cô, ít nhất cô và con sẽ có đủ cơm ăn áo mặc đến hết đời.
“Em yên tâm, tiền anh sẽ trả, anh cũng sẽ chịu trách nhiệm, chăm sóc tốt cho em và con.” Trần Vũ nắm tay cô nghiêm túc nói.
“Trần Vũ, anh…” Diệp Hân Vũ không dám tin vào tai mình, xưa nay chưa bao giờ Trần Vũ dùng những lời dịu dàng như vậy nói với cô.
Đột nhiên, cô phát ra một tiếng kêu khe khẽ, một cơn đau truyền tới từ bụng.
“Vợ à em làm sao vậy? Mau ngồi xuống!” Trần Vũ mau chóng đỡ cô ngồi xuống, tay phải vươn ra đặt lên cổ tay cô.
Lúc này, lông mày của anh nhíu lại.
Đứa trẻ trong bụng Diệp Hân Vũ không có vấn đề gì, đây là do cô không theo kịp chế độ dinh dưỡng của thai kỳ, cô đã ăn rất ít thịt kể từ khi mang thai, phần lớn số tiền là đưa cho Trần Vũ để đánh bạc và uống rượu.
Trước mắt cần phải bổ sung dinh dưỡng cho cơ thể.
“Vợ à, em nghỉ ngơi đi, anh ra ngoài mua đồ ăn cho em.” Trần Vũ nói: “Hôm nay em không cần đi làm, xin nghỉ ở nhà đi.”
“Em... chỗ này em có chút tiền.” Diệp Hân Vũ chần chừ một lát, lấy ra một bọc vải, bên ngoài quấn thành nhiều lớp, bên trong có vài trăm tệ.
“Anh đừng giận, không phải em cố ý giấu tiền! Em đã mang thai được mấy tháng rồi nên chỉ muốn giữ lại ít tiền để phòng thân!” Diệp Hân Vũ dè dặt nói, sợ Trần Vũ sẽ đột ngột trở mặt.
“Tiền này em cứ giữ lấy, anh sẽ nghĩ cách.” Trần Vũ nắm tay an ủi cô, sau đó bước đi ra ngoài.
Sau khi xuống lầu, Chu Tứ từ trong hành lang bước ra ngoài.
Chu Tứ mặt toàn là máu, bước đi cũng khập khiễng.
“Tên bất lực này, từ khi nào lại trở nên hung dữ như vậy chứ?” Chu Tứ che cái đầu ong ong của mình lại.
“Anh ba, Trần Vũ ra ngoài rồi chúng ta động thủ được chưa?” Một tên đàn em kéo lê thân thể bị thương của mình quay về.
“Bắt vợ nó đem đi, thằng nhóc này nợ lâu quá rồi, anh Long đã để ý tới, phải cho anh Long một lời giải thích!” Chu Tứ oán giận nói: “Không chỉnh được thằng đó tao không nuốt trôi được cục tức này!”
Sau khi ra ngoài, Trần Vũ lại thấy đau đầu rồi, bởi vì trong túi anh hiện tại đến một đồng tiền cũng chẳng có.
Kiếp trước dù gì thì anh cũng là ông chủ của một công ty lớn, tuy chỉ là thừa kế gia nghiệp, nhưng tài sản trên người ít nhất cũng phải tới mấy chục triệu.
Anh đã bao giờ phải lo lắng về những nhu cầu thiết yếu hàng ngày cơ chứ?
Nhưng bây giờ đừng nói đến tiền vay nặng lãi trăm nghìn, đến tiền mua đồ ăn anh còn không có.
Bây giờ đi mượn tiền sao? Lật xem danh bạ, nếu không phải mấy đứa bạn ăn chơi cờ bạc rượu chè thì là vài kẻ đã mượn tiền anh mấy lần nhưng không trả, chặn luôn số rồi.
Chủ nhân thực sự của cơ thể này đã phá nát cái nhân phẩm của mình, hiện tại chừa cho anh một mớ bòng bong.
Đang trong lúc không biết phải làm thế nào, bỗng một chiếc xe hơi màu đỏ lao nhanh về phía Trần Vũ, kít, âm thanh phanh xe vang lên, Trần Vũ bị ngã sang một bên.
“Chết tiệt... thật là quá xui xẻo quá đi mất!” Trần Vũ khóc không ra nước mắt, may mà anh phản ứng nhanh, kịp thời lùi về phía sau nên mới không bị xe đụng trúng.
Chiếc xe đậu bên cạnh, một cô gái xinh đẹp hoảng hốt xuống xe xin lỗi: “Xin lỗi anh, thực sự xin lỗi anh! Trên xe tôi đang có bệnh nhân, tình hình của ông nội tôi hiện tại thực sự rất nguy kịch.”
“Dù vậy cũng không thể lái xe như ma đuổi thế chứ, có thể gây chết người đó.” Trần Vũ dở khóc dở cười từ từ đứng dậy.
Cô gái như không nghe Trần Vũ đang nói gì, nóng lòng cầm điện thoại lên, vừa khóc vừa nói: “Bố, con hiện đang ở gần đường Thái Lăng khu Phong Giang.”
“Ông đột nhiên phát bệnh, bây giờ đang bị hôn mê, ngài Hứa bao giờ mới tới được thế ạ?”
“Sắp tới rồi, con cố gắng kiên trì thêm chút nữa, chăm sóc ông cẩn thận.”
Điện thoại vừa ngắt, tiếng còi báo hiệu vang lên, một chiếc xe cứu thương cùng hai chiếc xe cảnh sát hộ tống đi tới, đằng sau còn có thêm một chiếc xe Maybach, chắc chắn thân phận người trong xe không hề đơn giản.
Chiếc xe Maybach đằng sau xe cứu thương vừa dừng, một ông lão cùng một người đàn ông cùng vội vã bước xuống xe.
Cô gái ngay lập tức đến nghênh tiếp: “Ngài Hứa, ông cháu đã hôn mê rồi.”
“Đưa người ra đây.” Ông lão vẫy nhẹ tay phải, dẫn theo mấy người trợ lý đi về phía chiếc xe của cô gái, trong xe có một ông lão đang nằm, mặt cắt không còn chút máu, người đã lâm vào trạng thái hôn mê sâu.
Hai mắt ông ấy nhắm chặt bất tỉnh nhân sự.
Cảnh sát và vệ sĩ dọn sạch toàn bộ đường tạo một không gian lớn, giăng dây cảnh báo, không cho những người ngoài vào hiện trường.
“Là ai mà làm ra động tĩnh lớn như vậy?”
“Người trong xe là ngài Lâm.”
“Ngài Lâm là ai?”
“Thế mà cũng không biết? Là ông cụ của nhà họ Lâm đó, một trong bốn gia tộc lớn ở thành phố Phong Lăng, trước đây từng tham gia chiến tranh ở biên giới phía nam.”
Rất nhanh sau đó, ông cụ Lâm đã được khiêng từ trong xe ra, đặt lên cáng.
Ông Hứa bước lên trước bắt mạch, biểu cảm nặng nề: “Hàn khí đã xâm nhập vào tim, không kịp đến bệnh viện nữa rồi, cần lập tức châm cứu.”
Ông Hứa vừa động tay phải, chiếc túi đựng châm đã được mở ra, ông ta rút từng chiếc kim bạc châm cứu ngay tại hiện trường.
“Không hổ là nhà họ Lâm, đến cả Quỷ Y nổi tiếng Hứa Quảng Nguyên cũng tới rồi.”
“Hứa Quảng Nguyên là ai?”
“Đến cả cái này cũng không biết á? Bác sĩ Trung y nổi tiếng ở Thịnh Kinh, tuyên bố có thể giành lại mạng người từ tay Diêm Vương, vậy nên mọi người gọi là Quỷ Y, muốn mời ông ấy chữa bệnh vô cùng khó, nhiều vị lãnh đạo ở Thịnh Kinh muốn tìm đều phải xếp hàng."
Nhìn bộ dạng này chắc là vừa từ sân bay chạy tới, may là thế lực nhà họ Lâm lớn nên thuận lợi chạy tới đây.”
“Bố ơi, ông nội sẽ ổn đúng không?” Cô gái lo lắng hỏi người đàn ông vừa rồi đi cùng Hứa Quảng Nguyên, người đang là gia chủ của nhà họ Lâm - Lâm Văn Phủ.
“Thanh Nguyệt, con đừng lo, ông Hứa đã ra tay không có bệnh nào là không trị được.”
“Thế thì tốt quá.” Lâm Thanh Nguyệt thở phào một tiếng, lúc này mới quay sang xin lỗi Trần Vũ: “Thực sự rất xin lỗi, anh có sao không, lát nữa để tôi cùng anh đến bệnh viện kiểm tra xem thế nào.”
“Không sao, không cần!” Trần Vũ lắc đầu.
“Bị xe đụng trúng rồi, làm sao có thể không chuyện gì chứ?” Lâm Thanh Nguyệt không yên tâm.
Trần Vũ không nói gì, chỉ im lặng nhìn Hứa Quảng Nguyên cứu người.
Trong thời gian đó, ông Hứa đã ghim được mười châm.
“Cửu Hành Châm Pháp?” Trần Vũ không dời được mắt.
Âm thanh anh nói không lớn, nhưng những người xung quanh đều có thể nghe thấy, Hứa Quảng Nguyên nhìn anh một cái rồi tiếp tục châm cứu.
Trợ lý bên cạnh Hứa Quảng Nguyên hỏi: “Anh biết châm pháp của sư phụ tôi?”
“Được viết trong Hoàng Đế nội kinh, chương ngoại lề của Tố Vấn - Thượng Cổ Thiên Chân Luận” Trần Vũ đáp: “Tôi cứ tưởng thủ pháp này đã thất truyền rồi!”
“Sư phụ tôi chính là truyền nhân của nhánh Cửu Hành Châm Pháp.” Tên trợ lý tự hào nói: “Một khi đã ra tay, đến Diêm Vương cũng phải bó tay.”
“Tiếc là châm pháp này được chia làm Thiên Linh và Địa Linh, nhìn thủ pháp này có vẻ như chỉ hiểu về Địa Linh, sợ là sẽ không có hiệu quả!” Trần Vũ lắc đầu nói với vẻ tiếc nuối.
“Anh nói cái gì? Anh có biết sư phụ tôi là ai không?” Tên trợ lý tức giận.
“Tôi chỉ là đang bàn luận, không có ý xúc phạm.” Trần Vũ bình tĩnh trả lời.
“Cậu trai trẻ, đừng nghĩ rằng bản thân hiểu Hoàng Đế Nội Kinh thì có thể ăn nói linh tinh, tôi ra tay, không ai là tôi không cứu nổi”
Hứa Quảng Nguyên đã hoàn thành việc ghim kim, quay sang nhìn Trần Vũ nói với giọng đầy giáo huấn.
“Ông Hứa là danh y nổi tiếng toàn quốc, bộ trưởng của thành phố Phong Lăng muốn đến khám bệnh cũng phải xếp hàng, anh là cái thá gì chứ, đến lượt anh đến giáo huấn sao?”
“Đúng đó, cai sữa chưa vậy hả?” Mọi người đều ở bên bên xì xào tỏ vẻ khinh miệt Trần Vũ.
“Không am hiểu Địa Linh thì cũng thôi đi, ngay cả thủ pháp cũng có vấn đề, kim ghim nông mất nửa milimet, một lúc nữa chắc chắn máu sẽ chảy ngược, phổi lạnh dần, nếu bệnh nhân có thể chịu đựng quá nửa ngày thì tôi sẽ thua.”
Trần Vũ lắc đầu, anh vẫn đang buồn vì chút tiền rách kia, không có tâm trạng lo chuyện bao đồng, quay người rời đi.
“Cậu nói gì cơ?” Hứa Quảng Nguyên mặt biến sắc, nhưng Trần Vũ đã đi xa rồi.
“Này, anh không đi bệnh viện kiểm tra sao?” Lâm Thanh Nguyệt ngơ ngác, chạy đuổi theo anh.
“Ông Hứa, thực sự cảm ơn ông!” Lúc này, ông cụ Lâm cũng dần tỉnh lại, gương mặt ông giờ cũng đã hồng hào thêm một chút.
“Cụ Lâm không cần khách sáo, chỉ là tiện tay mà thôi.” Hứa Quảng Nguyên cười nhẹ.
“Ông Hứa quả không hổ là danh y đứng đầutoàn quốc, bố tôi nửa tháng nay tinh thần không ổn, hôm nay lúc tới đón ngài, ông ấy lại đột nhiên phát bệnh, thế nên mới để Thanh Nguyệt lái xe đưa ông ấy đi đến sân bay.”
“Hôm nay thực sự là làm phiền ngài Hứa rồi, nếu không chỉ sợ bố tôi sẽ gặp nguy hiểm.”
Lâm Văn Phủ cũng thở phào nhẹ nhõm.
“Haha, tất nhiên rồi, chỉ cần sư phụ ra tay, không có bệnh nào là không thể chữ.” Đệ tử của Hứa Quảng Nguyên đắc ý.
“Ông cụ Lâm về nhà nhớ nghỉ ngơi đầy đủ, tôi một tuần sẽ châm cứu ba lần cho ngài, nhất định sẽ khỏi bệnh.” Hứa Quảng Nguyên cười nói.
“Cảm ơn, ông Hứa, tôi...” Ông cụ Lâm vừa tỉnh dậy, lời cảm ơn còn chưa nói xong, đột nhiên sắc mặt sạm đi, miệng nôn ra một ngụm máu tươi, rồi bất tỉnh nhân sự.
“Bố!” Lâm Văn Phủ hốt hoảng: “Ngài Hứa, chuyện gì xảy ra vậy?”
“Máu chảy ngược, hàn khí xâm nhập vào phổi, mau đưa đến phòng cấp cứu!” Hứa Quảng Nguyên bước lên trước, biến sắc, y tá ở hiện trường cũng nhất thời bấn loạn.
“Cậu thanh niên vừa nãy đang ở đâu?” Hứa Quảng Nguyên nói.
“Không biết, vừa đi rồi.”
“Ông Lâm, bệnh của ông Hứa, ngoại trừ cậu trai trẻ kia thì không ai có thể trị được.” Hứa Quảng Nguyên tiếp lời: “Cũng phải trách tôi, đã bỏ lỡ cao nhân rồi.”
“Tìm đi, bằng bất cứ giá nào, cũng phải mời cậu ấy tới!” Lâm Văn Phủ hét lớn.
“Anh đợi chút đã, anh thật sự không sao chứ?” Lâm Thanh Nguyệt đuổi theo Trần Vũ, lo lắng hỏi.
“Tôi thực sự không sao, cô yên tâm đi, sẽ không gây phiền phức cho cô đâu.” Trần Vũ cười khổ, cô nương này quả thực thật lương thiện.
“Anh thật sự không đi kiểm tra sao, vừa rồi đụng trúng khá mạnh mà.” Lân Thanh Nguyệt không yên tâm.
“Không cần đâu, cái đó...” Trần Vũ do dự một lúc, sao đó ngại ngùng nói: “Có thể cho tôi mượn năm trăm tệ không?”
“Mượn tiền?” Lâm Thanh Nguyệt mở to mắt, cô ấy thực sự cảm thấy Trần Vũ có chút... kỳ lạ, nhưng rốt cuộc vẫn lấy ví tiền ra, móc năm tờ tiền có trị giá lớn nhất đưa cho Trần Vũ.
“Cảm ơn cô, tôi là Trần Vũ, sau này nhất định sẽ trả cho cô, đây là số điện thoại, tôi không trả thì cô có thể đến tìm tôi.”
Trần Vũ vui vẻ nhận tiền, đọc số điện thoại cho đối phương, cảm ơn rồi rời đi.
Lâm Thanh Nguyệt dở khóc dở cười, vừa rồi xe đâm vào Trần Vũ, anh đòi năm mươi nghìn cũng không có gì là quá đáng, thế mà anh lại chỉ mượn năm trăm tệ?
“Thanh Nguyệt, cậu thanh niên vừa rồi đâu?” Đột nhiên Lâm Văn Phụ gọi điện tới.
“Vừa đi rồi, sao vậy ạ?” Lâm Thanh Nguyệt ngơ người.
“Tình trạng của ông nội con đang gặp nguy hiểm, mau tìm cậu ta, mời cậu ta quay lại!” Lâm Văn Phủ lớn giọng.
“Sao ạ? Con đi ngay đây!” Lâm Thanh Nguyệt ngạc nhiên.
“Vợ à, anh quay lại rồi đây.” Trần Vũ đi mua vài loại dược liệu cùng một con gà mái trở lại.
Trong nhà không một bóng người, hơn nữa cửa cũng mở toang, đồ đạc lộn xộn, tim Trần Vũ như trật đi một nhịp, có một dự cảm chẳng lành.
Đột nhiên điện thoại anh vang lên, anh vội vàng nghe máy.
“Trần Vũ?” Đầu dây bên kia vang lên giọng nói trầm thấp.
“Anh là ai?” Trần Vũ trầm giọng hỏi.
“Ha, nợ tiền tao, đánh người của tao, mày nói xem tao là ai?” Đối phương cười lạnh đáp.
“Mày là Trâu Đại Long!” Trần Vũ kinh ngạc: “Có chuyện gì thì cứ tìm tao, đừng có gây phiền phức cho vợ tao.”
“Nửa tiếng sau đến club Vương Triều tìm tao, mày dám đến muộn thì tao sẽ mổ bụng vợ mày.” Trâu Đại Long lạnh lùng nói.
“Anh đừng lại đây Trần Vũ, anh đừng lo cho em…”
Đầu dây bên kia vang lên tiếng kêu gào của Diệp Hân Vũ, nhưng ngay sau đó cô bị người ta bịt miệng lại, rồi một tiếng “rụp” vang lên, điện thoại đã bị ngắt.
“Bọn khốn!” Trần Vũ nện mạnh một đấm lên tường, sau đó anh vội vàng đi ra khỏi cửa.
Nhưng anh vừa đi được vài bước, điện thoại lại reo lên. Anh do dự một lúc mới bắt máy.
“Tôi là Lâm Thanh Nguyệt đây, Trần Vũ, anh còn nhớ tôi không? Người mà đâm anh vào hôm nay đấy.”
“Tôi nhớ, không phải cô định đòi tiền tôi đấy chứ? Tôi khất mấy ngày nữa.” Trần Vũ ngẩn ra rồi hỏi lại.
“Không phải, ông nội của tôi đang rất nguy cấp rồi. Mọi chuyện anh nói đều đúng hết cả rồi, vậy nên tôi gọi điện đến là xin anh đến cứu ông nội của tôi với!” Lâm Thanh Nguyệt sốt ruột nói.
“Xin lỗi nhưng bây giờ tôi phải đến club Vương Triều. Bởi vì tình hình bây giờ đã rất cấp bách…” Trần Vũ vừa đi vừa trả lời.
“Anh đến đó làm cái gì?” Lâm Thanh Nguyệt cũng ngạc nhiên mà ngẩn người.
“Tôi đang thiếu ít tiền của người tên Trâu Đại Long, vậy nên hắn đã bắt cóc vợ tôi rồi.” Trần Vũ lạnh lùng đáp: “Sau khi tôi giải quyết xong mọi chuyện, tôi sẽ liên lạc với cô.”
Trần Vũ vừa dứt lời là đã cúp điện thoại, vội vàng chạy đến club Vương Triều.
Club Vương Triều của Trâu Đại Long là hộp đêm lớn nhất ở thành phố Phong Lăng, tên này là một trong những thế lực ngầm của thành phố Phong Lăng, hành động vô cùng tàn nhẫn.
Vả lại, người ta đồn rằng sau lưng của hắn còn có một trong bốn dòng họ lớn chống lưng và bối cảnh cũng rất thâm hậu.
Trần Vũ vội vàng chạy đến phòng VIP của club, anh chỉ thấy có một người đàn ông đang ngồi trên sô pha. Người này đang hút một điếu xì gà, gương mặt lộ vẻ ngoan độc. Người này chính là Trâu Đại Long.
Chu Tứ đứng một bên với cái đầu quấn băng gạc, thêm vào đó có hai thằng đàn em đang giữ chặt Diệp Hân Vũ. Ngoài những người này ra, trong phòng còn có một người đàn ông vẻ ngoài hơi nữ tính đang chơi con dao phẫu thuật trên tay.
“Chẳng phải em đã nói anh đừng đến đây rồi sao Trần Vũ? Sao anh ngu quá vậy? Bọn họ sẽ giết chết anh đấy.” Diệp Hân Vũ bật khóc.
“Em đừng khóc nữa, khóc không tốt cho con đâu! Em yên tâm đi, anh sẽ giải quyết mọi chuyện ổn thỏa mà.” Trần Vũ an ủi cô xong lại quay đầu nói: “Bọn mày thả vợ tao ra, có chuyện gì thì tính lên đầu tao này.”
“Là nó hả?” Trâu Đại Long ngạc nhiên nhìn sơ qua Trần Vũ, rồi lại ngó Chu Tứ.
“Đúng là nó đấy anh Trâu. Nhờ nó mà hai người anh em của em vẫn còn ở bệnh viện đó.” Chu Tứ oán hận nói.
“Mày cũng có ích thật đấy, thứ giẻ rách này mà cũng có thể đánh mày thành như thế. Tương lai này mà mày ra ngoài lăn lộn thì đừng có nói là đàn em của tao đấy. Thật mất mặt.” Trâu Đại Long trách mắng.
“Vâng.” Chu Tứ xấu hổ đáp.
“Tao nói mày thả vợ tao ra!” Trần Vũ lạnh lùng nói.
“Thằng nhóc này đã đến chỗ của tao rồi còn dám kiêu căng như thế à?” Trâu Đại Long phất tay nói: “Trước tiên cứ băm một cánh tay của nó ra rồi nói tiếp.”
“Rõ, thưa sếp Trâu!” Một tên vạm vỡ cầm cây đao to vung lên, lao thẳng đến chỗ Trần Vũ.
Diệp Hân Vũ nhìn cảnh trước mắt mà sợ đến mức thét lên, nhưng người đã bị một tên vạm vỡ khác đè chặt khiến cô không thể cử động được.
Vụt, cây đao to tướng bổ xuống đầu Trần Vũ!
“Trần Vũ… Cẩn thận đấy!” Diệp Hân Vũ kêu lên sợ hãi. Cô đã bị dọa sợ tới cùng cực, vậy nên mọi thứ trước mắt dần tối sầm lại và cô ngất xỉu.
“Vợ ơi…” Trần Vũ tức giận, trở tay cướp lấy cây đao lớn rồi đánh một đấm vào ngực của tên vạm vỡ.
Trong lúc tức giận, anh đã kích phát tiềm lực bản thân nên một quyền này đã có sức mạnh như một võ sư. Cú đấm vừa đánh ra, tiếng “răng rắc” lập tức vang lên, xương sườn ngực của người vạm vỡ kia đã bị gãy. Ngay sau đó, cơ thể của hắn bị đánh bay xa đến năm mét với tiếng thét thảm thương.
Trần Vũ nhìn sang Diệp Hân Vũ, lúc này tên đang giữ chặt cô cũng vung nắm đấm về phía anh. Trần Vũ bình tĩnh trở tay, chặn nắm đấm tay của hắn rồi uốn tay phải một chút, lập tức lại có tiếng “răng rắc” vang lên, cánh tay kia đã bị bẻ thành cái bánh quai chèo làm hắn kêu rên đau đớn và lui về sau.
Trần Vũ bế Diệp Hân Vũ đang hôn mê lên, anh biết cô chỉ ngất vì sợ đi nên mới bình tĩnh được một chút. Anh đỡ Diệp Hân Vũ ngồi trên sô pha.
Nhưng khi nhìn thấy năm dấu ngón tay trên mặt của Diệp Hân Vũ thì anh vô cùng tức giận.
Lúc anh đứng lên, hai mắt đã ngập sát ý.
“Không phải mày nói thằng nhãi này chỉ là một thằng khốn giẻ rách thôi à Chu Tứ?” Trâu Đại Long ngẩn người nhìn Trần Vũ có sức chiến đấu mạnh mẽ, điều này làm hắn hơi bất ngờ.
“Em đã quen thằng này nhiều năm rồi, ngày nào như ngày nấy, chẳng làm được việc gì ra trò cả.” Chu Tứ cũng đang rất sốc.
“Dấu tay trên mặt vợ tao là do ai đánh?” Trần Vũ lạnh lùng hỏi.
“Dấu tay trên mặt vợ mày là tao đánh đấy. Mày sắp chết đến nơi rồi còn kiêu ngạo thế à Trần Vũ, tao…”
Những lời ác độc của Chu Tứ chưa nói hết, cơ thể Trần Vũ đã lóe lên, phút chốc đã đứng trước mặt hắn. Ngay sau đó, anh đấm mạnh một cú vào ngực của Chu Tứ.
Tiếng “răng rắc” lại vang lên, theo đó ngực của Chu Tứ lõm một lỗ. Hắn phun ra một ngụm máu tươi, trong ngụm máu tươi này còn trộn lẫn nội tạng bị vỡ vụn.
Ngay sau đó, một tiếng “bịch” vang lên. Chu Tứ quỳ rạp trên mặt đất mà liên tục run lẩy bẩy. Một đấm vừa rồi như muốn lấy mạng của hắn, dù không chết thì hắn cũng đã trở thành một người tàn tật rồi.
“Giết nó đi Bác Sĩ!” Trâu Đại Long sợ hãi, lắp bắp ra lệnh.
Người đàn ông trông khá nữ tính kia vốn đang ngồi yên ngồi chơi dao phẫu thuật lại đột ngột đứng bật dậy, bước dài rồi nhào đến chỗ Trần Vũ. Đồng thời, hai tay tìm tòi cái gì đó bên hông, sau lại lấy ra hai con dao ngắn.
Người này là một sát thủ chuyên nghiệp, cho nên tốc độ rất nhanh và chuẩn xác, lúc ra tay cũng rất tàn độc và vô tình. Hắn cầm hai con dao ngắn trên tay, xoay tròn như hai đóa hoa, khi khoảng cách gần sát Trần Vũ rồi, hắn lập tức đâm hai cây dao vào chỗ chí mạng của Trần Vũ.
Trần Vũ vươn tay, túm lấy cổ tay của đối phương, nhưng tên kia lại lật cổ tay lại, dao ngắn quay một vòng đâm, thẳng về phía ngực Trần Vũ.
Trần Vũ vội vàng lùi ra sau, nhưng một tiếng “roẹt” vang lên, trên quần áo của anh đã xuất hiện một vết rách dài do dao cắt trúng.
Trần Vũ hoảng hốt, thực lực tên này không thấp, anh lập tức dung hợp ý thức võ giả. Vừa nãy vì quá giận nên anh đã đột phá lên cảnh giới Võ Sư, vậy nên tuy sát thủ có giỏi đến mức nào thì cũng không đấu thắng anh nổi.
Anh chỉ thiếu kinh nghiệm thực chiến. Nếu vừa nãy không tránh kịp, cây dao kia tiến gần hơn một tấc thì anh đã bị rạch bụng rồi.
Anh siết chặt tay mình, ngừng thở, nghiêm túc bắt đầu giao chiến.
Con dao ngắn trong tay của Bác Sĩ kia vừa lật, gã này đã tung người lên, xoay một vòng thật xinh đẹp ở giữa không trung rồi tấn công thẳng Trần Vũ.
Trần Vũ gầm một tiếng, bước lên rồi đá chân ra.
Một tiếng “ầm” vang lên, cơ thể của Bác Sĩ kia như con diều đứt dây giữa không trung bay thẳng ra ngoài. Gã này nện mạnh vào vách tường vang lên tiếng “bịch”, miệng phun ra ngụm máu tươi, nằm rạp trên mặt đất, lòm còm mãi nhưng không đứng dậy nổi.
Trâu Đại Long nhìn hình ảnh trước mắt mà sợ hãi, hắn đứng lên vội vàng ấn vào chuông báo động trước mặt. Căn phòng này là căn phòng hắn hay sử dụng nhất, nơi này có nút báo động khi gặp nguy hiểm, chỉ cần ấn nút thì hàng trăm người ở ngoài cửa sẽ lao vào ngay lập tức.
Nhưng khi hắn chỉ vừa cử động, Trần Vũ đã cầm con dao ngắn rớt trên mặt đất lên phóng tới. Một tiếng “phập”, dao ngắn đã cắm xuyên qua lòng bàn tay của Trâu Đại Long.
“Á…” Trâu Đại Long thét lên đau đớn.
Ngay sau đó, một cây dao ngắn lạnh băng kề sát vào yết hầu của hắn.
“Mày mà giết tao, mày không sống nổi đâu Trần Vũ. Mày với vợ mày không ai trốn thoát được hết.” Trâu Đại Long nhịn đau, đe dọa.
“Tao đã nói trong ba ngày sẽ trả tiền lại cho mày.” Trần Vũ lạnh lùng nói: “Nhưng mày lại bắt trói vợ tao lại, còn đánh cô ấy là sao? Mày làm ăn không có chữ tín à”
“Chữ tín? Nếu tao mà đi nói chữ tín với người khác thì đã không sống tới giờ rồi, mày ngon đấy Trần Vũ. Mày muốn gì?” Trâu Đại Long tức giận hỏi: “Mày thật sự dám giết tao à?”
“Giết mày ấy hả?” Trần Vũ nhếch môi cười: “Vậy quá dễ dàng cho mày rồi, chắc là mày biết câu sống không bằng chết nghĩa là gì chứ?”
Trần Vũ vừa nói vừa nắm con dao ngắn đâm xuyên qua lòng bàn tay của Trâu Đại Long rồi ấn mạnh xuống,
“Á…” Trâu Đại Long kêu thảm thiết. Tầm nhìn dần dần biến thành một màu đen, cú ấn vừa rồi của Trần Vũ đã huỷ hoại tay này của hắn.
“Tao đánh chết mày Trần Vũ, tao thề sẽ đánh chết mày. Tao phải mổ bụng vợ mày trước mặt mày, để mày được gặp con mày sớm!” Trâu Đại Long gào lên đến khàn cả giọng.
Trâu Đại Long đã tức điên thật rồi, dù gì hắn cũng là nhân vật bá chủ một phương ở thành phố Phong Lăng. Có khi nào bị chịu sỉ nhục, đả kích lớn thế đâu?
“Vậy sao?” Hai mắt của Trần Vũ xuất hiện ánh sáng chết chóc: “Mày cho rằng, mình có thể dùng tay che trời tại Phong Lăng à?”
Tải #ReadMe, tìm kiếm"Cao Thủ Y Đạo" để tiếp tục đọc➡️
Tại pháp trường Thập Lý Hà nằm ở ngoại ô thành phố Phong Lăng, có vài tên tử tù đang xếp thành một hàng dài.
Ngày xưa pháp trường Thập Lý Hà là một chiến trường cổ, đến thời cận đại được chuyển làm pháp trường. Vậy nên, nơi này dù là ban ngày hay ban đêm đều có bầu không khí đầy u ám, lạnh gáy.
Trần Vũ bị đeo còng tay, đứng ở chính giữa đám tử tù kia. Khi súng giơ lên, cơ thể của anh cũng sợ hãi đến phát run.
“Cậu cứ yên tâm mà ra đi nhé Trần Vũ, tớ sẽ chăm sóc cho Thanh Uyển và đứa con chưa ra đời của cậu thật tốt.” Người anh em thân thiết tên Chu Lâm của anh nói với vẻ mặt đầy đau đớn.
“Những người kia không phải bị tôi đâm chết, tôi bị người ta vu oan.” Đột nhiên Trần Vũ cố gắng kêu thất thanh. Anh đang bộc lộ hết sự sợ hãi trong lòng mình ngay khi đối mặt với cái chết.
Nhưng bây giờ, chứng cứ đã rõ ràng như thế rồi. Anh có cãi cũng vô ích.
Ngay khi tiếng súng nổ lên, Trần Vũ lập tức cảm giác cơ thể mình nhẹ bẫng và hình như linh hồn anh đang dần bay lên.
Mọi thứ trước mắt đều biến thành màu trắng đen.
Thoáng chốc, vào giờ phút này, anh lại có thể nghe được tiếng lòng của mọi người. Trong đó bao gồm cả người đứng xem bàn tán xôn xao, cảnh sát vừa mới hành hình mà căng thẳng, còn… Chu Lâm đang cười u ám và lạnh lẽo.
“Mày là thằng chết thay thôi Trần Vũ à! Tao đã thuê người đâm chết đám kia, ngày đó tao chuốc cho mày say sau đó thần không biết quỷ không hay đặt mày vào trong ghế lái.”
“Ha ha, bây giờ tập đoàn Trần Thị của mày sẽ là của tao. Vợ của mày - Lý Thanh Uyển cũng là của tao rồi. Mày nên yên lòng ra đi nhé.”
“Mày là thằng khốn nạn, Chu Lâm!”
Trần Vũ chấn động, anh chỉ nhớ đêm đó mình uống say tới quên cả trời đất nên không biết mình đã lái xe ra sao. Thì ra mọi chuyện đều là mưu kế của Chu Lâm, gã muốn hãm hại mình.
Anh vươn cả hai tay ra muốn xé rách Chu Lâm, nhưng đôi tay của anh lại lắc lư theo gió hoàn toàn không thể chạm vào Chu Lâm. Bởi hiện tại, anh chỉ là một linh hồn.
Tức giận, oán hận, không cam lòng.
Ngay lúc này, đột nhiên một sức hút mạnh mẽ truyền đến. Hình như luồng sức mạnh này phát ra từ chiến trường xưa, nó giam cầm tất cả những người đã chết lại một chỗ, ngay cả Trần Vũ cũng hóa thành một luồng khí màu đen.
Những luồng khí đen xuất hiện rồi bắt đầu xoay xung quanh pháp trường, những luồng khí đen này đều là do những người chết trong chiến trường cổ mấy ngàn năm ngày xưa mà tạo thành. Họ nên rời khỏi nơi này từ lâu rồi, nhưng luồng sức mạnh này lại giam cầm họ, nên họ không có cách nào rời đi được.
Từng luồng khí đen chạm vào nhau rồi cắn nuốt và dung hợp thành một.
Một luồng khí đen mạnh mẽ dần dung nhập vào cơ thể của Trần Vũ, đột nhiên anh phát hiện ra trong não mình lại có thêm một ít thứ như y đạo, võ đạo, huyền học.
Chúng được gọi là “Thái Huyền Thánh Thanh Kinh”, nội dung bao hàm phương pháp tu hành một cách toàn diện nhất. Không ngờ anh lại nhận được những kiến thức này.
Trần Vũ biến thành luồng khí đen lại trở nên mạnh mẽ hơn hết vào lúc này, anh lập tức cố gắng hết sức lao mạnh về phía trước để thoát khỏi cái từ trường kia. Anh không thể ở đây mãi mãi được, anh phải ra ngoài, phải báo thù.
Mà chính nhờ sự không cam tâm và đau khổ trong lòng, Trần Vũ có một động lực vô cùng mạnh mẽ, cuối cùng anh có thể cảm giác cơ thể mình được thả lỏng và thoát khỏi từ trường của chiến trường cổ. Nhưng ngay khi anh vừa thoát ra, ý thức lại dần dần rơi vào hôn mê.
“Tao giết mày Chu Lâm!” Trần Vũ đột ngột tỉnh dậy từ trên giường.
Lúc này anh chợt phát hiện bản thân đang ở trong một khung cảnh rất xa lạ, căn phòng nhỏ, ánh đèn lờ mờ tối tăm và chật hẹp, thêm vào đó là một cơ thể lạ lẫm đã bị rượu bào mòn.
“Mình là… Trần Vũ sao?” Trần Vũ cảm giác đầu như muốn nổ tung, lượng kiến thức được dung hợp từ pháp trường khiến anh hơi rối loạn.
Sau khi ý thức từ từ bĩnh tĩnh lại, anh lập tức nắm được thể chủ động ý thức của mình.
Thì ra đã qua một năm trời kể từ ngày anh bị xử tử. Sau khi anh thoát khỏi sự trói buộc của từ trường ở chiến trường cổ, ý thức của anh lại bám lên cơ thể của một con ma men. Mà hiện tại, nơi anh ở cũng là thành phố Phong Lăng.
Vừa khéo, con ma men này cũng có tên Trần Vũ, một tên gần 30 tuổi rồi vẫn không làm được chuyện gì ra hồn. Tuy đã có gia đình con cái rồi nhưng không chịu làm việc, mỗi ngày chỉ biết tụ tập đám bạn bè nát rượu của mình nhậu nhẹt, chơi gái, cờ bạc, rồi mấy lúc rửng mỡ lại về nhà đánh vợ để hả giận.
Đêm qua, gã này đã uống rất nhiều rượu nên say tí bỉ. Bây giờ vừa tỉnh lại đã thấy đồng hồ chỉ bốn giờ chiều, suy nghĩ của Trần Vũ lại loạn cả lên.
Người nhà của mình trong một năm qua có khỏe không? Con của mình đã sinh ra rồi nhỉ, còn vợ mình có thể chịu đựng áp lực mà giữ được tập đoàn Trần Thị không? Anh nên báo thù như thế nào đây? Làm sao để tìm ra họ, rồi giải thích thân phận của bản thân như thế nào?
Thằng khốn nạn Chu Lâm kia, tao phải giết chết mày mới được!
Trong lúc anh không biết làm thế nào thì đột nhiên cửa phòng mở ra. Một phụ nữ đi đến, nhưng khi người này thấy Trần Vũ thì lại để lộ sự sợ hãi trên khuôn mặt mình.
“Anh tỉnh rồi hả Trần Vũ!”
Người phụ nữ này là vợ của cơ thể tên Trần Vũ này, cô tên là Diệp Hân Vũ. Cuộc sống quá áp lực nên khiến gương mặt của cô có chút u sầu.
Nhưng từng đường nét trên khuôn mặt này lại khá tinh xảo, nếu cô có thể trang điểm một chút thì chắc chắn sẽ càng xinh đẹp hơn.
Nhưng bây giờ khóe môi của cô lại có vài vết thương xanh tím, thêm vào đó bụng của cô hơi to. Anh nhìn cũng đoán được chắc người này đã mang thai ba bốn tháng gì rồi.
“Tôi…” Trần Vũ cứng miệng, anh không biết phải giải thích thế nào về thân phận của mình.
“Chúng ta không còn tiền, thành ra ăn cơm cũng là một vấn đề lớn. Bây giờ, chúng ta đã nợ tiền thuê nhà hai tháng rồi.”
“Em không mượn được tiền, còn tiền lương phải chờ đến giữa tháng mới nhận. Anh đừng đánh em có được không? Bởi đứa con trong bụng em chịu không nổi đâu.”
Trần Vũ chỉ hơi cử động một chút, Diệp Hân Vũ đã bị dọa sợ liên tục lùi ra sau vài bước. Cô dùng bàn tay che bụng vì sợ Trần Vũ sẽ đánh mình.
Trong lời nói của cô đã cho thấy, chuyện bị chồng đánh đập, bạo hành là chuyện như cơm bữa. Nhưng vì hiện giờ trong bụng cô có con, nên cô chỉ có thể im lặng chịu đựng.
“Mặt bị sao thế?” Trần Vũ nói dứt lời lại hận không thể đánh cho mình mấy bạt tai. Những vết thương trên mặt cô là do khi “mình” say rượu nên đã đánh vào ngày hôm qua.
Chủ nhân cơ thể này đúng là thằng chó chết, nhưng vì sao một thằng khốn như thế lại cưới được một cô vợ xinh đẹp vậy chứ?
“Để em nấu ít cháo cho anh!” Diệp Hân Vũ cúi đầu.
“Không cần đâu, bụng to làm gì cũng bất tiện.” Trần Vũ vội vàng đứng lên.
Diệp Hân Vũ ngạc nhiên ngẩng đầu lên nhìn anh. Hai người đã kết hôn ba năm trời, nhưng Trần Vũ chưa một lần quan tâm đến cô như bây giờ.
“Tôi… Tôi không phải chồng của cô. Vậy nên, tôi sẽ mau chóng rời đi.” Trần Vũ không biết giải thích chuyện này ra sao cho hợp lý.
Nếu ông trời đã cho anh cơ hội sống lại một lần nữa, vậy anh sẽ nắm chặt nó trong tay. Anh muốn xác định nơi này ở đâu, rồi về nhà nghĩ cách giải thích mọi chuyện, sau đó tự lật lại bản án giải oan cho chính mình.
“Anh phải đi rồi sao?” Diệp Hân Vũ ngạc nhiên, sau đó hạ giọng cầu xin: “Anh đợi con sinh ra rồi hãy đi có được không?”
“Em không mong anh chịu trách nhiệm gì hết, anh có thể đánh hay mắng em cũng được. Anh đi bài bạc, tìm phụ nữ khác, em đều không quan tâm. Nhưng em chỉ mong khi con sinh ra sẽ có anh bên cạnh, em không muốn khi con sinh ra lại không có bố.”
Nước mắt của Diệp Hân Vũ rơi xuống từng giọt một, cô nhắm mắt lại giống như thói quen, chờ cái bạt tai của Trần Vũ.
“Chuyện đó… Tôi xin lỗi, cô đừng khóc nữa. Trước kia do tôi sai, tôi sẽ sửa được không?” Trần Vũ thấy cô khóc thảm thương như vậy, cũng luống cuống chân tay không biết dỗ thế nào.
Anh thầm nghĩ, một người phụ nữ tốt không màng tất cả mà gả cho một thằng côn đồ, ấy vậy mà thằng khốn này không biết quý trọng? Không ngờ thế giới này có một thằng rác rưởi như thế đấy?
Diệp Hân Vũ bất ngờ mở to mắt, sững người nhìn Trần Vũ. Ban đầu cô còn nghĩ sau những lời nói vừa rồi của mình sẽ phải nhận một đòn đau đớn, nhưng mọi chuyện không có xảy ra. Chuyện này là sao?
“Tôi biết tôi là thằng tồi, nhưng tương lai tôi sẽ sửa và sẽ đối xử với cô tốt hơn. Tôi không bài bạc, không uống rượu, sau này tôi sẽ tìm công việc tốt để kiếm tiền, nuôi gia đình được không?”
Những câu nói này đều xuất phát từ đáy lòng của Trần Vũ, bởi anh nghĩ người phụ nữ này đã quá đáng thương. Tuy anh biết bản thân sẽ nhanh chóng rời đi, nhưng ít nhất những câu nói này có thể giúp lòng người phụ nữ dễ chịu hơn đôi chút.
“Em không cần anh sửa gì hết, em chỉ cầu xin anh hãy cho em sinh con ra bình yên được không?” Mặt Diệp Hân Vũ xám xịt, điều này đã chứng minh cô hoàn toàn không có bất cứ hy vọng gì vào Trần Vũ cả.
Trần Vũ giật mình. Một năm đã trôi qua, con trai kiếp trước của anh cũng đã được nửa tuổi rồi. Người đã làm bố mẹ, lòng cũng trở nên mềm yếu hơn, vậy nên anh nghĩ nếu bản thân đi rồi, cô có thể chống đỡ cái gia đình khốn khó, lụn bại này nổi sao?
“Mẹ nó, Trần Vũ, mày đừng trốn nữa. Tao biết mày đang ở trong nhà, mày định chừng nào trả tiền nợ cho bọn tao đây?”
Đột nhiên bên ngoài cửa truyền đến giọng to và khàn đặc, đồng thời có người đang đập mạnh muốn phá cửa.
“Chu Tứ đến đây để đòi tiền cho vay nặng lãi đấy! Anh nhảy qua cửa sổ trốn đi Trần Vũ!” Diệp Hân Vũ nghe giọng nói người bên ngoài mà hoảng hốt, cô liều mạng đẩy Trần Vũ đến gần cửa sổ.
“Tôi đi rồi thì cô làm sao?” Trần Vũ hơi đần ra, anh phát hiện chủ nhân của cơ thể này thiếu nợ bên ngoài rất nhiều, bây giờ người ta đã dẫn lính đến cửa đòi rồi.
“Em chỉ là phụ nữ có thai, họ không làm gì được em đâu. Nhưng mà Chu Tứ nói, nếu anh không có tiền trả thì sẽ chặt đứt tay anh đấy.” Diệp Hân Vũ sốt ruột thúc giục.
Trần Vũ chần chừ một lúc rồi anh đi đến cửa sổ. Nhưng ngay sau đó, anh lại đánh cho mình một bạt tai, thầm nghĩ: Để một người phụ nữ đứng ra chắn đòn, bản thân có còn là đàn ông con trai không?
Một tiếng “Bịch” vang lên, cửa bị người ra phá hư từ ngoài vào. Ngay lúc này, một người đầu trọc dẫn theo hai tên vạm vỡ xông thẳng vào nhà.
Đầu trọc vừa thấy Trần Vũ đã tặc lưỡi, u ám nói: “Mày muốn trốn từ cửa sổ à Trần Vũ? Tính cả vốn lẫn lời, mày nợ tao một trăm nghìn tệ, chừng nào trả đây?”
“Chúng tôi sẽ trả mà anh Tứ, anh cho chúng tôi xin thêm vài ngày đi!” Diệp Hân Vũ sợ hãi mở hai tay ra, ngăn Chu Tứ trước mặt Trần Vũ.
“Cút sang một bên đi!” Chu Tứ đột ngột hất mạnh Diệp Hân Vũ ra. Hắn đẩy rất mạnh nên Diệp Hân Vũ vừa bị hất ra đã “a” lên một tiếng, rồi ngã sang một bên.
“Vợ à!” Trần Vũ thấy cô sắp ngã lập tức sợ hãi đến mức lắp bắp. Anh vội vàng bước đến đỡ Diệp Hân Vũ dậy.
Diệp Hân Vũ đỡ bụng mình, gương mặt tái nhợt, trên trán còn toát ra từng giọt mồ hôi lạnh. Cô đã mang thai gần bốn tháng, cú ngã vừa rồi chắc đã động tha.
“Anh Tứ bỏ qua cho anh ấy đi, chúng tôi sẽ trả tiền mà. Tôi xin anh đấy!” Lúc này, cô vẫn đang nói giúp cho Trần Vũ.
“Trả? Thằng ngu này còn gì để trả? Nó cả ngày có làm được chuyện gì ra hồn đâu, anh thấy em được đó Diệp Hân Vũ, em có khuôn mặt xinh đẹp như vậy, muốn người đàn ông thế nào cũng được, sao em lại gặp phải thằng khốn nạn này?”
“Hay là thế này, em phá thai đi. Sau đó em theo anh, anh bảo đảm em sẽ sống thoải mái hơn hiện tại rất nhiều!” Chu Tứ nói ra mấy câu xấu xa, cúi người xuống rồi vươn tay ra nắm cằm cô mà niết.
“Dừng tay, đừng động đến vợ tôi!” Trần Vũ đẩy Chu Tứ ra.
“Yo, thật dũng cảm, còn dám đánh trả?” Chu Tứ ngạc nhiên nhìn Trần Vũ, trước đây Trần Vũ nhìn thấy hắn thì như chuột nhìn thấy mèo, hôm nay bị làm sao vậy, mạnh mẽ thật đấy.
“Cho tôi thêm vài ngày, tiền tôi nợ anh tôi sẽ trả.” Trần Vũ đỡ Diệp Hân Vũ đứng dậy.
“Mày tính lấy gì để trả? Một trăm nghìn tệ vài tháng sau sẽ lên tới mấy trăm nghìn, xem mày hèn nhát thế này tiền lãi có khi còn không trả nổi đúng không?” Chu Tứ cười chế giễu.
“Cho tôi thêm vài ngày nữa, tôi nhất định sẽ trả cho anh.” Trần Vũ nhàn nhạt nói.
“Đánh rắm, dù có đem mày đi bán cũng không được năm mươi nghìn tệ, hôm nay mày phải trả ít nhất ba mươi nghìn, nếu không tao sẽ chặt một cánh tay của mày.” Chu Tứ quát.
“Anh Tứ, anh hãy thư thả cho chúng tôi vài ngày, tôi sẽ về nhà mẹ đẻ mượn tiền trả anh.” Diệp Hân Vũ nén đau bước tới cầu xin, cô đứng trước mặt Trần Vũ, sợ anh sẽ bị Chu Tứ đánh.
Trong lòng Trần Vũ cảm thấy xúc động, một tên cặn bã như “anh” sao lại có được một người vợ tốt đến như vậy?
Vì “Trần Vũ” mà Diệp Hân Vũ đã cãi nhau một trận lớn với gia đình, bất kể bố mẹ, cậu hay dì đều coi thường cô, thế mà cô vẫn quay về nhà mẹ mượn tiền, mà quay về cũng đồng nghĩa với việc tự hạ nhục chính mình.
“Chậc chậc, Trần Vũ, người phụ nữ của mày tốt quá nhỉ.” Chu Tứ trông thấy bộ dạng như hoa lê trong mưa của Diệp Hân Vũ, đột nhiên có chút ham muốn.
Nhà họ Diệp vốn là một gia đình trí thức, khí chất và dáng người của Diệp Hân Vũ thật sự quá xuất sắc, tên biến thái này vừa gặp là đã có ý đồ xấu xa ngay.
“Hừ, chưa từng chơi qua phụ nữ có thai, hôm nay muốn thử một chút xem sao... chi bằng cô em ngủ với anh, anh sẽ thư thả cho các người vài hôm, thế nào?” Chu Tứ cười dâm đãng.
“Haha, anh Tứ, lát nữa bọn em cũng hưởng thụ vui vẻ một chút nhé.”
“Haha, cô hai Diệp cũng được coi là tiểu thư khuê các, em chưa từng chơi qua món hàng cao cấp như vậy bao giờ, hôm nay cũng muốn thử trải nghiệm cảm giác tuyệt vời này.”
Hai tên to cao đứng phía sau Chu Tứ cũng phá lên cười.
“Không, đừng! Tôi cầu xin anh, anh Tứ, con của tôi đã được bốn tháng rồi.” Diệp Hân Vũ hoảng sợ lùi lại.
“Bốn tháng thì thế nào? Chẳng có vấn đề gì cả, haha.” Chu Tứ đưa tay tóm lấy cô.
Đột nhiên, Trần Vũ đứng bên cạnh mở năm ngón tay ra, giáng cho Chu Tứ một cái tát, bang một tiếng, thân hình mập mạp của Chu Tứ nặng nề nghiêng sang một bên, hắn phun ra một ngụm máu lẫn lộn cả răng.
“Dám đánh anh Tứ, mày chết chắc!” Hai tên cao to phẫn nộ, tiến tới muốn trừng trị Trần Vũ.
Bịch… Trần Vũ dùng chân đạp một tên to cao bay ra xa vài mét, sau đó vươn một tay tóm lấy cổ tên còn lại vung mạnh, rầm một tiếng, tên cao to đã đâm bể tấm kính bay thẳng ra ngoài.
Một lúc sau, có tiếng nước bắn tung tóe, tên cao to đó rơi từ tầng hai xuống và hét thảm.
Trần Vũ khoanh tay, tuy thời điểm xuất chiêu đã dung hợp hồn võ giả, nhưng cơ thể này thực sự quá yếu, không thể phát huy ra sức mạnh vốn có của võ giả, xem ra sau này phải tìm cách cải thiện mới được.
‘Trần Vũ, mày điên rồi!” Chu Tứ miệng đầy máu, hoảng sợ nhìn Trần Vũ.
Thằng ôn này ngoại trừ việc đánh vợ thì chẳng làm được trò trống gì, từ khi nào mà trở nên mạnh mẽ như vậy?
Trần Vũ bước tới giẫm lên đầu hắn, lạnh lùng nói: “Hoặc là ba ngày sau tôi trả cho anh cả gốc lẫn lãi, hoặc là tôi sẽ giết anh ngay bây giờ, chọn một trong hai.”
Sát ý tỏa ra từ Trần Vũ khiến cho Chu Tứ kinh ngạc, hắn đột nhiên cảm thấy, nếu như hôm nay không đồng ý với đề nghị của Trần Vũ, Trần Vũ chắc chắn sẽ giết mình.
“Đau đau! Nhẹ thôi! Được rồi, tao đồng ý, ba ngày thì ba ngày.” Chu Tứ cảm giác như đầu mình sắp bị Trần Vũ giẫm bẹp, hắn hét lên đầu hàng.
Trần Vũ lúc này mới bỏ chân ra, lùi về sau một bước.
“Được lắm, Trần Vũ, mày ngon đó!” Chu Tứ đứng dậy, vừa lùi ra ngoài vừa oán hận nói: “Tao là người của sếp Trâu, trận đòn ngày hôm nay tao sẽ nhớ kĩ, tao đảm bảo sếp Trâu sẽ bỏ mày vào trụ bê tông rồi ném xuống sông!”
“Cút!” Trần Vũ quát một tiếng, Chu Tứ và đồng bọn chạy như điên.
Diệp Hân Vũ sững sờ đứng một bên, cô cảm thấy Trần Vũ của hiện tại và Trần Vũ của trước đây là hai người khác nhau.
“Không sao chứ?” Trần Vũ cho rằng cô bị dọa sợ nên quan tâm hỏi.
“Trần Vũ, anh đi mau!” Diệp Hân Vũ bừng tỉnh, cô vội vàng kéo Trần Vũ xô ra ngoài: “Trâu Đại Long là đại ca giang hồ có tiếng ở thành phố Phong Lăng, hắn độc quyền một nửa địa điểm vui chơi và sòng bạc ở thành phố Phong Lăng.”
“Chu Tứ là người của hắn, anh còn không trả tiền hắn sẽ thực sự giết anh, anh mau đi đi!”
“Anh đi rồi còn em phải làm sao?” Trần Vũ đứng im không nhúc nhích.
“Anh đừng lo cho em. Em sẽ về nhà mẹ mượn tiền, em xin anh đấy Trần Vũ, anh đừng cậy mạnh nữa, em không muốn con em sinh ra đã không có bố.” Diệp Hân Vũ cầu xin.
Trần Vũ hít sâu một hơi, anh có chút cảm động, kiếp trước anh luôn là người phải lấy lòng Lý Thanh Uyển, sinh nhật thì tặng túi xách, ngày kỉ niệm tặng dây chuyền, thậm chí anh còn trao cho đối phương một nửa số cổ phần của tập đoàn Trần thị sắp niêm yết của mình.
Anh chưa bao giờ biết hóa ra được ai đó quan tâm lại ấm áp đến vậy, người phụ nữ trước mắt này thật đáng thương, cho dù phải rời đi anh cũng phải giúp cô, ít nhất cô và con sẽ có đủ cơm ăn áo mặc đến hết đời.
“Em yên tâm, tiền anh sẽ trả, anh cũng sẽ chịu trách nhiệm, chăm sóc tốt cho em và con.” Trần Vũ nắm tay cô nghiêm túc nói.
“Trần Vũ, anh…” Diệp Hân Vũ không dám tin vào tai mình, xưa nay chưa bao giờ Trần Vũ dùng những lời dịu dàng như vậy nói với cô.
Đột nhiên, cô phát ra một tiếng kêu khe khẽ, một cơn đau truyền tới từ bụng.
“Vợ à em làm sao vậy? Mau ngồi xuống!” Trần Vũ mau chóng đỡ cô ngồi xuống, tay phải vươn ra đặt lên cổ tay cô.
Lúc này, lông mày của anh nhíu lại.
Đứa trẻ trong bụng Diệp Hân Vũ không có vấn đề gì, đây là do cô không theo kịp chế độ dinh dưỡng của thai kỳ, cô đã ăn rất ít thịt kể từ khi mang thai, phần lớn số tiền là đưa cho Trần Vũ để đánh bạc và uống rượu.
Trước mắt cần phải bổ sung dinh dưỡng cho cơ thể.
“Vợ à, em nghỉ ngơi đi, anh ra ngoài mua đồ ăn cho em.” Trần Vũ nói: “Hôm nay em không cần đi làm, xin nghỉ ở nhà đi.”
“Em... chỗ này em có chút tiền.” Diệp Hân Vũ chần chừ một lát, lấy ra một bọc vải, bên ngoài quấn thành nhiều lớp, bên trong có vài trăm tệ.
“Anh đừng giận, không phải em cố ý giấu tiền! Em đã mang thai được mấy tháng rồi nên chỉ muốn giữ lại ít tiền để phòng thân!” Diệp Hân Vũ dè dặt nói, sợ Trần Vũ sẽ đột ngột trở mặt.
“Tiền này em cứ giữ lấy, anh sẽ nghĩ cách.” Trần Vũ nắm tay an ủi cô, sau đó bước đi ra ngoài.
Sau khi xuống lầu, Chu Tứ từ trong hành lang bước ra ngoài.
Chu Tứ mặt toàn là máu, bước đi cũng khập khiễng.
“Tên bất lực này, từ khi nào lại trở nên hung dữ như vậy chứ?” Chu Tứ che cái đầu ong ong của mình lại.
“Anh ba, Trần Vũ ra ngoài rồi chúng ta động thủ được chưa?” Một tên đàn em kéo lê thân thể bị thương của mình quay về.
“Bắt vợ nó đem đi, thằng nhóc này nợ lâu quá rồi, anh Long đã để ý tới, phải cho anh Long một lời giải thích!” Chu Tứ oán giận nói: “Không chỉnh được thằng đó tao không nuốt trôi được cục tức này!”
Sau khi ra ngoài, Trần Vũ lại thấy đau đầu rồi, bởi vì trong túi anh hiện tại đến một đồng tiền cũng chẳng có.
Kiếp trước dù gì thì anh cũng là ông chủ của một công ty lớn, tuy chỉ là thừa kế gia nghiệp, nhưng tài sản trên người ít nhất cũng phải tới mấy chục triệu.
Anh đã bao giờ phải lo lắng về những nhu cầu thiết yếu hàng ngày cơ chứ?
Nhưng bây giờ đừng nói đến tiền vay nặng lãi trăm nghìn, đến tiền mua đồ ăn anh còn không có.
Bây giờ đi mượn tiền sao? Lật xem danh bạ, nếu không phải mấy đứa bạn ăn chơi cờ bạc rượu chè thì là vài kẻ đã mượn tiền anh mấy lần nhưng không trả, chặn luôn số rồi.
Chủ nhân thực sự của cơ thể này đã phá nát cái nhân phẩm của mình, hiện tại chừa cho anh một mớ bòng bong.
Đang trong lúc không biết phải làm thế nào, bỗng một chiếc xe hơi màu đỏ lao nhanh về phía Trần Vũ, kít, âm thanh phanh xe vang lên, Trần Vũ bị ngã sang một bên.
“Chết tiệt... thật là quá xui xẻo quá đi mất!” Trần Vũ khóc không ra nước mắt, may mà anh phản ứng nhanh, kịp thời lùi về phía sau nên mới không bị xe đụng trúng.
Chiếc xe đậu bên cạnh, một cô gái xinh đẹp hoảng hốt xuống xe xin lỗi: “Xin lỗi anh, thực sự xin lỗi anh! Trên xe tôi đang có bệnh nhân, tình hình của ông nội tôi hiện tại thực sự rất nguy kịch.”
“Dù vậy cũng không thể lái xe như ma đuổi thế chứ, có thể gây chết người đó.” Trần Vũ dở khóc dở cười từ từ đứng dậy.
Cô gái như không nghe Trần Vũ đang nói gì, nóng lòng cầm điện thoại lên, vừa khóc vừa nói: “Bố, con hiện đang ở gần đường Thái Lăng khu Phong Giang.”
“Ông đột nhiên phát bệnh, bây giờ đang bị hôn mê, ngài Hứa bao giờ mới tới được thế ạ?”
“Sắp tới rồi, con cố gắng kiên trì thêm chút nữa, chăm sóc ông cẩn thận.”
Điện thoại vừa ngắt, tiếng còi báo hiệu vang lên, một chiếc xe cứu thương cùng hai chiếc xe cảnh sát hộ tống đi tới, đằng sau còn có thêm một chiếc xe Maybach, chắc chắn thân phận người trong xe không hề đơn giản.
Chiếc xe Maybach đằng sau xe cứu thương vừa dừng, một ông lão cùng một người đàn ông cùng vội vã bước xuống xe.
Cô gái ngay lập tức đến nghênh tiếp: “Ngài Hứa, ông cháu đã hôn mê rồi.”
“Đưa người ra đây.” Ông lão vẫy nhẹ tay phải, dẫn theo mấy người trợ lý đi về phía chiếc xe của cô gái, trong xe có một ông lão đang nằm, mặt cắt không còn chút máu, người đã lâm vào trạng thái hôn mê sâu.
Hai mắt ông ấy nhắm chặt bất tỉnh nhân sự.
Cảnh sát và vệ sĩ dọn sạch toàn bộ đường tạo một không gian lớn, giăng dây cảnh báo, không cho những người ngoài vào hiện trường.
“Là ai mà làm ra động tĩnh lớn như vậy?”
“Người trong xe là ngài Lâm.”
“Ngài Lâm là ai?”
“Thế mà cũng không biết? Là ông cụ của nhà họ Lâm đó, một trong bốn gia tộc lớn ở thành phố Phong Lăng, trước đây từng tham gia chiến tranh ở biên giới phía nam.”
Rất nhanh sau đó, ông cụ Lâm đã được khiêng từ trong xe ra, đặt lên cáng.
Ông Hứa bước lên trước bắt mạch, biểu cảm nặng nề: “Hàn khí đã xâm nhập vào tim, không kịp đến bệnh viện nữa rồi, cần lập tức châm cứu.”
Ông Hứa vừa động tay phải, chiếc túi đựng châm đã được mở ra, ông ta rút từng chiếc kim bạc châm cứu ngay tại hiện trường.
“Không hổ là nhà họ Lâm, đến cả Quỷ Y nổi tiếng Hứa Quảng Nguyên cũng tới rồi.”
“Hứa Quảng Nguyên là ai?”
“Đến cả cái này cũng không biết á? Bác sĩ Trung y nổi tiếng ở Thịnh Kinh, tuyên bố có thể giành lại mạng người từ tay Diêm Vương, vậy nên mọi người gọi là Quỷ Y, muốn mời ông ấy chữa bệnh vô cùng khó, nhiều vị lãnh đạo ở Thịnh Kinh muốn tìm đều phải xếp hàng."
Nhìn bộ dạng này chắc là vừa từ sân bay chạy tới, may là thế lực nhà họ Lâm lớn nên thuận lợi chạy tới đây.”
“Bố ơi, ông nội sẽ ổn đúng không?” Cô gái lo lắng hỏi người đàn ông vừa rồi đi cùng Hứa Quảng Nguyên, người đang là gia chủ của nhà họ Lâm - Lâm Văn Phủ.
“Thanh Nguyệt, con đừng lo, ông Hứa đã ra tay không có bệnh nào là không trị được.”
“Thế thì tốt quá.” Lâm Thanh Nguyệt thở phào một tiếng, lúc này mới quay sang xin lỗi Trần Vũ: “Thực sự rất xin lỗi, anh có sao không, lát nữa để tôi cùng anh đến bệnh viện kiểm tra xem thế nào.”
“Không sao, không cần!” Trần Vũ lắc đầu.
“Bị xe đụng trúng rồi, làm sao có thể không chuyện gì chứ?” Lâm Thanh Nguyệt không yên tâm.
Trần Vũ không nói gì, chỉ im lặng nhìn Hứa Quảng Nguyên cứu người.
Trong thời gian đó, ông Hứa đã ghim được mười châm.
“Cửu Hành Châm Pháp?” Trần Vũ không dời được mắt.
Âm thanh anh nói không lớn, nhưng những người xung quanh đều có thể nghe thấy, Hứa Quảng Nguyên nhìn anh một cái rồi tiếp tục châm cứu.
Trợ lý bên cạnh Hứa Quảng Nguyên hỏi: “Anh biết châm pháp của sư phụ tôi?”
“Được viết trong Hoàng Đế nội kinh, chương ngoại lề của Tố Vấn - Thượng Cổ Thiên Chân Luận” Trần Vũ đáp: “Tôi cứ tưởng thủ pháp này đã thất truyền rồi!”
“Sư phụ tôi chính là truyền nhân của nhánh Cửu Hành Châm Pháp.” Tên trợ lý tự hào nói: “Một khi đã ra tay, đến Diêm Vương cũng phải bó tay.”
“Tiếc là châm pháp này được chia làm Thiên Linh và Địa Linh, nhìn thủ pháp này có vẻ như chỉ hiểu về Địa Linh, sợ là sẽ không có hiệu quả!” Trần Vũ lắc đầu nói với vẻ tiếc nuối.
“Anh nói cái gì? Anh có biết sư phụ tôi là ai không?” Tên trợ lý tức giận.
“Tôi chỉ là đang bàn luận, không có ý xúc phạm.” Trần Vũ bình tĩnh trả lời.
“Cậu trai trẻ, đừng nghĩ rằng bản thân hiểu Hoàng Đế Nội Kinh thì có thể ăn nói linh tinh, tôi ra tay, không ai là tôi không cứu nổi”
Hứa Quảng Nguyên đã hoàn thành việc ghim kim, quay sang nhìn Trần Vũ nói với giọng đầy giáo huấn.
“Ông Hứa là danh y nổi tiếng toàn quốc, bộ trưởng của thành phố Phong Lăng muốn đến khám bệnh cũng phải xếp hàng, anh là cái thá gì chứ, đến lượt anh đến giáo huấn sao?”
“Đúng đó, cai sữa chưa vậy hả?” Mọi người đều ở bên bên xì xào tỏ vẻ khinh miệt Trần Vũ.
“Không am hiểu Địa Linh thì cũng thôi đi, ngay cả thủ pháp cũng có vấn đề, kim ghim nông mất nửa milimet, một lúc nữa chắc chắn máu sẽ chảy ngược, phổi lạnh dần, nếu bệnh nhân có thể chịu đựng quá nửa ngày thì tôi sẽ thua.”
Trần Vũ lắc đầu, anh vẫn đang buồn vì chút tiền rách kia, không có tâm trạng lo chuyện bao đồng, quay người rời đi.
“Cậu nói gì cơ?” Hứa Quảng Nguyên mặt biến sắc, nhưng Trần Vũ đã đi xa rồi.
“Này, anh không đi bệnh viện kiểm tra sao?” Lâm Thanh Nguyệt ngơ ngác, chạy đuổi theo anh.
“Ông Hứa, thực sự cảm ơn ông!” Lúc này, ông cụ Lâm cũng dần tỉnh lại, gương mặt ông giờ cũng đã hồng hào thêm một chút.
“Cụ Lâm không cần khách sáo, chỉ là tiện tay mà thôi.” Hứa Quảng Nguyên cười nhẹ.
“Ông Hứa quả không hổ là danh y đứng đầutoàn quốc, bố tôi nửa tháng nay tinh thần không ổn, hôm nay lúc tới đón ngài, ông ấy lại đột nhiên phát bệnh, thế nên mới để Thanh Nguyệt lái xe đưa ông ấy đi đến sân bay.”
“Hôm nay thực sự là làm phiền ngài Hứa rồi, nếu không chỉ sợ bố tôi sẽ gặp nguy hiểm.”
Lâm Văn Phủ cũng thở phào nhẹ nhõm.
“Haha, tất nhiên rồi, chỉ cần sư phụ ra tay, không có bệnh nào là không thể chữ.” Đệ tử của Hứa Quảng Nguyên đắc ý.
“Ông cụ Lâm về nhà nhớ nghỉ ngơi đầy đủ, tôi một tuần sẽ châm cứu ba lần cho ngài, nhất định sẽ khỏi bệnh.” Hứa Quảng Nguyên cười nói.
“Cảm ơn, ông Hứa, tôi...” Ông cụ Lâm vừa tỉnh dậy, lời cảm ơn còn chưa nói xong, đột nhiên sắc mặt sạm đi, miệng nôn ra một ngụm máu tươi, rồi bất tỉnh nhân sự.
“Bố!” Lâm Văn Phủ hốt hoảng: “Ngài Hứa, chuyện gì xảy ra vậy?”
“Máu chảy ngược, hàn khí xâm nhập vào phổi, mau đưa đến phòng cấp cứu!” Hứa Quảng Nguyên bước lên trước, biến sắc, y tá ở hiện trường cũng nhất thời bấn loạn.
“Cậu thanh niên vừa nãy đang ở đâu?” Hứa Quảng Nguyên nói.
“Không biết, vừa đi rồi.”
“Ông Lâm, bệnh của ông Hứa, ngoại trừ cậu trai trẻ kia thì không ai có thể trị được.” Hứa Quảng Nguyên tiếp lời: “Cũng phải trách tôi, đã bỏ lỡ cao nhân rồi.”
“Tìm đi, bằng bất cứ giá nào, cũng phải mời cậu ấy tới!” Lâm Văn Phủ hét lớn.
“Anh đợi chút đã, anh thật sự không sao chứ?” Lâm Thanh Nguyệt đuổi theo Trần Vũ, lo lắng hỏi.
“Tôi thực sự không sao, cô yên tâm đi, sẽ không gây phiền phức cho cô đâu.” Trần Vũ cười khổ, cô nương này quả thực thật lương thiện.
“Anh thật sự không đi kiểm tra sao, vừa rồi đụng trúng khá mạnh mà.” Lân Thanh Nguyệt không yên tâm.
“Không cần đâu, cái đó...” Trần Vũ do dự một lúc, sao đó ngại ngùng nói: “Có thể cho tôi mượn năm trăm tệ không?”
“Mượn tiền?” Lâm Thanh Nguyệt mở to mắt, cô ấy thực sự cảm thấy Trần Vũ có chút... kỳ lạ, nhưng rốt cuộc vẫn lấy ví tiền ra, móc năm tờ tiền có trị giá lớn nhất đưa cho Trần Vũ.
“Cảm ơn cô, tôi là Trần Vũ, sau này nhất định sẽ trả cho cô, đây là số điện thoại, tôi không trả thì cô có thể đến tìm tôi.”
Trần Vũ vui vẻ nhận tiền, đọc số điện thoại cho đối phương, cảm ơn rồi rời đi.
Lâm Thanh Nguyệt dở khóc dở cười, vừa rồi xe đâm vào Trần Vũ, anh đòi năm mươi nghìn cũng không có gì là quá đáng, thế mà anh lại chỉ mượn năm trăm tệ?
“Thanh Nguyệt, cậu thanh niên vừa rồi đâu?” Đột nhiên Lâm Văn Phụ gọi điện tới.
“Vừa đi rồi, sao vậy ạ?” Lâm Thanh Nguyệt ngơ người.
“Tình trạng của ông nội con đang gặp nguy hiểm, mau tìm cậu ta, mời cậu ta quay lại!” Lâm Văn Phủ lớn giọng.
“Sao ạ? Con đi ngay đây!” Lâm Thanh Nguyệt ngạc nhiên.
“Vợ à, anh quay lại rồi đây.” Trần Vũ đi mua vài loại dược liệu cùng một con gà mái trở lại.
Trong nhà không một bóng người, hơn nữa cửa cũng mở toang, đồ đạc lộn xộn, tim Trần Vũ như trật đi một nhịp, có một dự cảm chẳng lành.
Đột nhiên điện thoại anh vang lên, anh vội vàng nghe máy.
“Trần Vũ?” Đầu dây bên kia vang lên giọng nói trầm thấp.
“Anh là ai?” Trần Vũ trầm giọng hỏi.
“Ha, nợ tiền tao, đánh người của tao, mày nói xem tao là ai?” Đối phương cười lạnh đáp.
“Mày là Trâu Đại Long!” Trần Vũ kinh ngạc: “Có chuyện gì thì cứ tìm tao, đừng có gây phiền phức cho vợ tao.”
“Nửa tiếng sau đến club Vương Triều tìm tao, mày dám đến muộn thì tao sẽ mổ bụng vợ mày.” Trâu Đại Long lạnh lùng nói.
“Anh đừng lại đây Trần Vũ, anh đừng lo cho em…”
Đầu dây bên kia vang lên tiếng kêu gào của Diệp Hân Vũ, nhưng ngay sau đó cô bị người ta bịt miệng lại, rồi một tiếng “rụp” vang lên, điện thoại đã bị ngắt.
“Bọn khốn!” Trần Vũ nện mạnh một đấm lên tường, sau đó anh vội vàng đi ra khỏi cửa.
Nhưng anh vừa đi được vài bước, điện thoại lại reo lên. Anh do dự một lúc mới bắt máy.
“Tôi là Lâm Thanh Nguyệt đây, Trần Vũ, anh còn nhớ tôi không? Người mà đâm anh vào hôm nay đấy.”
“Tôi nhớ, không phải cô định đòi tiền tôi đấy chứ? Tôi khất mấy ngày nữa.” Trần Vũ ngẩn ra rồi hỏi lại.
“Không phải, ông nội của tôi đang rất nguy cấp rồi. Mọi chuyện anh nói đều đúng hết cả rồi, vậy nên tôi gọi điện đến là xin anh đến cứu ông nội của tôi với!” Lâm Thanh Nguyệt sốt ruột nói.
“Xin lỗi nhưng bây giờ tôi phải đến club Vương Triều. Bởi vì tình hình bây giờ đã rất cấp bách…” Trần Vũ vừa đi vừa trả lời.
“Anh đến đó làm cái gì?” Lâm Thanh Nguyệt cũng ngạc nhiên mà ngẩn người.
“Tôi đang thiếu ít tiền của người tên Trâu Đại Long, vậy nên hắn đã bắt cóc vợ tôi rồi.” Trần Vũ lạnh lùng đáp: “Sau khi tôi giải quyết xong mọi chuyện, tôi sẽ liên lạc với cô.”
Trần Vũ vừa dứt lời là đã cúp điện thoại, vội vàng chạy đến club Vương Triều.
Club Vương Triều của Trâu Đại Long là hộp đêm lớn nhất ở thành phố Phong Lăng, tên này là một trong những thế lực ngầm của thành phố Phong Lăng, hành động vô cùng tàn nhẫn.
Vả lại, người ta đồn rằng sau lưng của hắn còn có một trong bốn dòng họ lớn chống lưng và bối cảnh cũng rất thâm hậu.
Trần Vũ vội vàng chạy đến phòng VIP của club, anh chỉ thấy có một người đàn ông đang ngồi trên sô pha. Người này đang hút một điếu xì gà, gương mặt lộ vẻ ngoan độc. Người này chính là Trâu Đại Long.
Chu Tứ đứng một bên với cái đầu quấn băng gạc, thêm vào đó có hai thằng đàn em đang giữ chặt Diệp Hân Vũ. Ngoài những người này ra, trong phòng còn có một người đàn ông vẻ ngoài hơi nữ tính đang chơi con dao phẫu thuật trên tay.
“Chẳng phải em đã nói anh đừng đến đây rồi sao Trần Vũ? Sao anh ngu quá vậy? Bọn họ sẽ giết chết anh đấy.” Diệp Hân Vũ bật khóc.
“Em đừng khóc nữa, khóc không tốt cho con đâu! Em yên tâm đi, anh sẽ giải quyết mọi chuyện ổn thỏa mà.” Trần Vũ an ủi cô xong lại quay đầu nói: “Bọn mày thả vợ tao ra, có chuyện gì thì tính lên đầu tao này.”
“Là nó hả?” Trâu Đại Long ngạc nhiên nhìn sơ qua Trần Vũ, rồi lại ngó Chu Tứ.
“Đúng là nó đấy anh Trâu. Nhờ nó mà hai người anh em của em vẫn còn ở bệnh viện đó.” Chu Tứ oán hận nói.
“Mày cũng có ích thật đấy, thứ giẻ rách này mà cũng có thể đánh mày thành như thế. Tương lai này mà mày ra ngoài lăn lộn thì đừng có nói là đàn em của tao đấy. Thật mất mặt.” Trâu Đại Long trách mắng.
“Vâng.” Chu Tứ xấu hổ đáp.
“Tao nói mày thả vợ tao ra!” Trần Vũ lạnh lùng nói.
“Thằng nhóc này đã đến chỗ của tao rồi còn dám kiêu căng như thế à?” Trâu Đại Long phất tay nói: “Trước tiên cứ băm một cánh tay của nó ra rồi nói tiếp.”
“Rõ, thưa sếp Trâu!” Một tên vạm vỡ cầm cây đao to vung lên, lao thẳng đến chỗ Trần Vũ.
Diệp Hân Vũ nhìn cảnh trước mắt mà sợ đến mức thét lên, nhưng người đã bị một tên vạm vỡ khác đè chặt khiến cô không thể cử động được.
Vụt, cây đao to tướng bổ xuống đầu Trần Vũ!
“Trần Vũ… Cẩn thận đấy!” Diệp Hân Vũ kêu lên sợ hãi. Cô đã bị dọa sợ tới cùng cực, vậy nên mọi thứ trước mắt dần tối sầm lại và cô ngất xỉu.
“Vợ ơi…” Trần Vũ tức giận, trở tay cướp lấy cây đao lớn rồi đánh một đấm vào ngực của tên vạm vỡ.
Trong lúc tức giận, anh đã kích phát tiềm lực bản thân nên một quyền này đã có sức mạnh như một võ sư. Cú đấm vừa đánh ra, tiếng “răng rắc” lập tức vang lên, xương sườn ngực của người vạm vỡ kia đã bị gãy. Ngay sau đó, cơ thể của hắn bị đánh bay xa đến năm mét với tiếng thét thảm thương.
Trần Vũ nhìn sang Diệp Hân Vũ, lúc này tên đang giữ chặt cô cũng vung nắm đấm về phía anh. Trần Vũ bình tĩnh trở tay, chặn nắm đấm tay của hắn rồi uốn tay phải một chút, lập tức lại có tiếng “răng rắc” vang lên, cánh tay kia đã bị bẻ thành cái bánh quai chèo làm hắn kêu rên đau đớn và lui về sau.
Trần Vũ bế Diệp Hân Vũ đang hôn mê lên, anh biết cô chỉ ngất vì sợ đi nên mới bình tĩnh được một chút. Anh đỡ Diệp Hân Vũ ngồi trên sô pha.
Nhưng khi nhìn thấy năm dấu ngón tay trên mặt của Diệp Hân Vũ thì anh vô cùng tức giận.
Lúc anh đứng lên, hai mắt đã ngập sát ý.
“Không phải mày nói thằng nhãi này chỉ là một thằng khốn giẻ rách thôi à Chu Tứ?” Trâu Đại Long ngẩn người nhìn Trần Vũ có sức chiến đấu mạnh mẽ, điều này làm hắn hơi bất ngờ.
“Em đã quen thằng này nhiều năm rồi, ngày nào như ngày nấy, chẳng làm được việc gì ra trò cả.” Chu Tứ cũng đang rất sốc.
“Dấu tay trên mặt vợ tao là do ai đánh?” Trần Vũ lạnh lùng hỏi.
“Dấu tay trên mặt vợ mày là tao đánh đấy. Mày sắp chết đến nơi rồi còn kiêu ngạo thế à Trần Vũ, tao…”
Những lời ác độc của Chu Tứ chưa nói hết, cơ thể Trần Vũ đã lóe lên, phút chốc đã đứng trước mặt hắn. Ngay sau đó, anh đấm mạnh một cú vào ngực của Chu Tứ.
Tiếng “răng rắc” lại vang lên, theo đó ngực của Chu Tứ lõm một lỗ. Hắn phun ra một ngụm máu tươi, trong ngụm máu tươi này còn trộn lẫn nội tạng bị vỡ vụn.
Ngay sau đó, một tiếng “bịch” vang lên. Chu Tứ quỳ rạp trên mặt đất mà liên tục run lẩy bẩy. Một đấm vừa rồi như muốn lấy mạng của hắn, dù không chết thì hắn cũng đã trở thành một người tàn tật rồi.
“Giết nó đi Bác Sĩ!” Trâu Đại Long sợ hãi, lắp bắp ra lệnh.
Người đàn ông trông khá nữ tính kia vốn đang ngồi yên ngồi chơi dao phẫu thuật lại đột ngột đứng bật dậy, bước dài rồi nhào đến chỗ Trần Vũ. Đồng thời, hai tay tìm tòi cái gì đó bên hông, sau lại lấy ra hai con dao ngắn.
Người này là một sát thủ chuyên nghiệp, cho nên tốc độ rất nhanh và chuẩn xác, lúc ra tay cũng rất tàn độc và vô tình. Hắn cầm hai con dao ngắn trên tay, xoay tròn như hai đóa hoa, khi khoảng cách gần sát Trần Vũ rồi, hắn lập tức đâm hai cây dao vào chỗ chí mạng của Trần Vũ.
Trần Vũ vươn tay, túm lấy cổ tay của đối phương, nhưng tên kia lại lật cổ tay lại, dao ngắn quay một vòng đâm, thẳng về phía ngực Trần Vũ.
Trần Vũ vội vàng lùi ra sau, nhưng một tiếng “roẹt” vang lên, trên quần áo của anh đã xuất hiện một vết rách dài do dao cắt trúng.
Trần Vũ hoảng hốt, thực lực tên này không thấp, anh lập tức dung hợp ý thức võ giả. Vừa nãy vì quá giận nên anh đã đột phá lên cảnh giới Võ Sư, vậy nên tuy sát thủ có giỏi đến mức nào thì cũng không đấu thắng anh nổi.
Anh chỉ thiếu kinh nghiệm thực chiến. Nếu vừa nãy không tránh kịp, cây dao kia tiến gần hơn một tấc thì anh đã bị rạch bụng rồi.
Anh siết chặt tay mình, ngừng thở, nghiêm túc bắt đầu giao chiến.
Con dao ngắn trong tay của Bác Sĩ kia vừa lật, gã này đã tung người lên, xoay một vòng thật xinh đẹp ở giữa không trung rồi tấn công thẳng Trần Vũ.
Trần Vũ gầm một tiếng, bước lên rồi đá chân ra.
Một tiếng “ầm” vang lên, cơ thể của Bác Sĩ kia như con diều đứt dây giữa không trung bay thẳng ra ngoài. Gã này nện mạnh vào vách tường vang lên tiếng “bịch”, miệng phun ra ngụm máu tươi, nằm rạp trên mặt đất, lòm còm mãi nhưng không đứng dậy nổi.
Trâu Đại Long nhìn hình ảnh trước mắt mà sợ hãi, hắn đứng lên vội vàng ấn vào chuông báo động trước mặt. Căn phòng này là căn phòng hắn hay sử dụng nhất, nơi này có nút báo động khi gặp nguy hiểm, chỉ cần ấn nút thì hàng trăm người ở ngoài cửa sẽ lao vào ngay lập tức.
Nhưng khi hắn chỉ vừa cử động, Trần Vũ đã cầm con dao ngắn rớt trên mặt đất lên phóng tới. Một tiếng “phập”, dao ngắn đã cắm xuyên qua lòng bàn tay của Trâu Đại Long.
“Á…” Trâu Đại Long thét lên đau đớn.
Ngay sau đó, một cây dao ngắn lạnh băng kề sát vào yết hầu của hắn.
“Mày mà giết tao, mày không sống nổi đâu Trần Vũ. Mày với vợ mày không ai trốn thoát được hết.” Trâu Đại Long nhịn đau, đe dọa.
“Tao đã nói trong ba ngày sẽ trả tiền lại cho mày.” Trần Vũ lạnh lùng nói: “Nhưng mày lại bắt trói vợ tao lại, còn đánh cô ấy là sao? Mày làm ăn không có chữ tín à”
“Chữ tín? Nếu tao mà đi nói chữ tín với người khác thì đã không sống tới giờ rồi, mày ngon đấy Trần Vũ. Mày muốn gì?” Trâu Đại Long tức giận hỏi: “Mày thật sự dám giết tao à?”
“Giết mày ấy hả?” Trần Vũ nhếch môi cười: “Vậy quá dễ dàng cho mày rồi, chắc là mày biết câu sống không bằng chết nghĩa là gì chứ?”
Trần Vũ vừa nói vừa nắm con dao ngắn đâm xuyên qua lòng bàn tay của Trâu Đại Long rồi ấn mạnh xuống,
“Á…” Trâu Đại Long kêu thảm thiết. Tầm nhìn dần dần biến thành một màu đen, cú ấn vừa rồi của Trần Vũ đã huỷ hoại tay này của hắn.
“Tao đánh chết mày Trần Vũ, tao thề sẽ đánh chết mày. Tao phải mổ bụng vợ mày trước mặt mày, để mày được gặp con mày sớm!” Trâu Đại Long gào lên đến khàn cả giọng.
Trâu Đại Long đã tức điên thật rồi, dù gì hắn cũng là nhân vật bá chủ một phương ở thành phố Phong Lăng. Có khi nào bị chịu sỉ nhục, đả kích lớn thế đâu?
“Vậy sao?” Hai mắt của Trần Vũ xuất hiện ánh sáng chết chóc: “Mày cho rằng, mình có thể dùng tay che trời tại Phong Lăng à?”
Tải #ReadMe, tìm kiếm"Cao Thủ Y Đạo" để tiếp tục đọc➡️

Oct 24, 2023 - Oct 24, 2023
Bab 1 Permaisuri Melompat ke dalam Danau
Negara Chu, Kediaman Pangeran Li.
"Dasar jalang! Kamu jelas-jelas tahu aku akan menikahi Rou'er besok, tapi beraninya kamu meracuniku?"
Usai pria berpakaian mewah itu memaki dengan kesal, dia memelototi wanita yang berbaring di ranjang dengan sorot mata penuh amarah. Kemudian, dia merobek pakaian wanita itu dan menindihnya.
Melihat gerakan si pria, air mata pun mengalir tanpa suara dari mata Yun Ruoyue.
Yun Ruoyue sudah menikah dengannya selama setengah tahun, tetapi di dalam hati pria itu ada bayangan Nangong Rou. Alasan suaminya tidak pernah menyentuhnya adalah karena parasnya yang jelek dan juga kebencian terhadap orang tua Yun Ruoyue.
"Ahh!" Rasa sakit yang luar biasa melanda Yun Ruoyue dan membuatnya berkeringat dingin. Dia menggigit bibirnya untuk menahan rasa sakit sembari menatap wajah sosok di atasnya yang penuh dengan kebencian dan kekejaman. Hati Yun Ruoyue terasa sakit seperti disayat pisau.
Dibandingkan dengan kebencian yang suaminya rasakan, rasa sakit di tubuh Yun Ruoyue bukanlah apa-apa.
Chu Xuanchen memelototi Yun Ruoyue dengan dingin. "Demi mendapatkanku, kamu bahkan sengaja meracuniku. Oke, hari ini aku akan memenuhi keinginanmu! Tapi, aku benar-benar tak sanggup melihat wajahmu karena sungguh menjijikkan!"
Usai mengatakan itu, Chu Xuanchen langsung meraih tirai di ranjang untuk menutupi wajah Yun Ruoyue.
Perkataan ini sangat menyakiti hati Yun Ruoyue.
Dia meraba wajahnya sendiri secara perlahan. Ada bekas luka sebesar telapak tangan di pipi kanannya, yang selalu membuat Yun Ruoyue tidak percaya diri.
Orang-orang menyebutnya wanita jelek, tetapi dia memiliki hati yang mendambakan cinta.
Ayahnya tahu bahwa dia sudah menyukai Pangeran Li, Chu Xuanchen, sejak masih kecil. Itu sebabnya, ayah Yun Ruoyue memanfaatkan hubungannya dengan kaisar untuk menjodohkan Yun Ruoyue dengan Chu Xuanchen.
Akan tetapi, Chu Xuanchen tidak menyukainya.
Saat ini, gerakan pria itu tiba-tiba menjadi makin kasar. Chu Xuanchen menyiksanya dengan kejam. Matanya yang tajam dan berwarna hitam itu memandang Yun Ruoyue dengan penuh niat membunuh. "Yun Ruoyue, dasar wanita yang licik! Kamu jelas-jelas tahu aku menyukai Rou'er, tapi malah membuat jebakan agar aku menikahimu. Setelah tahu bahwa aku akan menikahi Rou'er besok, kamu malah menjebakku agar menidurimu. Kalau bukan karena racunmu, dengan wajahmu yang seperti ini, siapa yang berani menyentuhmu? Aku bahkan lebih memilih untuk menyentuh pelacur di luar sana daripada menyentuhmu!"
Yun Ruoyue menatap Chu Xuanchen. Dia menahan diri untuk menghadapi sindiran kejam dari pria itu, lalu mencibir dengan sedih, "Di dalam hatimu, aku bahkan lebih rendah dari pelacur di luar sana, ya?"
"Tidak. Di dalam hatiku, kamu bahkan lebih rendah dari anjing!"
....
Setelah sekian lama, Chu Xuanchen akhirnya selesai memuaskan hasratnya melalui tubuh Yun Ruoyue, lalu buru-buru bangun.
Dia segera mengenakan pakaiannya dan sama sekali tidak memedulikan wanita yang tergeletak di ranjang dengan penuh luka lebam dan sekarat itu.
Setelah efek racunnya menghilang, wanita ini tidak ada gunanya lagi bagi Chu Xuanchen.
Kemudian, dia memandang wanita yang tergeletak di ranjang itu dengan dingin dan pergi tanpa berbelaskasihan. Dia memerintahkan dayang, "Siapkan air, aku mau mandi. Aku tidak ingin tubuhku kotor karena wanita ini!"
Mendengar kata-kata yang menusuk hati itu, tubuh Yun Ruoyue tiba-tiba bergetar hebat. Hatinya benar-benar sangat terluka.
Perkataan Chu Xuanchen bagaikan pisau yang terus menyayat hatinya dengan kejam. Kini, Yun Ruoyue baru menyadari bahwa pria itu ternyata sangat membencinya.
Setelah merasa diabaikan oleh Chu Xuanchen sebelumnya, Yun Ruoyue masih menyimpan harapan pada pria itu. Dia merasa bahwa selama dia bersikap baik pada Chu Xuanchen, suatu hari nanti, dia pasti akan memahami perasaannya. Dia tidak menyangka bahwa Chu Xuanchen ternyata seperti pria lainnya. Dia membenci Yun Ruoyue hanya karena parasnya yang jelek.
Yun Ruoyue tidak menyangka bahwa dia ternyata begitu hina di hatinya.
Saat melihat darah di ranjang dan tubuh bagian bawahnya, melihat tubuhnya yang rusak, lalu teringat dengan kebencian dan penghinaan Chu Xuanchen terhadapnya, Yun Ruoyue tiba-tiba merasa kehilangan harapan. Dia mengenakan jubah dengan gemetar, lalu berjalan tanpa alas kaki di malam musim dingin.
Tidak jauh dari Paviliun Feiyue, ada sebuah danau.
Larut malam, angin bertiup kencang dan air danau terasa menusuk.
Setelah terdengar suara benda jatuh ke dalam air, seseorang pun berteriak, "Gawat, Permaisuri melompat ke dalam danau!"
Bab 2 Melintasi Waktu dan Menjadi Permaisuri yang Dicampakkan
Di samping danau, sekelompok pelayan kediaman pangeran berdiri berjajar. Mereka semua menatap dingin ke arah permaisuri yang tergeletak di tepi danau.
Saat ini, hanya ada seorang dayang di samping permaisuri yang menangis.
"Permaisuri, tolong jangan mati. Kalau Anda mati, bagaimana dengan hamba?" Feng'er menangis dengan sedih.
Di sampingnya, Pengasuh Zhang memelototinya dengan dingin. "Kenapa kamu menangis? Benar-benar sial! Kenapa dia tidak mati di tempat lain saja? Bisa-bisanya mati di kediaman pangeran. Pangeran sudah mengatakan, jangan membiarkan mayat wanita ini mengotori tanah kediaman pangeran. Karena tabib sudah memeriksanya dan memastikan kematiannya, langsung bawa dia keluar dan kubur saja!"
"Jangan seperti itu, Pengasuh. Jangan memperlakukan Nona kami seperti itu. Bagaimanapun, dia adalah putri perdana menteri ...."
Saat suasananya menjadi kacau, tidak ada yang menyadari bahwa orang yang awalnya sudah meninggal itu tiba-tiba membuka matanya perlahan.
Ketika Yun Ruoxue membuka matanya, dia bisa melihat sekeliling dengan jelas. Pada saat itu, malam hari tampak gelap dan angin bertiup kencang. Banyak wanita berpakaian tradisional berdiri di depannya sambil menunjuk-nunjuk ke arah "mayatnya".
Seketika, embusan angin dingin bertiup dan Yun Ruoxue sontak menggigil kedinginan.
Dia mengingat bahwa awalnya dia adalah seorang dokter bedah terkemuka di abad ke-21. Di usianya yang baru 30 tahun, dia dipuji sebagai ilmuwan medis yang genius karena telah menyembuhkan banyak penyakit sulit dan rumit bagi para kepala negara. Namun, dia akhirnya malah mati ditabrak oleh seorang pengemudi mabuk dalam perjalanan pulang ke rumah.
Kemudian, rohnya pun melintasi waktu dan tiba di sini, serta memasuki tubuh wanita ini.
Astaga, apabila orang-orang di zaman modern tahu bahwa dia, seorang dokter top yang menyembuhkan penyakit dan menyelamatkan nyawa banyak orang, bisa-bisanya mati di tangan pemabuk, lantas akan seberapa besar kebencian mereka terhadap si pemabuk yang menabraknya hingga mati itu?
Pada saat yang sama, kenangan asing muncul di pikirannya. Semua itu adalah kenangan milik pemilik tubuh ini.
Ternyata, pemilik tubuh ini bernama Yun Ruoyue. Bisa-bisanya dia memiliki nama yang sama dengannya. Bukankah ini semacam takdir khusus?
Yun Ruoyue, si pemilik tubuh asli, adalah putri dari Perdana Menteri Yun Qing. Sejak kecil, dia sangat disayangi oleh Keluarga Yun dan dirawat dengan baik.
Awalnya, dia berparas sangat cantik dan menarik. Namun, ketika Yun Ruoyue berusia sepuluh tahun, dia secara misterius terkena racun yang menyebabkan sekujur tubuhnya menjadi berwarna hitam.
Saat itu, Yun Ruoyue hampir meninggal dunia. Ayahnya bersusah payah untuk meminta seseorang menyembuhkannya. Meskipun nyawanya tertolong, tetapi racun di sisi kanan wajahnya terlalu dalam sehingga tidak bisa dihilangkan. Pada akhirnya, itu meninggalkan bekas luka yang sangat jelek di sana.
Sejak saat itu, Yun Ruoyue menjadi sangat tidak percaya diri.
Parasnya menjadi sangat jelek. Anak-anak dari keluarga bangsawan meremehkannya, menindasnya, dan mendiskriminasinya. Kala itu, ketika Yun Ruoyue diserang oleh sekelompok anak bangsawan di tepi danau, Chu Xuanchen tiba-tiba muncul dan melindunginya.
Pria itu mengusir para anak bangsawan dan memberinya selendang untuk menutupi wajahnya. Chu Xuanchen memberinya banyak kehangatan.
Sejak saat itu, dia sudah jatuh cinta kepada Chu Xuanchen.
Dia tahu, dia adalah wanita yang jelek dan sama sekali tidak pantas untuk Chu Xuanchen. Itu sebabnya, dia menyembunyikan perasaan cintanya dalam hati dan tidak pernah berharap untuk menikahi Chu Xuanchen.
Akan tetapi, ayahnya mengetahui hal tersebut. Demi kebahagiaan putrinya, dia pun memohon kepada kaisar dengan memanfaatkan hubungan mereka agar putrinya bisa dinikahkan dengan Chu Xuanchen.
Mimpinya untuk menikahi Chu Xuanchen bisa dianggap terkabulkan. Sayangnya, setelah menikah selama setengah tahun, pemilik gelar Pangeran Li itu bahkan enggan melihatnya sama sekali.
Bukan hanya tidak pernah melihatnya, dia bahkan akan menikahi selir baru. Kehidupan pemilik tubuh ini benar-benar suram.
Ketika dia sedang memilah informasi dalam benaknya, Yun Ruoyue tiba-tiba menyadari ada seorang pelayan yang datang menyeretnya. Di sampingnya, terdengar suara omelan wanita dan tangisan Feng'er.
"Cepat, seret keluar pembawa sial ini. Kalau tertunda terlalu lama, bagaimana kalau mayatnya berubah?" ucap Pengasuh Zhang.
"Hentikan!" Melihat ada orang yang ingin mendekatinya, Yun Ruoyue tiba-tiba berteriak dengan susah payah!
"Ahh! Mayatnya berubah, permaisuri sudah berubah menjadi hantu jahat!" Semua orang berteriak dan berpencar ke samping. Hanya Feng'er yang tidak pergi dan masih berada di sisi Yun Ruoyue.
Bab 3 Ruang Medis
"Kenapa berisik sekali? Kamu yang berubah! Apa kalian tidak pernah melihat orang hidup?" Yun Ruoyue berkata dengan nada dingin, lalu berkata kepada Feng'er, "Tolong bantu aku berdiri."
Dia baru saja diselamatkan dari dalam danau, ditambah dengan penyiksaan Chu Xuanchen belum lama yang lalu, kini kondisi tubuh Yun Ruoyue sangat lemah. Dia bahkan tidak punya kekuatan untuk berjalan.
Kini, dia hanya tahu bahwa pemilik tubuh ini adalah seorang permaisuri. Dia seharusnya memiliki keagungan seorang permaisuri dan bisa mengintimidasi orang-orang ini.
"Permaisuri, Anda sudah bangun?" Pengasuh Zhang menatap Yun Ruoyue dengan tidak percaya.
Barusan, tabib jelas-jelas menyatakan bahwa permaisuri sudah meninggal. Bagaimana bisa dia hidup kembali?
Melihat ekspresi permaisuri, wanita itu sepertinya bukan berubah, melainkan benar-benar hidup kembali.
Mungkinkah tabib barusan membuat diagnosis yang salah?
"Kenapa? Kamu sangat kecewa karena aku bangun lagi?" Yun Ruoyue menatap Pengasuh Zhang dengan dingin.
Di dalam kediaman pangeran, biasanya Pengasuh Zhang adalah orang yang paling menindas Yun Ruoyue dan Feng'er.
Namun, orang-orang ini tidak akan berani menindasnya tanpa dukungan Pangeran Li.
Ketika tidak mendapatkan kasih sayang dan menjadi lemah, dia akan menjadi sasaran intimidasi dari semua orang di kediaman pangeran ini.
Akan tetapi, Yun Ruoyue sudah mengambil alih tubuh ini, jadi dia tidak akan membiarkan orang-orang itu menindasnya lagi!
Dia akan memegang kendali atas hidupnya sendiri. Jika ada yang berani menindasnya lagi, maka jangan salahkan Yun Ruoyue yang kejam!
Biasanya, Pengasuh Zhang tidak takut dengan permaisuri. Akan tetapi, di momen ini, dia sepertinya bisa melihat niat membunuh dingin dari tatapan permaisuri. Dia sangat ketakutan hingga giginya bergemeletuk. Kemudian, dia berbisik,"Hamba tidak berani. Hamba akan melaporkannya kepada Pangeran sekarang."
Di hadapan banyak orang, Pengasuh Zhang menahan kekejamannya. Bagaimanapun, Yun Ruoyue belum meninggal. Dia masih adalah permaisuri di kediaman pangeran, juga putri dari perdana menteri.
Apabila Yun Ruoyue ingin menargetkannya, dia tidak akan bisa kabur.
Akan tetapi, dia juga memiliki pendukung, yaitu Pangeran Li.
Dia akan melepaskan Yun Ruoyue untuk sementara dan pergi mencari Pangeran Li dahulu. Dengan adanya Pangeran Li, bagaimana mungkin wanita itu berani berlagak seperti permaisuri.
....
Paviliun Feiyue.
Feng'er memapah Yun Ruoyue ke dalam kamar. Kemudian, dia menyiapkan air panas agar Yun Ruoyue bisa mandi.
Rasa sakit yang menyiksa di bagian bawah tubuhnya mengingatkan Yun Ruoyue bahwa dia telah dianiaya hari ini.
Pria itu benar-benar kejam. Bisa-bisanya dia menyiksa permaisurinya sendiri.
Yun Ruoyue duduk di bak mandi dan meminta Feng'er membantunya mengambil cermin. Dia ingin melihat betapa jeleknya pemilik asli tubuh ini hingga Chu Xuanchen bahkan meraih tirai ranjang ketika berhubungan intim dengannya.
Momen ketika dia becermin, Yun Ruoyue hampir saja muntah.
Parasnya benar-benar sangat jelek. Wajah kanannya dipenuhi dengan bekas luka zig-zag, yang terlihat seperti tumor dan racun. Pantas saja Chu Xuanchen sangat membencinya.
Jika ini di zaman modern, Yun Ruoyue memiliki satu laboratorium biosains dengan berbagai obat-obatan khusus. Wanita itu akan bisa dengan mudahnya menyembuhkan wajah ini. Akan tetapi, kini dia berada di zaman kuno.
Tanpa ruang operasi, Yun Ruoyue yang adalah seorang dokter itu bagaikan pianis tanpa tangan.
....
Air panas membuat tubuhnya sangat nyaman. Lantaran Yun Ruoyue sedikit lelah, dia pun meletakkan cermin di sampingnya, lalu menyandarkan tangannya ke bak mandi dan perlahan tertidur.
Dalam tidurnya, di kedalaman kesadarannya, laboratorium Yun Ruoyue tiba-tiba muncul.
Dia melihat banyak obat-obatan dan peralatan medis yang pernah digunakannya sebelumnya, termasuk ruang operasi steril, komputer, ventilator, oksimeter, CT, stetoskop, mesin MRI, dan banyak lagi.
Sebagai seorang dokter, dia sangat senang ketika melihat peralatan yang familier ini.
Namun, dia tahu bahwa ini hanya sebuah mimpi. Dia terlalu merindukan pisau bedahnya sehingga bermimpi seperti ini.
Tiba-tiba, di dalam barisan lemari obat, Yun Ruoyue melihat ada sebotol "proantosianidin". Ketika melihat obat itu, matanya sontak melebar.
Bab 4 Pangeran Bersikap Dingin
Ini adalah produk hasil risetnya sendiri. Obat ini dapat digunakan untuk mengobati kerusakan sel kulit, menghilangkan racun, bisul, dan benjolan. Obat ini diekstrak dari biji anggur dan bahan-bahan lainnya, yang sebetulnya cocok untuk mengatasi racun yang ada di wajah pemilik tubuh ini.
Dengan mata berbinar-binar, Yun Ruoyue pun meraih botol "proantosianidin" tersebut.
Dia mengambil beberapa botol obat antiradang dan beberapa lembar kasa. Kemudian, Yun Ruoyue pun tersadar kembali.
"Permaisuri, apakah Anda tertidur? Airnya sudah dingin. Hamba akan menambahkan sedikit air panas agar Anda tidak kedinginan."
Saat ini, suara Feng'er terdengar di telinga Yun Ruoyue.
Dia sangat terkejut sehingga tiba-tiba membuka matanya dan melihat Feng'er membawa sebuah ember. Feng'er sedang menuangkan air panas ke dalam bak mandinya.
Ketika melihat ke tangannya, dia menemukan bahwa dirinya sedang memegang obat yang dia ambil dalam mimpinya.
Yun Ruoyue sontak terkejut. Apa yang terjadi?
Dia menatap obat di tangannya dengan tidak percaya. Napasnya tersendat, seluruh tubuhnya tegang, dan bahkan bulu kuduknya berdiri.
Saat menggerakkan pikirannya barusan, dia bisa mengeluarkan barang-barang dari dalam laboratorium. Mungkinkah, laboratoriumnya juga melakukan perjalanan waktu bersamanya dan masih berada di ruang kesadarannya?
Itu artinya, kini dia memiliki sistem dari ruang medisnya yang sebelumnya. Bukankah hal ini terlalu aneh?
Banyak hal di dunia ini yang menakjubkan, bahkan jiwanya pun dapat melakukan perjalanan melalui waktu. Seharusnya bukan hal aneh jika sistem medisnya juga ikut melintasi waktu dan datang kemari.
Memikirkan hal itu, sosok Yun Ruoyue gemetar karena gembira. Dia tampak sangat bersemangat.
DIa berkata kepada Feng'er, "Aku tidak mau mandi lagi. Kamu keluar dulu, aku akan memakai baju sendiri."
"Permaisuri, apakah Anda tidak membutuhkan bantuan hamba untuk mengenakan baju?" tanya Feng'er.
"Tidak usah, aku suka melakukannya sendiri."
Feng'er tertegun sejenak. Kenapa dia merasa bahwa kepribadian permaisuri telah berubah semenjak tersadar kembali? Yun Ruoyue menjadi berbeda dari sebelumnya.
....
Setelah Feng'er keluar, Yun Ruoyue berdiri dengan tubuh lelahnya. Tubuhnya masih sangat lemah dan dia terkena flu karena melompat ke danau. Itu sebabnya, sekarang dia takut terhadap dingin. Seluruh tubuhnya menggigil, bahkan sudah demam tinggi.
Pakaian orang zaman dahulu sangat ribet. Tanpa bantuan orang lain, memang sangat sulit untuk mengenakannya. Setelah bersusah payah mengenakannya, Yun Ruoyue buru-buru duduk di depan cermin rias dan meletakkan obat-obatan yang diambilnya dari sistem medis.
Dia melihat ke sisi kanan wajahnya dan menemukan bahwa racun di dalamnya tersimpan sangat dalam. Diperlukan upaya khusus untuk melakukan detoksifikasi terhadap racun tersebut.
Yun Ruoyue membersihkan wajahnya terlebih dahulu, lalu mengoleskan obat antiradang ke seluruh wajahnya. Setelah itu, dia pun mengoleskan proantosianidin ke wajahnya. Pada akhirnya, Yun Ruoyue menempelkan kain kasa di wajahnya. Apabila ada darah beracun yang keluar, kain kasa itu akan bisa menyerapnya.
Proantosianidin ini dikembangkan khusus oleh Yun Ruoye sehingga berbeda dengan biasanya. Hanya dibutuhkan waktu satu malam untuk menyembuhkan wajahnya. Dia sangat menantikan seperti apa wajah ini besok pagi.
Pada saat ini, suara ketakutan Feng'er terdengar dari luar. "Pangeran, permaisuri sedang mandi. Anda tidak boleh masuk."
Feng'er takut bahwa Pangeran Li datang untuk menganiaya Yun Ruoyue lagi.
Suara Chu Xuanchen terdengar dingin dan kejam. "Memangnya kamu kira aku ingin datang ke sini? Aku hanya ingin lihat, kenapa dia tidak jadi mati?"
Yun Ruoyue segera mengenakan penutup wajah. Dengan menutupi wajahnya, dia mengerucutkan bibirnya dengan dingin dan berjalan ke depan kamar, lalu memerintahkan Feng'er yang sedang menghalangi Chu Xuanchen, "Feng'er, kasih tahu Pangeran, ini sudah malam dan aku sudah lelah, jadi tidak menerima tamu!"
Dengan kata lain, Yun Ruoyue menyatakan perintah untuk mengusir Chu Xuanchen.
Mendengar kata-kata itu, Chu Xuanchen mengira bahwa dia sudah salah mendengar. Bukankah wanita ini paling berharap dia bisa datang ke kamarnya? Yun Ruoyue bahkan meracuninya dan menjebak Chu Xuanchen agar menidurinya. Lantas, kenapa dia sok jual mahal sekarang?
Negara Chu, Kediaman Pangeran Li.
"Dasar jalang! Kamu jelas-jelas tahu aku akan menikahi Rou'er besok, tapi beraninya kamu meracuniku?"
Usai pria berpakaian mewah itu memaki dengan kesal, dia memelototi wanita yang berbaring di ranjang dengan sorot mata penuh amarah. Kemudian, dia merobek pakaian wanita itu dan menindihnya.
Melihat gerakan si pria, air mata pun mengalir tanpa suara dari mata Yun Ruoyue.
Yun Ruoyue sudah menikah dengannya selama setengah tahun, tetapi di dalam hati pria itu ada bayangan Nangong Rou. Alasan suaminya tidak pernah menyentuhnya adalah karena parasnya yang jelek dan juga kebencian terhadap orang tua Yun Ruoyue.
"Ahh!" Rasa sakit yang luar biasa melanda Yun Ruoyue dan membuatnya berkeringat dingin. Dia menggigit bibirnya untuk menahan rasa sakit sembari menatap wajah sosok di atasnya yang penuh dengan kebencian dan kekejaman. Hati Yun Ruoyue terasa sakit seperti disayat pisau.
Dibandingkan dengan kebencian yang suaminya rasakan, rasa sakit di tubuh Yun Ruoyue bukanlah apa-apa.
Chu Xuanchen memelototi Yun Ruoyue dengan dingin. "Demi mendapatkanku, kamu bahkan sengaja meracuniku. Oke, hari ini aku akan memenuhi keinginanmu! Tapi, aku benar-benar tak sanggup melihat wajahmu karena sungguh menjijikkan!"
Usai mengatakan itu, Chu Xuanchen langsung meraih tirai di ranjang untuk menutupi wajah Yun Ruoyue.
Perkataan ini sangat menyakiti hati Yun Ruoyue.
Dia meraba wajahnya sendiri secara perlahan. Ada bekas luka sebesar telapak tangan di pipi kanannya, yang selalu membuat Yun Ruoyue tidak percaya diri.
Orang-orang menyebutnya wanita jelek, tetapi dia memiliki hati yang mendambakan cinta.
Ayahnya tahu bahwa dia sudah menyukai Pangeran Li, Chu Xuanchen, sejak masih kecil. Itu sebabnya, ayah Yun Ruoyue memanfaatkan hubungannya dengan kaisar untuk menjodohkan Yun Ruoyue dengan Chu Xuanchen.
Akan tetapi, Chu Xuanchen tidak menyukainya.
Saat ini, gerakan pria itu tiba-tiba menjadi makin kasar. Chu Xuanchen menyiksanya dengan kejam. Matanya yang tajam dan berwarna hitam itu memandang Yun Ruoyue dengan penuh niat membunuh. "Yun Ruoyue, dasar wanita yang licik! Kamu jelas-jelas tahu aku menyukai Rou'er, tapi malah membuat jebakan agar aku menikahimu. Setelah tahu bahwa aku akan menikahi Rou'er besok, kamu malah menjebakku agar menidurimu. Kalau bukan karena racunmu, dengan wajahmu yang seperti ini, siapa yang berani menyentuhmu? Aku bahkan lebih memilih untuk menyentuh pelacur di luar sana daripada menyentuhmu!"
Yun Ruoyue menatap Chu Xuanchen. Dia menahan diri untuk menghadapi sindiran kejam dari pria itu, lalu mencibir dengan sedih, "Di dalam hatimu, aku bahkan lebih rendah dari pelacur di luar sana, ya?"
"Tidak. Di dalam hatiku, kamu bahkan lebih rendah dari anjing!"
....
Setelah sekian lama, Chu Xuanchen akhirnya selesai memuaskan hasratnya melalui tubuh Yun Ruoyue, lalu buru-buru bangun.
Dia segera mengenakan pakaiannya dan sama sekali tidak memedulikan wanita yang tergeletak di ranjang dengan penuh luka lebam dan sekarat itu.
Setelah efek racunnya menghilang, wanita ini tidak ada gunanya lagi bagi Chu Xuanchen.
Kemudian, dia memandang wanita yang tergeletak di ranjang itu dengan dingin dan pergi tanpa berbelaskasihan. Dia memerintahkan dayang, "Siapkan air, aku mau mandi. Aku tidak ingin tubuhku kotor karena wanita ini!"
Mendengar kata-kata yang menusuk hati itu, tubuh Yun Ruoyue tiba-tiba bergetar hebat. Hatinya benar-benar sangat terluka.
Perkataan Chu Xuanchen bagaikan pisau yang terus menyayat hatinya dengan kejam. Kini, Yun Ruoyue baru menyadari bahwa pria itu ternyata sangat membencinya.
Setelah merasa diabaikan oleh Chu Xuanchen sebelumnya, Yun Ruoyue masih menyimpan harapan pada pria itu. Dia merasa bahwa selama dia bersikap baik pada Chu Xuanchen, suatu hari nanti, dia pasti akan memahami perasaannya. Dia tidak menyangka bahwa Chu Xuanchen ternyata seperti pria lainnya. Dia membenci Yun Ruoyue hanya karena parasnya yang jelek.
Yun Ruoyue tidak menyangka bahwa dia ternyata begitu hina di hatinya.
Saat melihat darah di ranjang dan tubuh bagian bawahnya, melihat tubuhnya yang rusak, lalu teringat dengan kebencian dan penghinaan Chu Xuanchen terhadapnya, Yun Ruoyue tiba-tiba merasa kehilangan harapan. Dia mengenakan jubah dengan gemetar, lalu berjalan tanpa alas kaki di malam musim dingin.
Tidak jauh dari Paviliun Feiyue, ada sebuah danau.
Larut malam, angin bertiup kencang dan air danau terasa menusuk.
Setelah terdengar suara benda jatuh ke dalam air, seseorang pun berteriak, "Gawat, Permaisuri melompat ke dalam danau!"
Bab 2 Melintasi Waktu dan Menjadi Permaisuri yang Dicampakkan
Di samping danau, sekelompok pelayan kediaman pangeran berdiri berjajar. Mereka semua menatap dingin ke arah permaisuri yang tergeletak di tepi danau.
Saat ini, hanya ada seorang dayang di samping permaisuri yang menangis.
"Permaisuri, tolong jangan mati. Kalau Anda mati, bagaimana dengan hamba?" Feng'er menangis dengan sedih.
Di sampingnya, Pengasuh Zhang memelototinya dengan dingin. "Kenapa kamu menangis? Benar-benar sial! Kenapa dia tidak mati di tempat lain saja? Bisa-bisanya mati di kediaman pangeran. Pangeran sudah mengatakan, jangan membiarkan mayat wanita ini mengotori tanah kediaman pangeran. Karena tabib sudah memeriksanya dan memastikan kematiannya, langsung bawa dia keluar dan kubur saja!"
"Jangan seperti itu, Pengasuh. Jangan memperlakukan Nona kami seperti itu. Bagaimanapun, dia adalah putri perdana menteri ...."
Saat suasananya menjadi kacau, tidak ada yang menyadari bahwa orang yang awalnya sudah meninggal itu tiba-tiba membuka matanya perlahan.
Ketika Yun Ruoxue membuka matanya, dia bisa melihat sekeliling dengan jelas. Pada saat itu, malam hari tampak gelap dan angin bertiup kencang. Banyak wanita berpakaian tradisional berdiri di depannya sambil menunjuk-nunjuk ke arah "mayatnya".
Seketika, embusan angin dingin bertiup dan Yun Ruoxue sontak menggigil kedinginan.
Dia mengingat bahwa awalnya dia adalah seorang dokter bedah terkemuka di abad ke-21. Di usianya yang baru 30 tahun, dia dipuji sebagai ilmuwan medis yang genius karena telah menyembuhkan banyak penyakit sulit dan rumit bagi para kepala negara. Namun, dia akhirnya malah mati ditabrak oleh seorang pengemudi mabuk dalam perjalanan pulang ke rumah.
Kemudian, rohnya pun melintasi waktu dan tiba di sini, serta memasuki tubuh wanita ini.
Astaga, apabila orang-orang di zaman modern tahu bahwa dia, seorang dokter top yang menyembuhkan penyakit dan menyelamatkan nyawa banyak orang, bisa-bisanya mati di tangan pemabuk, lantas akan seberapa besar kebencian mereka terhadap si pemabuk yang menabraknya hingga mati itu?
Pada saat yang sama, kenangan asing muncul di pikirannya. Semua itu adalah kenangan milik pemilik tubuh ini.
Ternyata, pemilik tubuh ini bernama Yun Ruoyue. Bisa-bisanya dia memiliki nama yang sama dengannya. Bukankah ini semacam takdir khusus?
Yun Ruoyue, si pemilik tubuh asli, adalah putri dari Perdana Menteri Yun Qing. Sejak kecil, dia sangat disayangi oleh Keluarga Yun dan dirawat dengan baik.
Awalnya, dia berparas sangat cantik dan menarik. Namun, ketika Yun Ruoyue berusia sepuluh tahun, dia secara misterius terkena racun yang menyebabkan sekujur tubuhnya menjadi berwarna hitam.
Saat itu, Yun Ruoyue hampir meninggal dunia. Ayahnya bersusah payah untuk meminta seseorang menyembuhkannya. Meskipun nyawanya tertolong, tetapi racun di sisi kanan wajahnya terlalu dalam sehingga tidak bisa dihilangkan. Pada akhirnya, itu meninggalkan bekas luka yang sangat jelek di sana.
Sejak saat itu, Yun Ruoyue menjadi sangat tidak percaya diri.
Parasnya menjadi sangat jelek. Anak-anak dari keluarga bangsawan meremehkannya, menindasnya, dan mendiskriminasinya. Kala itu, ketika Yun Ruoyue diserang oleh sekelompok anak bangsawan di tepi danau, Chu Xuanchen tiba-tiba muncul dan melindunginya.
Pria itu mengusir para anak bangsawan dan memberinya selendang untuk menutupi wajahnya. Chu Xuanchen memberinya banyak kehangatan.
Sejak saat itu, dia sudah jatuh cinta kepada Chu Xuanchen.
Dia tahu, dia adalah wanita yang jelek dan sama sekali tidak pantas untuk Chu Xuanchen. Itu sebabnya, dia menyembunyikan perasaan cintanya dalam hati dan tidak pernah berharap untuk menikahi Chu Xuanchen.
Akan tetapi, ayahnya mengetahui hal tersebut. Demi kebahagiaan putrinya, dia pun memohon kepada kaisar dengan memanfaatkan hubungan mereka agar putrinya bisa dinikahkan dengan Chu Xuanchen.
Mimpinya untuk menikahi Chu Xuanchen bisa dianggap terkabulkan. Sayangnya, setelah menikah selama setengah tahun, pemilik gelar Pangeran Li itu bahkan enggan melihatnya sama sekali.
Bukan hanya tidak pernah melihatnya, dia bahkan akan menikahi selir baru. Kehidupan pemilik tubuh ini benar-benar suram.
Ketika dia sedang memilah informasi dalam benaknya, Yun Ruoyue tiba-tiba menyadari ada seorang pelayan yang datang menyeretnya. Di sampingnya, terdengar suara omelan wanita dan tangisan Feng'er.
"Cepat, seret keluar pembawa sial ini. Kalau tertunda terlalu lama, bagaimana kalau mayatnya berubah?" ucap Pengasuh Zhang.
"Hentikan!" Melihat ada orang yang ingin mendekatinya, Yun Ruoyue tiba-tiba berteriak dengan susah payah!
"Ahh! Mayatnya berubah, permaisuri sudah berubah menjadi hantu jahat!" Semua orang berteriak dan berpencar ke samping. Hanya Feng'er yang tidak pergi dan masih berada di sisi Yun Ruoyue.
Bab 3 Ruang Medis
"Kenapa berisik sekali? Kamu yang berubah! Apa kalian tidak pernah melihat orang hidup?" Yun Ruoyue berkata dengan nada dingin, lalu berkata kepada Feng'er, "Tolong bantu aku berdiri."
Dia baru saja diselamatkan dari dalam danau, ditambah dengan penyiksaan Chu Xuanchen belum lama yang lalu, kini kondisi tubuh Yun Ruoyue sangat lemah. Dia bahkan tidak punya kekuatan untuk berjalan.
Kini, dia hanya tahu bahwa pemilik tubuh ini adalah seorang permaisuri. Dia seharusnya memiliki keagungan seorang permaisuri dan bisa mengintimidasi orang-orang ini.
"Permaisuri, Anda sudah bangun?" Pengasuh Zhang menatap Yun Ruoyue dengan tidak percaya.
Barusan, tabib jelas-jelas menyatakan bahwa permaisuri sudah meninggal. Bagaimana bisa dia hidup kembali?
Melihat ekspresi permaisuri, wanita itu sepertinya bukan berubah, melainkan benar-benar hidup kembali.
Mungkinkah tabib barusan membuat diagnosis yang salah?
"Kenapa? Kamu sangat kecewa karena aku bangun lagi?" Yun Ruoyue menatap Pengasuh Zhang dengan dingin.
Di dalam kediaman pangeran, biasanya Pengasuh Zhang adalah orang yang paling menindas Yun Ruoyue dan Feng'er.
Namun, orang-orang ini tidak akan berani menindasnya tanpa dukungan Pangeran Li.
Ketika tidak mendapatkan kasih sayang dan menjadi lemah, dia akan menjadi sasaran intimidasi dari semua orang di kediaman pangeran ini.
Akan tetapi, Yun Ruoyue sudah mengambil alih tubuh ini, jadi dia tidak akan membiarkan orang-orang itu menindasnya lagi!
Dia akan memegang kendali atas hidupnya sendiri. Jika ada yang berani menindasnya lagi, maka jangan salahkan Yun Ruoyue yang kejam!
Biasanya, Pengasuh Zhang tidak takut dengan permaisuri. Akan tetapi, di momen ini, dia sepertinya bisa melihat niat membunuh dingin dari tatapan permaisuri. Dia sangat ketakutan hingga giginya bergemeletuk. Kemudian, dia berbisik,"Hamba tidak berani. Hamba akan melaporkannya kepada Pangeran sekarang."
Di hadapan banyak orang, Pengasuh Zhang menahan kekejamannya. Bagaimanapun, Yun Ruoyue belum meninggal. Dia masih adalah permaisuri di kediaman pangeran, juga putri dari perdana menteri.
Apabila Yun Ruoyue ingin menargetkannya, dia tidak akan bisa kabur.
Akan tetapi, dia juga memiliki pendukung, yaitu Pangeran Li.
Dia akan melepaskan Yun Ruoyue untuk sementara dan pergi mencari Pangeran Li dahulu. Dengan adanya Pangeran Li, bagaimana mungkin wanita itu berani berlagak seperti permaisuri.
....
Paviliun Feiyue.
Feng'er memapah Yun Ruoyue ke dalam kamar. Kemudian, dia menyiapkan air panas agar Yun Ruoyue bisa mandi.
Rasa sakit yang menyiksa di bagian bawah tubuhnya mengingatkan Yun Ruoyue bahwa dia telah dianiaya hari ini.
Pria itu benar-benar kejam. Bisa-bisanya dia menyiksa permaisurinya sendiri.
Yun Ruoyue duduk di bak mandi dan meminta Feng'er membantunya mengambil cermin. Dia ingin melihat betapa jeleknya pemilik asli tubuh ini hingga Chu Xuanchen bahkan meraih tirai ranjang ketika berhubungan intim dengannya.
Momen ketika dia becermin, Yun Ruoyue hampir saja muntah.
Parasnya benar-benar sangat jelek. Wajah kanannya dipenuhi dengan bekas luka zig-zag, yang terlihat seperti tumor dan racun. Pantas saja Chu Xuanchen sangat membencinya.
Jika ini di zaman modern, Yun Ruoyue memiliki satu laboratorium biosains dengan berbagai obat-obatan khusus. Wanita itu akan bisa dengan mudahnya menyembuhkan wajah ini. Akan tetapi, kini dia berada di zaman kuno.
Tanpa ruang operasi, Yun Ruoyue yang adalah seorang dokter itu bagaikan pianis tanpa tangan.
....
Air panas membuat tubuhnya sangat nyaman. Lantaran Yun Ruoyue sedikit lelah, dia pun meletakkan cermin di sampingnya, lalu menyandarkan tangannya ke bak mandi dan perlahan tertidur.
Dalam tidurnya, di kedalaman kesadarannya, laboratorium Yun Ruoyue tiba-tiba muncul.
Dia melihat banyak obat-obatan dan peralatan medis yang pernah digunakannya sebelumnya, termasuk ruang operasi steril, komputer, ventilator, oksimeter, CT, stetoskop, mesin MRI, dan banyak lagi.
Sebagai seorang dokter, dia sangat senang ketika melihat peralatan yang familier ini.
Namun, dia tahu bahwa ini hanya sebuah mimpi. Dia terlalu merindukan pisau bedahnya sehingga bermimpi seperti ini.
Tiba-tiba, di dalam barisan lemari obat, Yun Ruoyue melihat ada sebotol "proantosianidin". Ketika melihat obat itu, matanya sontak melebar.
Bab 4 Pangeran Bersikap Dingin
Ini adalah produk hasil risetnya sendiri. Obat ini dapat digunakan untuk mengobati kerusakan sel kulit, menghilangkan racun, bisul, dan benjolan. Obat ini diekstrak dari biji anggur dan bahan-bahan lainnya, yang sebetulnya cocok untuk mengatasi racun yang ada di wajah pemilik tubuh ini.
Dengan mata berbinar-binar, Yun Ruoyue pun meraih botol "proantosianidin" tersebut.
Dia mengambil beberapa botol obat antiradang dan beberapa lembar kasa. Kemudian, Yun Ruoyue pun tersadar kembali.
"Permaisuri, apakah Anda tertidur? Airnya sudah dingin. Hamba akan menambahkan sedikit air panas agar Anda tidak kedinginan."
Saat ini, suara Feng'er terdengar di telinga Yun Ruoyue.
Dia sangat terkejut sehingga tiba-tiba membuka matanya dan melihat Feng'er membawa sebuah ember. Feng'er sedang menuangkan air panas ke dalam bak mandinya.
Ketika melihat ke tangannya, dia menemukan bahwa dirinya sedang memegang obat yang dia ambil dalam mimpinya.
Yun Ruoyue sontak terkejut. Apa yang terjadi?
Dia menatap obat di tangannya dengan tidak percaya. Napasnya tersendat, seluruh tubuhnya tegang, dan bahkan bulu kuduknya berdiri.
Saat menggerakkan pikirannya barusan, dia bisa mengeluarkan barang-barang dari dalam laboratorium. Mungkinkah, laboratoriumnya juga melakukan perjalanan waktu bersamanya dan masih berada di ruang kesadarannya?
Itu artinya, kini dia memiliki sistem dari ruang medisnya yang sebelumnya. Bukankah hal ini terlalu aneh?
Banyak hal di dunia ini yang menakjubkan, bahkan jiwanya pun dapat melakukan perjalanan melalui waktu. Seharusnya bukan hal aneh jika sistem medisnya juga ikut melintasi waktu dan datang kemari.
Memikirkan hal itu, sosok Yun Ruoyue gemetar karena gembira. Dia tampak sangat bersemangat.
DIa berkata kepada Feng'er, "Aku tidak mau mandi lagi. Kamu keluar dulu, aku akan memakai baju sendiri."
"Permaisuri, apakah Anda tidak membutuhkan bantuan hamba untuk mengenakan baju?" tanya Feng'er.
"Tidak usah, aku suka melakukannya sendiri."
Feng'er tertegun sejenak. Kenapa dia merasa bahwa kepribadian permaisuri telah berubah semenjak tersadar kembali? Yun Ruoyue menjadi berbeda dari sebelumnya.
....
Setelah Feng'er keluar, Yun Ruoyue berdiri dengan tubuh lelahnya. Tubuhnya masih sangat lemah dan dia terkena flu karena melompat ke danau. Itu sebabnya, sekarang dia takut terhadap dingin. Seluruh tubuhnya menggigil, bahkan sudah demam tinggi.
Pakaian orang zaman dahulu sangat ribet. Tanpa bantuan orang lain, memang sangat sulit untuk mengenakannya. Setelah bersusah payah mengenakannya, Yun Ruoyue buru-buru duduk di depan cermin rias dan meletakkan obat-obatan yang diambilnya dari sistem medis.
Dia melihat ke sisi kanan wajahnya dan menemukan bahwa racun di dalamnya tersimpan sangat dalam. Diperlukan upaya khusus untuk melakukan detoksifikasi terhadap racun tersebut.
Yun Ruoyue membersihkan wajahnya terlebih dahulu, lalu mengoleskan obat antiradang ke seluruh wajahnya. Setelah itu, dia pun mengoleskan proantosianidin ke wajahnya. Pada akhirnya, Yun Ruoyue menempelkan kain kasa di wajahnya. Apabila ada darah beracun yang keluar, kain kasa itu akan bisa menyerapnya.
Proantosianidin ini dikembangkan khusus oleh Yun Ruoye sehingga berbeda dengan biasanya. Hanya dibutuhkan waktu satu malam untuk menyembuhkan wajahnya. Dia sangat menantikan seperti apa wajah ini besok pagi.
Pada saat ini, suara ketakutan Feng'er terdengar dari luar. "Pangeran, permaisuri sedang mandi. Anda tidak boleh masuk."
Feng'er takut bahwa Pangeran Li datang untuk menganiaya Yun Ruoyue lagi.
Suara Chu Xuanchen terdengar dingin dan kejam. "Memangnya kamu kira aku ingin datang ke sini? Aku hanya ingin lihat, kenapa dia tidak jadi mati?"
Yun Ruoyue segera mengenakan penutup wajah. Dengan menutupi wajahnya, dia mengerucutkan bibirnya dengan dingin dan berjalan ke depan kamar, lalu memerintahkan Feng'er yang sedang menghalangi Chu Xuanchen, "Feng'er, kasih tahu Pangeran, ini sudah malam dan aku sudah lelah, jadi tidak menerima tamu!"
Dengan kata lain, Yun Ruoyue menyatakan perintah untuk mengusir Chu Xuanchen.
Mendengar kata-kata itu, Chu Xuanchen mengira bahwa dia sudah salah mendengar. Bukankah wanita ini paling berharap dia bisa datang ke kamarnya? Yun Ruoyue bahkan meracuninya dan menjebak Chu Xuanchen agar menidurinya. Lantas, kenapa dia sok jual mahal sekarang?

Oct 19, 2023 - Oct 23, 2023
เกิดใหม่อีกครั้งกลับวัยยี่สิบปี เขาตามความทรงจำของเขาจากชาติที่แล้วลงทุนอย่างบ้าคลั่ง ใช้เวลา1ปีหาเงิน50 พันล้าน
---------------------
บทที่ 1 ฉันกลับมาแล้ว
ยืนอยู่ใต้ชายคาที่ทรุดโทรม โดยมีดวงอาทิตย์ตกอยู่ข้างหลังเขา และเงาที่พลิ้วไหวไปทั่วร่างกายของเขา เจียงจื้อห่าวรู้สึกราวกับว่าเขากำลังฝันไป
ในความฝันเขาใช้ชีวิตมาทั้งชีวิต และได้รับการวินิจฉัยตอนอายุแปดสิบปีว่าเป็นมะเร็งกระเพาะอาหารขั้นรุนแรง
เมื่อเขาเสียชีวิต เขาเห็นตัวเองอยู่บนเตียงในโรงพยาบาล เห็นลูกชายและลูกสาวของเขาร้องไห้ แล้วเวลาก็ลดลงเรื่อย ๆ จนกระทั่งเขามายืนอยู่หน้าประตูนี้อีกครั้ง
เจียงจื้อห่าวมั่นใจมากว่า นี่ไม่ใช่ความฝัน เพราะความฝันจะไม่ทำให้เขาจำมันได้ชัดเจนนัก ทว่าทุกสิ่งที่เกิดขึ้นทุกนาทีและทุกวินาที ตนเองสามารถจำมันได้อย่างแม่นยำ
เขาแน่ใจว่า ตนเองได้เกิดใหม่แล้ว
ดวงตาของเขาค่อย ๆ เคลื่อนไปที่ประตู เจียงจื้อห่าวตัวสั่นเล็กน้อย และบิดกุญแจ
ประตูเก่าส่งเสียงเสียดสีแรง ๆ และประตูก็เปิดออก คนแรกที่เห็นคือ ลูกสาวที่ชื่อหลิงหลิงซึ่งนั่งอยู่บนพื้นและเล่นกับรถไฟพลาสติกที่ส่วนใหญ่ชำรุดไปแล้ว
หลิงหลิงเพิ่งจะอายุได้สี่ขวบในปีนี้ เธอตัวเล็ก และผอมกว่าเพื่อนมาก
เจียงจื้อห่าวน้ำตาไหลริน เมื่อเห็นลูกสาวของเขา
เขาไม่เคยคิดว่าวันหนึ่ง เขาจะได้พบลูกสาวของเขาอีกครั้ง
ไฟไหม้เมื่อหลายสิบปีก่อน ได้ฆ่าภรรยาและลูกสาวของเขา นี่เป็นสิ่งที่เจ็บปวดที่สุดในชีวิตของเขา ไม่ว่าอนาคตจะโกรธเกรี้ยวมากแค่ไหน หาเงินได้เท่าไหร่ ก็ไม่สามารถชดเชยความเจ็บปวดในใจได้ทั้งนั้น
"พ่อคะ!"
เมื่อเห็นการกลับมาของเจียงจื้อห่าว หลิงหลิงก็ลุกขึ้นจากพื้นทันที และกอดต้นขาของเขาอย่างมีความสุข "พ่อกลับมาแล้ว!"
เจียงจื้อห่าวมองเห็นร่างผอมบางของเธออย่างชัดเจน และเห็นเสื้อผ้าเก่า ๆ ของเธอที่ไม่รู้ว่าได้มาจากบ้านไหน
ใบหน้าเล็ก ๆ ที่ควรจะเป็นสีดอกกุหลาบนั้นซีดเผือด เรียกให้ไพเราะหน่อยก็คือ ผิวขาว พูดอย่างไม่สุภาพ ก็คงจะเป็น ความอดอยากและภาวะทุพโภชนาการ
เจียงจื้อห่าวนั่งลง และกอดเด็กหญิงตัวเล็ก ๆ ไว้ในอ้อมแขนของเขาอย่างแนบแน่น
น้ำตาจะไหลริน ชายผู้สร้างปาฏิหาริย์ทางธุรกิจทุกประเภทในอนาคตกอดลูกสาวของตนเอง และพึมพำว่า "พ่อขอโทษ พ่อขอโทษนะ..."
หลิงหลิงจะรู้ได้อย่างไรว่าพ่อของเธอผ่านชีวิตที่สมบูรณ์มาทั้งชีวิตแล้ว เธอยื่นมือออกมา แล้วตบหลังเจียงจื้อห่าวเบา ๆ และเสียงที่ไร้เดียงสาก็ดังขึ้นในบ้าน "พ่อคะ อย่าร้องไห้เลยนะ หลิงหลิงรักพ่อนะคะ"
เมื่อได้ยินเสียงของเธอ น้ำตาของเจียงจื้อห่าวก็ไหลเร็วขึ้น
"พ่อคะ หนูไม่อยากไปโรงเรียน พ่อไม่ทะเลาะกับแม่ได้มั้ยคะ?" หลิงหลิงเอ่ยขึ้นขณะจับหัวของเจียงจื้อห่าว
คำพูดของเด็กไม่มีอ้อมค้อม แต่เจียงจื้อห่าวกลับจำประโยคนี้ได้อย่างรวดเร็วและเขาจะจำมันไปตลอดชีวิต
ตอนนั้นตนเองเที่ยวทั้งวัน ติดเหล้าและเล่นการพนัน เมื่อถังแตกแล้วก็ไปเอาเงินที่ภรรยา หากไม่มีเงินให้ก็จะทุบทำลายข้าวของ
วันก่อนเกิดไฟไหม้ ภรรยาของเขาเจียงจื้อห่าวต้องการให้ลูก ๆ ของพวกเขาไปโรงเรียนอนุบาล แต่เจียงจื้อห่าวรู้สึกว่าการไปโรงเรียนอนุบาลเป็นการเสียเงิน ตอนเด็ก ๆ เขาก็ไม่ได้ไปโรงเรียนอนุบาลเหมือนกัน เขาก็ไม่ได้ใช้ชีวิตอยู่มาจนถึงทุกวันนี้หรอกเหรอ?
ด้วยเหตุนี้ ทั้งคู่จึงทะเลาะกันอีกครั้ง
แม้ว่าหลิงหลิงจะอายุเพียงสี่ขวบ แต่เธอก็ฉลาดกว่าเด็กในวัยเดียวกันมาก
เธอเคยอิจฉาเด็กคนอื่น ๆ ที่สามารถไปโรงเรียนอนุบาลได้เสมอ แต่เธอก็รู้ด้วยว่า พ่อแม่ของเธอทะเลาะกันเพราะการเรียนของเธอ
ดังนั้นเธอจึงระงับความปรารถนาเล็ก ๆ น้อย ๆ ในใจของเธอไว้เพียงเท่านี้
เป็นเรื่องยาก สำหรับเด็กวัยสี่ขวบที่จะทำเช่นนี้
เมื่อได้ยินเสียงเด็กอันอบอุ่นของลูกสาว เจียงจื้อห่าวก็ปาดน้ำตาออกจากใบหน้า เขาอุ้มลูกสาวขึ้นมาแล้วพูดว่า "พ่อจะทำงานอย่างหนักเพื่อหาเงิน พรุ่งนี้พ่อจะส่งหนูไปโรงเรียนอนุบาล โอเคมั้ย?"
"จริงเหรอ?" หลิงหลิงตาเป็นประกาย และดูเหมือนเธอจะจำอะไรบางอย่างได้ และพูดด้วยใบหน้าย่น "แต่... เราไม่มีเงิน และหนูไม่ต้องการให้พ่อกับแม่ทะเลาะกัน"
"ไม่ต้องห่วง พ่อกับแม่จะไม่ทะเลาะกันอีกแล้วล่ะ" เจียงจื้อห่าวพูดอย่างจริงจัง
หลิงหลิงเอียงศีรษะมองเขา หลังจากนั้นไม่กี่วินาที เธอก็จูบหน้าเขาอย่างแรง และพูดด้วยรอยยิ้มว่า "ถ้าอย่างนั้นพ่อต้องเป็นเด็กดีนะ!"
ในเวลานี้ ประตูได้ถูกเปิดออก เจียงจื้อห่าวหันกลับมา และร่างกายของเขาก็สั่นสะท้าน เมื่อเห็นคนกำลังเข้ามา
ผู้ที่ยืนอยู่ที่ประตูเป็นผู้หญิงคนหนึ่ง ผมยาวคลุมหัวไหล่ และสวมสูทแบบมืออาชีพ ซึ่งทำให้เธอดูมีออร่ามาก รูปลักษณ์และรูปร่างจัดอยู่ในหมวดหมู่ที่ดีมาก โดยเฉพาะอย่างยิ่งดวงตาคู่หนึ่งและสันจมูกทรงสูง ซึ่งทำให้ใบหน้าดูมีมิติมากขึ้น
แค่การแสดงออกของเธอ ดูเย็นชาอย่างเห็นได้ชัด ซึ่งทำให้ความงามเสียไปเล็กน้อย
ผู้หญิงคนนี้คือจงเจียเหว่ย ภรรยาของเจียงจื้อห่าว ซึ่งเป็นฆาตกรที่จุดไฟเผาบ้านด้วย
แต่เจียงจื้อห่าวไม่เคยไม่พอใจจงเจียเหว่ยเลย เพราะจงเจียเหว่ยก็เสียชีวิตในกองไฟเช่นกัน
ศพที่ไหม้เกรียมของแม่และลูกสาวกอดกัน ซึ่งเป็นความทรงจำที่ยากจะลืมเลือน และเป็นความเจ็บปวดที่สุดในชีวิตของเขา
เจียงจื้อห่าวมักคิดว่า เธอจะเกลียดตัวเองมากแค่ไหน และสิ้นหวังแค่ไหนที่จะเลือกจบชีวิตด้วยวิธีนี้
จงเจียเหว่ยกำลังถือกระเป๋าอยู่ในมือของเธอ และมีกลิ่นที่หอมอบอวลอยู่ในนั้น
เจียงจื้อห่าวรู้ว่า มีเป็ดย่างที่ลูกสาวของเขาใฝ่ฝันอยากกินมาตลอด
เป็ดย่างแปดสิบแปดหยวนต่อหนึ่งตัว ลูกสาวเพิ่งเคยกินแค่ครั้งนี้ครั้งเดียว
ในกระเป๋าของจงเจียเหว่ย มีไฟแช็กที่เธอเพิ่งซื้อมา เธอเตรียมน้ำมันเบนซินไว้ตั้งแต่ตอนเที่ยงแล้ว และวางไว้ในตู้ที่ห้องครัว
หลิงหลิงได้กลิ่นหอมฉุย และออกมาจากอ้อมกอดของเจียงจื้อห่าว แล้วกระโดดลงไป เธอวิ่งไปหาจงเจียเหว่ยอย่างมีความสุข ดึงถุงพลาสติกออกแล้วถามว่า "แม่คะ มันคืออะไร? มันคืออะไร?"
"เป็ดย่างไงจ๊ะ หนูไม่ได้อยากกินมันเหรอ?" จงเจียเหว่ยแสดงรอยยิ้มที่มีให้เฉพาะลูกสาวของเธอเท่านั้น แต่รอยยิ้มนี้ค่อนข้างไม่เต็มใจ
"พ่อคะ เป็ดย่าง!" หลิงหลิงตะโกนกลับอย่างมีความสุข
เจียงจื้อห่าวเดินไปช้า ๆ ยืนอยู่ข้างหน้าจงเจียเหว่ย และมองดูภรรยาที่ยังมีชีวิตอยู่ของเขาอีกครั้ง แรงกระตุ้นของเขาทำให้เขาอยากจะเอื้อมออกไปและกอดจงเจียเหว่ย และอยากบอกเธอว่าเขาคิดถึงเธอมากแค่ไหน
แต่ความรังเกียจที่เห็นได้ชัดสำหรับเขาในสายตาของจงเจียเหว่ย ทำให้เจียงจื้อห่าวรู้สึกขมขื่น
ก่อนหน้านี้เมื่อนานมาแล้ว ทั้งสองแยกห้องนอนกัน เจียงจื้อห่าวกลับมาและเมาทุกวัน ทั้งตัวเขาเต็มไปด้วยแอลกอฮอล์ และชอบดื่มเหล้าจนเป็นบ้า และจงเจียเหว่ยไม่ต้องการให้เขาส่งเสียงดังรบกวนลูก
หลิงหลิงหยิบเป็ดย่าง แล้วพูดด้วยรอยยิ้มว่า "ลำบากแม่แย่เลย"
ความน่ารักและไหวพริบของลูกสาว ทำให้จงเจียเหว่ยรู้สึกอบอุ่นในใจ และในขณะเดียวกันก็คิดถึงสิ่งที่เธอกำลังจะทำ มันทำให้เธอก็รู้สึกเศร้าใจอย่างมากในใจ
เมื่อเธอวางเป็ดย่างลงบนโต๊ะ หลิงหลิงนึกอะไรบางอย่างขึ้นได้ เธอหันไปมองจงเจียเหว่ย และพูดว่า "แม่คะ พ่อบอกว่าพรุ่งนี้พ่อจะส่งหนูไปโรงเรียนอนุบาล!"
จงเจียเหว่ยเหลือบมองเจียงจื้อห่าว และพูดว่า "มันสนุกเหรอที่โกหกลูก?"
ทุกครั้งเธอจะทะเลาะกับเจียงจื้อห่าวเรื่องเงินเสมอ เขามักจะพูดเป็นประจำว่าจะเกิดอะไรขึ้นบ้างในวันพรุ่งนี้ แต่เมื่อถึงพรุ่งนี้จริง ๆ เขาก็เปลี่ยนใจอีกครั้ง
ไม่เพียงแต่เธอที่ถูกหลอก แต่ลูกสาวของเธอยังถูกเขาหลอกหลายครั้งด้วย แค่สัญญาว่าจะพาเธอไปที่สนามเด็กเล่น ก็ไม่รู้ว่าผิดสัญญาไปกี่ครั้งแล้ว
ในหัวใจของจงเจียเหว่ย เธอไม่เชื่อสามีของเธอเลย และเธอผิดหวังมามากแล้ว จนทำให้เธอหมดหวัง
เจียงจื้อห่าวไม่ได้โต้เถียง และเปลี่ยนเรื่องพูด "เย็นนี้กินโจ๊กก็แล้วนะ กระเพาะของเธอไม่ดี ฉันจะต้มโจ๊กให้เปื่อยหน่อย อาจจะใช้เวลานานนิดนึงนะ"
จงเจียเหว่ยไม่ได้รู้สึกกังวลใจและไม่มีความรู้สึกใด ๆ กับเขาแล้ว เธอเพียงแค่มองไปที่เขาอย่างเย็นชา แล้วเอ่ย "จำเป็นเหรอ? นายจะทำอะไร นายต้องการเงินเหรอ?"
เมื่อพูดอย่างนั้น เธอเปิดกระเป๋าใบเล็กของเธอ แล้วโยนกระเป๋าสตางค์ของสุภาพสตรีรุ่นเก่าให้เจียงจื้อห่าว "ฉันให้นายหมดเลย!"
บทที่ 2 เรื่องที่อยากทำ
เจียงจื้อห่าวหยิบกระเป๋าสตางค์ขึ้นมาโดยไม่รู้ตัว และมองดูการแสดงออกที่ไม่แยแสของภรรยาของเขา เขารู้ว่า ไม่ว่าเขาจะทำอะไรในตอนนี้ เขาจะถูกเข้าใจผิดโดยความคิดอุปาทานของจงเจียเหว่ย
เจียงจื้อห่าววางกระเป๋าสตางค์ลงบนโต๊ะข้าง ๆ เขาหันหลังกลับ และเดินเข้าไปในครัว
หากคำพูดไม่สามารถสร้างความประทับใจให้ใครได้ คุณก็ต้องพิสูจน์ได้ด้วยการปฏิบัติจริงเท่านั้น
หลิงหลิงม้วนเป็ดย่าง และวิ่งไปส่งให้จงเจียเหว่ยอย่างมีความสุข "แม่คะ กินก่อนสิ!"
เธอม้วนเป็ดย่างดูไม่ค่อยเรียบร้อยสักเท่าไหร่ แต่จะเห็นได้ ว่าสาวน้อยทำดีที่สุดแล้ว
ท่าทางที่ดีของเธอ ทำให้ดวงตาของจงเจียเหว่ยแดงก่ำ แต่วันนี้เธอไม่อยากร้องไห้อีกต่อไปแล้ว
หากมีเพียงวันสุดท้ายในชีวิตของเธอ ดังนั้นเธอจึงหวังว่า เธอจะปล่อยให้มันเป็นวันที่ดีที่สุดสำหรับชีวิตของลูกสาวของเธอ แม้แต่สิ่งที่เรียกว่าดีที่สุด ก็เป็นเรื่องธรรมดาในบ้านของคนอื่น
เมื่อจงเจียเหว่ยรับเป็ดย่าง หลิงหลิงก็วิ่งกลับไปที่โต๊ะอีกครั้ง และพูดขณะที่เธอกำลังม้วนมัน "หนูอยากม้วนให้พ่อของหนูด้วย พ่อไม่ชอบหัวหอมสีเขียว เขาชอบกินแต่เนื้อเหมือนหลิงหลิงเลย"
เมื่อเห็นรูปลักษณ์ที่จริงจังของลูกสาวของเธอ จงเจียเหว่ยก็หลงทางเล็กน้อย
ผ่านไปไม่รู้ว่านานเท่าไหร่แล้ว เจียงจื้อห่าวก็ออกมาพร้อมข้าวต้ม เมื่อเห็นเธอนั่งอยู่บนโซฟาด้วยความมึนงงอย่างนั้น เขาก็กล่าวว่า "มากินโจ๊กเถอะ ฉันจะเติมน้ำตาลให้เธอเอง"
จงเจียเหว่ยเงยหน้าขึ้นมองเขา ยิ่งสามีของเธอแสดงน้ำใจมากเท่าไหร่ เธอก็ยิ่งรังเกียจมากขึ้นเท่านั้น เพราะทุกอิริยาบถที่ทำดีด้วย หมายความว่าเขามีแผนการที่คิดไว้
ไม่ว่าจะเป็นการอยากได้เงิน หรือขายของในบ้าน หรือการยืมเงินจากข้างนอกเพื่อเล่นการพนัน
"ไม่ว่านายต้องการจะทำอะไร ทำมันเถอะ ฉันจะไม่ห้ามนายแล้ว" จงเจียเหว่ยกล่าว
เจียงจื้อห่าวมองไปที่เธอ ทันใดนั้นก็เดินไปที่ตู้ เปิดกระเป๋าเงิน และหยิบเงินออกมาร้อยหยวน
เมื่อมองดูสิ่งของของเขา จงเจียเหว่ยรู้สึกหมดหนทาง และมันก็เป็นเงินจริง ๆ
เจียงจื้อห่าวยกแบงก์หนึ่งร้อยหยวนในมือของเขา และพูดว่า "สิ่งที่ฉันอยากทำนั้นง่ายมาก ในหนึ่งร้อยวัน ด้วยเงินหนึ่งร้อยหยวนนี้ ฉันจะเปลี่ยนมันให้เป็นเงินหนึ่งล้าน!"
จงเจียเหว่ยแสดงท่าทางเยาะเย้ย เธอไม่พูดจา เธอแค่ต้องการดูสามีของเธอแสดงอย่างเงียบ ๆ
อย่างไรก็ตาม สิ่งที่เกิดขึ้นต่อไปนี้ มันกลับทำให้เธอตกตะลึง
เจียงจื้อห่าวใส่เงินหนึ่งร้อยหยวนในกระเป๋าของเขา จากนั้นหันหลังกลับ และเดินเข้าไปในครัว หยิบถังน้ำมันออกมา
เมื่อเธอเห็นถังน้ำมัน จงเจียเหว่ยรู้สึกหงุดหงิดมาก ทว่าอย่างไรก็ตามสิ่งที่เธอกำลังจะทำ ล้วนไม่ใช่สิ่งที่ดี
นำถังน้ำมันเข้าไปในห้องน้ำ เปิดฝาแล้วเทลงในโถส้วม จากนั้นล้างด้วยน้ำหลายครั้ง
เมื่อหันหลังกลับ เจียงจื้อห่าวก็เดินไปที่จงเจียเหว่ย
จงเจียเหว่ยรู้สึกผิดในใจ เธอจ้องไปที่เจียงจื้อห่าว และพยายามซ่อนบางสิ่งบางอย่างด้วยน้ำเสียงเข้มงวด "นายจะทำอะไร!"
ด้วยเสียง "ตุบ" ภายใต้การจ้องมองที่ประหลาดใจของจงเจียเหว่ย เจียงจื้อห่าวก็คุกเข่าลง
เขาโน้มตัวไปที่จงเจียเหว่ย และพูดว่า "ฉันไม่สามารถจินตนาการถึงความเจ็บปวดที่เธอได้รับ แต่ฉันรู้ว่า มันจะต้องเจ็บปวดมาก ฉันดีใจที่มีโอกาสกล่าวขอโทษเธอด้วยตัวเอง และฉันยังหวังด้วยว่าตั้งแต่วันนี้เป็นต้นไป เราทั้งสองจะให้โอกาสกันและกันอีกครั้ง ฉันไม่ได้กำลังล้อเล่น หรือว่ากำลังแสดง ฉันแค่อยากจะบอกว่า ฉันคนเดิมทำให้เธอผิดหวัง ฉันไม่อยากจะบอกว่าฉันเปลี่ยนไปแล้ว แต่ฉันจะแสดงให้เธอเห็นการเปลี่ยนแปลงของฉันโดยเร็วที่สุด"
จงเจียเหว่ยไม่ได้พอใจกับคำพูดเหล่านี้ เพราะเธอได้ยินมาหลายครั้งเกินไป และผิดหวังหลายครั้งมากแล้ว
สิ่งเดียวที่ทำให้เธอประหลาดใจคือ เจียงจื้อห่าวคุกเข่าลงและก้มหัวลงเพื่อขอโทษเธอ
สำหรับคนที่ติดหนี้การพนันทั่วไปคนหนึ่ง ถูกเฆี่ยนตีเจียนตายจนหัวเลือดตกยางออก แม้แต่ชายชาตรีที่ไม่มีใครเต็มใจจะดูหมิ่นเขา การคุกเข่าลงกับผู้หญิงก็ถือว่าสง่างามมากเช่นกัน จงเจียเหว่ยค่อนข้างแปลกใจ ที่เจียงจื้อห่าวสามารถทำเช่นนี้ได้
สำหรับถังน้ำมัน จงเจียเหว่ยไม่แปลกใจ เมื่อเจียงจื้อห่าวค้นพบมัน เพราะเธอวางไว้ที่มุมห้องครัว ตราบใดที่คุณเข้าไปข้างใน คุณจะเห็นมันและได้กลิ่นทันที
นี่เป็นโอกาสสำหรับชีวิตของเธอ ถ้าเจียงจื้อห่าวสามารถรู้ได้ เธอก็จะไม่ฆ่าตัวตายด้วยการลอบวางเพลิง หากเขาไม่รู้ ก็พูดได้เพียงว่านี่เป็นน้ำพระทัยจากพระเจ้า
ในเวลานี้ เจียงจื้อห่าวพูดอีกครั้ง "ไม่ต้องกังวลกับการลงโทษของบริษัท เงินก้อนนั้น ฉันจะให้เธอเอง"
จงเจียเหว่ยตกตะลึงครู่หนึ่ง เธอเงยหน้าขึ้น และมองไปที่เจียงจื้อห่าวด้วยความประหลาดใจเป็นอย่างมาก
ตามจริงแล้ว เจียงจื้อห่าวไม่ควรรู้เกี่ยวกับกิจการบริษัทของเธอ เขาไม่เคยสนใจเธอเลย ตั้งแต่แต่งงานจนถึงตอนนี้
แต่ตอนนี้เจียงจื้อห่าว ซึ่งได้เกิดใหม่เป็นครั้งที่สอง รู้ว่าจงเจียเหว่ยต้องการฆ่าตัวตายในวันนี้ นอกเหนือจากการแต่งงานที่ไม่มีความสุขแล้ว เธอยังถูกลงโทษโดยบริษัทหนึ่งหมื่นหยวน สำหรับความผิดพลาดในการทำงานของเธอด้วย
เงินเดือนของเธอมีเพียงห้าพันกว่าหยวนเท่านั้น และหนึ่งหมื่นหยวน เทียบเท่ากับการทำงานสองเดือนที่เปล่าประโยชน์
การตัดสินใจลงโทษครั้งนี้ ทำให้จงเจียเหว่ยต้องการฆ่าตัวตายด้วยความตั้งใจ
แม้ว่าเธอจะแปลกใจ แต่จงเจียเหว่ยไม่ได้ถามเจียงจื้อห่าวว่าเขารู้เรื่องนี้ได้อย่างไร สำหรับการช่วยเธอแบกรับค่าปรับ จงเจียเหว่ยเพียงแค่ยิ้มอย่างเย็นชา และพูดว่า "นอกจากหนึ่งร้อยหยวนที่ฉันให้นายแล้ว นายจะยังมีเงินอื่นอีกเหรอ?"
"ตอนนี้เอาออกมาไม่ได้ แต่อย่างน้อยสามวันก็เพียงพอ ก่อนหน้านั้น เธอแค่ต้องยอมรับความผิดพลาดของเธอกับบริษัทก็พอ และไม่ต้องทำอะไรอีก ฉันจะจ่ายค่าปรับให้เธอเอง เรื่องอื่น บริษัทจะช่วยเธอจัดการโดยธรรมชาติเอง" เจียงจื้อห่าวเอ่ย
จงเจียเหว่ยยิ้มอย่างเย็นชาอีกครั้ง ในสายตาของเธอ สิ่งที่เจียงจื้อห่าวเอ่ยมานั้นคือการคุยโว
เมื่อได้กลิ่นน้ำมันเบนซินจาง ๆ จากห้องน้ำ จงเจียเหว่ยก็รู้สึกโชคดีเล็กน้อย
ถ้าเจียงจื้อห่าวไม่เข้าครัววันนี้ เธอคงจะฆ่าตัวตายจริง ๆ ใช่ไหม? รวมถึงลูกสาวของเธอหลิงหลิง เธอก็หลีกเลี่ยงไม่ได้เช่นกัน เธอจะไม่มีวันทิ้งลูกสาวของเธอให้ติดตามพ่อที่ไม่น่าเชื่อถือเช่นนี้เด็ดขาด
คืนนี้ สำหรับจงเจียเหว่ยและเจียงจื้อห่าว ถูกกำหนดให้นอนไม่หลับ
เมื่อเธอตื่นขึ้นในวันรุ่งขึ้น ฉากแรกที่จงเจียเหว่ยเห็นเมื่อเธอออกจากห้องนอน ก็คือนม ขนมปังปิ้ง และไข่ดาวบนโต๊ะอาหาร
กลิ่นหอมในจมูกของเธอ ทำให้เธอรู้สึกเหมือนอยู่ในความฝัน
เจียงจื้อห่าววางตะเกียบ และเห็นว่าเธอตื่นแล้ว เขาจึงพูดว่า "ไปอาบน้ำก่อนสิ แล้วก็มากินข้าว ฉันจะพาหลิงหลิงไปโรงเรียนอนุบาลวันนี้"
เมื่อได้ยินประโยคนี้ จงเจียเหว่ยรู้สึกรังเกียจอย่างยิ่งในใจของเธอ ทำไมเขาถึงพูดในสิ่งที่เขาทำไม่ได้?
"หย่ากันเถอะ" จงเจียเหว่ยเอ่ยขึ้น
เมื่อคืนเธอคิดอยู่นานว่า การแต่งงานแบบนี้ ไม่ใช่สิ่งที่เธอต้องการ ไม่ว่าจะเป็นกับตนเอง หรือกับลูก มันไม่มีประโยชน์อะไรเลย ดังนั้นจึงควรแยกกันตั้งแต่เนิ่น ๆ
เมื่อได้ยินคำพูดของจงเจียเหว่ย เจียงจื้อห่าวก็ไม่แปลกใจเลย
จงเจียเหว่ยทนได้จนถึงวันนี้ นั่นก็ถือว่าอดทนมากแล้ว
เจียงจื้อห่าวไม่ได้ตั้งใจจะตำหนิใคร เขาแค่พูดว่า "ถ้าฉันไม่สามารถทำตามสัญญาได้ภายในหนึ่งร้อยวัน ฉันจะไม่รั้งเธอ หากเธอต้องการจะไป"
จงเจียเหว่ยจำสิ่งที่เขาพูดเมื่อวานนี้ได้ทันทีว่าเขาต้องการสร้างรายได้หนึ่งล้านในหนึ่งร้อยวัน "ยื้อเวลาไว้มันสนุกนักเหรอ?"
บทที่ 3 แผนการการหาเงิน
"ฉันแค่ต้องการพิสูจน์ตัวเองต่อเธอ แม้ว่าจะมีโอกาสเพียงครั้งเดียวก็ตาม" เจียงจื้อห่าวพูดกับเธอด้วยใบหน้าที่จริงจัง
เมื่อเห็นเธอออกมาจากห้องนอน จงเจียเหว่ยไม่ได้พูดต่อ แม้ว่าเธอต้องการหย่า แต่เธอก็ไม่อยากคุยเรื่องนี้ต่อหน้าลูก
เด็กหญิงตัวเล็ก ๆ ที่ขยี้ตา และเห็นนมและขนมปังปิ้งบนโต๊ะ เธอลืมตาขึ้นในทันที และอุทานด้วยความประหลาดใจ "ว้าว นี่มันขนมปัง!"
เธอวิ่งไปที่โต๊ะอย่างมีความสุข และก่อนที่เธอจะเอื้อมมือออกไป เธอก็ถูกเจียงจื้อห่าวอุ้มขึ้นมา
"แปรงฟันและล้างหน้าก่อนนะ" เจียงจื้อห่าวกล่าว
"ก็ได้... แต่หนูยังไม่ได้กินข้าว หนูไม่มีแรงเดินเลยนะ" หลิงหลิงพูดด้วยปากเล็ก ๆ แสร้งทำเป็นว่าอ่อนแรง
เจียงจื้อห่าวหัวเราะ และพูดว่า "ถ้าอย่างนั้นพ่อจะพาหนูไปเอง"
เมื่อเห็นพ่อและลูกสาวที่กำลังพูดคุยและหัวเราะอยู่ในห้องน้ำ จงเจียเหว่ยทำหน้าบึ้ง และรอให้ทั้งสองคนออกมาหลังจากล้างหน้าล้างตา
หลังจากรับประทานอาหาร เจียงจื้อห่าวได้เริ่มเคลียร์โต๊ะ และออกไปกับจงเจียเหว่ย
จงเจียเหว่ยกำลังไปที่บริษัท ในขณะที่เจียงจื้อห่าวพาหลิงหลิงไปโรงเรียนอนุบาลในบริเวณใกล้เคียง
มีโรงเรียนอนุบาลสองแห่งในบริเวณใกล้เคียง ที่แรกราคาสามพันสองร้อยหยวนต่อภาคการศึกษา และไม่รวมค่าที่พักและค่าอาหาร เมื่อคำนวณรวมกันแล้ว ราคาประมาณหนึ่งพันต่อเดือน
อีกโรงเรียนหนึ่งมีค่าใช้จ่ายหกพันแปดร้อยหยวนต่อภาคการศึกษา ก็ยังไม่รวมค่าที่พักและค่าอาหาร แต่โดยไม่คำนึงถึงสภาพแวดล้อม คุณภาพของคุณครู และแม้แต่ของเล่นต่าง ๆ ก็เห็นได้ชัดว่าดีกว่าเกรดก่อนหน้านี้มากกว่าหนึ่งเกรด
เจียงจื้อห่าวพาหลิงหลิงไปที่โรงเรียนแห่งที่สองโดยไม่ต้องคิด และเมื่อเข้าไปในโรงเรียนอนุบาล ดวงตาของ หลิงหลิงก็เปล่งประกาย เมื่อเห็นเด็ก ๆ เล่นเกมภายใต้การแนะนำของครู หน้าของเธอก็เต็มไปด้วยความเร่งรีบ
เจียงจื้อห่าวพบอาจารย์ใหญ่ และขอเข้าเรียนชั้นเรียนทดลอง
ทางโรงเรียนอนุญาตให้เรียนชั้นเรียนทดลองได้ แต่ผู้ปกครองส่วนใหญ่ไม่สนใจเรื่องนี้หากสามารถจ่ายเงินได้ เดินทางมารับมาส่งสะดวก โดยทั่วไปแล้วก็จะส่งลูกมาเรียนที่นี่เลยทันที
อาจารย์ใหญ่ไม่ได้คิดมาก และตกลงทันที
"ไปเล่นกับเพื่อน ๆ นะ พ่อจะมารับหนูหลังเลิกเรียน" เจียงจื้อห่าวกล่าว
"อื้ม!" หลิงหลิงส่งเสียงขึ้นจมูก เธอไม่รู้สึกตื่นตระหนกที่ถูกพรากจากพ่อแม่เพียงชั่วครู่ เธอมองไปที่เด็ก ๆ และของเล่นรอบ ๆ และเธอตื่นเต้นมาก
เมื่อเห็นหลิงหลิงเดินไปหาเด็ก ๆ ภายใต้การนำของอาจารย์ เจียงจื้อห่าวก็สูดหายใจเข้าลึก ๆ แล้วหันหลังเดินจากไป
เขาได้สัญญากับจงเจียเหว่ยว่าเขาจะหาเงินหนึ่งล้านภายในหนึ่งร้อยวัน
นี่ไม่ใช่การโอ้อวด แต่เป็นเป้าหมายเล็ก ๆ ที่เจียงจื้อห่าวตั้งไว้สำหรับตัวเขาเอง
เขาใช้ชีวิตมาทั้งชีวิต และเขาจำทุกอย่างเกี่ยวกับหกสิบปีถัดไปได้อย่างชัดเจน
แนวโน้มในอนาคตคืออะไร อุตสาหกรรมใดที่ทำกำไรได้มากที่สุด วิธีใดที่จะเดินโดยไม่ล้ม ทุกอย่างสามารถช่วยเจียงจื้อห่าวได้
นอกจากนี้เจียงจื้อห่าวไม่ใช่คนโง่ ก่อนที่เขาจะเกิดใหม่ เขาเป็นนักธุรกิจที่ประสบความสำเร็จ และการทำเงินของเขาก็ไม่ใช้สิ่งที่แปลกใหม่
แม้ว่าเงินจะไม่ใช่ทุกอย่าง และไม่ใช่กุญแจในการแก้ปัญหาทั้งหมด แต่ถ้าไม่มีเงิน ทุกเรื่องก็จะเป็นไปไม่ได้อย่างแน่นอน
เหมือนกับตอนนี้ ชั้นเรียนทดลองมีเพียงสองวันเท่านั้น และภายในสองวัน เขาต้องรวบรวมเงินค่าเล่าเรียนระดับอนุบาลของหลิงหลิงให้ได้
หกพันแปดร้อยหยวน นี่ไม่ใช่เงินจำนวนเล็กน้อย อย่างน้อยสำหรับคนที่มีเงินต้นเพียงเจ็ดสิบหยวน ถือว่ายากมาก
ตอนที่เขาได้รับเงินเมื่อวานนี้ เจียงจื้อห่าวมีความคิดอยู่แล้ว
หากจำไม่ผิด ดิสนีย์แลนด์จะเป็นเจ้าภาพในการนั่งรถทั่วเมืองในเย็นนี้
สิ่งที่เจียงจื้อห่าวต้องการทำคือ การใช้ประโยชน์จากความสนุกนี้ เพื่อสร้างโชคลาภ
เขาไปตลาดค้าส่ง และซื้อลูกโป่งเรืองแสงจำนวนสี่สิบลูกกับมิกกี้เมาส์ โดนัลด์ดั๊ก สโนว์ไวท์ และลวดลายอื่น ๆ ด้วยเงินเพียงเจ็ดสิบหยวน
ลูกโป่งชนิดนี้ห่อด้วยลูกปัดโคมไฟขนาดเล็ก ซึ่งมีความมันวาว และดึงดูดความสนใจของเด็กได้ง่าย แม้ว่าราคาขายส่งจะใกล้สองหยวนต่อหนึ่งชิ้น แต่ทว่าเจียงจื้อห่าวก็มั่นใจว่าจะขายได้มากกว่าสิบเท่าของราคา
เพราะก่อนหน้านี้ในความทรงจำของเขาก่อนจะถูกไฟไหม้ เขาไปเที่ยวกับกลุ่มเพื่อนที่ถนน และพ่อค้ารายย่อยจำนวนมากก็มาขายของที่เกี่ยวข้องกับดิสนีย์
ลูกโป่งแบบนี้ขายได้ยี่สิบหยวน และมันขาดตลาด! เด็ก ๆ ที่วิ่งถือลูกโป่งแบบนี้สามารถเห็นได้ทั่วถนน พ่อค้าแม่ค้าที่เตรียมตัวมาอย่างดีหลายคน สามารถหาเงินได้หลายพันหยวนในคืนเดียว!
น่าเสียดายที่เจียงจื้อห่าวไม่มีเงินอยู่ในมือมากนัก และเขาก็จะไม่ขอยืมเงินจากคนอื่นเช่นกัน และงานนี้จัดเพียง สองวันเท่านั้น ผ่านหมู่บ้านนี้ไป ก็จะไม่มีร้านแบบนั้นแล้ว
หลังจากซื้อลูกโป่งแล้ว เจียงจื้อห่าวก็ใช้เวลาสองสามชั่วโมงในการสูบลม และมัดมัน
จงเจียเหว่ยไม่ได้กลับมาตอนเที่ยง และบริษัทก็มักจะทำงานล่วงเวลา ซึ่งก็ไม่ใช่เรื่องแปลก
จนถึงตอนเย็น เจียงจื้อห่าวไปรับหลิงหลิงจากโรงเรียน แล้วพาเธอไปที่งานแฟร์นั้น
งานดิสนีย์แฟร์เป็นการทัวร์รอบเมือง และจุดหมายปลายทางสุดท้ายคือที่จัตุรัสประชาชน
ผู้คนมากมายมารวมตัวกันที่นั่น และคุณสามารถเห็นประติมากรรมและตุ๊กตาทุกประเภทในดิสนีย์แลนด์จากระยะไกล
ตาโตของหลิงหลิงมองไปรอบ ๆ ดวงตาของเธอเต็มไปด้วยความแปลกใหม่ ในขณะที่เจียงจื้อห่าวคว้าลูกโป่งและขายมันไประหว่างทาง
เขาทำงานหลายอย่าง ทั้งล้างจาน แจกใบปลิว การขายเป็นอาชีพหลัก และทำได้ดี
เด็กหญิงตัวน้อยก็ตื่นเต้นมากที่ได้ช่วยเขาขายลูกโป่ง เท่าที่จำได้ ลูกโป่งเรืองแสงราคาลูกละยี่สิบหยวน พวกเขาขายได้ราบรื่นมาก ระหว่างทาง เดินไปได้เพียงครึ่งทางเท่านั้นก็ถูกเด็ก ๆ ซื้อไปจนหมดเกลี้ยงแล้ว
ราคาต้นทุนเจ็ดสิบหยวน ถูกแลกเป็นแปดร้อยหยวน ซึ่งมากกว่ากำไร 11 เท่า! ไม่น่าแปลกใจที่ผู้คนมักพูดว่า ผู้หญิงและเด็กทำเงินได้ดีที่สุด
เนื่องจากข้อจำกัดด้านเงินทุน ตนเองจึงทำเพิ่มไม่ได้ แต่ก็ยังมีโอกาสในวันพรุ่งนี้ หากทุกอย่างเป็นไปด้วยดี รายได้แปดพันถึงหนึ่งหมื่นหยวนจะไม่เป็นปัญหา และการช่วยจงเจียเหว่ยจ่ายค่าปรับของบริษัทก็ใกล้จะสำเร็จแล้ว
แม้ว่าเขาต้องการพาหลิงหลิงไปเที่ยวเล่นสักหน่อย แต่เมื่อพิจารณาว่าเด็กหญิงตัวเล็ก ๆ ยังไม่ได้กินข้าว เจียงจื้อห่าวจึงต้องพาเด็กหญิงตัวน้อยที่ไม่เต็มใจกลับบ้านเพื่อไปเพิ่มพลังให้ท้องของเธอก่อน
ระหว่างทางกลับ เขาแวะที่ซูเปอร์มาร์เก็ตเพื่อซื้ออาหาร
เมื่อจงจงเจียเหว่ยกลับมา หลิงหลิงกำลังเทซุปไข่คนกับมะเขือเทศลงบนข้าว
ด้วยวิธีนี้จึงสามารถผสมกลิ่นหอมของข้าวและผักเข้าด้วยกัน ซึ่งจะเพิ่มความอร่อย และน่ารับประทานมากขึ้น
เมื่อเห็นการกลับมาของจงเจียเหว่ย หลิงหลิงก็โบกมือให้เธออย่างมีความสุขทันที "แม่คะ มากินข้าวเร็ว พ่อทำเอง อร่อยมากเลยนะ!"
เมื่อมองไปที่จานบนโต๊ะ ดวงตาของจงเจียเหว่ยก็เต็มไปด้วยความสงสัย
เจียงจื้อห่าวต้องการเดินไปเพื่อช่วยเธอถือกระเป๋า แต่จงเจียเหว่ยก้าวถอยหลังโดยไม่รู้ตัวเพื่อหลีกเลี่ยงมัน ทำให้มือของเขาหยุดกลางอากาศอย่างเชื่องช้า
เจียงจื้อห่าวยิ้มเล็กน้อย และเอ่ยว่า "ล้างมือแล้วมากินข้าวนะ"
จงเจียเหว่ยเดินช้า ๆ ไปที่โต๊ะอาหาร และมองดูจานสองจาน
ตั้งแต่เกิดเพลิงไหม้ครั้งใหญ่ เจียงจื้อห่าวเกลียดตัวเองมาก และหาที่เรียนทำอาหารโดยเฉพาะ
ดังนั้นเขาจึงเมื่อเห็นไข่ผัดมะเขือเทศและมันฝรั่งเส้นผัดแบบธรรมดา เขาก็สามารถทำให้มันมีรูปรสกลิ่นได้ยอดเยี่ยมทุกด้าน จนทำให้คนมีความอยากอาหารตั้งแต่มองเห็น
"มันมาจากไหน?" จงเจียเหว่ยเอ่ยถาม
"ฉันทำเอง" เจียงจื้อห่าวเอ่ย เขาชี้ไปที่หลิงหลิงอีกครั้ง และกล่าวว่า "ลูกสาวของฉันสามารถเป็นพยานได้"
หลิงหลิงพยักหน้าอย่างจริงจังในทันที ยกมือขึ้นแล้วพูดว่า "หนูเป็นพยานให้พ่อของหนูได้ นี่คือสิ่งที่พ่อผัดจริง ๆ และวันนี้พ่อพาหนูไปโรงเรียนอนุบาลจริงด้วย! แล้วก็ อีกอย่าง วันนี้พวกเราไปงานของสวนสนุกมาค่ะ พ่อขายลูกโป่งได้เงินมาเยอะมาก ๆ เลย อีกไม่นานก็น่าจะช่วยแม่คืนเงินได้แล้ว!"
จงเจียเหว่ยมองไปที่หลิงหลิง จากนั้นมองไปที่จานบนโต๊ะอาหาร และในที่สุดก็พูดกับหลิงหลิงด้วยใบหน้าที่เย็นชา "ใครสอนให้หนูโกหก?"
บทที่ 4 ค่าปรับหนึ่งแสนห้าหมื่น
ไม่ต้องพูดถึงคำให้การของหลิงหลิง แม้ว่าต่อให้พระเจ้าจะเสด็จลงมา จงเจียเหว่ยก็ไม่เชื่อว่าสามีของเธอเปลี่ยนไปได้ดีมาก คนที่มักจะไม่เก็บขวดซีอิ๊วแม้ว่ามันจะล้มลง แต่จะลุกขึ้นมาทำอาหารด้วยตัวเองเนี่ยนะ? สำหรับการขายลูกโป่งที่งานสวนสนุกเพื่อสร้างรายได้ จงเจียเหว่ยไม่เชื่อแม้แต่คำเดียว
หลิงหลิงตกตะลึงครู่หนึ่ง แล้วพูดว่า "หนูไม่ได้โกหกนะ นี่คือเรื่องจริง..."
จงเจียเหว่ยเดินมาโดยไม่พูดอะไร เธอคว้าหลิงหลิง แล้วตบตูดเธอสองครั้ง พร้อมพูดอย่างโกรธเคืองว่า "แม่เคยบอกหนูว่ายังไง? ไม่ว่าจะเรื่องอะไรก็ห้ามโกหก ถ้าโกหก โกหกจะต้องโดนตีนะ!"
หลิงหลิงถูกตีไม่หยุด เธอทั้งสั่นเทาและน้อยใจ แล้วร้องออกมาว่า "แม่คะ หนูไม่ได้โกหก หนูไม่ได้โกหกนะ..."
"ยังจะไม่ยอมรับอีก!" จงเจียเหว่ยยิ่งโกรธมากขึ้น
มือที่ยกขึ้นของเธอ ก่อนที่เธอจะได้ฟาดลงไปอีกครั้ง ก็ถูกจับโดยเจียงจื้อห่าว
"เรื่องนี้ไม่เกี่ยวกับเธอ" เจียงจื้อห่าวกล่าว "ถ้าเธอไม่เชื่อฉัน เธอตีฉันสิ"
"นายคิดว่าฉันไม่กล้าเหรอ!" จงเจียเหว่ยโกรธมากจนตบหน้าเจียงจื้อห่าวโดยตรง และน้ำตาที่เธอกลั้นไว้ตั้งแต่เมื่อวานจนปัจจุบันก็ไหลลงมา เธอชี้ไปที่เจียงจื้อห่าว และดุอย่างบ้าคลั่ง "นายจะทรมานฉันแบบไหนก็ได้ แต่ทำไมนายถึงต้องพาลูกทำเรื่องเลว ๆ ด้วย! ปกติเธอไม่ใช่เด็กที่โกหก แค่ให้นายพาเธอไปแค่ครึ่งวัน เธอจะเลียนแบบนายได้แล้ว! นายคิดจะทำอะไรกันแน่ นายต้องการที่จะบังคับพวกเราสองคนแม่ลูกจนตายถึงจะพอใจใช่มั้ย!"
ความโกรธของจงเจียเหว่ยทำให้เจียงจื้อห่าวเงียบมากขึ้น เขารู้ว่าความรู้สึกแย่ ๆ ที่ทิ้งไว้ในอดีตนั้นลึกล้ำจนไม่ว่าเขาจะทำอะไร จงเจียเหว่ยก็ไม่เชื่อเขาอีกต่อไป แม้แต่หลิงหลิงก็ประสบภัยพิบัติด้วยเหตุนี้
"ฉันขอโทษ" เจียงจื้อห่าวกล่าว
"อย่าพูดว่าขอโทษกับฉันอีก! ฉันไม่อยากได้ยินมัน มันน่าขยะแขยง!" จงเจียเหว่ยปิดหน้าของเธอ รีบเข้าไปในห้องนอน และปิดประตูอย่างแรง
ภรรยากำลังร้องไห้อยู่ในบ้าน ลูกสาวกำลังร้องไห้อยู่ข้างนอก และบรรยากาศที่บ้าน ทำให้เจียงจื้อห่าวตระหนักว่าการเปลี่ยนแปลงสิ่งเหล่านี้ มันยากกว่าที่เขาคิดไว้มาก
เขาถอนหายใจ และเดินไปจับหลิงหลิงไว้ในอ้อมแขนของเขา
เด็กหญิงตัวน้อยเสียใจอย่างยิ่ง จึงกอดคอเขาโดยไม่ปล่อย "แม่บอกว่าหนูโกหก หลิงหลิงไม่ได้โกหกเลย..."
"พ่อรู้" เจียงจื้อห่าวตบหลังเธอเบา ๆ และปลอบโยนเธอ "แม่แค่เหนื่อยและต้องการเวลาพักผ่อน หลังจากที่เธอพักผ่อนแล้ว เธอก็จะสบายดี"
เช้าวันรุ่งขึ้น อาหารเช้ายังถูกทำอยู่ แต่จงเจียเหว่ยเหลือบมองเพียงแค่เท่านั้น แล้วก็จากไป
สำหรับสงครามเย็นระหว่างสามีและภรรยาแล้ว เจียงจื้อห่าวได้เตรียมพร้อมไว้นานแล้ว
หลังอาหารเย็น เจียงจื้อห่าวก็พาหลิงหลิงไปโรงเรียนอนุบาล แล้วไปที่ตลาดค้าส่งเพื่อสั่งลูกโป่งจำนวนหนึ่ง
หลังจากนั้น เขาไปที่ตลาดอาหารทะเล และพบเจ้าของร้านแผงลอยคนหนึ่งที่ขายกุ้งล็อบสเตอร์จากบอสตัน และบอกเขาว่าเขาต้องการล็อบสเตอร์จากบอสตันจำนวนมาก และขอให้เจ้าของแผงลอยรวบรวมพวกมันไว้ แล้วเขามารับสินค้าในวันพรุ่งนี้
เจ้าของร้านดีใจมาก ล็อบสเตอร์จากบอสตันเป็นวัตถุดิบระดับไฮเอนด์ แต่ไม่ดีเท่ากั้ง ราคาก็แพงเกินไป ไม่เป็นเป้าหมายหลักของชนชั้นแรงงาน
เป็นเรื่องที่ดีสำหรับผู้ขายเช่นพวกเขา มีคนที่เต็มใจจะกินล็อบสเตอร์จากบอสตันทั้งตลาดในคราวเดียว
เหตุผลที่เหมาล็อบสเตอร์จากบอสตันในตลาดอาหารทะเลทั้งหมด เพียงเพราะเจียงจื้อห่าวจำรายงานข่าวได้อย่างชัดเจนเมื่อสองวันก่อนว่า โรงแรมอวี่เย่ในเมืองมีล็อบสเตอร์จากบอสตันตายทั้งหมดเนื่องจากความผิดพลาดของพนักงานในครัว พรุ่งนี้มีงานแต่งงานที่หรูหรา และล็อบสเตอร์จากบอสตันก็เป็นหนึ่งในอาหารหลัก
ความเสียหายของชื่อเสียงของโรงแรมอวี่เย่ไม่ดีแน่ เมื่อผู้จัดการทั่วไปตัดสินใจส่งคนไปตลาดอาหารทะเลเพื่อซื้อล็อบสเตอร์อีกครั้งและเขาเพิ่งรู้ว่า เมื่อชั่วโมงที่แล้ว โรงแรมอื่นซื้อวัตถุดิบนี้ไปแล้วส่วนหนึ่ง ซึ่งทำให้พวกเขาไม่สามารถเติมมันได้ในปริมาณที่เพียงพอ
ผู้รับผิดชอบงานจัดเลี้ยงงานแต่งงาน มีภูมิหลังมากมาย เพราะเหตุนี้เขาจึงโกรธจัด และโรงแรมอวี่เย่กำลังอยู่ในความโกลาหล
สิ่งที่เจียงจื้อห่าวต้องทำตอนนี้คือ การวางแผนล่วงหน้า เก็บล็อบสเตอร์จากบอสตันไว้ และขายให้กับโรงแรมอวี่เย่ในวันพรุ่งนี้
ในตอนเย็น เจียงจื้อห่าวพาหลิงหลิงไปงานดิสนีย์แฟร์เหมือนเมื่อวาน
คราวนี้เขาเตรียมอาหารให้หลิงหลิงไว้ล่วงหน้า และเด็กหญิงตัวเล็ก ๆ ก็กินและดูงานรอบ ๆ เธอช่วยขายลูกโป่งเป็นระยะ ๆ และเธอก็ไม่เคยเบื่อเลย
มีลูกโป่งมากกว่าเมื่อวานเกือบ 10 เท่า และความเร็วของการขายวันนี้ก็ไม่ช้าเกินไป ประมาณสามทุ่ม ของหมดเกลี้ยงแล้ว
เขาหาเงินเพิ่มได้อีกเก้าพันหยวนในกระเป๋าของเขา ทำให้เจียงจื้อห่าวรู้สึกสบายใจขึ้น อย่างน้อยก็พิสูจน์ได้ว่า การทำนายอนาคตของเขาถูกต้อง
เมื่อเวลาล่วงเลยมาถึงสี่ทุ่ม เจียงจื้อห่าวก็พาหลิงหลิงกลับบ้าน
ทันทีที่เข้าไปในประตู เขาเห็นจงเจียเหว่ยนั่งอยู่ที่นั่นด้วยใบหน้ามืดมน เมื่อพ่อและลูกสาวกลับมา เธอยืนขึ้น และดุเจียงจื้อห่าวว่า "นายกำลังพยายามทำบ้าอะไร! นายพาเธอไปไหนมา!"
"พ่อพาหนูไปขายลูกโป่ง..." หลิงหลิงปกป้องพ่อของเธออย่างอ่อนแรง "เราทำเงินได้เยอะเลยนะ"
"โกหกอีกแล้วนะ!" จงเจียเหว่ยจ้องเขม็งไปที่ลูกสาว ซึ่งทำให้เธอตกใจจนรีบปิดก้นของเธอ
"เธอไม่ได้โกหก เราไปขายลูกโป่งมา นี่คือเงินที่เราทำได้ในคืนนี้" เจียงจื้อห่าวกล่าว โดยแสดงเงินสดในกระเป๋าให้จงเจียเหว่ย พร้อมกับ WeChat และ Alipay ในโทรศัพท์มือถือของเขา
มีเงินสดไม่มากนัก มันมีน้อยกว่าสองร้อยหยวน และคนส่วนใหญ่จ่ายผ่านทางอิเล็กทรอนิกส์
เดิมทีจงเจียเหว่ยมีอารมณ์ไม่ดีผิดปกติในวันนี้ และเธอรออยู่ที่บ้านเพื่อรอลูกสาวจนถึงสี่ทุ่ม แต่เมื่อดูรายได้รวม แปดพันเก้าร้อยหยวนในบัญชี เธอก็ตกตะลึง
สำหรับครอบครัวนี้ รายได้เกือบหนึ่งหมื่นหยวน เป็นความสุขที่ยิ่งใหญ่อยู่แล้ว
คงไม่น่าแปลกใจ ถ้าจงเจียเหว่ยชนะโบนัสด้วยตัวเธอเอง แต่เธอไม่อยากเชื่อเลย ว่าสามีของเธอทำเงินได้มากมายจากการขายลูกโป่ง
"นายทำอะไรกันแน่? ทำไมนายถึงพาลูกไปด้วย นายโกหกคนอื่นรึเปล่า!" จงเจียเหว่ยถามอย่างโกรธจัด
เจียงจื้อห่าวยิ้มอย่างขมขื่น การพาลูกสาวไปที่นั่น เพราะไม่มีใครอยู่ที่บ้านเพื่อเลี้ยงลูกต่างหาก เขาคิดจะใช้เธอเพื่อหลอกลวงผู้คนได้อย่างไร
"ไม่ว่าเธอจะเชื่อหรือไม่ หรือสิ่งที่เธอคิดว่าฉันทำอะไรไป ยังไงซะพรุ่งนี้ฉันก็สามารถหาเงินได้เพียงพอที่จะช่วยเธอจ่ายค่าปรับของบริษัทได้ นอกจากนี้ เงินของหลิงหลิงเพื่อไปโรงเรียนอนุบาล ก็เกือบจะเพียงพอแล้ว" เจียงจื้อห่าวกล่าว
เมื่อพูดถึงค่าปรับ อารมณ์ของจงเจียเหว่ยก็อ่อนแรงลงทันที เธอนั่งลงบนโซฟาด้วยใบหน้าที่หนักหน่วง และปิดหน้าของเธอด้วยความเหนื่อยล้า สักพัก น้ำตาก็ไหลลงมาตามนิ้วของเธอ
เจียงจื้อห่าวเป็นกังวลมาก และถามอย่างรวดเร็วว่า "เกิดอะไรขึ้น? บริษัทเร่งเธอเหรอ? ถ้าไม่ได้จริง ๆ เธอเอาเงินไปก่อนเลย คืนได้เท่าไหร่ก็คืนไปก่อน ถ้ายังไม่พอค่อยคิดหาวิธีใหม่นะ"
"นายจะคิดหาวิธี? นายทำอะไรได้บ้าง?" จงเจียเหว่ยก็ปล่อยมือทันที เธอร้องไห้ไปด้วย และตะโกนใส่หน้าเจียงจื้อห่าวอย่างบ้าคลั่งไปด้วย "แม้ว่านายจะไปปล้นธนาคาร ในหนึ่งวันนายสามารถหาได้หนึ่งแสนห้าหมื่นหยวนมั้ย! ไม่งั้นก็ไม่ต้องมาคุยกับฉันแล้ว ฉันไม่อยากฟัง!"
เจียงจื้อห่าวตะลึง หนึ่งแสนห้าหมื่น? ไม่ใช่หนึ่งหมื่นเหรอ?
👇👇👇
ชื่อหนังสือ" จุติหวนคืน : เป็นวีรบุรุษดีเลิศ "ดาวน์โหลดเดี๋ยวนี้ #ReadMe อ่านฉบับเต็มของหนังสือเล่มนี้!
---------------------
บทที่ 1 ฉันกลับมาแล้ว
ยืนอยู่ใต้ชายคาที่ทรุดโทรม โดยมีดวงอาทิตย์ตกอยู่ข้างหลังเขา และเงาที่พลิ้วไหวไปทั่วร่างกายของเขา เจียงจื้อห่าวรู้สึกราวกับว่าเขากำลังฝันไป
ในความฝันเขาใช้ชีวิตมาทั้งชีวิต และได้รับการวินิจฉัยตอนอายุแปดสิบปีว่าเป็นมะเร็งกระเพาะอาหารขั้นรุนแรง
เมื่อเขาเสียชีวิต เขาเห็นตัวเองอยู่บนเตียงในโรงพยาบาล เห็นลูกชายและลูกสาวของเขาร้องไห้ แล้วเวลาก็ลดลงเรื่อย ๆ จนกระทั่งเขามายืนอยู่หน้าประตูนี้อีกครั้ง
เจียงจื้อห่าวมั่นใจมากว่า นี่ไม่ใช่ความฝัน เพราะความฝันจะไม่ทำให้เขาจำมันได้ชัดเจนนัก ทว่าทุกสิ่งที่เกิดขึ้นทุกนาทีและทุกวินาที ตนเองสามารถจำมันได้อย่างแม่นยำ
เขาแน่ใจว่า ตนเองได้เกิดใหม่แล้ว
ดวงตาของเขาค่อย ๆ เคลื่อนไปที่ประตู เจียงจื้อห่าวตัวสั่นเล็กน้อย และบิดกุญแจ
ประตูเก่าส่งเสียงเสียดสีแรง ๆ และประตูก็เปิดออก คนแรกที่เห็นคือ ลูกสาวที่ชื่อหลิงหลิงซึ่งนั่งอยู่บนพื้นและเล่นกับรถไฟพลาสติกที่ส่วนใหญ่ชำรุดไปแล้ว
หลิงหลิงเพิ่งจะอายุได้สี่ขวบในปีนี้ เธอตัวเล็ก และผอมกว่าเพื่อนมาก
เจียงจื้อห่าวน้ำตาไหลริน เมื่อเห็นลูกสาวของเขา
เขาไม่เคยคิดว่าวันหนึ่ง เขาจะได้พบลูกสาวของเขาอีกครั้ง
ไฟไหม้เมื่อหลายสิบปีก่อน ได้ฆ่าภรรยาและลูกสาวของเขา นี่เป็นสิ่งที่เจ็บปวดที่สุดในชีวิตของเขา ไม่ว่าอนาคตจะโกรธเกรี้ยวมากแค่ไหน หาเงินได้เท่าไหร่ ก็ไม่สามารถชดเชยความเจ็บปวดในใจได้ทั้งนั้น
"พ่อคะ!"
เมื่อเห็นการกลับมาของเจียงจื้อห่าว หลิงหลิงก็ลุกขึ้นจากพื้นทันที และกอดต้นขาของเขาอย่างมีความสุข "พ่อกลับมาแล้ว!"
เจียงจื้อห่าวมองเห็นร่างผอมบางของเธออย่างชัดเจน และเห็นเสื้อผ้าเก่า ๆ ของเธอที่ไม่รู้ว่าได้มาจากบ้านไหน
ใบหน้าเล็ก ๆ ที่ควรจะเป็นสีดอกกุหลาบนั้นซีดเผือด เรียกให้ไพเราะหน่อยก็คือ ผิวขาว พูดอย่างไม่สุภาพ ก็คงจะเป็น ความอดอยากและภาวะทุพโภชนาการ
เจียงจื้อห่าวนั่งลง และกอดเด็กหญิงตัวเล็ก ๆ ไว้ในอ้อมแขนของเขาอย่างแนบแน่น
น้ำตาจะไหลริน ชายผู้สร้างปาฏิหาริย์ทางธุรกิจทุกประเภทในอนาคตกอดลูกสาวของตนเอง และพึมพำว่า "พ่อขอโทษ พ่อขอโทษนะ..."
หลิงหลิงจะรู้ได้อย่างไรว่าพ่อของเธอผ่านชีวิตที่สมบูรณ์มาทั้งชีวิตแล้ว เธอยื่นมือออกมา แล้วตบหลังเจียงจื้อห่าวเบา ๆ และเสียงที่ไร้เดียงสาก็ดังขึ้นในบ้าน "พ่อคะ อย่าร้องไห้เลยนะ หลิงหลิงรักพ่อนะคะ"
เมื่อได้ยินเสียงของเธอ น้ำตาของเจียงจื้อห่าวก็ไหลเร็วขึ้น
"พ่อคะ หนูไม่อยากไปโรงเรียน พ่อไม่ทะเลาะกับแม่ได้มั้ยคะ?" หลิงหลิงเอ่ยขึ้นขณะจับหัวของเจียงจื้อห่าว
คำพูดของเด็กไม่มีอ้อมค้อม แต่เจียงจื้อห่าวกลับจำประโยคนี้ได้อย่างรวดเร็วและเขาจะจำมันไปตลอดชีวิต
ตอนนั้นตนเองเที่ยวทั้งวัน ติดเหล้าและเล่นการพนัน เมื่อถังแตกแล้วก็ไปเอาเงินที่ภรรยา หากไม่มีเงินให้ก็จะทุบทำลายข้าวของ
วันก่อนเกิดไฟไหม้ ภรรยาของเขาเจียงจื้อห่าวต้องการให้ลูก ๆ ของพวกเขาไปโรงเรียนอนุบาล แต่เจียงจื้อห่าวรู้สึกว่าการไปโรงเรียนอนุบาลเป็นการเสียเงิน ตอนเด็ก ๆ เขาก็ไม่ได้ไปโรงเรียนอนุบาลเหมือนกัน เขาก็ไม่ได้ใช้ชีวิตอยู่มาจนถึงทุกวันนี้หรอกเหรอ?
ด้วยเหตุนี้ ทั้งคู่จึงทะเลาะกันอีกครั้ง
แม้ว่าหลิงหลิงจะอายุเพียงสี่ขวบ แต่เธอก็ฉลาดกว่าเด็กในวัยเดียวกันมาก
เธอเคยอิจฉาเด็กคนอื่น ๆ ที่สามารถไปโรงเรียนอนุบาลได้เสมอ แต่เธอก็รู้ด้วยว่า พ่อแม่ของเธอทะเลาะกันเพราะการเรียนของเธอ
ดังนั้นเธอจึงระงับความปรารถนาเล็ก ๆ น้อย ๆ ในใจของเธอไว้เพียงเท่านี้
เป็นเรื่องยาก สำหรับเด็กวัยสี่ขวบที่จะทำเช่นนี้
เมื่อได้ยินเสียงเด็กอันอบอุ่นของลูกสาว เจียงจื้อห่าวก็ปาดน้ำตาออกจากใบหน้า เขาอุ้มลูกสาวขึ้นมาแล้วพูดว่า "พ่อจะทำงานอย่างหนักเพื่อหาเงิน พรุ่งนี้พ่อจะส่งหนูไปโรงเรียนอนุบาล โอเคมั้ย?"
"จริงเหรอ?" หลิงหลิงตาเป็นประกาย และดูเหมือนเธอจะจำอะไรบางอย่างได้ และพูดด้วยใบหน้าย่น "แต่... เราไม่มีเงิน และหนูไม่ต้องการให้พ่อกับแม่ทะเลาะกัน"
"ไม่ต้องห่วง พ่อกับแม่จะไม่ทะเลาะกันอีกแล้วล่ะ" เจียงจื้อห่าวพูดอย่างจริงจัง
หลิงหลิงเอียงศีรษะมองเขา หลังจากนั้นไม่กี่วินาที เธอก็จูบหน้าเขาอย่างแรง และพูดด้วยรอยยิ้มว่า "ถ้าอย่างนั้นพ่อต้องเป็นเด็กดีนะ!"
ในเวลานี้ ประตูได้ถูกเปิดออก เจียงจื้อห่าวหันกลับมา และร่างกายของเขาก็สั่นสะท้าน เมื่อเห็นคนกำลังเข้ามา
ผู้ที่ยืนอยู่ที่ประตูเป็นผู้หญิงคนหนึ่ง ผมยาวคลุมหัวไหล่ และสวมสูทแบบมืออาชีพ ซึ่งทำให้เธอดูมีออร่ามาก รูปลักษณ์และรูปร่างจัดอยู่ในหมวดหมู่ที่ดีมาก โดยเฉพาะอย่างยิ่งดวงตาคู่หนึ่งและสันจมูกทรงสูง ซึ่งทำให้ใบหน้าดูมีมิติมากขึ้น
แค่การแสดงออกของเธอ ดูเย็นชาอย่างเห็นได้ชัด ซึ่งทำให้ความงามเสียไปเล็กน้อย
ผู้หญิงคนนี้คือจงเจียเหว่ย ภรรยาของเจียงจื้อห่าว ซึ่งเป็นฆาตกรที่จุดไฟเผาบ้านด้วย
แต่เจียงจื้อห่าวไม่เคยไม่พอใจจงเจียเหว่ยเลย เพราะจงเจียเหว่ยก็เสียชีวิตในกองไฟเช่นกัน
ศพที่ไหม้เกรียมของแม่และลูกสาวกอดกัน ซึ่งเป็นความทรงจำที่ยากจะลืมเลือน และเป็นความเจ็บปวดที่สุดในชีวิตของเขา
เจียงจื้อห่าวมักคิดว่า เธอจะเกลียดตัวเองมากแค่ไหน และสิ้นหวังแค่ไหนที่จะเลือกจบชีวิตด้วยวิธีนี้
จงเจียเหว่ยกำลังถือกระเป๋าอยู่ในมือของเธอ และมีกลิ่นที่หอมอบอวลอยู่ในนั้น
เจียงจื้อห่าวรู้ว่า มีเป็ดย่างที่ลูกสาวของเขาใฝ่ฝันอยากกินมาตลอด
เป็ดย่างแปดสิบแปดหยวนต่อหนึ่งตัว ลูกสาวเพิ่งเคยกินแค่ครั้งนี้ครั้งเดียว
ในกระเป๋าของจงเจียเหว่ย มีไฟแช็กที่เธอเพิ่งซื้อมา เธอเตรียมน้ำมันเบนซินไว้ตั้งแต่ตอนเที่ยงแล้ว และวางไว้ในตู้ที่ห้องครัว
หลิงหลิงได้กลิ่นหอมฉุย และออกมาจากอ้อมกอดของเจียงจื้อห่าว แล้วกระโดดลงไป เธอวิ่งไปหาจงเจียเหว่ยอย่างมีความสุข ดึงถุงพลาสติกออกแล้วถามว่า "แม่คะ มันคืออะไร? มันคืออะไร?"
"เป็ดย่างไงจ๊ะ หนูไม่ได้อยากกินมันเหรอ?" จงเจียเหว่ยแสดงรอยยิ้มที่มีให้เฉพาะลูกสาวของเธอเท่านั้น แต่รอยยิ้มนี้ค่อนข้างไม่เต็มใจ
"พ่อคะ เป็ดย่าง!" หลิงหลิงตะโกนกลับอย่างมีความสุข
เจียงจื้อห่าวเดินไปช้า ๆ ยืนอยู่ข้างหน้าจงเจียเหว่ย และมองดูภรรยาที่ยังมีชีวิตอยู่ของเขาอีกครั้ง แรงกระตุ้นของเขาทำให้เขาอยากจะเอื้อมออกไปและกอดจงเจียเหว่ย และอยากบอกเธอว่าเขาคิดถึงเธอมากแค่ไหน
แต่ความรังเกียจที่เห็นได้ชัดสำหรับเขาในสายตาของจงเจียเหว่ย ทำให้เจียงจื้อห่าวรู้สึกขมขื่น
ก่อนหน้านี้เมื่อนานมาแล้ว ทั้งสองแยกห้องนอนกัน เจียงจื้อห่าวกลับมาและเมาทุกวัน ทั้งตัวเขาเต็มไปด้วยแอลกอฮอล์ และชอบดื่มเหล้าจนเป็นบ้า และจงเจียเหว่ยไม่ต้องการให้เขาส่งเสียงดังรบกวนลูก
หลิงหลิงหยิบเป็ดย่าง แล้วพูดด้วยรอยยิ้มว่า "ลำบากแม่แย่เลย"
ความน่ารักและไหวพริบของลูกสาว ทำให้จงเจียเหว่ยรู้สึกอบอุ่นในใจ และในขณะเดียวกันก็คิดถึงสิ่งที่เธอกำลังจะทำ มันทำให้เธอก็รู้สึกเศร้าใจอย่างมากในใจ
เมื่อเธอวางเป็ดย่างลงบนโต๊ะ หลิงหลิงนึกอะไรบางอย่างขึ้นได้ เธอหันไปมองจงเจียเหว่ย และพูดว่า "แม่คะ พ่อบอกว่าพรุ่งนี้พ่อจะส่งหนูไปโรงเรียนอนุบาล!"
จงเจียเหว่ยเหลือบมองเจียงจื้อห่าว และพูดว่า "มันสนุกเหรอที่โกหกลูก?"
ทุกครั้งเธอจะทะเลาะกับเจียงจื้อห่าวเรื่องเงินเสมอ เขามักจะพูดเป็นประจำว่าจะเกิดอะไรขึ้นบ้างในวันพรุ่งนี้ แต่เมื่อถึงพรุ่งนี้จริง ๆ เขาก็เปลี่ยนใจอีกครั้ง
ไม่เพียงแต่เธอที่ถูกหลอก แต่ลูกสาวของเธอยังถูกเขาหลอกหลายครั้งด้วย แค่สัญญาว่าจะพาเธอไปที่สนามเด็กเล่น ก็ไม่รู้ว่าผิดสัญญาไปกี่ครั้งแล้ว
ในหัวใจของจงเจียเหว่ย เธอไม่เชื่อสามีของเธอเลย และเธอผิดหวังมามากแล้ว จนทำให้เธอหมดหวัง
เจียงจื้อห่าวไม่ได้โต้เถียง และเปลี่ยนเรื่องพูด "เย็นนี้กินโจ๊กก็แล้วนะ กระเพาะของเธอไม่ดี ฉันจะต้มโจ๊กให้เปื่อยหน่อย อาจจะใช้เวลานานนิดนึงนะ"
จงเจียเหว่ยไม่ได้รู้สึกกังวลใจและไม่มีความรู้สึกใด ๆ กับเขาแล้ว เธอเพียงแค่มองไปที่เขาอย่างเย็นชา แล้วเอ่ย "จำเป็นเหรอ? นายจะทำอะไร นายต้องการเงินเหรอ?"
เมื่อพูดอย่างนั้น เธอเปิดกระเป๋าใบเล็กของเธอ แล้วโยนกระเป๋าสตางค์ของสุภาพสตรีรุ่นเก่าให้เจียงจื้อห่าว "ฉันให้นายหมดเลย!"
บทที่ 2 เรื่องที่อยากทำ
เจียงจื้อห่าวหยิบกระเป๋าสตางค์ขึ้นมาโดยไม่รู้ตัว และมองดูการแสดงออกที่ไม่แยแสของภรรยาของเขา เขารู้ว่า ไม่ว่าเขาจะทำอะไรในตอนนี้ เขาจะถูกเข้าใจผิดโดยความคิดอุปาทานของจงเจียเหว่ย
เจียงจื้อห่าววางกระเป๋าสตางค์ลงบนโต๊ะข้าง ๆ เขาหันหลังกลับ และเดินเข้าไปในครัว
หากคำพูดไม่สามารถสร้างความประทับใจให้ใครได้ คุณก็ต้องพิสูจน์ได้ด้วยการปฏิบัติจริงเท่านั้น
หลิงหลิงม้วนเป็ดย่าง และวิ่งไปส่งให้จงเจียเหว่ยอย่างมีความสุข "แม่คะ กินก่อนสิ!"
เธอม้วนเป็ดย่างดูไม่ค่อยเรียบร้อยสักเท่าไหร่ แต่จะเห็นได้ ว่าสาวน้อยทำดีที่สุดแล้ว
ท่าทางที่ดีของเธอ ทำให้ดวงตาของจงเจียเหว่ยแดงก่ำ แต่วันนี้เธอไม่อยากร้องไห้อีกต่อไปแล้ว
หากมีเพียงวันสุดท้ายในชีวิตของเธอ ดังนั้นเธอจึงหวังว่า เธอจะปล่อยให้มันเป็นวันที่ดีที่สุดสำหรับชีวิตของลูกสาวของเธอ แม้แต่สิ่งที่เรียกว่าดีที่สุด ก็เป็นเรื่องธรรมดาในบ้านของคนอื่น
เมื่อจงเจียเหว่ยรับเป็ดย่าง หลิงหลิงก็วิ่งกลับไปที่โต๊ะอีกครั้ง และพูดขณะที่เธอกำลังม้วนมัน "หนูอยากม้วนให้พ่อของหนูด้วย พ่อไม่ชอบหัวหอมสีเขียว เขาชอบกินแต่เนื้อเหมือนหลิงหลิงเลย"
เมื่อเห็นรูปลักษณ์ที่จริงจังของลูกสาวของเธอ จงเจียเหว่ยก็หลงทางเล็กน้อย
ผ่านไปไม่รู้ว่านานเท่าไหร่แล้ว เจียงจื้อห่าวก็ออกมาพร้อมข้าวต้ม เมื่อเห็นเธอนั่งอยู่บนโซฟาด้วยความมึนงงอย่างนั้น เขาก็กล่าวว่า "มากินโจ๊กเถอะ ฉันจะเติมน้ำตาลให้เธอเอง"
จงเจียเหว่ยเงยหน้าขึ้นมองเขา ยิ่งสามีของเธอแสดงน้ำใจมากเท่าไหร่ เธอก็ยิ่งรังเกียจมากขึ้นเท่านั้น เพราะทุกอิริยาบถที่ทำดีด้วย หมายความว่าเขามีแผนการที่คิดไว้
ไม่ว่าจะเป็นการอยากได้เงิน หรือขายของในบ้าน หรือการยืมเงินจากข้างนอกเพื่อเล่นการพนัน
"ไม่ว่านายต้องการจะทำอะไร ทำมันเถอะ ฉันจะไม่ห้ามนายแล้ว" จงเจียเหว่ยกล่าว
เจียงจื้อห่าวมองไปที่เธอ ทันใดนั้นก็เดินไปที่ตู้ เปิดกระเป๋าเงิน และหยิบเงินออกมาร้อยหยวน
เมื่อมองดูสิ่งของของเขา จงเจียเหว่ยรู้สึกหมดหนทาง และมันก็เป็นเงินจริง ๆ
เจียงจื้อห่าวยกแบงก์หนึ่งร้อยหยวนในมือของเขา และพูดว่า "สิ่งที่ฉันอยากทำนั้นง่ายมาก ในหนึ่งร้อยวัน ด้วยเงินหนึ่งร้อยหยวนนี้ ฉันจะเปลี่ยนมันให้เป็นเงินหนึ่งล้าน!"
จงเจียเหว่ยแสดงท่าทางเยาะเย้ย เธอไม่พูดจา เธอแค่ต้องการดูสามีของเธอแสดงอย่างเงียบ ๆ
อย่างไรก็ตาม สิ่งที่เกิดขึ้นต่อไปนี้ มันกลับทำให้เธอตกตะลึง
เจียงจื้อห่าวใส่เงินหนึ่งร้อยหยวนในกระเป๋าของเขา จากนั้นหันหลังกลับ และเดินเข้าไปในครัว หยิบถังน้ำมันออกมา
เมื่อเธอเห็นถังน้ำมัน จงเจียเหว่ยรู้สึกหงุดหงิดมาก ทว่าอย่างไรก็ตามสิ่งที่เธอกำลังจะทำ ล้วนไม่ใช่สิ่งที่ดี
นำถังน้ำมันเข้าไปในห้องน้ำ เปิดฝาแล้วเทลงในโถส้วม จากนั้นล้างด้วยน้ำหลายครั้ง
เมื่อหันหลังกลับ เจียงจื้อห่าวก็เดินไปที่จงเจียเหว่ย
จงเจียเหว่ยรู้สึกผิดในใจ เธอจ้องไปที่เจียงจื้อห่าว และพยายามซ่อนบางสิ่งบางอย่างด้วยน้ำเสียงเข้มงวด "นายจะทำอะไร!"
ด้วยเสียง "ตุบ" ภายใต้การจ้องมองที่ประหลาดใจของจงเจียเหว่ย เจียงจื้อห่าวก็คุกเข่าลง
เขาโน้มตัวไปที่จงเจียเหว่ย และพูดว่า "ฉันไม่สามารถจินตนาการถึงความเจ็บปวดที่เธอได้รับ แต่ฉันรู้ว่า มันจะต้องเจ็บปวดมาก ฉันดีใจที่มีโอกาสกล่าวขอโทษเธอด้วยตัวเอง และฉันยังหวังด้วยว่าตั้งแต่วันนี้เป็นต้นไป เราทั้งสองจะให้โอกาสกันและกันอีกครั้ง ฉันไม่ได้กำลังล้อเล่น หรือว่ากำลังแสดง ฉันแค่อยากจะบอกว่า ฉันคนเดิมทำให้เธอผิดหวัง ฉันไม่อยากจะบอกว่าฉันเปลี่ยนไปแล้ว แต่ฉันจะแสดงให้เธอเห็นการเปลี่ยนแปลงของฉันโดยเร็วที่สุด"
จงเจียเหว่ยไม่ได้พอใจกับคำพูดเหล่านี้ เพราะเธอได้ยินมาหลายครั้งเกินไป และผิดหวังหลายครั้งมากแล้ว
สิ่งเดียวที่ทำให้เธอประหลาดใจคือ เจียงจื้อห่าวคุกเข่าลงและก้มหัวลงเพื่อขอโทษเธอ
สำหรับคนที่ติดหนี้การพนันทั่วไปคนหนึ่ง ถูกเฆี่ยนตีเจียนตายจนหัวเลือดตกยางออก แม้แต่ชายชาตรีที่ไม่มีใครเต็มใจจะดูหมิ่นเขา การคุกเข่าลงกับผู้หญิงก็ถือว่าสง่างามมากเช่นกัน จงเจียเหว่ยค่อนข้างแปลกใจ ที่เจียงจื้อห่าวสามารถทำเช่นนี้ได้
สำหรับถังน้ำมัน จงเจียเหว่ยไม่แปลกใจ เมื่อเจียงจื้อห่าวค้นพบมัน เพราะเธอวางไว้ที่มุมห้องครัว ตราบใดที่คุณเข้าไปข้างใน คุณจะเห็นมันและได้กลิ่นทันที
นี่เป็นโอกาสสำหรับชีวิตของเธอ ถ้าเจียงจื้อห่าวสามารถรู้ได้ เธอก็จะไม่ฆ่าตัวตายด้วยการลอบวางเพลิง หากเขาไม่รู้ ก็พูดได้เพียงว่านี่เป็นน้ำพระทัยจากพระเจ้า
ในเวลานี้ เจียงจื้อห่าวพูดอีกครั้ง "ไม่ต้องกังวลกับการลงโทษของบริษัท เงินก้อนนั้น ฉันจะให้เธอเอง"
จงเจียเหว่ยตกตะลึงครู่หนึ่ง เธอเงยหน้าขึ้น และมองไปที่เจียงจื้อห่าวด้วยความประหลาดใจเป็นอย่างมาก
ตามจริงแล้ว เจียงจื้อห่าวไม่ควรรู้เกี่ยวกับกิจการบริษัทของเธอ เขาไม่เคยสนใจเธอเลย ตั้งแต่แต่งงานจนถึงตอนนี้
แต่ตอนนี้เจียงจื้อห่าว ซึ่งได้เกิดใหม่เป็นครั้งที่สอง รู้ว่าจงเจียเหว่ยต้องการฆ่าตัวตายในวันนี้ นอกเหนือจากการแต่งงานที่ไม่มีความสุขแล้ว เธอยังถูกลงโทษโดยบริษัทหนึ่งหมื่นหยวน สำหรับความผิดพลาดในการทำงานของเธอด้วย
เงินเดือนของเธอมีเพียงห้าพันกว่าหยวนเท่านั้น และหนึ่งหมื่นหยวน เทียบเท่ากับการทำงานสองเดือนที่เปล่าประโยชน์
การตัดสินใจลงโทษครั้งนี้ ทำให้จงเจียเหว่ยต้องการฆ่าตัวตายด้วยความตั้งใจ
แม้ว่าเธอจะแปลกใจ แต่จงเจียเหว่ยไม่ได้ถามเจียงจื้อห่าวว่าเขารู้เรื่องนี้ได้อย่างไร สำหรับการช่วยเธอแบกรับค่าปรับ จงเจียเหว่ยเพียงแค่ยิ้มอย่างเย็นชา และพูดว่า "นอกจากหนึ่งร้อยหยวนที่ฉันให้นายแล้ว นายจะยังมีเงินอื่นอีกเหรอ?"
"ตอนนี้เอาออกมาไม่ได้ แต่อย่างน้อยสามวันก็เพียงพอ ก่อนหน้านั้น เธอแค่ต้องยอมรับความผิดพลาดของเธอกับบริษัทก็พอ และไม่ต้องทำอะไรอีก ฉันจะจ่ายค่าปรับให้เธอเอง เรื่องอื่น บริษัทจะช่วยเธอจัดการโดยธรรมชาติเอง" เจียงจื้อห่าวเอ่ย
จงเจียเหว่ยยิ้มอย่างเย็นชาอีกครั้ง ในสายตาของเธอ สิ่งที่เจียงจื้อห่าวเอ่ยมานั้นคือการคุยโว
เมื่อได้กลิ่นน้ำมันเบนซินจาง ๆ จากห้องน้ำ จงเจียเหว่ยก็รู้สึกโชคดีเล็กน้อย
ถ้าเจียงจื้อห่าวไม่เข้าครัววันนี้ เธอคงจะฆ่าตัวตายจริง ๆ ใช่ไหม? รวมถึงลูกสาวของเธอหลิงหลิง เธอก็หลีกเลี่ยงไม่ได้เช่นกัน เธอจะไม่มีวันทิ้งลูกสาวของเธอให้ติดตามพ่อที่ไม่น่าเชื่อถือเช่นนี้เด็ดขาด
คืนนี้ สำหรับจงเจียเหว่ยและเจียงจื้อห่าว ถูกกำหนดให้นอนไม่หลับ
เมื่อเธอตื่นขึ้นในวันรุ่งขึ้น ฉากแรกที่จงเจียเหว่ยเห็นเมื่อเธอออกจากห้องนอน ก็คือนม ขนมปังปิ้ง และไข่ดาวบนโต๊ะอาหาร
กลิ่นหอมในจมูกของเธอ ทำให้เธอรู้สึกเหมือนอยู่ในความฝัน
เจียงจื้อห่าววางตะเกียบ และเห็นว่าเธอตื่นแล้ว เขาจึงพูดว่า "ไปอาบน้ำก่อนสิ แล้วก็มากินข้าว ฉันจะพาหลิงหลิงไปโรงเรียนอนุบาลวันนี้"
เมื่อได้ยินประโยคนี้ จงเจียเหว่ยรู้สึกรังเกียจอย่างยิ่งในใจของเธอ ทำไมเขาถึงพูดในสิ่งที่เขาทำไม่ได้?
"หย่ากันเถอะ" จงเจียเหว่ยเอ่ยขึ้น
เมื่อคืนเธอคิดอยู่นานว่า การแต่งงานแบบนี้ ไม่ใช่สิ่งที่เธอต้องการ ไม่ว่าจะเป็นกับตนเอง หรือกับลูก มันไม่มีประโยชน์อะไรเลย ดังนั้นจึงควรแยกกันตั้งแต่เนิ่น ๆ
เมื่อได้ยินคำพูดของจงเจียเหว่ย เจียงจื้อห่าวก็ไม่แปลกใจเลย
จงเจียเหว่ยทนได้จนถึงวันนี้ นั่นก็ถือว่าอดทนมากแล้ว
เจียงจื้อห่าวไม่ได้ตั้งใจจะตำหนิใคร เขาแค่พูดว่า "ถ้าฉันไม่สามารถทำตามสัญญาได้ภายในหนึ่งร้อยวัน ฉันจะไม่รั้งเธอ หากเธอต้องการจะไป"
จงเจียเหว่ยจำสิ่งที่เขาพูดเมื่อวานนี้ได้ทันทีว่าเขาต้องการสร้างรายได้หนึ่งล้านในหนึ่งร้อยวัน "ยื้อเวลาไว้มันสนุกนักเหรอ?"
บทที่ 3 แผนการการหาเงิน
"ฉันแค่ต้องการพิสูจน์ตัวเองต่อเธอ แม้ว่าจะมีโอกาสเพียงครั้งเดียวก็ตาม" เจียงจื้อห่าวพูดกับเธอด้วยใบหน้าที่จริงจัง
เมื่อเห็นเธอออกมาจากห้องนอน จงเจียเหว่ยไม่ได้พูดต่อ แม้ว่าเธอต้องการหย่า แต่เธอก็ไม่อยากคุยเรื่องนี้ต่อหน้าลูก
เด็กหญิงตัวเล็ก ๆ ที่ขยี้ตา และเห็นนมและขนมปังปิ้งบนโต๊ะ เธอลืมตาขึ้นในทันที และอุทานด้วยความประหลาดใจ "ว้าว นี่มันขนมปัง!"
เธอวิ่งไปที่โต๊ะอย่างมีความสุข และก่อนที่เธอจะเอื้อมมือออกไป เธอก็ถูกเจียงจื้อห่าวอุ้มขึ้นมา
"แปรงฟันและล้างหน้าก่อนนะ" เจียงจื้อห่าวกล่าว
"ก็ได้... แต่หนูยังไม่ได้กินข้าว หนูไม่มีแรงเดินเลยนะ" หลิงหลิงพูดด้วยปากเล็ก ๆ แสร้งทำเป็นว่าอ่อนแรง
เจียงจื้อห่าวหัวเราะ และพูดว่า "ถ้าอย่างนั้นพ่อจะพาหนูไปเอง"
เมื่อเห็นพ่อและลูกสาวที่กำลังพูดคุยและหัวเราะอยู่ในห้องน้ำ จงเจียเหว่ยทำหน้าบึ้ง และรอให้ทั้งสองคนออกมาหลังจากล้างหน้าล้างตา
หลังจากรับประทานอาหาร เจียงจื้อห่าวได้เริ่มเคลียร์โต๊ะ และออกไปกับจงเจียเหว่ย
จงเจียเหว่ยกำลังไปที่บริษัท ในขณะที่เจียงจื้อห่าวพาหลิงหลิงไปโรงเรียนอนุบาลในบริเวณใกล้เคียง
มีโรงเรียนอนุบาลสองแห่งในบริเวณใกล้เคียง ที่แรกราคาสามพันสองร้อยหยวนต่อภาคการศึกษา และไม่รวมค่าที่พักและค่าอาหาร เมื่อคำนวณรวมกันแล้ว ราคาประมาณหนึ่งพันต่อเดือน
อีกโรงเรียนหนึ่งมีค่าใช้จ่ายหกพันแปดร้อยหยวนต่อภาคการศึกษา ก็ยังไม่รวมค่าที่พักและค่าอาหาร แต่โดยไม่คำนึงถึงสภาพแวดล้อม คุณภาพของคุณครู และแม้แต่ของเล่นต่าง ๆ ก็เห็นได้ชัดว่าดีกว่าเกรดก่อนหน้านี้มากกว่าหนึ่งเกรด
เจียงจื้อห่าวพาหลิงหลิงไปที่โรงเรียนแห่งที่สองโดยไม่ต้องคิด และเมื่อเข้าไปในโรงเรียนอนุบาล ดวงตาของ หลิงหลิงก็เปล่งประกาย เมื่อเห็นเด็ก ๆ เล่นเกมภายใต้การแนะนำของครู หน้าของเธอก็เต็มไปด้วยความเร่งรีบ
เจียงจื้อห่าวพบอาจารย์ใหญ่ และขอเข้าเรียนชั้นเรียนทดลอง
ทางโรงเรียนอนุญาตให้เรียนชั้นเรียนทดลองได้ แต่ผู้ปกครองส่วนใหญ่ไม่สนใจเรื่องนี้หากสามารถจ่ายเงินได้ เดินทางมารับมาส่งสะดวก โดยทั่วไปแล้วก็จะส่งลูกมาเรียนที่นี่เลยทันที
อาจารย์ใหญ่ไม่ได้คิดมาก และตกลงทันที
"ไปเล่นกับเพื่อน ๆ นะ พ่อจะมารับหนูหลังเลิกเรียน" เจียงจื้อห่าวกล่าว
"อื้ม!" หลิงหลิงส่งเสียงขึ้นจมูก เธอไม่รู้สึกตื่นตระหนกที่ถูกพรากจากพ่อแม่เพียงชั่วครู่ เธอมองไปที่เด็ก ๆ และของเล่นรอบ ๆ และเธอตื่นเต้นมาก
เมื่อเห็นหลิงหลิงเดินไปหาเด็ก ๆ ภายใต้การนำของอาจารย์ เจียงจื้อห่าวก็สูดหายใจเข้าลึก ๆ แล้วหันหลังเดินจากไป
เขาได้สัญญากับจงเจียเหว่ยว่าเขาจะหาเงินหนึ่งล้านภายในหนึ่งร้อยวัน
นี่ไม่ใช่การโอ้อวด แต่เป็นเป้าหมายเล็ก ๆ ที่เจียงจื้อห่าวตั้งไว้สำหรับตัวเขาเอง
เขาใช้ชีวิตมาทั้งชีวิต และเขาจำทุกอย่างเกี่ยวกับหกสิบปีถัดไปได้อย่างชัดเจน
แนวโน้มในอนาคตคืออะไร อุตสาหกรรมใดที่ทำกำไรได้มากที่สุด วิธีใดที่จะเดินโดยไม่ล้ม ทุกอย่างสามารถช่วยเจียงจื้อห่าวได้
นอกจากนี้เจียงจื้อห่าวไม่ใช่คนโง่ ก่อนที่เขาจะเกิดใหม่ เขาเป็นนักธุรกิจที่ประสบความสำเร็จ และการทำเงินของเขาก็ไม่ใช้สิ่งที่แปลกใหม่
แม้ว่าเงินจะไม่ใช่ทุกอย่าง และไม่ใช่กุญแจในการแก้ปัญหาทั้งหมด แต่ถ้าไม่มีเงิน ทุกเรื่องก็จะเป็นไปไม่ได้อย่างแน่นอน
เหมือนกับตอนนี้ ชั้นเรียนทดลองมีเพียงสองวันเท่านั้น และภายในสองวัน เขาต้องรวบรวมเงินค่าเล่าเรียนระดับอนุบาลของหลิงหลิงให้ได้
หกพันแปดร้อยหยวน นี่ไม่ใช่เงินจำนวนเล็กน้อย อย่างน้อยสำหรับคนที่มีเงินต้นเพียงเจ็ดสิบหยวน ถือว่ายากมาก
ตอนที่เขาได้รับเงินเมื่อวานนี้ เจียงจื้อห่าวมีความคิดอยู่แล้ว
หากจำไม่ผิด ดิสนีย์แลนด์จะเป็นเจ้าภาพในการนั่งรถทั่วเมืองในเย็นนี้
สิ่งที่เจียงจื้อห่าวต้องการทำคือ การใช้ประโยชน์จากความสนุกนี้ เพื่อสร้างโชคลาภ
เขาไปตลาดค้าส่ง และซื้อลูกโป่งเรืองแสงจำนวนสี่สิบลูกกับมิกกี้เมาส์ โดนัลด์ดั๊ก สโนว์ไวท์ และลวดลายอื่น ๆ ด้วยเงินเพียงเจ็ดสิบหยวน
ลูกโป่งชนิดนี้ห่อด้วยลูกปัดโคมไฟขนาดเล็ก ซึ่งมีความมันวาว และดึงดูดความสนใจของเด็กได้ง่าย แม้ว่าราคาขายส่งจะใกล้สองหยวนต่อหนึ่งชิ้น แต่ทว่าเจียงจื้อห่าวก็มั่นใจว่าจะขายได้มากกว่าสิบเท่าของราคา
เพราะก่อนหน้านี้ในความทรงจำของเขาก่อนจะถูกไฟไหม้ เขาไปเที่ยวกับกลุ่มเพื่อนที่ถนน และพ่อค้ารายย่อยจำนวนมากก็มาขายของที่เกี่ยวข้องกับดิสนีย์
ลูกโป่งแบบนี้ขายได้ยี่สิบหยวน และมันขาดตลาด! เด็ก ๆ ที่วิ่งถือลูกโป่งแบบนี้สามารถเห็นได้ทั่วถนน พ่อค้าแม่ค้าที่เตรียมตัวมาอย่างดีหลายคน สามารถหาเงินได้หลายพันหยวนในคืนเดียว!
น่าเสียดายที่เจียงจื้อห่าวไม่มีเงินอยู่ในมือมากนัก และเขาก็จะไม่ขอยืมเงินจากคนอื่นเช่นกัน และงานนี้จัดเพียง สองวันเท่านั้น ผ่านหมู่บ้านนี้ไป ก็จะไม่มีร้านแบบนั้นแล้ว
หลังจากซื้อลูกโป่งแล้ว เจียงจื้อห่าวก็ใช้เวลาสองสามชั่วโมงในการสูบลม และมัดมัน
จงเจียเหว่ยไม่ได้กลับมาตอนเที่ยง และบริษัทก็มักจะทำงานล่วงเวลา ซึ่งก็ไม่ใช่เรื่องแปลก
จนถึงตอนเย็น เจียงจื้อห่าวไปรับหลิงหลิงจากโรงเรียน แล้วพาเธอไปที่งานแฟร์นั้น
งานดิสนีย์แฟร์เป็นการทัวร์รอบเมือง และจุดหมายปลายทางสุดท้ายคือที่จัตุรัสประชาชน
ผู้คนมากมายมารวมตัวกันที่นั่น และคุณสามารถเห็นประติมากรรมและตุ๊กตาทุกประเภทในดิสนีย์แลนด์จากระยะไกล
ตาโตของหลิงหลิงมองไปรอบ ๆ ดวงตาของเธอเต็มไปด้วยความแปลกใหม่ ในขณะที่เจียงจื้อห่าวคว้าลูกโป่งและขายมันไประหว่างทาง
เขาทำงานหลายอย่าง ทั้งล้างจาน แจกใบปลิว การขายเป็นอาชีพหลัก และทำได้ดี
เด็กหญิงตัวน้อยก็ตื่นเต้นมากที่ได้ช่วยเขาขายลูกโป่ง เท่าที่จำได้ ลูกโป่งเรืองแสงราคาลูกละยี่สิบหยวน พวกเขาขายได้ราบรื่นมาก ระหว่างทาง เดินไปได้เพียงครึ่งทางเท่านั้นก็ถูกเด็ก ๆ ซื้อไปจนหมดเกลี้ยงแล้ว
ราคาต้นทุนเจ็ดสิบหยวน ถูกแลกเป็นแปดร้อยหยวน ซึ่งมากกว่ากำไร 11 เท่า! ไม่น่าแปลกใจที่ผู้คนมักพูดว่า ผู้หญิงและเด็กทำเงินได้ดีที่สุด
เนื่องจากข้อจำกัดด้านเงินทุน ตนเองจึงทำเพิ่มไม่ได้ แต่ก็ยังมีโอกาสในวันพรุ่งนี้ หากทุกอย่างเป็นไปด้วยดี รายได้แปดพันถึงหนึ่งหมื่นหยวนจะไม่เป็นปัญหา และการช่วยจงเจียเหว่ยจ่ายค่าปรับของบริษัทก็ใกล้จะสำเร็จแล้ว
แม้ว่าเขาต้องการพาหลิงหลิงไปเที่ยวเล่นสักหน่อย แต่เมื่อพิจารณาว่าเด็กหญิงตัวเล็ก ๆ ยังไม่ได้กินข้าว เจียงจื้อห่าวจึงต้องพาเด็กหญิงตัวน้อยที่ไม่เต็มใจกลับบ้านเพื่อไปเพิ่มพลังให้ท้องของเธอก่อน
ระหว่างทางกลับ เขาแวะที่ซูเปอร์มาร์เก็ตเพื่อซื้ออาหาร
เมื่อจงจงเจียเหว่ยกลับมา หลิงหลิงกำลังเทซุปไข่คนกับมะเขือเทศลงบนข้าว
ด้วยวิธีนี้จึงสามารถผสมกลิ่นหอมของข้าวและผักเข้าด้วยกัน ซึ่งจะเพิ่มความอร่อย และน่ารับประทานมากขึ้น
เมื่อเห็นการกลับมาของจงเจียเหว่ย หลิงหลิงก็โบกมือให้เธออย่างมีความสุขทันที "แม่คะ มากินข้าวเร็ว พ่อทำเอง อร่อยมากเลยนะ!"
เมื่อมองไปที่จานบนโต๊ะ ดวงตาของจงเจียเหว่ยก็เต็มไปด้วยความสงสัย
เจียงจื้อห่าวต้องการเดินไปเพื่อช่วยเธอถือกระเป๋า แต่จงเจียเหว่ยก้าวถอยหลังโดยไม่รู้ตัวเพื่อหลีกเลี่ยงมัน ทำให้มือของเขาหยุดกลางอากาศอย่างเชื่องช้า
เจียงจื้อห่าวยิ้มเล็กน้อย และเอ่ยว่า "ล้างมือแล้วมากินข้าวนะ"
จงเจียเหว่ยเดินช้า ๆ ไปที่โต๊ะอาหาร และมองดูจานสองจาน
ตั้งแต่เกิดเพลิงไหม้ครั้งใหญ่ เจียงจื้อห่าวเกลียดตัวเองมาก และหาที่เรียนทำอาหารโดยเฉพาะ
ดังนั้นเขาจึงเมื่อเห็นไข่ผัดมะเขือเทศและมันฝรั่งเส้นผัดแบบธรรมดา เขาก็สามารถทำให้มันมีรูปรสกลิ่นได้ยอดเยี่ยมทุกด้าน จนทำให้คนมีความอยากอาหารตั้งแต่มองเห็น
"มันมาจากไหน?" จงเจียเหว่ยเอ่ยถาม
"ฉันทำเอง" เจียงจื้อห่าวเอ่ย เขาชี้ไปที่หลิงหลิงอีกครั้ง และกล่าวว่า "ลูกสาวของฉันสามารถเป็นพยานได้"
หลิงหลิงพยักหน้าอย่างจริงจังในทันที ยกมือขึ้นแล้วพูดว่า "หนูเป็นพยานให้พ่อของหนูได้ นี่คือสิ่งที่พ่อผัดจริง ๆ และวันนี้พ่อพาหนูไปโรงเรียนอนุบาลจริงด้วย! แล้วก็ อีกอย่าง วันนี้พวกเราไปงานของสวนสนุกมาค่ะ พ่อขายลูกโป่งได้เงินมาเยอะมาก ๆ เลย อีกไม่นานก็น่าจะช่วยแม่คืนเงินได้แล้ว!"
จงเจียเหว่ยมองไปที่หลิงหลิง จากนั้นมองไปที่จานบนโต๊ะอาหาร และในที่สุดก็พูดกับหลิงหลิงด้วยใบหน้าที่เย็นชา "ใครสอนให้หนูโกหก?"
บทที่ 4 ค่าปรับหนึ่งแสนห้าหมื่น
ไม่ต้องพูดถึงคำให้การของหลิงหลิง แม้ว่าต่อให้พระเจ้าจะเสด็จลงมา จงเจียเหว่ยก็ไม่เชื่อว่าสามีของเธอเปลี่ยนไปได้ดีมาก คนที่มักจะไม่เก็บขวดซีอิ๊วแม้ว่ามันจะล้มลง แต่จะลุกขึ้นมาทำอาหารด้วยตัวเองเนี่ยนะ? สำหรับการขายลูกโป่งที่งานสวนสนุกเพื่อสร้างรายได้ จงเจียเหว่ยไม่เชื่อแม้แต่คำเดียว
หลิงหลิงตกตะลึงครู่หนึ่ง แล้วพูดว่า "หนูไม่ได้โกหกนะ นี่คือเรื่องจริง..."
จงเจียเหว่ยเดินมาโดยไม่พูดอะไร เธอคว้าหลิงหลิง แล้วตบตูดเธอสองครั้ง พร้อมพูดอย่างโกรธเคืองว่า "แม่เคยบอกหนูว่ายังไง? ไม่ว่าจะเรื่องอะไรก็ห้ามโกหก ถ้าโกหก โกหกจะต้องโดนตีนะ!"
หลิงหลิงถูกตีไม่หยุด เธอทั้งสั่นเทาและน้อยใจ แล้วร้องออกมาว่า "แม่คะ หนูไม่ได้โกหก หนูไม่ได้โกหกนะ..."
"ยังจะไม่ยอมรับอีก!" จงเจียเหว่ยยิ่งโกรธมากขึ้น
มือที่ยกขึ้นของเธอ ก่อนที่เธอจะได้ฟาดลงไปอีกครั้ง ก็ถูกจับโดยเจียงจื้อห่าว
"เรื่องนี้ไม่เกี่ยวกับเธอ" เจียงจื้อห่าวกล่าว "ถ้าเธอไม่เชื่อฉัน เธอตีฉันสิ"
"นายคิดว่าฉันไม่กล้าเหรอ!" จงเจียเหว่ยโกรธมากจนตบหน้าเจียงจื้อห่าวโดยตรง และน้ำตาที่เธอกลั้นไว้ตั้งแต่เมื่อวานจนปัจจุบันก็ไหลลงมา เธอชี้ไปที่เจียงจื้อห่าว และดุอย่างบ้าคลั่ง "นายจะทรมานฉันแบบไหนก็ได้ แต่ทำไมนายถึงต้องพาลูกทำเรื่องเลว ๆ ด้วย! ปกติเธอไม่ใช่เด็กที่โกหก แค่ให้นายพาเธอไปแค่ครึ่งวัน เธอจะเลียนแบบนายได้แล้ว! นายคิดจะทำอะไรกันแน่ นายต้องการที่จะบังคับพวกเราสองคนแม่ลูกจนตายถึงจะพอใจใช่มั้ย!"
ความโกรธของจงเจียเหว่ยทำให้เจียงจื้อห่าวเงียบมากขึ้น เขารู้ว่าความรู้สึกแย่ ๆ ที่ทิ้งไว้ในอดีตนั้นลึกล้ำจนไม่ว่าเขาจะทำอะไร จงเจียเหว่ยก็ไม่เชื่อเขาอีกต่อไป แม้แต่หลิงหลิงก็ประสบภัยพิบัติด้วยเหตุนี้
"ฉันขอโทษ" เจียงจื้อห่าวกล่าว
"อย่าพูดว่าขอโทษกับฉันอีก! ฉันไม่อยากได้ยินมัน มันน่าขยะแขยง!" จงเจียเหว่ยปิดหน้าของเธอ รีบเข้าไปในห้องนอน และปิดประตูอย่างแรง
ภรรยากำลังร้องไห้อยู่ในบ้าน ลูกสาวกำลังร้องไห้อยู่ข้างนอก และบรรยากาศที่บ้าน ทำให้เจียงจื้อห่าวตระหนักว่าการเปลี่ยนแปลงสิ่งเหล่านี้ มันยากกว่าที่เขาคิดไว้มาก
เขาถอนหายใจ และเดินไปจับหลิงหลิงไว้ในอ้อมแขนของเขา
เด็กหญิงตัวน้อยเสียใจอย่างยิ่ง จึงกอดคอเขาโดยไม่ปล่อย "แม่บอกว่าหนูโกหก หลิงหลิงไม่ได้โกหกเลย..."
"พ่อรู้" เจียงจื้อห่าวตบหลังเธอเบา ๆ และปลอบโยนเธอ "แม่แค่เหนื่อยและต้องการเวลาพักผ่อน หลังจากที่เธอพักผ่อนแล้ว เธอก็จะสบายดี"
เช้าวันรุ่งขึ้น อาหารเช้ายังถูกทำอยู่ แต่จงเจียเหว่ยเหลือบมองเพียงแค่เท่านั้น แล้วก็จากไป
สำหรับสงครามเย็นระหว่างสามีและภรรยาแล้ว เจียงจื้อห่าวได้เตรียมพร้อมไว้นานแล้ว
หลังอาหารเย็น เจียงจื้อห่าวก็พาหลิงหลิงไปโรงเรียนอนุบาล แล้วไปที่ตลาดค้าส่งเพื่อสั่งลูกโป่งจำนวนหนึ่ง
หลังจากนั้น เขาไปที่ตลาดอาหารทะเล และพบเจ้าของร้านแผงลอยคนหนึ่งที่ขายกุ้งล็อบสเตอร์จากบอสตัน และบอกเขาว่าเขาต้องการล็อบสเตอร์จากบอสตันจำนวนมาก และขอให้เจ้าของแผงลอยรวบรวมพวกมันไว้ แล้วเขามารับสินค้าในวันพรุ่งนี้
เจ้าของร้านดีใจมาก ล็อบสเตอร์จากบอสตันเป็นวัตถุดิบระดับไฮเอนด์ แต่ไม่ดีเท่ากั้ง ราคาก็แพงเกินไป ไม่เป็นเป้าหมายหลักของชนชั้นแรงงาน
เป็นเรื่องที่ดีสำหรับผู้ขายเช่นพวกเขา มีคนที่เต็มใจจะกินล็อบสเตอร์จากบอสตันทั้งตลาดในคราวเดียว
เหตุผลที่เหมาล็อบสเตอร์จากบอสตันในตลาดอาหารทะเลทั้งหมด เพียงเพราะเจียงจื้อห่าวจำรายงานข่าวได้อย่างชัดเจนเมื่อสองวันก่อนว่า โรงแรมอวี่เย่ในเมืองมีล็อบสเตอร์จากบอสตันตายทั้งหมดเนื่องจากความผิดพลาดของพนักงานในครัว พรุ่งนี้มีงานแต่งงานที่หรูหรา และล็อบสเตอร์จากบอสตันก็เป็นหนึ่งในอาหารหลัก
ความเสียหายของชื่อเสียงของโรงแรมอวี่เย่ไม่ดีแน่ เมื่อผู้จัดการทั่วไปตัดสินใจส่งคนไปตลาดอาหารทะเลเพื่อซื้อล็อบสเตอร์อีกครั้งและเขาเพิ่งรู้ว่า เมื่อชั่วโมงที่แล้ว โรงแรมอื่นซื้อวัตถุดิบนี้ไปแล้วส่วนหนึ่ง ซึ่งทำให้พวกเขาไม่สามารถเติมมันได้ในปริมาณที่เพียงพอ
ผู้รับผิดชอบงานจัดเลี้ยงงานแต่งงาน มีภูมิหลังมากมาย เพราะเหตุนี้เขาจึงโกรธจัด และโรงแรมอวี่เย่กำลังอยู่ในความโกลาหล
สิ่งที่เจียงจื้อห่าวต้องทำตอนนี้คือ การวางแผนล่วงหน้า เก็บล็อบสเตอร์จากบอสตันไว้ และขายให้กับโรงแรมอวี่เย่ในวันพรุ่งนี้
ในตอนเย็น เจียงจื้อห่าวพาหลิงหลิงไปงานดิสนีย์แฟร์เหมือนเมื่อวาน
คราวนี้เขาเตรียมอาหารให้หลิงหลิงไว้ล่วงหน้า และเด็กหญิงตัวเล็ก ๆ ก็กินและดูงานรอบ ๆ เธอช่วยขายลูกโป่งเป็นระยะ ๆ และเธอก็ไม่เคยเบื่อเลย
มีลูกโป่งมากกว่าเมื่อวานเกือบ 10 เท่า และความเร็วของการขายวันนี้ก็ไม่ช้าเกินไป ประมาณสามทุ่ม ของหมดเกลี้ยงแล้ว
เขาหาเงินเพิ่มได้อีกเก้าพันหยวนในกระเป๋าของเขา ทำให้เจียงจื้อห่าวรู้สึกสบายใจขึ้น อย่างน้อยก็พิสูจน์ได้ว่า การทำนายอนาคตของเขาถูกต้อง
เมื่อเวลาล่วงเลยมาถึงสี่ทุ่ม เจียงจื้อห่าวก็พาหลิงหลิงกลับบ้าน
ทันทีที่เข้าไปในประตู เขาเห็นจงเจียเหว่ยนั่งอยู่ที่นั่นด้วยใบหน้ามืดมน เมื่อพ่อและลูกสาวกลับมา เธอยืนขึ้น และดุเจียงจื้อห่าวว่า "นายกำลังพยายามทำบ้าอะไร! นายพาเธอไปไหนมา!"
"พ่อพาหนูไปขายลูกโป่ง..." หลิงหลิงปกป้องพ่อของเธออย่างอ่อนแรง "เราทำเงินได้เยอะเลยนะ"
"โกหกอีกแล้วนะ!" จงเจียเหว่ยจ้องเขม็งไปที่ลูกสาว ซึ่งทำให้เธอตกใจจนรีบปิดก้นของเธอ
"เธอไม่ได้โกหก เราไปขายลูกโป่งมา นี่คือเงินที่เราทำได้ในคืนนี้" เจียงจื้อห่าวกล่าว โดยแสดงเงินสดในกระเป๋าให้จงเจียเหว่ย พร้อมกับ WeChat และ Alipay ในโทรศัพท์มือถือของเขา
มีเงินสดไม่มากนัก มันมีน้อยกว่าสองร้อยหยวน และคนส่วนใหญ่จ่ายผ่านทางอิเล็กทรอนิกส์
เดิมทีจงเจียเหว่ยมีอารมณ์ไม่ดีผิดปกติในวันนี้ และเธอรออยู่ที่บ้านเพื่อรอลูกสาวจนถึงสี่ทุ่ม แต่เมื่อดูรายได้รวม แปดพันเก้าร้อยหยวนในบัญชี เธอก็ตกตะลึง
สำหรับครอบครัวนี้ รายได้เกือบหนึ่งหมื่นหยวน เป็นความสุขที่ยิ่งใหญ่อยู่แล้ว
คงไม่น่าแปลกใจ ถ้าจงเจียเหว่ยชนะโบนัสด้วยตัวเธอเอง แต่เธอไม่อยากเชื่อเลย ว่าสามีของเธอทำเงินได้มากมายจากการขายลูกโป่ง
"นายทำอะไรกันแน่? ทำไมนายถึงพาลูกไปด้วย นายโกหกคนอื่นรึเปล่า!" จงเจียเหว่ยถามอย่างโกรธจัด
เจียงจื้อห่าวยิ้มอย่างขมขื่น การพาลูกสาวไปที่นั่น เพราะไม่มีใครอยู่ที่บ้านเพื่อเลี้ยงลูกต่างหาก เขาคิดจะใช้เธอเพื่อหลอกลวงผู้คนได้อย่างไร
"ไม่ว่าเธอจะเชื่อหรือไม่ หรือสิ่งที่เธอคิดว่าฉันทำอะไรไป ยังไงซะพรุ่งนี้ฉันก็สามารถหาเงินได้เพียงพอที่จะช่วยเธอจ่ายค่าปรับของบริษัทได้ นอกจากนี้ เงินของหลิงหลิงเพื่อไปโรงเรียนอนุบาล ก็เกือบจะเพียงพอแล้ว" เจียงจื้อห่าวกล่าว
เมื่อพูดถึงค่าปรับ อารมณ์ของจงเจียเหว่ยก็อ่อนแรงลงทันที เธอนั่งลงบนโซฟาด้วยใบหน้าที่หนักหน่วง และปิดหน้าของเธอด้วยความเหนื่อยล้า สักพัก น้ำตาก็ไหลลงมาตามนิ้วของเธอ
เจียงจื้อห่าวเป็นกังวลมาก และถามอย่างรวดเร็วว่า "เกิดอะไรขึ้น? บริษัทเร่งเธอเหรอ? ถ้าไม่ได้จริง ๆ เธอเอาเงินไปก่อนเลย คืนได้เท่าไหร่ก็คืนไปก่อน ถ้ายังไม่พอค่อยคิดหาวิธีใหม่นะ"
"นายจะคิดหาวิธี? นายทำอะไรได้บ้าง?" จงเจียเหว่ยก็ปล่อยมือทันที เธอร้องไห้ไปด้วย และตะโกนใส่หน้าเจียงจื้อห่าวอย่างบ้าคลั่งไปด้วย "แม้ว่านายจะไปปล้นธนาคาร ในหนึ่งวันนายสามารถหาได้หนึ่งแสนห้าหมื่นหยวนมั้ย! ไม่งั้นก็ไม่ต้องมาคุยกับฉันแล้ว ฉันไม่อยากฟัง!"
เจียงจื้อห่าวตะลึง หนึ่งแสนห้าหมื่น? ไม่ใช่หนึ่งหมื่นเหรอ?
👇👇👇
ชื่อหนังสือ" จุติหวนคืน : เป็นวีรบุรุษดีเลิศ "ดาวน์โหลดเดี๋ยวนี้ #ReadMe อ่านฉบับเต็มของหนังสือเล่มนี้!
00:29
Aug 18, 2023 - Sep 06, 2023
บทที่ 1 แต่งงานกับคนที่นอนเป็นผัก
ณ คุกนักโทษหญิงแห่งเมืองเจียงเฉิง ในคืนกลางดึกที่หนาวเหน็บเดียวดาย
เวินหนิงนอนขดตัวอยู่บนเตียง ผ้าห่มบางๆบนตัวดูน่าสงสาร เธอทนไม่ไหวต่อการโจมตีของอากาศหนาว แล้วเอามือไปลูบหัวเข่าที่เจ็บ ความรู้สึกเจ็บๆคันๆในข้อต่อกระดูก ทำให้เธอนอนหลับไม่สนิททั้งคืน
ผ่านมาสามปีแล้ว คิดว่าตัวเองชินกับความยากลำบากแบบนี้ แต่เธอไม่ได้เข้มแข็งเท่าที่คิดไว้
ความเจ็บป่วยที่สะสมมาหลายปีนี้ ทำให้ใช้ชีวิตยากขึ้นในฤดูหนาว เวินหนิงไม่รู้จริงๆว่าจะทนรอจนถึงวันที่ได้ออกจากคุกหรือไม่
หลังจากถูกบังคับให้รับโทษแทนเมื่อสามปีก่อน เธอโดนลงโทษให้จำคุกสิบปี จนถึงวันนี้ ก็ยังเหลืออีกเจ็ดปี
เพราะความเจ็บปวด เวินหนิงก็เลยขยับร่างกาย เตียงสั่นทำให้คนที่นอนข้างๆตื่น เธอลุกขึ้นอย่างหงุดหงิด แล้วดึงผมของเวินหนิง
เวินหนิงมองหน้าผู้หญิงดุร้ายคนนั้น ไม่มีความรู้สึก โดนทุบตี เธอชินกับมันแล้ว
เพียงแค่การเงียบของเธอไม่ได้แลกมากับความใจอ่อนของคนอื่น ฝามือหนักๆตวัดมา เวินหนิงไม่มีแรงจะหลบ ทำได้เพียงแค่ทนโดนตบ ตบพอแล้ว ทุกอย่างก็จะจบลง
เธอหลับตารอความเจ็บปวดมากระแทกหน้า ทันใดนั้น ก็ได้ยินเสียงฝีเท้าจากข้างนอก "เวินหนิง ออกมา!"
เวินหนิงลืมตาขึ้นมา ผู้หญิงคนนั้นผลักเธอออก "ถือว่าเธอโชคดี"
เธอค่อยๆสวมชุดที่มีอยู่แค่เพียงตัวเดียวที่พอจะใส่ไปเจอผู้คนได้ แล้วเดินตามผู้คุมออกไป "เกิดอะไรขึ้นคะ?"
"หุบปาก อะไรไม่ควรถาม ก็ไม่ต้องถาม!"
ผู้คุมไม่พูดอะไรมาก สวมกุญแจมือและคลุมผ้าปิดหน้าให้เธอ
ความมืด ทำให้รู้สึกกลัว จิตใจของเวินหนิงค่อยๆดิ่งลง
เดินออกมาครู่หนึ่ง เธอก็ถูกนำตัวขึ้นรถคันหนึ่ง "จะพาฉันไปไหน!"
เวินหนิงได้ยินเสียงสตาร์ทเครื่องยนต์ ความรู้สึกหวาดกลัวผุดในใจ
เธอถูกพาตัวออกมาโดยไม่รู้อีโหน่อีเหน่ ทำให้เธอรู้สึกว่าจะโดนกำจัดโดยไม่รู้เนื้อรู้ตัว
"ถึงแล้ว เดี๋ยวเธอก็จะรู้เอง"
น้ำเสียงแก่ๆแต่มั่นคงมากระทบโสตประสาทหูของเธอ หัวใจของเวินหนิงยิ่งเต้นเร็วขึ้น.......
เธอรู้สึกว่า การเดินทางครั้งนี้ จะเปลี่ยนเส้นทางเดินของชีวิตเธอ
หลังจากนั่งมาด้วยความกระสับกระส่ายมานานมาก รถก็หยุด เวินหนิงลงจากรถ แล้วโดนผู้ชายคนหนึ่งจูงเดินไปเดินมาอยู่ตั้งนานถึงจะหยุด
มีคนดึงผ้าที่คลุมหน้าเธอออก สายตาอยู่ในที่มืดนานๆพอถูกเปิดออกเจอแสงสว่างก็เลยรู้สึกแสบตา
เวินหนิงปรับสายตาอยู่ครู่หนึ่ง ก็เห็นชายแก่คนหนึ่งยืนห่างออกไปไม่ไกล ใบหน้าของเขาไม่มีความรู้สึก กลับทำให้เธอมีความรู้สึกเหมือนมีอะไรบางอย่างที่ทำให้ไม่กล้าจ้องมอง
นี่คือคนที่นำเธออกมา คือคนที่เธอไม่สามารถล่วงเกินได้
เวินหนิงมองเขาครั้งหนึ่ง แล้วก้มหน้ามองปลายรองเท้าตัวเอง เธอกลัวว่าเขาจะรู้สึกโกรธขึ้นมาแล้วจะทำอะไรเธอ เธอไม่มีแรงที่จะขัดขืน
"คืออย่างนี้ ฉันมีเรื่องเรื่องหนึ่ง อยากจะขอร้องเธอ ถ้าเธอยอมตกลง ฉันก็จะยกเลิกข้อกล่าวหาและให้เธอได้ออกจากคุกก่อนกำหนด"
เมื่อเสียงของชายแก่สิ้นสุดลง เวินหนิงก็ตอบด้วยความรีบร้อน "ฉันตกลง"
"เธอไม่กลัวฉันจะเอาเปรียบเธอหรอ?" ชายแก่ประหลาดใจในความรีบร้อนของเธอ
เวินหนิงส่ายหน้า "ไม่ว่าจะเป็นยังไง ก็คงไม่แย่ไปกว่าตอนนี้ อีกอย่าง ถ้าคุณคิดจะทำอะไรฉันล่ะก็ ฉันก็คงไม่มีโอกาสมายืนอยู่ตรงนี้"
คนคนนี้สามารถนำตัวเธออกจากคุกมาได้ และยังยกเลิกข้อกล่าวหาให้เธอมีอิสระ และก็สามารถทำให้เธอหายไปจากโลกนี้ได้ แต่เธอยังไม่อยากตาย
ชายแก่พยักหน้า "ถึงแม้จะเป็นอย่างนั้นก็ตาม แต่เธอก็ต้องเข้าใจข้อตกลงก่อน"
พูดจบ เขาผลักประตูเดินเข้าไปในห้อง เวินหนิงเดินตามไป ก็เลยเห็นคนป่วยคนหนึ่งนอนอยู่บนเตียง
นั่นคือผู้ชายรูปหล่อมีความสามารถสูง ถึงแม้จะสวมชุดผู้ป่วย หลับตาทั้งสองข้าง แต่ไม่สามารถทำลายความงดงามของเขาได้ ราวกับรูปแกะสลักที่สะท้อนด้วยแสงไฟสาดส่องในที่มืด ทำให้ผู้หญิงไม่สามารถต่อต้านรูปเงาของวัตถุนั้นได้
เวินหนิงอยากเจอผู้ชายที่โดดเด่นแบบนี้ แต่คนแบบนี้ ไม่ได้มีความเกี่ยวข้องอะไรกับคนอย่างเธอ เธอไม่สามารถซ่อนความสับสนของเธอได้
"นี่คือหลานชายของฉัน ลู่จิ้นยวน สลบไปไม่ฟื้นขึ้นมาสามปีแล้ว เขาก็คือคนที่เธอชนจนได้รับบาดเจ็บ"
สีหน้าเวินหนิงเปลี่ยนเป็นขาวซีด เธอกำหมัด เล็บที่ไม่ได้ตัดแทงเข้าไปในเนื้อของเธอ แต่เธอกลับไม่มีความรู้สึก จ้องผู้ชายที่อยู่ข้างหน้าไม่ละสายตา
ที่แท้ก็เป็นเขา!
เวินหนิงรู้ว่าเขาเองก็เป็นผู้เสียหาย แต่แค่คิดว่าเพราะเขาเธอถึงต้องถูกแก้แค้นในคุก ถูกตั้งใจให้ทนทุกข์ทรมาน เลยยากที่จะทำใจให้สงบลงได้
ความโกรธแค้น ความคับข้องใจ และความตกใจผสมปนเปเข้าด้วยกัน แต่เธอก็ต้องอดทน ทำเป็นสงบนิ่งไม่มีอะไร
ชายแก่เห็นมือของเธอสั่น เลยเข้าใจว่าเธอรู้สึกผิด "จิ้นยวนสลบไม่ฟื้น ต้องการผู้หญิงมาแต่งงานด้วยเพื่อดูแลเขา เพราะเหตุผลบางอย่าง ก็เลยเลือกเธอ เธอรู้สึกอย่างไรบ้าง?"
เวินหนิงเงียบอยู่ครู่หนึ่ง แต่งงาน? แต่งงานกับผู้ชายอย่างลู่จิ้นยวน?
ถึงแม้เธอจะไม่ติดคุก ลำพังวงศ์ตระกูลระดับเธอจะแต่งงานกับตระกูลลู่ยังเป็นเรื่องที่เป็นไปไม่ได้เลย
เธอรู้ว่าตระกูลลู่ต้องมีแผนอะไรแน่ๆ.....
แค่เธอไม่มีสิทธิ์จะปฏิเสธ
เธอมีแค่สองทางเลือก
หนึ่งคือ แต่งงานกับผู้ชายที่ไม่รู้จะเป็นหรือตายที่อยู่ตรงหน้า เดินบนทางที่ยังไม่รู้ว่าถนนข้างหน้าเป็นอย่างไร
ไม่ก็ กลับไปอยู่ที่คุกที่ไม่รู้วันเวลา รอจนถึงวันที่ได้ปล่อยตัว
ไม่ว่าจะเลือกทางไหน ก็เป็นกับดักอยู่ดี เธอมองลู่จิ้นยวนที่นอนสลบอยู่ตรงหน้า เกิดความรู้สึกสับสน
"ฉัน......."
บทที่ 2 จัดงานมงคลเพื่อขจัดเสนียดจัญไร
"ฉันตกลง"
เธอทนทุกร์ทรมานอยู่ในคุกมาตั้งสามปี ถ้าต้องกลับไปอยู่ในที่ฝันร้ายแบบนั้น เธอเชื่อว่า ไม่เกินหนึ่งปีเธอจะต้องตายที่นั่นแน่ๆ
ดังนั้นไม่ว่าอะไรก็ตามเธอต้องออกมาจากที่นั่น ถึงแม้โลกภายนอกจะเต็มไปด้วยขวากหนาม แต่ก็ต้องดีกว่าตายอยู่ที่นั่นที่ที่มีแต่ความมืดมนไม่รู้วันรู้เวลา
"ตกลงก็ดี พรุ่งนี้จะจัดการให้พวกเธอไปจดทะเบียนสมรส เธอติดอะไรมั้ย?"
เวินหนิงตกใจกับความรีบร้อนของเขา แต่เรื่องนี้ ก็แล้วแต่เลย " ไม่มีปัญหาค่ะ แล้วแต่คุณวางแผนเลย"
นายท่านลู่เห็นเธอให้ความร่วมมือ จึงพยักหน้า แล้วกลับไปห้องหนังสือ แม่ของลู่จิ้นยวนชื่อเย่หวานจิ้งรออยู่ที่นั่นนานแล้ว
เมื่อเห็นเขา เย่หวานจิ้งก็ร้อนรน และก็เซ็งๆ "คุณพ่อ คุณพ่อจะให้ผู้หญิงแบบนั้นแต่งงานกับลู่จิ้นยวนจริงๆหรอ?"
นายท่านพยักหน้าโดยไม่ลังเล "ตกลงกันเรียบร้อยแล้ว"
"แต่ จิ้นยวนจะแต่งกับผู้หญิงแบบนั้นได้ยังไง ถึงแม้เขาจะสลบไปยังไม่ฟื้น ให้แต่งงานกับผู้หญิงตระกูลที่บริสุทธิ์สะอาดก็ไม่ใช่เรื่องยาก ผู้หญิงคนนี้เคยทำร้ายลู่จิ้นยวน อีกทั้งยังเคยติดคุก เธอเหมาะสมที่ไหนกัน?"
"ตกลงกันเรียบร้อยแล้ว อีกอย่าง.....ผู้หญิงอย่างเธอถึงจะควบคุมได้ง่าย ถ้าไม่มีประโยชน์จริงๆ ก็ค่อยจัดการทีหลังยังได้"
พูดจบ นายท่านลู่ก็ไล่เย่หวานจิ้งออกมา มองภาพถ่ายครอบครัวที่ลู่จิ้นยวนมีความสุข แล้วถอนหายใจ
หลังจากลู่จิ้นยวนประสบอุบัติเหตุทางรถยนต์ก็สลบไปสามปี ร่างกายฟื้นตัวเป็นปกติ แต่ทำไม่ถึงไม่รู้สึกตัว ตระกูลลู่หาหมอทั้งในประเทศและต่างประเทศก็ไม่เป็นผล
ไม่นานมานี้มีหมอดูท่านหนึ่งบอกว่าต้องหาผู้หญิงที่วันเดือนปีเกิดเหมาะสมมาแต่งงานกับลู่จิ้นยวนเพื่อขจัดเสนียดจัญไร อาจจะได้ผล และผู้หญิงที่วันเดือนปีเกิดเหมาะสมก็คือ เวินหนิง
คงเป็นชะตาฟ้าลิขิต
...................
เวินหนิงถูกจัดแจงให้อยู่อีกห้องหนึ่ง บนเตียงมีเสื้อผ้าอุปกรณ์อาบน้ำแต่งกายทั้งหมด เธอเดินเข้าไป ลูบสิ่งของพวกนั้น และรู้สึกถึงความเยือกเย็นในใจ
หลังจากอาบน้ำเสร็จ เปลี่ยนเสื้อผ้าที่สะอาด ไม่มีรอยขาด
ผู้หญิงในกระจกคนนั้นเพิ่งอายุยี่สิบเอ็ดปี อายุกำลังสะพรั่งเหมือนดอกไม้ แต่ในสายตาของเธอไม่มีความไร้เดียงสาของเด็กสาววัยนี้มานานแล้ว เพียงแค่....ล้างความโชกโชนและความเคียดแค้นเกลียดชังไม่ออก
ชีวิตในคุกสามปีนี้ เปลี่ยนเธอไปหมดแล้ว
เวินหนิงนอนหลับไม่สนิท แม้ว่าที่นี่จะสะอาดและอบอุ่น แต่เรื่องราวที่เกิดขึ้นในอดีตก็มาวนเวียนอยู่ในฝันของเธอ ทำให้รู้สึกหายใจไม่ออก
วันเกิดตอนอายุครบสิบแปดปี พ่อซื้อรถเป็นของขวัญให้เธอเป็นครั้งแรก และยังซื้อชุดราคาแพงที่ปกติแล้วไม่ยอมให้เธอใส่ เวินหนิงถูกให้ใส่ชุดนั้นแล้วขับรถออกไปวนเล่น แต่อยู่ดีๆก็โดนตำรวจจับตัวไปที่สถานีตำรวจ
ถึงสถานีตำรวจแล้ว เวินหนิงถึงได้รู้ว่า รถคันนั้น เมื่อไม่กี่วันก่อนหน้าได้ขับชนคน และภาพจากกล้องวงจรปิดที่จับได้ ผู้หญิงคนนั้นใส่ชุดเดียวกับที่เธอได้มาเหมือนเป๊ะๆ
ของขวัญวันเกิดครบสิบแปดปีของเธอ คือการได้อยู่ในคุกยาวนานถึงสิบปี.....
เวินหนิงขมวดคิ้วและดิ้นรนในฝันร้ายนั้น และถูกปลุกขึ้นด้วยเสียงเคาะประตู
"คุณเวินหนิง คุณต้องไปเรียนรู้วิธีดูแลคุณหนูแล้วค่ะ"
เวินหนิงรีบล้างหน้าล้างตาแล้วตามออกไป ตระกูลลู่พาเธอมา ไม่ใช่ให้เธอใช้ชีวิตคุณหนูแน่ๆ เธอจำเป็นต้องพยายามอย่างสุดความสามารถถึงจะได้อยู่ที่นี่
หลังจากผ่านการอบรมจากคนรับใช้แล้ว เวินหนิงต้องรู้ว่า ทุกวันเธอต้องเช็ดตัวให้ลู่จิ้นยวน และต้องนวดให้เขา เนื่องจากเธอไม่รู้วิธีการนวด ดังนั้น ภารกิจวันนี้ก็คือให้เธอเช็ดตัวให้เขา
คนรับใช้สอนเสร็จหนึ่งรอบ ก็ออกไป เวินหนิงมองผู้ชายที่นอนอยู่บนเตียง กัดฟัน แล้วยื่นมือออกไปถอดเสือผ้าของชายผู้นั้น
ถึงแม้รู้ว่าลู่จิ้นยวนไม่รับรู้อะไร แต่ยังไงก็เป็นผู้ชายที่สมบูรณ์ เผชิญหน้ากับร่างกายผู้ชายที่แปลกหน้า ทำให้เวินหนิงรู้สึกอาย
โตมาถึงขนาดนี้ เธอยังไม่เคยเห็นร่างกายของผู้ชายคนไหน แฟนเก่าที่เคยคบกันแต่ก่อน ก็ไม่ได้ใกล้ชิดถึงเนื้อถึงตัว
แต่ นี่เป็นสิ่งที่เธอต้องทำ เธอไม่มีทางหลบหลีก
ถึงแม้ลู่จิ้นยวนสลบไปสามปี แต่ลู่จิ้นยวนที่ผ่านการดูแลมาอย่างดี นอกจากเขาจะผอมลง ก็ไม่มีอะไรแตกต่างไปจากคนปกติทั่วไป รูปร่างสูงสัดส่วนพอดี ไม่มีไขมันสะสม มีกลิ่นของผู้ชายเบาๆ
เวินหนิงมองกล้ามเนื้อของเขา หน้าแดงก่ำ เธอใช้ผ้าขนหนูชุบน้ำเช็ดตัวตามจุดต่างๆให้เขา
"ต้องเช็ดตัวทำความสะอาดร่างกายคุณหนูทุกวัน เดี๋ยวจะมีคนมาตรวจ"
เธอคิดถึงคำพูดของคนรับใช้ก่อนจะออกไป ถึงแม้เวินหนิงจะรู้สึกอาย แต่ก็ละสายตาที่มอง เช็ดไปโดยไม่รู้ใช้แรงหนักเบา
ผ่านไปครู่หนึ่ง เวินหนิงรู้สึกว่าน่าจะได้แล้ว ก็รีบใส่เสื้อผ้าให้เขา ด้วยความลุกลี้ลุกลน และเนื่องจากเธอจับร่างกายของเขาขยับพลิกตัวไปมา ทำให้เธอไม่ได้สังเกตว่านิ้วของเขาขยับ
บทที่ 3 วันแห่งความยินดี
เวินหนิงทำภารกิจสำเร็จ กำลังจะออกจากที่นี่ เธออายที่ต้องเผชิญหน้ากับผู้ชายคนนี้ ถึงแม้ว่าเขาจะไม่ได้สติก็ตาม
เวินหนิงเดินออกจากห้องนอนลู่จิ้นยวน นายท่านก็รอเธออยู่แล้ว
"วันนี้เป็นวันแรกที่เธอดูแลลู่จิ้นยวน เป็นยังไงบ้าง พอได้มั้ย?"
เวินหนิงพยักหน้า จู่ๆก็คิดถึงผู้ชายที่เจอวันนี้ขึ้นมา แน่นอน เขาหน้าตาหล่อเหลา ก็ไม่ได้ยากที่จะยอมรับ เพียงแค่ เธอยังมีปัญหาบางอย่างภายในใจที่จะต้องปล่อยวาง
อาจจะ วันเวลาเนิ่นนานแล้วเธอก็คงชินไปเอง
"ไม่มีปัญหาอะไรค่ะ"
นายท่านลู่พยักหน้า แล้วเดินเข้าไปในห้องพร้อมชุดสูทสีดำ ในมือมีสมุดเล็กๆอยู่สองเล่ม
"นี่เป็นทะเบียนสมรสของพวกเธอ ฉันจะเก็บไว้ให้พวกเธอเอง เธอไม่มีปัญหาอะไรนะ"
เวินหนิงส่ายหน้า บทสนทนาของนายท่านบอกเป็นนัยๆไม่ชัดเจน ซึ่งหมายความว่าตอนนี้เธอกลายเป็นสะใภ้ของตระกูลลู่แล้ว ข้อแรกไม่มีสถานภาพ ข้อที่สองไม่อิสระ แม้ว่าทะเบียนสมรสนี้อาจจะต้องเปลี่ยนเป็นใบหย่าแทน และเธอก็จะถูกส่งตัวกลับไปยังเรือนจำที่เป็นฝันร้าย หรืออาจจะจัดการทำให้เธอหายไปจากโลกนี้
เวินหนิงไม่ได้สนใจเรื่องสถานภาพ แต่เธอสนใจเรื่องอิสระ ทะเบียนสมรสใบนี้เป็นพันธนาการของเธอ แต่ก็เป็นแสงสว่างแสงเดียวที่ส่องให้เธอหลุดพ้นความมืดมน เธอต้องพึ่งทะเบียนสมรสนี้เพื่ออิสรภาพในวันข้างหน้า
เมื่อเห็นว่าเธอตกลง นายท่านก็พยักหน้า "ไม่มีธุระอะไรแล้วก็ไปเรียนรู้ว่าต้องนวดลู่จิ้นยวนยังไงจากหมอนวด จำไว้ให้ดี การดูแลลู่จิ้นยวนเป็นหน้าที่ภรรยาอย่างเธอ"
เวินหนิงกลับเข้าไปในห้องนอนห้องลู่จิ้นยวน หมอนวดก็เรียกให้เธอมานั่งดูอีกฝั่ง
เวินหนิงให้ความร่วมมือนั่งลง ตั้งใจดูกล้ามเนื้อของผู้ชายคนนี้ที่ถูกนวดซ้ำแล้วซ้ำเล่า เก็บความตื่นเต้นไว้ภายในใจ
มองดูกล้ามเนื้อของลู่จิ้นยวนที่นอนสลบมาสามปีเต็มไม่หดตัวเหี่ยวย่น ก็คาดการณ์ได้ว่าหมอนวดคนนี้ไม่ธรรมดา
ถ้าเธอเรียนรู้เคล็ดลับวิธีนวดนี้ได้ ก็อาจจะทำให้แม่เหมือนกับลู่จิ้นยวน แม้ว่านอนหมดสติอยู่บนเตียง ก็สามารถรักษากล้ามเนื้อและความแข็งแรงไว้ได้
เมื่อคิดถึงว่าไม่ได้เจอแม่มาสามปีแล้ว ดวงตาของเวินหนิงก็โศกเศร้าขึ้นมา
ตอนนั้นแม่ถูกคนตระกูลเวินสามคนนั่นทำพฤติกรรมไร้ยางอาย แม่โกรธมากจนหมดสติไม่ฟื้นขึ้นมา ตอนนี้ก็ไม่รู้ว่าฟื้นตัวเป็นอย่างไรบ้างแล้ว
ที่เธอต้องการออกจากคุกเร็วๆไม่ใช่เพียงเพราะความทรมาน มากไปกว่านั้นคือเธออยากออกมาดูแลแม่
ดังนั้นเพื่อแม่ เธอต้องคว้าโอกาสการแต่งงานเข้าตระกูลลู่ในครั้งนี้ เพื่ออิสรภาพ
นวดเสร็จฟ้าก็มืดแล้ว เวินหนิงไปส่งหมอนวด และไปกินข้าวเย็น ชายชราบอกเธอว่า "ในเมื่อจดทะเบียนสมรสแล้ว หลังจากนี้ก็ให้นอนกับลู่จิ้นยวน"
คำสั่งของนายท่าน ปฏิเสธไม่ได้ง่ายๆ
ในเมื่ออยากจะแต่งงานเพื่อขจัดเสนียดจัญไร ก็ต้องทำให้เป็นทางการ
เวินหนิงพยักหน้า ในมือถือตะเกียบ
ในที่สุดก็ต้องนอนกับคนที่ไม่มีความรู้สึก คนที่ไม่มีความรู้สึก ไม่พูด ไม่ขยับ ก็ยังปลอดภัยกว่าคนที่อยู่ในคุกที่จะทำร้ายให้เธอตายได้ทุกเมื่อ
ดังนั้นคำว่านอนด้วยกัน มันก็แค่เป็นความหมายตามตัวหนังสือเท่านั้นเอง
กินข้าวเสร็จ เวินหนิงก็กลับไปที่ห้องของลู่จิ้นยวน เพื่อบรรยากาศ เครื่องนอนก็ถูกเปลี่ยนเป็นสีแดงสด บนโต๊ะยังจุดเทียนสีแดงสองเล่ม มีคนมาปิดไฟไปแล้ว แสงสีแดงๆในห้องทำให้รู้สึกอบอุ่น
เวินหนิงเดินไปข้างเตียง ดูผู้ชายที่อยู่บนเตียง แสงสว่างของเทียนที่สะท้อนบนใบหน้าของเขาทำให้ดูอ่อนโยนขึ้นมาก ไม่มีความรู้สึกเยือกเย็น ถ้ามองผิวเผิน ทำให้คนคิดว่าเขาแค่นอนหลับ
"ตั้งแต่วันนี้ คุณก็คือสามีของฉัน คุณว่าน่าตลกมั้ย เพราะว่าคุณฉันเกือบตายหลายครั้งในสามปีนี้ ไม่ใช่ว่าจะไม่เคยเกลียดคุณ คุณเองก็คงเกลียดฉันมาก แต่ตอนนี้เรากลับมาเป็นสามีภรรยากัน คงจะเป็นโชคชะตามั้ง"
"ที่จริงคุณจะไม่ฟื้นขึ้นมาเลยก็ไม่สำคัญอะไร "เวินหนิงนั่งที่ขอบเตียง แล้วนวดให้ลู่จิ้นยวนตามที่เรียนมาวันนี้ " ยังไง ฉันก็แค่อยากจะได้รับอิสระ คุณก็แค่ต้องการคนมาดูแล เราสองคนต่างคนต่างได้ ไม่มีอะไรเปลี่ยนแปลงก็ดีแล้ว"
เธอนวดตามที่หมอนวดสอน นวดไปเรื่อยๆจนครบหนึ่งชั่วโมง เวินหนิงก็หยุดนวด ถึงแม้ว่าเธอจะเกลียดคนที่ทำให้เธอต้องติดคุก แต่ในเมื่อเธอตกลงกับตระกูลลู่ไว้แล้ว เธอก็จะดูแลผู้ชายคนนี้ให้ดี
ความง่วงคืบคลานเข้ามา หลังจากออกจากคุกวันแรก สุดท้ายเวินหนิงก็รู้สึกถึงความอิสระเล็กน้อย นั่นเป็นความรู้สึกของคน เช่น ความรู้สึกเหนื่อยล้า ความรู้สึกง่วงที่กลับมาสู่จิตสำนึกของเธอ
ลู่จิ้นยวนนอนอยู่บนเตียงอีกด้านหนึ่ง เธอนอนบนเตียงอีกด้านหนึ่ง หลับตานอนขดตัวด้วยความเคยชิน
กลางดึก โรคความเหน็บหนาวบนขาของเวินหนิงก็กำเริบ เจ็บปวดจนเหงื่อท่วมร่างกาย ทนไม่ไหวจนต้องพลิกตัว เธอพลิกตัวจนไปโดนพลังงานความร้อนที่อยู่ข้างๆ ก็เลยพิงเข้าไปด้วยจิตใต้สำนึก ร่างอันบอบบางของเธอขดตัวอยู่ข้างๆเตาผิงนั้น
ชั่วครู่ความอบอุ่นจากร่างกายถ่ายทอดสู่ร่างกาย ทำให้โรคความเหน็บหนาวของเวินหนิงหายไป เธอค่อยๆหลับลึกลงไป
วันต่อมา
เวินหนิงที่อยู่ในคุกไม่ได้เห็นแสงสว่างรุ่งเช้ามานานมากแล้ว แสงดวงอาทิตย์ที่ส่องผ่านหน้าต่างลอดเข้ามาในห้อง ทำให้เธอตื่น
เธอเปิดตาขึ้นมา ทันใดนั้นก็เห็นใบหน้าขาวนวลหล่อเหลา ร่างกายรับรู้ถึงความอบอุ่น เธอรู้แล้วว่าตัวเองนอนอยู่ในอ้อมกอดของใครซักคน
เวินหนิงรีบผลักตัวเองออกมา รู้สึกร้อนผ่าวบนหน้า ถึงแม้ลู่จิ้นยวนจะเป็นคนไม่มีความรู้สึก แต่เขาก็เป็นชายหนุ่ม เวินหนิงไปนอนกอดกับเขา จะไม่รู้สึกเขิลอายได้อย่างไร
เธอรีบเปลี่ยนเสื้อผ้า ตอนที่เธอกำลังเดินออกไปข้างหน้าก็หันกลับมามองลู่จิ้นยวนที่นอนเงียบๆอยู่บนเตียง รู้สึกงุนงงในจิตใจ
เมือกี้ตอนที่เธอลุกขึ้น ที่สะโพกของเธอเหมือนจะรู้สึกถึงพละกำลังจากมือของลู่จิ้นยวน
รู้สึกไปเองรึเปล่า?
หรือลู่จิ้นยวนจะฟื้นขึ้นมาแล้ว?
บทที่ 4 นายเป็นใคร!
เวินหนิงส่ายหน้า น่าจะรู้สึกไปเองมากกว่า คนที่หมดสติมาสามปีเต็ม จะเป็นไปได้ยังไงที่จะฟื้นขึ้นมาเพราะเธอดูแลเขาแค่หนึ่งวันและนอนกับเขาแค่หนึ่งคืน
อีกอย่าง เวินหนิงก็ไม่ได้หวังให้ลู่จิ้นยวนฟื้นขึ้นมา
ถ้าลู่จิ้นยวนตื่นขึ้นมาตอนนี้ ถ้างั้นตระกูลลู่ก็คงไม่ต้องการเธออีกต่อไปแล้ว เธอเป็นต้นเหตุที่ทำให้ลู่จิ้นยวนหมดสติมาสามปี เธอก็คงต้องถูกส่งกลับเรือนจำ ไม่ก็เพราะลู่จิ้นยวนเกลียดเธอก็จะสั่งกำจัดเธอไปจากโลกนี้
รวมถึง สามปีนี้ที่ลู่จิ้นยวนหมดสติ มีคนมาทำลายชีวิตที่เคยประสบความสำเร็จของเขา และคนที่ทำให้เขาต้องประสบชะตากรรมแบบนี้คือคนที่อยู่ตรงหน้า แล้วลู่จิ้นยวนจะปล่อยเธอไปงั้นหรอ
ดังนั้น ไม่ว่าอย่างไรเวินหนิงก็ไม่ได้อยากให้ลู่จิ้นยวนฟื้นขึ้นมา หากเขาฟื้นขึ้นมา ก็คงกลายเป็นฝันร้าย
แต่ไม่นาน เวินหนิงก็ต้องตกไปอยู่ในฝันร้าย
หนึ่งเดือนต่อมา เวินหนิงเช็ดตัวให้ลู่จิ้นยวน นวดให้ลู่จิ้นยวน นอกจากตอนกินข้าวแล้วเธอก็อยู่ข้างๆลู่จิ้นยวนตลอด
ตอนที่นวดให้ลู่จิ้นยวนนั้นเวินหนิงก็สังเกตอาการของลู่จิ้นยวน เธอตั้งใจจับหรือลูบในจุดที่คนจะรู้สึกจั๊กกะจี๋ ลู่จิ้นยวนก็ไม่มีการตอบสนองอะไร
เธอก็เลยมั่นใจ ว่าความรู้สึกของเช้าวันนั้นแค่เธอคิดไปเอง
ในที่สุดเธอก็คลายกังวล กลางคืนไม่ต้องนอนขดอยู่บนโซฟา แต่กลับมานอนบนเตียง
เตียงของตระกูลลู่สบายมากๆ มีเตียงแต่มานอนไม่ได้ สำหรับเธอแล้วเป็นความทรมานอย่างหนึ่ง
เธอเอนกายสบายๆบนเตียง เวินหนิงวางหัวบนหมอนนุ่ม ห่มผ้าห่มที่อบอุ่น มันเป็นความรู้สึกที่สบายมาก เวินหนิงเกือบจะร้องไห้ออกมา นานมากแล้ว ที่เธอไม่ได้ใช้ชีวิตกินข้าวดีดี นอนสบายๆเหมือนคนทั่วไป
หนึ่งเดือนที่อยู่ในบ้านตระกูลลู่ ถึงแม้จะเหนื่อย แต่ก็เพียงพอที่ทำให้เธอรู้สึกถึงความสงบ
เวินหนิงคิดว่า ถ้าเป็นอย่างนี้ต่อไป และพยายามจนได้มีโอกาสไปดูแลแม่ ก็คงดีมากๆ
ในความสลัว เวินหนิงนอนกอดความใฝ่ฝันอันสวยงามนี้หลับตาลง ทันใดนั้นก็มีร่างกายอันรุ่มร้อนมาทับบนตัวเธอ
"นายเป็นใครน่ะ! ปล่อยฉัน ปล่อยฉันนะ! " เวินหนิงตื่นขึ้นด้วยความตกใจ และต่อสู้ดิ้นรน
จิตใต้สำนึกของเวินหนิงคิดว่าลู่จิ้นยวนฟื้นขึ้นมาแล้ว แต่ตอนที่เธอยื่นมือไปจับร่างของผู้ชายที่นอนอยู่ข้างๆ ดวงตาสองข้างเบิกโพรง ลู่จิ้นยวนยังนอนอยู่ข้างๆเธอ! ผู้ชายที่อยู่บนร่างของเธอ ไม่ใช่ลู่จิ้นยวน!
งั้นเขาเป็นใครกัน!
ความมืดปกคลุมทั่วห้อง เธอดิ้นจนสุดแรงด้วยความกลัว บ้านตระกูลลู่ใหญ่ขนาดนี้ ใครนะที่กล้าบุกเข้ามาในห้องของลู่จิ้นยวนในกลางดึก มาลวนลามภรรยาของลู่จิ้นยวน และยังกล้าทำต่อหน้าลู่จิ้นยวนอีก!
"ป่าเถื่อนดี ฉันชอบ" เสียงของผู้ชายแปลกหน้าไม่ได้ทำให้เวินหนิงเดาได้เลยว่าเขาเป็นใคร ความอ่อนแอของเวินหนิงทำให้การดิ้นของเธอถูกมองข้าม ไม่เพียงแต่ไม่ได้ผลอะไร การเสียดสีของร่างกายที่นุ่มนวลของเธอ ยิ่งกระตุ้นความรู้สึกของชายหนุ่ม
"นายเป็นใครกันแน่ รู้มั้ยว่าฉันเป็นใคร ถ้าคนของตระกูลลู่รู้ว่านายลักลอบเข้าห้องคุณหนูของเขากลางดึก และยังมาลวนลามนายหญิงอีกล่ะก็ ฉันรับรองว่านายไม่มีทางได้ผุดได้เกิดแน่นอน! นายรีบไปตอนนี้ ฉันรับประกันจะไม่ทำร้ายนาย ถ้านายยังไม่ไป ฉันจะตะโกนเรียกให้คนช่วย!"
"หึ งั้นเธอก็ตะโกนเลย ลองดูว่าถ้าคนของตระกูลลู่เข้ามาให้เธอและฉันในสภาพนี้ จะจัดการกับเธออย่างไร"
ขณะนั้นตัวของเวินหนิงก็แข็งขึ้นมา......
👀👀👀
ชื่อหนังสือ👉"บ่วงแค้นแสนรัก "👈ดาวน์โหลดเดี๋ยวนี้ #ReadMe-new อ่านฉบับเต็มของหนังสือเล่มนี้!✅
ณ คุกนักโทษหญิงแห่งเมืองเจียงเฉิง ในคืนกลางดึกที่หนาวเหน็บเดียวดาย
เวินหนิงนอนขดตัวอยู่บนเตียง ผ้าห่มบางๆบนตัวดูน่าสงสาร เธอทนไม่ไหวต่อการโจมตีของอากาศหนาว แล้วเอามือไปลูบหัวเข่าที่เจ็บ ความรู้สึกเจ็บๆคันๆในข้อต่อกระดูก ทำให้เธอนอนหลับไม่สนิททั้งคืน
ผ่านมาสามปีแล้ว คิดว่าตัวเองชินกับความยากลำบากแบบนี้ แต่เธอไม่ได้เข้มแข็งเท่าที่คิดไว้
ความเจ็บป่วยที่สะสมมาหลายปีนี้ ทำให้ใช้ชีวิตยากขึ้นในฤดูหนาว เวินหนิงไม่รู้จริงๆว่าจะทนรอจนถึงวันที่ได้ออกจากคุกหรือไม่
หลังจากถูกบังคับให้รับโทษแทนเมื่อสามปีก่อน เธอโดนลงโทษให้จำคุกสิบปี จนถึงวันนี้ ก็ยังเหลืออีกเจ็ดปี
เพราะความเจ็บปวด เวินหนิงก็เลยขยับร่างกาย เตียงสั่นทำให้คนที่นอนข้างๆตื่น เธอลุกขึ้นอย่างหงุดหงิด แล้วดึงผมของเวินหนิง
เวินหนิงมองหน้าผู้หญิงดุร้ายคนนั้น ไม่มีความรู้สึก โดนทุบตี เธอชินกับมันแล้ว
เพียงแค่การเงียบของเธอไม่ได้แลกมากับความใจอ่อนของคนอื่น ฝามือหนักๆตวัดมา เวินหนิงไม่มีแรงจะหลบ ทำได้เพียงแค่ทนโดนตบ ตบพอแล้ว ทุกอย่างก็จะจบลง
เธอหลับตารอความเจ็บปวดมากระแทกหน้า ทันใดนั้น ก็ได้ยินเสียงฝีเท้าจากข้างนอก "เวินหนิง ออกมา!"
เวินหนิงลืมตาขึ้นมา ผู้หญิงคนนั้นผลักเธอออก "ถือว่าเธอโชคดี"
เธอค่อยๆสวมชุดที่มีอยู่แค่เพียงตัวเดียวที่พอจะใส่ไปเจอผู้คนได้ แล้วเดินตามผู้คุมออกไป "เกิดอะไรขึ้นคะ?"
"หุบปาก อะไรไม่ควรถาม ก็ไม่ต้องถาม!"
ผู้คุมไม่พูดอะไรมาก สวมกุญแจมือและคลุมผ้าปิดหน้าให้เธอ
ความมืด ทำให้รู้สึกกลัว จิตใจของเวินหนิงค่อยๆดิ่งลง
เดินออกมาครู่หนึ่ง เธอก็ถูกนำตัวขึ้นรถคันหนึ่ง "จะพาฉันไปไหน!"
เวินหนิงได้ยินเสียงสตาร์ทเครื่องยนต์ ความรู้สึกหวาดกลัวผุดในใจ
เธอถูกพาตัวออกมาโดยไม่รู้อีโหน่อีเหน่ ทำให้เธอรู้สึกว่าจะโดนกำจัดโดยไม่รู้เนื้อรู้ตัว
"ถึงแล้ว เดี๋ยวเธอก็จะรู้เอง"
น้ำเสียงแก่ๆแต่มั่นคงมากระทบโสตประสาทหูของเธอ หัวใจของเวินหนิงยิ่งเต้นเร็วขึ้น.......
เธอรู้สึกว่า การเดินทางครั้งนี้ จะเปลี่ยนเส้นทางเดินของชีวิตเธอ
หลังจากนั่งมาด้วยความกระสับกระส่ายมานานมาก รถก็หยุด เวินหนิงลงจากรถ แล้วโดนผู้ชายคนหนึ่งจูงเดินไปเดินมาอยู่ตั้งนานถึงจะหยุด
มีคนดึงผ้าที่คลุมหน้าเธอออก สายตาอยู่ในที่มืดนานๆพอถูกเปิดออกเจอแสงสว่างก็เลยรู้สึกแสบตา
เวินหนิงปรับสายตาอยู่ครู่หนึ่ง ก็เห็นชายแก่คนหนึ่งยืนห่างออกไปไม่ไกล ใบหน้าของเขาไม่มีความรู้สึก กลับทำให้เธอมีความรู้สึกเหมือนมีอะไรบางอย่างที่ทำให้ไม่กล้าจ้องมอง
นี่คือคนที่นำเธออกมา คือคนที่เธอไม่สามารถล่วงเกินได้
เวินหนิงมองเขาครั้งหนึ่ง แล้วก้มหน้ามองปลายรองเท้าตัวเอง เธอกลัวว่าเขาจะรู้สึกโกรธขึ้นมาแล้วจะทำอะไรเธอ เธอไม่มีแรงที่จะขัดขืน
"คืออย่างนี้ ฉันมีเรื่องเรื่องหนึ่ง อยากจะขอร้องเธอ ถ้าเธอยอมตกลง ฉันก็จะยกเลิกข้อกล่าวหาและให้เธอได้ออกจากคุกก่อนกำหนด"
เมื่อเสียงของชายแก่สิ้นสุดลง เวินหนิงก็ตอบด้วยความรีบร้อน "ฉันตกลง"
"เธอไม่กลัวฉันจะเอาเปรียบเธอหรอ?" ชายแก่ประหลาดใจในความรีบร้อนของเธอ
เวินหนิงส่ายหน้า "ไม่ว่าจะเป็นยังไง ก็คงไม่แย่ไปกว่าตอนนี้ อีกอย่าง ถ้าคุณคิดจะทำอะไรฉันล่ะก็ ฉันก็คงไม่มีโอกาสมายืนอยู่ตรงนี้"
คนคนนี้สามารถนำตัวเธออกจากคุกมาได้ และยังยกเลิกข้อกล่าวหาให้เธอมีอิสระ และก็สามารถทำให้เธอหายไปจากโลกนี้ได้ แต่เธอยังไม่อยากตาย
ชายแก่พยักหน้า "ถึงแม้จะเป็นอย่างนั้นก็ตาม แต่เธอก็ต้องเข้าใจข้อตกลงก่อน"
พูดจบ เขาผลักประตูเดินเข้าไปในห้อง เวินหนิงเดินตามไป ก็เลยเห็นคนป่วยคนหนึ่งนอนอยู่บนเตียง
นั่นคือผู้ชายรูปหล่อมีความสามารถสูง ถึงแม้จะสวมชุดผู้ป่วย หลับตาทั้งสองข้าง แต่ไม่สามารถทำลายความงดงามของเขาได้ ราวกับรูปแกะสลักที่สะท้อนด้วยแสงไฟสาดส่องในที่มืด ทำให้ผู้หญิงไม่สามารถต่อต้านรูปเงาของวัตถุนั้นได้
เวินหนิงอยากเจอผู้ชายที่โดดเด่นแบบนี้ แต่คนแบบนี้ ไม่ได้มีความเกี่ยวข้องอะไรกับคนอย่างเธอ เธอไม่สามารถซ่อนความสับสนของเธอได้
"นี่คือหลานชายของฉัน ลู่จิ้นยวน สลบไปไม่ฟื้นขึ้นมาสามปีแล้ว เขาก็คือคนที่เธอชนจนได้รับบาดเจ็บ"
สีหน้าเวินหนิงเปลี่ยนเป็นขาวซีด เธอกำหมัด เล็บที่ไม่ได้ตัดแทงเข้าไปในเนื้อของเธอ แต่เธอกลับไม่มีความรู้สึก จ้องผู้ชายที่อยู่ข้างหน้าไม่ละสายตา
ที่แท้ก็เป็นเขา!
เวินหนิงรู้ว่าเขาเองก็เป็นผู้เสียหาย แต่แค่คิดว่าเพราะเขาเธอถึงต้องถูกแก้แค้นในคุก ถูกตั้งใจให้ทนทุกข์ทรมาน เลยยากที่จะทำใจให้สงบลงได้
ความโกรธแค้น ความคับข้องใจ และความตกใจผสมปนเปเข้าด้วยกัน แต่เธอก็ต้องอดทน ทำเป็นสงบนิ่งไม่มีอะไร
ชายแก่เห็นมือของเธอสั่น เลยเข้าใจว่าเธอรู้สึกผิด "จิ้นยวนสลบไม่ฟื้น ต้องการผู้หญิงมาแต่งงานด้วยเพื่อดูแลเขา เพราะเหตุผลบางอย่าง ก็เลยเลือกเธอ เธอรู้สึกอย่างไรบ้าง?"
เวินหนิงเงียบอยู่ครู่หนึ่ง แต่งงาน? แต่งงานกับผู้ชายอย่างลู่จิ้นยวน?
ถึงแม้เธอจะไม่ติดคุก ลำพังวงศ์ตระกูลระดับเธอจะแต่งงานกับตระกูลลู่ยังเป็นเรื่องที่เป็นไปไม่ได้เลย
เธอรู้ว่าตระกูลลู่ต้องมีแผนอะไรแน่ๆ.....
แค่เธอไม่มีสิทธิ์จะปฏิเสธ
เธอมีแค่สองทางเลือก
หนึ่งคือ แต่งงานกับผู้ชายที่ไม่รู้จะเป็นหรือตายที่อยู่ตรงหน้า เดินบนทางที่ยังไม่รู้ว่าถนนข้างหน้าเป็นอย่างไร
ไม่ก็ กลับไปอยู่ที่คุกที่ไม่รู้วันเวลา รอจนถึงวันที่ได้ปล่อยตัว
ไม่ว่าจะเลือกทางไหน ก็เป็นกับดักอยู่ดี เธอมองลู่จิ้นยวนที่นอนสลบอยู่ตรงหน้า เกิดความรู้สึกสับสน
"ฉัน......."
บทที่ 2 จัดงานมงคลเพื่อขจัดเสนียดจัญไร
"ฉันตกลง"
เธอทนทุกร์ทรมานอยู่ในคุกมาตั้งสามปี ถ้าต้องกลับไปอยู่ในที่ฝันร้ายแบบนั้น เธอเชื่อว่า ไม่เกินหนึ่งปีเธอจะต้องตายที่นั่นแน่ๆ
ดังนั้นไม่ว่าอะไรก็ตามเธอต้องออกมาจากที่นั่น ถึงแม้โลกภายนอกจะเต็มไปด้วยขวากหนาม แต่ก็ต้องดีกว่าตายอยู่ที่นั่นที่ที่มีแต่ความมืดมนไม่รู้วันรู้เวลา
"ตกลงก็ดี พรุ่งนี้จะจัดการให้พวกเธอไปจดทะเบียนสมรส เธอติดอะไรมั้ย?"
เวินหนิงตกใจกับความรีบร้อนของเขา แต่เรื่องนี้ ก็แล้วแต่เลย " ไม่มีปัญหาค่ะ แล้วแต่คุณวางแผนเลย"
นายท่านลู่เห็นเธอให้ความร่วมมือ จึงพยักหน้า แล้วกลับไปห้องหนังสือ แม่ของลู่จิ้นยวนชื่อเย่หวานจิ้งรออยู่ที่นั่นนานแล้ว
เมื่อเห็นเขา เย่หวานจิ้งก็ร้อนรน และก็เซ็งๆ "คุณพ่อ คุณพ่อจะให้ผู้หญิงแบบนั้นแต่งงานกับลู่จิ้นยวนจริงๆหรอ?"
นายท่านพยักหน้าโดยไม่ลังเล "ตกลงกันเรียบร้อยแล้ว"
"แต่ จิ้นยวนจะแต่งกับผู้หญิงแบบนั้นได้ยังไง ถึงแม้เขาจะสลบไปยังไม่ฟื้น ให้แต่งงานกับผู้หญิงตระกูลที่บริสุทธิ์สะอาดก็ไม่ใช่เรื่องยาก ผู้หญิงคนนี้เคยทำร้ายลู่จิ้นยวน อีกทั้งยังเคยติดคุก เธอเหมาะสมที่ไหนกัน?"
"ตกลงกันเรียบร้อยแล้ว อีกอย่าง.....ผู้หญิงอย่างเธอถึงจะควบคุมได้ง่าย ถ้าไม่มีประโยชน์จริงๆ ก็ค่อยจัดการทีหลังยังได้"
พูดจบ นายท่านลู่ก็ไล่เย่หวานจิ้งออกมา มองภาพถ่ายครอบครัวที่ลู่จิ้นยวนมีความสุข แล้วถอนหายใจ
หลังจากลู่จิ้นยวนประสบอุบัติเหตุทางรถยนต์ก็สลบไปสามปี ร่างกายฟื้นตัวเป็นปกติ แต่ทำไม่ถึงไม่รู้สึกตัว ตระกูลลู่หาหมอทั้งในประเทศและต่างประเทศก็ไม่เป็นผล
ไม่นานมานี้มีหมอดูท่านหนึ่งบอกว่าต้องหาผู้หญิงที่วันเดือนปีเกิดเหมาะสมมาแต่งงานกับลู่จิ้นยวนเพื่อขจัดเสนียดจัญไร อาจจะได้ผล และผู้หญิงที่วันเดือนปีเกิดเหมาะสมก็คือ เวินหนิง
คงเป็นชะตาฟ้าลิขิต
...................
เวินหนิงถูกจัดแจงให้อยู่อีกห้องหนึ่ง บนเตียงมีเสื้อผ้าอุปกรณ์อาบน้ำแต่งกายทั้งหมด เธอเดินเข้าไป ลูบสิ่งของพวกนั้น และรู้สึกถึงความเยือกเย็นในใจ
หลังจากอาบน้ำเสร็จ เปลี่ยนเสื้อผ้าที่สะอาด ไม่มีรอยขาด
ผู้หญิงในกระจกคนนั้นเพิ่งอายุยี่สิบเอ็ดปี อายุกำลังสะพรั่งเหมือนดอกไม้ แต่ในสายตาของเธอไม่มีความไร้เดียงสาของเด็กสาววัยนี้มานานแล้ว เพียงแค่....ล้างความโชกโชนและความเคียดแค้นเกลียดชังไม่ออก
ชีวิตในคุกสามปีนี้ เปลี่ยนเธอไปหมดแล้ว
เวินหนิงนอนหลับไม่สนิท แม้ว่าที่นี่จะสะอาดและอบอุ่น แต่เรื่องราวที่เกิดขึ้นในอดีตก็มาวนเวียนอยู่ในฝันของเธอ ทำให้รู้สึกหายใจไม่ออก
วันเกิดตอนอายุครบสิบแปดปี พ่อซื้อรถเป็นของขวัญให้เธอเป็นครั้งแรก และยังซื้อชุดราคาแพงที่ปกติแล้วไม่ยอมให้เธอใส่ เวินหนิงถูกให้ใส่ชุดนั้นแล้วขับรถออกไปวนเล่น แต่อยู่ดีๆก็โดนตำรวจจับตัวไปที่สถานีตำรวจ
ถึงสถานีตำรวจแล้ว เวินหนิงถึงได้รู้ว่า รถคันนั้น เมื่อไม่กี่วันก่อนหน้าได้ขับชนคน และภาพจากกล้องวงจรปิดที่จับได้ ผู้หญิงคนนั้นใส่ชุดเดียวกับที่เธอได้มาเหมือนเป๊ะๆ
ของขวัญวันเกิดครบสิบแปดปีของเธอ คือการได้อยู่ในคุกยาวนานถึงสิบปี.....
เวินหนิงขมวดคิ้วและดิ้นรนในฝันร้ายนั้น และถูกปลุกขึ้นด้วยเสียงเคาะประตู
"คุณเวินหนิง คุณต้องไปเรียนรู้วิธีดูแลคุณหนูแล้วค่ะ"
เวินหนิงรีบล้างหน้าล้างตาแล้วตามออกไป ตระกูลลู่พาเธอมา ไม่ใช่ให้เธอใช้ชีวิตคุณหนูแน่ๆ เธอจำเป็นต้องพยายามอย่างสุดความสามารถถึงจะได้อยู่ที่นี่
หลังจากผ่านการอบรมจากคนรับใช้แล้ว เวินหนิงต้องรู้ว่า ทุกวันเธอต้องเช็ดตัวให้ลู่จิ้นยวน และต้องนวดให้เขา เนื่องจากเธอไม่รู้วิธีการนวด ดังนั้น ภารกิจวันนี้ก็คือให้เธอเช็ดตัวให้เขา
คนรับใช้สอนเสร็จหนึ่งรอบ ก็ออกไป เวินหนิงมองผู้ชายที่นอนอยู่บนเตียง กัดฟัน แล้วยื่นมือออกไปถอดเสือผ้าของชายผู้นั้น
ถึงแม้รู้ว่าลู่จิ้นยวนไม่รับรู้อะไร แต่ยังไงก็เป็นผู้ชายที่สมบูรณ์ เผชิญหน้ากับร่างกายผู้ชายที่แปลกหน้า ทำให้เวินหนิงรู้สึกอาย
โตมาถึงขนาดนี้ เธอยังไม่เคยเห็นร่างกายของผู้ชายคนไหน แฟนเก่าที่เคยคบกันแต่ก่อน ก็ไม่ได้ใกล้ชิดถึงเนื้อถึงตัว
แต่ นี่เป็นสิ่งที่เธอต้องทำ เธอไม่มีทางหลบหลีก
ถึงแม้ลู่จิ้นยวนสลบไปสามปี แต่ลู่จิ้นยวนที่ผ่านการดูแลมาอย่างดี นอกจากเขาจะผอมลง ก็ไม่มีอะไรแตกต่างไปจากคนปกติทั่วไป รูปร่างสูงสัดส่วนพอดี ไม่มีไขมันสะสม มีกลิ่นของผู้ชายเบาๆ
เวินหนิงมองกล้ามเนื้อของเขา หน้าแดงก่ำ เธอใช้ผ้าขนหนูชุบน้ำเช็ดตัวตามจุดต่างๆให้เขา
"ต้องเช็ดตัวทำความสะอาดร่างกายคุณหนูทุกวัน เดี๋ยวจะมีคนมาตรวจ"
เธอคิดถึงคำพูดของคนรับใช้ก่อนจะออกไป ถึงแม้เวินหนิงจะรู้สึกอาย แต่ก็ละสายตาที่มอง เช็ดไปโดยไม่รู้ใช้แรงหนักเบา
ผ่านไปครู่หนึ่ง เวินหนิงรู้สึกว่าน่าจะได้แล้ว ก็รีบใส่เสื้อผ้าให้เขา ด้วยความลุกลี้ลุกลน และเนื่องจากเธอจับร่างกายของเขาขยับพลิกตัวไปมา ทำให้เธอไม่ได้สังเกตว่านิ้วของเขาขยับ
บทที่ 3 วันแห่งความยินดี
เวินหนิงทำภารกิจสำเร็จ กำลังจะออกจากที่นี่ เธออายที่ต้องเผชิญหน้ากับผู้ชายคนนี้ ถึงแม้ว่าเขาจะไม่ได้สติก็ตาม
เวินหนิงเดินออกจากห้องนอนลู่จิ้นยวน นายท่านก็รอเธออยู่แล้ว
"วันนี้เป็นวันแรกที่เธอดูแลลู่จิ้นยวน เป็นยังไงบ้าง พอได้มั้ย?"
เวินหนิงพยักหน้า จู่ๆก็คิดถึงผู้ชายที่เจอวันนี้ขึ้นมา แน่นอน เขาหน้าตาหล่อเหลา ก็ไม่ได้ยากที่จะยอมรับ เพียงแค่ เธอยังมีปัญหาบางอย่างภายในใจที่จะต้องปล่อยวาง
อาจจะ วันเวลาเนิ่นนานแล้วเธอก็คงชินไปเอง
"ไม่มีปัญหาอะไรค่ะ"
นายท่านลู่พยักหน้า แล้วเดินเข้าไปในห้องพร้อมชุดสูทสีดำ ในมือมีสมุดเล็กๆอยู่สองเล่ม
"นี่เป็นทะเบียนสมรสของพวกเธอ ฉันจะเก็บไว้ให้พวกเธอเอง เธอไม่มีปัญหาอะไรนะ"
เวินหนิงส่ายหน้า บทสนทนาของนายท่านบอกเป็นนัยๆไม่ชัดเจน ซึ่งหมายความว่าตอนนี้เธอกลายเป็นสะใภ้ของตระกูลลู่แล้ว ข้อแรกไม่มีสถานภาพ ข้อที่สองไม่อิสระ แม้ว่าทะเบียนสมรสนี้อาจจะต้องเปลี่ยนเป็นใบหย่าแทน และเธอก็จะถูกส่งตัวกลับไปยังเรือนจำที่เป็นฝันร้าย หรืออาจจะจัดการทำให้เธอหายไปจากโลกนี้
เวินหนิงไม่ได้สนใจเรื่องสถานภาพ แต่เธอสนใจเรื่องอิสระ ทะเบียนสมรสใบนี้เป็นพันธนาการของเธอ แต่ก็เป็นแสงสว่างแสงเดียวที่ส่องให้เธอหลุดพ้นความมืดมน เธอต้องพึ่งทะเบียนสมรสนี้เพื่ออิสรภาพในวันข้างหน้า
เมื่อเห็นว่าเธอตกลง นายท่านก็พยักหน้า "ไม่มีธุระอะไรแล้วก็ไปเรียนรู้ว่าต้องนวดลู่จิ้นยวนยังไงจากหมอนวด จำไว้ให้ดี การดูแลลู่จิ้นยวนเป็นหน้าที่ภรรยาอย่างเธอ"
เวินหนิงกลับเข้าไปในห้องนอนห้องลู่จิ้นยวน หมอนวดก็เรียกให้เธอมานั่งดูอีกฝั่ง
เวินหนิงให้ความร่วมมือนั่งลง ตั้งใจดูกล้ามเนื้อของผู้ชายคนนี้ที่ถูกนวดซ้ำแล้วซ้ำเล่า เก็บความตื่นเต้นไว้ภายในใจ
มองดูกล้ามเนื้อของลู่จิ้นยวนที่นอนสลบมาสามปีเต็มไม่หดตัวเหี่ยวย่น ก็คาดการณ์ได้ว่าหมอนวดคนนี้ไม่ธรรมดา
ถ้าเธอเรียนรู้เคล็ดลับวิธีนวดนี้ได้ ก็อาจจะทำให้แม่เหมือนกับลู่จิ้นยวน แม้ว่านอนหมดสติอยู่บนเตียง ก็สามารถรักษากล้ามเนื้อและความแข็งแรงไว้ได้
เมื่อคิดถึงว่าไม่ได้เจอแม่มาสามปีแล้ว ดวงตาของเวินหนิงก็โศกเศร้าขึ้นมา
ตอนนั้นแม่ถูกคนตระกูลเวินสามคนนั่นทำพฤติกรรมไร้ยางอาย แม่โกรธมากจนหมดสติไม่ฟื้นขึ้นมา ตอนนี้ก็ไม่รู้ว่าฟื้นตัวเป็นอย่างไรบ้างแล้ว
ที่เธอต้องการออกจากคุกเร็วๆไม่ใช่เพียงเพราะความทรมาน มากไปกว่านั้นคือเธออยากออกมาดูแลแม่
ดังนั้นเพื่อแม่ เธอต้องคว้าโอกาสการแต่งงานเข้าตระกูลลู่ในครั้งนี้ เพื่ออิสรภาพ
นวดเสร็จฟ้าก็มืดแล้ว เวินหนิงไปส่งหมอนวด และไปกินข้าวเย็น ชายชราบอกเธอว่า "ในเมื่อจดทะเบียนสมรสแล้ว หลังจากนี้ก็ให้นอนกับลู่จิ้นยวน"
คำสั่งของนายท่าน ปฏิเสธไม่ได้ง่ายๆ
ในเมื่ออยากจะแต่งงานเพื่อขจัดเสนียดจัญไร ก็ต้องทำให้เป็นทางการ
เวินหนิงพยักหน้า ในมือถือตะเกียบ
ในที่สุดก็ต้องนอนกับคนที่ไม่มีความรู้สึก คนที่ไม่มีความรู้สึก ไม่พูด ไม่ขยับ ก็ยังปลอดภัยกว่าคนที่อยู่ในคุกที่จะทำร้ายให้เธอตายได้ทุกเมื่อ
ดังนั้นคำว่านอนด้วยกัน มันก็แค่เป็นความหมายตามตัวหนังสือเท่านั้นเอง
กินข้าวเสร็จ เวินหนิงก็กลับไปที่ห้องของลู่จิ้นยวน เพื่อบรรยากาศ เครื่องนอนก็ถูกเปลี่ยนเป็นสีแดงสด บนโต๊ะยังจุดเทียนสีแดงสองเล่ม มีคนมาปิดไฟไปแล้ว แสงสีแดงๆในห้องทำให้รู้สึกอบอุ่น
เวินหนิงเดินไปข้างเตียง ดูผู้ชายที่อยู่บนเตียง แสงสว่างของเทียนที่สะท้อนบนใบหน้าของเขาทำให้ดูอ่อนโยนขึ้นมาก ไม่มีความรู้สึกเยือกเย็น ถ้ามองผิวเผิน ทำให้คนคิดว่าเขาแค่นอนหลับ
"ตั้งแต่วันนี้ คุณก็คือสามีของฉัน คุณว่าน่าตลกมั้ย เพราะว่าคุณฉันเกือบตายหลายครั้งในสามปีนี้ ไม่ใช่ว่าจะไม่เคยเกลียดคุณ คุณเองก็คงเกลียดฉันมาก แต่ตอนนี้เรากลับมาเป็นสามีภรรยากัน คงจะเป็นโชคชะตามั้ง"
"ที่จริงคุณจะไม่ฟื้นขึ้นมาเลยก็ไม่สำคัญอะไร "เวินหนิงนั่งที่ขอบเตียง แล้วนวดให้ลู่จิ้นยวนตามที่เรียนมาวันนี้ " ยังไง ฉันก็แค่อยากจะได้รับอิสระ คุณก็แค่ต้องการคนมาดูแล เราสองคนต่างคนต่างได้ ไม่มีอะไรเปลี่ยนแปลงก็ดีแล้ว"
เธอนวดตามที่หมอนวดสอน นวดไปเรื่อยๆจนครบหนึ่งชั่วโมง เวินหนิงก็หยุดนวด ถึงแม้ว่าเธอจะเกลียดคนที่ทำให้เธอต้องติดคุก แต่ในเมื่อเธอตกลงกับตระกูลลู่ไว้แล้ว เธอก็จะดูแลผู้ชายคนนี้ให้ดี
ความง่วงคืบคลานเข้ามา หลังจากออกจากคุกวันแรก สุดท้ายเวินหนิงก็รู้สึกถึงความอิสระเล็กน้อย นั่นเป็นความรู้สึกของคน เช่น ความรู้สึกเหนื่อยล้า ความรู้สึกง่วงที่กลับมาสู่จิตสำนึกของเธอ
ลู่จิ้นยวนนอนอยู่บนเตียงอีกด้านหนึ่ง เธอนอนบนเตียงอีกด้านหนึ่ง หลับตานอนขดตัวด้วยความเคยชิน
กลางดึก โรคความเหน็บหนาวบนขาของเวินหนิงก็กำเริบ เจ็บปวดจนเหงื่อท่วมร่างกาย ทนไม่ไหวจนต้องพลิกตัว เธอพลิกตัวจนไปโดนพลังงานความร้อนที่อยู่ข้างๆ ก็เลยพิงเข้าไปด้วยจิตใต้สำนึก ร่างอันบอบบางของเธอขดตัวอยู่ข้างๆเตาผิงนั้น
ชั่วครู่ความอบอุ่นจากร่างกายถ่ายทอดสู่ร่างกาย ทำให้โรคความเหน็บหนาวของเวินหนิงหายไป เธอค่อยๆหลับลึกลงไป
วันต่อมา
เวินหนิงที่อยู่ในคุกไม่ได้เห็นแสงสว่างรุ่งเช้ามานานมากแล้ว แสงดวงอาทิตย์ที่ส่องผ่านหน้าต่างลอดเข้ามาในห้อง ทำให้เธอตื่น
เธอเปิดตาขึ้นมา ทันใดนั้นก็เห็นใบหน้าขาวนวลหล่อเหลา ร่างกายรับรู้ถึงความอบอุ่น เธอรู้แล้วว่าตัวเองนอนอยู่ในอ้อมกอดของใครซักคน
เวินหนิงรีบผลักตัวเองออกมา รู้สึกร้อนผ่าวบนหน้า ถึงแม้ลู่จิ้นยวนจะเป็นคนไม่มีความรู้สึก แต่เขาก็เป็นชายหนุ่ม เวินหนิงไปนอนกอดกับเขา จะไม่รู้สึกเขิลอายได้อย่างไร
เธอรีบเปลี่ยนเสื้อผ้า ตอนที่เธอกำลังเดินออกไปข้างหน้าก็หันกลับมามองลู่จิ้นยวนที่นอนเงียบๆอยู่บนเตียง รู้สึกงุนงงในจิตใจ
เมือกี้ตอนที่เธอลุกขึ้น ที่สะโพกของเธอเหมือนจะรู้สึกถึงพละกำลังจากมือของลู่จิ้นยวน
รู้สึกไปเองรึเปล่า?
หรือลู่จิ้นยวนจะฟื้นขึ้นมาแล้ว?
บทที่ 4 นายเป็นใคร!
เวินหนิงส่ายหน้า น่าจะรู้สึกไปเองมากกว่า คนที่หมดสติมาสามปีเต็ม จะเป็นไปได้ยังไงที่จะฟื้นขึ้นมาเพราะเธอดูแลเขาแค่หนึ่งวันและนอนกับเขาแค่หนึ่งคืน
อีกอย่าง เวินหนิงก็ไม่ได้หวังให้ลู่จิ้นยวนฟื้นขึ้นมา
ถ้าลู่จิ้นยวนตื่นขึ้นมาตอนนี้ ถ้างั้นตระกูลลู่ก็คงไม่ต้องการเธออีกต่อไปแล้ว เธอเป็นต้นเหตุที่ทำให้ลู่จิ้นยวนหมดสติมาสามปี เธอก็คงต้องถูกส่งกลับเรือนจำ ไม่ก็เพราะลู่จิ้นยวนเกลียดเธอก็จะสั่งกำจัดเธอไปจากโลกนี้
รวมถึง สามปีนี้ที่ลู่จิ้นยวนหมดสติ มีคนมาทำลายชีวิตที่เคยประสบความสำเร็จของเขา และคนที่ทำให้เขาต้องประสบชะตากรรมแบบนี้คือคนที่อยู่ตรงหน้า แล้วลู่จิ้นยวนจะปล่อยเธอไปงั้นหรอ
ดังนั้น ไม่ว่าอย่างไรเวินหนิงก็ไม่ได้อยากให้ลู่จิ้นยวนฟื้นขึ้นมา หากเขาฟื้นขึ้นมา ก็คงกลายเป็นฝันร้าย
แต่ไม่นาน เวินหนิงก็ต้องตกไปอยู่ในฝันร้าย
หนึ่งเดือนต่อมา เวินหนิงเช็ดตัวให้ลู่จิ้นยวน นวดให้ลู่จิ้นยวน นอกจากตอนกินข้าวแล้วเธอก็อยู่ข้างๆลู่จิ้นยวนตลอด
ตอนที่นวดให้ลู่จิ้นยวนนั้นเวินหนิงก็สังเกตอาการของลู่จิ้นยวน เธอตั้งใจจับหรือลูบในจุดที่คนจะรู้สึกจั๊กกะจี๋ ลู่จิ้นยวนก็ไม่มีการตอบสนองอะไร
เธอก็เลยมั่นใจ ว่าความรู้สึกของเช้าวันนั้นแค่เธอคิดไปเอง
ในที่สุดเธอก็คลายกังวล กลางคืนไม่ต้องนอนขดอยู่บนโซฟา แต่กลับมานอนบนเตียง
เตียงของตระกูลลู่สบายมากๆ มีเตียงแต่มานอนไม่ได้ สำหรับเธอแล้วเป็นความทรมานอย่างหนึ่ง
เธอเอนกายสบายๆบนเตียง เวินหนิงวางหัวบนหมอนนุ่ม ห่มผ้าห่มที่อบอุ่น มันเป็นความรู้สึกที่สบายมาก เวินหนิงเกือบจะร้องไห้ออกมา นานมากแล้ว ที่เธอไม่ได้ใช้ชีวิตกินข้าวดีดี นอนสบายๆเหมือนคนทั่วไป
หนึ่งเดือนที่อยู่ในบ้านตระกูลลู่ ถึงแม้จะเหนื่อย แต่ก็เพียงพอที่ทำให้เธอรู้สึกถึงความสงบ
เวินหนิงคิดว่า ถ้าเป็นอย่างนี้ต่อไป และพยายามจนได้มีโอกาสไปดูแลแม่ ก็คงดีมากๆ
ในความสลัว เวินหนิงนอนกอดความใฝ่ฝันอันสวยงามนี้หลับตาลง ทันใดนั้นก็มีร่างกายอันรุ่มร้อนมาทับบนตัวเธอ
"นายเป็นใครน่ะ! ปล่อยฉัน ปล่อยฉันนะ! " เวินหนิงตื่นขึ้นด้วยความตกใจ และต่อสู้ดิ้นรน
จิตใต้สำนึกของเวินหนิงคิดว่าลู่จิ้นยวนฟื้นขึ้นมาแล้ว แต่ตอนที่เธอยื่นมือไปจับร่างของผู้ชายที่นอนอยู่ข้างๆ ดวงตาสองข้างเบิกโพรง ลู่จิ้นยวนยังนอนอยู่ข้างๆเธอ! ผู้ชายที่อยู่บนร่างของเธอ ไม่ใช่ลู่จิ้นยวน!
งั้นเขาเป็นใครกัน!
ความมืดปกคลุมทั่วห้อง เธอดิ้นจนสุดแรงด้วยความกลัว บ้านตระกูลลู่ใหญ่ขนาดนี้ ใครนะที่กล้าบุกเข้ามาในห้องของลู่จิ้นยวนในกลางดึก มาลวนลามภรรยาของลู่จิ้นยวน และยังกล้าทำต่อหน้าลู่จิ้นยวนอีก!
"ป่าเถื่อนดี ฉันชอบ" เสียงของผู้ชายแปลกหน้าไม่ได้ทำให้เวินหนิงเดาได้เลยว่าเขาเป็นใคร ความอ่อนแอของเวินหนิงทำให้การดิ้นของเธอถูกมองข้าม ไม่เพียงแต่ไม่ได้ผลอะไร การเสียดสีของร่างกายที่นุ่มนวลของเธอ ยิ่งกระตุ้นความรู้สึกของชายหนุ่ม
"นายเป็นใครกันแน่ รู้มั้ยว่าฉันเป็นใคร ถ้าคนของตระกูลลู่รู้ว่านายลักลอบเข้าห้องคุณหนูของเขากลางดึก และยังมาลวนลามนายหญิงอีกล่ะก็ ฉันรับรองว่านายไม่มีทางได้ผุดได้เกิดแน่นอน! นายรีบไปตอนนี้ ฉันรับประกันจะไม่ทำร้ายนาย ถ้านายยังไม่ไป ฉันจะตะโกนเรียกให้คนช่วย!"
"หึ งั้นเธอก็ตะโกนเลย ลองดูว่าถ้าคนของตระกูลลู่เข้ามาให้เธอและฉันในสภาพนี้ จะจัดการกับเธออย่างไร"
ขณะนั้นตัวของเวินหนิงก็แข็งขึ้นมา......
👀👀👀
ชื่อหนังสือ👉"บ่วงแค้นแสนรัก "👈ดาวน์โหลดเดี๋ยวนี้ #ReadMe-new อ่านฉบับเต็มของหนังสือเล่มนี้!✅

Sep 26, 2023 - Oct 01, 2023
Belum genap 18 tahun namun sudah mendapat gelar lima bintang, dihormati sebagai dewa perang terhebat di Kota Evermoor, bakatnya yang luar biasa tak tertandingi. Di mata publik, dia sebenarnya hanya seorang sipir penjara yang tak menarik perhatian, namun dia ditempatkan sebagai penjaga utama di sebuah penjara di wilayah tersebut, yang menahan ribuan penjahat ulung atau tokoh kriminal
Di Penjara Shadowgate Kota Ambercrest.
Di Penjara Shadowgate ini, tempat para tahanan paling keji di dunia dipenjara, yang masing-masing terkenal dengan banyak kejahatannya. Ada agen yang mencuri rahasia negara, pembunuh yang membunuh Direktur, dan panglima perang yang membantai puluhan ribu tawanan... Alexander Blackwood, mengenakan kostum petugas penjara, sedang menulis di ruang kerja ayahnya, dengan setiap goresan teratur dan bertenaga.
"Wakil Kedua, ada masalah. Dewa Pembunuh dan Serigala Rakus berkelahi..." Seorang petugas penjara masuk dan berkata dengan ngeri. Alexander Blackwood mendengus, melemparkan tulisan padanya, dan berkata, "Ambil tulisan aku dan suruh mereka membersihkan toilet selama tiga hari. Kalau mereka tidak patuh, katakan bahwa aku akan menekan kepala mereka ke toilet lagi."
“Baik, Wakil Kedua!” Petugas penjara tercengang sesaat, lalu buru-buru menyambar tulisan itu, berbalik dan lari.
Dewa Pembunuh, raja pembunuh terkenal di dunia pembunuh, dipenjara karena membunuh Direktur Negara Serendia. Serigala Rakus, pemimpin organisasi besar di dunia bawah tanah, dipenjara karena mencuri dan menjual hulu ledak nuklir.
"Wakil Kedua, ada masalah. Butcher mengeluh bahwa makanan di kafetaria tidak enak, dan melukai beberapa petugas!" Petugas penjara lain datang dengan panik.
Alexander Blackwood mau tidak mau mengangkat alisnya, lalu melemparkan tulisan lain ke Petugas penjara ini, dan berkata dengan santai, “Biarkan dia mencuci piring di dapur belakang selama sebulan. Kalau tidak patuh, gantung dia selama tiga hari tiga malam!"
Petugas penjara menangkap tulisan Alexander Blackwood, berbalik dan berlari pergi. Butcher, seorang panglima perang yang menakutkan yang membantai lebih dari 10.000 tawanan, seorang pahlawan yang memperlakukan kehidupan manusia seperti tidak ada apa-apanya!
"Wakil Kedua, terjadi masalah lagi, Devil yang membunuh keluarga Laksamana Negara Zephyria sudah menggila lagi dan menghancurkan ruang kurungan kita!"
Alexander Blackwood tidak bisa menahan perasaan sedikit pusing. Dia membuang tulisan yang baru saja dia tulis, dan berkata dengan dingin, "Biarkan dia mematahkan kakinya sendiri dan berbaring di sel selama sebulan. Kalau kurang satu hari, buang ke dalam lubang pembuangan untuk berendam selama sehari!"
Petugas penjara tidak berani lalai, dia mengambil kata itu dan berlari keluar dengan tergesa-gesa. Alexander Blackwood tidak bisa menahan diri untuk tidak menepuk dahinya, dan tidak bisa menahan diri untuk mengutuk, “Ada begitu banyak hal buruk di Penjara Shadowgate kecil ini. Ayah sudah pergi selama tiga tahun, dan selama tiga tahun terakhir, aku belum mendengar kabar darinya. Sungguh, hal ini membuatku merasa pusing!"
Dia keluar dari ruang kerja, melirik waktu, dan mengunjungi lapangan seperti biasa. Para tahanan yang aktif di lapangan langsung berdiri tegak satu per satu saat melihat Alexander Blackwood muncul, dengan kepala tertunduk, tidak beLevina menatap langsung ke arahnya.
"Wakil Kedua, Wakil Kedua, rokok ... Bisakah kamu membantu aku mengantarkan surat ini untuk keluargaku? Setelah selesai, aku akan memberi kamu 200 miliar. Keluarga aku punya banyak uang!" Penjual sumber daya nasional yang punya aset ratusan triliun berlari sambil tersenyum dan menyerahkan sebatang rokok kepada Alexander Blackwood.
"Halo Wakil Kedua ..." Negara Avalora, orang terkaya yang melakukan kejahatan monopoli berat, menundukkan kepalanya dan membungkuk.
"Selamat siang, Wakil Kedua!" Mantan Kepala Biro Intelijen Militer Negara Serendia yang mengkhianati intelijen nasional juga menundukkan kepalanya dengan cara yang sama.
Tak satu pun dari tahanan di sini adalah orang biasa, reputasi salah satu dari mereka cukup mengejutkan orang kalau dibebaskan. Tapi pada saat ini, mereka menundukkan kepala dengan patuh dan menyapa Alexander Blackwood dengan hormat.
"Aku sedang dalam suasana hati yang buruk akhir-akhir ini, kuharap kalian tidak membuat masalah," kata Alexander Blackwood.
"Ugh ... ya ya ya!" Semua orang terkejut dan buru-buru setuju.
Begitu Alexander Blackwood kembali ke kantornya, seorang petugas penjara bergegas mendekat dan berteriak, "Wakil Kedua..."
Alexander Blackwood mengerutkan kening, dan berkata dengan tidak senang, “Ada apa?"
"Oh… kali ini bukan para napi yang membuat onar, tapi seorang Jendral yang mengawal napi ke sini, seorang Jendral wanita yang sangat cantik." Petugas penjara tersenyum merayu.
Alexander Blackwood berkata oh.
Petugas penjara melanjutkan, "Jendral perempuan ini meminta untuk bertemu Wakil Kedua, dia mengatakan bahwa dia mengenal Kepala Pertama!"
Alexander Blackwood terkejut, dan berkata, "Kenal ayahku? Coba pergi lihat ..."
Di luar Penjara Shadowgate, puluhan tentara berjaga-jaga di depan kurungan, ada seorang lelaki muram terjebak di dalam kurungan itu. "Hehehe, kalau aku keluar dari sini, kalian akan kuingat semuanya, tidak ada yang bisa selamat!" ancam pria itu dengan sinis.
Para prajurit di sekitar mau tidak mau menoleh, seolah takut diingat olehnya. Di sebelahnya, seorang wanita dengan dua bintang di pundaknya penuh dengan kepahlawanan, tinggi dan tegap, dia dapat menunjukkan aura heroik di setiap gerakan.
Dia adalah Nona Besar Keluarga Merrick di ibu kota, Hannah Merrick. Hannah Merrick menatap Alexander Blackwood yang keluar dari Penjara Shadowgate dengan dingin. Alexander Blackwood berpakaian sedikit santai dengan seragam petugas penjara tanpa menunjukkan energi apa pun, yang membuat orang tidak nyaman.
"Kamu Alexander Blackwood, kan?" Hannah Merrick bertanya, dengan mata merendahkan dan dua bintang naga bersinar di pundaknya, sepertinya membawa kesombongan yang berbeda.
Alexander Blackwood merasa matanya membuatnya sedikit jijik, dan berkata, "Siapa yang kamu tangkap?"
"Raja Mistis dari Empat Raja Surgawi Agung Preman, Beard, atasan sudah menunjuk untuk ditahan di sini." Hannah Merrick berjalan dan menyerahkan sebuah dokumen kepada Alexander Blackwood.
Alexander Blackwood menandatanganinya dengan santai dan bertanya, "Kamu mencariku?"
Hannah Merrick berkata dengan tenang, "Aku Hannah Merrick, aku datang untuk memberi tahu kamu bahwa kita bukan dari dunia yang sama." Setelah Alexander Blackwood mendengar nama ini, dia jelas sedikit terkejut, lalu mengerutkan kening.
Mata acuh tak acuh Hannah Merrick jatuh ke pundaknya, dua bintang putih kecil, petugas penjara tingkat dua.
"Aku ingin membatalkan pernikahan ini." Hannah Merrick berkata dengan enteng, dengan sedikit iba di matanya, Tuan Muda dari Keluarga Blackwood, ternyata menjaga Penjara Shadowgate yang rusak di sini.
"Kamu, Apakah kamu punya komentar?" Setelah mengatakan ini, dia mengeluarkan kontrak pernikahan dan merobeknya menjadi dua bagian secara perlahan. Terlihat bahwa tentara di belakangnya juga memandang Alexander Blackwood dengan mata menghina, dengan ekspresi sedikit meremehkan.
Petugas penjara kecil tingkat dua, ternyata mau bersanding dengan Jendral Hannah yang sudah jadi letnan jendral? Hannah Merrick menghela nafas, menggelengkan kepalanya sedikit, dan berkata dengan sedikit kasihan, "Aku tahu ini pukulan besar untukmu, tapi, seperti yang kamu lihat, kita bukan orang dari dunia yang sama." Saat berbicara, matanya menyapu bahunya sendiri dan bahu Alexander Blackwood.
Alexander Blackwood tidak berbicara.
Hannah Merrick membagikan kartu nama dan berkata, "Sebagai kompensasi atas pembatalan pernikahan, kamu dapat mengambil kartu nama dan meminta aku melakukan dua hal untuk kamu."
"Sebagai mantan Tuan Muda Keluarga Blackwood, kamu seharusnya segera meninggalkan tempat bobrok ini. Dengan begitu, mungkin ada harapan untuk kembali ke keluargamu."
"Raja Mistis diserahkan padamu. Pastikan untuk mengurungnya, kalau tidak, banyak orang akan mati..."
"Untuk menangkapnya, militer kita kehilangan banyak elit, bahkan aku terluka ringan."
Setelah mengatakan ini, Hannah Merrick berbalik dan melompat ke dalam mobil, tanpa menunggu Alexander Blackwood membalasnya, dia memberi perintah dan membawa tim pergi.
"Setelah dia meninggalkan Keluarga Blackwood, dia benar-benar terpuruk."
"Menjaga di tempat gelap ini, tidak peduli berapa banyak bakat yang kamu miliki, itu akan terkikis habis."
"Aku berbicara dengannya, tapi dia sangat bodoh sehingga dia tidak menanggapi. Jelas, dia juga menyadari perbedaan identitas."
Hannah Merrick tersenyum, kalau Alexander Blackwood mendatanginya dengan membawa kartu namanya, dia akan memberinya kesempatan untuk meninggalkan Penjara Shadowgate dan bergabung dengan tentara, mungkin dia akan memiliki masa depan yang kecil.
Alexander Blackwood memandang kepergian Hannah Merrick dengan heran, lalu perlahan menarik pandangannya, kartu nama itu langsung hancur di tangannya.
"Gila..."
Alexander Blackwood bergumam, lkalu dengan santai membuka kunci kandang yang besar.
Ketika Raja Mistis di dalam melihat membuka pintu kandang, dia berkata sambil menyeringai, "Nak, sebaiknya kamu dengarkan nasihat wanita itu!"
"Tanpa diduga, kamu memiliki hubungan seperti itu dengan Hannah Merrick, Dewa Perang Wanita Negara Avalora!"
"Tapi kamu sangat menyedihkan. Dia memutuskan pertunangan ... Ckck, aku tidak tega membunuhmu ..."
Alexander Blackwood tiba-tiba menampar dengan keras, Raja Mistis yang terkenal, yang ditangkap oleh militer setelah semua kerja keras, jatuh pingsan di tanah. "Aku sedang dalam suasana hati yang buruk, apa yang kamu bicarakan?"
Alexander Blackwood mengutuk dengan tidak senang, lalu memegang pergelangan kaki Raja Mistis, dan menyeretnya ke Penjara Shadowgate seperti anjing mati ...
"Wakil Kedua, Wakil Kedua, surat Anda!” Seorang tukang pos bergegas mendekat, menjejalkan amplop itu ke tangan Alexander Blackwood, dan menatap tahanan baru yang tampak seperti anjing mati.
👇👇👇
#WeRead-new untuk mencari judul "The Unconquerable Dragon" Baca lebih banyak bab menarik!
Di Penjara Shadowgate Kota Ambercrest.
Di Penjara Shadowgate ini, tempat para tahanan paling keji di dunia dipenjara, yang masing-masing terkenal dengan banyak kejahatannya. Ada agen yang mencuri rahasia negara, pembunuh yang membunuh Direktur, dan panglima perang yang membantai puluhan ribu tawanan... Alexander Blackwood, mengenakan kostum petugas penjara, sedang menulis di ruang kerja ayahnya, dengan setiap goresan teratur dan bertenaga.
"Wakil Kedua, ada masalah. Dewa Pembunuh dan Serigala Rakus berkelahi..." Seorang petugas penjara masuk dan berkata dengan ngeri. Alexander Blackwood mendengus, melemparkan tulisan padanya, dan berkata, "Ambil tulisan aku dan suruh mereka membersihkan toilet selama tiga hari. Kalau mereka tidak patuh, katakan bahwa aku akan menekan kepala mereka ke toilet lagi."
“Baik, Wakil Kedua!” Petugas penjara tercengang sesaat, lalu buru-buru menyambar tulisan itu, berbalik dan lari.
Dewa Pembunuh, raja pembunuh terkenal di dunia pembunuh, dipenjara karena membunuh Direktur Negara Serendia. Serigala Rakus, pemimpin organisasi besar di dunia bawah tanah, dipenjara karena mencuri dan menjual hulu ledak nuklir.
"Wakil Kedua, ada masalah. Butcher mengeluh bahwa makanan di kafetaria tidak enak, dan melukai beberapa petugas!" Petugas penjara lain datang dengan panik.
Alexander Blackwood mau tidak mau mengangkat alisnya, lalu melemparkan tulisan lain ke Petugas penjara ini, dan berkata dengan santai, “Biarkan dia mencuci piring di dapur belakang selama sebulan. Kalau tidak patuh, gantung dia selama tiga hari tiga malam!"
Petugas penjara menangkap tulisan Alexander Blackwood, berbalik dan berlari pergi. Butcher, seorang panglima perang yang menakutkan yang membantai lebih dari 10.000 tawanan, seorang pahlawan yang memperlakukan kehidupan manusia seperti tidak ada apa-apanya!
"Wakil Kedua, terjadi masalah lagi, Devil yang membunuh keluarga Laksamana Negara Zephyria sudah menggila lagi dan menghancurkan ruang kurungan kita!"
Alexander Blackwood tidak bisa menahan perasaan sedikit pusing. Dia membuang tulisan yang baru saja dia tulis, dan berkata dengan dingin, "Biarkan dia mematahkan kakinya sendiri dan berbaring di sel selama sebulan. Kalau kurang satu hari, buang ke dalam lubang pembuangan untuk berendam selama sehari!"
Petugas penjara tidak berani lalai, dia mengambil kata itu dan berlari keluar dengan tergesa-gesa. Alexander Blackwood tidak bisa menahan diri untuk tidak menepuk dahinya, dan tidak bisa menahan diri untuk mengutuk, “Ada begitu banyak hal buruk di Penjara Shadowgate kecil ini. Ayah sudah pergi selama tiga tahun, dan selama tiga tahun terakhir, aku belum mendengar kabar darinya. Sungguh, hal ini membuatku merasa pusing!"
Dia keluar dari ruang kerja, melirik waktu, dan mengunjungi lapangan seperti biasa. Para tahanan yang aktif di lapangan langsung berdiri tegak satu per satu saat melihat Alexander Blackwood muncul, dengan kepala tertunduk, tidak beLevina menatap langsung ke arahnya.
"Wakil Kedua, Wakil Kedua, rokok ... Bisakah kamu membantu aku mengantarkan surat ini untuk keluargaku? Setelah selesai, aku akan memberi kamu 200 miliar. Keluarga aku punya banyak uang!" Penjual sumber daya nasional yang punya aset ratusan triliun berlari sambil tersenyum dan menyerahkan sebatang rokok kepada Alexander Blackwood.
"Halo Wakil Kedua ..." Negara Avalora, orang terkaya yang melakukan kejahatan monopoli berat, menundukkan kepalanya dan membungkuk.
"Selamat siang, Wakil Kedua!" Mantan Kepala Biro Intelijen Militer Negara Serendia yang mengkhianati intelijen nasional juga menundukkan kepalanya dengan cara yang sama.
Tak satu pun dari tahanan di sini adalah orang biasa, reputasi salah satu dari mereka cukup mengejutkan orang kalau dibebaskan. Tapi pada saat ini, mereka menundukkan kepala dengan patuh dan menyapa Alexander Blackwood dengan hormat.
"Aku sedang dalam suasana hati yang buruk akhir-akhir ini, kuharap kalian tidak membuat masalah," kata Alexander Blackwood.
"Ugh ... ya ya ya!" Semua orang terkejut dan buru-buru setuju.
Begitu Alexander Blackwood kembali ke kantornya, seorang petugas penjara bergegas mendekat dan berteriak, "Wakil Kedua..."
Alexander Blackwood mengerutkan kening, dan berkata dengan tidak senang, “Ada apa?"
"Oh… kali ini bukan para napi yang membuat onar, tapi seorang Jendral yang mengawal napi ke sini, seorang Jendral wanita yang sangat cantik." Petugas penjara tersenyum merayu.
Alexander Blackwood berkata oh.
Petugas penjara melanjutkan, "Jendral perempuan ini meminta untuk bertemu Wakil Kedua, dia mengatakan bahwa dia mengenal Kepala Pertama!"
Alexander Blackwood terkejut, dan berkata, "Kenal ayahku? Coba pergi lihat ..."
Di luar Penjara Shadowgate, puluhan tentara berjaga-jaga di depan kurungan, ada seorang lelaki muram terjebak di dalam kurungan itu. "Hehehe, kalau aku keluar dari sini, kalian akan kuingat semuanya, tidak ada yang bisa selamat!" ancam pria itu dengan sinis.
Para prajurit di sekitar mau tidak mau menoleh, seolah takut diingat olehnya. Di sebelahnya, seorang wanita dengan dua bintang di pundaknya penuh dengan kepahlawanan, tinggi dan tegap, dia dapat menunjukkan aura heroik di setiap gerakan.
Dia adalah Nona Besar Keluarga Merrick di ibu kota, Hannah Merrick. Hannah Merrick menatap Alexander Blackwood yang keluar dari Penjara Shadowgate dengan dingin. Alexander Blackwood berpakaian sedikit santai dengan seragam petugas penjara tanpa menunjukkan energi apa pun, yang membuat orang tidak nyaman.
"Kamu Alexander Blackwood, kan?" Hannah Merrick bertanya, dengan mata merendahkan dan dua bintang naga bersinar di pundaknya, sepertinya membawa kesombongan yang berbeda.
Alexander Blackwood merasa matanya membuatnya sedikit jijik, dan berkata, "Siapa yang kamu tangkap?"
"Raja Mistis dari Empat Raja Surgawi Agung Preman, Beard, atasan sudah menunjuk untuk ditahan di sini." Hannah Merrick berjalan dan menyerahkan sebuah dokumen kepada Alexander Blackwood.
Alexander Blackwood menandatanganinya dengan santai dan bertanya, "Kamu mencariku?"
Hannah Merrick berkata dengan tenang, "Aku Hannah Merrick, aku datang untuk memberi tahu kamu bahwa kita bukan dari dunia yang sama." Setelah Alexander Blackwood mendengar nama ini, dia jelas sedikit terkejut, lalu mengerutkan kening.
Mata acuh tak acuh Hannah Merrick jatuh ke pundaknya, dua bintang putih kecil, petugas penjara tingkat dua.
"Aku ingin membatalkan pernikahan ini." Hannah Merrick berkata dengan enteng, dengan sedikit iba di matanya, Tuan Muda dari Keluarga Blackwood, ternyata menjaga Penjara Shadowgate yang rusak di sini.
"Kamu, Apakah kamu punya komentar?" Setelah mengatakan ini, dia mengeluarkan kontrak pernikahan dan merobeknya menjadi dua bagian secara perlahan. Terlihat bahwa tentara di belakangnya juga memandang Alexander Blackwood dengan mata menghina, dengan ekspresi sedikit meremehkan.
Petugas penjara kecil tingkat dua, ternyata mau bersanding dengan Jendral Hannah yang sudah jadi letnan jendral? Hannah Merrick menghela nafas, menggelengkan kepalanya sedikit, dan berkata dengan sedikit kasihan, "Aku tahu ini pukulan besar untukmu, tapi, seperti yang kamu lihat, kita bukan orang dari dunia yang sama." Saat berbicara, matanya menyapu bahunya sendiri dan bahu Alexander Blackwood.
Alexander Blackwood tidak berbicara.
Hannah Merrick membagikan kartu nama dan berkata, "Sebagai kompensasi atas pembatalan pernikahan, kamu dapat mengambil kartu nama dan meminta aku melakukan dua hal untuk kamu."
"Sebagai mantan Tuan Muda Keluarga Blackwood, kamu seharusnya segera meninggalkan tempat bobrok ini. Dengan begitu, mungkin ada harapan untuk kembali ke keluargamu."
"Raja Mistis diserahkan padamu. Pastikan untuk mengurungnya, kalau tidak, banyak orang akan mati..."
"Untuk menangkapnya, militer kita kehilangan banyak elit, bahkan aku terluka ringan."
Setelah mengatakan ini, Hannah Merrick berbalik dan melompat ke dalam mobil, tanpa menunggu Alexander Blackwood membalasnya, dia memberi perintah dan membawa tim pergi.
"Setelah dia meninggalkan Keluarga Blackwood, dia benar-benar terpuruk."
"Menjaga di tempat gelap ini, tidak peduli berapa banyak bakat yang kamu miliki, itu akan terkikis habis."
"Aku berbicara dengannya, tapi dia sangat bodoh sehingga dia tidak menanggapi. Jelas, dia juga menyadari perbedaan identitas."
Hannah Merrick tersenyum, kalau Alexander Blackwood mendatanginya dengan membawa kartu namanya, dia akan memberinya kesempatan untuk meninggalkan Penjara Shadowgate dan bergabung dengan tentara, mungkin dia akan memiliki masa depan yang kecil.
Alexander Blackwood memandang kepergian Hannah Merrick dengan heran, lalu perlahan menarik pandangannya, kartu nama itu langsung hancur di tangannya.
"Gila..."
Alexander Blackwood bergumam, lkalu dengan santai membuka kunci kandang yang besar.
Ketika Raja Mistis di dalam melihat membuka pintu kandang, dia berkata sambil menyeringai, "Nak, sebaiknya kamu dengarkan nasihat wanita itu!"
"Tanpa diduga, kamu memiliki hubungan seperti itu dengan Hannah Merrick, Dewa Perang Wanita Negara Avalora!"
"Tapi kamu sangat menyedihkan. Dia memutuskan pertunangan ... Ckck, aku tidak tega membunuhmu ..."
Alexander Blackwood tiba-tiba menampar dengan keras, Raja Mistis yang terkenal, yang ditangkap oleh militer setelah semua kerja keras, jatuh pingsan di tanah. "Aku sedang dalam suasana hati yang buruk, apa yang kamu bicarakan?"
Alexander Blackwood mengutuk dengan tidak senang, lalu memegang pergelangan kaki Raja Mistis, dan menyeretnya ke Penjara Shadowgate seperti anjing mati ...
"Wakil Kedua, Wakil Kedua, surat Anda!” Seorang tukang pos bergegas mendekat, menjejalkan amplop itu ke tangan Alexander Blackwood, dan menatap tahanan baru yang tampak seperti anjing mati.
👇👇👇
#WeRead-new untuk mencari judul "The Unconquerable Dragon" Baca lebih banyak bab menarik!

Jan 19, 2024 - Jan 19, 2024
ณ ศาลเจ้าบรรพบรุษ ตระกูลเย่ เมืองชิงเฉิง
"บรรพบุรุษผู้ล่วงลับเฝ้ามองดูเย่ซวนผู้ไม่มีพรสวรรค์และไร้คุณธรรม...จากนี้ไปเย่ซวนจะถูกปลดออกจากตำแหน่งผู้สืบทอดตระกูลเย่ และเย่หลางจะถูกแต่งตั้งขึ้นแทน"
ชายชราในชุดสีดำที่พูดขึ้น
ไม่ไกลจากกันมีเด็กหนุ่มยืนยิ้มอย่างพึงพอใจด้านหลังชายชรา เด็กหนุ่มคนนั้นคือเย่หลางนั่นเอง
ทั้งสองล้วนเป็นผู้อาวุโสตระกูลเย่
"ทำไมคะ!"
ทันใดนั้นก็มีเสียงสั่นเครือเกิดขึ้นภายในศาลเจ้าบรรพบุรุษตระกูลเย่
ทุกคนหันไปตามเสียงที่ดังขึ้นมา และเห็นเด็กหญิงตัวเล็ก ๆ อายุประมาณสิบสองหรือสิบสามปียืนอยู่ที่หน้าประตู มือเล็ก ๆ ของนางจับชายกระโปรงไว้แน่น หน้าของนางซีดผิดปกติ เด็กหญิงผู้นี้ดูเปราะบาง และแววตามีเต็มไปด้วยความกังวลใจ
เด็กหญิงตัวเล็กผู้นี้นางชื่อ เย่หลิง และนางเป็นน้องสาวของเย่ซวน เมื่อนางได้ยินว่าตระกูลเย่จะปลดเย่ซวน นางจึงรีบมาที่นี่โดยไม่คิดถึงความเจ็บป่วย
ชายชราในชุดสีดำขมวดคิ้ว "เย่หลิง เจ้ากำลังทำอะไรหน่ะ!"
เย่หลิง เด็กหญิงตัวเล็ก ๆ โค้งคำนับเล็กน้อยเพื่อแสดงความเคารพต่อทุกคนในศาลเจ้า และพูดด้วยน้ำเสียงขี้อายว่า "ผู้อาวุโสทุกท่าน เย่ซวน พี่ชายของข้าเป็นผู้สืบทอดมานานนับปี จู่ ๆ ทำไมพวกท่านถึงปลดเขาออกจากตำแหน่งเล่า?"
ผู้อาวุโสตระกูลเย่ มองเย่หลิงด้วยสายตาเย็นชา "นี่เป็นเรื่องใหญ่ของตระกูล เจ้าจะขัดทำไม? กลับไปเสียเถอะ!"
เย่หลิงรู้สึกกลัวอย่างเห็นได้ชัด และไม่กล้ามองสบตาผู้อาวุโสตระกูลเย่ แต่นางไม่ยอมจากไป นางรวบรวมความกล้า และเดินเข้าไปในโถงศาลเจ้าบรรพบุรุษ “ท่านผู้อาวุโส ตอนนี้เย่ซวนท่านพี่ชายของข้ากำลังกำลังแย่งชิงสิทธิ์ในการขุดเหมืองที่หนานซานจากตระกูลหลี่ เขาทำเพื่อตระกูลเย่ ทำเพื่อให้เรามีชีวิตความเป็นอยู่ที่ดี หากพวกท่านปลดเขาออกจากตำแหน่งผู้สืบทอดในตอนนี้ ข้าเห็นว่ามันไม่เป็นธรรมเสียเลย”
"หุบปาก!"
จู่ ๆ ผู้อาวุโสผู้ยิ่งใหญ่ก็พูดด้วยความโกรธ "พวกข้าจะขับไล่เขาก็ไม่ใช่เรื่องอะไรของเจ้า เจ้าไม่มีสิทธิ์แสดงความเห็น ใครก็ได้ ลากนางออกไป ! "
ทันใดนั้น ผู้สืบทอดคนใหม่ก็หัวเราะขึ้นมา "เพื่อไม่ให้คนอื่นเอาเป็นเยี่ยงอย่าง นางควรถูกโบยสามสิบที!"
ผู้อาวุโสพูดอย่างเย็นชา: "โบยนางสามสิบที !"
ในไม่ช้า ข้ารับใช้ก็รีบเข้ามานำตัวนางไปโบย
เย่หลิงกำมือแน่น และพูดด้วยความโกรธว่า "ไม่ยุติธรรมเลย ท่านพี่ของข้าอุทิศตนเพื่อตระกูลมาโดยตลอด ขณะที่พวกท่านมีความสุข ท่านพี่ของข้าต่อสู้เพื่อตระกูลอย่างยากลำบาก..."
ข้ารับใช้ของตระกูลคนหนึ่งมองไปที่เย่หลาง และเขารู้ว่าโอกาสของเขามาถึงแล้ว
ข้ารับใช้พูดอย่างเย้ยหยัน "คุณชายเย่หลาง* ได้รับการยอมรับในการเป็นผู้สืบทอดของตระกูลอย่างเป็นทางการแล้ว เจ้าจะเรียกร้องอะไรอีก" เขายกมือขึ้น และตบหน้าเย่หลิง
เพี้ยะ!
เสียงตบหน้าดังขึ้น หน้าฝั่งขวาของเย่หลิงบวมแดงขึ้นทันที นางจับแก้มของนางไว้อย่างน่าเวทนา
เย่หลางมองข้ารับใช้ผู้นั้นอย่างพอใจ "เจ้าชื่ออะไร?"
ข้ารับใช้รีบคำนับ "ข้าน้อยชื่อจางมู่"
เย่หลางพยักหน้า "เจ้าเก่งมาก หากข้าได้เป็นผู้สืบอวดตระกูลเย่เมื่อไหร่ ข้าจะแต่งตั้งข้ารับใช้สิบคน และเจ้าจะเป็นหนึ่งในนั้น"
เมื่อได้ยินเช่นนี้ จางมู่ก็ดีใจเป็นอย่างมาก และรีบโค้งคำนับเย่หลาง "ข้าน้อยจะทำตามคำสั่งนายท่านอย่างเคร่งครัด* ต่อให้บุกน้ำลุยไฟ ข้าน้อยก็ไม่หวั่น ขอแค่นายท่านเมตตาข้าน้อยผู้นี้!"
เย่หลางพยักหน้าเล็กน้อย "พานางผู้นี้ออกไป นางแทรกแซงการหารือของผู้อาวุโส เป็นการเสียมารยาทยิ่งนัก พานางออกไปโดยเร็ว เข้าใจไหม ?"
จางมู่มองตาของเย่หลางที่แสดงออกถึงความอาฆาตอย่างชัดเจน จากนั้นเขาก็กระชากเส้นผมของเย่หลิง และนำตัวนางออกไป
เมื่อมีบางอย่างปรากฏจางมู่ก็หยุดการกระทำทันที
ณ ห้องโถงศาลเจ้าบรรพบุรุษ ทุกคนหันศีรษะไปด้านนอก
ไม่ไกลจากห้องโถง มีชายหนุ่มผู้หนึ่งกำลังตรงมาที่โถงศาลเจ้าบรรพบุรุษ ชายหนุ่มสวมชุดรัดรูปขาดรุ่งริ่ง และเลือดอาบทั่วตัว
เขาคือเย่ซวน ผู้ซึ่งรีบกลับมาจากหนานซาน!
เมื่อเห็นเย่ซวนกลับมา เย่หลางก็ยิ้มอย่างเย็นชาในห้องโถงศาลเจ้าบรรพบุรุษ ผู้อาวุโสทุกคนขมวดคิ้ว
ผู้อาวุโสทั้งหมดหรี่ตาลงเล็กน้อย สีหน้าของเขามืดมน และน่าสะพรึงกลัว ไม่มีใครรู้ว่าเขาคิดเช่นไร
เมื่อจางมู่เห็นเย่ซวน สีหน้าของเขาก็เปลี่ยนไปทันที เขามองไปที่เย่หลางอย่างรวดเร็ว แต่วินาทีนี้เย่ซวนโมโหเป็นอย่างมาก "ใครอนุญาตให้แตะน้องสาวข้า?"
เมื่อเห็นท่าทีที่น่ากลัวของเย่ซวน จางมู่ก็มองไปที่เย่หลาง ขณะที่เขากำลังจะพูด เย่ซวนก็กระโจนเข้ามาต่อยเขาหนึ่งหมัด
ตุบ!
จางมู่มึนงง เดินเซไปมาอยู่ครู่หนึ่ง
เย่ซวนไม่ยอมแพ้ เขารีบไปหาจางมู่ เย่หลางซึ่งอยู่ในห้องโถงศาลเจ้าพูดขึ้นว่า "เย่ซวน เขาเป็นคนของข้า เจ้ากล้าดียังไงทำร้ายเขา?..."
ทันใดนั้นเย่ซวนก็เหยียบหน้าอกจางมู่
อ๊าก!
เลือดค่อย ๆ ไหลออกจากมุมปากจางมู่
เมื่อเห็นฉากนี้ เย่หลางก็มีสีหน้าน่าเกลียดมาก เย่ซวนเงยหน้าขึ้นมองเขา และพูดอย่างดุเดือดว่า "คนของเจ้างั้นหรือ?"
ขณะที่เขาพูด เท้าของเขาก็เปลี่ยนตำแหน่งไปยังใบหน้าของจางมู่
จางมู่เลือดอาบใบหน้า และเขายังคงคร่ำครวญไม่หยุด "นายท่าน ช่วยข้าด้วย..."
เย่ซวนไม่สนใจจางมู่ที่กำลังร้องขอความช่วยเหลือ เขาเดินไปหาเย่หลิงน้องสาวของเขาด้วยความเป็นห่วง ทันทีที่เห็นสภาพน้องสาวตนเอง เขาก็รู้สึกราวกับว่าถูกกรีดที่หัวใจ เขากำหมัดแน่นจนตัวสั่น
เมื่อเย่หลิงเห็นเย่ซวน นางก็น้ำตาเอ่อล้น “ท่านพี่ ข้าเจ็บเหลือเกิน...”
เมื่อได้ยินเช่นนี้ เย่ซวนก็นึกฉุนขึ้นมา และในวินาทีต่อมา เขารีบวิ่งไปด้านหน้าของจางมู่แล้วกระทืบศีรษะจางมู่
ตุบ!
ศีรษะของจางมู่กระแทกกับขั้นบันไดหิน จากนั้นเลือดก็กระเซ็น!
เมื่อเห็นฉากนี้ ทุกคนก็ตกตะลึง
อย่างไรก็ตาม ก่อนที่เย่ซวนจะยอมแพ้ จู่ ๆ เขาก็มองมาที่เย่หลาง และพูดอย่างดุเดือดว่า "น้องสาวข้า ใครหน้าไหนก็ห้ามแตะ เจ้ากล้าดีอย่างไร!"
เมื่อพูดจบ เขาก็พุ่งตรงไปที่เย่หลาง
ภายในโถงศาลเจ้าบรรพบุรุษ สีหน้าของผู้อาวุโสก็เปลี่ยนไป “ช่างกล้า!”
หลังจากพูดจบ เขาก็กระทืบเท้า และตรงมาที่เย่ซวน จากนั้นตบเย่ซวนด้วยฝ่ามือ
ฝ่ามือนั้นแข็งแรง รวดเร็วและดุเดือด
เย่ซวนปากกระตุก และเขากำหมัดแน่น ก่อนที่เขาจะถูกฉีกเป็นชิ้น ๆ กำปั้นของเขาก็ซัดไปที่ผู้อาวุโส
ตุบ!
สองหมัดปะทะกันจนเกิดเสียง
เย่ซวนถอยกลับไปที่ประตูหลังจากซัดหมัดจนทำให้ผู้อาวุโสถอยหลังไปหลายเก้า
เมื่อเห็นฉากนี้ ทุกคนก็ตกตะลึง
ในเมืองชิงโจว จอมยุทธ์แบ่งออกเป็นหลายขั้น ขั้นแรกคือการหลอมรวมกาย ขั้นที่สองคือการเสริมกาย ขั้นที่สามคือกำลังภายในกล้าแกร่ง ขั้นที่สี่คือผสานพลัง ขั้นที่ห้าคือฝึกฝนไร้ขอบเขต และขั้นที่หกคือเปลี่ยนพลัง และยิ่งไปกว่านั้นคือควบคุมลมปราณ เย่ชวนอยู่ในขั้นที่ห้า ทั้งคู่แม้ห่างกันเพียงหนึ่งขั้น แต่เย่ซวนเป็นรองเพียงเล็กน้อย
ผู้อาวุโสก็ตกใจเช่นกัน เขารู้ว่าเย่ซวนมีความสามารถมากและเป็นผู้สืบทอดที่ได้รับการฝึกฝนจากตระกูลเย่ เย่ซวนต่อสู้เพื่อตระกูลเย่มาเป็นเวลาเกือบหนึ่งปี ผู้อาวุโสคนไม่คิดว่าเย่ซวนจะมีพลังยุทธ์ที่แข็งแกร่งเพียงนี้!
แข็งแกร่งมาก!
เมื่อคิดถึงเรื่องนี้ ผู้อาวุโสก็เกิดแรงอาฆาตพร้อมจะสังหารทันที
ผู้อาวุโสจ้องไปที่เย่ซวน "เย่ซวน เจ้ากล้าดียังไงมาโจมตีผู้สืบทอดต่อหน้าบรรพบุรุษเช่นนี้!"
เย่ซวนขมวดคิ้วเล็กน้อย “ผู้สืบทอด?”
ผู้อาวุโสผู้เย้ยหยัน "เย่ซวน ข้าลืมบอกเจ้าไป เจ้าถูกปลดออกจากการเป็นผู้สืบทอดแล้ว ต่อไปนี้เย่หลางจะเป็นผู้สืบทอดของเรา!"
เย่ซวนหรี่ตาลงเล็กน้อย "ข้าถูกปลดออกจากผู้สืบทอดงั้นหรือ?"
ผู้อาวุโสกล่าวอย่างเย็นชา "นี่เป็นมติเอกฉันท์ของผู้อาวุโสทั้งหมด"
เย่ซวนยิ้มอย่างน่ากลัว และพูดว่า "ขณะที่ข้ากำลังทุ่มเทเพ่อตระกูลเย่ พวกท่านกลับปลดข้ากระทันหัน?"
ผู้อาวุโสชี้ไปที่เย่หลางซึ่งอยู่ไม่ไกล " เจ้ารู้ไหมว่าเขาคือใคร? "
เขาไม่รอเย่ซวนตอบ "เย่หลางคือผู้ที่ถูกเลือก และเพิ่งตื่นขึ้นมา!"
เย่ซวนตกตะลึง
ผู้ที่ถูกสวรรค์เลือกคือ?
ผู้ที่ถูกสวรรค์เลือกคือผู้ที่ถูกสวรรค์เลือก
โลกแห่งชิงฉางมีคนกลุ่มหนึ่งที่ดูธรรมดา ๆ และเรียบง่าย แต่แล้ววันหนึ่งพวกเขาก็ 'ตื่น' หลังจากที่ตื่นขึ้นมาแล้ว พวกเขาก็เหมือนกับเป็นคนละคน ความเร็วในการฝึกฝนของพวกเขาเพิ่มเป็นสองเท่า พวกเขาผจญภัยนับไม่ถ้วน จนกลายเป็นที่รักดังสวรรค์บันดาลให้!
โลกแห่งชิงฉางนี้แบ่งออกเป็นสามทวีป เขาอาศัยอยู่ในทวีปชิง อาณาจักรเจียงเป็นเวลาหลายทศวรรษ ทวีปชิงนี้มีอาณาจักรเล็กใหญ่นับหลายร้อยแห่ง และผู้ที่ถูกสวรรค์เลือกสรรนั้นมีเพียงไม่ถึงสิบคน ผู้ถูกเลือกเหล่านี้ล้วนเป็นผู้ยิ่งใหญ่
เย่ซวนกำหมัดแน่น เขารู้ว่าตระกูลเย่ต้องการที่จะปลดเขาออกจากตำแหน่งผู้สืบทอด อีกทั้งยังต้องการฆ่าเขาอีกด้วย !
เย่หลางหัวเราะพร้อมกับพูดว่า "ผู้อาวุโส เย่ซวนผู้นี้มีเจตนาฆ่าผู้อื่นต่อหน้าผู้อาวุโสใหญ่และยังทำร้ายผู้อาวุโส ตามกฎของตระกูลเย่แล้วควรได้รับโทษเช่นไร? "
ณ ขณะนี้ ทุกคนต่างก็มองไปที่เย่หลางที่กำลังยิ้มอย่างเย็นชา "ตามกฎของตระกูลเราแล้ว เขาสมควรถูกเฆี่ยนจนตาย"
เหล่าผู้อาวุโสต่างเห็นด้วยกับเย่หลางซึ่งเป็นผู้ถูกเลือก อีกทั้งยังเป็นผู้สืบทอดสายตรงของผู้อาวุโสตระกูลเย่ หากขัดแย้งกับผู้อาวุโสใหญ่และเย่หลางไม่เป็นการดีแน่
ผู้อาวุโสใหญ่ตระกูลเย่ "นำตัวไป!"
ในไม่ช้า เหล่าข้ารับใช้ตระกูลเย่ก็วิ่งเข้ามาด้านในของโถงศาลเจ้าบรรพบุรุษ
ทันใดนั้นเย่ซวนก็กล่าวว่า "ตระกูลเย่มีกฎอยู่ว่า เราจะไม่ปฏิเสธการท้าทายสมาชิกผู้ใดก็ตามที่เป็นปรปักษ์กับผู้สืบทอด"
ขณะที่เขาพูด เขาก็มองไปที่เย่หลาง "ข้าขอท้าเจ้า!"
เย่หลางหรี่ตา และยิ้ม "ท้าเหรอ? ได้ แต่ต้องเดิมพันด้วยชีวิตที่ลานประลอง เจ้ากล้าหรือไม่? "
ลานประลองแห่งชีวิตและความตาย!
ความโกลาหลเกิดขึ้น!
เมื่อมีความขัดแย้งระหว่างสมาชิกในตระกูลเย่ พวกเขาจะท้าประลองกันโดยเดิมพันด้วยชีวิต ท้ายที่สุดจะเหลือผู้รอดชีวิตเพียงคนเดียว!
เย่ซวนหัวเราะ "ไป ไปที่ลานประลองแห่งชีวิตและความตาย!"
เย่หลางส่ายศีรษะ"หนึ่งเดือนนับจากนี้ เรามาดูกันว่าใครแน่กว่าใคร ใครจะอยู่หรือใครจะไป หัวหน้าตระกูลออกจากการบำเพ็ญพอดี เราจะต่อสู้กันจนกว่าจะตายกันไปข้างหนึ่ง และถึงตอนนั้นหัวหน้าตระกูลจะเป็นพยานหากข้าถูกกล่าวหาว่าฆ่าเจ้า !”
เย่ซวนคิดอยู่ครู่หนึ่ง "แล้วเรามาดูกัน !"
หลังจากพูดจบ เขาไม่ได้พูดอะไร และอุ้มเย่หลิงออกมาจากศาลเจ้าบรรพบุรุษตระกูลเย่
เมื่อมองเย่ซวนและเย่หลิงจากไป ผู้อาวุโสก็มองไปที่เย่หลาง "เย่ซวนต่อสู้มาเกือบตลอดทั้งปี และความสามารถของเขาก็ค่อนข้างดีเลยทีเดียว เจ้าแน่ใจว่าจะเอาชนะเขาได้เหรอ?"
รอยยิ้มมุมปากเปลี่ยนเป็นรอยยิ้มอันเหี้ยมโหด และมีความอาฆาตปรากฏที่แววตา "ข้าเพิ่งตื่นขึ้น พลังยังผสานได้ไม่สมบูรณ์ มิฉะนั้นข้าบดขยี้เขาให้ตายก็ไม่ใช่เรื่องยาก ราวกับขยี้มด! ผ่านไปหนึ่งหนึ่งเดือน คนในอาณาจักรเจียงก็จะไม่มีใครสู้ข้าได้!"
เมื่อได้ยินเช่นนี้ ผู้อาวุโสใหญ่ก็พยักหน้าเล็กน้อยและพูดด้วยรอยยิ้ม "ดีมาก"
หลังจากพูดจบ เขาก็มองไปที่ผู้อาวุโสที่อยู่ข้าง ๆ และพูดเบาๆว่า : "คนที่ข้าส่งไปที่หนานซานยังไม่กลับมา สีหน้าเย่ซวนดูซีดผิดปกติ เย่ขู่ไปสืบมาซิว่าเกิดอะไรขึ้นกับเย่ซวนที่หนานซาน”
ผู้อาวุโสหยักหน้าและเดินออกไป
👀👀👀
ชื่อหนังสือ👉"กระบี่ทมิฬ "👈ดาวน์โหลดเดี๋ยวนี้ #ReadMe-new อ่านฉบับเต็มของหนังสือเล่มนี้!✅
"บรรพบุรุษผู้ล่วงลับเฝ้ามองดูเย่ซวนผู้ไม่มีพรสวรรค์และไร้คุณธรรม...จากนี้ไปเย่ซวนจะถูกปลดออกจากตำแหน่งผู้สืบทอดตระกูลเย่ และเย่หลางจะถูกแต่งตั้งขึ้นแทน"
ชายชราในชุดสีดำที่พูดขึ้น
ไม่ไกลจากกันมีเด็กหนุ่มยืนยิ้มอย่างพึงพอใจด้านหลังชายชรา เด็กหนุ่มคนนั้นคือเย่หลางนั่นเอง
ทั้งสองล้วนเป็นผู้อาวุโสตระกูลเย่
"ทำไมคะ!"
ทันใดนั้นก็มีเสียงสั่นเครือเกิดขึ้นภายในศาลเจ้าบรรพบุรุษตระกูลเย่
ทุกคนหันไปตามเสียงที่ดังขึ้นมา และเห็นเด็กหญิงตัวเล็ก ๆ อายุประมาณสิบสองหรือสิบสามปียืนอยู่ที่หน้าประตู มือเล็ก ๆ ของนางจับชายกระโปรงไว้แน่น หน้าของนางซีดผิดปกติ เด็กหญิงผู้นี้ดูเปราะบาง และแววตามีเต็มไปด้วยความกังวลใจ
เด็กหญิงตัวเล็กผู้นี้นางชื่อ เย่หลิง และนางเป็นน้องสาวของเย่ซวน เมื่อนางได้ยินว่าตระกูลเย่จะปลดเย่ซวน นางจึงรีบมาที่นี่โดยไม่คิดถึงความเจ็บป่วย
ชายชราในชุดสีดำขมวดคิ้ว "เย่หลิง เจ้ากำลังทำอะไรหน่ะ!"
เย่หลิง เด็กหญิงตัวเล็ก ๆ โค้งคำนับเล็กน้อยเพื่อแสดงความเคารพต่อทุกคนในศาลเจ้า และพูดด้วยน้ำเสียงขี้อายว่า "ผู้อาวุโสทุกท่าน เย่ซวน พี่ชายของข้าเป็นผู้สืบทอดมานานนับปี จู่ ๆ ทำไมพวกท่านถึงปลดเขาออกจากตำแหน่งเล่า?"
ผู้อาวุโสตระกูลเย่ มองเย่หลิงด้วยสายตาเย็นชา "นี่เป็นเรื่องใหญ่ของตระกูล เจ้าจะขัดทำไม? กลับไปเสียเถอะ!"
เย่หลิงรู้สึกกลัวอย่างเห็นได้ชัด และไม่กล้ามองสบตาผู้อาวุโสตระกูลเย่ แต่นางไม่ยอมจากไป นางรวบรวมความกล้า และเดินเข้าไปในโถงศาลเจ้าบรรพบุรุษ “ท่านผู้อาวุโส ตอนนี้เย่ซวนท่านพี่ชายของข้ากำลังกำลังแย่งชิงสิทธิ์ในการขุดเหมืองที่หนานซานจากตระกูลหลี่ เขาทำเพื่อตระกูลเย่ ทำเพื่อให้เรามีชีวิตความเป็นอยู่ที่ดี หากพวกท่านปลดเขาออกจากตำแหน่งผู้สืบทอดในตอนนี้ ข้าเห็นว่ามันไม่เป็นธรรมเสียเลย”
"หุบปาก!"
จู่ ๆ ผู้อาวุโสผู้ยิ่งใหญ่ก็พูดด้วยความโกรธ "พวกข้าจะขับไล่เขาก็ไม่ใช่เรื่องอะไรของเจ้า เจ้าไม่มีสิทธิ์แสดงความเห็น ใครก็ได้ ลากนางออกไป ! "
ทันใดนั้น ผู้สืบทอดคนใหม่ก็หัวเราะขึ้นมา "เพื่อไม่ให้คนอื่นเอาเป็นเยี่ยงอย่าง นางควรถูกโบยสามสิบที!"
ผู้อาวุโสพูดอย่างเย็นชา: "โบยนางสามสิบที !"
ในไม่ช้า ข้ารับใช้ก็รีบเข้ามานำตัวนางไปโบย
เย่หลิงกำมือแน่น และพูดด้วยความโกรธว่า "ไม่ยุติธรรมเลย ท่านพี่ของข้าอุทิศตนเพื่อตระกูลมาโดยตลอด ขณะที่พวกท่านมีความสุข ท่านพี่ของข้าต่อสู้เพื่อตระกูลอย่างยากลำบาก..."
ข้ารับใช้ของตระกูลคนหนึ่งมองไปที่เย่หลาง และเขารู้ว่าโอกาสของเขามาถึงแล้ว
ข้ารับใช้พูดอย่างเย้ยหยัน "คุณชายเย่หลาง* ได้รับการยอมรับในการเป็นผู้สืบทอดของตระกูลอย่างเป็นทางการแล้ว เจ้าจะเรียกร้องอะไรอีก" เขายกมือขึ้น และตบหน้าเย่หลิง
เพี้ยะ!
เสียงตบหน้าดังขึ้น หน้าฝั่งขวาของเย่หลิงบวมแดงขึ้นทันที นางจับแก้มของนางไว้อย่างน่าเวทนา
เย่หลางมองข้ารับใช้ผู้นั้นอย่างพอใจ "เจ้าชื่ออะไร?"
ข้ารับใช้รีบคำนับ "ข้าน้อยชื่อจางมู่"
เย่หลางพยักหน้า "เจ้าเก่งมาก หากข้าได้เป็นผู้สืบอวดตระกูลเย่เมื่อไหร่ ข้าจะแต่งตั้งข้ารับใช้สิบคน และเจ้าจะเป็นหนึ่งในนั้น"
เมื่อได้ยินเช่นนี้ จางมู่ก็ดีใจเป็นอย่างมาก และรีบโค้งคำนับเย่หลาง "ข้าน้อยจะทำตามคำสั่งนายท่านอย่างเคร่งครัด* ต่อให้บุกน้ำลุยไฟ ข้าน้อยก็ไม่หวั่น ขอแค่นายท่านเมตตาข้าน้อยผู้นี้!"
เย่หลางพยักหน้าเล็กน้อย "พานางผู้นี้ออกไป นางแทรกแซงการหารือของผู้อาวุโส เป็นการเสียมารยาทยิ่งนัก พานางออกไปโดยเร็ว เข้าใจไหม ?"
จางมู่มองตาของเย่หลางที่แสดงออกถึงความอาฆาตอย่างชัดเจน จากนั้นเขาก็กระชากเส้นผมของเย่หลิง และนำตัวนางออกไป
เมื่อมีบางอย่างปรากฏจางมู่ก็หยุดการกระทำทันที
ณ ห้องโถงศาลเจ้าบรรพบุรุษ ทุกคนหันศีรษะไปด้านนอก
ไม่ไกลจากห้องโถง มีชายหนุ่มผู้หนึ่งกำลังตรงมาที่โถงศาลเจ้าบรรพบุรุษ ชายหนุ่มสวมชุดรัดรูปขาดรุ่งริ่ง และเลือดอาบทั่วตัว
เขาคือเย่ซวน ผู้ซึ่งรีบกลับมาจากหนานซาน!
เมื่อเห็นเย่ซวนกลับมา เย่หลางก็ยิ้มอย่างเย็นชาในห้องโถงศาลเจ้าบรรพบุรุษ ผู้อาวุโสทุกคนขมวดคิ้ว
ผู้อาวุโสทั้งหมดหรี่ตาลงเล็กน้อย สีหน้าของเขามืดมน และน่าสะพรึงกลัว ไม่มีใครรู้ว่าเขาคิดเช่นไร
เมื่อจางมู่เห็นเย่ซวน สีหน้าของเขาก็เปลี่ยนไปทันที เขามองไปที่เย่หลางอย่างรวดเร็ว แต่วินาทีนี้เย่ซวนโมโหเป็นอย่างมาก "ใครอนุญาตให้แตะน้องสาวข้า?"
เมื่อเห็นท่าทีที่น่ากลัวของเย่ซวน จางมู่ก็มองไปที่เย่หลาง ขณะที่เขากำลังจะพูด เย่ซวนก็กระโจนเข้ามาต่อยเขาหนึ่งหมัด
ตุบ!
จางมู่มึนงง เดินเซไปมาอยู่ครู่หนึ่ง
เย่ซวนไม่ยอมแพ้ เขารีบไปหาจางมู่ เย่หลางซึ่งอยู่ในห้องโถงศาลเจ้าพูดขึ้นว่า "เย่ซวน เขาเป็นคนของข้า เจ้ากล้าดียังไงทำร้ายเขา?..."
ทันใดนั้นเย่ซวนก็เหยียบหน้าอกจางมู่
อ๊าก!
เลือดค่อย ๆ ไหลออกจากมุมปากจางมู่
เมื่อเห็นฉากนี้ เย่หลางก็มีสีหน้าน่าเกลียดมาก เย่ซวนเงยหน้าขึ้นมองเขา และพูดอย่างดุเดือดว่า "คนของเจ้างั้นหรือ?"
ขณะที่เขาพูด เท้าของเขาก็เปลี่ยนตำแหน่งไปยังใบหน้าของจางมู่
จางมู่เลือดอาบใบหน้า และเขายังคงคร่ำครวญไม่หยุด "นายท่าน ช่วยข้าด้วย..."
เย่ซวนไม่สนใจจางมู่ที่กำลังร้องขอความช่วยเหลือ เขาเดินไปหาเย่หลิงน้องสาวของเขาด้วยความเป็นห่วง ทันทีที่เห็นสภาพน้องสาวตนเอง เขาก็รู้สึกราวกับว่าถูกกรีดที่หัวใจ เขากำหมัดแน่นจนตัวสั่น
เมื่อเย่หลิงเห็นเย่ซวน นางก็น้ำตาเอ่อล้น “ท่านพี่ ข้าเจ็บเหลือเกิน...”
เมื่อได้ยินเช่นนี้ เย่ซวนก็นึกฉุนขึ้นมา และในวินาทีต่อมา เขารีบวิ่งไปด้านหน้าของจางมู่แล้วกระทืบศีรษะจางมู่
ตุบ!
ศีรษะของจางมู่กระแทกกับขั้นบันไดหิน จากนั้นเลือดก็กระเซ็น!
เมื่อเห็นฉากนี้ ทุกคนก็ตกตะลึง
อย่างไรก็ตาม ก่อนที่เย่ซวนจะยอมแพ้ จู่ ๆ เขาก็มองมาที่เย่หลาง และพูดอย่างดุเดือดว่า "น้องสาวข้า ใครหน้าไหนก็ห้ามแตะ เจ้ากล้าดีอย่างไร!"
เมื่อพูดจบ เขาก็พุ่งตรงไปที่เย่หลาง
ภายในโถงศาลเจ้าบรรพบุรุษ สีหน้าของผู้อาวุโสก็เปลี่ยนไป “ช่างกล้า!”
หลังจากพูดจบ เขาก็กระทืบเท้า และตรงมาที่เย่ซวน จากนั้นตบเย่ซวนด้วยฝ่ามือ
ฝ่ามือนั้นแข็งแรง รวดเร็วและดุเดือด
เย่ซวนปากกระตุก และเขากำหมัดแน่น ก่อนที่เขาจะถูกฉีกเป็นชิ้น ๆ กำปั้นของเขาก็ซัดไปที่ผู้อาวุโส
ตุบ!
สองหมัดปะทะกันจนเกิดเสียง
เย่ซวนถอยกลับไปที่ประตูหลังจากซัดหมัดจนทำให้ผู้อาวุโสถอยหลังไปหลายเก้า
เมื่อเห็นฉากนี้ ทุกคนก็ตกตะลึง
ในเมืองชิงโจว จอมยุทธ์แบ่งออกเป็นหลายขั้น ขั้นแรกคือการหลอมรวมกาย ขั้นที่สองคือการเสริมกาย ขั้นที่สามคือกำลังภายในกล้าแกร่ง ขั้นที่สี่คือผสานพลัง ขั้นที่ห้าคือฝึกฝนไร้ขอบเขต และขั้นที่หกคือเปลี่ยนพลัง และยิ่งไปกว่านั้นคือควบคุมลมปราณ เย่ชวนอยู่ในขั้นที่ห้า ทั้งคู่แม้ห่างกันเพียงหนึ่งขั้น แต่เย่ซวนเป็นรองเพียงเล็กน้อย
ผู้อาวุโสก็ตกใจเช่นกัน เขารู้ว่าเย่ซวนมีความสามารถมากและเป็นผู้สืบทอดที่ได้รับการฝึกฝนจากตระกูลเย่ เย่ซวนต่อสู้เพื่อตระกูลเย่มาเป็นเวลาเกือบหนึ่งปี ผู้อาวุโสคนไม่คิดว่าเย่ซวนจะมีพลังยุทธ์ที่แข็งแกร่งเพียงนี้!
แข็งแกร่งมาก!
เมื่อคิดถึงเรื่องนี้ ผู้อาวุโสก็เกิดแรงอาฆาตพร้อมจะสังหารทันที
ผู้อาวุโสจ้องไปที่เย่ซวน "เย่ซวน เจ้ากล้าดียังไงมาโจมตีผู้สืบทอดต่อหน้าบรรพบุรุษเช่นนี้!"
เย่ซวนขมวดคิ้วเล็กน้อย “ผู้สืบทอด?”
ผู้อาวุโสผู้เย้ยหยัน "เย่ซวน ข้าลืมบอกเจ้าไป เจ้าถูกปลดออกจากการเป็นผู้สืบทอดแล้ว ต่อไปนี้เย่หลางจะเป็นผู้สืบทอดของเรา!"
เย่ซวนหรี่ตาลงเล็กน้อย "ข้าถูกปลดออกจากผู้สืบทอดงั้นหรือ?"
ผู้อาวุโสกล่าวอย่างเย็นชา "นี่เป็นมติเอกฉันท์ของผู้อาวุโสทั้งหมด"
เย่ซวนยิ้มอย่างน่ากลัว และพูดว่า "ขณะที่ข้ากำลังทุ่มเทเพ่อตระกูลเย่ พวกท่านกลับปลดข้ากระทันหัน?"
ผู้อาวุโสชี้ไปที่เย่หลางซึ่งอยู่ไม่ไกล " เจ้ารู้ไหมว่าเขาคือใคร? "
เขาไม่รอเย่ซวนตอบ "เย่หลางคือผู้ที่ถูกเลือก และเพิ่งตื่นขึ้นมา!"
เย่ซวนตกตะลึง
ผู้ที่ถูกสวรรค์เลือกคือ?
ผู้ที่ถูกสวรรค์เลือกคือผู้ที่ถูกสวรรค์เลือก
โลกแห่งชิงฉางมีคนกลุ่มหนึ่งที่ดูธรรมดา ๆ และเรียบง่าย แต่แล้ววันหนึ่งพวกเขาก็ 'ตื่น' หลังจากที่ตื่นขึ้นมาแล้ว พวกเขาก็เหมือนกับเป็นคนละคน ความเร็วในการฝึกฝนของพวกเขาเพิ่มเป็นสองเท่า พวกเขาผจญภัยนับไม่ถ้วน จนกลายเป็นที่รักดังสวรรค์บันดาลให้!
โลกแห่งชิงฉางนี้แบ่งออกเป็นสามทวีป เขาอาศัยอยู่ในทวีปชิง อาณาจักรเจียงเป็นเวลาหลายทศวรรษ ทวีปชิงนี้มีอาณาจักรเล็กใหญ่นับหลายร้อยแห่ง และผู้ที่ถูกสวรรค์เลือกสรรนั้นมีเพียงไม่ถึงสิบคน ผู้ถูกเลือกเหล่านี้ล้วนเป็นผู้ยิ่งใหญ่
เย่ซวนกำหมัดแน่น เขารู้ว่าตระกูลเย่ต้องการที่จะปลดเขาออกจากตำแหน่งผู้สืบทอด อีกทั้งยังต้องการฆ่าเขาอีกด้วย !
เย่หลางหัวเราะพร้อมกับพูดว่า "ผู้อาวุโส เย่ซวนผู้นี้มีเจตนาฆ่าผู้อื่นต่อหน้าผู้อาวุโสใหญ่และยังทำร้ายผู้อาวุโส ตามกฎของตระกูลเย่แล้วควรได้รับโทษเช่นไร? "
ณ ขณะนี้ ทุกคนต่างก็มองไปที่เย่หลางที่กำลังยิ้มอย่างเย็นชา "ตามกฎของตระกูลเราแล้ว เขาสมควรถูกเฆี่ยนจนตาย"
เหล่าผู้อาวุโสต่างเห็นด้วยกับเย่หลางซึ่งเป็นผู้ถูกเลือก อีกทั้งยังเป็นผู้สืบทอดสายตรงของผู้อาวุโสตระกูลเย่ หากขัดแย้งกับผู้อาวุโสใหญ่และเย่หลางไม่เป็นการดีแน่
ผู้อาวุโสใหญ่ตระกูลเย่ "นำตัวไป!"
ในไม่ช้า เหล่าข้ารับใช้ตระกูลเย่ก็วิ่งเข้ามาด้านในของโถงศาลเจ้าบรรพบุรุษ
ทันใดนั้นเย่ซวนก็กล่าวว่า "ตระกูลเย่มีกฎอยู่ว่า เราจะไม่ปฏิเสธการท้าทายสมาชิกผู้ใดก็ตามที่เป็นปรปักษ์กับผู้สืบทอด"
ขณะที่เขาพูด เขาก็มองไปที่เย่หลาง "ข้าขอท้าเจ้า!"
เย่หลางหรี่ตา และยิ้ม "ท้าเหรอ? ได้ แต่ต้องเดิมพันด้วยชีวิตที่ลานประลอง เจ้ากล้าหรือไม่? "
ลานประลองแห่งชีวิตและความตาย!
ความโกลาหลเกิดขึ้น!
เมื่อมีความขัดแย้งระหว่างสมาชิกในตระกูลเย่ พวกเขาจะท้าประลองกันโดยเดิมพันด้วยชีวิต ท้ายที่สุดจะเหลือผู้รอดชีวิตเพียงคนเดียว!
เย่ซวนหัวเราะ "ไป ไปที่ลานประลองแห่งชีวิตและความตาย!"
เย่หลางส่ายศีรษะ"หนึ่งเดือนนับจากนี้ เรามาดูกันว่าใครแน่กว่าใคร ใครจะอยู่หรือใครจะไป หัวหน้าตระกูลออกจากการบำเพ็ญพอดี เราจะต่อสู้กันจนกว่าจะตายกันไปข้างหนึ่ง และถึงตอนนั้นหัวหน้าตระกูลจะเป็นพยานหากข้าถูกกล่าวหาว่าฆ่าเจ้า !”
เย่ซวนคิดอยู่ครู่หนึ่ง "แล้วเรามาดูกัน !"
หลังจากพูดจบ เขาไม่ได้พูดอะไร และอุ้มเย่หลิงออกมาจากศาลเจ้าบรรพบุรุษตระกูลเย่
เมื่อมองเย่ซวนและเย่หลิงจากไป ผู้อาวุโสก็มองไปที่เย่หลาง "เย่ซวนต่อสู้มาเกือบตลอดทั้งปี และความสามารถของเขาก็ค่อนข้างดีเลยทีเดียว เจ้าแน่ใจว่าจะเอาชนะเขาได้เหรอ?"
รอยยิ้มมุมปากเปลี่ยนเป็นรอยยิ้มอันเหี้ยมโหด และมีความอาฆาตปรากฏที่แววตา "ข้าเพิ่งตื่นขึ้น พลังยังผสานได้ไม่สมบูรณ์ มิฉะนั้นข้าบดขยี้เขาให้ตายก็ไม่ใช่เรื่องยาก ราวกับขยี้มด! ผ่านไปหนึ่งหนึ่งเดือน คนในอาณาจักรเจียงก็จะไม่มีใครสู้ข้าได้!"
เมื่อได้ยินเช่นนี้ ผู้อาวุโสใหญ่ก็พยักหน้าเล็กน้อยและพูดด้วยรอยยิ้ม "ดีมาก"
หลังจากพูดจบ เขาก็มองไปที่ผู้อาวุโสที่อยู่ข้าง ๆ และพูดเบาๆว่า : "คนที่ข้าส่งไปที่หนานซานยังไม่กลับมา สีหน้าเย่ซวนดูซีดผิดปกติ เย่ขู่ไปสืบมาซิว่าเกิดอะไรขึ้นกับเย่ซวนที่หนานซาน”
ผู้อาวุโสหยักหน้าและเดินออกไป
👀👀👀
ชื่อหนังสือ👉"กระบี่ทมิฬ "👈ดาวน์โหลดเดี๋ยวนี้ #ReadMe-new อ่านฉบับเต็มของหนังสือเล่มนี้!✅
00:15
Aug 29, 2023 - Sep 04, 2023
👀👀👀I rescued a beauty from distress, but as a result I was put into jail for three years. After being released from the prison, I ran into that woman...
😍😍😍
I wanted to ask for a justice!
To make this woman deserve what she deserves, by all means!
But when I arrived at the company, I found Wendy who went to Thailand with her teammates.
I was fired for absenteeism.
I went straight to the nearest police station, found a man who was related to immigration control center, and spent an extra $800 asking him to expedite my passport application.
Intentional injury, such an ordinary criminal record, had no influences on going abroad. It w possible to get a passport more quickly by spending money.
Three days later, I got my passport. After changing 5,000 RMB into Thai baht, I took my assistant work permit that Wendy had gave me, and took a flight to Chiangmai.
It was already night when the plane landed. After getting my visa, I called each of the four alternative hotels.
During the two days at work, I went through the schedule of the project team’s trip to Thailand, and knew that the company’s target customer was a large textile enterprise. Besides, they arranged four alternative hotels.
With a good command of Thai and my special identity, I asked the hotel where the project team checked in. I showed my passport and work card at the hotel reception, and asked for the room number of Wendy.
At about 10 pm., I knocked on the door of Wendy.
“Who is it?” Wendy asked in English.
“Tom.” I answered coldly.
The room fell into silence.
“If you don’t open the door within one minute, I’ ll make your story known to the whole world. The things happened before three years and half a month . I will scold you downstairs and expose you in the textile enterprise. I am absolutely sure that you will not get the contact.”
“What do you want?” Wendy said as coldly as me.
“Have a talk.”
“A few days ago, I received a phone call from the domestic police. I know that you didn’t do it, and you are not one of them. I misunderstood you. I apologize and thanks for your good deeds. But we don’t need to talk any more.”
“You only have thirty seconds.”
The room fell into silence again.
When I counted down to three, the door opened.
I pushed the door open, walked in, closed it backhand, and hung the door chain.
“What do you want to talk?”
In a slim white nightdress, Wendy had a charming figure, with her hands clasped to her chest and her cold face expressions.
But the coolness of her manner did not conceal the uneasiness in her eyes.
Instead of speaking, I walked towards her slowly, and unfastened the buckles of my shirt.
“You...... What do you want to do?” She backed away in confusion.
Taking off my shirt and throwing it on the floor, I cornered her and found her stare at me with perverseness and anger.
I folded her hands over her head and slid my knees between her thighs, giving her no room to struggle.
She shivered and looked at me in horror, with her mouth open.
I drew my face closer and examined the exquisite beauty of her face, whose big eyes with a mixture of horror and anger.
Her pride and coldness were gone. She trembled, and flushed from her cheeks to her neck, whose quick breath beat rhythmically in my face.
The breath, which almost warmed my blood.
“President Bai, turn around, put your hands on the wall, and pull your dress up!”
<My Perfect Female Boss>
Download #Readme now, Continue reading this super hot novel!
😍😍😍
I wanted to ask for a justice!
To make this woman deserve what she deserves, by all means!
But when I arrived at the company, I found Wendy who went to Thailand with her teammates.
I was fired for absenteeism.
I went straight to the nearest police station, found a man who was related to immigration control center, and spent an extra $800 asking him to expedite my passport application.
Intentional injury, such an ordinary criminal record, had no influences on going abroad. It w possible to get a passport more quickly by spending money.
Three days later, I got my passport. After changing 5,000 RMB into Thai baht, I took my assistant work permit that Wendy had gave me, and took a flight to Chiangmai.
It was already night when the plane landed. After getting my visa, I called each of the four alternative hotels.
During the two days at work, I went through the schedule of the project team’s trip to Thailand, and knew that the company’s target customer was a large textile enterprise. Besides, they arranged four alternative hotels.
With a good command of Thai and my special identity, I asked the hotel where the project team checked in. I showed my passport and work card at the hotel reception, and asked for the room number of Wendy.
At about 10 pm., I knocked on the door of Wendy.
“Who is it?” Wendy asked in English.
“Tom.” I answered coldly.
The room fell into silence.
“If you don’t open the door within one minute, I’ ll make your story known to the whole world. The things happened before three years and half a month . I will scold you downstairs and expose you in the textile enterprise. I am absolutely sure that you will not get the contact.”
“What do you want?” Wendy said as coldly as me.
“Have a talk.”
“A few days ago, I received a phone call from the domestic police. I know that you didn’t do it, and you are not one of them. I misunderstood you. I apologize and thanks for your good deeds. But we don’t need to talk any more.”
“You only have thirty seconds.”
The room fell into silence again.
When I counted down to three, the door opened.
I pushed the door open, walked in, closed it backhand, and hung the door chain.
“What do you want to talk?”
In a slim white nightdress, Wendy had a charming figure, with her hands clasped to her chest and her cold face expressions.
But the coolness of her manner did not conceal the uneasiness in her eyes.
Instead of speaking, I walked towards her slowly, and unfastened the buckles of my shirt.
“You...... What do you want to do?” She backed away in confusion.
Taking off my shirt and throwing it on the floor, I cornered her and found her stare at me with perverseness and anger.
I folded her hands over her head and slid my knees between her thighs, giving her no room to struggle.
She shivered and looked at me in horror, with her mouth open.
I drew my face closer and examined the exquisite beauty of her face, whose big eyes with a mixture of horror and anger.
Her pride and coldness were gone. She trembled, and flushed from her cheeks to her neck, whose quick breath beat rhythmically in my face.
The breath, which almost warmed my blood.
“President Bai, turn around, put your hands on the wall, and pull your dress up!”
<My Perfect Female Boss>
Download #Readme now, Continue reading this super hot novel!

Atria AI helps you to find the best performing Ads on Meta for BestStory products. Discover winning ads on Meta on Aug 17, 2026. With AtriaAI, you can effortlessly explore a vast library of top-performing BestStory ads on Meta and derive actionable insights to enhance your ad campaigns. Our robust analytics tools enable you to never create BestStory ads on Meta blindly, offering instant reviews of key ad metrics and performance topics for data-driven decisions. Gain a competitive edge with powerful research and analysis features, including competitor analysis for BestStory ads on Meta. Our platform also provides endless inspiration from over 100 million winning ads, customizable ad creation tools, and ready-made templates to streamline your creative process. Transform your BestStory advertising strategies with AtriaAI and achieve unparalleled success in your campaigns.
Discover the latest ad ideas on Meta
Women's ClothingMen's ClothingWomen's ShoesMen's ShoesBags & WalletsJewelryWatchesEyewearAccessoriesWearable Tech DevicesSportswearDigital DevicesKitchen AppliancesLaundry AppliancesHome AppliancesPersonal Care AppliancesHeating, Cooling & Air QualitySmall AppliancesBaby ClothingKids' ClothingMaternity ClothingBaby Feeding SuppliesBaby FoodBaby FormulaBaby ShoesChild Car SeatsBaby Hygiene ProductsNursery FurnitureStrollers & CribsDiapers & WipesToysSkincareHaircareCosmeticsFragrances & PerfumesPersonal HygieneOral CareMen's GroomingBeauty Tools & AccessoriesAesthetic MedicineFeminine CareWig & Hair StylingNewspaperMagzinesBook StoresMachinery & EquipmentsMarketing & AdvertisingOffice Equipment & SuppliesConsulting ServicesIT ServicesLegal ServicesHR & RecruitingReal Estate & Home RentalsSafety & SecurityOnline RetailersMarketplacesSubscription BoxesDigital ProductsE-commerce PlatformsPayment SolutionsDelivery ServicesEarly Childhood & Preschool EducationK-12 EducationHigher EducationOnline CoursesProfessional CertificationsTutoring ServicesEducational MaterialsLanguage LearningNon-academic Training (Hobbies)Overseas EducationVocational TrainingConferencesTrade ShowsConcertsFestivalsSports EventsCorporate EventsCommunity EventsBankingInsuranceInvestment ServicesLoans & MortgagesFinancial PlanningPrecious MetalsSports EquipmentFitness EquipmentOutdoor GearSupplements & NutritionGyms & Fitness CentersAlcoholic BeveragesCooking & RecipesCuisineFood & Fresh ProduceNon-alcoholic BeveragesRestaurants & CafesPackaged FoodsSnacksBoard gamesBrowser gamesCard gamesCasinoGamblingMobile gamesVideo gamesGovernment OfficialIntergovernmental OrganizationPublic & Government ServiceDietary SupplementsMedical InformationMedical ServicesMedicineWomen's HealthMen's HealthSenior CareFurnitureKitchen & DiningLaundryBed & BathGarden & OutdoorConstruction Materials & LightingStorage & OrganizationInterior Design & Decorating ServicesSmart HomeChild CareDating ServiceGifts & FlowersHousekeepingInternet ServicesPhotographyShopping ServicesUsed Good Sales PlatformsUtilities PaymentsWedding ServicePet FoodPet AccessoriesPet GroomingPet StorePet ToysPet TrainingPet BoardingPet SuppliesProduct & ServiceSoftware & AppsResearch & DevelopmentEngineering ServicesTech AccessoriesTelecommunicationsRoboticsTravel ServiceTravel AgenciesHotels & ResortsLuggage, Bags & CasesCar RentalsBicyclesMotocyclesCarsPlanesBoatsVehicle Parts & AccessoriesVehicle MaintenanceRide-Sharing Services